cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Maspari Journal diterbitkan sebagai wahana komunikasi ilmiah di bidang kelautan dan perikanan yang mencakup kajian-kajian ekologi dan biologi kelautan, perikanan, akustik kelautan, oseanografi, bioteknologi kelautan, budidaya laut dan konservasi lingkungan kelautan dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
Analisis Pola Sebaran Sedimen Tersuspensi Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh di Perairan Muara Sungai Banyuasin Simbolon, Fernandho; Surbakti, Heron; ., Hartoni
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.328 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2432

Abstract

TSS  (Total  suspended  solid)  adalah  semua  zat  padat  (pasir,  lumpur, dan tanah  liat)  atau partikel-partikel  yang  tersuspensi  dalam  air  berupa komponen  biotik  (fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi,dll), ataupun komponen abiotik (detritus dan partikel-partikel anorganik)  yang  masuk  ke perairan  melalui  sungai  menuju  ke  wilayah  pesisir  dan  laut , dapat dilihat pengaruhnya secara langsung di perairan pesisir. Aktivitas manusia di hulu seperti  illegal loging, pembuatan parit, transportasi, industri dan rumah tangga memberi sumbangan yang nyata terhadap peningkatan TSS di Muara Banyuasin. Penelitian analisis pola  sebaran  sedimen  tersuspensi menggunakan  teknik  penginderaan  jauh  di  perairan Muara Banyuasin telah dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai dengan Oktober 2013. Data Landsat ETM 7 dikaji untuk memetakan sebaran TSS di Perairan Muara Banyuasin. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pola  sebaran  TSS insitu  dan  pendugaan, mengetahui  algoritma  TSS  pendugaan  yang  sesuai di  Muara  Banyuasin  dan mengaplikasikanya  pada  citra  31  Maret  2004,  29 Maret  2009  dan  24  Maret  2013. Pengolahan  data  citra  landsat   ETM  7 tanggal  9  April  2013  adalah  untuk  mengetahui pendugaan konsentrasi TSS dan  mengolah  data  insitu  yang diambil tepat saat perekaman citra. Konsentrasi  TSS  pendugaan  diregresikan  dengan  data  insitu.  Hasil penelitian menunjukkan hasil dari regresi polynomial  antara TSS pendugaan dan TSS insitu koefisien determinasi (R2) terbesar adalah 0,426 dihasilkan oleh algoritma Budhiman. berdasarkan data  insitu  menunjukkan  konsentrasi  TSS saat  surut  berkisar  40,33  mg/l-755,66  mg/l sedangkan  saat   pasang berkisar  113,44  mg/l-477,11  mg/l.  Konsentrasi  TSS  pendugaan dalam kurun waktu 9 tahun (2004-2013) menunjukan bahwa terjadi peningkatan TSS di Muara Banyuasin.KATA KUNCI:   Landsat ETM 7, muara Banyuasin, penginderaan jauh, total suspended solid  (TSS).
Tingkat Keberhasilan Penanaman Mangrove pada Lahan Pasca Penambangan Timah di Kabupaten Bangka Selatan Sari, Suci Puspita; Rosalina, Dwi
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 2 (2014): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.878 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i2.3033

Abstract

Tambang Inkonvensional (TI) merupakan aktivitas penambangan timah yang memanfaatkan alat mekanis sederhana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Oktober 2013 di Pesisir Kabupaten Bangka Selatan. Sebelumnya, pada tahun pertama dilakukan analisis citra dan pengambilan data mangrove untuk menentukan wilayah yang akan dijadikan areal penanaman mangrove. Penanaman mangrove dilakukan pada 3 kawasan pasca penambangan timah di Kabupaten Bangka Selatan. Kawasan pasca penambangan timah yang dijadikan areal penanaman yaitu Desa Pasir Putih, Desa Tukak dan Desa Batu Perahu. Tujuan dari penelitian yaitu, melakukan penanaman bibit mangrove, pemeliharaan dan monitoring dan mengukur tingkat keberhasilan penanaman mangrove pada lahan-lahan bekas penambangan timah yang ada di wilayah Bangka Selatan. Kegiatan penanaman mangrove di Desa Pasir Putih dan Desa Tukak Kabupaten Bangka Selatan, sebagai upaya untuk rehabilitasi kawasan pasca penambangan timah inkonvensional, tergolong berhasil. Keberhasilan kegiatan penanaman mangrove, tidak hanya tergantung pada pemilihan jenis mangrove yang akan ditanam tetapi juga pemilihan lokasi penanaman harus sesuai bagi pertumbuhan mangrove.Kata kunci: Mangrove, Rehabilitasi, Tambang Inkonvensional
Daya Serap Akar dan Daun Mangrove Terhadap Logam Tembaga (Cu) di Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan Sunaryo, Anna Ida
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 1 (2013): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.948 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i1.1288

