cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tomalebbi
ISSN : 23556439     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Memuat Tulisan yang Menyangkut Pemikiran atau Gagasan Hasil Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
STUDI TENTANG PELANGGARAN PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR OLEH SISWA DI SMP NEGERI 5 PALLANGGA Heri Tahir; Herman Herman; Selastri Labaso
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research Objectives: (1) to find out the causes of students in SMP Negeri 5 Pallangga riding motorbikes to school. (2) knowing the attitude of law enforcement officers, schools and parents of students towards the use of motorized vehicles to school. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data were obtained from interviews with 60 students using purposive sampling technique, homeroom representatives at each grade level, student teachers, principals at SMP Negeri 5 Pallangga, students' parents and the head of the Gowa Regency Satlantas Law Enforcement Unit. Checking the validity of the data with data source triangulation techniques. The data obtained from the research results were processed using descriptive research.The results show that: (1) The factors that cause students at SMP Negeri 5 Pallangga to bring vehicles to school are two factors, namely internal factors and external factors. The internal factor itself is the low legal awareness of motorized vehicle users by students at SMP Negeri 5 Pallangga. As for external factors, namely the encouragement of parents in the form of permission to drive a motor vehicle to school because of the busyness of parents. And there are no strict rules from the school regarding the prohibition of bringing vehicles to school. (2) The attitude of law enforcement officers, schools and parents of students towards the use of motorbikes to school by children is to use two actions, namely preventive and repressive. Preventive action taken by the police, schools and parents is to conduct socialization related to traffic violations in the form of the use of motorized vehicles by students who do not have a driver's license and convey or urge students to be careful when driving. This is also done by parents of students. However, the police did not conduct socialization at SMP Negeri 5 Pallangga. Repressive actions taken by officers in the form of ticketing are expected to have a deterrent effect on students and not commit further violations. However, the school and parents tend to be permissive.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui penyebab siswa di SMP Negeri 5 Pallangga mengendarai motor kesekolah. (2) mengetahui sikap yang dilakukan aparat hukum, pihak sekolah dan orangtua siswa terhadap penggunaan kendaraan bermotor kesekolah. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan 60 peserta didik dengan teknik purposive sampling, perwakilan wali kelas disetiap tingkatan kelas, guru Bidang Kesiswaan, Kepala Sekolah di SMP Negeri 5 Pallangga, Orangtua Siswa serta Kepala Unit Penegak Hukum Satuan Lalu Lintas Kabupaten Gowa. Pengecekan keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber data. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan jenis penelitian deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor yang menyebabkan siswa di SMP Negeri 5 Pallangga membawa kendaraan kesekolah ada dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal itu sendiri adalah rendahnya kesadaran hukum bagi pengguna kendaraan bermotor oleh siswa di SMP Negeri 5 Pallangga. Sementara untuk faktor eksternal yaitu adanya dorongan orangtua yang berbentuk izin untuk mengendarai kendaraan bermotor kesekolah karena kesibukan orang tua. Dan tidak adanya aturan tegas dari pihak sekolah mengenai larangan membawa kendaraan kesekolah. (2) Sikap aparat hukum, pihak sekolah serta orangtua siswa terhadap penggunaan kendaraan motor ke sekolah oleh anak adalah dengan menggunakan dua tindakan yaitu preventif dan represif. Tindakan preventif yang dilakukan oleh aparat kepolisian, pihak sekolah dan orangtua adalah dengan melakukan sosialisasi terkait pelanggaran lalu lintas berupa penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa yang belum memilki SIM dan menyampaikan atau menghimbau siswa untuk berhati-hati dalam berkendara. Hal tersebut juga dilakukan oleh orangtua siswa. Akan tetapi dari pihak kepolisian tidak melakukan sosialisasi di SMP Negeri 5 Pallangga.. Tindakan represif yang dilakukan oleh aparat berupa tilang diharapkan siswa memiliki efek jera dan tidak melakukan pelanggaran lagi. Tapi pihak sekolah dan orangtua cenderung bersifat permisif. Kata kunci : Studi dan Pelanggaran Lalu Lintas
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI Herling Herling; Mustaring Mustaring; Ririn Nurfaathirany Heri
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This study aims to find out (1) To find out the perception of PPKn students towards criminal acts of sexual harassment. (2) To find out the prevention and handling of sexual violence understood by PPKn Students.This type of research is qualitative research with the determination of the research subject through purposive sampling techniques. The data collection techniques carried out are observation, interviews, and documentation related to the problems that are the subject of this study. The data obtained are analyzed by qualitative descriptive analysis methods.The results of this study show that: (1) the perception of PPKn students towards the existence of Permendikbud No.30 of 2021 supports the existence of this regulation because it is used as legal paying to ensnare and prevent sexual violence. (2) the attitude taken by PPKn students related to the prevention and handling of sexual violence cases, namely by studying and discussing related to these rules and predicting the implementation of the regulation of Permendikbud No.30 goes well. Keywords: Perception, Permendikbud, Sexual violence. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui persepsi mahasiswa PPKn terhadap tindak pidana pelecehan seksual. (2) Untuk mengetahui pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang dipahami oleh Mahasiswa PPKn.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penentuan subjek penelitian melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan permasalahan yang menjadi subjek penelitian ini. data yang diperoleh dianalisis dengan dengan metode analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perseipsi mahasiswa PPKn terhadap adanya Permendikbud No.30 tahun 2021 mendukung adanya aturan tersebut dikarenakan hal tersebut dijadikan sebagai paying hukum untuk menjerat sekaligus mencegah kekerasan seksual. (2) sikap yang dilakukan oleh mahasiswa PPKn terkait dengan pencegahan dan penangan kasus kekerasan seksual yaitu dengan mempelajari dan mendiskusikan terkait dengan aturan tersebut dan mengaharpkan implementasi dari aturan Permendikbud No.30 berjalan dengan baik.
Persepsi Masyarakat Kecamatan Tamalate Terhadap Hubungan Uang Panai dengan Status Sosial Perempuan Bugis Makassar dalam Hal Perkawinan Andi Aco Agus; Muh. Sudirman; Nabila Khairunnisa
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to (1) find out how the public understands the relationship between Uang Panai; (2) the social status of Bugis-Makassar women and the community's understanding of the nominal Uang Panai towards the social status of Bugis-Makassar women in Tamalate District, Makassar City. This research is using a type of qualitative research using a communication approach and a social approach and data collection methods are carried out through interviews, as well as documentation. Data analysis was done through data reduction, presentation, comparative analysis, and concluding. The results of this study indicate that: (1) Public understanding of Uang Panai is very important because it is a legal requirement in the marriage tradition within the Makassar Bugis tribe and also as a measure of one's social status. (2) Community attitudes regarding Uang Panai and the Social Status of the Bugis-Makassarese Community. In marriage in the Tamalate Village, Makassar City, a cognitive process occurs that is influenced by experience or culture that has been born for generations based on agreements developed by the social construct of the community. (3) In Kecamatan Tamalate, most of the people still adhere to patriarchal views. (4) Many people in the Tamalate sub-district, Makassar City, are reluctant to mention the nominal amount of Uang Panai and think that it is related to the principle of family consensus deliberation to determine the amount of Uang Panai.Keywords:Public Perceptions,Uang PanaiAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat mengenai hubungan uang panai; (2) status sosial perempuan Bugis-Makassar dan pemahaman masyarakat terkait nominal uang panai terhadap status sosial perempuan Bugis-Makassar di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan komunikasi serta pendekatan sosial dan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan juga dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, analisis perbandingan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Pemahaman masyarakat terhadap uang panai sangat penting karana merupakan salah satu syarat sah dalam tradisi pernikahan dalam suku bugis makassar dan juga sebagai tolak ukur status sosial seseorang. (2) Sikap masyarakat mengenai Uang Panai dan Status Sosial Masyarakat Bugis–Makassar Dalam Perkawinan di Kelurahan Tamalate Kota Makassar terjadi suatu proses kognitif yang dipengaruhi oleh pengalaman atau budaya yang telah lahir secara turun temurun berdasarkan kesepakatan yang dimangun oleh konstruk social masyarakat. (3) Di Kecamatan Tamalate, masyarakat masih sebagian besar masih menganut paham patriarki. (4) Jumlah nominal uang panai, masyarakat di kecamatan Tamalate, Kota Makassar, banyak yang enggan menyebut nominal uang panai, dan berpendapat terkait asas musyawarah mufakat keluarga untuk menentukan besaran uang panai.Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Uang Panai
