cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 8, No. 2 Agustus 2021" : 9 Documents clear
Perkembangan dan Eksistensi Surat Kabar di Lombok Timur Tahun 1986-2013 Badarudin Badarudin; Zulfikri Zulfikri; Abdul Rasyad; Syahrul Amar; Bambang Eka Saputra
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.22335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan dan eksistensi surat kabar yang ada di Lombok Timur tahun 1986-2013, mulai dari sejarah lahirnya surat kabar di Lombok Timur, perkembangan dan eksistensi surat kabar di Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian  sejarah dengan tahapan meliputi heurstik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Orde Baru surat kabar di Lombok Timur sulit terbit. Hal ini disebabkan karena biaya penerbitan surat kabar sangat mahal dan sulit. Pada masa pemerintahan Orde Baru, surat kabar di Lombok Timur belum bersifat komersil, hanya surat kabar yang terbit bulanan atau mingguan dan milik organisasi yang terbit pada saat itu, yang bertujuan untuk publikasi organisasi itu sendiri. Pada tahun 1986 baru terbit surat kabar Gema Nahdatul Wathan. Setelah Reformasi Tahun 1998 berjalan, surat kabar mulai banyak bermunculan di Lombok Timur, dikarenakan  untuk  membuat  izin mendirikan  surat  kabar  dipermudah  oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Surat kabar di Lombok Timur mengalami banyak kendala terutama permodalan, di samping karena kurangnya minat baca masyarakat Lombok Timur. Surat kabar di Lombok Timur sulit sekali bertahan lama, terutama surat kabar mingguan. Surat kabar yang masih eksis sampai tahun 2013 adalah surat kabar umum Corong Rakyat, Dewi Anjani, Duta Selaparang. Sedangkan surat kabar harian yang masih eksis hingga tahun 2013 adalah surat kabar Radar Lombok.Kata Kunci: Eksistensi, Perkembangan, Surat Kabar
Strategi Guru Dalam Pembelajaran Sejarah Kontroversial di Masa Pembelajaran Daring Sabily Farhan
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.22523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pembelajaran sejarah kontroversial di sekolah, untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan pembelajaran sejarah kontroversial di masa pembelajaran daring, untuk menganalisis strategi yang tepat dalam memberikan pembelajaran sejarah kontroversial secara daring. Hal ini penting untuk dibahas karena urgensi sejarah kontroversial bagi generasi muda agar dapat bepikir kritis dan kreatif dalam menyikapi suatu peristiwa sejarah ataupun kebijakan-kebijakan lain. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Studi pustaka dengan memanfaatkan berbagai macam sumber yang kemudian dianalisis untuk dijadikan sebagai hasil penelitian ini. Setelah dilakukan analisis, ditemukan beberapa hasil pembahasan yaitu Sejarah kontroversial sendiri memiliki banyak kelebihan apabila dipelajari dengan baik dalam kelas seperti akan meningkatkan pola pikir kritis, serta kreatif dan mampu meningkatkan rasa toleransi bagi para pembelajarnya, Guru berperan penting dalam menyampaikan pembelajaran sejarah kontroversial ini sehingga ada sikap dan prinsip yang dipegang guru dalam mengajarkan sejarah kontroversial ini. Pada masa pandemi, pembelajaran diharuskan beralih ke sistem daring yang menyulitkan para guru untuk mengajarkan materi kepada peserta didiknya. Berbagai macam kendala menghampiri guru selama pembelajaran daring. Maka dari itu, diperlukan beberapa strategi baru untuk mengatasi hal ini yaitu metode debat dan juga metode investigasi dan diskusi kelompok secara daring melalui fitur video conference. Diharapkan dengan metode metode tersebut dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran sejarah kontroversial ini di kala pembelajaran daring.
Modernisasi Perikanan Pada Komunitas Bajo di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi (1972-2018) Salsha Dwi Septiani
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.20175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bagaimana gambaran umum sistem perikanan pada Komunitas Bajo di Kecamatan Wangi-Wangi sebelum modernisasi, Bagaimana proses modernisasi perikanan pada Komunitas Bajo di Kecamatan Wangi-Wangi, serta dampak modernisasi perikanan terhadap Komunitas Bajo di Kecamatan Wangi-Wangi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Bajo yang mendiami Kecamatan Wangi-Wangi saat ini telah terkena dampak modernisasi sejak tahun 1972. Dimulai dari penggunaan alat tangkap yang bersifat tradisional menjadi alat tangkap yang modern, penggunaan alat transportasi tradisional untuk menunjang aktivitas melaut nelayan telah beralih menjadi alat transportasi yang lebih modern, hingga penjualan hasil tangkapan yang awalnya dijual sendiri oleh nelayan ke pasar, sekarang telah banyak nelayan yang menggunakan jasa papalele untuk memasarkan hasil tangkapannya.Kata Kunci: Modernisasi, Perikanan, Komunitas Bajo
Pengembangan Kecerdasan Spiritual pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Is-lam dengan Konsep Modernisasi Pendidikan Menurut Fazlur Rahman Alifani Izuddin Habiburrakhman
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.22831

