cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
TAMAN REKREASI AIR DANAU BSB SEMARANG Dunga Ayusthi Vembrika; Agung Budi Sardjono
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.062 KB)

Abstract

Danau BSB merupakan area rencana pengembangan untuk rekreasi memiliki luas permukaan air sebesar + 7.5 hektar. Danau buatan ini merupakan area cekungan air yang memberikan nuansa panorama alam yang jarang ditemui di Kota Semarang. Volume air yang terdapat dalam cekungan ini dapat diberdayakan sebagai sumber air untuk penunjang kebutuhan perancangan water park/taman rekreasi air. Pemberdayaan rekreasi water park/ taman rekreasi air sebagai sarana pemanfaatan muara air merupakan salah satu siasat jitu dalam penangkaran dan pemanfaatan sumber daya air. Pasalnya dalam waterpark menghadirkan kolam-kolam yang dapat dimanfaakan sebagai wadah kelebihan debit air dari muara air tersebut. Dalam taman rekreasi air danau BSB ini mengangkat pemanfaatan debit air berlebih dari danau BSB yang dialihkan ke lokasi rekreasi di dataran sekitar danau. Pemanfaatan air ini tak lepas dari upaya treatment air danau yang kemudian dialirkan ke fasilitas yang ada di taman rekreasi air seperti kolam renang, lazzy river, water slide, hingga sistem utilitas air bersih dan air kotor didalafm lingkungan rekreasi. Dengan adanya fasilitas itu debit air berlebih dapat ditampung guna mengantisipasi kekeringan dari air danau yang menguap disaat musim kemarau. Selebihnya, fasilitas dari taman rekreasi air ini sejalan dengan masterplan pengembangan Kawasan hunian BSB disekitar danau sebagai pemenuhan kebutuhan akan rekreasi yang dimanfaatkan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat BSB dan sekitarnya.Pemanfaatan sumber daya air danau ini diharapkan berkesinambungan agar terciptanya lingkungan binaan yang sustainable berprinsip pada eco-arsitektur. Untuk itu dilakukan pendekatan tahap program perencanaan dengan mempelajari tentang taman rekreasi air yang dimulai dari pengertian dan jenis rekreasi air, kemudian lingkup kegiatan dari rekreasi air, serta obyek wisata rekreasi air yang kiranya dapat dijadikan studi banding. Setelah itu tinjauan umum mengenai pemilihan tapak dilakukan dengan penilaian area Kawasan sekitar danau BSB berdasar karakteristik tapak di area sekitar danau yang dinilai berdasarkan potensi dan kelemahan tapak. Sebagai pendekatan perencanaan dan perancangan meliputi pendekatan aspek fungsional, kontekstual, teknis, kinerja, dan arsitektural yang pada akhirnya menuju kepada program ruang untuk menentukan besaran dari ruang yang ada dalam taman rekreasi air.
SINEPLEKS IMAX DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR POST MODERN harind putra; Dhanoe iswanto; resza riskiyanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1468.576 KB)

Abstract

Menonton film di bioskop merupakan kegiatan pengisi liburan yang cocok bagi keluarga yang memiliki sedikit waktu liburan. Menonton telah menjadi gaya hidup tersendiri bagi masyarakat kota yang membutuhkan hiburan. Hal ini juga didukung dengan semakin banyak film-film yang diproduksi baik dalam maupun film luar negeri. Kota Semarang saat ini memiliki tiga tempat menonton, yaitu XXI Paragon, 21 Ciputra, dan E-Plaza Cinema. Ketiga tempat ini masih menggunakan format film lama untuk penyajian filmnya. Teknologi IMAX menyajikan pengalaman menonton film yang berbeda dari teknologi lainnya. Saat ini, banyak film-film Hollywood yang dibuat dalam format IMAX. Karena itu, IMAX dapat menjadi pilihan yang menarik terutama bagi pecinta film di Semarang.
PERENCANAAN INDOOR SPORTHALL UNDIP Mohammad Soleh; Eddy Indarto; Satrio Nugroho
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.188 KB)

