cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Maspari Journal diterbitkan sebagai wahana komunikasi ilmiah di bidang kelautan dan perikanan yang mencakup kajian-kajian ekologi dan biologi kelautan, perikanan, akustik kelautan, oseanografi, bioteknologi kelautan, budidaya laut dan konservasi lingkungan kelautan dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
HUBUNGAN KONDISI TUTUPAN TERUMBU KARANG TERHADAP KELIMPAHAN IKAN FAMILI CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN PULAU KETAWAI, BANGKA TENGAH, PROVINSI BANGKA BELITUNG hidayat, heriansyah; ., hartoni; ., fauziyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.15 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.8468

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tutupan terumbu karang, kelimpahan ikan famili Chaetodontidae, dan menganalisis hubungan diantara keduanya. Penelitian ini dilakukan di Perairan Pulau Ketawai Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung pada kedalaman 3 m dan 5 m. Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi tutupan terumbu karang yaitu metode Coral Reef Video Belt Transect (panjang 50 m, lebar 2 m) dan metode untuk mengetahui kondisi kelimpahan ikan famili Chaetodontidae yaitu metode Fish Video Belt Transect (panjang 50 m, lebar 2 m). Kondisi tutupan terumbu karang di perairan pulau ketawai dalam kategori sedang sampai baik sekali dengan persentase tutupan karang hidup 27,47% - 76,95%, dan kelimpahan ikan famili Chaetodontidae dari 1 ind/m² – 27 ind/m² dengan tiga spesies yang ditemukan yaitu spesies Chaetodon octofasciatus, Chelmon rostratus, dan Chaetodon decussatus, dan hubungan diantara keduanya dari hasil analisis regresi linier sederhana yaitu positif, hubungan positif tersebut menjelaskan jika semakin banyak ikan Chaetodontidae yang ditemukan menjadi indikator semakin banyak juga terumbu karang hidup yang ditemukan.
Efektifitas Ekstrak Bakteri yang Berasosiasi dengan Spons dan Karang Lunak sebagai Antibakteri dari Perairan Pulau Tegal Lampung Tinambunan, Hendrianto; ., Melki; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.889 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1390

Abstract

ABSTRACTResearch on Screening Extracts of Bacteria Associating with Sponges and Corals Soft as an antibacterial and antifungal from Tegal Island Lampung was held in March to May 2011. Resistance of pathogenic bacteria has become a problem to health and the need to search for new antibacterials which inhibit pathogenic bacteria. The potential of antibiotics have been found from marine resources, especially sponges and soft corals. This study aims to determine the effectiveness test and the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of extracts of bacteria associated with sponges and soft corals against bacteria E.coli, S.aureus and C.albicans yeast. This research was conducted by the method of extraction of the sponge bacterial isolates (A23, A25) and soft corals (D11, D22). The next phase of testing the extract as an antibacterial against E.coli, S.aureus and C.albicans fungi in concentrations 100% and continued to Determine Minimum Inhibitory Concentration (MIC) with a concentration of 10%, 5%, 1%, and 0.05%. The results of screening for bacterial extracts from four types of bacterial isolates namely, A23, A25, D11 and D22 are known best antibacterial activity found in concentrations of 10% extract of E. coli A23 for 17.67±5.89 mm and against S.aureus by 18±3.00 mm. This study showed extracts of bacterial isolates Sarcophyton sp and Aplysina sp potential as an antibacterial against E. coli and S. aureus. Screening extracts of four species of bacteria isolates showed no antifungal activity against C.albicans. Key words: Screening, extract, antibacterial, E.coli, S.aureus, C.albicans Minimum Inhibitory Concentration.ABSTRAKPenelitian tentang Efektifitas Ekstrak  Bakteri yang Berasosiasi dengan Spons dan Karang lunak sebagai Antibakteri dari Perairan Pulau Tegal Lampung telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2011. Resistensi bakteri patogen telah menjadi masalah terhadap kesehatan dan perlunya melakukan pencarian antibakteri baru untuk menghambat bakteri patogen. Potensi antibiotik telah banyak ditemukan dari sumber daya laut khususnya spons dan karang lunak. Penelitian ini bertujuan menguji efektifitas dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari ekstrak bakteri yang berasosiasi dengan spons dan karang lunak terhadap bakteri E.coli, S.aureus dan jamur C.albicans. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi isolat bakteri Aplysina sp (A23, A25) dan Sarcophyton sp (D11, D22). Tahap selanjutnya melakukan pengujian ekstrak sebagai antibakteri terhadap E.coli, S.aureus dan jamur C.albicans dalam konsentrasi 100% dan dilanjutkan dengan Penetapan Nilai KHM dengan konsentrasi 10%, 5%, 1%, dan 0.05%. Hasil Efektifitas ekstrak bakteri dari isolat bakteri yaitu, A23, A25, D11 dan D22  menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar terdapat pada konsentrasi 10% ekstrak isolat A23 terhadap S.aureus sebesar 18±3,00 mm dan sebesar 17,66±5,89 mm terhadap E.coli. Konsentrasi Hambat Minimum masih menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada konsentrasi 0.05% yang memiliki aktivitas antibakteri yang paling besar pada ekstrak isolat D22 terhadap S.aureus sebesar 11±1,00 mm dan ekstrak isolat A23 terhadap E.coli sebesar 11,33 ± 2,31 mm. Penelitian ini menunjukkan ekstrak isolat bakteri Aplysina sp dan Sarcophyton sp berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri E.coli dan S. aureus. Kata kunci:, Ekstrak, antibakteri, Aplysina sp, Sarcophyton sp, Konsentrasi Hambat  Minimum (KHM)
STUDI PERTUMBUHAN ABALON TROPIS (Haliotis asinina) DENGAN PEMBERIAN PAKAN BUATAN YANG BERBEDA Sinaga, Dedi Saputra; ., Melki; Setyono, Dwi Eny Djoko
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.054 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2489