Abstract

Dewasa ini anggapan berlebihan mengenai pentingnya IQ atau Intelligence Quotient marak di ke- hidupan masyarakat sekitar kita. Padahal sejatinya IQ tidak dapat berdiri sendiri, melainkan memer- lukan kecerdasan yang lain seperti EQ atau Emotional Quotient dan SQ atau Spiritual Quotient. Bahkan muara dari ketiga kecerdasan itu berakhir di dalam aspek spiritual atau Spiritual Quotient. Dampaknya, peserta didik akan memaknai pendidikan agama Islam sebagai mata pelajaran yang berhenti pada aspek ritual saja, tanpa memaknai dan menghayati nilai-nilai yang terkandung di da- lamnya. Mereka kemudian akan cenderung kaku, pasif dan stagnan serta jauh dari tujuan manusia sebagai khalifatullah dan insan kamil. Fazlur Rahman sebagai tokoh neo-modernis pemikiran Islam, memberikan solusi dengan gagasannya tentang kondisi pendidikan Islam yang ideal. Kondisi Pen- didikan yang ideal ini akan membantu pendidik dan peserta didik untuk mencapai kecerdasan spir- itual yang tinggi. Gagasan pendidikan Islam yang ideal dan akan mengangkat kecerdasan spiritual yang tinggi memiliki empat aspek yang perlu diperhatikan yakni Al-Qur’an, sistem pendidikan, pen- didik, dan peserta didik. Apabila keempat aspek tersebut dapat diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik, maka akan tercipta generasi khalifah fil ‘ardl dan terbentuk manusia yang insan kamil. Kata Kunci : Kecerdasan Spiritual, Pendidikan Agama Islam, Fazlur Rahman, Pemikiran Islam Modern                                                  AbstractThe tremendous hype of the urgency of Intelligence Quotient (IQ) is spread widely nowadays. But, ideally Intelligence Quotient couldn’t standalone, but it needs another part such as Emotional Quotient (EQ) and Spiritual Quotient (SQ). Additionally, in the end Spiritual Quotient is a main part and essential part of this Quotient. The tremendous hype affects the student’s personality as they couldn’t understand the purpose of Islamic Education and its values. It stops on ritual aspect, as they couldn’t understand and feel how superbly calm Islamic studies values. They become numb, passive, stagnant, and also faraway from the purpose of human being as God’s representative as a leader on the earth and as a kind human. Fazlur Rahman as an Islamic neo-modernism figure gave some solutions with his thought about the ideal condition of Islamic Education should be. This ideal condition would help teacher and students to achieve and fulfill they potential throughout high Spiritual Quotient. The ideal concept proposed by Fazlur Rahman has four aspects that need special attention, there are Qur’an, education system, teacher, and student. If these aspects were well-prepared and well-implemented it would fulfill high quality human with good Spiritual Quotient aspect as well as they do their job as a God’s representative leader on the earth.
PERAN KOMUNITAS KABASARAN DALAM MENJAGA IDENTITAS MINAHASA DI TONDANO Elias Paulus Rivaldo Lala
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.22746

