cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Geografi Indonesia
ISSN : 02151790     EISSN : 2540945X     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
Model Penilaian Risiko Kebakaran Perkotaan dengan Sistem Pakar berbasis GIS Grid-Based Sabrillah Taridala; Ananto Yudono; M. Isran Ramli; Arifuddin Akil
Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2692.552 KB) | DOI: 10.22146/mgi.27801

Abstract

AbstrakKota Kendari merupakan suatu kawasan perkotaan dengan luas wilayah terkecil dan jumlah penduduk terpadat di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bencana kebakaran di Kota Kendari sering terjadi dan telah menimbulkan kerugian yang cukup banyak, hingga menelan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap tingkat risiko bencana kebakaran di Kota Kendari dengan menggunakan pendekatan Sistem Pakar (Expert System) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat risiko kebakaran di Kota Kendari terklasifikasi dalam empat kelas, yaitu tingkat risiko kebakaran sangat tinggi sebanyak 206 grid, tingkat risiko kebakaran tinggi sebanyak 6.815 grid, tingkat risiko kebakaran rendah sebanyak 46.175 grid, dan tingkat risiko kebakaran sangat rendah sebanyak 54.640 grid. Tingkat risiko kebakaran sangat tinggi di Kota Kendari merupakan kawasan terbangun yang berpenduduk padat dengan dominasi jenis material bangunan kayu dan campuran, terletak pada daerah dengan morfologi berbukit, dan aksesibilitas hanya dilalui oleh jalan umum yang memiliki lebar jalur lalu lintas <4 meter. Wilayah dengan tingkat risiko sangat rendah merupakan kawasan non-terbangun yang didominasi oleh badan air (sungai dan rawa), hutan dan sebagian kawasan pertanian (kebun). Kawasan tersebut bermorfologi datar, berbukit dan bergunung.AbstractKendari city is an urban area with the smallest area and the densest population in Southeast Sulawesi Province. Fire disaster in the city of Kendari often occurs and has caused considerable losses, to claim casualties. This study aims to assess the risk degree of fire disaster in Kendari City using Expert System Approach based on Geographic Information System (GIS). The results showed that the degrees of fire risk in Kendari City were classified into four classes, ie very high fire risk degree, 206 grid, high fire risk degree, 6,815 grid, low fire risk degree, 46.175 grid, and very low fire risk, as many as 54.640 grids. The high fire risk degree in Kendari City is a densely populated area, with dominance of wooden and mixed building materials, located in areas with hilly morphology, and accessibility is only by public roads with a traffic width of <4 meters, while fires with a very low-risk level is a non-built area dominated by water bodies (rivers and swamps), moist forests and some agricultural areas (gardens). This area is flat, hilly and mountainous. 
Pola Persebaran Perumahan Menurut Kelompok Etnis di Kelurahan Kuto Batu, Kota Palembang Eni Heldayani; Su Ritohardoyo; Dyah Widiyastuti
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3399.336 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13092

