cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Maspari Journal diterbitkan sebagai wahana komunikasi ilmiah di bidang kelautan dan perikanan yang mencakup kajian-kajian ekologi dan biologi kelautan, perikanan, akustik kelautan, oseanografi, bioteknologi kelautan, budidaya laut dan konservasi lingkungan kelautan dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
KEANEKARAMAN MAKROZOOBENTOS DI ESTUARI SUNGAI MAHAKAM BAGIAN TENGAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Makri, Makri; Supriyadi, Freddy
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.812 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5952

Abstract

Delta Mahakam terkenal sebagai suatu lansekap wilayah pesisir yang sangat unik. Delta itu sendiri adalah bentangan vegetasi nipah (Nypa fruticans) yang sangat luas, terluas di Indonesia. Pesatnya kegiatan pembangunan di kawasan Delta Mahakam menimbulkan tekanan ekologis terhadap ekosistem dan biota yang hidup di perairan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu, memberikan informasi keanekaragaman dan jenis-jenis makrozoobentos di Estuari Sungai Mahakam bagian tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Maret dan Mei  2014 berdasarkan survei lapangan di sepanjang Estuari Sungai Mahakam bagian tengah, yaitu Muara Badak, Muara Berau, Muara Kaeli dan Muara Ilu. Sampel makrozoobentos diambil dengan Eckman  Grabb kemudian disaring.Analisis data yang dilakukan yaitu analisa struktur komunitas makrozoobentos dilakukan dengan menentukan nilai indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E) dan indeks Dominansi (C) spesies. Indeks keanekaragaman makrozoobentos berkisar 0,74-1,16 pada bulan Maret 2014 dan berkisar 0,71-0,95 pada bulan Mei ini menunjukkan bahwa Estuari Sungai Mahakam sudah mulai setengah tercemar sampai tercemar berat.
Perkembangan Gonad dan Musim Pemijahan Kerang Sepetang (Pharella acutidens) di Ekosistem Mangrove Dumai, Riau ., Efriyeldi; Bengen, Dietriech G; Affandi, Ridwan
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.707 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1380

Abstract

ABSTRACTThis research aims to study the gonadal development and spawning seasonof “sepetang” clam (Pharella acutidens).The study was carried out  over 12 month period from November 2010 to October 2011 at  Dumai mangrove ecosystem.“Sepetang” clam samples were obtained from the Dumai mangrove ecosystem monthly at three station. The clam collected from plot 1 x 1 m2on quadrat  transect. Reproductive aspects such as sex ratio, gonadal development,gonadosomatic index (GSI), and oocytes diameter were studied.The result showed that “sepetang” clam can be sexed at the size more than 35 mm. No specimens hermaphroditism was observed. The male to female ratio was  1 : 1.12. Histological analysis indicated that P. acutidenshadfour distinguishable gonad development in male and female clam, namely early active, late active, ripe and partially spawned. Mean  oocyte diameter did not showed pattern monthly, except onMay to July, mean oocyte diameter small. Based on gonadal development, GSI and mean oocytes diameter, “sepetang” clam spawning continued throughout the year   and  peak spawning season my be on May-July. Keywords : “sepetang” clam, histological, sex ratio, gonadosomatic index ABSTRAKPenelitian yang bertujuan mengkaji perkembangan gonad dan musim pemijahan kerang sepetang (P. acutidens) telah dilakukan selama 12 bulan, mulai bulan November 2010 sampai Oktober 2011 di ekosistem mangrove Dumai.  Kerang sepetang diperoleh dari ekosistem  mangrove Dumai Barat pada tiga stasiun setiap bulan. Kerang dikumpulkan dari plot 1 x 1 m2 pada transek kuadrat. Pada penelitian ini dikaji nisbah kelamin, tahap perkembangan gonad, indeks kematangan gonad,  dan diameter oosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerang sepetang bersifat dioecious. Empat tahapan kematangan gonad ditemukan pada penelitian ini, meliputi aktif awal, aktif akhir, matang dan dikeluarkan sebagian. Rata-rata diameter oosit tidak menunjukkan adanya pola setiap bulan, namun pada bulan Mei-Juli diameter oosit lebih kecil. Berdasarkan tahap perkembangan gonad, indeks kematangan gonad, dan diameter oosit kerang sepetang memijah sepanjang tahun dan puncak pemijahan pada bulan Mei.Kata Kunci : kerang sepetang, histologi, nisbah kelamin, indeks kematangan gonad
Evaluasi Tingkat Kesesuaian Kualitas Air Tambak Udang Berdasarkan Produktivitas Primer PT. Tirta Bumi Nirbaya Teluk Hurun Lampung Selatan (Studi Kasus) ismail, henny dede; Aryawati, Riris; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.454 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1707

