cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Maspari Journal diterbitkan sebagai wahana komunikasi ilmiah di bidang kelautan dan perikanan yang mencakup kajian-kajian ekologi dan biologi kelautan, perikanan, akustik kelautan, oseanografi, bioteknologi kelautan, budidaya laut dan konservasi lingkungan kelautan dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
Efektifitas Perbedaan Warna Cahaya Lampu terhadap Hasil Tangkapan Bagan Tancap di Perairan Sungsang Sumatera Selatan Gustaman, Gugik; ., Fauziyah; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.028 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1433

Abstract

Sungsang  South  Sumatra  is  an  estuarine  waters  that  have  low  brightness,  muddy substrate,  and  the  currents  that  influenced  the  tidal  conditions.  Most  fishermen  do  fishing with the use of tidal currents. The research objective is to analyze the effectiveness of different color  lights  to  catch  and  analyze  the  effect  of  light  color  on  the  fish  species  caught.  The research  was  conducted  in  August  2010  with  Experimental  Fishing  methods  and  treatment light colors fishing (yellow, blue and white / control) on 3 Stationary Lift Net’s. The dominant species caught is anchovies (StolephorusSp) (56.6%), Prawn (Metapenaeus ensis)(18,4%) and squid  (Loligo sp)(12,5%).   Results  of  analysis  of  variance  showed  honestly  significantly different color lights to the total weight of the catch. On the operation of fishing gear, white light (control) and the yellow is more effective than blue light. Results of analysis of variance also showed that the color of light is effective for target species such as anchovies and squid are the white and yellow. As for catching predators such as while Longtail shad (Ilisha elongata), Rainbow  sardine  (Dussumieria acuta)  and  Ponyfishes  (Leiognatus Sp)  more  effective  use  of light blue. Key words: Stationary lift net, Sungsang estuary, light colorABSTRAK Karakteristik  Perairan  Sungsang  Sumatera  Selatan  merupakan  perairan  muara yang memiliki kecerahan yang rendah (keruh), substrat berlumpur dan arus yang dipengaruhi kondisi pasang surut. Sebagian besar nelayan bagan tancap melakukan penangkapan dengan memanfaatkan  arus  pasang  surut.  Tujuan  penelitian  adalah  menganalisis  efektifitas perbedaan warna lampu terhadap hasil tangkapan dan  menganalisis pengaruh warna lampu terhadap spesies ikan yang tertangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada kondisi bulan gelap di bulan Agustus 2010 dengan metode Experimental  Fishingdan perlakuan warna cahaya lampu  petromak  (kuning,  biru  dan  putih/kontrol)  pad a  3  buah  bagan  tancap.  Spesies yang  dominan  tertangkap  adalah  Teri  (Stolephorus  Sp)  (56,6%),  Udang  pepe (Metapenaeus ensis)(18,4%) dan cumi-cumi(Loligo Sp)(12,5%). Hasil analisis sidik ragam menunjukan warna lampu berpengaruh sangat nyata terhadap berat totalhasil tangkapan. Lampu warna putih (kontrol),  kemudian  yang  kedua  lampu  kuning  lebih  efektif  penggunaanya  dibandingkan lampu warna biru pada pengoperasian alat tangkap bagan tancap. Hasil analisis sidik ragam juga  menunjukan  bahwa  warna  lampu  yang  efektif  terhadap  spesies target  seperti  teri  dan cumi-cumi  adalah  warna  putih  dan  kuning.  Sedangkan  untuk  penangkapan  ikan  predator seperti permato, japuh dan pepetek lebih efektif menggunakan lampu warna biru. Kata kunci : Bagan tancap, Perairan Sungsang, Warnalampu
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEPALA IKAN TERI TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis sp.) Ali, Mahrus; Santoso, Limin; Fransiska, Dike
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.447 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2495