Abstract

ABSTRAK Heterogenitas penduduk secara horisontal ditandai dengan beragamnya kelompok etnis yang menyelenggarakan hidup di perkotaan. Eksistensi kelompok etnis berkaitan dengan eksistensi perumahan. Lokasi dari perumahan menurut kelompok etnis adalah inti dari penelitian ini. Tujuan penelitian pertama adalah mengidentifikasi pola sebaran perumahan menurut kelompok etnis. Tujuan kedua adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola sebaran perumahan menurut kelompok etnis.  Penelitian ini adalah penelitian kasus. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik pemetaan partisipatif dan wawancara tokoh kunci yang ditentukan menggunakan teknik bola salju. Semua data penelitian dianalisis secara kualitatif untuk dapat menjawab pertanyaan penelitian.  Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan-temuan yaitu: (1) sebaran perumahan etnis Tionghoa adalah berpola teratur dimana tersusun berderet mengikuti geometri jaringan jalan sehingga pola bentuk sebarannya seperti huruf L dan I. Sebaran perumahan etnis Arab adalah berpola tidak teratur. Susunan bangunan perumahan etnis Arab memiliki kesan semu yang seolah-­olah tersusun memusat pada obyek/fasilitas umum seperti lapangan, tempat ibadah, bahkan situs kuna (Rumah Batu). Geometri dari susunan bangunan perumahan berhadap-hadapan dan memusat pada obyek khusus menciptakan pola bentuk seperti huruf U dan I. Sebaran perumahan etnis Jawa adalah berpola tidak teratur. Memusat di sekitar lokasi tempat bekerja dengan akses harga rumah yang relatif murah (dekat sungai). Orientasi dari bangunan perumahan etnis Jawa adalah membelakangi sungai sehingga bentuk dari perumahan mereka terkesan menciptakan pola bentuk seperti huruf S dan I. Sebaran dari perumahan etnis Melayu adalah berpola tidak teratur. Susunan bangunan perumahan pada tiap zona bervariasi sehingga memiliki kesan kombinasi/ percampuran dari susunan berderet dan memusat. Orientasi bangunan perumahan menghadap ke arah daratan. Geometri dari bentuk bangunan perumahannya pada tiap zona juga teridentifikasi sebagai percampuran antara bentuk L, I, U, dan S. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pola sebaran perumahan menurut kelompok etnis di Kelurahan Kuto Batu antara lain adalah kecenderungan dalam mempertimbangkan lokasi perumahan berdasarkan kriteria dari karakter tempat tinggal, karakter lingkungan tempat tinggal, interaksi sosial serta kebijakan publik yang berlaku di lingkungan tersebut. Karakter tempat tinggal berkaitan dengan fungsi rumah dan hak kepemilikan rumah. Karakter lingkungan tempat tinggal berkaitan dengan jenis matapencaharian, kedekatan fungsi pelayanan, jaringan transportasi, dan keseragaman penduduk dari daerah asal. Kriteria interaksi sosial berhubungan dengan asmiliasi perekonomian, sosial, budaya, dan kuliner. Kriteria kebijkan publik berkaitan dengan kemudahan untuk mengakses tempat tinggal di Kuto Batu. Pengamatan terhadap pola sebaran perumahan menurut kelompok etnis berserta peluang atas faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan instrumen kunci dalam manajemen perkotaan dengan komposisi masyarakat yang plural. ABSTRACT Horizontal heterogenety of the population is characterized by the diversity of ethnic groups living in urban organizing. The ethnic groups existing are regarded to the existence of housing. The location of the housing according to ethnic group is the core of this study. The first research goal is to identify the pattern of distribution of housing according to ethnic groups. The second objective was to determine the factors that affect the distribution pattern of the housing according to ethnic groups. This research is a case study. Primary data collection was done by using participatory mapping and interview key figures are determined using the snowball technique. All data were analyzed qualitatively in order to answer the research questions. The results showed some of the findings: (1) the distribution of ethnic Chinese housing is arranged in a row in which the irregular pattern followed the road network geometry so that the pattern of spreading shape like the letter L and I. Distribution of ethnic Arab housing is patterned irregular. The composition of the building housing the Arabs have the impression that as if pseudo arranged centered on the object / public facilities such as courts, places of worship, even sites kuna (Stone House). The geometry of the arrangement of a residential building, face to face and focuses on specific objects creates a pattern shape like the letter U and I. Spread Javanese housing is patterned irregular. The Centered around the location where work with access to the relatively cheap price of the house (near the river). The orientation of the building housing the Javanese is turned rivers that form of housing they seem creating a pattern shape like the letter S and I. Distribution of housing Malays is patterned irregular. The composition of residential buildings in each zone varies so has the impression of a combination / mixing of the orders lined up and centered. Orientation residential building is facing toward the mainland. The geometry of the shape of the building housing in each zone is also identified as a mixture of forms of L, I, U, and S. (2) the factors that affect the distribution pattern of the housing according to ethnic groups in Kuto Batu Village, among others, is the tendency to consider the location of housing based the criteria of residence of character, the character of the neighborhood, the social interaction as well as public policies in force in the neighborhood. The residence character with regard to the function of the home and home ownership rights. The neighbourhood character with regard to the type of livelihood, the proximity of the service function, the transport network, and the uniformity of the population of the area of origin. Criteria related to social interaction assimilation economic, social, cultural, and culinary. Criteria for public development policy with regard to ease of access to places to stay in Kuto Batu. Observation of the housing distribution pattern according to ethnic groups along with the opportunities of the factors that influence is a key instrument in the management of urban composition pluralistic society.
Penentuan Jalur Serangan dalam Operasi Lawan Insurjensi Daerah Perkotaan Menggunakan Data Penginderaan Jauh Dan SIG Eko Yulianto Wibowo; Hartono Hartono; Taufik Hery Purwanto
Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.544 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13357