Abstract

Perkembangan mutu pendidikan di sebuah Universitas menuntut kelengkapan saran dan prasarana sebagai faktoe penunjang baik dari segi akademis maupun non akademis. Salah satu kegiatan non akademis yang ada di setiap Universitas adalah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yaitu wadah dimana mahasiswa bisa menyalurkan bakat dan hobinya secara terstruktur dan teroganisir dengan baik. Bahkan dimasa ini banyak diadakan perlombaan antar Universitas yang bergerak dibidang non akaemis, dalah satunya di bidang Olahraga. Oleh karena itu diperlukan sarana olahraga untuk menunjang kegiatan pletihan maupun pertandingan para atlet UKM OR. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Sporthall, standar-standar mengenai tata ruang dalam Sporthall, studi banding beberapa Sporthall di Semarang dan di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Gereja Santo Petrus Sambiroto Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Hi-Tech. Tapak yang digunakan adalah tapak yang menurut RIP (Rencana Induk Pengembangan) UNDIP memang diperuntukkan sebagai area pembangunanan sarana olahraga. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Indoor Sport Hall Universitas Diponegoro”. Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Hi-tech, yaitu aliran Dimana Material bangunan didominasi material- material pabrikan dengan teknologi terbaru. Untuk bangunanSportHall sendiri, dirancang dengan konsep gubahan masa berbentuk menyerupai sorban diponegoro, dengan sistem penerapan struktur sistembeton danspacefrem sebagai rangka atapnya.
HOTEL RESORT DI KAWASAN WISATA AIR PANAS GUCI – KABUPATEN TEGAL PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR ORGANIK samia saragi; bambang setioko; erni setyowati
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4215.719 KB)

Abstract

Kabupaten Tegal merupakan salah satu tujuan wisata yang memiliki potensi alam dan budaya di Jawa Tengah. Salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Tegal yang telah menjadi objek wisata unggulan dalam lingkup Jawa Tengah adalah objek wisata air panas yang berada di Desa Guci. Kawasan Wisata Air Panas Guci memiliki potensi pengembangan wisata berawal dari sumber mata air panas, kearifan budaya lokal yang masih tetap dipertahankan, yaitu wayang dan tarian, komoditi teh dan jamu yang telah melekat dengan kabupaten Tegal. Perkembangan Kepariwisataan ini berdampak pada jumlah pengunjung yang terus meningkat dan berbanding lurus dengan kebutuhan akan sarana akomodasinya. Oleh karena itu, dengan banyaknya fasilitas yang dikembangkan, diperlukan adanya sarana akomodasi berupa fasilitas penginapan yang memberikan pelayanan bagi pengunjung untuk menikmati keindahan alam di Guci secara lebih lama. Jenis penginapan yang sesuai adalah Hotel Resort. Hotel Resot merupakan sebuah respon terhadap perkembangan kawasan wisata yang juga menjadi hotel resort pertama yang memberikan fasilitas berupa wahana pertunjukan, tea spa and massage, serta café jamu sebagai salah satu pemasaran dari ciri khas Kabupaten Tegal Penekanan desain pada hotel resort ini adalah arsitektur organik yang dalam proses desain mempertimbangkan unsur organik baik dari bentukan bangunan hingga penyelarasanna terhadap lingkungan sekitar. Penataan Hotel Resot merespon tapak dan view menuju ke bagian bawah desa Guci, yaitu kecamatan Bumijawa, dan beberapa Kecamatan dari Kabupaten Tegal.
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN DESA BENDAR-BAJOMULYO KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI Gadis Wardani
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.98 KB)

Abstract

Salah satu faktor kepadatan yang timbul pada kawasan-kawasan tertentu yaitu kemudahan dalam memperoleh pekerjaan. Contohnya adalah Kabupaten Pati, Juwana yang merupakan daerah pesisir yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Keberadaan pemukiman nelayan sangat erat dengan sumber penagkapan ikan, daerah distribusi hasil tangkapan dan daerah pantai, lokasi tersebut harus mudah dicapai oleh publik dengan sisitem transportasi dan jaringan jalan yang baik, diperkaya dengan kegiatan sosial, ekonomi dan budaya yang mempesona tanpa harus merusak lingkungan.. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang pemukiman, pengertian dan sungai dan bantaran, tinjauan mengenai karakter dan sosialbudaya nelayan desa Bendar, serta studi banding beberapa ksmpung nelayan yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kabupaten Pati, perkembangan desa nelayan di daerah tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep neo vernakular. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
TASPEN TOWER OFFICE DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN POST MODERN gerry hariara; septana pribadi
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.212 KB)

