cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Geografi Indonesia
ISSN : 02151790     EISSN : 2540945X     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
Pengembangan Kepariwisataan : Sebuah Pendekatan Geografis Tadjuddin Noer Effendi; Sujali .
Majalah Geografi Indonesia Vol 2, No 3 (1989): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.597 KB) | DOI: 10.22146/mgi.5277

Abstract

Akhir-akhir ini pariwisata merupakan kegiatan industri yang mendapat perhatian di Indonesia. Untuk menunjang pengembangan kepariwisataan diperlukan informasi, pelayanan dan publikasi. Geografi dapat memberikan masukan dalam identifikasi persediaan pengembangan kepariwisataan. Dengan menggunakan pendekatan sistem informasi geografi, geografiwan dapat membantu dalam inventarisasi persediaan kepariwisataan. Hasil akhir pekeijaan geografi adalah sistem informasi geografi pariwisata. Sistem ini, dapat digunakan untuk menyusun model kepariwisataan dan evaluasi pengembangan kepariwisataan.
KERUSAKAN EKOSISTEM MANGROVE AKIBAT KONVERSI LAHAN DI KAMPUNG TOBATI DAN KAMPUNG NAFRI, JAYAPURA Meivy Arizona; Sunarto Sunarto; Djalal Tandjung
Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.198 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13325

Abstract

ABSTRAK Daerah penelitian adalah desa Tobati dan Nafri di Jayapura-Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui jenis-jenis mangrove yang telah diubah oleh aktivitas manusia, 2) untuk mengetahui kondisi air dan tanah di daerah yang telah diubah oleh konversi lahan, 3) untuk mengetahui tanggapan masyarakat tentang ekosistem mangrove rusak dan mereka memberikan kontribusi dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan adalah garis transek plot kuadrat di zona mangrove dan daerah distribusi dengan tiga kali pengulangan. Ukuran plot kuadrat adalah 10m x 20m untuk pohon, 1m x 1m untuk tumbuh-tumbuhan, bibit dan rerumputan. Parameter adalah ukuran kerapatan, frekuensi, daerah basal dan nilai-nilai penting mangrove. Langkah-langkah parameter fisika adalah air yang meliputi pH suhu, salinitas, dan kualitas tanah seperti bahan organik, Savailable Pavailable, Caavailable, Mgavailable, Naavailable, Ntotal, pH, suhu dan tekstur tanah. Analisis parameter fisika menggunakan analisis varian. Sosial parameter yang diukur adalah jumlah populasi, pekerjaan, pendidikan, dan pengetahuan tentang ekosistem mangrove. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi budaya masyarakat desa Tobati adalah survied dan diwawancarai dengan 50 responden. Para responden telah dipisahkan dalam 2 kelompok dari 40 repondents yang diambil dari desa Tobati dan sisanya diambil dari desa Nafri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya tujuh jenis mangrove (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora sfylosa, tagal Csriops, Snnneratia alba, Xylocarpus dan hydrophyllacea mollucensis Scyphiphora) di desa Tobati. Spesies mangrove yang menunjukkan di desa Nafri yang sembilan jenis, tujuh spesies yang mirip dengan Tobati kecuali Bruguiera gymnorrhiza dan Aegiceras comiculatum tidak menunjukkan di desa Tobati. Keberadaan vegetasi mangrove yang telah diubah oleh konversi lahan di desa Tobati didominasi oleh Rhizophora spp. Di desa Nafri sebagai daerah kontrol menunjukkan bahwa pembentukan mangrove masih dalam kondisi baik.  ABSTRACT The research area are Tobati and Nafri villages in Jayapura-Papua. The aim of this research is 1) to study the kinds of mangrove that had been changed by human activities, 2) to study the condition of water and soil in the area which had been changed by land conversion, 3) to know the society responses about the mangrove ecosystems damaged and their contributes in mangrove ecosystems management.The methods used are transect line quadrate plots across the mangrove zones and distribution area with three times repeating. The quadrate plot sizes were 10m x 20m for trees, 1m x 1m for herbs, seedling and grasses. The parameter measures were densities, frequencies, basal areas and important values of mangrove. The physic parameter measures were water that included temperature pH, salinity, and soil qualities such as organic matters, Savailable Pavailable, Caavailable, Mgavailable, Naavailable,  Ntotal, pH, temperature and the soil textures. The analysis of the physic parameter was using variant analysis. Social parameter that been measured were numbers of population, occupation, education, and knowledge about mangrove ecosystems. The methods that used for identifying the culture of the society of Tobati villagers were survied and interviewed with 50 respondents. The respondents have been separated in 2 groups of 40 repondents that were taken from Tobati village and the rest of it were taken from Nafri village.The results showed that mere are seven species of mangrove (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora sfylosa, Csriops tagal, Snnneratia alba, Xylocarpus mollucensis and Scyphiphora hydrophyllacea) in Tobati village. Species mangrove that showed in Nafri village were nine species, seven species which similar with Tobati except for Bruguiera gymnorrhiza and Aegiceras comiculatum were not showed in Tobati village. The existence of mangrove vegetation that been changed by land conversion in Tobati village were dominated by Rhizophora spp. In Nafri village as the control area showed that the formation of mangrove is still in the good condition.
Distribusi Dan Karakteristik Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove Pulau Kecil Taman Nasional Bunaken Joshian Nicolas Schaduw
Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.32204