Abstract

ABSTRACTTanjung Api-Api is an important ecosystem in South Sumatra. This ecosystem is a busy track for various types of vessels and fishing activities, and the presence of mangrove forest make this a unique ecosystem. Activities conducted in the waters of Tanjung Api-Api will generate wastes and some extent affect the mangroves along the water. One of the hazardous waste sufficient for mangrove ecosystem is copper (Cu) considering the role of Cu for plant metabolism that will lead to death if the amount of excess. Therefore, this study focused on the function of mangroves in the face of heavy metal waste by absorbing and accumulating Cu in mangrove plant tissue (roots and leafes), especially Avicennia and Rhizophora.The results showed that roots  accumulate higher. The average Cu content in the roots and leaves of Avicennia is 0.0035 ppm and 0.0013 ppm, while in the roots and leaves of Rhizophora is 0.0028 ppm and 0.0007 ppm. Those accumulation has not exceeded for mangroves beause of the ability to absorb Cu up to 15 ppm. The accumulation in Avicennia higher than Rhizopora which indicate that the leading zone of mangroves accumulate higher than the behind zone.Key words : copper (Cu), roots and leaves mangroves, Tanjung Api-Api  ABSTRAKPerairan Tanjung Api-Api merupakan suatu ekosistem penting di wilayah Sumatera Selatan. Perairannya yang menjadi jalur sibuk berbagai jenis kapal dan aktifitas perikanan, serta keberadaan hutan mangrove yang masih tebal menjadikan perairan ini sebagai ekosistem yang unik. Aktifitas yang dilakukan di perairan Tanjung Api-Api ini tentu saja akan menghasilkan limbah dan mempengaruhi kondisi mangrove yang terletak tepat di sepanjang perairan. Salah satu limbah yang cukup berbahaya bagi ekosistem mangrove adalah tembaga (Cu) mengingat peran Cu bagi metabolisme tumbuhan yang akan menyebabkan kematian bila jumlahnya berlebih . Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada fungsi mangrove dalam menghadapi limbah Cu dengan cara menyerap dan mengakumulasikannya dalam jaringan tumbuhan (akar dan daun) mangrove, khususnya Avicennia dan Rhizopora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akar mangrove mengakumulasi Cu lebih banyak. Rata-rata kandungan logam Cu pada akar dan daun Avicennia adalah 0,0035 ppm dan 0,0013 ppm, sedangkan pada akar dan daun Rhizopora adalah 0,0028 ppm dan 0,0007 ppm. Akumulasi tersebut belum melebihi ambang batas karena mangrove dapat menyerap Cu hingga 15 ppm. Akumulasi Cu pada Avicennia yang lebih tinggi dibandingkan Rhizopora menunjukkan bahwa zona terdepan hutan mangrove mengakumulasi logam berat lebih banyak dibandingkan zona mangrove di belakangnya.Kata kunci : tembaga (Cu), akar dan daun mangrove, Tanjung Api-api
DISTRIBUSI KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ZOOPLANKTON DI PERAIRAN PESISIR YAPEN TIMUR, PAPUA Paiki, Kalvin; Kalor, John D; Indrayani, Ervina; Dimara, Lisiard
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.057 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5953