Abstract

ABSTRAK Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk menganalisis kondisi medan perkotaan dalam penentuan jalur serangan dalam operasi lawan insurjensi di daerah pertempuran. Penentuan jalur serangan sangatlah penting dilakukan guna mengetahui aspek taktis yang akan digunakan oleh prajurit dan tindakan apa yang akan diterapkan. Untuk keperluan operasi lawan insurjensi daerah perkotaan diperlukan analisa mengenai 5 aspek taktis medan yang digunakan dalam militer guna menunjang dalam pelaksanaan serangan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengkaji kemampuan Citra penginderaan jauh untuk memperoleh data dan informasi penggunaan lahan daerah  perkotaan untuk aplikasi kegiatan militer  yang dihadapkan kepada 5 aspek taktis medan, 2) Membuat jalur serangan terbaik di daerah pertempuran kota dalam mendukung kegiatan operasi lawan insurjensi. Metode yang digunakan dalam penentuan jalur serangan terbaik adalah dengan menentukan cost (berupa pengharkatan) hasil interpretasi penggunaan lahan daerah penelitian. Metode jalur serangan terbentuk secara otomatis didasarkan pada akumulasi jalur teraman dari hasil pengharkatan. Jalur yang dihasilkan merupakan jalur yang mempunyai tingkat keamanan terbaik, karena selalu melintasi medan yang mempunyai hambatan paling kecil dari aspek medan yang dapat membahayakan pasukan hasil evaluasi 5 aspek taktis medan dalam militer. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini berupa data penggunaan lahan hasil interpretasi citra Quickbird yang digunakan dalam militer, termasuk kerapatan bangunan dan rintangan medan  dihitung dengan cara menghitung luas atap bangunan keseluruhan dalam satu blok dan di bagi dengan luas blok. Hasil penelitian ini terdiri dari 1) Data penggunaan lahan aspek taktis militer dengan tingkat akurasi 86,2 %, 2) Penentuan jalur serangan terbaik menghasilkan 2 rute jalur serangan sebagai jalur teraman dalam serangan di perkotaan dan 1 jalur evakuasi untuk penduduk. ABSTRACT Geographic Information System and Remote sensing can be used to analyze the conditions of the urban terrain to determine of the attack path in the opposite insurgence operations in the combat zone. Determination of the attack path is very important to know the tactical aspects that will be used by the soldiers and what action will be applied. For the purposes of operating the opponent insurgence urban areas required an analysis of the five aspects of tactical field used in the military to support the implementation of the attack. The purpose of this study are: 1) Assess the ability of remote sensing images to obtain data and information on urban land use for the application of military activity brought to five the tactical aspects of terrain, 2) Make the best attack lines in urban combat zones in support of operations insurjensi opponent. The method used in determining the best path is to determine the attack cost (using scoring) interpretation of the results of the study area land use. This method of attack path is formed automatically based on the accumulation of results pengharkatan safest path. The resulting path is a path that has the best security level, because it always crossed the field who have the least resistance from the aspect of terrain that could endanger troops five aspects of the evaluation results in a military tactical field. Variables used in this study the data in the form of land use interpretation of Quickbird imagery used in the military, including the density of buildings and terrain obstacles is calculated by measuring the total roof area in one block and in the area of the block. The results of this study consist of two items. One is data military tactical aspects of land use with 86.2% accuracy rate. The second is determination of the best attack lines generate two routes the attack path as the safest path in the attacks in urban areas and an evacuation route for population. 
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Penduduk Pendatang Asal Luar Bali Sebagai Pedagang Kaki Lima di Kota Denpasar I Gede Made Yudi Antara; Lutfi Muta’ali; Wiwik Puji Mulyani
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1920.546 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13115

