cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
MUSEUM GUNUNG KRAKATAU DI ANYER, BANTEN bayu aditya; resza Riskiyanto; Djoko Indrosaptono
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.483 KB)

Abstract

Gunung Krakatau terletak ditengah laut. Tepatnya di Selat Sunda yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Berjarak +45 km dari bibir pantai Desa Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang. Keberadaan Gunung Anak Krakatau ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan domestic dan mancanegara. Ditambah lagi Gunung Anak Krakatau ini terletak di Kawasan Wisata Pantai Anyer.  Mengingat dalam sejarah peradaban manusia modern saat ini  Letusan Gunung Krakatau pada 1883 adalah letusan gunung berapi paling dahsyat sepanjang sejarah (Sumber: Guiness Book Of Record).Maka perlu dibangun sebuah museum untuk mengenang bencana alam paling mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah. Dan juga untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada seluruh lapisan masyarakat, wisatawan domestic & mancanegara berkaitan tentang sejarah letusan Gunung Krakatau dan apa potensi bencana yang terjadi bila sewaktu-waktu Gunung Anak Krakatau meletus lagi. Tentunya menambah pengetahuan tentang evakuasi bencana bagi masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di pesisir pantai anyer dan sekitarnya. 
USM DORMITORY ( PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR HIJAU ) Ryzal Ismanto
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1421.295 KB)

Abstract

Perkembangan pendidikan di Indonesia begitu pesat baik pendidikan yang dikelola oleh pemerintah maupun yang dikelola oleh pihak swasta. Universitas yang dikelola oleh pihak swasta antara yang satu dengan yang lain saling berlomba menciptakan dan mengkondisikan universitas tersebut menjadi universitas yang unggul dan bermutu. Universitas yang berada di bawah naungan pihak swasta di Indonesia menawarkan fasilitas yang berbeda – beda dengan tujuan untuk menjadikan mahasiswanya bermutu, salah satunya dengan menyediakan asrama di dalamnya. Keberadaan asrama pada suatu area atau kawasan pendidikan dengan tujuan agar kegiatan mahasiswa di luar jam pelajaraan dapat terkontrol.
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KUDUS Alfia Yufariani; Hendro Trilistyo; Edward endrianto Pandelaki
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.059 KB)

Abstract

Perlunya peningkatan fasilitas kesehatan untuk kaum ibu dan anak dengan pembangunan di dalamsektor kesehatan dalam jangka waktu panjang yang dilaksanakan dengan melakukan peningkatan upayakesehatan berdasarkan pada tingginya angka kelahiran dan kematian yang diprioritaskan pada golongan ibudan anak ini di setiap wilayah Indonesia. Salah satu fasilitas pelayanan kesehatan khusus yang diperlukanuntuk meningkatkan derajat kesehatan kesejahteraan ibu dan anak yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak. RumahSakit Ibu dan Anak sebagai salah satu rumah sakit khusus adalah sebuah fasilitas kesehatan yang seharusnyaada di setiap daerah. Kesehatan ibu dan anak merupakan hal yang sangat mendasar di dalam menciptakankeluarga yang sejahtera. Anak sebagai generasi penerus perlu mendapat perhatian khusus dalampemeliharaan kesehatannya, sehingga tingkat kesakitan atau kematian anak dapat dikurangi. Peningkatanpelayanan anak dirasakan sangat perlu. Anak pada golongan usia balita pada masa itu perlu mendapatkanprioritas utama karena merupakan masa rawan, sehingga anak mudah terkena infeksi atau kekurangan gizi.Pertumbuhan dan kesehatan di usia selanjutnya sangat bergantung pada penanganan kesehatan anak padausia balita tersebut. Kabupaten Kudus merupakan wilayah yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah penduduknyapada tahun 2010 mencapai 777.437 jiwa, terdiri dari 383.508 laki-laki, 393.929 perempuan, 103.490 anakperempuan, dan 110.342 anak laki-laki. Menurut kelompok umur, sebagian besar penduduk Kabupaten Kudustermasuk dalam usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 515.641 jiwa dan selebihnya 213.832 jiwa berusia dibawah 15 tahun dan 35.128 jiwa berusia 65 tahun ke atas. Menurut Dinas Kesehatan, usia produktif hamil bagiwanita adalah 20-29 tahun. Pada tahun 2010 di Kabupaten Kudus, terdapat 102.169 wanita dengan usiaproduktif hamil. Sedangkan tidak terdapat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak. Sampai saat ini hanya ada 5Rumah Sakit Umum, sehingga kebutuhan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Kudus sangat diperlukan. Dengandibangunnya Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan tenaga medis yang handal,akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyajikan layanan kesehatan yang baik sehingga angkakematian akibat ibu melahirkan dan angka kematian anak-anak akan berkurang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah sakit,khususnya Rumah Sakit Ibu dan Anak, standar-standar mengenai rumah sakit, dan studi banding padabeberapa Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi dan pembahasan konsepperancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak ini dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Selain itu jugadibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakaidalam perancangan “Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kudus”. Pada perancangan ini digunakan pendekatan Arsitektur Modern yang mampu menunjukkan karyabaru yang tidak sesuai dengan tradisi yang telah ada namun tetap mengutamakan kesederhanaan sehinggatidak menimbulkan kerumitan dan kesulitan.
PENGEMBANGAN GALERI NASIONAL INDONESIA DI JAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR KONTEMPORER dimas Rachmaputra; bambang supriyadi; wijayanti wijayanti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2953.3 KB)

