cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 3 (2020)" : 8 Documents clear
ESTIMASI KAPASITAS JALAN TOL CIPULARANG MENGGUNAKAN METODE SUSTAINED FLOW INDEX Fabianus Sebastian Kevin; Tri Basuki Joewono
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4463.161-170

Abstract

Abstract Road capacity is an important traffic parameter in the planning and design of a road or a road network. There are several methods to estimate the road capacity, one of which is the Sustained Flow Index method. The purpose of this study is to estimate the capacity value of the Cipularang Toll Road using the Sustained Flow Index method. This study is expected to be an alternative method for estimating the road capacity. The collected data were grouped into 5-minute intervals, then divided into 2 major groups, namely data per road lane and data per direction of traffic movement. The results of this study indicate that the capacity of the Cipularang Toll Road is 2715 pcu/hour for the Bandung direction and 1987 pcu/hour for the Jakarta direction. Keywords: road capacity; toll road; Sustained Flow Index; road lane; traffic direction.  Abstrak Kapasitas jalan merupakan suatu parameter lalu lintas yang penting dalam perencanaan dan perancangan suatu ruas maupun jaringan jalan. Terdapat beberapa metode untuk mengestimasi nilai kapasitas jalan, yang salah satunya adalah metode Sustained Flow Index. Tujuan studi ini adalah mengestimasi nilai kapasitas Jalan Tol Cipularang menggunakan metode Sustained Flow Index. Studi ini diharapkan dapat menjadi suatu metode alternatif untuk mengestimasi nilai kapasitas jalan. Data yang telah terkumpul dikelompokkan berdasarkan interval waktu 5 menit, untuk selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu data per lajur jalan serta data per arah pergerakan lalu lintas. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kapasitas Jalan Tol Cipularang adalah 2715 smp/jam untuk arah Bandung dan 1987 smp/jam untuk arah Jakarta. Kata-kata kunci: kapasitas jalan; jalan tol; Sustained Flow Index; lajur jalan; arah lalu lintas.
JANGKAUAN LAYANAN TRANS JOGJA TERHADAP SEBARAN AKTIVITAS DI KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA Velie Valentine; Mutiasari Kurnia Devi; A. Yunastiawan Eka Pramana
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4464.171-180

Abstract

Abstract Accessibility of public transport services is an important element in urban transportation planning. What is important in this accessibility is how public transport can ensure that the services provided can reach as many urban areas served as possible. Yogyakarta, which is experiencing rapid development growth, demands more access to a reliable public transport system. Currently, Trans Jogja is the only mass transit system in Yogyakarta that implements the Bus Rapid Transit system in its operational system. This study aims to determine the accessibility level of Trans Jogja services in the Yogyakarta Urbanized Area using the Point of Interest approach. In this study, buffer analysis is used to determine the service radius of the Trans Jogja bus stop, with the assumption that the maximum distance that a person can tolerate walking is 400 m. From the results of the buffer analysis, it can be determined which areas are within a 400 meter radius and the number of POIs within that radius. The results of this study indicate that only around 52.24% of the Yogyakarta Urbanized Area have received comprehensive Trans Jogja services. Keywords: accessibility; public transportation; point of interest; bus rapid transit; urban area.  Abstrak Aksesibilitas layanan angkutan umum merupakan unsur penting dalam perencanaan transportasi perkotaan. Hal yang penting dalam aksesibilitas ini adalah bagaimana angkutan umum dapat memastikan bahwa layanan yang disediakan dapat menjangkau sebanyak mungkin daerah perkotaan yang dilayani. Yogyakarta, yang mengalami pertumbuhan pembangunan yang pesat, menuntut lebih banyak akses ke sistem angkutan umum yang andal. Saat ini, Trans Jogja adalah satu-satunya sistem angkutan massal di Yogyakarta yang menerapkan sistem Bus Rapid Transit dalam sistem operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur jangkauan layanan Trans Jogja di Kawasan Perkotaan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan Point of Interest. Pada studi ini digunakan analisis buffer untuk menentukan radius layanan halte Trans Jogja, dengan asumsi bahwa jarak maksimum yang dapat ditoleransi oleh seseorang untuk berjalan kaki adalah 400 m. Dari hasil analisis buffer dapat ditentukan wilayah-wilayah yang berada dalam radius 400 meter dan jumlah POI yang berada dalam radius tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 52,24% Kawasan Perkotaan Yogyakarta telah mendapat layanan Trans Jogja secara menyeluruh.. Kata-kata kunci: aksesibilitas; angkutan umum; point of interest; bus rapid transit; kawasan perkotaan.
PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT DARI SUMBER YANG BERBEDA TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL PORUS Atmy Verani Rouly Sihombing
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4465.181-190