Abstract

ABSTRAK Sektor informal di perkotaan memicu pertumbuhan tenaga kerja yang tinggi. Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam sektor informal telah mendominasi sektor lapangan pekerjaan di wilayah Kota Denpasar. Hal ini didorong oleh kurangnya pendapatan dan potensi keuntungan yang akan diperoleh di Kota Wisata Bali. Penelitian menggunakan metode quota sampling sebanyak 100 orang PKL secara purposif dengan pertimbangan yaitu jumlah penduduk terbesar, lokasi pusat perdagangan dan bisnis, dan keterjangkauan lokasi penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian PKL berusia 20-40 tahun dengan proporsi 75% adalah laki-laki. Sebanyak 73% PKL telah tinggal di Denpasar selama kurang lebih 10 tahun. PKL yang datang ke Bali sebelumnya juga bekerja sebagai pedagang dengan pendidikan terakhir SMP/SMA. Rata-rata pendapatan bersih PKL sebesar Rp5.527.272,73,- per bulan telah layak diatas UMR tahun 2015 yaitu sebesar Rp 1.800.000,-. Kawasan wisata mempunyai pendapatan paling besar dibandingkan kawasan perdagangan dan bisnis. Umur, tingkat pendidikan, curahan jam kerja, lama usaha, modal, dan lokasi usaha mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan dengan nilai R2 hasil regresi linier ganda sebesar 0,667. ABSTRACT The informal sector in urban areas cause the growth of high labor. The existence of street vendors (PKL) in the informal sector has been dominated sector jobs in Denpasar region. It is driven by a lack of income and the potential benefits will be gained in tourism city of Bali. The study is using quota sampling of 100 people, purposively with consideration that populous center of trade and business location, and affordability study sites. The results shows that most vendors aged 20-40 years with proportion 75% were male. As many as 73% of PKL has lived in Denpasar for more than 10 years. Street vendors who come to Bali previously worked as a trader with the latest education junior high / high school. The average net income amounted Rp5.527.272,73 PKL, - every month have been worth over UMR 2015 was Rp 1.800.000, -. Tourist areas have the most revenue compared to the trade and business. Age, level of education, the outpouring of working hours, long effort, capital and business location has a positive impact on revenue to the value of R2 result of multiple linear regression of 0.667.
Pemanfaatan Batu Apung (Pumice) Lombok dan Bakteri (Baccillus Subtilis) sebagai Agent Perbaikan Kerusakan Retak Pada Beton Ida Rochani; Agus Prasetyo; Agus Kurniawan
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2969.041 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15629

Abstract

Pengaruh Potensi Sumberdaya Air Terhadap Pola Penggunaan Kebutuhan Domestik di Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri Pujo Nur Cahyo; M. Pramono Hadi; Tjahyo Nugroho Adji
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3800.324 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15649

Abstract

HUBUNGAN PRODUKTIVITAS PEKERJA DI SEKTOR EKONOMI DENGAN PERTUMBUHAN WILAYAH (KASUS DI DAS PROGO) Luthfi Muta&#039;ali
Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1 (2006): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.917 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13294