Abstract

Abstrak - Identitas dapat diartikan sebagai tanda pengenal baik yang bersifat individual atau kelompok, sejalan dengan itu, Minahasa Memiliki identitas yang membedakan Minahasa dengan suku-suku lainya, salah satu unsur yang menjadi ciri khas Minahasa adalah Tarian Kabasaran yag juga merupakan salah satu faktor pembentuk identitas Minahasa. Tarian ini memiliki makna-makna tersirat yang merupakan simbol pola pikir, hubungan manusia dengan alam sekitar, tata karma dan mencerminkan perilaku hidup orang Minahasa seperti melakukan sesuatu secara bersama-sama, dan menyimbolkan keberanian orang Minahasa. Perkembangan zaman dan teknologi yang terus berkembang mengakibatkan peradaban manusia semakin berubah terutama dalam aspek sosial dan budaya, termasuk Tarian Kabasaran. Karena hal ini, muncul berbagai upaya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah, salah satunya adalah dengan adanya Komunitas Tari Kabasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis  upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan komunitas untuk mempertahankan tarian Kabasaran sebagai salah satu identitas Minahasa, dan respon dari masyarakat terkait adanya komunitas ini. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Kualitatif, dengan  1 orang responden dari pemerintah, 1 komunitas sebagai perwakilan dari puluhan komunitas yang ada di Minahasa dan 30 masyarakat Minahasa. Dari hasil penelitian, tujuan didirikannya komunitas ini adalah utuk regenerasi, upaya yang dilakukan dari Komunitas adalah dengan terus menari dan memperkenalkan tarian ini khalayak banyak, menggunakan aksesoris yang berhubungan dengan tarian kabasaran, dan latihan di tempat yang terbuka. Pandangan masyarakat terkait peran komunitas kabasaran dalam menjaga identitas minahasa 6,66% merasa cukup, 33,33% baik dan 60% berpendapat sangat baik.Kata Kunci: Identitas, Tarian Kabasaran, Minahasa, Komunitas
Biografi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Sri Mangkunegoro VII ( 1885-1944 ) Nanda Galuh Puspitasari
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.21199

Abstract

Abstract:  : The purpose of writing this article is to examine the life history of Mangkunegoro VII and his modern thoughts. This research uses descriptive-narrative writing method, that is, the writer describes logically and systematically in this research. Meanwhile, the research method used is a historical or historical writing method with a literature study approach. The historical method consists of four stages, namely, heuristics, verification, interpretation, and historiography.Since childhood, Mangkunegoro VII was familiar with Javanese culture and Western culture which made Mangkunegoro VII become a fairly critical figure. Mangkunegoro VII highly respected Eastern culture but also accepted Western culture. This became an interesting idea for Mangkunegoro VII in making policies during the reign of the Mangkunegaran Praja. This study discusses the Biography of Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Sri Mangkunegoro VII (1885-1944) from childhood until when his leadership succeeded in making Praja Mangkunegaran a prosperous and modern city.Mangkunegoro VII was not a pro against the Dutch and chose to stand in the middle, thinking about the welfare of his people but not confronting the Dutch. Keywords: Mangkunegoro VII, Mangkunegaran Praja, Policies, Curriculum Vitae Abstrak: Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji Riwayat hidup Mangkunegoro VII serta pemikirannua yang bersifat modern. Penelitian ini menggunakan metode penulisan deskriptif-naratif yaitu, penulis mendeskripsikan secara logis dan sistematis dalam penelitian ini . Sedangkan, metode penelitian yang digunakan adalah metode penulisan sejarah atau historis dengan pendekatan studi kepustakaan. Metode historis terdiri dari empat tahapan yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.Sejak kecil Mangkunegoro VII sudah akrab dengan budaya Jawa dan budaya Barat yang membentuk Mangkunegoro VII menjadi sosok yang cukup kritis. Mangkunegoro VII sangat menghargai budaya Timur namun juga menerima budaya barat. Hal ini yang menjadi gagasan menarik untuk Mangkunegoro VII dalam membuat kebijakan-kebijakan selama memerintah Praja Mangkunegaran. Dalam penelitian ini membahas mengenai Biografi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Sri Mangkunegoro VII (1885-1944) sedari kecil sampai dimana ketika masa kepemimpinannya berhasil menjadikan Praja Mangkunegaran sebagai kota yang sejahtera dan modern.Mangkunegoro VII bukan merupakan seorang yang pro terhadap Belanda dan memilih berdiri di tengah, memikirkan kesejahteraan rakyatnya namun tidak berkonfrontasi terhadap pihak Belanda. Kata kunci: Mangkunegoro VII, Praja Mangkunegaran, Kebijakan, Riwayat Hidup
Dinamika Sekretariat Bersama Golongan Karya (1965-1971) Damar Erlangga; Abrar Abrar; Nurzengky Ibrahim
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.21212