Abstract

Ekosistem mangrove mempunyai fungsi  ekologi dan sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir, mempertahankan fungsi ini merupakan langkah mempertahankan fungsi ekosistem disekitarnya diantaranya terumbu karang  dan  padang lamun. Kajian ini menganalisa kondisi kualitas perairan ekosistem mangrove yang ada pada empat pulau kecil di Taman Nasional Bunaken (Pulau Bunaken; Pulau Manado Tua; Pulau Mantehage; Pulau Nain) dan korelasi karakterisitik kualitas air pulau-pulau tersebut (suhu, salinitas, kekeruhan, total suspended solid, pH, Dissolved Oksigen, NO3-N, dan PO4-P) dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA), kajian ini menggunakan instrumen pengukuran kualitas air in situ dan ex situ di laboratorium. Selain itu, hasil kualitas air ini akan dibandingkan dengan baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah pada ekosistem mangrove, hal ini sebagai bahan pertimbangan pengelolaan ekosistem mangrove dimasa yang akan datang. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah kualitas air keempat pulau ini masuk dalam kategori baik dan dapat mendukung kelangsungan hidup biota yang berasosisi didalamnya. Korelasi karakteristik kualitas air sebesar 94%, faktor utama 1 (F1) 79,33% dan faktor utama 2 (F2) 14,22% dengan penciri utama suhu, PO4-P, dan salinitas, dendogram menunjukkan adanya dua tingkatan hubungan kekerabatan dimana Pulau Nain dan Pulau Manado Tua memiliki kekerabatan kondisi perairan yang sama, diikuti Pulau Bunaken dan Mantehege. Kondisi ini harus dipertahankan dan dimonitoring secara berkala mengingat Taman Nasional Bunaken banyak mendapat tekanan dari aktivitas antropogenik dan perubahan iklim global.  Mangrove ecosystems have ecological and socio-economic functions for coastal communities, preserve these functions is a step to maintain the function of adjacent ecosystems including coral reefs and seagrass beds. This study analyzed the water quality conditions of mangrove ecosystem  within four small islands in Bunaken National Park (Bunaken Island, Manado Tua Island, Mantehage Island and Nain Island) and  water quality characteristic correlation among these islands (e.g. temperature, salinity, turbidity, total suspended solid, pH, Dissolved Oxygen, NO3-N, and PO4-P) using Principal Component Analysis (PCA), this study used laboratory in situ and ex situ water quality measurement instruments. In addition, the results of this water quality then compared with the government standard quality for mangrove ecosystem water quality, this is a consideration for the management of mangrove ecosystems in the future. The results obtained from this study shows the water quality of these four islands in the category of good and can support the existence of associate biota that live in it. The correlation of water quality characteristic was 94%, main factor 1 (F1) 79,33% and main factor 2 (F2) 14,22% with main characteristics are temperature, PO4-P, and salinity, grouping these characteristics  through dendogram showed two levels of relationship where Nain Island and Manado Tua Island have the same relationship of their water condition, followed by Bunaken Island and Mantehege. This condition must be maintained and monitored regularly as Bunaken National Park is under considerable get pressure from anthropogenic activities and global climate change. 
Studi Komparatif Transformasi Wilayah di Kabupaten Klaten Iwan Alim Saputra; Sri Rum Giyarsih; Djaka Marwasta
Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2910.725 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13063