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk inengetahui hubungan antara produktivitas pekerja diberbagai sektor ekonomi dengan pertumbuhan output regional. Penelitian bersifat analisis kuantitatif berbasis data sekunder, dengan rentang waktu 1994-2002. Teknik analisis yang digunakan antara lain perhitungan produktivitas, pertumbuhan ekonomi wilayah, shift-share, analisis kuadran (tipologi) produktivitas, clan regresi dengan data pooled time series. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas pekerja di rnasing-masing sektor merniliki hubungan yang erat dengan pertumbuhan output regional, bahkan secara bersama-sama faktor produktivitas pekerja menyumbang 88% dari pertumbuhan output regional. Diantara sepuluh faktor, ernpat faktor memiliki tingkat signifikasi tinggi, yaitu produktivitas pekerja di sektor pengangkutan, sektor keuangan, sektor konstruksi, dan sektor pertambangan. Diantara empat produktivitas pekerja sektoral tersebut, pekerja di sektor konstruksi dan angkutan memiliki pengaruh paling kuat.
Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga Sudarsono Km
Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.858 KB) | DOI: 10.22146/mgi.6754

Abstract

Fenornena penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tingkat kepadatan peringkat kedua sesudah DKI Jakarta, mempunyai keadaan denlograji yang balk. Bila dibandingkan dengan propinsi lainnya mempunyai angka-angka kelahiran, kematian dart•erturnbuhan penduduk yang lebih rendah, sedang harapan hidup pendudulaiya lebih tinggi. Namun keadaan sosial ekonominya belum dapat seperti yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengetahui seberapa banyak institusi pemerintah dan rnasyarakat ikut berperan dalam GKBN dan PKS, b) ingin mengetahui prevalensi akseptor KB, alat kontrasepsi yang digunakan, dan pentahapan KS, yang didasarkan data sekunder, wenvancara, dan perhitungan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa institusi yang banyak berpengaruh terhadap GKBN & PKS, terutama pelayanan KB dari dokter dan bidan, sedang PPKBD dan dasawisma untuk memotivasi dan mengajak menjadi akseptor barn. Prevalensi akseptor KB sudah memenuhi sasaran. Alat kontrasepsi yang digunakan MKE sedikit diatas Non MKE, MKE terutama AKDR dan Non-MKE terutama suntik. Pembangunan KS dalam praktek KB untuk yang tidak membayar terutama KS tahap Pra Sejahtera dan KS-I. Proporsi keluarga Pra-Sejahtera dan KS-I ada penurunan, sebaliknya ada kenaikan. Hal ini menunjukkan keberhasilan pada pembangunan KS. Sebagaimana dengan krisis yang masih berlangsung, maka keberhasilan tersebut menjadi kurang berarti karena harga kontrasepsi menjadi mahal
Analisis Vegetasi Hutan Rawa Gambut Pascakebakaran di Wilayah Desa Sebangau dan Desa Taruna Jaya Reri Yulianti; Djoko Marsono; Tukidal Yunianto
Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 1 (2010): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.718 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13341