Abstract

Galeri Nasional Indonesia (GNI) merupakan salah satu lembaga kebudayaan berupa museum khusus dan pusat kegiatan seni rupa, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertugas melaksanakan pengkajian, pengumpulan, registrasi, perawatan, pengamanan, penyajian dan pameran karya seni rupa. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Galeri Nasional Indonesia menyelenggarakan fungsi pelaksanaan pengkajian, pengumpulan dan registrasi, perawatan dan pengamanan, penyajian dan pameran, kemitraan, layanan edukasi, pendokumentasian, publikasi, dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Galeri Nasional Indonesia. Sejalan dengan perkembangan zaman, dapat terlihat bahwa Galeri Nasional Indonesia mempunyai banyak koleksi dan kegiatan yang cukup banyak dan padat, sementara kondisi GNI saat ini masih menggunakan bangunan eksisting peninggalan sekolah yang dirasa kurang untuk menampung segala aktivitas dalam GNI. Maka untuk mendukung proses terwujudnya kegiatan tersebut, serta dalam menyelaraskan visi dan misi GNI, maka perlu diadakannya perubahan berupa pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia dengan tetap memperhatikan kaidah kaidah konservasi pada bangunan eksistingnya. Dengan adanya suatu fasilitas Gedung Galeri yang telah diperbaiki, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan aktifitas di dalam Galeri yang nyaman dan representatif.
PURWOKERTO EXPO CENTER larasati probosiwi; budi sudarwanto; agung dwiyanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.73 KB)

Abstract

Sekarang ini pertemuan dan konvensi dapat sebagai alat penyebaran dan pertukaran informasi tentang hal-hal baru serta masalah-masalah yang sifatnya universal terhadap kepentingan masyarakat di suatu daerah. Konvensi dan pertemuan tersebut dapat bersifat internasional, nasional maupun regional yang biasa dilakukan oleh perusahaan, kantor pemerintah atau instansi lainnya. Adanya kegiatan pertemuan atau konvensi diharapkan dapat menjadi pendorong bagi perkembangan di berbagai aspek di suatu wilayah. Seperti aspek industri ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata, hiburan, dan sebagainya. Purwokerto merupakan ibukota dari Kabupaten Banyumas. Kota ini merupakan kota yang berkembang sebagai pusat kegiatan bisnis, perdagangan, industri, serta investasi dari kota-kota di wilayah sekitarnya. Purwokerto merupakan daerah yang potensial sebagai tempat di selenggarakannya konvensi dan produk industri/ perdagangan maupun pariwisata dalam skala local maupun skala nasional. Berkembangnya MICE di Kota Purwokerto dengan sendirinya akan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dan tentu dengan berkembangnya MICE tersebut akan mendorong laju perekonomian Purwokerto, dan menciptakan atmosfer budaya baru, yaitu berkembangnya Purwokerto menjadi kota metropolitan. Purwokerto akan menjadi pusat bisnis baru di Kabupaten Banyumas dan menjadi nadi perekonomian di Jawa Tengah.
TAMAN PINTAR PURWOKERTO (SAINS CENTER) Fikri Al Kodr
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.817 KB)