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten yang dibagi dalam tiga wilayah pengamatan, yaitu wilayah perkotaan, wilayah pinggiran, dan wilayah perdesaan. Tujuan dari penelitian ini (1) mengkaji seberapa besar intensitas transformasi wilayah yang terjadi di daerah penelitian, (2) menganalisis pola-pola distribusi transformasi wilayah yang terjadi di daerah penelitian, (3) mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas transformasi tersebut, (4) menganalisis dampaknya terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan analisis analisis deskriptif komparatif untuk menjelaskan bagaimana keterkaitan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan (1) variasi intensitas transformasi wilayah sebagian besar di tingkat rendah, namun mempunyai perbedaan yang signifikan di wilayah-wilayah yang mempunyai akses tinggi, (2) pola distribusi intensitas transformasi secara umum bersifat acak, namun mempunyai keteraturan apabila dikaitkan dengan jaringan jalan, (3) intensitas transformasi dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan jalan yang dapat dicirikan dengan kepadatan penduduk dan luas lahan non pertanian, (4) ketahanan pangan akan semakin melemah seiring dengan meningkatnya intensitas transformasi wilayah.  ABSTRACT Located of this study in Klaten district which divided into three observed areas, namely urban areas, sub-urban areas and rural areas.The aim of this study : (1) assess quantity  of transformation intensity of region in the study area, (2) analyze patterns of distribution transformation in the study area, (3) study factors that affect in transformation intensity, and (4) analyze impact on food security in Klaten district. The method of study is a survey method with descriptive comparative analysis to explain relationship among variables. The results show : (1) variations of transformation intensity in study area mostly at low levels, but have significant differences in areas that high levels, (2) generally distribution pattern of  transformation intensity are random, but has regularity when linked to the road network, (3) transformation intensity is influenced by proximity to the road which can be characterized by density of population and non-agricultural land, (4) food security will become weaker as increase of transformation intensity of region. 
Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah Padat Perkotaan di Kecamatan Dom Aleixo Kabupaten Dili-Timor Leste João Carlos Soares; Hadi Sabari Yunus; Darma Kusuma
Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.97 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13398

