cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Maspari Journal diterbitkan sebagai wahana komunikasi ilmiah di bidang kelautan dan perikanan yang mencakup kajian-kajian ekologi dan biologi kelautan, perikanan, akustik kelautan, oseanografi, bioteknologi kelautan, budidaya laut dan konservasi lingkungan kelautan dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
Dynamic Response of Ultra Violet Absorbing in Dunaliella sp Muhaemin, Moh.
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.843 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1312

Abstract

Micosporine-like Amino Acid (MAA) which can be found in fresh water and marine microalgae. its accumulation may have a role as a response to UV exposure. The accumulation of MAA was found in both artificial and solar UV radiation. No clear correlation between response of MAA to UV exposure. Simak Baca secara fonetik Keywords: MAA, UV, Dunaliella sp
ISOLASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT PADA MANGROVE Rhizophora apiculata DARI KAWASAN MANGROVE TANJUNG API-API KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Mukhlis, Daratil Khoiri; Rozirwan, Rozirwan; Hendri, Muhammad
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.896 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5899

Abstract

Jamur endofit merupakan mikroba yang hidup di dalam jaringan tumbuhan yang mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antibakteri, antifungi dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, mengukur laju pertumbuhan diameter jamur endofit dan menguji  aktivitas antibakteri dari setiap jamur endofit. Metode dari penelitian ini meliputi identifikasi jamur endofit, pengukuran laju pertumbuhan  diameter dan uji aktivitas jamur endofit sebagai antibakteri dengan metode Cakram Kertas. Hasil penelitian didapatkan tiga genus jamur endofit yaitu Fusarium sp., Penicillium sp. dan Aspergillus sp. yang berhasil diisolasi dari mangrove (akar, batang dan daun). Pertambahan diameter masing-masing koloni jamur endofit berbeda setiap harinya. Pada ketiga jamur endofit ini fase lag terjadi hari pertama. Pada Fussarium sp. fase eksponensial terlihat pada hari kedua sampai hari kelima dengan pertambahan diameter dari 2,87 cm mencapai 7,62 cm. Fase eksponensial Penicillium sp. terlihat pada hari kedua hingga hari ketujuh dengan pertambahan diameter dari 2.52 cm sampai 5,68 cm dan pada jamur endofit Aspergillus sp. fase eksponensial terlihat pada hari kedua hingga hari keempat dengan pertambahan diameter 3,75 cm sampai 8,12 cm. Ketiga jenis jamur endofit ini memiliki daya hambat pada bakteri uji yaitu E. coli dan S. aureus. Jamur endofit Penicillium sp. memiliki daya hambat tertinggi sebesar 12,07 mm pada bakteri E. coli. Jamur endofit Penicillium sp. menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan daya hambat tertinggi 14.62 mm.
KELIMPAHAN IKAN Chaetodontidae DAN Pomacentridae DI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU KETAWAI DAN PULAU GUSUNG ASAM KABUPATEN BANGKA TENGAH Nurhasinta, Nurhasinta; Umroh, Umroh; Syari, Indra Ambalika
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.34 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9476

Abstract

Pulau Ketawai dan Gusung Asam dimanfaatkan sebagai kawasan pariwisata yang memiliki kelimpahan ikan yang sangat tinggi di ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kelimpahan ikan Chaetodontidae dan Pomacentridae, menghitung persentase tutupan karang hidup, dan menganalisis keterkaitan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan kondisi habitat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017 menggunakan metode Belt Transect untuk pengambilan data ikan, Line Intercept Transect untuk terumbu karang. PCA digunakan untuk menganalisis kelimpahan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan parameter lingkungan, sedangkan CA digunakan untuk menganalisis kelimpahan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan persentase tutupan genus karang. Hasil penelitian didapatkan 17 spesies ikan dengan total jumlah individu sebanyak 12.350 ind/ha pada Pulau Ketawai dan 15 spesies dengan 17.850 ind/ha pada Pulau Gusung Asam. Persentase tutupan terumbu karang 43,29% pada Pulau Ketawai dan 33,75% pada Pulau Gusung Asam. Kelimpahan Chaetodontidae dan Pomacentridae pada Pulau Ketawai dipengaruhi oleh faktor suhu, salinitas, pH, kecerahan, DO, arus serta karang hidup, alga dan abiotik, sedangkan pada Pulau Gusung Asam dipengaruhi oleh TSS serta alga. Ikan Chaetodontidae dan Pomacentridae pada Pulau Ketawai ditemukan di genus Acropora, Coeloseris, Ctenactis, Cycloseris, Favia, Galaxea, Goniastrea, Goniopora, Leptoseris, Lobophyllia, Merulina, Montipora, Pachyseris, Pavona, Platygira, Porites, Psammocora, Scapophyllia, Stylophora, Symphyllia, Turbinaria, sedangkan pada Pulau Gusung Asam ditemukan di Acropora, Ctenactis, Cycloseris, Favia, Fungia, Goniastrea, Goniopora, Leptoseris, Merulina, Montastrea, Montipora, Pachyseris, Pavona, Platygira, Porites, Psammocora, Symphyllia. Hasil analisis menunjukkan adanya asosiasi yang erat antara kelimpahan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan parameter lingkungan serta genus karang.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL-a dan -c ZOOXANTHELLAE DARI ISOLAT KARANG LUNAK Zoanthus sp. Sayekti, Sundari; Harpeni, Esti; Muhaemin, Moh.
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.062 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i1.4227