Abstract

Sebagai perusahaan BUMN, PT. TASPEN PERSERO KCU Semarang yang bergerak dalam bidangtabungan pensiunan PNS sudah seharusnya dapat melayani setiap kliennya dengan performa yangmaksimal. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu visi "Menjadi pengelola Dana Pensiun danTHT eŒša  jauivav } ial laivvÇaY— dav ui i  "Manfaat  dan pelayanan yang semakin baik.."  olehkarena itu pelayanan yang optimal tentunya menjadi goal dari perusahaan taspen ini terutama padakantor cabang utama untuk di provinsi Jawa Tengah yang terletak di kota Semarang.Oleh karena sebab itu bangunan PT TASPEN Melihat Semarang pada saat ini telah menjadi salah satu daerah urban yang merupakan sentrapertumbuhan ekonomi  khususnya bagi  Jawa  Tengah. Setyo Maharso,  Ketua Umum Real EstatIndonesia  Dengan fenomena tersebut sudah semestinya PT. Taspen dapat menangkap sebuah kesempatanuntuk menambah bidang usaha. Penambahan di sektor property dinilai sebagai langkah yang sangatbijak,  oleh  karean itu  pada grand design kantor taspen nantinya dirasa cukup bijak  untukmenambahkan fungsi kantor sewa pada bangunan Kantor cabang utama PT. Taspen di  Semarang.Sebagai perusahaan BUMN, PT. TASPEN PERSERO KCU Semarang yang bergerak dalam bidangtabungan pensiunan PNS sudah seharusnya dapat melayani setiap kliennya dengan performa yangmaksimal. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu visi "Menjadi pengelola Dana Pensiun danTHT eŒša  jauivav } ial laivvÇaY— dav ui i  "Manfaat  dan pelayanan yang semakin baik.."  olehkarena itu pelayanan yang optimal tentunya menjadi goal dari perusahaan taspen ini terutama padakantor cabang utama untuk di provinsi Jawa Tengah yang terletak di kota Semarang.Oleh karena sebab itu bangunan PT TASPEN Melihat Semarang pada saat ini telah menjadi salah satu daerah urban yang merupakan sentrapertumbuhan ekonomi  khususnya bagi  Jawa  Tengah. Setyo Maharso,  Ketua Umum Real EstatIndonesia  Dengan fenomena tersebut sudah semestinya PT. Taspen dapat menangkap sebuah kesempatanuntuk menambah bidang usaha. Penambahan di sektor property dinilai sebagai langkah yang sangatbijak,  oleh  karean itu  pada grand design kantor taspen nantinya dirasa cukup bijak  untukmenambahkan fungsi kantor sewa pada bangunan Kantor cabang utama PT. Taspen di  Semarang.
MUSEUM ZOOLOGI DI KOTA SEMARANG anisa damayanti; Djoko Indrosaptono; dhanoe iswanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.836 KB)