Abstract

ABSTRAK Penelitiaan mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah padat perkotaan dilaksanakan di Kecamatan Dom Aleixo, Kabupaten Dili Timor Leste dengan sampel penelitiannya adalah rumah tangga yang ada di Desa Comoro dan Bairopite. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengkaji persepsi masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam memberdayakan, menguatkan serta bagaimana menfasilitasi peranserta masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangganya; (2) mengkaji kelemahan-kelemahan maupun permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kota Dili dalam hal:  (a) merumuskan kebijakan dan peraturan daerah tentang pengelolaan sampah padat perkotaan di Kecamatan Dom Aleixo; (b) bagaimana usaha pemerintah daerah menggerakkan masyarakat agar berperan serta secara aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah rumah tangganya; (3) mengkaji struktur kelembagaan Pemerintah Kota Dili guna mempertegas pendelegasian wewenang institusi pengelolaan sampah perkotaan; (4)  membantu menfasilitasi keterlibatan stakeholder dalam mendukung program pemerintah mengenai pengelolaan sampah perkotaan di Kabupaten Dili. Penelitian ini merupakan penelitian yang merujuk pada kegiatan lapangan atau survei. Dari populasi yang ada dipilih sejumlah sampel mengunakan teknik sampling yaitu secara random sampling. Teknik ini dipilih karena populasi sudah diketahui memiliki karakteristik yang homogen sehingga setiap individu yang terpilih sebagai sampel diyakini mampu menggambarkan karakteristik dari populasi tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara mix method yaitu gabungan antara analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis ini dipilih dengan pertimbangan bahwa data yang telah diolah secara kuantitatif yaitu dengan teknik scoring diharapkan dapat di interpretasi secara lebih luas dan mendalam dengan teknik kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2010 sampai dengan Agustus 2010.  Hasil dari penelitian ini : (a) untuk kepentingan pemerintah daerah dalam usaha pemberdayaan, penguatan dan fasilitasi masyarakat melalui pendidikan non formal, penyuluhan, pendampingan dan pengembangan program 3R (reuse, reduce dan recycling) guna meningkatkan persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangganya, (b) sebagai model dalam merumuskan kebijakan dan aturan daerah guna meningkatkan persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah padat perkotaan, (c) sebagai masukan untuk pemerintah pusat dalam menentukan intansi pengelola sampah perkotaan guna meningkatkan persepsi masyarakat terhadap kinerja Pemkot Dili, (d) sebagai masukan untuk pemerintah kota Dili dalam melibatkan peranan stakeholder terhadap kegiatan pengelolaan sampah perkotaan di Kota Dili.  ABSTRACT A case study regarding to public perception of municipal solid waste management in Sub District Dom Aleixo, Dili Timor Leste with a sample of research is household in the village of Comoro and Bairopite.  This research was conducted with the aim to: (1) to assess the public perception of the government's effort to empowering, strengthening and how to facilitate public participation in managing their household waste; (2) to assess the weaknesses and problems faced by the local government of Dili city in terms of: (a) formulation of policies and regulations draft about municipal solid waste management in Sub district Dom Aleixo; (b) how local government to encourage mobilization of community to participate actively in the activities of the household waste management; (3) to review the institutional structure government of Dili city to reinforce the institution of delegations of urban waste management; (4) to help facilitate the involvement of stakeholders in supporting the government's program on urban waste management in the Dili district.These researches represent the researches which refer to the activity of field or survey. From existing population selected by a number of samples base on sampling technique that is by random sampling. The reason why to choice the technique, because population have been known to have the homogeneous characteristic so that every chosen individual as sample believed can represent the characteristic of the population. The data was collected will be analysis by mix method that is combined between quantitative analysis and qualitative. Technique analyses this selected with the consideration that data which have been processed quantitatively that is with the technique scoring expected to interpretation broader and circumstantial with the technique qualitative. This research was conducted on July 2010 to August 2010. The results of this study: (a) local government importance to empowering, strengthening and how to facilitate people through informal education, environmental champagne, and working together to manage waste through 3R program (Reduce, Reuse and Recycling) to encourage people perception on household waste management, (b) as a model to formulate local low and regulation to improve community perception about city solid waste management, (c) as an input to help central government to decide local institute or department for solid waste management to improve perception of community that Dili District local government performance, (d) as an input to local government Dili District how to given opportunity for stakeholder to participate on city solid waste management activity. 
PERANAN WANITA DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL (STUDI KASUS POLA RUANG BELANJA WANITA DI KOMPLEKS PERUMAHAN, DAERAH PINGGIRAN KOTA) Lutfi Muta'ali
Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.178 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13213