Abstract

Terumbu karang sangat sensitif terhadap perubahan alam, salah satunya seperti peningkatan intensitas cahaya. Intensitas cahaya akan mempengaruhi pigmen klorofil-a dan –c alga simbion zooxanthellae yang hidup di dalam jaringan karang, sebab intensitas cahaya memiliki peranan penting dalam proses fotosintesis pada zooxanthellae. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap kandungan klorofil -a dan -c pada zooxanthellae. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2016, bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan, Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian, Universitas Lampung selama 66 jam. Penelitian menggunakan 4perlakuan dan 5 ulangan yaitu perlakuan intensitas cahaya 3800 lux (IC1), 6250 lux (IC2), 7980 lux (IC3), dan 11800 lux (IC4) dan sampel karang yang digunakan yaitu karang lunak Zoanthus sp. dari Perairan Teluk Lampung. Parameter utama yang diamati adalahkandungan klorofil-a dan -c pada zooxanthellae dengan menggunakan spektrofotometer dan parameter pendukung yaitu kualitas air. Data klorofil-a dan -c dianalisis dengan analisis ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian intensitas cahaya yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kandungan klorofil-a pada zooxanthellae, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap kandungan klorofil-c pada zooxanthellae.KATA KUNCI: Intensitas cahaya, klorofil-a, klorofil-c, Zoanthus sp., zooxanthellae.
HUBUNGAN NITRAT, FOSFAT DAN AMMONIUM TERHADAP KEBERADAAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN MUARA SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR SUMATERA SELATAN ., Kurniawan; Purwiyanto, Anna Ida S; ., Fauziyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.329 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3486

Abstract

Perairan  Sungai  Lumpur   telah  banyak  dimanfaatkan  oleh  penduduk sekitar  untuk berbagai aktivitas yaitu daerah pemukiman, pertambakan, transportasi dan penangkapan ikan.  Selain  itu  di  hulu  sungai  terdapat industri  pengolahan  sawit.  Berbagai  bahan buangan yang berasal dari aktivitas tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kualitas perairan  yang dapat  berdampak  langsung  pada  biota  perairan,  salah satunya makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan nutrien (nitrat, fosfat, amonium) dan parameter lingkungan terhadap keberadaan makrozoobenthos. Penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling  sebanyak 9 stasiun. Sampel air dan makrozoobentos diambil di dasar perairan menggunakan  water sampler  dan  ekman grab. Analisis  sampel  dilakukan  di  Laboratorium   Oseanografi  Program  Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan rata-rata nutrien di perairan Muara Sungai Lumpur berkisar antara 0,225 – 1,329 mg/L untuk nitrat (NO3-), fosfat (PO4+)  berkisar antara 0,007  –  0,029 mg/L, serta amonium (NH4+) berkisar antara  0,026  –  0,242 mg/L. Makrozoobentos  yang  ditemukan  pada  penelitian  ini  terdiri dari dua kelas yakni kelas Gastropoda terdiri atas  Nassarius  sp.;  Murex  sp.;  Tomlinia sp.; Cerithidea  sp.;  dan  kelas  Bivalvia  terdiri  atas  Mactra  sp.;  dan Anadara  sp.  dengan komposisi  tidak  ada  yang  mendominasi.  Berdasarkan hasil  Analisis  Komponen  Utama (AKU) menunjukkan bahwa nitrat (NO3-), fosfat (PO4+) dan amonium (NH4+) memiliki nilai korelasi/hubungan  yang sangat  rendah  terhadap  keberadaan   makrozoobentos. Berdasarkan   KEPMENLH  No.  51  Tahun  2004  kualitas  perairan  Muara  Sungai Lumpur ditinjau dari parameter diatas masih baik untuk kehidupan biota perairan.KATA KUNCI: Amonium, fosfat, makrozoobentos, nitrat, Sungai Lumpur.
Pola Sebaran Konsentrasi Klorofil-a di Selat Bangka dengan Menggunakan Citra Aqua-Modis ., Prianto; Ulqodry, Tengku Zia; Aryawaty, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 1 (2013): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.936 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i1.1294

