cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 2A AMBARAWA PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR LATE-MODERN pandu pujo; hendro trilistyo; eddy hermanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.692 KB)

Abstract

Kabupaten Semarang sebagai wilayah yang sedang berkembang dengan dampak negatifnya adalah peningkatan jumlah angka kejahatan.Untuk hal itu, dibutuhkan peranti penegak hukum yang memadai, salah satunya adalah Lembaga Permasyarakatan. Kabupaten Semarang telah mempunyai satu Lembaga Permasyarakatan, yaitu Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Ambarawa yang berada di Kecamatan Ambarawa. Pada perancangan Lembaga Pemasyarakatan, secara desain telah diatur dalam Kepmen Hukum dan HAM tahun 2003 tentang pola bangunan unit pelaksana teknis pemasyarakatan. Tetapi dalam perkembangannya, harus menyesuaikan perkembangan jaman dan teknologi agar tercipta desain yang lebih baik. Banyak konsep konsep akan pemasyarakatan dan penjara yang berkembang.
TAMAN IMAGINASI DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN ARCHITECTURE Augi sekatia
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.426 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kepadatan penduduk 1.739.989 jiwa pada data BPS bulan November tahun 2013. Kota Semarang memiliki pertumbuhan penduduk yang meningkat di setiap tahunnya. Banyak pendatang dari kota lain yang menetap dan tinggal di Kota Semarang, umumnya untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi yang ada di Kota Semarang, bekerja mengadu nasib di ibukota Jawa Tengah, berwisata, atau memang untuk tinggal menetap di Kota Semarang. Kota semarang semakin tahun semakin menunjukkan perembangannya yang pesat. Dimulai dengan gerakan Semarang Pesona Asia pada tahun 2007 kemudia Visit Jawa Tengah dan Visit Semarang pada tahun 2013. Kota Semarang melakukan pembangunan besar-besaran untuk mewujudkan gerakan tersebut.Salah satu Objek wisata yang diminati adalah sebuah Taman Rekreasi / Taman Bermain/ Theme Park dimana juga dapat menambah pendapatan Kota Semarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Imaginasi, tinjauan rekreasi, tinjauan mengenai theme park/amusement park, syarat objek wisata, tinjauan lansekap,serta studi banding beberapa taman rekreasi yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, banyaknya pengunjung dan objek wisata di Kota Semarang, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Green Architecture. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain. Kata Kunci :Taman Rekreasi, Amusement Park, Semarang
APARTEMEN DI KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN ARCHITECTURE Iratasya Rizky Ayundari; edi purwanto; atiek suprapti
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.526 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki posisi geostrategic karena berada pada jalur lalu lintas ekonomi Pulau  Jawa. Ketersediaan sarana transportasi di kota ini mulai dari bandara, pelabuhan, stasiun, hingga terminal menjadikan Kota Semarang dijuluki sebagai KotaTransit Regional Jawa Tengah. Fasilitas sarana transportasi yang memadahi, membuat Kota Semarang dapat dengan mudah dijangkau oleh para investor, sehingga perekonomian di kota ini pun terus berkembang pesat. Berkembangan ekonomi Kota Semarangturut memberikan dampak pada peningkatanjumlah kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja  di kota ini sehingga jumlah migrasi  pun semakin bertambah. Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang juga dapat terlihat dari maraknya pembangunan yang dilakukan kota ini.Meningkatnya jumlah migrasi di Kota Semarang akibat petumbuhan ekonomi di kota ini membuat kebutuhan akan tempat tinggal yang dekat dengan pusat kota semakin meningkat, terutama di area pusat perekonomian. Memiliki tempat tinggal dekat dengan pusat kotadinilai lebih efisien dan mudah sehingga tidak membuang-buang waktu. Sayangnya ketersediaan lahan kosong sebagai tempat untuk bermukimyang dekat dengan pusat kota saat ini sangat sedikit. Untuk menjawab permasalahan tersebut, apartemen merupakan sebuah solusi untuk menjawab permasalahan kebutuhan tempat tinggal dengan keterbatasan lahan yang ada.Apartemen Di Kota Semarang dengan Penerapan Green Architecture, merupakan sebuah hunian vertikal yang menerapkan ilmu arsitektur untuk menangulangi masalah pemakaian energy yang berlebihan. Menurut  Steele (dalam Subadra, 2007:128), 50% dari seluruh konsumsi energi lingkungan buatan merepresentasikan keterkaitannya dengan industri konstruksi. Pembangunan yang dilakukan dengan mengkonsumsi energi secara terus menurus akan menimbulkan dampak global warming.Oleh karena itu penerapan Green Architecture diharapkan dapat mengurangi pemakaian energy bagi pembangunan apartemen maupun dalam pemeliharaannya kedepan, sehingga pembangunan tidak hanyadapat memenuhi kebutuhan manusia tetapi juga kebutuhan alam dan kebutuhan manusia di masa mendatang.Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki posisi geostrategic karena berada pada jalur lalu lintas ekonomi Pulau  Jawa. Ketersediaan sarana transportasi di kota ini mulai dari bandara, pelabuhan, stasiun, hingga terminal menjadikan Kota Semarang dijuluki sebagai KotaTransit Regional Jawa Tengah. Fasilitas sarana transportasi yang memadahi, membuat Kota Semarang dapat dengan mudah dijangkau oleh para investor, sehingga perekonomian di kota ini pun terus berkembang pesat. Berkembangan ekonomi Kota Semarangturut memberikan dampak pada peningkatanjumlah kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja  di kota ini sehingga jumlah migrasi  pun semakin bertambah. Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang juga dapat terlihat dari maraknya pembangunan yang dilakukan kota ini.Meningkatnya jumlah migrasi di Kota Semarang akibat petumbuhan ekonomi di kota ini membuat kebutuhan akan tempat tinggal yang dekat dengan pusat kota semakin meningkat, terutama di area pusat perekonomian. Memiliki tempat tinggal dekat dengan pusat kotadinilai lebih efisien dan mudah sehingga tidak membuang-buang waktu. Sayangnya ketersediaan lahan kosong sebagai tempat untuk bermukimyang dekat dengan pusat kota saat ini sangat sedikit. Untuk menjawab permasalahan tersebut, apartemen merupakan sebuah solusi untuk menjawab permasalahan kebutuhan tempat tinggal dengan keterbatasan lahan yang ada.Apartemen Di Kota Semarang dengan Penerapan Green Architecture, merupakan sebuah hunian vertikal yang menerapkan ilmu arsitektur untuk menangulangi masalah pemakaian energy yang berlebihan. Menurut  Steele (dalam Subadra, 2007:128), 50% dari seluruh konsumsi energi lingkungan buatan merepresentasikan keterkaitannya dengan industri konstruksi. Pembangunan yang dilakukan dengan mengkonsumsi energi secara terus menurus akan menimbulkan dampak global warming.Oleh karena itu penerapan Green Architecture diharapkan dapat mengurangi pemakaian energy bagi pembangunan apartemen maupun dalam pemeliharaannya kedepan, sehingga pembangunan tidak hanyadapat memenuhi kebutuhan manusia tetapi juga kebutuhan alam dan kebutuhan manusia di masa mendatang.
SHOPPING MALL DI PATI (VELODROME DAN AREA KOMERSIAL) Ristina Wijayanti
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4970.109 KB)

