cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No. 2, Agustus 2024" : 5 Documents clear
Menguak Tentang Urgensi Analisa Profile dan Agenda Ketokohan dan Bangunan Ke-Indonesian Pasca Orde Baru Ismail, Ashari
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i2.68544

Abstract

Pengkajian tentang ketokohan “penguasa” dalam membangun keindonesiaan, memiliki nilai urgensi, ditengah pencarian sosok yang kredibel dan berintegritas. Kajian demikian, bukan sebagai  upaya mencari pencitraan diri, atau membangun opini yang menyesatkan, tetapi merupakan sebagai daya pengetahuan, dan bagian sikap politik – tentang eksistensi pejabat atau calon pejabat. Dalam kaitan ini, melalui studi literaur, dengan analisis kualitatif deskriptif, dipahami : (1). Analisa profile  ketokohan adalah upaya menunjukan kapabilitas dan kemampuan sang tokoh sebagai calon pemimpin atau pemimpin.; (2). Pengakajian agenda calon pemimpin  atau pemimpin, adalah bagian dari langkah urgen dalam mendeteksi langkah-langkah pragmatis yang dilakukan dalam mengembang tugas/ pengabdian.   Dalam hal yang lain, bangunan ke Indonesia an  yang diharapkan adalah bangunan ke Indonesi an,  yang bertumpuh  pada nilai positif,  guna terciptanya, civil  society yang madani.  AbstractThe study of the character of the ‘ruler’ in building Indonesia has an urgency value, amidst the search for a credible and integrity figure. Such a study is not an effort to seek self-image, or build misleading opinions, but is a power of knowledge, and part of a political attitude - about the existence of officials or prospective officials. In this regard, through a literature study, with descriptive qualitative analysis, it is understood: (1). Personality profile analysis is an effort to show the capabilities and abilities of the figure as a prospective leader or leader; (2). The assessment of the agenda of prospective leaders or leaders, is part of an urgent step in detecting pragmatic steps taken in developing tasks / services.   In other cases, the expected building of Indonesianness is the building of Indonesianness, which is based on positive values, in order to create a civil society. Keywords; Urgensi, Analisa Profile, Agenda Ketokohan Ke-Indonesian dan Orde Baru
Pentingnya Mempelajari Seni Batik agar Menciptakan Pendidikan Karakter dalam Sejarah Kebudayaan Rico, Muhammad; Nadilla, Dewicca Fatma
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i2.54347

Abstract

Penulisan artikel ini untuk menganalisis pentingnya mempelajari Seni Batik agar menciptakan karakter dalam sejarah kebudayaan yang mana hal tersebut penting agar tidak terjadi degradasi moral pada anak muda. metode penelitian yaitu kepustakaan jenis penelitian yang dilakukan dengan membaca buku-buku atau jurnal dan sumber data lainnya untuk menghimpun data dari berbagai literatur, baik perpustakaan maupun di tempat-tempat lain dan Teknik kepustakaan dilaksanakan dengan cara membaca, menelaah dan mencatat berbagai literatur penting. Peserta didik yang mengenal seni batik akan lebih memiliki karakter yang positif karena Peserta didik akan dapat memahami, menerima orang lain, hormat menghormati, memiliki kebijakan dalam bertindak dan melaksanakan aturan berdasarkan perasaan dan hati nurani. Dalam seni batik secara tidak langsung mengajarkan nilai-nilai karakter yang baik dan nilai-nilai karakter yang salah. Contohnya dalam motif batik jawa yang mempunyai pesan tersirat seperti batik sidomukti sebagai lambang kemakmuran, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta.
Diversity, Identity And Cultural Expression: A Perspective From The Local Cultural Wisdom Of The Sultanate Of Buton Malihu, La
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i2.68498

Abstract

This study aims to trace the philosophical expressions that developed in the Buton Sultanate. Using a historical method by reviewing the archives documents and other relevant books and articles. The results of the study show that there are a number of philosophical expressions that are filled with unity and the spirit of self defense for survival. This has proven to be an integrative factor that unites society in everyday life so that the Buton Sultanate was able to maintain its existence from the threat of various external forces for around 600 years.Keywords: Diversity, Cultural Wisdom, Sultanate of Buton
Sukarni Kartodiwirjo: Pemuda Pribumi Nasionalis Pada Masa Pendudukan Jepang Afdinal, Muhammad Noor; Amirullah, Amirullah
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i2.54473