Abstract

Abstract Porous asphalt mixture is an asphalt mixture that uses open-graded aggregate, which is dominated by coarse aggregate. This mixture tends to be stiffer and more brittle. This research was conducted, to see the effect of aggregates originating from different areas on the performance of the porous asphalt mixture. The aggregates used in this study come from 2 different sources, namely Batujajar and Majalengka. This study shows that the use of aggregates from different areas provides different mixture performance. Although based on the stability, porosity, and permeability the porous asphalt mixture using Batujajar aggregate is superior to the mixture using Majalengka aggregate, the Cantabro Loss value of the mixture using Batujajar aggregate does not meet specifications. Keywords: porous asphalt mixture; aggregate; stability; porosity; permeability; Cantabro Loss.  Abstrak Campuran beraspal porus merupakan campuran beraspal yang menggunakan agregat dengan gradasi terbuka, yang didominasi oleh agregat kasar. Campuran ini cenderung lebih kaku dan lebih rapuh. Penelitian ini dilakukan, untuk melihat pengaruh agregat yang berasal dari daerah yang berbeda terhadap kinerja campuran beraspal porus. Agregat yang digunakan pada studi ini berasal dari 2 sumber yang berbeda, yaitu Batujajar dan Majalengka. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan agregat dari daerah yang berbeda memberikan kinerja campuran yang berbeda. Meskipun berdasarkan stabilitas, porositas, dan permeabilitas campuran beraspal porus yang menggunakan agregat Batujajar lebih unggul dibandingkan dengan campuran yang menggunakan agregat Majalengka, Cantabro Loss campuran yang menggunakan agregat Batujajar ternyata tidak memenuhi spesifikasi. Kata-kata kunci: campuran beraspal porus; agregat; stabilitas; porositas; permeabilitas; Cantabro Loss.
SISTEM PERINGATAN DURASI MENGEMUDI BERBASIS INTERNET OF THINGS GUNA MENINGKATKAN KESELAMATAN BERLALU LINTAS Ibnu Adib Adika; Djarot Suradji; Mokhammad Rifqi Tsani
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4466.191-200

Abstract

Abstract Fatigue is a factor causing traffic accidents in land transportation modes. According to the regulations, drivers are required to rest for 30 minutes after driving for 4 hours. To improve traffic safety, and to comply with this provision by drivers, a device is needed to warn the driver to rest after driving for 4 hours. In this study, a warning tool based on the Internet of Things was designed, which aims to warn drivers to rest after driving for 4 hours. The results obtained were validated by information technology and electrical experts. It is found that the tools developed in this study can be used to help drivers comply with applicable regulations. Keywords: fatigue; traffic accident; land transportation; safety; driving duration.  Abstrak Lelah merupakan suatu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas pada moda transportasi darat. Menurut ketentuan, pengemudi wajib beristirahat selama 30 menit setelah mengemudi selama 4 jam. Untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, dan agar ketentuan ini dipatuhi oleh pengemudi, diperlukan suatu alat untuk memberi peringatan kepada pengemudi agar berisitirahat setelah mengemudi selama 4 jam. Pada studi ini dirancang suatu alat peringatan berbasis Internet of Things, yang bertujuan untuk memberi peringatan kepada pengemudi agar beristirahat setelah mengemudi selama 4 jam. Hasil yang diperoleh divalidasi oleh tenaga ahli teknologi informasi dan elektro. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan pada studi dapat digunakan untuk membantu pengemudi untuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kata-kata kunci: lelah; kecelakaan lalu lintas; transportasi darat; keselamatan; durasi mengemudi.
POTENSI TRANSPORTASI UMUM DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA PALANGKA RAYA Anggela Liana Utami
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4467.201-2012