Abstract

Abalon merupakan siput atau gastropoda laut yang bersifat herbivora. Permintaan dunia akan abalon di Indonesia terus meningkat sehingga membahayakan populasi abalon di Indonesia, karena produk abalon di Indonesia sampai saat ini utamanya masih dari hasil tangkapan di alam. Tujuannya penelitian ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan abalon tropis (Haliotis asinina) yang dilakukan dengan pemberian pakan buatan dengan komposisi perbandingan sumber protein yang berbeda serta mengetahui komposisi pakan buatan yang mampu meningkatkan pertumbuhan abalon tropis (Haliotis asinina) yang paling baik. Penelitian ini mengenai studi pertumbuhan abalon dengan pemberian pakan buatan yang berbeda yang dilaksanakan di UPT Loka Pengembangan Bio Industri Laut, LIPI Mataram pada bulan Juli-Oktober 2013 dengan metode RAK (Rancang Acak Kelompok). Anakan abalon yang digunakan dengan ukuran rata-rata panjang cangkang ± 25 mm dan berat ± 2 gram. Pengukuran dilakukan panjang dan berat abalon dilakukan tiap 2 minggu (dwiminggu) selama 84 hari dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni : Abalon tropis (Haliotis asinina) yang diberi pakan rumput laut (Gracillaria sp) sebagai kontrol, formulasi pakan A (100% tepung udang), formulasi pakan B (50% tepung udang : 50% tepung ikan) dan formulasi pakan C (100% tepung ikan). Hasil yang diperoleh pertumbuhan panjang cangkang terbaik didapatkan pada pakan B sebesar 3,92 mm. Pertumbuhan berat abalon adalah dengan pemberian pakan A 3,22 gr. Komposisi pakan buatan yang paling baik adalah pakan A dengan komposisi sumber protein 100% tepung udang.KATA KUNCI: Abalon, pakan buatan, pertumbuhan.
KUALITAS PERAIRAN TELUK BUNGUS BERDASARKAN BAKU MUTU AIR LAUT PADA MUSIM BERBEDA Tanto, Try Al; Kusumah, Gunardi
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.198 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3490