Abstract

Berbelanja dan rekreasi merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh manusia. Kota Pati merupakan kota yang pertumbuhan ekonomi dan perdagangannya saat ini mulai berkembang, namun kebutuhan akan tempat perbelanjaan modern yang ada di Kota Pati sendiri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kota Pati, hal ini terlihat dari banyaknya masyarakan yang memenuhi beberapa pusat perbelanjaan yang ada di kota Pati. Melihat fenomena tersebut menarik minat salah satu investor untuk mendirikan sebuah tempat perbelanjaan modern yang dapat digunakan sebagai sarana hiburan dan berbelanja yaitu dengan mendirikan sebuah shopping mall dengan konsep Arsitektur Modern. Kajian diawali dengan mempelajari tentang pengertian shopping mall, tipe dan jenis shopping mall, dan melakukan studi banding di beberapa shopping mall yang sesuai dengan standar mall untuk didirikan dikota Pati, serta melakukan kajian tentang Kota Pati, perkembangan perekonomian di tersebut, jalur perdagangan di kota tersebut. Konsep desain Arsitektur modern cocok diterapkan pada shopping mall yang akan didirikan di kota Pati. Pemilihan tapak dilakukan pada lokasi-lokasi yang merupakan lokasi jalur perdangan kota Pati, dan daribeberapa lokasi yang terpilih dilakukan pembobotan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk didirikan sebuah shopping mall. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
REDESAIN GELANGGANG OLAHRAGA SATRIA PURWOKERTO Ai Ratna Wulandari; Hermin Werdiningsih; sukawi sukawi
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.773 KB)