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran wanita dalam pemberdayaan ekonomi lokal, dengan tekanan pada studi ruang belanja wanita. Lingkup kajian terdiri dari tiga aspek, yaitu (1) peran wanita dalam mengatur pengeluaran keluarga, (2) pola orientasi ruang belanja wanita, dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi ruang belanja. Penelitian bersifat deskriptif-eksploratif, dengan menggunakan metode survei. Objek penelitian adalah wanita rumah tangga di kompleks perumahan di daerah pinggiran kota Yogyakarta, dengan mengambil 3 sampel strata perumahan berdasarkan tingkat ekonomi masyarakatnya, yaitu perumahan Griya Perwita Wisata, Sukoharjo, dan Nogotirto. Hasil penelitian menunjukkan, karakteristik sosial ekonomi wanita di pinggiran kota memiliki potensi besar bagi pemberdayaan ekonomi lokal, ditandai tingkat pendidikan, penghasilan, dan pengeluaran yang tinggi. Wanita memiliki peran penting dibanding pria dalam mengatur pengeluaran keluarga. Dari 10 jenis kebutuhan belanja, wanita memegang peran dominan lebih dari 50%. Oleh karena itu wanita merupakan agent pembangunan yang cukup efektif, terutama melalui mekanisme pengaturan pengeluaran. Potensi ekonomi yang besar dan peran penting wanita ternyata kurang banyak memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi lokal. Hal ini disebabkan sebagian besar wanita membelanjakan uangnya di Kota Yogyakarta (70%) dan hanya (30,28%) yang berputar di wilayah lokal, tempat perumahan berada dan sekitarnya. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan, penghasilan, pengeluaran, lokasi sekolah, lokasi kerja, dan jenis kebutuhan. Selain itu karena harga murah, barang lengkap dan berkualitas, serta kesamaan tempat kerja atau sekolah. Terdapat perbedaan yang signifikan ruang belanja antar strata perumahan. Semakin tinggi strata perumahan, semakin jauh ruang belanjanya. Dengan kata lain dampak terhadap upaya pemberdayaan ekonomi lokal semakin kecil. Hasil studi merekomendasikan : (1) pengembangan perumahan kelas menengah ke bawah di pinggiran kota lebih disarankan dibandingkan dengan perumahan mewah;  (2) penjelasan kontinyu dan intensif tentang peran wanita dalam pengembangan ekonomi lokal. Disamping itu harus didukung program pengembangan wilayah pinggiran kota secara terpadu dan terintegrasi.
Analisis Kualitas dan Pengelolaan Mata Air di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Heri Setianto; Tyahyo Nugroho Adji; Andri Kurniawan
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3005.069 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15615

Abstract

TINGKAT EFISIENSI PERUBAHAN USAHATANI PADI DI KECAMATAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN Rika Rika Harini
Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.305 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13258

Abstract

ABSTRAK Sektor pertanian saat ini masih merupakan sektor andalan dalam menopang kehidupan masyarakat Indonesia. Berbicara sektor pertanian tidak terlepas dari pengamatan bahwa beras merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan produksi padi tetap terus dipertahankan, bahkan mempunyai kecenderungan untuk terus ditinglcatkan jumlahnya seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Pada kenyataannya tanaman path tidak selalu merupakan jenis tanaman pangan yang dapat dianda1kan jika ditinjau dart penghasilan petani. Harga dasar gabah yang cenderung rendah dibandingkan dengan biaya produksi menyebabkan banyak petani beralih ke usahatani lainnya.Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berusaha untuk mengetahui seberapa besar perubahan usahatani padi yang telah dilakukan petani, jenis usahatani baru yang diusahakan, tingkat efisiensi dari perubahan usahatani tersebut serta seberapa besar tingkat keuntungan yang diperaIeh petani dengan adanya perubahan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan usahatani. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, dengan 100 orang responden yang akan diwawancarai dengan alai bantu kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan uji statistik untuk mengetahui tingkat efisiensi, tingkat keuntungan dan faktoriaktor yang menyebabkan perubahan usahatani.Hasil Penelitian menunjukkan terjadi perubahan usahatani padi ke non padi meliputi usahatani tembakau, jagung, lombok, kacang tanah, kacang panjang, kedelai dan semangka. Secara alokatifusahatani non padi lebih efisien dibandingkan usahatani padi. Keuntungan usahatani non padi lebih linggi di bandingkan dengan usahatani padi. Tingkat pendidikan dan leas lahan berpengaruh positif terhadap perubahan usahatani padi ke usahatani non padi.
Integrasi Model SWAT dan SIG dalam Upaya Menekan Laju Erosi DAD Deli, Sumatera Utara Riki Rahmad; Ali Nurman
Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.219 KB) | DOI: 10.22146/mgi.24232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan simulasi model SWAT dalam menghitung besarnya laju erosi DAS, menguji kesesuaian model dalam memprediksi erosi, serta menentukan skenario penggunaan lahan yang paling optimal menurunkan laju erosi. Penelitian ini dilakukan di DAS Deli, Sumatera Utara. Pada penelitian ini analisis SWAT dilakukan dengan bantuan Sistem Informasi Geografi (SIG) melalui 4 proses yaitu delineasi, pembentukan Hydrological Response Unit (HRU), pengolahan data dan simulasi, serta proses visualisasi. Hasil penelitian menunjukkan besarnya erosi rata-rata DAS Deli adalah 410,72 ton/ha/tahun. Hasil ini menunjukkan DAS Deli termasuk kedalam Tingkat Bahaya Erosi (TBE) kategori Berat dengan kriteria sangat berat 37,04%, berat 17,07%, sedang 21,46%, ringan 17,38%, dan sangat ringan 7,04%. Uji validasi model menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara debit model dan observasi dimana persentase perbedaan nilainya sangat kecil yang artinya besarnya debit model hampir sangat mendekati besarnya debit observasi, serta model dikategorikan sangat baik dalam melakukan simulasi debit aliran harian pada Sungai Deli. Metode skenario adalah berdasarkan analisis TBE. Hasil skenario penggunaan lahan berhasil menurunkan laju erosi DAS Deli 34,78% menjadi 267,88 ton/ha/tahun.This study aims to conduct SWAT model simulation calculation of the rate of erosion of the watershed, testing the suitability of the model in predicting erosion, land use scenarios and determine the most optimal decrease the rate of erosion. This research was conducted in the watershed Deli, North Sumatra. In this study, SWAT analysis performed with the help of Geographical Information Systems (GIS) through 4 delineation process, namely, the establishment of Hydrological Response Unit (HRU), data processing and simulation, as well as the visualization process. The results show the average amount of erosion DAS Deli is 410.72 ton/ha/year. These results indicate DAS Deli included into Erosion Hazard Level (TBE) weight category with very strict criteria 37.04%, 17.07% by weight, were 21.46%, 17.38% mild and very mild 7.04%. Test model validation indicates that there is a positive relationship between the discharge and observation models where the percentage difference in value is very small, which means the amount of discharge model is very very close to a number of discharge observations, and models are categorized very good at simulating the daily flow rate at the Deli River. The scenario method is based on analysis of TBE. The results of land use scenarios managed to reduce the rate of erosion of the watershed Deli 34.78% to 267.88 tons/ha/year.
POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN RESAPAN DI KOTA SEMARANG Dewi Liesnoor Setyowati
Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5732.471 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13304