Abstract

Fenomena bencana gunung berapi saat ini sedang menjadi trending topic di Indonesia. Gunung Slamet (3.428 meter dpl) merupakan salah satu gunung berapi di Indonesia yang terletak di Kota Purwokerto. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Kabupaten Pemalang. Keberadaan gunung Slamet ini sangat berpotensi untuk dikembangkan, terutama dibidang pariwisata dan ilmu pengetahuan. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian gunung berapi, pengertian dan standar-standar mengenai sains center, serta studi banding beberapa sains center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Purwokerto, perkembangan kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Post Modern. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
TERMINAL BUS TYPE A DI KABUPATEN DEMAK diah galuh; satrio nugroho; agung budi
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.719 KB)

Abstract

Sistem transportasi merupakan kegiatan profesional yang tidak dibatasi oleh batas geografi, kegiatan lalu lintas tertentu dan moda transportasi. Transportasi memegang dalam kehidupan manusia, timbul tuntutan untuk menyediakan sarana dan prasarana transportasi agar pergerakan mereka dapat berlangsung secara aman, nyaman, teratur, dan lancar serta ekonomis dari segi waktu maupun biaya. Dengan memperhatikan rencana kebutuhan lokasi simpul jalan yang merupakan bagian dari Rencana Tata Ruang, ditetapkan dua puluh lima kota dengan fasilitas Terminal Bus tipe A, dan salah satunya Kabupaten Demak. Kabupaten Demak terletak sangat strategis, baik secara regional maupun nasional. Kabupaten ini dari segi transportasi merupakan titik tengah jalur pada pantai utara Jawa dari barat ke timur maupun sebaliknya. Hal ini memberi keuntungan dari kedudukan Kabupaten Demak sebagai kota penyangga Ibukota propinsi Jawa Tengah bahwa Kota Semarang akan menjadi simpul jasa dan distribusi yang akan terus berkembang. Oleh karena itu diperlukan strategi guna menarik dan mendukung pertumbuhan kota, minimal mampu menampung arus pergerakan regional Jawa Tengah, maupun nasional. Kota Semarang berpotensi sebagai pusat perkembangan transportasi yaitu sebagai pintu gerbang ke kawasan nasional dan memiliki peran mendorong kemajuan daerah sekitarnya. Terminal Tipe B Bintoro Demak, saat ini juga sudah tidak dimungkinkan kembali untuk dikembangkan ataupun direnovasi. Letak tapak terminal saat ini sudah berada di tengah Kota Demak karena perkembangan Kota yaitu kurang dari satu kilometer dari alun-alun Masjid Agung Demak.
MUSEUM BATIK DI PEKALONGAN Miftakhul Latifa
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.046 KB)

Abstract

Batik merupakan salah satu seni budaya asli di indonesia yang selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi juga memiliki nilai historis dan filosofis sebagai salah satu aset dan seni budaya nasional yang patut di jaga dan dilestarikan. Saat ini, batik telah di akui sebagai warisan budaya dunia yang dulu hampir diklaim hak ciptanya oleh negara tetangga. Fenomena ini tentunya mengancam tradisi batik khususnya di kota pekalongan. Hal ini harus cepat direspon apabila tidak ingin kesenian asli Indonesia ini semakin berkurang dan hilang. Demi mengembangkan kesadaran melestarikan kain batik dibutuhkan upaya-upaya kongkrit. Salah satunya adalah melalui strategi budaya, yaitu instrumen kebudayaan yang secara mudah bisa mengingatkan kembali masyarakat akan akar sejarah kebudayaan ,salah satunya melalui museum. Sehingga diperlukan kerjasama antara Pemerintah pusat dan daerah mewujudkan sarana berupa museum batik yang berskala regional. Kajian dimulai dengan mempelajari pengertian tentang museum serta batik khususnya, pengertian dan standar-standar mengenai museum batik, proses pembuatan batik, tinjauan mengenai aktifitas dalam museum, serta studi banding museum yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Pekalongan, perkembangan batik di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan dilakukan dengan konsep rekreasi batik dengan penekanan desain arsitektur vernakular. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, berupa program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU DENGAN KONSEP WISATA KELUARGA DI BANYUMAS Selia stefi Yuliasari; Agung Dwiyanto; indriastjario indriastjario
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.848 KB)