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  kualitas  air  tambak  udang  yang  didasarkan produktivitas  primer  perairan  tambak  sehingga  dapat diketahui  tingkat  kesesuaiannya.  Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 3 Juni hingga 11 Juli 2008 di tambak udang PT. Tirta Bumi Nirbaya Teluk Hurun Lampung Selatan. Dalam menentukan stasiun digunakan metode random samplingdan pengukuran  sampel  dilakukan  pada  dua  tempat  yaitu  pengukuran  secara  in  situ di  lapangan  dan analisis  di  laboratorium  Balai  Besar  Pengembangan  Budidaya  Laut  (BBPBL)  Lampung.  Hasil  dari penelitian  ini  menunjukkan  tingkat  kesesuaian  kualitas  air  tambak  udang  PT.  Tirta  Bumi  Nirbaya termasuk dalam kategori sesuai bersyarat dan sangatsesuai. Hasil evaluasi kualitas air tanggal 8 Juni2008 termasuk dalam kategori sesuai bersyarat dengan total skor berkisar antara 45-49. Untuk hasil evaluasi kualitas air tanggal 21 Juni 2008 termasukdalam kategori sangat sesuai dengan total skor 88,sedangkan total skor dari hasil evaluasi kualitas air tambak tanggal 26 Juni termasuk dalam kategori sangat sesuai (75,4-99,4)
Pemberian Mikroalga Terhadap Pertambahan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis) Pada Skala Laboratorium Di BBPBL Lampung Yudha, Aji Ara; Agustriani, Fitri; ., isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.103 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2507

Abstract

Natural food is an important source of food in the fish breeding business. One of the zooplankton are widely used as the main feed saltwater fish breeding is a rotifer. Zooplankton rotifers is used for natural food fish, especially fish larvae are very small in size. Rotifers used in this research that Brachionus plicatilis. The purpose of this study was the effect of the accretion population Microalgae B. plicatilis and obtain the type of phytoplankton that can deliver the highest populations of B. plicatilis. The method used is the experimental laboratory with 3 treatments and 5 repetitions. The treatment used is Tetraselmis chuii, Nannochloropsis sp, and Chaetoceros sp. ANOVA one-way statistical results with a confidence level of 99% shows the effect of the treatment. Further trials with LSD showed that the increase of Nannochloropsis sp best with a maximum density of 159.8 ind / ml, followed by Chaetoceros sp the number of 118.4 ind / ml, and Tetraselmis chuii totaled 74.8 ind / ml. The high population of B. plicatilis using a feed treatment B (Nannochloropsis sp) because it has a small body size in accordance with the mouth opening B. plicatilis and high nutrient content. In this study, feeding Nannochloropsis sp produce the highest population and significant effect on population growth B. Plicatilis.Keywords: Population, Brachionus plicatilis, Tetraselmis chuii, Nannochloropsis sp, Chaetoceros sp
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING GUMBANG MODIFIKASI DI MUARA SELAT PANJANG PROVINSI RIAU ., Rupawan
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.29 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4482