Abstract

Pembangunan di kawasan Bungus berkembang pesat, dapat menjadi penyebab kerusakan lingkungan  perairan  sekitarnya.  Laporan  dari  media  lokal  dan nasional,  terjadi pencemaran  air  laut  dan  tingginya  sedimentasi.  Penelitian ini  menjadi  penting  karena belum  banyak  studi  terkait  pencemaran perairan  dilakukan.  Pengambilan  data  air  laut dilakukan  di  15  titik pengukuran  pada  permukaan  dan  kedalaman  5  m.  Data tersebut dianalisis di laboratorium serta pengukuran secara  in-situ  untuk pengukuran permukaan. Selain itu juga dilakukan pengukuran pada 3 muara sungai besar untuk pengukuran TSS dan melihat  sedimentasi. Waktu pengambilan data dilakukan pada musim berbeda, yaitu Bulan  Mei  dan  November  2013, sehingga  diperoleh  data  yang  bervariasi  sesuai  dengan kondisi musim. Sampai akhir tahun 2013, kualitas air laut (kekeruhan, pH, salinitas, suhu, DO, BOD, amoniak) perairan Teluk Bungus masih berada pada batas aman sesuai dengan baku  mutu,  baik  yang  terjadi  pada  musim  kemarau  maupun musim  hujan.  Hal  berbeda terjadi pada nilai TSS di sekitar muara, dengan nilai  berada diluar batas  aman baku mutu dan kekeruhan perairan tinggi saat musim hujan. Pada umumnya, pencemaran perairan di Teluk Bungus disebabkan oleh tingginya sedimentasi.KATA KUNCI:   Kekeruhan,  kualitas  perairan,  pencemaran  perairan, sedimentasi, Teluk Bungus.
Laju Pertumbuhan dan Kelulusan Hidup Benih Clownfish (Amphiprion ocellaris) dengan Pakan Pelet Berbeda (Love Larva, NRD dan TetraBits) Skala Laboratorium Arjanggi, Median; ., Isnaini; ., Melki
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 1 (2013): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.731 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i1.1298

Abstract

ABSTRACT Availability of juveniles Clownfish which have economic value is high enough on nature still is lacking so that the necessary technology laboratory scale hatchery Clownfish. Therefore, Balai Besar pengembangan Budidaya Laut Lampung apply the techniques and marine fish breeding and preservation of the adult Clownfish of marine fish resources and marine environment to meet those needs. Cultivation technique of feed fish is the most important factor in the growth juveniles Clownfish. This experiment was aimed to information about the effect of different pellets treatments (Love Larva, NRD, and TetraBits) on the graduation rate of growth and the survival rate juveniles Clownfish (Amphiprion ocellaris).The research was conducted for 43 days at the Balai Besar pengembangan Budidaya Laut Lampung on October 1 to  November, 12 2011. The experiment was laboratory experimental conducted with rancangan acak lengkap (RAL) consisting of two types of feed pellets (NRD and TetraBits) and one control (Love Larva). Analysis of experiment using one-way ANOVA.The results showed that feeding pellets (Love Larva, NRD and TetraBits) had no effect on the length and weight growth (Count F < F Table 0.05). Obtained the highest survival rate feed B (TetraBits) is 98%. Keywords : Growth rate, Survival Rate, Amphiprion ocellaris, Love Larva, NRD  and TetraBits ABSTRAKKetersediaan benih ikan hias air laut Clownfish yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi di alam masih dirasakan kurang sehingga diperlukan teknologi pembenihan ikan Clownfish skala laboratorium. Oleh karena itu Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung menerapkan teknik pembenihan dan pembudidayaan ikan hias laut serta pelestarian sumberdaya induk benih ikan hias laut dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan itu. Pakan merupakan faktor terpenting dalam pertumbuhan benih ikan dalam suatu budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan pelet berbeda (Love Larva, NRD, dan TetraBits) terhadap laju pertumbuhan dan kelulusan hidup benih Clownfish (Amphiprion ocellaris).Penelitian ini dilaksanakan selama 43 hari di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut pada tanggal 01 Oktober sampai 12 November 2011. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua jenis pakan pelet (NRD dan TetraBits) dan satu kontrol (Love Larva). Analisis penelitian menggunakan anova satu arah (one way anova).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan pelet (Love Larva, NRD dan TetraBits) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang dan berat (F Hitung < F Tabel 0,05). Kelulusan hidup tertinggi didapat pakan B (TetraBits) yaitu 98%. Kata Kunci: Laju Pertumbuhan, Kelulusan hidup, Amphiprion ocellaris, Love Larva, NRD  and TetraBits
POTENSI LARUTAN BUBUK DAUN MANGROVE Bruguiera gymnorrhiza SEBAGAI PENGAWET ALAMI Anggraini, Rifka Rimbi; Hendri, Muhammad; ., Rozirwan
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.12 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5786