Abstract

Kota Semarang yang merupakan sebuah ibukota Provinsi di Jawa Tengah adalah sebuah kota yang tengah tumbuh menjadi sebuah kota yang berkembang di berbagai sector. Tidak hanya sector ekonomi namun juga pembangunan, dan pariwisata juga mengalami peningkatan yang signifikan. Di jantung Kota Semarang kini dapat dilihat banyak sekali bangunan-bangunan pencakar langit yang sedang dibangun, serta menjamurnya pusat-pusat perbelanjaan di seluruh daerah di Kota Semarang. Pada libur akhir pekan disetiap pusat-pusat perbelanjaan dipenuhi oleh masyarakat-masyarakat di Kota Semarang dan bahkan para pelancong pun tidak luput untuk ikut mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Kota Semarang. Namun pembangunan di sector penunjang pendidikan sangatlah minim. Bangunan-bangunan bersejarah dan museum tidak lagi di minati oleh masyarakat Kota Semarang. Banyak diantara masyarakat menganggap museum adalah bangunan yang menyeramkan karena kurangnya perawatan dan pemeliharaan. Citra museum sebagai bangunan yang memiliki nilai sejarah serta unsur pendidikan yang kuat seakan kalah pamor dengan keberadaan pusat-pusat pebelanjaan yang ada di Kota Semarang. Belum adanya bangunan Museum yang memiliki konsep edukasi dan entertainment di kota Semarang sehingga diharapkan Museum Zoologi Kota Semarang dapat menunjang aspek pendidikan di Kota Semarang sekaligus menjadi ikon wisata baru di Kota Semarang yang memiliki penekanan desain Arsitektur Post Modern.
PENGEMBANGAN INSTALASI PERAWATAN PAVILIUN KHUSUS LANJUT USIA PROF.R.BOEDHI DARMOJO SEMARANG Ayu Kusuma Wardhani; Agung Budi Sardjono; Satrio Nugroho
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1854.276 KB)