Abstract

Salah satu faktor penting dalam budidaya ikan nila adalah ketersediaan pakan yang memadai. Ikan nila (Oreochromis sp.) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan, namun pembudidaya sering mengalami kendala karena harga pakan yang tinggi. Hal ini terjadi karena bahan baku pakan seperti tepung ikan masih diimpor. Untuk mengatasinya perlu alternatif sumber bahan baku salah satunya adalah memanfaatkan limbah kepala ikan teri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi pakan yang terbaik untuk pertumbuhan ikan nila, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan A (tepung ikan 100%), B (tepung kepala ikan teri 25% dan tepung ikan 75%), C (tepung kepala ikan teri 50% dan tepung ikan 50%), D (tepung kepala ikan teri 75% dan tepung ikan 25%), E (tepung kepala ikan teri 100%). Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT. Parameter yang diamati berupa: pertumbuhan, retensi protein, feed convertion ratio (FCR), dan survival rate (SR). hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan tepung kepala ikan teri dalam pakan buatan pada perlakuan E memberikan pengaruh nyata dibandingkan perlakuan A, B, C, dan D yakni didapat pertumbuhan, dan retensi protein tinggi, sedangkan nilai FCR rendah. Hal tersebut menyatakan bahwa tepung kepala ikan teri mampu menggantikan tepung ikan.KATA KUNCI: Ikan nila, limbah ikan teri, pakan.
PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT MULTI TEMPORAL DI DAERAH PESISIR SUNGAI BUNGIN MUARA SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Sihombing, Marnardo; Agussalim, Andi; Affandi, Azhar Kholiq
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.371 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i1.4223

Abstract

Wilayah pesisir Pantai Timur Sumatera Selatan khususnya yang terletak di Kabupaten Banyuasin merupakan daerah muara sungai atau daerah estuaria. Daerah muara sungai pada umumnya dipengaruhi oleh pasang surut, gelombang, arus yang mengakibatkankondisi fisik pantai di daerah pesisir akan mengalami perubahan dan pada dasarnya pantai merupakan wilayah yang kompleks sebagai hasil dari berbagai interaksi antara faktor fisika, kimiawi dan biologis. Kawasan pantai merupakan kawasan yang sangatdinamis. Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi kawasan pantai yang terjadi secara terus menerus. Perubahan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai berupa pengikisan pantai (abrasi) dan penambahan pantai (sedimentasi atau akresi).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perubahan garis pantai menggunakan citra landsat multi temporal di daerah pesisir Sungai Bungin Muara Sungai Banyuasin dan menentukan kecepatan laju pengendapan sedimen di daerah pesisir Sungai Bungin Muara Sungai Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-24 Februari 2014 untuk pengambilan sampel sedimen menggunakan sediment trap di daerah pesisir SungaiBungin Muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan. Proses pengolahan data dilakukan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Laboratorium Oseanografi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode penginderaan jauh dan survei lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan garis pantai yang terjadi pada stasiun 1, 2 dan stasiun 4 mengalami sedimentasi dan stasiun 3, 5, 6 dan stasiun 7 mengalami erosi, dimana pada stasiun 7 merupakan laju pengendapan tertinggi yaitu 7,8861 kg/m2/hari, dimana bagian Timur Laut Muara Sungai Banyuasin berhadapan langsung dengan Muara Sungai Musi dan Selat Bangka.KATA KUNCI: Banyuasin, citra Landsat, pengendapan, perubahan garis pantai,Sungai Bungin.
Integrasi Pasar Ikan Tongkol di PPN Pekalongan dan PPS Nizam Zachman Jakarta Fauziyah, Siti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.144 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1311

Abstract

Price changes of eastern little tuna in PPN Pekalongan and PPS Nizam Zachman Jakarta significant can be an attraction fish trader /fisherman in PPN Pekalongan to sell eastern little tuna to PPS Nizam Zachman Jakarta. This phenomenon is quite interesting to examine correlation and integration market of eastern little tuna in both locations. The integration of markets can be calculated from the Index of Market Connection (IMC). The study relied on data weekly from bulletin ‘warta pasar ikan’ in August-September 2010. The result of the model test obtained -with assumption that the deciding factor is the price cateris paribus- that is if there is an increase of eastern little tuna prices in PPN Pekalongan last week Rp.100/kg, it will lower the eastern little tuna price in PPS Jakarta this week about Rp. 48.4 / kg. And if there is an increase of eastern little tuna prices in PPN Jakarta last week Rp.100/kg, it will lower the eastern little tuna price in PPS Pekalongan this week about Rp. 51.7 / kg. This research shows that the market integration of eastern little tuna price in long term between PPS Jakarta with PPN pekalongan  is relatively high with IMC value 0,936. Keywords: eastern little tuna price, market integration, PPN Pekalongan, PPS Jakarta ABSTRAK Perubahan harga ikan tongkol di PPN Pekalongan dan PPS Nizam Zachman Jakarta yang cukup signifikan dapat menjadi daya tarik pedagang ikan/nelayan di PPS Pekalongan untuk menjual ikan tongkol ke PPS Nizam Zachman Jakarta. Fenomena ini cukup menarik untuk dikaji lebih jauh sejauhmana keterkaitan dan keterpaduan pasar ikan tongkol di kedua lokasi tersebut.  Keterpaduan pasar dapat dilihat dari nilai Index of Market Connection (IMC). Penelitian ini memanfaatkan data mingguan dari buletin warta pasar ikan  bulan Agustus - September  tahun 2010. Hasil uji model dengan asumsi faktor penentu harga cateris paribus menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan harga ikan tongkol di PPN Pekalongan minggu lalu sebesar Rp 100/kg maka akan menurunkan harga ikan tongkol di PPS Jakarta pada minggu ini sebesar Rp 48.4/kg dan jika terjadi peningkatan harga ikan tongkol di PPS Jakarta minggu lalu sebesar Rp 100/kg maka akan menurunkan harga ikan tongkol di PPN Pekalongan pada minggu ini sebesar Rp 51,7/kg. Keterpaduan pasar dalam jangka panjang antara harga ikan tongkol di PPS Jakarta dengan di PPN Pekalongan relatif tinggi dengan nilai IMC 0.936.   Kata kunci : Harga tongkol, Keterpaduan pasar,  PPN Pekalongan, PPS Jakarta.
KEADAAN HUTAN MANGROVE DI UTARA INDONESIA BERDASARKAN INDIKATOR KUALITAS LINGKUNGAN DAN INDIKATOR EKOLOGI KOMUNITAS ., Syahrial
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.88 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5790

Abstract

Aktivitas manusia yang semakin bertambah di berbagai sektor kehidupan akanmengakibatkan tekanan bagi lingkungan pesisir khususnya ekosistem mangrove.Penelitian kondisi hutan mangrove di Utara Indonesia berdasarkan indikator kualitaslingkungan maupun indikator ekologi komunitasnya telah dilakukan pada bulanSeptember 2015, dengan tujuan untuk mengevaluasi pengelolaan mangrove di Indonesia.Pengambilan sampel mangrove menggunakan transek garis dengan pengamatan diSelatan Pulau Miangas (Stasiun 1) dan di Timur Pulau Miangas (Stasiun 2). Hasil penelitianmenunjukan bahwa kondisi hutan mangrove di Utara Indonesia masih tergolong baikdengan tingkat kualitas lingkungan vegetasi mangrovenya sekitar 68.60. Indekskeanekaragaman dan dominansi tergolong rendah (1.35 dan 0.48), sedangkan indekskeseragaman atau kemerataan vegetasi tergolong labil (0.68), sehingga mempunyaipeluang yang lebih besar dalam mempertahankan kelestarian jenisnya.KATA KUNCI: Ekologi komunitas, indikator, kualitas lingkungan, mangrove, PulauMiangas, Utara Indonesia.
PENGARUH PEMBESARAN MATA OUTER NET TERHADAP HASIL TANGKAPAN TRAMMEL NET Puspito, Gondo; Pambudi, Rilo; Kurohman, Faik
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.247 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9475

Abstract

Trammel net memiliki kemampuan menangkap organisma demersal yang didominasi pada jaring bagian dasarnya. Penyebabnya adalah kekenduran trammel net hanya terdapat pada bagian tertentu. Penelitian ini mencoba menambahkan kekenduran jaring pada posisi yang berbeda. Tujuannya adalah menentukan komposisi hasil tangkapan trammel net dan membuktikan apakah penambahan kekenduran akan mempengaruhi jumlah tangkapan.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan 3 trammel net sebagai kontrol dengan 1 kekenduran (TN0), 3 trammel net perlakuan  dengan dengan 2 kekenduran (TN1), dan 3 trammel net dengan 3 kekenduran (TN2). Seluruh trammel net dioperasikan  sebanyak 24 kali ulangan di Perairan Lontar. Hasilnya menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan ketiga konstruksi trammel net adalah sama, yaitu 2 spesies udang, 5 spesies ikan demersal, 1 spesies kepiting, dan 1 spesies ikan non demersal. Trammel net TN2 menghasilkan 918 individu (43,59%), atau lebih tinggi dibandingkan dengan TN1 (734 individu; 34,85%), dan TN0 (454 individu; 21,56%).
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DI PERAIRAN PULAU PASARAN PROVINSI LAMPUNG UNTUK BUDIDAYA KERANG HIJAU (Perna viridis) Ali, Mahrus; Maharani, Henni Wijayanti; Hudaidah, Siti; Fornando, Hermawan
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.216 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2484

Abstract

Kerang hijau merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang digemari oleh masyarakat. Di Lampung budidaya kerang hijau baru dirintis beberapa tahun terakhir. Budidaya ini terdapat di sekitar Teluk Lampung seperti perairan Ringgung (Pesawaran) dan Pulau Pasaran (Bandar Lampung). Analisis kesesuaian lahan di perairan Pulau Pasaran untuk budidaya kerang hijau (Perna viridis) dapat diamati dengan menganalisis faktor fisika, kimia dan biologi air menggunakan metode rating point. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian perairan Pulau Pasaran untuk budidaya kerang hijau. Pengamatan dilakukan dengan membandingkan parameter pendukung di 5 stasiun di sekitar perairan Pulau Pasaran. Hasil pengukuran menunjukan salinitas, pH, temperatur, DO dan substrat perairan Pulau Pasaran baik untuk budidaya, sedangkan parameter kekeruhan, kecepatan arus, kedalaman dan klorofil-a kurang mendukung untuk budidaya kerang hijau. Secara keseluruhan rating point kesesuaian lahan perairan Pulau Pasaran. sebesar 6,72 yang menunjukkan bahwa perairan Pulau Pasaran memiliki tingkat kesesuaian cukup baik untuk budidaya kerang hijau. Lokasi terbaik untuk budidaya kerang hijau pada stasiun 2 dengan rating point 7,1.KATA KUNCI: Kerang hijau, kesesuaian lahan, Lampung, rating point.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MASSA AIR PERAIRAN SELAT BANGKA BAGIAN SELATAN Napitu, Ramsen; Surbakti, Heron; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.256 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3485

Abstract

Perairan Selat Bangka Bagian Selatan merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan ekonomi, sosial dan ekologi. Perairan ini merupakan perairan yang kompleks kondisi massa airnya karena dipengaruhi oleh masukan dari laut dan  dari daratan  Bangka  dan  OKI. Parameter  oseanografi  seperti  suhu,  salinitas  dan  densitas  di perairan ini merupakan parameter yang masih sangat jarang diukur. Pengukuran terakhir dilakukan pada tahun 1977 oleh Lembaga Oseanologi Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 di perairan Selat Bangka Bagian  Selatan.    Data  diolah  di Laboratorium  Oseanografi  Program  Studi Ilmu  Kelautan Universitas Sriwijaya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean  Data  View  (ODV)  dengan  metode  sebaran  menegak, melintang,  permukaan (horizontal) dan diagram TS. Hasil yang diperoleh yaitu suhu dan salinitas permukaan lebih tinggi berada di sebelah selatan perairan dan dekat dengan daerah Bangka dengan kisaran 30-35oC  dan  salinitas  31-31,2  psu  serta  densitas  1018,6  Kg/m3.  Sebaran  melintang menunjukkan suhu  dekat  daratan  Bangka  lebih  hangat  dan  salinitas  yang  lebih tinggi berada di kolom perairan diantara kedua daratan dengan kisaran 29-30,4oC dan salinitas 30-31,5  psu  serta  densitas  1018-1019  Kg/m3. Diagram TS  menunjukkan  terjadinya  pola suhu-salinitas   yang  membentuk  pola tersendiri  yaitu  stasiun  1,  10,  11,  14  dan  17.  Nilai sigma-t  stasiun  1, 14  dan  17  berkisar  18,7  dan  18,75,  namun  memiliki  nilai  suhu dan salinitas yang berbeda. Nilai sigma-t stasiun 10 dan 11 berkisar 18,3 dan 18,5 memiliki suhu dan salinitas yang berbeda.KATA KUNCI: Densitas, Massa air,  salinitas, Selat Bangka, suhu.
Hubungan Kandungan Klorofil-A dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Berau Kalimantan Timur Aryawati, Riris; Thoha, Hikmah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.093 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1292

Abstract

Phytoplankton is the most important primary producers in all marine invironments. Primary production, a term interchangeable with photosynthesis, is the biological process of creating high-energy organic material from CO2, H2O, and other nutrients using solar energy. The aim of the research was to know the relationship of   abundance of phytoplankton and chlorophyl-a in Berau waters, East Kalimantan. The result of physical-chemical water measurement are generally inaccordance for phytoplankton living purposes. The number of phytoplankton genera found during research was 28 genera which consist of 24 kinds Bacillariophyceae and 4 kinds Dinophyceae. Community structure was dominated by the group of diatoms such as Chaetoceros, Dytilum, Thalassiothrix. Abundance of phytoplankton influences of content klorofil-a, although not too big.   Keywords: chlorophyl-a, abundance, phytoplankton, Berau waters ABSTRAK   Fitoplankton merupakan produsen primer terpenting di lingkungan laut,  karena fitoplankton mampu berfotosintesis. Fotosintesis adalah suatu proses yang kompleks, dimana sinar matahari diserap oleh sel-sel fitoplankton dan diubah menjadi energi biologi kemudian disimpan dalam bentuk senyawa organik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kandungan klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton di perairan pesisir Berau, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2005. Sampel air laut diambil dengan botol Nansen lalu dimasukkan dalam botol sampel untuk selanjutnya disimpan dalam kotak pendingin  untuk dianalisis kandungan klorofil-a, fosfat, dan nitrat. Pada saat pengambilan sampel juga dilakukan pengukuran parameter oseanografi seperti suhu, salinitas, arah dan kecepatan arus. Sampel fitoplankton diambil dengan menggunakan jaring kitahara yang berbentuk kerucut dengan diameter 31 cm dan mata jaring 80 μm. Untuk mengetahui hubungan antara kandungan klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton digunakan analisis regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoplankton yang ditemukan terdiri dari 28 genera yang termasuk dalam dua klas, yaitu Bacillariophyceae (24 genera) dan Dynophyceae (4 genera). Bacillariophyceae mempunyai    jumlah  terbesar, baik dari segi jumlah generanya maupun jumlah individu tiap generanya. Genera fitoplankton yang dijumpai dalam jumlah melimpah (>10%) adalah Chaetoceros, Dytilum, dan Thalassiothrix. Kelimpahan fitoplankton mempengaruhi besarnya kandungan klorofil-a, walaupun tidak terlalu besar.   Kata kunci: klorofil-a, kelimpahan, fitoplankton, perairan Berau
IDENTIFIKASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KONSENTRASI KLOROFIL – a MENGGUNAKAN CITRA MODIS DI PERAIRAN BANGKA BAGIAN BARAT Saing, Rizky Adolf A; Surbakti, Heron; ., Hartoni
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.721 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5778

Abstract

Perairan Bangka bagian barat merupakan perairan yang terletak di antara Pulau Bangkadan Pulau Sumatera, salah satu wilayah yang termasuk di dalamnya yaitu Selat Bangka.Daerah ini memiliki potensi penangkapan ikan pelagis seperti tongkol dan tenggiri yangcukup baik. Pengamatan dan pengambilan sampel lapangan dilakukan di perairan Bangkabagian barat pada tanggal 12 Desember sebanyak 16 stasiun dengan menggunakan datacitra satelit dan in situ. Data citra Modis Aqua yang digunakan yaitu selama 6 tahun padaperiode Januari 2009 sampai dengan Januari 2015 meliputi konsentrasi klorofil-a, suhupermukaan laut dan fenomena thermal front. Daerah penangkapan yang ditunjukkan olehdata citra memiliki pola yang berbeda pada setiap musimnya dan berbeda dengan daerahoperasi penangkapan yang biasa dilakukan oleh nelayanKATA KUNCI : Citra Modis, Daerah Penangkapan Ikan, Klorofil-a, Perairan BangkaBagian Barat, Suhu Permukaan Laut

Page 9 of 22 | Total Record : 214