Abstract

Sejarah pemerintahan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan partai politik di setiap masanya. Pasca kemerdekaan muncul banyak partai politik yang berupaya mewakili kepentingan kelompoknya. Salah satu partai politik yang berkembang dengan cepat adalah Sekber Golkar. Sekber Golkar menjadi partai politik yang berkembang dengan cepat terutama setelah Soeharto menggunakannya sebagai alat politik kekuasaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan adanya faktor penting dari berpengaruhnya Golkar masa Orde Baru, yaitu dinamika internal di dalam tubuh Sekber Golkar. Dalam penelitian ini membahas adanya sejarah munculnya Sekber Golkar yang berasal dari ide kalangan Angkatan Darat, perseteruan Angkatan Darat dengan PKI, nilai penting Sekber Golkar, peran Soeharto dalam Sekber Golkar, perkembangan Sekber Golkar masa transisi kekuasaan, integrasi internal Sekber Golkar, dan partisipasi Sekber Golkar dalam politik. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian historis analisis dengan menggunakan teori situasi historik untuk membantu penyusunan kerangka analisis tentang penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peranan penting kelompok sipil dalam kesuksesan Golkar di masa Orde Baru, tidak hanya menunjukan kesuksesan kelompok militer. Sekber Golkar sebagai organisasi baru yang baru dibentuk menjadi faktor penting lain mengapa pada akhir Soeharto dapat mempengaruhi dan berkuasa di Sekber Golkar hingga berakhirnya kekuasaan yang ia miliki pada tahun 1998. AbtractThe history of the Indonesian government cannot be separated from the history of the development of political parties in each period. After independence, there were many political parties that tried to represent the interests of their groups. One of the rapidly growing political parties is the Golkar Secretary. Sekber Golkar became a political party that developed rapidly, especially after Suharto used it as a political tool for his power. This study aims to reveal the existence of an important factor in the influence of Golkar during the New Order era, namely the internal dynamics within the Golkar Secretariat. This study discusses the history of the emergence of the Golkar Secretariat originating from the ideas of the Army, the Army's feud with the PKI, the importance of the Golkar Secretariat, Suharto's role in the Golkar Secretariat, the development of the Golkar Secretariat during the transition of power, the internal integration of the Golkar Secretariat, and the participation of the Golkar Secretary. in politics. The method used is historical research method analysis using historical situation theory to assist in the preparation of an analytical framework for this research. The results of this study indicate that there is an important role for civilian groups in the success of Golkar during the New Order, not only showing the success of military groups. The Golkar Secretariat as a newly formed organization became another important factor in why Suharto was able to influence and rule at the Golkar Secretariat until the end of his power in 1998. Keywords : Golkar Secretary, Politics, New Order
Konstruksi Sosial dalam Tradisi Bebubus di Kelurahan Gelanggang Lombok Timur Nusa Tenggara Barat: Suatu Kajian Sejarah Budaya Muhammad Amin; Abdul Rasyad; Muhammad Shulhan Hadi; Lalu Murdi; Muchamad Triyanto
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.22409