Abstract

ABSTRAKSelat Bangka merupakan selat sempit antara pulau Bangka dan Sumatera, sehingga banyak dipengaruhi oleh aliran sungai yang berada disekitarnya dan diduga perairan ini memiliki zat hara yang cukup tinggi. Zat hara dapat merangsang pertumbuhan fitoplankton. Keberadaan fitoplankton dapat dideteksi melalui klorofil-a dengan menggunakan citra Aqua-Modis. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan konsentrasi klorofil-a Perairan Selat Bangka tahun 2009 berdasarkan data citra Aqua-Modis, serta mengetahui pola sebaran dan konsentrasi klorofil-a di Perairan Selat Bangka pada bulan Maret 2011. Pengamatan dan pengambilan sampel lapangan dilakukan di Perairan Selat Bangka pada tanggal 3-4 Maret 2011 sebanyak 10 stasiun dengan menggunakan  data citra satelit dan in situ. Hasil analisis citra Aqua-Modis periode satu tahun dikelompokan berdasarkan musim yaitu musim barat, peralihan I, musim timur dan peralihan II. Interpretasi citra Aqua-Modis menunjukkan bahwa perairan Selat Bangka memiliki konsentrasi klorofil-a yang tinggi pada tiap musimnya. Pengukuran   klorofil-a yang didapat dari data in situ pada tanggal 3-4 bulan Maret dari kesepuluh stasiun menunjukkan kisaran klorofil-a 0,786-12,274 mg/m³. Kata kunci: Citra Aqua-Modis, Pola sebaran, Klorofil-a, Selat Bangka ABSTRACTBangka Strait is a narrow strait between the islands of Bangka and Sumatra, and predicted has high nutrients content. Nutrient can stimulate the growth of phytoplankton. The presence of phytoplankton can be detected of chlorophyll-a by using Aqua-Modis image. the purpose of this study were to describe the concentration of chlorophyll-a waters of Bangka Strait in 2009 by Aqua-Modis image data, and also to know the distribution patterns and concentrations of chlorophyll-a in the waters of Bangka Strait in March 2011. Aqua-Modis image interpretation showed that the waters of Bangka Strait had high chlorophyll-a concentrations for each seasons. Chlorophyll-a content of Bangka Strait on 3-4 March ranged 0.786 to 12.274 mg / m³. Key words : Aqua-Modis Image, distribution paterns, chlorophyll-a, Bangka   Strait
POLA SEBARAN SALINITAS MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK DI MUARA SUNGAI BUNGIN KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Pratama, Lucky; Surbakti, Heron; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.22 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5779

Abstract

Salinitas merupakan gambaran penting dari kondisi oseanografi suatu perairan laut dan jugamerupakan salah satu faktor penting bagi penyebaran organisme perairan laut. Tujuan daripenelitian ini memodelkan dan mengkaji pola sirkulasi salinitas pada perairan Muara SungaiBungin dengan model numerik dan mengetahui pola sebaran salinitas pada saat pasang dansurut di Muara Sungai Bungin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2014 di MuaraSungai Bungin. Pemodelan numerik dilakukan dengan lebar grid ?x=?y=20 m, time step = 1detik, Kondisi awal : u=v=?=0 dan S = 11.6 PSU. Hasil dari simulasi nilai salinitas pada kondisisurut memiliki perbedaan nilai sebesar 0.33 PSU dengan nilai simulasi lebih tinggi dari padanilai pengamatan. Sebaliknya pada saat pasang nilai salinitas pengamatan lebih tinggi dari padanilai simulasi, perbedaan nilai tersebut sebesar 1.99 PSU. Perbedaan rata-rata antara nilai hasilsimulasi dan hasil pengamatan sebesar 4.82 PSU. Pola sebaran salinitas pada Sungai Bunginmemiliki nilai tertinggi pada saat pasang dan terendah pada saat surut.KATA KUNCI :,Model Numerik, Muara Sungai Bungin, Salinitas
Selektor Garuk Puspito, Gondo
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.616 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1385

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study is to obtain a slope of selector that giving the best selectivity to cockle Anadara granosa and Anadara antiquata. Selector was constructed of a line of wood grids with 1 cm in diameter. Gap width between grids was adjusted to the thickness of economical valued cockle Anadara granosa. While, the slopes of selector were α = 10, 20 and 30o. In this study, a number of 120 shells of cockle Anadara granosa and 120 shells of cockle Anadara antiquata were dropped onto selector. Calculation of selector selectivity depended on the retained shells and released shells. Dredge selector was expected to release the shells with length less than 40 mm. Result showed that the selector with slope of 20o was more selective than the other two slopes. Selection length value P50 of cockle Anadara granosa and Anadara antiquata were 39,96 mm and 37,65 mm.Key words : Anadara granosa and Anadara  antiquate, dredge, selector, slope ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan sudut kemiringan selektor garuk  yang memberikan nilai selektivitas terbaik untuk kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bulu (Anadara antiquata). Selektor tersusun atas sederet batang kayu berdiamater 1 cm. Jarak antar kisi disesuaikan dengan ketebalan cangkang kerang darah yang bernilai ekonomi. Adapun sudut kemiringan selektor α = 10, 20 dan 30o. Dalam penelitian ini, 120 cangkang kerang darah dan 120 cangkang kerang bulu dijatuhkan ke atas selektor.  Perhitungan selektivitas didasarkan atas cangkang kerang yang lolos dan tertahan oleh selektor. Selektor diharapkan meloloskan cangkang kerang darah dan kerang bulu dengan panjang kurang dari 40 mm. Hasilnya menunjukkan bahwa selektor dengan sudut kemiringan a = 20o lebih selektif dibandingkan dengan kedua sudut kemiringan lainnya. Nilai selection length P50 cangkang kerang darah dan kerang bulu pada selektor dengan sudut a = 20o adalah 39,96 mm dan 37,65 mm.Kata kunci: garuk,  kerang darah dan kerang bulu, selektor,  sudut kemiringan
LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii (Kappaphycus alvarezi) DENGAN BOBOT BIBIT AWAL BERBEDA MENGGUNAKAN METODE RAKIT APUNG DAN LONG LINE DI PERAIRAN TELUK HURUN, LAMPUNG Damayanti, Tri; Aryawaty, Riris; Fauziyah, Fauziyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.863 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i1.8582

Abstract

Rumput laut Eucheuma cottonii (Kappaphycus alvarezi) merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Teknik budidaya dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain metode rakit apung dan long line. Tujuan penelitian ini untuk megetahui pengaruh laju pertumbuhan rumput laut E.cottonii dengan bobot bibit berbeda (50 gr, 100 gr, dan 150 gr) dengan menggunakan metode rakit apung dan long line. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2017 di Teluk Hurun Lampung. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang dilanjutkan dengan one way ANOVA. Pengukuran pertumbuhan dilakukan setiap satu minggu sekali selama 42 hari. Parameter perairan yang diukur antara lain DO, pH, salinitas, kecerahan, nitrat, fosfat, suhu dan kecepatan arus. Hasil penelitian menunjukkan bobot bibit 50 gr memiliki pertumbuhan tertinggi dengan rata-rata pertumbuhan harian 2,15 %, pertumbuhan mingguan 72 gr dan pertumbuhan mutlak 72 gr. Sedangkan untuk metode pananaman, metode rakit apung memberikan hasil lebih baik dibanding long line.
Starvasi Nitrogen dan Pengaruhnya Terhadap Biomassa dan Protein Total Nannochloropsis sp. (Nitrogen Starvation Effect on Biomass and Crude Protein of Nannochloropsis sp) Muhaemin, Moh; F, Practica; S, Rosi Dona; Agustina, Tri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 2 (2014): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2096.801 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i2.1817

Abstract

Pengurangan nitrogen anorganik sebagai nutrien pada media kultur merupakan salahsatu metode untuk mempersingkat fase eksponensial pada kultur mikroalgae.Pengurangan nitrat anorganik pada media kultur Nannochloropsis sp hingga 50%dari konsentrasi normal pada media kultur Conwy ternyata mampu menurunkankepadatan rata-rata (sel/ml) hingga 15,16 % dan menurunkan pula kandungan proteintotal 13,93 %. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa pengurangan nitrogenanorganik pada media kultur berdampak negatif pada kepadatan (sel/ml) dankandungan protein total namun mampu mereduksi waktu kultur pada faseeksponensial mikroalgae Nannochloropsis sp.