Abstract

Nama Sukarni Kartodiwirjo tidak bisa dilepaskan dari pergerakan pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sukarni merupakan sosok yang konsekuen dengan ucapan dan tindakannya. Inilah yang menjadikan dirinya berbeda dari tokoh-tokoh pemuda lainnya. Dalam penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah. Pertama, bagaimana pemikiran Sukarni tentang konsep kemerdekaan. Kedua, bagaimana aktualisasi perjuangan politik Sukarni menuju kemerdekaan Indonesia. Ketiga, bagaimana kontribusi Sukarni pada masa kependudukan Jepang. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan empat tahapan yang terdiri atas heuristik, verifikasi, interpretasi, dan histiog rafi. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, pemikiran Sukarni mengenai konsep kemerdekaan dimulai ketika Sukarni berusia 18 tahun. Pemikiran-pemikiran Sukarni dipengaruhi oleh faktor keturunan. Melihat dari garis keturunannya menjadikan Sukarni sebagai sosok yang kuat, militan, kreatif, berani melawan penjajah, dan berani mendobrak status quo untuk kemerdekaan Indonesia. Kedua, aktualiasasi perjuangan politik Sukarni menuju kemerdekaan Indonesia dimulai dari Indonesia Muda pada tahun 1931, Asrama Pemuda Menteng Raya 31 pada tahun 1934, dan terlibat dalam aksi Rengasdengklok pada tahun 1945. Ketiga, kontribusi Sukarni pada masa kependudukan Jepang terlihat dalam keterlibatannya ketika menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, mengusulkan naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta, dan membentuk Committee van Actie. The name Sukarni Kartodiwirjo cannot be separated from the youth movement that fought for Indonesian independence. Sukarni was a figure who was consistent with his words and actions. This is what makes him different from other youth leaders. In this research there are three problem formulations. First, how Sukarni thought about the concept of independence.  Second, how was the actualization of Sukarni's political struggle towards Indonesian independence. Third, how Sukarni's contribution during the Japanese occupation. The method used is the historical method with four stages consisting of heuristics, verification, interpretation, and histiography. This research produced three findings. First, Sukarni's thoughts on the concept of independence began when Sukarni was 18 years old. Sukarni's thoughts were influenced by heredity. Seeing from his lineage makes Sukarni a strong, militant, creative, brave figure against the colonizers, and dare to break the status quo for Indonesian independence. Second, the actualization of Sukarni's political struggle towards Indonesian independence began with Indonesia Muda in 1931, Asrama Pemuda Menteng Raya 31 in 1934, and was involved in the Rengasdengklok action in 1945. Third, Sukarni's contribution during the Japanese occupation was seen in his involvement in kidnapping Soekarno and Hatta to Rengasdengklok, proposing the proclamation script to be signed by Soekarno and Hatta, and forming the Committee van Actie. Keywords : nationalist; national movement; sukarni kartodiwiryo
Pengembangan Media Pembelajaran Replika Berbahan Makanan Pada Materi Artefak Di Indonesia Untuk Siswa Kelas X Jurusan Tata Boga Smk Muhammadiyah 3 Singosari Jati, Slamet Sujud Purnawan; Ridho'i, Ronal
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i2.36905

Abstract

Permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa SMK Jurusan Tata Boga di SMK Muhammadiyah 3 Singosari antara lain siswa merasa bosan dan mengantuk pada saat matapelajaran berlangsung. Selain itu perhatian terhadap guru minim sehingga mengakibatkan siswa memiliki aktivitas sendiri seperti bermain handphone saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Demi mengatasi permasalahan-permasalahan di atas, peneliti kemudian membuat Pengembangan Media Pembelajaran Replika Berbahan Makanan pada Materi Artefak prasejarah di Indonesia untuk Siswa Kelas X Jurusan Tata Boga SMK Muhammdiyah 3 Singosari. Pada penelitian dan pengembangan ini peneliti memakai model dari Sugiyono dengan 10 langkah-langkahnya. Replika berbahan makanan ini akan diuji kevalidan dan kelayakannya untuk digunakan dalam matapelajaran sejarah di sekolah. Media ini memperoleh persentase kevalidan materi sebesar 98% dan kevalidan media sebesar 100%. Kelayakan media pada uji kelompok kecil sebesar 91% dan kelayakan pada kelompok besar 91%. Dengan demikian media pembelajaran replika berbahan makanan dapat digolongkan sebagai media pembelajaran yang valid dan layak.

Page 1 of 1 | Total Record : 5