Abstract

Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani tiapmanusia. Salah satu fasilitas penunjang untuk kegiatan olahraga adalah adanya Gelanggang Olahraga (GOR)pada tiap kota. Gelanggang Olahraga merupakan suatu wilayah dimana di dalamnya tersedia beberapapenunjang kegiatan olahraga seperti lapangan sepak bola, lapangan bulu tangkis, tennis, basket danseterusnya. Untuk di era sekarang Gelanggang Olahraga tidak hanya dijadikan sebagai pusat olahraga namunjuga sebagai sarana rekreasi untuk masyarakat. Fungsi rekreasi yang diwadahi merupakan kegiatan menontonbersama pertandingan olahraga melalui layar lebar dan pertunjukkan musik. Kota Purwokerto merupakan ibukota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang memiliki GelanggangOlahraga yaitu GOR Satria yang terletak di Jl. Prof Dr. Suharso Kelurahan Grendeng Purwokerto. Sebagai PusatKegiatan Olahraga, GOR Satria memiliki banyak fasilitas olahraga antara lain Stadion Sepak Bola, Lintasan Lari,Lapangan Basket-Bulutangkis-Voli Indoor, Tenis Futsal, Wall Climbing, Cross Sirkuit BMX, dll. Selain mendukungfasilitas juga tersedia sebagai tempat parkir yang luas, tempat beribadah, toilet dan tempat bermain anak. Dalam rangka penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah tahun 2013, PemprovJateng selaku penyelenggara telah menetapkan Kabupaten Banyumas sebagai tuan rumah acara Porprov yangakan diselenggarakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto. Untuk menjadi tuan rumah yang baikPemkab Banyumas berusaha menyiapkan segala sesuatu terkait dengan akomodasi para atlet, juga saranaprasarana (venues) yang dibutuhkan untuk cabang lomba yang akan dipertandingkan. Berdasarkan keadaanGOR Satria saat ini, fasilitas-fasilitas yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan acara Porprov tersebut.Maka dibutuhkan penambahan dan pembenahan untuk menjadikan GOR Satria Purwokerto yang sesuaistandar penyelenggaraan Porprov juga menjadi pusat olahraga yang rekreatif untuk masyarakat Banyumas. 
TEGAL TOWN HOUSE DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN ARSITEKTUR diah ayu; Djoko Indrosaptono; resza riskiyanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.333 KB)

Abstract

Kota Tegal meripakan kota yang sangat strategis terletak pada persimpangan jalur pantura (pantai utara Jawa), yaitu : jalur menuju Cirebon, Jakarta dan Bandung, jalur menuju Purwokerto dan Cilacap, serta jalur menuju Semarang, Surabaya dan Solo. Kondisi seperti inilah yang membentuk Kota Tegal sebagai suatu kota transit yang memiliki mobilitas perekonomian yang cukup tinggi di jalur pantura. Untuk itu, pemerintah Kota Tegal memiliki ide untuk mengembangkan Kota Tegal tidak hanya sebagai kota transit saja tetapi juga mampu untuk menjadi kota dagang yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat kota Tegal dan sekitarnya serta mampu menjadi medan magnet dan menjadi kota andalan bagi masyarakat Jawa Tengah bagian barat. Pesatnya pertumbuhan perekonomi di kota Tegal terutama jalur Pantura (Pantai Utara) ini, kini banyak memunculkan masyarakat kelas atas baru. Seperti diketahui, usaha kecil dan menengah seperti: industri logam rumahan, kerajinan batik Tegalan tumbuh sangat pesat, dan produksi teh nasional 70 persen dipasok dari Tegal, sehingga membuat pertumbuhan ekonomi wilayah Tegal dan sekitarnya dari waktu ke waktu terus meningkat secara signifikan. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada meningkatnya kebutuhan akan sandang, pangan dan papan.
Sistem transportasi menjadi bagian yang penting untuk menunjang mobilisasi. Untuk memperlancar mobilitas orang maupun arus barang dan untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda alat transportasi secara tertib dan lancar, di tempat-tempat terte krisno akbar; edi purwanto; atik suprapti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1599.071 KB)