Abstract

Kelompok udang Penaidae sp. dan ikan teri (Stolephorus  dubiosus) merupakan komoditas unggulan dan target tangkapan utama pada aktivitas penangkapan yang menggunakan alat tangkap trap net dengan nama lokal “gumbang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan jaring gumbang yang telah dimodifikasi. Penelitian telah dilakukan dengan metode observasi lapangan, percobaan penangkapan, dan wawancara. Pengambilan sampel dilakukan pada 8 stasiun yang ditentukan secara porposive sampling pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan Oktober tahun 2013. Percobaan penangkapan dilakukan menggunakan jaring gumbang (trap net)  yang telah dimodifikasi dan ditarik dengan kapal. Hasil tangkapan terdiri dari 36 jenis yang meliputi  25 jenis kelompok ikan, 5 jenis kelompok udang, dan  6 jenis lainnya. Persentase hasil tangkapan kelompok ikan sebesar 56,03 % yang didominasi oleh ikan teri (Stolephorus  dubiosus) sebesar 25,38%, kelompok udang sebesar 11,18% didominasi udang duri (Alphases sp.) sebesar 11,2%, dan jenis lainnya sebesar 28,87% yang didominasi  oleh ubur-ubur dan ikan buntal. Berdasarkan bulan pengamatan dan jumlah total hasil tangkapan, hasil tangkapan tertinggi terjadi pada bulan Oktober (27,6%) di mana bertepatan dengan musim kemarau dan hasil tangkapan terendah terjadi pada bulan Mei (23,2%,) bertepatan dengan musim hujan.KATA KUNCI: Ikan teri, komposisi hasil tangkapan, Selat Panjang, udang penaidae.
Selektivitas Kisi Perangkap Jodang (Selectivity of Jodang Trap Grids) Puspito, Gondo
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.049 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1323

Abstract

Research was designed to obtain a selective bottom part of jodang trap on shell length of Babylon snails (Babylonia spirata). A line of grids was used to form bottom part construction of trap with gap wide of 2.4 cm. Construction is called selective if it can be passed by shells with length of p < 4.27 cm. According to Firdaus (2002), Babylon snails have done spawning at shell length of 4.27 cm. Puspito (2009) found those shells have circular diameter of shell cross-section of 2.4 cm. Furthermore, 54 traps were operated in Palabuhanratu waters. From the research, traps was quite selective to catch Babylon snails  with length of shell p ≥ 4.32 cm. Babylon snails  with shell length of 4.27 cm ≤ p < 4,32 cm could stil passed trough the traps. Key words: Selective, grids, jodang trap, Babylon snails, Palabuhanratu waters. ABSTRAK Penelitian ini dirancang untuk mendapatkan konstruksi bagian dasar perangkap yang selektif terhadap panjang cangkang keong macan (Babylonia spirata). Deretan kisi digunakan untuk membentuk bagian dasar perangkap. Jarak antar kisi adalah 2,4 cm. Konstruksi bagian dasar perangkap dikatakan baik, jika dapat dilalui oleh cangkang dengan panjang  p < 4,27 cm. Menurut Firdaus (2002), keong macan telah memijah pada ukuran panjang cangkang p = 4,27 cm. Puspito (2009) mendapatkan keong dengan panjang cangkang p = 4,27 cm memiliki diameter lingkaran penampang melintang cangkang 2,4 cm. Selanjutnya, sebanyak 54 perangkap dioperasikan di perairan Palabuhanratu. Dari hasil pengujian, perangkap cukup selektif karena dapat menangkap keong dengan panjang cangkang p ≥ 4,32 cm.  Perangkap masih dapat meloloskan keong dengan panjang cangkang p antara  4,27 cm ≤ p < 4,32 cm. Kata kunci: Selektivitas, kisi, perangkap jodang, keong macan, perairan Palabuhanratu.
KAJIAN Ulva sp. SEBAGAI SUPLEMEN PAKAN TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN DAN RESPON IMUN NON-SPESIFIK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Harpeni, Esti; Santoso, Limin; Sari, Winda Rohaila; Purba, Duma Oktorina
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2486