Abstract

ABSTRAK Kebakaran  merupakan  salah  satu  penyebab  kerusakan  hutan  tropis  di Indonesia. Kerusakan yang berlangsung selama kebakaran hutan bersifat eksplosif artinya terjadi dalam waktu relatif cepat dan areal yang luas. Salah satu tipe dari ekosistem hutan hujan tropis adalah hutan rawa gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah  (1)  mengkaji  komposisi  jenis,  (2)  mengkaji  keanekaragaman  jenis,  (3) mengkaji  distribusi  jenis,  (4)  mengkaji  asosiasi  jenis  (5)  mengkaji  persentase ketidaksamaan komunitas vegetasi di hutan rawa gambut bekas kebakaran tahun 1997, 2002, dan 2006.Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2009 di wilayah Desa Kalampangan Kecamatan Sebangau dan Desa Taruna Jaya Kecamatan Jabiren Raya Kalimantan Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan membuat petak ukur dan kemudian melakukan identifikasi jenis. Titik-titik sampel ditentukan dengan metode random sampling dengan cara undian. Semua jenis dalam petak ukur dicatat nama, diukur   diameter   batang   serta   jumlahnya   dan   dikelompokkan   sesuai   tingkat pertumbuhannya. Hasil   penelitian   adalah   1)   Ditemukan   8   jenis   vegetasi   antara   lain Cratoxylon  arborescens,  Combretocarpus  rotundatus,  Timmonius  wallichianum, Acroychia  porteri,  Acacia  auriculiformis,  Xylopia  fusca,  Ilex  macropylla,  dan Diospyros  hermaproditich.  2)  Keanekaragaman  pada  hutan  rawa  gambut  bekas kebakaran  sangat  rendah.  3)  Jenis  Cratoxylon  arborescens  dan  Combretocarpus rotundatus mempunyai kemampuan regenerasi yang lebih baik dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Hal ini terlihat dari INP kedua jenis vegetasi yang memiliki nilai INP tertinggi. 4) Asosiasi yang diperlihatkan oleh banyak jenis (tingkat pertumbuhan pohon, tiang, pancang, semai) pada hutan rawa gambut bekas kebakaran adalah asosiasi  positif  yang  artinya  seluruh  spesies  lebih  sering  terdapat  bersama-sama daripada sendiri-sendiri (bebas satu sama lain), dan mempunyai daya gabung dengan yang lainnya. 5) Berdasarkan persentase ketidaksamaan komunitas sebesar 55%, untuk tingkat semai dan pancang terbagi ke dalam tiga kelompok. Pengelompokan dapat terjadi karena lokasi yang berdekatan, frekuensi kebakaran, dan kesamaan faktor lingkungan. ABSTRACT Fire are one of the cause of tropical forest damaged in Indonesia. The damaged that occurs during the forest fire is explosive since it is happen in a quick moment and cover a broad area. One of the types of a tropical rain forest ecosystem is   peat swamp forest. The purpose of this research namely : 1) Studying species composition,  2)  Studying  species  diversity,  3)  Studying  species  distribution,,4) Studying association, dan 5) Studying percentage disimilarity community species of vegetation of post fired in peat swamp forest in 1997, 2002, and 2006. The research was carried out from May until June 2009 in Kalampangan Village  Subdistrict  Sebangau  and  Taruna  Jaya  Village  Subdistrict  Jabiren  Raya Central Kalimantan. Collecting data was done by making plot of land measuring then doing the identification of type. The sample points were determined by random sampling method. All types in plot of land measuring were named, measured the trunks including the numbers and then grouped according to level of growing.The result of this research are 1) There are eight types of vegetation found; Cratoxylon  arborescens,  Combretocarpus  rotundatus,  Timmonius  wallichianum, Acroychia  porteri,  Acacia  auriculiformis,  Xylopia  fusca,  Ilex  macropylla,  dan Diospyros hermaproditich, 2) The diversity of a post-fired in peat swamp forest was low,  3)  Figured  out  the  ability  of  Cratoxylon  arborescens and Combretocarpus rotundatus to regenerate better yet compared with the other types. This is viewed from two types of vegetation INP that had the high INP score. 4) The association is viewed by variety of types [level of tree growth, poles, sapling, seedling] to post fired of peat swamp forest–positively          association means all species more often gathered than apart (free one each other), and had the ablitity to gathered with others.5)  Base  on  fifty  five  percentage  disimilarity  community,  there  are  three  group community of sapling and seedling. Grouping to be able occur because nearness location,  fire frequency, and the same environment factor.
Hubungan Antara Akses Informasi Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku berisiko Napza pada Remaja di Indonesia Tanto Kusworo; Su Ritohardoyo; Adi Heru Sutomo
Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3956.367 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13079