Abstract

Bruguiera gymnorrhiza merupakan salah satu jenis mangrove yang memiliki potensisenyawa bioaktif yang dapat digunakan untuk mengawetkan produk perikanan karenabersifat sebagai sumber antimikroba alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipotensi larutan bubuk daun mangrove B. gymnorrhiza sebagai pengawet alami. Penelitianini dilaksanakan pada Bulan Juni – September 2016 dimana sampel daun mangrove B.gymnorrhiza diambil di Tanjung Api-Api. Prosedur penelitian meliputi penanganan sampeldaun B. gymnorrhiza, pembuatan simplisia, pengawetan produk perikanan (udang kupas),uji fitokimia, analisa sensori, menghitung jumlah mikroba dengan Total Plate Count (TPC)dan analisis statistika (Friedman-Conover dan uji Beda Nyata Jujur). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa senyawa yang terkandungan pada B. gymnorrhiza meliputi: tannin,saponin, steroid, flavonoid dan fenol hidroquinon. Analisa sensori menunjukkan mutuproduk perikanan (kenampakan, aroma dan tekstur) paling baik pada konsentrasi 60gram/L dengan masa simpan tujuh hari. Hasil TPC menunjukkan bahwa jumlah mikrobaberkisar antara 1,127 x 103 koloni/ml - 3,3 x 103 koloni/ml, dimana konsentrasi terbaikadalah 40 gram/L dengan jumlah mikroba 1,627 x 103 koloni/ml.Kata Kunci: Analisa Sensori, Bruguiera gymnorrhiza, Pengawet Alami, Total PlateCount (TPC), Uji Fitokimi
PENGARUH PEMBERIAN AMONIAK DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON Nannochloropsis sp SKALA LABORATORIUM Omariah, Rosti; Diansyah, Gusti; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.184 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9466

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup salah satunya di sebabkan adanya limbah amoniak dalam konsentrasi tinggi. Kandungan nitrogen pada amoniak juga berpotensi sebagai sumber hara untuk pertumbuhan mikroalga. Nannochloropsis sp merupakan salah satu jenis mikroalga yang memiliki banyak manfaat dan juga bisa menyerap unsur N. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian amoniak dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (A-G) dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A merupakan perlakuan tanpa pemberian amonium sulfat, perlakuan B memiliki dosis Amonium Sulfat 5 mg/l, dan perlakuan C-G berturut-turut memiliki dosis Amonium Sulfat 10 mg/l, 20 mg/l, 30 mg/l, 40 mg/l, dan 50 mg/l dengan dosis TSP 10 mg/l untuk setiap perlakuan. Kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. dianalisis dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian amoniak dengan dosis berbeda memberikan pengaruh terhadap kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi. Kepadatan populasi Nannochloropsis sp tertinggi terdapat pada perlakuan G dengan nilai 4205,00 104 sel/ml pada hari ke 9. Laju pertumbuhan tertinggi didapat dari perlakuan G dengan nilai 0,47 sel/ml/hari. Waktu generasi tercepat didapat pada perlakuan G yaitu 1,48 jam. Konsentrasi yang semakin tinggi meningkatkan kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. 
Pertumbuhan Semai Rhizophora apiculata di Area Restorasi Mangrove Taman Nasional Sembilang Sumatera Selatan Rahmat, Dian; ., Fauziyah; ., Sarno
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.374 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2433

Abstract

Mangrove  merupakan  suatu  komunitas  vegetasi  pantai  yang  di  dominasi oleh  beberapa spesies  pohon  –  pohonan  yang  khas.  Salah  satu  kerusakan mangrove  disebabkan  oleh kegiatan manusia yaitu penebangan liar dan konversi lahan menjadi tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan semai  Rhizophora apiculata serta menentukan tingkat keberhasilan  semai  Rhizophora  apiculata  pada  usia  1,5  tahun  di  area restorasi Taman Nasional Sembilang, Banyuasin Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan kombinasi perlakuan antara jarak tanam (4 x 4 dan 5 x 5) dengan  cara  tanam  polibag  dan propagul.  Hasil  analisis  sidik  ragam  ANOVA memperlihatkan,  tidak  ada pengaruh  nyata  pertumbuhan  semai  mangrove  Rhizhophora apiculata, yang ditunjukkan dengan pertumbuhan tinggi tunas, diameter tunas, dan jumlah akar pada setiap kombinasi perlakuan. Rata- rata laju pertumbuhan tinggi tunas adalah 16 cm,  diameter  tunas  adalah  1  cm,  dan  rata-rata  jumlah  akar adalah  10.  Akan  tetapi, Persentase  kelulusan  hidup  dengan  cara  tanam propagul  lebih  baik  yaitu  75%  di bandingkan dengan propagul yaitu 61,5 %.KATA KUNCI: Pertumbuhan, restorasi, Rhizophora apiculata, semai , TNS.
Potensi Kesesuaian Mangrove Sebagai Daerah Ekowisata di Pesisir Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin Agussalim, Andi; ., Hartoni
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 2 (2014): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.53 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i2.3037

Abstract

Wilayah Kabupaten Banyuasin yang sebagian besar wilayahnya berupa dataran rendah pesisir khususnya kawasan Muara Sungai Musi, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tujuan ekowisata mangrove karena daerah ini memiliki potensi ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kesesuaian kawasan mangrove sebagai penunjang dalam pengembangan ekowisata di Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yaitu survei lapangan dan analisis SIG. Stasiun pengamatan ditentukan sebanyak 8 stasiun secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) untuk ekowisata mangrove di Muara Sungai Musi kategori sangat sesuai (S1) terdapat pada stasiun 1 dan stasiun 3, kategori sesuai (S2) stasiun 2, 4, 5, 6, 7 dan 8. Secara spasial kategori potensi kawasan mangrove sebagai ekowisata terdiri “sangat sesuai” 1.079,59 ha, “sesuai” seluas 1.344,737 ha, dan tidak sesuai seluas 1.991,339 ha.Kata kunci : Banyuasin, Ekowisata, Mangrove, Sungai Musi.
Perubahan Luasan Mangrove dengan Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh di Taman Nasional Sembilang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Indica, Mangifera; Ulqodry, Tengku Zia; Hendri, Muhammad
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.258 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1289

Abstract

The research about Changing of Mangrove Area by Using Remote Sensing in Sembilang National Park, South Sumatera, had been conducted on October 2009 until Januari 2010. The aim of the researches was to know the changing of mangrove in 2003-2009 period by using images data Landsat-7 ETM+ and SPOT 2 2009. Monitoring of condition mangrove in the field, used quadrat plot which the sizes 30 x 30 m and processing of images used algorithm NDVI (Normalize Difference Vegetation Index) with supervised classification. The result of the research showed that mangrove area in 2003 was about 91.679,45 ha, area mangrove in 2009 have decreased becoming 83.447,23 ha. Changing of mangrove area for 6 years (2003-2009) was 8.232, 29 ha or around 9,86%. Mangrove density in 2003 consist of rare mangrove (11.079,36 ha), medium mangrove (31.441,61 ha), and dense mangrove (49.158,48 ha). Mangrove density in 2009 in 2009 had changed for each classes were, 10.695 ha, 28.545,16 ha and 44.206,53 ha for rare, medium, dense mangrove respectively. The compotition of true mangrove vegetation consisted of four families and twelve species which dominated by genus of Avicenia, Ceriops, Sonneratia, and, Xylocarpus. Key Words : Mangrove, Remote Sensing, Landsat-7 ETM+, SPOT 2, Sembilang National Park. ABSTRAK Penelitian tentang Perubahan Luasan Mangrove dengan menggunakan Penginderaan Jauh di Taman Nasional Sembilang Sumatera Selatan, telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Januari 2010. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perubahan luasan mangrove periode 2003-2009 dengan memanfaatkan data citra Landsat-7 ETM+ 2003 dan SPOT 2 2009. Pengamatan kondisi mangrove di lapangan dengan menggunakan metode plot kuadrat berukuran 30 x 30 m dan pengolahan pada citra menggunakan analisis NDVI (Normalize Differencce Vegetation Index) dengan klasifikasi supervised. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa luasan mangrove pada tahun 2003 sebesar 91.679,45 ha dan luasan mangrove pada tahun 2009 berkurang menjadi  83.447,23 ha atau sekitar 9,86 %. Perubahan luasan mangrove dalam kurun waktu 6 tahun (2003-2009) sebesar 8.232,66 ha. Kerapatan Mangrove pada tahun 2003 terdiri dari mangrove jarang seluas 11.079, 36 ha, mangrove sedang seluas 31.441,61 ha, dan mangrove rapat seluas 49.158,48.  Kerapatan mangrove tahun 2009 mengalami perubahan pada tiap kelas mangrove yaitu mangrove jarang seluas 10.695,10 ha, mangrove sedang seluas 28.545,16 ha serta mangrove rapat seluas 44.206,53 ha. Komposisi vegetasi mangrove sejati terdiri dari empat famili dan dua belas spesies yang didominasi oleh genus Avicenia, Bruguiera, Ceriops, Sonneratia, dan Xylocarpus. Kata Kunci : Mangrove, Penginderaan Jauh, Landsat-7 ETM+, SPOT 2,  TN.Sembilang.

Page 11 of 22 | Total Record : 214