Abstract

Tradisi bebubus atau bubus adalah salah satu bentuk pengobatan tradisional yang tumbuh sejak zaman penjajahan Belanda yang masuk di Pulau Lombok lewat Ampenan. Pada saat itu juga kerajaan Bali sedang mengalami keruntuhan akibat datangnya Belanda di Pulau Lombok, sehingga masyarakat Desa Gelanggang diam-diam melakukan pengobatan tradisonal berupa bebubus untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bebubus merupakan tradisi suku Sasak yang sudah mengakar kuat dalam kehidupann sosial budaya masyarakat Lombok. Pelaksanaan pengobatan bebubus sebagai pengobatan tradisional yang dilakukan masyarakat Kelurahan Gelanggang sejak zaman penjajahan Belanda yang masuk di Pulau Lombok melalui Ampenan. Pada saat itu juga Kerajaan Bali runtuh dengan datangnya Belanda di Pulau Lombok. Masyarakat Gelanggang diam-diam melakukan pengobatan bebubus untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tradisi bebubus ini juga merupakan peninggalan orang-orang terdahulu yang diwariskan secara turun-temurun. Kata Kunci: Tradisi, Bebubus, Pengobatan Tradisional.                                        AbstractThe tradition of bebubus or bubus is a form of traditional medicine that has grown since the Dutch colonial era, which entered the island of Lombok through Ampenan. At that time the kingdom of Bali was also experiencing a collapse due to the arrival of the Dutch on the island of Lombok, so the people of Gelanggang Village secretly carried out traditional medicine in the form of bebubus to cure sick people. This research uses the historical method. The results of the study indicate that the bebubus tradition is a Sasak tribe tradition that is deeply rooted in the socio-cultural life of the Lombok people. The implementation of bebubus treatment as a traditional medicine has been carried out by the people of the Gelanggang Village since the Dutch colonial era who entered the island of Lombok through Ampenan. At that time the Kingdom of Bali collapsed with the arrival of the Dutch on the island of Lombok. The community of Gelanggang secretly performs bebubus treatment to cure sick people. This bebubus tradition is also a relic of the previous people passed down from generation to generation.Keywords: Development; Newspaper
Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah dengan Menggunakan Metode Problem Solving pada Siswa Kelas VII. 1 SMP Negeri 33 Makassar Amirullah Amirullah; Muh Rasyid Ridha; Patahuddin Patahuddin
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.21123

Abstract

Metode yang konvensional seperti menjelaskan materi secara abstrak, hafalan materi dan ceramah dengan komunikasi satu arah, yang aktif masih didominasi oleh pengajar, sedangkan siswa biasanya hanya memfokuskan penglihatan dan pendengaran. Kondisi pembelajaran seperti inilah yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran yang dilakukan kurang efektif. Disini guru dituntut untuk pandai menciptakan suasana pembelajaran berbasis masalah yang mampu menggali pola pikir siswa sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dalam mengikuti kegiatan belajar.Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar   sejarah   dengan menggunakan metode problem solving di SMP Negeri 33 Makassar? (b) Bagaimana peningkatan hasil belajar   Sejarah   yang terjadi pada siswa setelah pembelajaran dilaksanakan dengan metode problem solving?. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan hasil belajar   Sejarah   setelah diterapkannya metode problem solving. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setian putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalh siswa kelas VII.1 SMP Negeri 33 Makassar. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (59,00), siklus II (81,42%), siklus III (85,40%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode Problem Solving dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar   Sejarah   Siswa SMP Negeri 33 Makassar, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran   Sejarah  .Kata Kunci:   Sejarah  , Metode Problem Solving  AbstractConventional methods such as abstractly describing materials, memorizing materials and lectures with one-way communication, are actively still dominated by teachers, whereas students usually focus only on vision and hearing. It is these learning conditions that result in students being less active and learning less effective. Here teachers are required to be good at creating a problem-based learning atmosphere that is able to explore the mindset of students so that students can be actively involved in participating in learning activities. The problems to be examined in this study are: (a) How to improve the results of   sejarah   learning by using problem solving method in SMP SMP Negeri 33 MakassarRegency? (b) How does the improvement of   sejarah   learning outcomes occur in students after learning is implemented by problem solving method?. The purpose of this study is: (a) Want to know the improvement of sejarah   learning results after the implementation of problem solving method. This study uses action research as many as three rounds. Setian round consists of four stages, namely: design, activities and observations, reflections, and reflections. The target of this study was a grade VII.1 student at SMP Negeri 33 Makassar. The data obtained in the form of formative test results, observation sheets of teaching and learning activities.From the results of the analysts obtained that students' learning outcomes improved from cycle I to cycle III, namely, cycle I (59.00), cycle II (81.42%), cycle III (85.40%). The conclusion of this study is that problem solving method can have a positive effect on the learning outcomes of   sejarah   Students of SMP Negeri 33 Makassar, and this learning method can be used as an alternative to  sejarah   learning.Keywords:   sejarah  , Problem Solving Method

Page 1 of 1 | Total Record : 9