Abstract

Perairan Pesisir Yapen Timur merupakan tipe perairan terbuka, berhubungan dengan samudera Pasifik, memiliki tingkat keanekaragaman zooplankton yang sangat tinggi dan terletak di Pesisir Utara Papua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kelimpahan dan keanekaragaman zooplankton di Perairan Pesisir Yapen Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil ditemukan komposisi zooplankton terdiri 6 kelas dan 34 spesies, tertinggi ditemukan oleh Crustaceae yaitu 28 spesies, dan terendah ditemukan oleh Ubur-ubur Rotifers, Dictyocysta, Polyhymenophorea dan Monogononta yaitu 1 spesies.  Kelimpahan zooplankton 856.689 ind/m³, kelimpahan tertinggi di titik 11 yaitu 82,166 ind/m³ dan terendah di titik 8 yaitu 31,210 ind/m³. Rata-rata keanekaragaman tergologn tinggi yaitu 3,35, keseragaman tergolong merata yaitu 0,88 dan dominansi tergolong rendah yaitu 0,05.
Penapisan Bakteri yang Bersimbiosis dengan Spons Jenis Aplysina sp sebagai Penghasil Antibakteri dari Perairan Pulau Tegal Lampung Pastra, Defin Ari; ., melki; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.102 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1344

Abstract

This research was conducted in October 2010 - January 2011. Sampling of sponge was conducted in the waters of the Tegal island Lampung. This study aims to obtain symbiotic bacteria  of  sponge that has material potential as antibacterial and know the biochemical nature of the symbiotic bacterium of sponges that has the potential material as antibacterial. Bacteria of sponges were inoculated on NA media with for casting method. Results of inoculation were purified by the bowls scratch method. Purification selected 10 bacteria isolates to be performed screening of antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcusa aureus bacteria. Bacteria wes capable to forming  inhibition zone was characterized to determine biochemically characteristic. This study found two isolate of symbiotic bacteria of  sponges that can produce bioactive compounds that are antibacterial, bacteria A23 can restrain  the bacteria S. aureus and E. coli and the bacteria A25 can only restrain the bacteria S. aureus. A23 bacteria are gram-positive bacteria ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration acid  compounds, able to use carbon sources from citrat, produce the enzyme of urease, catalase, oxidase, glatinase, and motility. A25 bacteria are gram-negative bacteria, ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration of acid   compounds, can ferment carbohydrates 2,3 butanadiol, able tu use carbon sources from citrat, produce the enzyme urease, catalase, oxidase Key word : Antagonist, Antibacterial, Bacteria, Screening, Symbiotic, Sponge ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 - Januari 2011. Sampel spons diambil di Perairan Pulau Tegal Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh isolat bakteri simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri dan mengetahui sifat biokimia bakteri  simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri tersebut Bakteri pada sampel spons diinokulasi pada media NA dengan metode agar tuang. Hasil inokulasi dimurnikan dengan metode cawan gores. Pemurnian memilih 10 isolat bakteri yang kemudian dilakukan penapisan aktifitas antibakteri terhadap bakteri  Escherichia coli dan bakteri Staphylococcusa aureus. Bakteri yang mampu membentuk zona hambat kemudian  dikarakterisasi untuk mengetahui sifat-sifat biokimianya. Penelitian ini mendapatkan dua isolat bakteri simbion spons yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri yaitu bakteri A23 dapat menghambat bakteri S aureus dan E coli dan bakteri A25 yang haya dapat menghambat bakteri S aureus. Bakteri A23 adalah bakteri gram positif mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase,  oksidase, glatinase dan melakukan motilitas. Bakteri A25 adalah bakteri gram negatif, mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, memfermentasikan karbohidrat 2,3 butanadiol, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase, oksidase Kata kunci : Antagonis, Antibakteri, Bakteri, Penapisan, Simbion, Spons
Keterkaitan Antara Kelimpahan Zooplankton dengan Fitoplankton dan Parameter Fisika-Kimia di Perairan Jailolo, Halmahera Barat ., Yuliana
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.416 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1706