Abstract

ABSTRAK Kawasan resapan merupakan suatu ruang yang potensial dalam rneresapkan air ke dalam tanah, sehingga dapat menambah cadangan air tanah. Tujuan penelitian untuk identifikasi potensi kawasan resapan air, mengetahui respon masyarakat dalani mengelola kawasan resapan air, dan menganalisis alternatif kebijakan pengenibangan kawasan resapan di Kota Semarang. Hasil penehtian menunjukkan bahwa areal resapan di Kota Semarang masih potensial dikembangkan berupa areal resapan hijau 52,41% dan areal resapan biru sebesar 4,74%. Luas areal resapan hijau tersebut yang efektif nieresapkan air hanya 17,31% berupa hutan dan kebun campuran sedangkan 35,17% berupa sawah dan tegalan. Selain jilt kawasan sempadan sungai 3-5 In untuk yang bertanggul dan 1015 In bagi yang tidak bertanggul, sempadan pantai 100 in dari garis pantai, sempadan mata air 200 rn, garis sempadan SUTET 15 m dan sempadan rd kereta api 15 m. Alternatif kawasan resapan dikembangkan berdasarkan pada kriteria aspek fisik, kelayakan ekonomi, politik, dan administratif.

Filter by Year

1988 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2026): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 1 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 2 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 2 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 1 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 2 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 1 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 2 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 1 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 2 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 2 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 1 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 2 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 1 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 2 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 1 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 2 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 1 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 2 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 1 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 2 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 1 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 1 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 2 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 1 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000) Vol 14, No 1 (2000): Majalah Geografi Indonesia Vol 10, No 17 (1996): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992) Vol 2, No 3 (1989) Vol 2, No 3 (1989): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 2 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 2 (1988) Vol 1, No 1 (1988) Vol 1, No 1 (1988): Majalah Geografi Indonesia More Issue