Abstract

Abstract Palangka Raya City has the potential of ecotourism-based tourist destinations, cultural tourism objects, and historical tourism objects. To develop the tourism sector in Palangka Raya City, public transportation is needed that can support the tourism sector. This study is the first step to map the conditions and problems related to tourist transportation in Palangka Raya City. Public transportation in Palangka Raya City is minimal, with angkot (mikrolet) being the main public transportation. Of the total 31 existing tourist destinations, only 7 tourist destinations are served by angkot (mikrolet), 6 tourist destinations are served by Bus Rapid Transit, and other tourist destinations have not been served by public transportation, thus limiting the accessibility of tourists to get to tourist destinations. For this reason, further research is needed to develop the lines or routes served by Bus Rapid Transit, so that all tourist destinations can be reached by public transportation. The availability of good public transportation will increase the mobility and accessibility of tourists to get to tourist destinations, which in turn will improve the economy and quality of human resources in Palangka Raya City. Keywords: public transportation; tourist transportation; tourist destinations; accessibility.  Abstrak Kota Palangka Raya memiliki potensi destinasi wisata yang berbasis ekowisata, obyek wisata budaya, dan objek wisata sejarah. Untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kota Palangka Raya, diperlukan angkutan umum yang dapat mendukung sektor pariwisata. Studi ini merupakan langkah awal untuk memetakan kondisi dan permasalahannya yang terkait dengan angkutan wisata di Kota Palangka Raya. Transportasi umum di Kota Palangka Raya sangat minim, dengan angkot (mikrolet) merupakan angkutan umum utama. Dari total 31 destinasi wisata yang ada, hanya 7 destinasi wisata dilayani oleh angkot (mikrolet), 6 destinasi wisata dilayani Bus Rapid Transit, dan destinasi-destinasi wisata yang lain belum dilayani oleh angkutan umum, sehingga membatasi aksesibilitas wisatawan untuk menuju destinasi-destinasi wisata tersebut. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan jalur atau rute yang dilayani oleh Bus Rapid Transit, agar seluruh tujuan wisata dapat dijangkau oleh angkutan umum. Ketersediaan transportasi umum yang baik akan meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas wisatawan untuk menuju destinasi wisata, yang pada akhirnya akan meningkatkan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia di Kota Palangka Raya. Kata-kata kunci: angkutan umum; angkutan wisata; destinasi wisata; aksesibilitas.
PENGARUH AIR HUJAN DI KOTA INDUSTRI TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL MODIFIKASI POLIMER Rindu Twidi Bethary; Woelandari Fathonah; Dwi Esti Intari; Zalfa Miftaful
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4468.213-220

Abstract

Abstract The pavement surface layer is a layer that directly interacts with traffic loads and the environment. Water-logging on the road surface causes the loss of the bond between asphalt and aggregate. The purpose of this study was to determine the effect of rainwater on the characteristics of the AC-WC surface layer using Starbit E-55 polymer asphalt. The immersion of specimens was carried out in 2 conditions, namely in fresh water or in rain water, with a duration of 24 hours and 48 hours. The results obtained indicate that there is a decrease in stability more rapidly in rainwater immersion than in freshwater immersion. Marshall Quotient was increased for immersion with a duration of 24 hours and 48 hours. In addition, an increase in the values of flow, voids in the mixture, and voids in the aggregate were obtained. Keywords: pavement; surface layer; waterlogging; traffic load; polymer asphalt.  Abstrak Lapis permukaan perkerasan jalan merupakan lapisan yang langsung berinteraksi dengan beban lalu lintas dan lingkungan. Genangan air pada permukaan jalan menyebabkan hilangnya ikatan antara aspal dan agregat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air hujan terhadap karakteristik lapis permukaan AC-WC yang dibuat dengan menggunakan aspal polimer Starbit E-55. Perendaman benda uji dilakukan dengan 2 kondisi, yaitu dalam air tawar atau dalam air hujan, dengan durasi 24 jam dan 48 jam. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terjadi penurunan stabilitas yang lebih cepat pada perendaman dengan air hujan dibandingkan dengan perendaman dengan air tawar. Marshall Quotient meningkat untuk perendaman dengan durasi 24 jam dan 48 jam. Selain itu, diperoleh peningkatan nilai-nilai flow, rongga dalam campuran, dan rongga dalam agregat. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis permukaan; genangan air; beban lalu lintas; aspal polimer.
PENGARUH POLA PERGERAKAN PADA PREFERENSI PEMILIHAN TEMPAT TINGGAL PENDUDUK KAMPUNG KOTA Nefertari Pramudhita
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4469.221-230