Abstract

Zooplankton have an important role in water especially in the food chain, this organism is a consumer  I which plays a major role in bridging the energy transfer from primary producers (phytoplankton) to living things are at  a  higher  trophic  level  (fish  and  shrimp).   This  research  aimed  to  analyze  the  relationship  between  the abundance  of  zooplankton  to  phytoplankton  and  phisic-chemistry  parameters  at  Jailolo  waters,  HalmaheraBarat.   The  research  was  conducted  in  February  2011.  The  observation  of  zooplankton  were  taken  from  7 stations by filtration method. The result showed that there were 7 genera of 4 (four) groups: Ciliate(1 genus), Crustaceae  (4  genera),  Rotifera  (1  genus),  and  Sarcodina  (1  genus).   Abundance  of  zooplankton  range  from 1,429 - 32,571 cell/m3, the highest on Gufasa and Tuada (32,571 cell/m3) and the lowest on Bobanehena (1,429 cell/m3).    The  value  range  of  zooplankton  biological  index  were  diversity  index  (H  ')  =  0.4506  to  1.5091, equitability index (E) = 0.6356 to 0.9710, and the  dominance index (D) = 0 , 2379 to .7222. There is  a close relationship  between  the  abundance  of  zooplankton  to  phytoplankton  abundance  and  physico-chemical parameters  of  waters,  with  a  coefficient  of  determination  (R2)  of  0.972  and  the  regression  equation  Y  =  - 7194397 - 0.0836 phytoplankton + 269630 temperature+ 6195 salinity + 140943 DO - 128086 pH.
Analisis Finansial Usaha Budidaya Tambak Polikultur Udang Windu (Penaeus monodon) dan Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Desa Simpang Tiga Abadi Kabupaten OKI, Sumatera Selatan ., Isnaini; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.896 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2506

Abstract

Business Development of fisheries in Ogan Komering Ilir highly prospective in terms oftechnical, social, economic, and available resources. Ogan Komering Ilir district, especially Simpang Tigavillage, Tulung Selapan subdistrict have developed tiger shrimp and milkfish in polyculture. This studyaimed to determine the business analysis of tiger shrimp and milkfish cultivation pond polyculture anddetermine the appropriateness of the investment criteria of tiger shrimp and milkfish cultivation pondpolyculture in shrimp fishing in Simpang Tiga village, Tulung Selapan subdistrict, OKI South Sumatradistrict in November-December 2012. Questionnaire method used in this study with a sample of 32farmers and farm owners. The results of the business feasibility analysis show that the income of tigershrimp and milkfish cultivation pond polyculture in Simpang Tiga Abadi village, Ogan Komering Ilirdistrict is Rp 49,135,000 per year, while total expense amounting to Rp 27,671,320 and benefit value isRp 21,463,680 so that the tiger shrimp and milkfish cultivation pond polyculture got profit. NPV value isRp 62,263,009.28, Net B / C 2.19 and IRR value obtained 42%, then the NPV> 0, Net B / C ≥ 1, and theIRR> discount rate, so that the tiger shrimp and milkfish cultivation pond polyculture is feasible for theforeseeable future.Keywords: Financial Analysis, Simpang Tiga Abadi village, pond polyculture.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PIGMEN CAROTENOID, FUCOXANTHIN, DAN PHAEOPHYTIN ZOOXANTHELLAE DARI ISOLAT KARANG LUNAK Zoanthus sp. Fitriyani, Weni; Harpeni, Esti; Muhaemin, Moh.
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.933 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4480

Abstract

Zooxanthellae merupakan simbion karang yang membantu pertumbuhan dan pembentukan warna karang. Warna karang dihasilkan dari pigmen yang dimilikinya, seperti carotenoid, fucoxanthin dan phaeophytin. Ketiga pigmen tersebut juga berfungsi dalam menyerap cahaya tidak mampu diserap oleh klorofil, yang kemudian akan ditransfer ke pusat fotosintesis. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pigmen carotenoid, fucoxanthin dan phaeophytin zooxanthellae dari isolat karang lunak Zoanthus sp. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2016, bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan Jurusan Perikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan empat intensitas cahaya yang berbeda yaitu IC1=3800 Lux, IC2=6250 Lux, IC3=7980 Lux dan IC4=11800 Lux. Berdasarkan uji analisis ragam pada selang kepercayaan 95% menunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh terhadap konsentrasi carotenoid dan fucoxanthin, namun intensitas cahaya tidak berpengaruh terhadap konsentrasi phaeophytin. Intensitas cahaya yang paling baik digunakan untuk produksi carotenoid, fucoxanthin dan phaeophytin yaitu IC3 (7980 Lux).KATA KUNCI: Cahaya, carotenoid, fucoxanthin, phaeophytin, zooxanthellae.
Komposisi dan Sebaran Fitoplankton di Perairan Muara Sungai Way Belau, Bandar Lampung Meiriyani, Fitri; Ulqodry, Tengku Zia; Putri, Wike Ayu Eka
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.818 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1321