Abstract

Peningkatan produksi melalui intensifikasi sistem budidaya menyebabkan peningkatan penggunaan pakan buatan. Pakan buatan yang baik harus memiliki kecukupan nutrisi bagi pertumbuhan optimum ikan selain juga meningkatkan resistensi terhadap penyakit. Penggunaan suplemen pakan menjadi penting dilakukan untuk memperoleh panen yang maksimal. Penggunaan algae sebagai suplemen pakan telah diketahui cukup potensial sebagai sumber protein dan metabolit sekunder melawan patogen. Namun, pengaruh pakan dengan penambahan algae terhadap pertumbuhan dan ketahanan tubuh ikan mungkin bervariasi tergantung pada jenis algae dan ikannya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian suplemen paka Ulva sp. terhadap performa pertumbuhan dan respon imun non-spesifik ikan nila. Penelitian dilakukan dengan perlakuan 5 perlakuan dan 3 ulangan, A: Suplementasi Ulva sp. 0% pakan; B: 4% pakan; C: 8% pakan; D: 12 % pakan; dan E: 16% pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan performa pertumbuhan dan respon imun non spesifik. Perubahan level jaringan ke level berat terjadi seiring dengan peningkatan dosis suplementasi Ulva sp. pada pakan. Suplementasi dengan dosis 4% pakan merupakan perlakuan terbaik.KATA KUNCI: Nila, pertumbuhan, respon imun non-spesifik, suplementasi, Ulva sp.
Karakterisasi Bakteri Penghasil Gas Metana pada Rumput Laut Jenis Eucheuma cottonii Fatoni, M. Indra; ., Melki; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.003 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1434

Abstract

This study aims to determine the pressure of methane gas produced by the seaweed Eucheuma cottonii and characterization of methane-producing bacteria learn in the process of making biogas from Eucheuma cottonii seaweed species. Laboratory scale research conducted in July-August 2010. The material used is seaweed Eucheuma cottonii 5 kg and 10 kg of sediment taken from the coastal waters Kalianda, Lampung province. Making biogas and methane gas pressure calculations performed at the Laboratory of Marine Biology Department of Marine Science Sriwijaya University and characterization of bacteria carried in the Great Hall of the Public Health Laboratory Palembang. Measurement of methane gas pressure using a manometer and characterization of bacteria through the three stages of colony morphology, cell morphology and physiology with test observations of biochemical reactions. The results showed that the seaweed Eucheuma cottonii can produce methane gas with a maximum pressure of 14.90 psi on day 24. From the results obtained by characterization of the bacteria bacillus-shaped bacteria that are gram-negative group. In tests of biochemical reactions that function to see the metabolic activity of bacteria showed positive results in the motility test, glucose, maltose, indole, TSIA (H2S), red methil, citrat simmon’s, lysine decar and shown negative results in tests of lactose, mannitol, sucrose, urea, voges proskauers and ornithine decar. Key words : seaweed, Eucheuma cottonii, methane, bacteria,  characterization of bacteria. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan gas metana yang dihasilkan rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan mengetahui karakterisasi bakteri penghasil gas metana dalam proses pembuatan biogas dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Penelitian skala laboratorium ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2010. Bahan yang digunakan adalah rumput laut Eucheuma cottonii 5 kg dan sedimen pantai 10 kg yang diambil dari perairan Kalianda, provinsi Lampung. Pembuatan biogas dan perhitungan tekanan gas metana dilakukan di Laboratorium Biologi Laut Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya serta karakterisasi bakteri dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Pengukuran tekanan gas metana dengan menggunakan alat manometer dan karakterisasi bakteri melalui 3 tahap yaitu morfologi koloni, morfologi sel dan pengamatan fisiologi dengan uji reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut Eucheuma cottonii dapat menghasilkan gas metana dengan tekanan maksimal 14,90 psi pada hari ke 24. Dari hasil karakterisasi bakteri didapatkan bakteri berbentuk basil yang merupakan kelompok dari gram negatif. Pada uji reaksi biokimia yang berfungsi untuk melihat aktivitas metabolisme bakteri menunjukkan hasil positif pada uji motilitas, glukosa, maltosa, indol, TSIA (H2S), methil red, simmon’s citrat, lysine decar dan hasil negatif ditunjukkan pada uji laktosa, manitol, sukrosa, urea, voges proskauers serta ornithine decar.   Kata kunci : Rumput laut, Eucheuma cottonii, gas metana, bakteri,  karakterisasi bakteri
KAJIAN PERUBAHAN LUASAN PADANG LAMUN DENGAN PENGINDERAAN JAUH DI PULAU LEPAR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Adi, Wahyu
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.066 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2496

