cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Maspari Journal diterbitkan sebagai wahana komunikasi ilmiah di bidang kelautan dan perikanan yang mencakup kajian-kajian ekologi dan biologi kelautan, perikanan, akustik kelautan, oseanografi, bioteknologi kelautan, budidaya laut dan konservasi lingkungan kelautan dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
Struktur Komunitas Lamun di Perairan Pesisir Manokwari Lefaan, Paskalina Th.; Setiadi, Dede; Djokosetiyanto, D.
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.214 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2499

Abstract

The study was done from July to October 2007 by line transect method, plots, and exploration survey. There were eight species found in this study were grouped into pioneer group (Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium) and climax (Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii), with mixed vegetations. Density, covering percentage and biomass in Andai and Wosi were dominated by H. pinifolia; Rendani and Tj. Mangewa were dominated by T. hemprichii; and Briosi were dominated by C. rotundata and T. hemprichii. INP in Andai and Wosi (dominated by H. pinifolia) were 290.005 and 243.767, respectively; Rendani and Tj. Mangewa (dominated by T. hemprichii) were 101.725 and 135.139, respectively; and Briosi (dominated by C. rotundata) was 120.146. The highest ratio of above and below biomass was found in Andai (7.831) and the lowest was found in Briosi (2.103). Seagrass community in Rendani, Tj. Mangewa and Briosi had higher biodiversity index than Wosi and Andai (0.109 and 0.015). On the other hand, Rendani, Tj. Mangewa, and Briosi had lower dominance index (0.262, 0.421 and 0.338, respectively), compared to Andai (0.989) and Wosi (0.889). Level of similarity among seagrass community in Rendani, Briosi and Tj. Mangewa was categorized as very high (92.31 %), while Andai and Wosi was high (66.67 %).Keywords : seagrass community, pioneer, climax, mixed vegetation, ManokwariMaspari Journal, 2013, 5 (2), 69-81
PEMETAAN BATIMETRI MENGGUNAKAN METODE AKUSTIK DI MUARA SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR PROVINSI SUMATERA SELATAN Anzari, Ridho; ., Hartoni; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.019 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4473

Abstract

Informasi kedalaman merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk beberapa kajian kegiatan sumberdaya kelautan. Namun, saat ini peta batimetri untuk perairan dangkal masih sangat terbatas, termasuk wilayah Muara Sungai Lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan batimetri di Muara Sungai Lumpur. Pengukuran batimetri menggunakan metode akustik yaitu pendeteksian target di perairan dengan proses perambatan suara. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 3–5 Juli 2014 di Muara Sungai Lumpur. Pengukuran pasang surut untuk menentukan mean sea level (muka laut rata-rata) yang dijadikan koreksi kedalaman. Hasil dari penelitian diketahui mean sea level 3,016 meter dengan kedalaman perairan rata-rata 4,2 meter, dimana kedalaman tertinggi sedalam 10,4 meter terletak di hulu dan kedalaman terendah 0,7 meter pada muara sungai. Pada badan sungai kemiringan bervariasi antara 5-9 derajat, sedangkan pada pantai lebih landai dengan kemiringan dibawah 1 derajat.KATA KUNCI: Akustik, batimetri, Sungai Lumpur. 
Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. dengan Metode Penanaman yang Berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan Putra, Bayu Dwinata; Aryawati, Riris; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.641 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1317

Abstract

Research on The Growth Seaweed Gracilaria sp. with different planting method in Kalianda waters, south lampung was held in May to June 2010. The purpose of the study,  is knowing and analyzing the comparison the planting method with growth of Gracilaria sp. by measuring : average weight, growth rate, and growth relative. The data were analyzed using T test  for  two  independent samples was used to assess whether the planting average use long line method and off bottom method  statistically different each other. The results obtained showed that long line method more effective than off bottom method. The average added weight of Gracilaria sp. by using long line method is 33.15 gr. The highest growth rate obtained on long line method of 4.445 %gr/day. Growth relative length was obtained on long line method for 2.009 gr.   Key Words : planting method, Gracilaria sp., Kalianda   ABSTRAK Penelitian mengenai Laju Pertumbuhan Rumput Laut (Gracilaria sp.) dengan Metode Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan metode penanaman terhadap pertumbuhan Gracilaria sp. melalui pengukuran : rata-rata pertambahan berat, laju pertumbuhan, dan pertumbuhan nisbi/relatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji T (t test) untuk dua sampel independent digunakan untuk menilai apakah rata-rata penanaman menggunakan metode rawai panjang dan metode lepas dasar secara statistik berbeda satu dengan yang lain. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penanaman rumput laut pada metode rawai panjang lebih efektif dibanding dengan penanaman menggunakan metode lepas dasar. Pertambahan berat rata-rata rumput laut Gracilaria sp. tertinggi didapatkan pada penanaman dengan metode rawai panjang sebesar 33,15 gr. Laju pertumbuhan tertinggi  Gracilaria sp. didapatkan pada metode rawai panjang sebesar 4,445 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada metode rawai panjang  sebesar 2,009 gr.   Kata Kunci : Metode Penanaman, Gracilaria sp., Kalianda
ANALISIS SEBARAN TSM (TOTAL SUSPENDED MATTER) MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI PERAIRAN BAGIAN BARAT TOBOALI KABUPATEN BANGKA SELATAN Boangmanalu, Chandra P.S; Agussalim, Andi P.S; Emiyati, Emiyati P.S
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.857 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5871