Abstract

Balita, remaja, dewasa dan tua merupakan sebuah siklus kehidupan manusia yang tidak dapatdihindari. Setiap manusia yang hidup pasti akan merasakan siklus kehidupan tersebut, namun tetapdisesuaikan dengan batasan umur yang dimiliki. Menjadi tua bukan merupakan sebuah pilihan atau masalah,karena hal tersebut sudah pasti akan dirasakan oleh setiap makhluk hidup yang bernyawa, terutama manusia.Pada usia tua, manusia akan mengalami kemunduran dalam berbagai segi kehidupan, misalnya kemundurankesehatan, kemunduran aktivitas dan kemunduran dalam hubungan sosial. Manusia yang dahulunya punyaberbagai macam aktivitas, namun karena terbentur dengan masalah kesehatan, daya ingat, kekuatan,sekarang hanya bisa tinggal dirumah dengan alasan umur dan tanpa bisa melakukakan apa-apa karenaketerbatasan tenaga yang di miliki. Masalah kesehatan yang dialami orang pada usia lanjut ini pada umumnya lebih sulit dan kompleks.Rata-rata hampir disetiap rumah sakit tercatat 15% dihuni oleh pasien usia lanjut dengan berbagai jenispenyakit yang diderita. Namun sayangnya, tidak semua rumah sakit umum maupun swasta yang terdapat diKota Semarang khususnya mempunyai pelayanan kesehatan yang benar-benar memperhatikan faktor psikispara usia lanjut tersebut. Seharusnya sistem pelayanan kesehatan yang dimiliki pada setiap rumah sakit yangada memperhatikan kebutuhan psikis para usia lanjut agar, proses penyembuhan dan perawatan kesehatanpada usia lanjut ini dapat dilakukan dengan baik. Tidak hanya sekedar dalam segi kenyamanan pasien, namunjuga semua hal yang berhubungan dengan para lansia itu sendiri. Di Kota Semarang itu sendiri baru terlihatsatu Rumah Sakit yang menyediakan Instalasi Perawatan khusus untuk Para Usia Lanjut, namun sayangnyabelum bisa mencapai standart yang seharusnya dimiliki, baik dari segi standart bangunan dan juga pemenuhanjumlah pasien yang dirawat. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan untuk jangka waktu 10 tahunmendatang, dimana diharapkan dapat menampung jumlah pasien lansia yang ingin berobat dan melakukanpenyembuhan. Untuk merencanakan pengembangan terhadap instalasi perawatan tersebut dilakukan kajian teoritentang pengertian, pelaku dan aktifitas, kebutuhan ruang. Selain itu juga dilakukan studi kasus langsung keInstalasi Perawatan Paviliun Khusus Lanjut Usia Prof.R.Boedhi Darmojo itu sendiri untuk mencari tahukebutuhan jumlah pasien yang dirawat, ruangan yang diperlukan serta pendekatan lokasi tapak untukdilakukan pengembangan. Desain yang ditekankan pada Perencanaan Pengembangan Instalasi Perawatan Paviliun Khusus LanjutUsia Prof.R.Boedhi Darmojo ini yaitu penekanan desain Arsitektur modern, dimana kita dapat menampilkanbentukan masa bangunan yang bebas dan terlihat tidak monoton namun tidak mengganggu fungsi ruang yangterdapat didalamnya dan juga bentukan yang ditampilkan tetap tidak menghilangkan status fungsi bangunansebagai sebuah Instalasi Perawatan.
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA SEMARANG Intania Febrianti; Agung budi Sardjono
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Jawa Tengah. Kelahiran merupakan salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya laju perumbuhan tersebut. Angka Kelahiran Bayi di Kota Semarang mengalami peningkatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dan memiliki kecenderungan terus mengalami peningkatan. Sayangnya fenomena peningkatan angka kelahiran bayi tersebut diikuti juga dengan meningkatnya angka kematian bayi di Kota Semarang. Fenomena fenomena tersebut memaksa Pemerintah Kota Semarang untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas Rumah Sakit khususnya Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dengan demikian di Kota Semarang membutuhkan penambahan Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rumah Sakit Ibu dan Anak, standar-standar mengenai tata ruang dalam Rumah Sakit Ibu dan Anak, dan melakukan studi banding di beberapa Rumah Sakit khusus Ibu dan Anak. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang dan pembahasan konsep taman sebagai dasar perancangan. Tapak yang digunakan adalah sebuah lahan kosong yang berada di Jalan Setiabudi. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang”.Konsep perancangan yang ditekankan adalah penataan ruang dengan konsep Taman. Cathment Point digunakan untuk menyiasati bentuk lahan dan menghindari bangunan Rumah Sakit tertutup oleh bangunan lain sekitar tapak. Penataan massa bangunan secara simetris dilakukan sebagai bentuk penyeimbang taman yang ada di sekitar bangunan. Untuk bangunan Rumah Sakit sendiri dirancang dengan konsep Post Modern tetapi tidak meninggalkan unsur tropis.
ASRAMA MAHASISWA DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR TROPIS muhammad amanda; titien woro; gagoek hardiman
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2895.727 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang pesat merupakan hal yang selalu mendasari munculnya tuntutan kebutuhan akan tempat tinggal di kota-kota besar. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk Kota Semarang pada tahun 2011 mencapai 1.544.358 jiwa. Tentu saja jumlah tersebut belum termasuk jumlah perpindahan penduduk dari luar kota ke Semarang. Adanya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sedang berkembang pesat seperti Universitas Diponegoro (UNDIP) di daerah Tembalang (bagian tenggara Kota Semarang) menjadikan banyaknya jumlah pendatang lebih didominasi oleh kalangan pelajar. Seiring dengan meningkatnya jumlah peminat PTN ini, jumlah migrasi mahasiswa pendatang ke kawasan kampus UNDIP Tembalang-pun dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga BPS mencatat pada tahun 2011 kecamatan ini sebagai penyumbang jumlah pendatang terbesar di Semarang. Perkembangan yang pesat membuat pembangunan cenderung tidak beraturan di sekitar lingkungan kampus, sehingga lahan yang tersedia tidak mampu dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Harga tanahpun semakin melonjak dan langka. Fenomena ini tentu mendorong minat investasi perusahaan pengembang untuk membuat hunian vertikal baru sekelas apartemen yang saat ini menjadi solusi praktis dari masalah yang ada, serta lebih banyak diminati oleh kalangan mahasiswa di kota-kota besar. Untuk itu diperlukan sebuah kajian yang meninjau lebih dalam mengenai pengertian hunian vertikal untuk mahasiswa, dalam hal ini dinamakan ‘asrama mahasiswa’ untuk kelas menengah keatas yang memiliki fasilitas sekelas apartemen. Dilakukan juga beberapa studi banding mengenai hunian vertikal untuk mahasiswa di beberapa kota besar lain, untuk kemudian disesuaikan dan diterapkan berdasarkan kondisi di kecamatan Tembalang, Semarang. Pendekatan perancangan dilakukan dengan penekanan desain arsitektur tropis menyesuaikan iklim setempat, dengan mempertimbangkan aspek fungsional, kinerja, teknis dan kontekstual bangunan setipe.