Abstract

Sistem transportasi menjadi bagian yang penting untuk menunjang mobilisasi. Untuk memperlancar mobilitas orang maupun arus barang dan untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda alat transportasi secara tertib dan lancar, di tempat-tempat tertentu dapat dibangun dan diselenggarakan terminal. Adanya kebijakan mengenai Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Temanggung tahun 2011 – 2031 pasal 15, direncanakan terminal induk Madureso akan dilakukan pengembangan supaya terbentuk struktur pelayanan transportasi yang efisien sesuai hirarki pelayanan dan moda transportasi. Terminal Bus Induk Madureso akan mewadahi 3 moda transportasi yaitu AKAP (Angkutan Kota Antar Propinsi), AKDP (Angkutan Kota Dalam Propinsi), dan angkutan umum kota maupun desa. Terminal ini akan dirancang untuk memenuhi kapasitas ketiga moda tersebut hingga 10 tahun ke depan. Perancangan terminal tidak lepas dari masalah berbagai aspek yang saling berkaitan. Beberapa aspek yang paling menonjol yaitu kejelasan orientasi, keselamatan, dan sistem sirkulasi yang efektif dan efisien.
SPA HOTEL DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKO ARSITEKTUR ariesta arum; agung budi; eddy indarto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5123.426 KB)

Abstract

Sebagai ibukota propinsi Jawa Tengah, Kota Semarang merupakan salah satu kota Metropolitan di Pulau Jawa yang memiliki penduduk terpadat di Jawa Tengah, dengan demikian pertumbuhan serta interaksi masyarakat di kota ini semakin meningkat setiap tahunnya. Ditambah lagi adanya Pelabuhan Tanjung Mas, Bandara Internasional Ahmad Yani, Stasiun Tawang, Stasiun Poncol, dan Terminal Bus Banyumanik menjadikan Kota Semarang sebagai kota industri, perdagangan, serta pariwisata karena dengan adanya fasilitas transportasi yang lengkap ini memudahkan akses keluar masuknya para wisatawan maupun sarana dan prasarana perdagangan. Tidak salah apabila Kota Semarang dijadikan sebagai kota tujuan wisata maupun bisnis. Konstribusi terbesar terhadap Penghasilan Aset Daerah (PAD) berasal dari sektor pariwisata yakni dalam hal penyediaan fasilitas komersil seperti jasa penginapan berupa hotel berbintang. Banyaknya pendatang di Kota Semarang baik tujuan wisata maupun berbisnis ini perlu adanya wadah untuk menampung para pendatang sebagai tempat istirahat sementara sehingga dapat digunakan sebagai tempat transit maupun menginap dengan sistem sewa. Dimana didalamnya terdapat fasilitas pelayanan rekreasi dan relaksasi bagi tamu serta konsep bangunan yang ekologis sesuai iklim di Kota Semarang.
CONVENTION CENTER DI BUKIT SEMARANG BARU Lita Devi
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.861 KB)