Abstract

Perairan Toboali merupakan perairan yang selalu banyak kegiatan aktivitas manusia, baik itu aktivitas penambangan maupun pelayaran. Dampak dari aktivitas tersebut adalah tingginya kandungan TSM (Total Suspended Matter) yang dapat meningkatkan kekeruhan pada perairan sehingga berpengaruh terhadap kualitas perairan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola sebaran dan konsentrasi TSM, Validasi data TSM Lapangan dan data TSM Citra dan memetakan pola sebaran TSM tahun 2016 berdasarkan musim di sebagian pesisir bagian Barat Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan November 2016 di perairan bagian Barat Toboali. Metode penelitian menggunakan penginderaan jauh dengan menggunakan citra Landsat 8. Hasil dari penelitian ini sebaran dan konsentrasi TSM diperoleh berkisar 100-300 mg/l. Kemudian hasil validasi data citra dan data lapangan diperoleh nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,6341 dengan menggunakan persamaan regresi model polynomial orde 3 dengan persamaan y = 0,0974(i1) 3- 15.327(i1)2+789.3(i1)-13146. Selanjutnya konsentrasi TSM paling tinggi berdasarkan 4 musim terdapat pada musim peralihan II dengan rata-rata konsentrasi sebesar 269,554 mg/l.
Respon Perbedaan Intensitas Cahaya Lampu Petromak Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Tancap Di Perairan Sungsang Sumatera Selatan ., fauziyah; Saleh, Khairul; ., Hadi; Supriyadi, Freddy
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.941 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1389

Abstract

ABSTRACTThe target fish catches in the stationary lift net fisheries are fish attracted to light. Generally, the auxiliary tool catches used petromax lamp. Waters of Sungsang South Sumatra has a low brightness (muddy) so that the strong intensity of the light entering the water becomes important. The research objective is to analyze the diversity of the fish catch and analyzed the differences in the intensity of the light response of the catch. The research was conducted in May 2012. Experimental Fishing method is using a modified cap petromax the angle 900 (P90), 1050 (P105), 1200 (P120) and controls. Composition of the fish are anchovies (Stolephorus Sp) 72%, squid (Loligo spp) 7% and Ponyfishes (Leiognathus Sp) 21%. Diversity index value> 0.1 means that the selectivity of fishing gear used has a low level of selectivity and the dominance index value> 0.5 means tend to be dominated by a particular species. Treatment of P105 has the best response to the fish catch on Stationary lift net  in the waters of Sungsang South Sumatra. Key words: Stationary lift net, Sungsang estuary, light intensity ABSTRAKTarget ikan hasil tangkapan pada perikanan bagan tancap adalah ikan yang tertarik cahaya sehingga alat bantu penangkapan umumnya menggunakan lampu petromak. Mengingat perairan Sungsang Sumatera Selatan memiliki kecerahan yang rendah (keruh) maka upaya mengoptimalkan intensitas cahaya petromak yang terpancar ke perairan menjadi penting. Tujuan penelitian adalah menganalisis diversitas ikan hasil tangkapan dan menganalisis respon perbedaan intensitas cahaya lampu petromak terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012. Metodenya adalah Experimental Fishing menggunakan modifikasi tudung petromaks yaitu sudut 900 (P90), 1050 (P105), 1200 (P120) dan kontrol. Komposisi ikan hasil tangkapan bagan tancap yaitu teri (Stolephorus Sp) 72%, cumi (Loligo Spp) 7% dan pepetek (Leiognathus Sp) 21%. Nilai indeks keragaman > 0,1 artinya selektivitas bagan tancap yang digunakan nelayan memiliki tingkat selektivitas rendah dan nilai indek dominasi > 0,5 artinya cenderung didominasi oleh spesies tertentu. Perlakuan P105 memiliki respon terbaik terhadap hasil tangkapan ikan pada unit penangkapan bagan tancap di perairan Sungsang Sumatera Selatan.Kata kunci : Bagan tancap, Perairan Sungsang, Intensitas cahaya
Pendeteksian Suara Ikan Badut (Amphiprion ocellaris) pada Periode Makan Skala Laboratorium Yuniardi, Delas; ., Fauziyah; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.761 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2431

Abstract

Penelitian  mengenai  pendeteksian  suara  ikan  badut  (Amphiprion ocellaris) menggunakan  metode  hidroakustik  telah  dilaksanakan  pada  bulan Juni  2011  sampai Januari  2012  di  laboratorium  Inderaja,  Akustik,  dan Instrumentasi  Kelautan  dan laboratorium  Oseanografi  Program  Studi  Ilmu Kelautan.  Tujuan  dari  penelitian  adalah untuk  mendeteksi  karakteristik suara  ikan  badut  skala  laboratorium.  Metode  passive sounding digunakan untuk merekam suara ikan yang dihasilkan saat periode makan yakni sebelum makan,  saat  makan,  dan  sudah  makan  baik  pada  ikan  single, berpasangan,  dan bergerombol  (3-4  ekor).  Hasil  penelitian  menunjukkan Frekuensi  pulsa  ikan  badut  yang terdeteksi  pada  periode  makan  adalah 173  –  785  Hz.  Rentang  frekuensi  pulsa  paling panjang  dihasilkan  saat setelah  makan  yaitu  205  Hz  –  785  Hz.  Kisaran  frekuensi  pulsa paling pendek yang dihasilkan saat belum makan yaitu 173 Hz  –  668 Hz, dan saat makan menghasilkan  kisaran  antara  195  Hz  –  696  Hz.  Adapun karakteristik  suara  ikan  badut (Amphiprion  ocellaris)  adalah  memiliki rentang  intensitas  (-85)  –  (-31)  dB.  Rentang intensitas paling panjang dihasilkan saat makan pada 1 ekor ikan.KATA KUNCI: Ikan badut, karakteristik suara, passive sounding, periode pakan. 
PENGARUH PERIODE PANEN YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii: KAJIAN RENDEMEN DAN ORGANOLEPTIK KARAGINAN Basiroh, Siti; Ali, Mahrus; Putri, Berta
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.207 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3489

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui  kualitas  karaginan Kappaphycus alvarezii yang  dipanen  dalam  periode  panen  yang  berbeda. Penelitian dilakukan  dengan menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL) dengan  4 perlakuan  yaitu  periode  panen 35  hari,  40  hari,  45  hari,  50 hari  dan  55 hari  dengan  3  kali  pengulangan.  Data  yang diperoleh dianalisis  sidik  ragam menggunakan  ANOVA  dan  hasil  yang  berbeda nyata dilanjutkan  dengan  uji lanjut  Beda  Nyata  Terkecil  (BNT). Berdasarkan hasil  analisis rendemen karaginan, rendemen rumput laut kering dan uji organoleptik, diketahui bahwa kualitas karaginan terbaik diperoleh dari periode panen 45 hari. Sedangkan berdasarkan hasil  analisis  sidik  ragam  dan  uji lanjut  BNT  menunjukkan bahwa periode  panen  K.alvarezii berpengaruh nyata terhadap kualitas karaginan yang dihasilkan.KATA KUNCI: Kappaphycus alvarezii, karaginan, periode panen.
Penambahan Serbuk Buah Avicennia marina Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Pada Skala Laboratorium Girsang, Eduard P; ., Melki; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 1 (2013): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.078 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i1.1297

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan peningkatan produksi dari pakan ikan kakap tergantung dari berbagai faktor, tetapi nutrisi dari pakan merupakan faktor yang utama dalam pemeliharaan secara intensif, sebab kekurangan pakan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat kematian ikan yang dipelihara. Tujuan penelitian ini untuk melihat tingkat kelulusan hidup (Survival rate) ikan kakap putih (Lates calcarifer) dan pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) setelah diberi penambahan serbuk buah A. marina. Penelitian ini dilaksanakan pada 16 Mei – 20 Juni 2011. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium. Percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah 4 (empat) perlakuan dengan 3 (tiga) kali pengulangan dengan rincian : P1 (kontrol), P2 (10 gr/100 gr pakan), P3 (20 gr/100 gr pakan), dan P4 (30 gr/ 100 gr pakan). Tingkat kelulusan hidup tertinggi yaitu 93,33 % pada perlakuan P3 (20/100 gr pakan) dan perlakuan P1 (kontrol). Perlakuan P3 (20 gr/100 gr pakan) menunjukkan laju pertumbuhan berat harian (%) dan laju pertumbuhan berat mutlak (gram) ikan kakap putih paling tinggi yaitu 4,05 % dan 0,67 gram, sedangkan laju pertumbuhan panjang harian (%) tertinggi yaitu 8,36 % pada perlakuan P3 (20 gr/100 gr pakan), dan laju pertumbuhan panjang mutlak (cm) tertinggi yaitu 0,58 cm pada perlakuan P3 (20 gr/100 gr pakan) dan P4 (30 gr/100 gr pakan). Kata Kunci: serbuk buah Avicennia marina, laju pertumbuhan, Lates calcarifer, tingkat   kelulusan hidup. ABSTRACTThe success of increased production of snapper feed depends on many factors, but the nutrients from food is a major factor in intensive care because of feed shortages would hamper growth and hasten the death of the fish are kept. The purpose of this study to look at graduation rates of life (Survival rate) perch (Lates calcarifer) and growth of perch (Lates calcarifer) after being given the addition of fruit powder A. marina. The study was conducted on May 16 to June 20 2011. Metode experimental method used is a laboratory. Experiments conducted it this study is 4 (four) treated with 3(three) times the loop a follows: P1 (control), P2 (10 gr/100 g feed), P3 (20 gr/100 g feed), and P4 (30g / 100 g feed). Highest passing rate is 93.33% of life on treatment P3 (20/100 g feed) and P1 treatment (control).Treatment of P3 (20 gr/100 g feed) showed a daily weight growth rate (%) and growth rate of absolute weight (g) the highest perch is 4.05 % and 0.67 grams, while the length of daily growth rate (%) highof 8.36 % in the treatment of  P3 (20 gr/100 g of feed) ,and the rate of growth in absolute length (cm) high of 0.58 cm in the treatment of  P3 (20 gr/100 g feed) and P4 (30 gr/100 g of feed). Keywords: fruit powder Avicennia marina, growth rate, Lates calcarifer, the graduation rates of life.
HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE TERHADAP KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (Scylla sp) DENGAN PENGGUNAAN BUBU LIPAT SEBAGAI ALAT TANGKAP DI SUNGAI BUNGIN KABUPATEN BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Unthari, Diah Tri; Purwiyanto, Anna IS; Agussalim, Andi
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.473 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5785

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang kompleks yang memiliki fungsi sebagai areapengasuhan dan habitat dari berbagai macam ikan, udang, kerrang-kerangan dan kepiting.Tujuan penelitian ini adlaah mengetahui tingkat kerapatan mangrove dan kelimpahankepiting bakau (Scylla sp) di Sungai Bungin dan mengetahui hubungan antara kerapatanmangrove terhadap kelimpahan kepiting. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kategorikerapatan mangrove termasuk jarang dengan kerapatan tertinggi berada pada stasiun 5(900 ind/ha) dan kerapatan terendah pada stasiun 2 dan 6 (600 ind/ha). Jenis mangroveyang mendominasi adalah Avicennia alba. Sedangkan untuk kelimpahan kepiting tertinggipada stasiun 1 (675 ind/100 m2 dan terendah pada stasiun 3 (0 ind/100 m2). Hubungankerapatan mangrove terhadap kelimpahan kepiting bakau menghasilkan R2 sebesar 0,1247yang menunjukkan bahwa kerapatan mangrove tidak memiliki pengaruh signifikanterhadap kelimpahan kepiting bakau.Kata kunci : Bubu lipat, Kepiting bakau, Mangrove, Sungai Bungin
PEMETAAN SEBARAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTITEMPORAL DI TELUK LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Gunawan, Elza Anggarini; Agussalim, Andi; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.814 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9467

Abstract

Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktifitas primer di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisa konsetrasi dan memetakan klorofil-a di Teluk Lampung menggunakan data citra satelit Landsat berdasarkan algoritma yang sesuai yang dikolerasikan dengan data lapangan setiap musim. Pengambilan sampel dilakukan pada 2 April 2016 dengan metode purposive sampling sebanyak 20 stasiun. Hasil penelitian menunjukkan nilai klorofil-a di Teluk Lampung termasuk dalam kategori kesuburan rendah (2,749 mg/m3). Berdasarkan hasil regresi data citra dan data lapangan, diperoleh algoritma yang sesuai, yaitu Chl = 0,00997 ((TM5+TM6)/TM4)10,491 – 0,2704 ((TM5+TM6)/TM4)6,994 + 2,0237 ((TM5+TM6)/TM4)3,497 – 1,2751. Hasil penerapan algoritma tersebut pada musim yang berbeda, menunjukkan bahwa musim timur cenderung memiliki nilai klorofil-a tertinggi dengan kisaran 2,85-3,28 mg/m3

Page 7 of 22 | Total Record : 214