Abstract

Abstract The Kampung Kota bears negative connotations, especially in the context of the urban landscape. However, solutions related only to physical development are not linked to location of residence. A study is needed on the dependence of the Kampung Kota on the location where they are moving to. However, with such a high length of stay, the reasons for choosing a place to live when moving might not be relevant at this time. This study was conducted to see the daily movement patterns of the residents of Kampung Braga and the desire to move from Kampung Braga. This study shows that there is no significant difference in movement patterns among those who desire to move. Doing the movement is not a good reason to change residence. However, it cannot be denied that the inhabitants of Kampung Braga enjoy the advantages of a city center location for their daily movements. Keywords: kampung kota; choice of residence; movement pattern.  Abstrak Kampung kota mengandung konotasi negatif terutama pada konteks lanskap perkotaan. Namun solusi yang hanya terkait dengan perkembangan fisik tidak terpaut pada lokasi tempat tinggal. Diperlukan penelitian mengenai ketergantungan penduduk kampung kota terhadap lokasi tujuan pergerakannya. Namun dengan lama tinggal yang begitu tinggi, alasan pemilihan tempat tinggal saat melakukan perpindahan mungkin sudah tidak relevan saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pola pergerakan harian penduduk Kampung Braga dan keinginan untuk pindah dari Kampung Braga. Studi ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pola pergerakan yang berarti pada mereka yang memiliki keinginan untuk pindah. Melakukan pergerakan ternyata bukan alasan yang kuat untuk melakukan perpindahan tempat tinggal. Akan tetapi tidak dapat disangkal bahwa penduduk Kampung Braga menikmati keuntungan lokasi pusat kota terhadap pergerakan harian yang mereka lakukan. Kata-kata kunci: kampung kota; pemilihan tempat tinggal; pola pergerakan.
PENGGUNAAN AGREGAT LOKAL KABUPATEN FAKFAK PADA CAMPURAN AC-WC Aqilah Attamimi; Latif Budi Suparma; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4470.231-240

Abstract

Abstract The availability of aggregates that meet specifications is often an obstacle experienced by road construction implementers in the field. This study was conducted to analyze the effect of the use local aggregates of Fakfak Regency on the design of asphalt mixtures for AC-WC pavement surface layers based on the Marshall method. Testing in the laboratory was carried out using local coarse aggregate of Fakfak Regency combined with Clereng aggregate to make asphalt concrete mixture. The type of mixture is divided into 5 variations based on the Fakfak aggregate content, namely 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% of the weight of the coarse aggregate composition in the mixture. The mixed design is based on the Marshall method. The design results showed that the optimum asphalt content for each mixture variation was 6.1%, 6.6%, 6.3%, 6.0%, and 6.2%, respectively. Furthermore, an analysis of the characteristics of the mixture was carried out at the optimum asphalt content. The results indicate that the mixture that uses less Fakfak local aggregate has Marshall Stability and Retained Marshall Stability values that meet the requirements contained in the Bina Marga specification. The composition of the mixture with the highest stability value and Retained Marshall Stability was found in the mixture with the Fakfak aggregate proportion of 50%. Keywords: road construction; surface layer; asphalt mixtures; road pavement; local aggregate.  Abstrak Ketersediaan agregat yang memenuhi spesifikasi sering menjadi kendala yang dialami oleh para pelaksana konstruksi jalan di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan agregat lokal Kabupaten Fakfak pada perancangan campuran beraspal untuk lapis permukaan perkerasan AC-WC berdasarkan metode Marshall. Pengujian di laboratorium dilakukan dengan menggunakan agregat kasar lokal Kabupaten Fakfak yang dikombinasi dengan agregat Clereng untuk membuat campuran beton aspal. Jenis campuran dibagi menjadi 5 variasi berdasarkan proporsi agregat Fakfak, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap berat komposisi agregat kasar dalam campuran. Perancangan campuran didasarkan pada metode Marshall. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Kadar Aspal Optimum untuk masing-masing variasi campuran secara berurutan adalah 6,1%, 6,6%, 6,3%, 6,0%, dan 6,2%. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap karakteristik campuran pada kondisi Kadar Aspal Optimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cam-puran yang menggunakan lebih sedikit agregat lokal Fakfak memiliki nilai Stabilitas Marshall dan Stabilitas Marshall Sisa yang memenuhi syarat yang terdapat pada spesifikasi Bina Marga. Komposisi campuran dengan nilai stabilitas dan Indeks Kekuatan Sisa tertinggi terdapat pada campuran dengan proporsi agregat Fakfak sebesar 50%. Kata-kata kunci: konstruksi jalan; lapis permukaan; campuran beraspal; perkerasan jalan; agregat lokal.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue