cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tomalebbi
ISSN : 23556439     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Memuat Tulisan yang Menyangkut Pemikiran atau Gagasan Hasil Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
IDDAH DAN IHDAD WANITA KARIER DALAM PERSPEKTIF SYARIAT ISLAM Andi Herawati; Mukhlis Mukhtar
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Islamic law stipulates the iddah period for a woman whose husband divorced her for three menstrual periods, while the iddah period for a woman whose husband died for four months and ten days. During the iddah (waiting period), women must perform ihdad, which means limiting themselves in activities outside the home, making up or preening. The rules of Islamic law must be obeyed and implemented by women who have been divorced or abandoned by their husbands. This regulation will be a big problem when faced with women who have to work to provide for themselves, their children and their families. Conditions or circumstances like this are categorized by the scholars as an emergency, there is an urgent need (urgent need), or there is a syar'i excuse (a condition that cannot be avoided so that Islamic law cannot be implemented), so they allow women, especially career women, to do activities outside the home. and preening that is not excessive.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENERAPAN TILANG ELEKTRONIK (Studi Dalam Wilayah Kota Makassar) Afrisa Cutrima Ayu Hartina; Lukman Ilham; Firman Muin
Jurnal Tomalebbi Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 September 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article describes the Public Perceptions of the Application of Electronic Traffic (A Study in the Makassar City Area). Data collection techniques by conducting observations, interviews, and documentation. The data obtained from this study, then processed using qualitative analysis to determine the effect of community perceptions and factors inhibiting the application of e-ticketing in Makassar City. The research target is Makassar City community as road users. The results showed that; 1) Public perception of the application of electronic tickets in Makassar City has not yet fully agreed. Some people think that electronic tickets are only a discourse of the government. 2) There are several inhibiting factors for the application of electronic tickets in Makassar City; a) Inadequate road sections, b) lack of supervision from the police officer, c) vehicle density, d) working hours for officers in charge of monitoring CCTV, e) lack of government socialization and the Makassar City police, f) procedures for resolving violations that long and not understood by the people of Makassar City. 3) efforts that must be made by the government in overcoming obstacles that occur in the application of electronic tickets in Makassar City, namely; a) increasing the number of CCTV installations in Makassar City, b) inserting illegal vehicles, c) expanding socialization about electronic tickets, 4) reducing the cost of changing the name of the vehicle, and others.
PENGEMBANGAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI TATA TERTIB DAN PEMBELAJARAN PPKN DI SMP NEGERI 1 BONTONOMPO SELATAN Rifdan Rifdan; Manan Sailan; Adnan Mawangi
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Based on the problem described above, the formulation of the problem in this study is: How is the application of discipline in shaping the discipline character of students at SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. South Bontonompo, Gowa, How is the development of student discipline character building through Civics learning at SMP Negeri 1 South Bontonompo, Kec. South Bontonompo, Gowa, What are the obstacles faced by PPKn teachers in forming students' disciplined character through discipline. The aim of the study is to find out how the formulation of rules and the application of discipline in shaping the character of students' discipline in SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. South Bontonompo, Gowa. To determine the formation of disciplined character through Civics learning at SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. South Bontonompo, Gowa. to find out the obstacles faced in forming the character of student discipline through discipline and PPKn, To find out solutions to overcome the obstacles faced in shaping the character of student discipline through discipline and PPKn at SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. South Bontonompo, Gowa approach used in this study is a qualitative approach aimed at understanding social phenomena by analyzing the overall picture and emphasis on the development narrative of the phenomenon under study. form the character of disciplined students so that they can be carried out in the school environment. This can be seen from the habits that are carried out every day in schools that are so strict in implementing school rules. During the learning process the teacher calls for showing discipline without giving a written explanation about discipline in shaping the character of students. The formation of the character of discipline through PPKn as an inseparable unit in this case has a role in shaping the character of students for the better. The development of the world of education is currently at a point of concern and attracts students as the nation's next generation. so that character education is very important to do early on. Character formation from an early age through school rules is a very important form to help students control their behavior. Through civic education learning, teachers must be able to develop and shape the character of students. In the application of discipline at SMP Negeri 1 Bontonompo Selata, it can be seen that there are rules to shape the character of student discipline so that it can be carried out in the school environment. The culture of discipline is formed because of obeying every rule that has been applied. Character education cannot be separated from PPKn which has a role in shaping students.Keywords: Character Development; Student Discipline; Ppkn Learning Abstrak:  Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan tata tertib dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. Bontonompo Selatan, Gowa,Bagaimana pengembangan pembentukan karakter disiplin siswa melalui pembelajaran PPKn di SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. Bontonompo Selatan, Gowa ,Apa kendala yang dihadapi guru PPKn dalam pembentukan karakter disiplin siswa melalui tata tertib Tujuan penelitian Untuk mengetahui bagaimana perumusan tata tertib dan penerapan tata tertib dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. Bontonompo Selatan, Gowa. Untuk mengetahui pembentukan karakter disiplin siswa melalui pembelajaran PPKn di SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. Bontonompo Selatan, Gowa. untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pembentukan karakter disiplin siswa melalui tata tertib dan PPKn, Untuk mengetahui Solusi Untuk Mengatasi Kendala Yang dihadapi dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa melalui tata tertib dan PPKn di SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, Kec. Bontonompo Selatan, Gowa Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dengan menganalisi gambaran menyeluruh dan menekankan pada pembangunan naratif atas fenomena yang diteliti.Pada penerapan kedisiplinan di SMP Negeri 1 Bontonompo Selata dapat dilihat adanya tata tertib untuk membentuk karakter disiplin siswa agar dapat di jalankan di lingkungan sekolah. hal ini dilihat dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari disekolah yang begitu ketat dalam menerapkan tata tertib sekolah. Selama proses pembelajaran guru menyerukan untuk menunjukkan sikap disiplin tanpa memberikan penjelasan secara tertulis tentnag kedisiplinan dalam membentuk karakter siswa. Pemebntukan karakter disiplin melalui PPKn sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam hal ini memliki peran dalam membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik. Perkembangan dunia pendidikan saat ini berada pada titik yang memprihatinkan dan mengkhawatirkan terhadap peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. sehingga Pendidikan karakter sangat penting untuk dilakuan sejak dini.Pembentukan karakter sejak dini melalui tata tertib sekolah merupakan bentuk yang sangat penting guna membantu peserta didik dalam mengendalikan perilakunya. melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan, guru harus mampu mengembangkan dan membentuk karakter peserta didik. Pada penerapan kedisiplinan di SMP Negeri 1 Bontonompo Selata dapat dilihat adanya tata tertib untuk membentuk karakter disiplin siswa agar dapat di jalankan di lingkungan sekolah. Budaya disiplin terbentuk karena menaat setiap peraturan yang sudah diterapkan Pendidikan karakter tidak terlepas dari PPKn yang memiliki peran dalam membentuk karakter peserta didik. Kata Kunci: Pengembangan Karakter; Disiplin Siswa; Pembelajaran PPkn
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA BIMA SEBAGAI DAERAH TRANSIT WISATA ALTERNATIF Imam Suyitno; Herman Herman; Nur Hawima
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the regulation of the city of Bima in the development of tourism in the city of Bima. (2) The role of the city government of Bima in providing tourism facilities and infrastructure for the City of Bima. This research is a qualitative descriptive study. The types and sources of data used in this study are primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation. The focus of this research is related to the important role of the Bima City government through planning, regulation and budgeting in an effort to increase the tourism potential of the city of Bima. Thus, it is clear that the aspects that will be examined in this research are roles, regulations, and implementation.The results of the study show that (1) the regulations issued by the Bima City Government in the development of tourism in the City of Bima, namely the Regional Regulation in the City of Bima Number 9 of 2011 concerning Business Service Retribution which was later changed to the Regional Regulation of the City of Bima Number 2 of 2020 concerning Business Service Retribution for the interest of retribution for tourist attractions in the City of Bima, and Regional Regulation Number 6 of 2015 concerning Tourism for the development of tourist sites in the City of Bima. As well as utilizing other Regional Apparatus Organizations in the Bima City area to assist the development of tourism in Bima City such as Agriculture, Fisheries, Settlement and others. (2) The role of the Bima City Government in providing facilities and infrastructure in Bima City is by providing several facilities and infrastructure in two leading tourist destinations in Bima City, namely Lawata Beach and Kolo Beach such as water baths, banana boats, rolling donuts, tourist boats, and swimming pools. , canoes, prayer rooms, toilets and selling stalls to improve the economy of the community around the tourist beach. As well as regulating the tariff for the use of infrastructure facilities for tourists in the Bima City Regional Regulation Number 2 of 2020 concerning the Change of Faith in the Bima City Regional Regulation Number 9 of 2011 concerning Business Service Retribution in supporting the provision and maintenance of facilities and infrastructure.           Keywords: Government Role, Regulation and Implementation, Tourism Development Abstrak, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) regulasi pemerintah Kota bima dalam pengembangan pariwisata di Kota Bima. (2) Peran pemerintah Kota bima dalam menyediakan sarana dan prasarana wisata Kota bima. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah berkitan dengan peran penting pemerintah Kota Bima melalui perencanaan, regulasi dan anggaran dalam upaya meningkatkan potensi pariwiata Kota Bima. Dngan demikian, jelas bahwa aspek yang Akan diteliti dalam penelitian ini adalah peranan, regulasi, dan penyelenggaraan.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Kota Bima dalam pengembangan pariwisata di Kota Bima yakni Peraturan Daerah di Kota Bima Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha yang kemudian diubah menjadi Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 2 Tahun 2020 tentang Retribusi Jasa Usaha untuk kepentingan retribsui tempat wisata di Kota Bima, dan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan untuk pengembangan lokasi tempat wisata di Kota Bima. Serta memanfaatkan Organisasi Perangkat Daerah lainnya di wilayah Kota Bima dalam membantu pengembangan pariwisata di Kota Bima seperti Pertanian, Perikanan, Pemukiman dan lain-lain. (2) Peran Pemerintah Kota Bima dalam menyediakan sarana dan prasarana di Kota Bima yaitu dengan menyediakan beberapa sarana dan prasarana di dua destianasi wisata unggulan Kota Bima yaitu Pantai Lawata dan Pantai Kolo seperti Pemandian air, banana boat, roling donat, kapal wisata, kolam renang, kano, mushollah, toilet serta lapak-lapak jualan untuk peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar pantai wisata. Serta mengatur mengenai tarif penggunaan sarana prasaran bagi wisatawan pada Peraturan Daerah Kota Bima Nomor2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketia Atas Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retrubusi Jasa Usaha dalam menunjang penyediaa dan perawatan sarana dan prasarana. Kata Kunci: Peran Pemerintah, Regulasi dan Penyelenggaraan, Pengembangan pariwisata
PERAN GURU PPKn DALAM MENGATASI KRISIS MORAL MELALUI NILAI-NILAI PANCASILA PADA SIISWA SMA NEGERI 12 GOWA Andi Kasmawati; Rifdan Rifdan; Yusrianti Yusrianti
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine.(1) the implementation of teacher learning in overcoming the moral crisis through the values of Pancasila in SMA Negeri 12 Gowa students. (2) whether in the learning process the teacher provides motivation as a form of overcoming the moral crisis. (3) how the efforts of Civics teachers to provide special guidance in overcoming the moral crisis. This research is a qualitative descriptive study. The types and sources of data used in this study are primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation. Law number 14 of 2005 concerning teachers and lecturers states that teachers are professional educators with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in early childhood education through formal education, basic education and secondary education. The results of the study show that 1) the implementation of teacher learning in overcoming the moral crisis through the values of Pancasila in SMA Negeri 12 Gowa students starting from the pre-learning stage, learning core and after learning has given a good impact by doing a habit that can change students' mindsets Because of the existence of a habit, the students' morals will gradually be formed, the habituation given is in the form of spiritual showers such as advice, direction and guidance carried out by PPKn teachers from the beginning of learning to the final stages of learning. 2) the form of motivation given by the teacher in the learning process as a form of overcoming a moral crisis is quite good by using media in the form of showing videos that can attract students' attention so that students feel empathy indirectly, students introspect themselves on all the treatment they are doing now so far, in addition to The teacher also tries to be an example and gives a firm warning regarding romance. this can be a reference to form good morals. 3) the teacher's efforts in overcoming the moral crisis by conducting a personal guidance carried out by the Civics teacher by approaching the students concerned and communicating and collaborating with parents.Key words : The role of PPKn teachers in overcoming the moral crisis Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pelaksanaan pembelajaran guru dalam mengatasi krisis moral melalui nilai-nilai pancasila pada siswa SMA Negeri 12 Gowa. (2) Apakah dalam proses pembelajaran guru memberikan motivasi sebagai bentuk mengatasi krisis moral. (3) Bagaimana upaya guru PPKn memberikan bimbingan khusus dalam mengatasi krisis moral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder.Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran guru dalam mengatasi krisis moral melalui nilai-nilai pancasila pada siswa SMA Negeri 12 Gowa mulai dari tahap pra pembelajaran, inti pembelajaran dan usai pembelajaran telah memberikan suatu dampak yang baik dengan melakukan suatu pembiasaan yang dapat mengubah pola pikir siswa, karena adanya suatu kebiasaan lambat laun moral siswa akan terbentuk, pembiasaan yang diberikan berupa bentuk siraman rohani seperti nasihat, arahan dan bimbingan yang dilakukan oleh guru PPKn mulai dari awal pembelajaran sampai pada tahap akhir pembelajaran.(2) bentuk motivasi yang diberikan guru dalam proses pembelajaran sebagai bentuk mengatasi krisis moral cukup bagus dengan menggunakan media berupa menampilkan video yang dapat menarik perhatian siswa agar siswa merasa empati secara tidak langsung siswa intropeksi diri terhadap segala perlakukan yang mereka lakukan selama ini, selain itu guru juga berusaha menjadi teladan dan memberikan peringatan tegas terkait dengan hal asmara. Hal ini bisa menjadi acuan untuk membentuk moral yang baik.(3) upaya guru dalam mengatasi krisis moral dengan melakukan suatu bimbingan pribadi yang dilakukan oleh guru PPKn dengan melakukan pendekatan dengan siswa yang bersangkutan dan melakukan komunikasi dan kerjasama dengan orang tua. Adapun bentuk bimbingan yang lebih tegas diserahkan kepada guru BK.Kata Kunci: Peran Guru PPKn dalam Mengatasi Krisis Moral.
ANALISIS KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KELURAHAN PALANRO KECAMATAN MALLUSETASI KABUPATEN BARRU Firman Umar; Andi Kasmawati; Maharani Maharani
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims: 1) To find out the legal awareness of taxpayers in paying Land and Building Tax in Palanro Village, Mallusetasi District, Barru Regency (2) To find out the factors inhibiting public awareness of taxpayers in paying Land and Building Tax in Palanro Village, Mallusetasi District, Barru Regency. . The type of research used in this research is descriptive qualitative with a qualitative approach. Data collection techniques used are: observation, interviews, and documentation. The data obtained from the results of this study were then processed using descriptive qualitative data analysis. Based on the results of the study, it was concluded that: (1) The legal awareness of the people who are obliged to pay land and building taxes is classified as moderate. (2) Factors influencing public awareness in paying Land and Building Tax, namely: Income from Land and Building Taxes, Obligation of Mandatory Land and Building Taxes, Presence of Land and Building Taxpayers Domiciled Elsewhere, lazy queues, lack of information and socialization carried out by the government to PBB mandatory, Absence of sanctions firm for UN arrears, and the inactivity of the UN collecting apparatus.Keywords: Public Awareness, Land and Building Tax.Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui kesadaran hukum masyarakat wajib Pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru (2) Untuk mengetahui faktor penghambat kesadaran masyarakat wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang di peroleh dari hasil penelitian ini kemudian diolah dengan menggunakan analisis data secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Kesadaran Hukum masyarakat Wajib PBB dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan tergolong sedang. (2) Faktor penghambat kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan yaitu: Penghasilan Wajib PBB, Kesibukan Wajib PBB, Keberadaan Wajib PBB Yang Berdomisili Di Tempat Lain, malas antri, kurangnya informasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada wajib PBB, Ketiadaan sanksi yang tegas bagi penunggak PBB, dan kurang aktifnya aparat pemungut PBB.Kata Kunci : Kesadaran Masyarakat, Pajak Bumi dan Bangunan.
STRATEGI PEMBELAJARAN PPKN PADA MASA PANDEMI COVID-19 ( STUDI KASUS KELAS VII SMPN 43 MAKASSAR) Mustari Mustari; Andi Aco Agus; Arwin Bakri Abu Bakar
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to: 1) To find out Civics learning strategies during the Covid-19 Pandemic in Class VII SMPN 43 Makassar 2) To find out the implementation of Civics learning strategies during the Covid-19 Pandemic in Class VII SMPN 43 Makassar. To find out the advantages and disadvantages of PPKn learning strategies during the Covid-19 Pandemic in Class VII SMPN 43 Makassar. The research method used is qualitative research with a qualitative descriptive type of research by conducting a case study to find out how the PPKn learning strategy is during the covid-19 pandemic. The conclusions of this study include: 1) In the implementation of this project learning starts from the preparation, implementation, and evaluation stages. In the first stage, namely planning, the teacher prepares a lesson plan in the classroom designed by the teacher before carrying out learning activities, then in the second stage, namely implementation, the implementation of the citizenship project through 6 stages. Furthermore, in the last stage, namely evaluation 2) The advantages of the civics project in Civics subjects are, (a) the teacher as a facilitator, (b) involving all students to participate, (c) increasing competence, (d) the project model is very interesting for students , (e) the availability of facilities and infrastructure, (f) encouraging cooperation and communication, (g) increasing the involvement and motivation of students. The shortcomings faced in the citizenship project in Civics subjects include (a) time, (b) lack of learning resources and media, (c) the character of students.Keywords: Learning Strategy, Project Learning, PPkn Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui strategi pembelajaran PPKn di Masa Pandemi Covid-19 di Kelas VII SMPN 43 Makassar 2) Untuk mengetahui pelaksanaan strategi pembelajaran PPKn di Masa Pandemi Covid-19 di Kelas VII SMPN 43 Makassar. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan strategi pembelajaran PPKn di Masa Pandemi Covid-19 di Kelas VII SMPN 43 Makassar. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan study kasus untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran PPKn pada masa pandemic covid-19. Kesmpulan dari penelitian ini antara lain: 1) Dalam pelaksanaan pembelajaran proyek ini dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pertama yaitu perencanaan, guru menyiapkan rencana kegiatan pembelajaran di kelas yang dirancang guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran kemudian pada tahap kedua yaitu pelaksanaan, pelaksanaan proyek kewarganegaraan melalui 6 tahapan. Selanjutnya pada tahap terakhir yaitu evaluasi 2) Kelebihan proyek kewarganegaraan dalam mata pelajaran PPKn yaitu, (a) guru sebegai fasilitator, (b) melibatkan semua peserta didik untuk berpartisipasi, (c) meningkatkan kompetensi, (d) model proyek sangat menarik bagi peserta didik, (e) tersedianya sarana dan prasarana, (f) mendorong adanya kerjasama dan komunikasi, (g) meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta didik. Adapun kekurangan yang dihadapi dalam proyek kewarganegaraan dalam mata pelajaran PPKn antara lain yaitu, (a) waktu, (b) kurangnya sumber dan media belajar, (c) karakter peserta didik. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Proyek, PPkn 
Peran Guru PPKn Dalam Membentuk Karakter Siswa Di SMA Negeri 2 Jeneponto Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto Andi Nur Alvika; Imam Suyitno; Muh. Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andi Nur Alvika, 2022. The Role of Civics Teachers in Shaping Students' Character at SMA Negeri 2 Jeneponto, Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto. Thesis, Department of Civics and Legal Studies, Faculty of Social Sciences and Law, Makassar State University, supervised by Imam Suyitno M. Si and Dr. Moh. Sudirman, S.Ag., M.PdThis study aims to: (1) determine the role of PPKn teachers in shaping the character of students at SMA Negeri 2 Jeneponto, Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto. (2) factors that play a role in shaping the character of students at SMA Negeri 2 Jeneponto, Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto. The type of research used in this study is a type of qualitative research with a descriptive approach aimed at understanding phenomena regarding the independent character of students. This research method is a type of qualitative research with data sources obtained from schools and informants consisting of PPKn teachers and students of SMA Negeri 2 Jeneponto. Data collection procedures used were observation, interviews and documentation. As well as data analysis techniques used include data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification.The results of this study indicate that: (1) The role of PPKn teachers in forming independent characters is not optimal, this is known from the results of research with several informants such as students who are bored during the learning process, giving assignments and monotonous material. In this case the teacher needs to develop more learning strategies used in order to achieve the formation of good independent character in students. (2). Factors that play a role in the formation of student character include: learning media factors, facilities and infrastructure factors, curriculum, infrastructure, teaching staff and school principals. Lack of self-awareness of students about the importance of independent character, this is influenced by several factors such as teachers who are less active in the learning process, the absence of sanctions given by PPKn teachers when students are noisy in class, monotonous learning process that causes students to be sleepy and less assertive teachers in reprimanding students who leave the class. From this, it results in many students who do not respect each other, lack of a sense of responsibility, students who lack discipline, students do not study independently when the teacher cannot fill the subject schedule and so on. Keywords: Teacher role and karacter Andi Nur Alvika, 2022. Peran Guru PPKn Dalam Membentuk Karakter Siswa Di SMA Negeri 2 Jeneponto Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto. Skripsi, Jurusan PPKn dan Ilmu Hukum, Fkultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar, dibimbing oleh Imam Suyitno M. Si dan Dr. Muh. Sudirman, S.Ag., M. PdPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peran guru PPKn dalam membentuk karakter siswa di SMA Negeri 2 Jeneponto Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto. (2) faktor yang berperan dalam membentuk karakter siswa di SMA Negeri 2 Jeneponto Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitin kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena mengenai karakter mandiri siswa. Metode penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan sumber data yang diperoleh dari sekolah maupun informan yang terdiri dari guru PPKn dan siswa SMA Negeri 2 Jeneponto. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta teknik analisis data yang digunakan antara lain reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran guru PPKn dalam membentuk karakter mandiri belum optimal, hal ini diketahui dari hasil penelitian dengan beberapa informan seperti siswa yang bosan saat proses pembelajaran, pemberian tugas dan materi yang monoton. Dalam hal ini guru perlu mengembangkan lagi strategi pembelajaran yang digunakan agar tercapainya pembentukan karakter mandiri yang baik pada siswa. (2). Faktor yang berperan dalam pembentukan karakter siswa antara lain: faktor media pembelajaran, faktor sarana dan prasarana, kurikulum, infrastruktur, tenaga pengajar dan kepala sekolah. Kurangnya kesadaran diri siswa tentang pentingnya karakter mandiri, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti guru yang kurang aktif dalam proses pembelajaran, tidak adanya sanksi yang diberikan oleh guru PPKn ketika siswa ribut didalam kelas, proses pembejalaran yang monoton sehingga mengakibatkan siswa mengantuk dan kurang tegasnya guru dalam menegur siswa yang keluar masuk kelas. Dari hal tersebut mengakibatkan banyaknya siswa yang tidak menghargai satu sama lain, kurangnya rasa tanggung jawab, siswa yang kurang disiplin, siswa tidak belajar mandiri ketika guru tidak dapat mengisi jadwal mata pelajaran dan lain sebagainya. Kata kunci: Peran guru dan karakter
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU PRAKERJA DI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN GOWA Bakhtiar Bakhtiar; Mustari Mustari; Eka Pratiwi Syam
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : This study aims to: (1) Determine the requirements and procedures for registration of the pre-employment card program in Parigi sub-district, Gowa district. (2) Knowing the supporting and inhibiting factors of the community to participate in the pre-employment card program in Parigi sub-district, Gowa district.(3) Knowing the government's efforts in helping the community to participate in the pre-employment card program.the following results: (1). In general, the requirements and procedures for registering the pre-employment card program in the Parigi sub-district, Gowa district, have been fulfilled by almost all registrants. (2). The factors that influence the community in participating in the pre-employment card program are generally divided into 2, namely supporting factors and inhibiting factors. The supporting factors themselves consist of daily needs, high incentives, and support from the government. Meanwhile, the inhibiting factor itself consists of low expertise in using devices or technology, and the poor system of the pre-employment card itself which sometimes makes it difficult for registrants to register. (3). There are several efforts made by the government in the Parigi sub-district, Gowa Regency in supporting the community to participate in programs held by the government such as the pre- employment card program, including by conducting socialization, and providing good services to people who need complete registration files.Keywords: Implementation, Program, and Pre-Employment CardAbstrak : Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui syarat dan prosedur pendaftaran program kartu prakerja di kecamatan parigi kanupaten gowa. (2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat masyarakat untuk ikut program kartu prakerja di kecamatan parigi kabupaten gowa. (3) Mengetahui upaya pemerintah dalam membantu masyarakat untuk ikut program kartu prakerja. hasil sebagai berikut: (1). Secara umum persyaratan dan prosedur dalam pendaftaran program kartu prakerja di kecamatan parigi kabupaten gowa sudah dipernuhi oleh hampir semua pendaftar, saat melakukan pendaftaran juga mereka sudah melakukannya sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. (2). Adapun faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam mengikuti program kartu prakerja secara umum dibagi menjadi 2 yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat faktor pendukung itu sendiri terdiri dari adanya kebutuhan sehari-hari, adanya insentif yang tinggi, serta adanya dukungan dari pemerintah. Sementara untuk faktor penghambat itu sendiri terdiri atas rendahnya keahlian dalam menggunakan perangkat atau tekhnologi, serta kurang baiknya sistem dari kartu prakerja itu sendiri yang terkadang membuat para pendaftar kesulitan dalam mendaftar. (3). Terdapat beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah di kecamatan parigi kabupaten gowa dalam mendukung masyarakatnya untuk mengikuti program yang diadakan oleh pemerintah seperti halnya program kartu prakerja ini diantaranya adalah dengan mengadakan sosialisasi, dan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat yang membutuhkan kelengkapan berkas pendaftaran.Kata Kunci: Implementasi, Program dan Kartu Prakerja
PERSEPSI MAHASISWA PRODI PPKN TENTANG KEBEBASAN BERPENDAPAT (Studi Mahasiswa Prodi PPKn Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar) Mustaring Mustaring; Andi Aco Agus; Muh. Nur Ikhsan
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT;This study aims to find out, (1) how is the knowledge of Civics Study Program students about freedom of expression. (2) The attitude of the students of the Civics Study Program is related to the implementation of freedom of expression. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, documentation and interviews. The data obtained from the research results were processed using qualitative analysis.The results of this study indicate that. (1) Knowledge of PPKn Study Program students about freedom of expression in this case the implementation of demonstration actions has not been maximized because some do not understand the regulations regarding the implementation of freedom of opinion and those who know it do not implement the regulations properly. (2) The attitude of the PPKn Study Program students regarding the implementation of freedom of expression in this case the implementation of demonstration actions is not in accordance with the regulations for implementing freedom of expression in public because its implementation still disturbs public order, such as road closures and tire burning.Keywords: Perception, Students, Freedom of OpinionABSTRAK;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Bagaimana pengetahuan mahasiswa/i Prodi PPKn tentang kebebasan berpendapat. (2) Sikap masahasiswa/i Prodi PPKn terkait dengan pelaksanaan kebebasan berpendapat. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Data yang diperolah dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa. (1) Pengetahuan mahasiswa/i Prodi PPKn tentang kebebasan berpendapat dalam hal ini pelaksanaan aksi demonstrasi belum maksimal karena ada yang tidak memahami peraturan tentang pelaksanaan kebebasan berpendapat dan yang mengetahuinya pun tidak melaksanakan pertauran tersebut dengan baik. (2) Sikap mahasiswa/i Prodi PPKn terkait dengan pelaksanaan kebebasan berpendapat dalam hal ini pelaksanaan aksi demonstrasi belum berkesesuaian dengan peraturan pelaksanaan kebebasan berpendapat dimuka umum karena pelaksanaannya masih mengganggu ketertiban umum seperti penutupan jalan dan pembakaran ban.Kata Kunci: Persepsi, Mahasiswa, Kebebasan Berpendapat