Abstract

ABSTRAK Ketidakmatangan emosi cara berpikir dan bertindak sangat berpengaruh pada perilaku remaja dalam penyesuaian diri ke dalam lingkungan barunya.Banyak remaja tidak menyadari bahwa perilaku yang mereka lakukan merupakan perilaku berisiko dan menyimpang.Kurangnya informasi kesehatan reproduksi mendorong seorang remaja berperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksi. salah satunya adalah perilaku berisiko NAPZA. Tujuan Penelitianuntuk mengetahui hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko NAPZA remaja menurut karakteristik sosiodemografis. mengetahui pengaruh akses sumber informasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku berisiko NAPZA remaja di Indonesia setelah dikontrol dengan karakteristik sosiodemografis. Penelitian menggunakan data SDKI 2012 dengan responden remaja berusia 15-24 tahun. belum kawin. terdiri dari 19.414 responden. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Variabel karakteristik sosiodemografis digunakan sebagai variabel luar. yakni variabel yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel tergantung. Teknik pengujian menggunakan regresi logistik biner melalui prosedur regresi hierarki. yakni mengeluarkan variabel yang mempunyai p>0.05 untuk mendapatkan model akhir prediktor di antara variabel karakteristik sosiodemografis remaja. Kecenderungan tiap variabel prediktor dilihat dari nilai Odds Ratio (OR) pada tingkat kemaknaan p≤0.05.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses sumber informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko NAPZA remaja. terdapatnya hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis remaja (umur. jenis kelamin. daerah tempat tinggal. tingkat pendidikan) dengan perilaku NAPZA remaja. serta akses sumber informasi kesehatan reproduksi berpengaruh signifikan terhadap perilaku NAPZA remaja setelah dikontrol dengan variabel karakteristik sosiodemografis yaitu daerah tempat tinggal dan tingkat pendidikan(p-value= 0.000; OR=1.346; CI= 1.219 – 1.487). ABSTRACT  Emotional immaturity. ways of thinking and acting is very influential on the behavior of adolescents in the adjustment to the new environment. Many teens do not realize that they are doing the behavior is risky and deviant behavior. Lack of reproductive health information to encourage an adolescent risk behavior on reproductive health. one of which is the risk behavior of drug. Objective to investigate the relationship between access to information about reproductive health with adolescent drug risk behaviors according to sociodemographic characteristics. Determine the effect of access to reproductive health information source for teen drug-risk behaviors in Indonesia after controlling for sociodemographic characteristics. Research using data IDHS 2012 with respondents adolescents aged 15-24 years. unmarried. consisting of 19 414 respondents. Quantitative descriptive research using cross sectional design. Sociodemographic characteristics of the variable is used as an external variable. the variable that allegedly has links with the dependent variables. Testing techniques using binary logistic regression through hierarchical regression procedure. namely issuing variable having p> 0.05 to obtain the final model between the predictor variables sociodemographic characteristics of adolescents. The tendency of each predictor variable seen from the Odds Ratio (OR) at the level of significance p≤0.05. The results showed a significant relationship between access to resources reproductive health risk behavior of drug adolescents. the presence of a significant association between the characteristics of sociodemographic adolescent (age. sex. area of residence. education level) with the behavior of Drug adolescents. as well as access to resources reproductive health significantly influence the behavior of adolescent drug after controlled variable sociodemographic characteristics that area of residence and level of education (p-value = 0.000; OR = 1.346; CI = 1.219 to 1.487).

Filter by Year

1988 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2026): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 1 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 2 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 2 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 1 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 2 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 1 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 2 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 1 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 2 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 2 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 1 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 2 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 1 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 2 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 1 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 2 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 1 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 2 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 1 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 2 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 1 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 1 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 2 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 1 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000) Vol 14, No 1 (2000): Majalah Geografi Indonesia Vol 10, No 17 (1996): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992) Vol 6, No 9 (1992): Majalah Geografi Indonesia Vol 2, No 3 (1989) Vol 2, No 3 (1989): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 2 (1988) Vol 1, No 2 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988) Vol 1, No 1 (1988): Majalah Geografi Indonesia More Issue