Abstract

Phytoplankton are microscopic plants that live floating in the waters and the movement is highly dependent on the flow and have chlorophyll to make photosynthesis.The research about composition and distribution of phytoplankton in the Way Belau Estuary of Bandar Lampung had been held in June to August 2010. The purpose of this research was to get information about the composition, abundance community structure and distribution patterns of phytoplankton in the Way Belau Estuary and also analyzed conditions of water quality and their effects on phytoplankton abundance. Phytoplankton sampling was using plankton nets with 20 μm meshsize. Identification of phytoplankton used microscope and the abundance calculation by using Sedgwick Rafter Counting Cell. The results showed that the composition of phytoplankton consisted of 6 classes of phytoplankton, these are Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Euglenophyceae, Chlorophyceae, Desmidiaceae and Dinoflagellate. The abundance of phytoplankton was between 47 ind/l to 955 ind/l. The Shannon’s index  diversity (H') ranged from 0.41 to 2.15, The Eveness index (E) ranged from 0.41 to 0.93 and the dominance index (C) ranged from 0.27 to 0.84. Discriminant analysis between phytoplankton abundance relationship with water parameters showed that the nitrate and DO  had more significance influence on the abundance of phytoplankton (P <0.05) compared with the parameters of temperature, visibility, salinity, pH and phosphate (P> 0.05). Simak Baca secara fonetik Keywords: Phytoplankton, Estuary, Way Belau   ABSTRAK Fitoplankton adalah tumbuhan renik yang hidup melayang di perairan dan pergerakannya sangat tergantung pada arus serta memiliki klorofil untuk melakukan fotosintesis. Penelitian tentang komposisi dan sebaran fitoplankton di Perairan Muara Sungai Way Belau Bandar Lampung telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2010. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi tentang komposisi, kelimpahan jenis, struktur komunitas dan pola sebaran fitoplankton di muara sungai Way Belau serta menelaah kondisi kualitas air dan pengaruhnya terhadap kelimpahan fitoplankton. Sampel fitoplankton diambil menggunakan jaring plankton dengan ukuran mata jaring 20 µm dan di identifikasi dengan bantuan mikroskop serta perhitungan kelimpahan menggunakan Sedgwick Rafter Counting Cell. Hasil penelitian menunjukkan komposisi fitoplankton tersusun atas 6 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Euglenophyceae, Chlorophyceae, Desmidiaceae dan Dinoflagellata. Kelimpahan fitoplankton  berkisar antara 47 ind/l sampai 955 ind/l. Indeks Keanekaragaman Shannon  (H’) berkisar antara 0,41 – 2,15, Indeks keseragamaan Evennes (E) berkisar antara 0,41 – 0,93 dan Indeks dominasi Simpson (C) berkisar antara 0,27 – 0,84. Analisis diskriminan untuk melihat hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan parameter perairan menunjukkan bahwa nitrat dan DO merupakan parameter perairan yang memiliki pengaruh lebih nyata terhadap kelimpahan fitoplankton (P < 0,05) dibandingkan parameter suhu, kecerahan, salinitas, pH dan fosfat (P > 0,05).   Kata Kunci : Fitoplankton, Kualitas air, Muara Sungai Way Belau
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI KUNDUR BERDASARKAN MAKROZOOBENTOS MELALUI PENDEKATAN BIOTIC INDEX DAN BIOTILIK Amizera, Susy; Ridho, Moh. Rasyid; Saleh, Edward
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.185 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas sungai kundur melalui pendekatan biotic index dan biotilik. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei 2014 sampai dengan November 2014 di sepanjang aliran sungai Kundur, kelurahan Mariana, kecamatan Banyuasin 1. Penentuan lokasi pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada enam stasiun penelitian. Analisa data dilakukan dengan perhitungan indeks toleransi makrozoobentos melalui biotic Index dan biotilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai biotic index yaitu 8,72 dan nilai biotilik yaitu 1.Penilaian tersebut sama – sama menggambarkan bahwa kualitas sungai kundur berada pada kondisi tercemar berat. Kondisi ini ditunjukkan oleh jenis makrozoobentos yang ditemukan pada perairan ini memiliki nilai toleransi yang cukup tinggi terhadap pencemaran.KATA KUNCI: Biotilik, biotic index, makrozoobentos, sungai.

Page 8 of 22 | Total Record : 214