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan padang lamun yang dimungkinkan berkorelasi dengan pelegalan tambang timah rakyat. Pulau Lepar, sebagai salah satu pulau di Provinsi ini, diduga salah satu yang mengalami penurunan penutupan luasan padang lamun. Perubahan penutupan padang lamun dianalisa dengan menggunakan interpretasi citra satelit Landsat 7 ETM+ (1999 dan 2011). Penelitian di padang lamun difokuskan dalam menyajikan perubahan luasan padang lamun selama kurun waktu 12 tahun dan kondisi terkini dari status padang lamun. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan penutupan padang lamun sebesar 70,2% (meningkat seluas 23.140,17 Hektar). Status padang lamun di pulau Lepar adalah "baik" dengan rata-rata penutupan 72,9%.Kata Kunci: Padang lamun, penginderaan jauh, Pulau Lepar.
ANALISIS POLA SEBARAN KONSENTRASI KLOROFIL-a MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT PADA MUSIM TIMUR DI PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OKI PROVINSI SUMATERA SELATAN Marendy, Franky; ., Hartoni; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.561 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i1.4224

Abstract

Klorofil-a merupakan zat hijau dalam fitoplankton. Indikator kesuburan perairan dapat diukur dari kandungan klorofil-a. Pengukuran klorofil-a dapat dilakukan dengan dua cara yaitu konvensional dan menggunakan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis konsentrasi klorofil-a, menentukan algoritma citra landsat serta mengetahui sebaran-sebaran klorofil-a pada musim timur tahun 2004, 2005, 2006, 2007, 2009, 2011, 2013 dan 2014 di Perairan Muara Sungai Lumpur. Pengambilan data insitu pada 7 Juli 2014 pada kondisi pasang dan surut.Penentuan stasiun berdasarkan systematic random sampling terdiri dari 11 stasiun di Muara Sungai Lumpur. Analisis data sebaran konsentrasi klorofil-a insitu dan parameter arah dan kecepatan arus menggunakan Surfer 12, pengujian konsentrasi klorofil-a insitu dan data citra Landsat 2014 menggunakan analisis regresi serta pembuatan layout sebarankonsentrasi klorofil-a menggunakan ArcGis 10.1. Hasil penelitian menyatakan bahwa klorofil-a pada kondisi surut lebih tinggi daripada kondisi pasang. Pada saat pasang ratarata konsentrasi klorofil-a 2,2664 µg/l dan pada saat surut memiliki rata-rata 3,5523 µg/l.Tingkat konsentrasi klorofil-a tersebut tergolong bagus. Serta algoritma yang diperoleh adalah 681,8946 (X)3 - 1708,3328 (X)2 + 1420,9178(X) - 390,8598 yang dimodifikasi dari algoritma Pentury (1997). Konsentrasi klorofil-a di Perairan Muara Sungai Lumpur padatahun 2004, 2005, 2006, 2007, 2009, 2011, 2013 dan 2014 cenderung merata yang berkisar 1-3,8 µg/l serta konsentrasi tertinggi ditemui pada bagian yang hampir sama. Faktor lingkungan yang mempengaruhi sebaran konsentrasi klorofil-a adalah arus serta kedalaman perairan.KATA KUNCI: Klorofil-a, Landsat, muara, Sungai Lumpur.