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu konsentrasi potensial untuk dikembangkan. Kota Semarang merupakan salah satu kota incaran wisatawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, menyatakan bahwa jumlah wisatawan selama tahun 2012 sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 1.834.886 orang dan mampu terealisasi 2.613.952 orang. Dewasa ini, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya terpusat di tengah kota namun juga memanfaatkan lahan pinggiran kota. Karena lokasinya yang jauh dari keramaian dan kemacetan kota, banyak investor melirik pembangunan sektor pariwisata daerah pinggiran. Di Kota Semarang, kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) merupakan kawasan yang sedang mengembangkan kawasan Central Business District (CBD). Selain kegiatan pariwisata, kegiatan konvensi juga merupakan salah satu jenis wisata potensial. Kegiatan ini dapat menopang ekonomi daerah. Kegiatan konvensi juga dapat menjadi dinamisator untuk perkembangan industri ekonomi, sehingga masyarakat dapat menggabungkan kegiatan bisnis dan rekreasi. Kota Semarang saat ini terus mengembangkan sebagai Kota Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran atau "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (MICE) Dalam proses menuju Kota MICE tersebut di antaranya penambahan tempat-tempat yang memungkinkan untuk acara pertemuan, konvensi, dan pameran. Citraland BSB City, sebagai salah satu pengembang di PT. Karyadeka Alam Lestari, menangkap peluang untuk mengembangkan fasilitas pusat pertemuan di sekitar kawasan BSB. Dengan adanya pusat pertemuan atau Convention Center, akan mendukung kawasan komersial BSB sebagai daya tarik masyarakat, khususnya untuk mewadahi event – event besar yang nantinya akan diselenggarakan di Kota Semarang. Hal ini dapat mendukung Semarang untuk menjadi salah satu kota tujuan bisnis dan wisata di Indonesia. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan perancangan Conventon Center di kawasan BSB yang sesuai dengan potensi kawasan tersebut dan dapat memenuhi kebutuhan pusat pertemuan yang kompleks bagi wisatawan maupun masyarakat lokal dengan penekanan desain eco architecture.
CITY HOTEL BINTANG TIGA DI PEKALONGAN DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN Riscky Oktavianto; Edy Darmawan; hermin Werdiningsih
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.645 KB)

Abstract

Letak Kota Pekalongan yang strategis berada pada Jalur Pantura dan menghubungkan kota-kotabesar seperti  Jakarta  Semarang Surabaya serta  potensi-potensi  Kota  Pekalongan di  bidang industri,perdagangan,  dan pariwisata  menyebabkan akan terjadi  banyaknya kunjungan ke  Kota  Pekalongandimasa mendatang dengan berbagai tujuan, baik tujuan wisata, bisnis, atau sekedar singgah.Sector perhotelan di Kota pekalongan masih sangat potensial untuk dikembangkan dan dapatmenjadi salah satu sektor bisnis yang menguntungkan. Jenis hotel yang sesuai untuk kebutuhan tersebutadalah hotel kota atau city hotel karena Kota Pekalongan berada tepat di tengah-tengah jalur utamaJakarta-Surabaya menjadikan kota ini sebagai kota transit dan juga sebagai pusat batik sehingga banyakpelancong yang memanfaatkan waktu transitnya disini untuk berbelanja bahkan kulakan batik.Selain itudalam 2-3 tahun terakhir ini terlihat bermunculan hotel-hotel baru yang ternyata merupakan dampak daripenawaran investasi dari Pemkot Pekalongan tentang kebutuhan hotel yang berkualitas di Kota Batik iniLetak Kota Pekalongan yang strategis berada pada Jalur Pantura dan menghubungkan kota-kotabesar seperti  Jakarta  Semarang Surabaya serta  potensi-potensi  Kota  Pekalongan di  bidang industri,perdagangan,  dan pariwisata  menyebabkan akan terjadi  banyaknya kunjungan ke  Kota  Pekalongandimasa mendatang dengan berbagai tujuan, baik tujuan wisata, bisnis, atau sekedar singgah.Sector perhotelan di Kota pekalongan masih sangat potensial untuk dikembangkan dan dapatmenjadi salah satu sektor bisnis yang menguntungkan. Jenis hotel yang sesuai untuk kebutuhan tersebutadalah hotel kota atau city hotel karena Kota Pekalongan berada tepat di tengah-tengah jalur utamaJakarta-Surabaya menjadikan kota ini sebagai kota transit dan juga sebagai pusat batik sehingga banyakpelancong yang memanfaatkan waktu transitnya disini untuk berbelanja bahkan kulakan batik.Selain itudalam 2-3 tahun terakhir ini terlihat bermunculan hotel-hotel baru yang ternyata merupakan dampak daripenawaran investasi dari Pemkot Pekalongan tentang kebutuhan hotel yang berkualitas di Kota Batik ini