Abstract

Banyak  faktor yang melatarbelakangi  urgensi  perancangan Industri  Pengolahan Susudengan Konsep Wisata Keluarga di Banyumas ini. Mulai dari tingkat konsumsi susu Kab. Banyumasyang meningkat setiap tahun Produksi susu ini bermerk dagang MILBA Industri  pengolahan Susu  ini  diharapkan  dapat  memenuhi  kebutuhan regional  akankonsumsi  susu masyarakat  Banyumas  dengan jenis  susu UHT,  sekaligus  dapat  memfasilitasimasyarakat Banyumas dengan adanya konsep wisata keluarga sebagai sarana meningkatkan minatdan pengetahuan masyarakat Banyumas pada khususnya, tentang proses pengolahan susu.Banyak  faktor yang melatarbelakangi  urgensi  perancangan Industri  Pengolahan Susudengan Konsep Wisata Keluarga di Banyumas ini. Mulai dari tingkat konsumsi susu Kab. Banyumasyang meningkat setiap tahun Produksi susu ini bermerk dagang MILBA Industri  pengolahan Susu  ini  diharapkan  dapat  memenuhi  kebutuhan regional  akankonsumsi  susu masyarakat  Banyumas  dengan jenis  susu UHT,  sekaligus  dapat  memfasilitasimasyarakat Banyumas dengan adanya konsep wisata keluarga sebagai sarana meningkatkan minatdan pengetahuan masyarakat Banyumas pada khususnya, tentang proses pengolahan susu.
BANJAR BARU INTERNATIONAL CIRCUIT DENGAN PENEKANAN DESAIN HI-TECH bio bhirawan; edy darmawan; bambang suyono
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.281 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki peminat khusus dalam dunia otomotif khusus nya dalam olahraga balap, dapat dilihat dari event yang terus berkembang di Indonesia khusus nya di Kalimantan Selatan, dapat dilihat banyak nya para pembalap nasional yang terlahir dari sana, dan banyak nya event nasional yang diselenggarakan dengan rutin disana. Namun semua ini tidak didukung pemerintah secara maksimal dalam menunjang dan mendukung aktivitas dunia balap yang ada, Banjar Baru memiliki beberapa potensi dalam dunia otomotif di Indonesia seperti, Posisi geografis yang berada di tengah tengah Indonesia, dukungan masyarakat yang besar dalam dunia otomotif, lahan yang berlimpah, dan banyak lagi potensi yang terdapat disana. Sampai saat ini hanya terdapat satu sirkuit di Indonesia yang memenuhi standar sirkuit dari FIA (Federation Internationale de I’Automobile), FIM (Federation Internationale de Motorcyclisme), dan badan dunia otomotif lain di Indonesia yang bisa digunakan untuk event Internasional, namun sirkuit tersebut tidak terawat dan tentu saja sangat kurang untuk menampung minat dari masyarakat didalam nya baik itu dalam event skala regional hingga Internasional. Dengan dukungan pemerintah secara penuh dan serius serta partisipasi mereka merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan dunia balap yang ada di Banjar Baru bahkan di Indonesia dalam bentuk sirkuit berskala Internasional dengan penekanan desain Hi-Tech sehingga dapat mengikuti jaman dan dapat mengembangkan potensi dunia otomotif di Indonesia.