Analisis Program Kampus Mengajar Terhadap Kemampuan Literasi Dan Numerasi Peserta Didik UPTD SD Negeri 99 Barru Mustaring Mustaring; Mustari Mustari; cornelia euvenias sampe ramos
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 2 (Juli 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk kegiatan literasi dan numerasi dalam pelaksanaan program kampus mengajar di UPTD SD Negeri 99 Barru. (2) Hasil pelaksanaan kegiatan literasi dan numerasi di UPTD SD Negeri 99 Barru. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui data dokumentasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Pengaruh Korean Wave terhadap Identitas Nasional di Kalangan Remaja Indonesia Aftino Daffa Habibi; Amelya Nurlitta Kencana; Anggita Khoirunnissa; Ashilah Nahdah Junaedi; Delverosa Diko Crysan Azahra; Suryo Ediyono
Jurnal Tomalebbi Volume 11, Nomor 1 (Maret 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya populer Korea yang disebut "Korean Wave" atau sederhananya "K-Wave" telah menjangkau seluruh dunia, khususnya Indonesia. Media cetak regional dan nasional menyebarkan Korean wave baik online maupun offline. Pembaca disuguhi artikel tentang musik Korea, film, fashion, selebriti, budaya, perjalanan atau masakan (Ese Dani, 2012). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Studi literatur dilakukan untuk memperkuat permasalahan yang dikaji dan menjadi dasar dalam memberikan pemahaman mengenai memperkokoh identitas nasional pada kalangan remaja di era digital. Fenomena K-Wave di Indonesia merupakan salah contoh nyata dari globalisasi, khususnya globalisasi budaya. Peristiwa Korean Wave ini bagus untuk dipelajari dan dicermati oleh kaum muda Indonesia namun akan memiliki dampak negatif apabila dibiarkan dan tidak disaring oleh generasi muda Indonesia sehingga dapat mengancam ketahanan nasional. Apabila kebudayaan Indonesia berkurang atau luntur maka rasa nasionalisme dan kebanggan yang dimiliki kaum muda akan nasionalisme akan luntur termakan oleh budaya asing. Dalam studi kasus yang dilakukan, penulis menemukan adanya sisi negatif dan sisi positif dari masuknya kebudayaan korea ke dalam masyarakat Indonesia.
Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Pencabulan Yang Dilakukan Terhadap Anak Di Kabupaten Bulukumba. Heri Tahir; Ririn Nurfaathirany Heri; Ni'matul Aliyah Fajri Utami
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 4 (Desember 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Faktor yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak di Kabupaten Bulukumba. (2) Upaya penanganan kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh aparat kepolisian. (3) Kendala atau Hambatan yang dihadapi dalam proses penegakan hukum terhadap tindak pidana pencabulan yang dilakukan terhadap anak di Kabupaten Bulukumba. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, alat rekam dan dokumentasi. Adapun triangulasi dan member check digunakan sebagai prosedur pengecekkan keabsahan data, serta menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Penyebab terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak di Kabupaten Bulukumba yaitu:  Faktor Internal yang dipengaruhi oleh faktor psikologis pelaku,faktor biologis, serta rendahnya pemahaman tentang agama. Faktor Eksternal yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, pergaulan bebas, faktor ekonomi, kemajuan teknologi, pengaruh minuman keras serta kurangnya pengawasan dari orang tua. (2) Upaya penaganan kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh pihak kepolisian yaitu; dengan melakukan upaya represif. (3) Kendala atau Hambatan yang dihadapi yaitu kurangnya alat bukti dan saksi, anak selaku korban mengalami trauma dan penyandang disabilitas, pelaku melarikan diri dan dalam memberikan keterangan terlalu berbelit-belit, serta sarana dan prasarana belum cukup memadai untuk menunjang proses penyidikan. Kata Kunci: Penegakan Hukum, Tindak Pidana, Pencabulan.
Hubungan Pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill) Dengan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 1 SOPPENG Bakhtiar Bakhtiar; Mustari Mustari; Chuznul Mar'yah Baharsyah
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor3 (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstarct: This study aims to determine (1) the application of High Order Thinking Skill learning in PPKn Subjects at SMAN 1 Soppeng (2) students' critical thinking ability in PPKn Subjects at SMAN 1 Soppeng (3) The Relationship between High Order Thinking Skills (HOTS) and Students' Critical Thinking Ability in PPKn Subjects at SMAN 1 Soppeng. This research is a Quantitative study. The type of research used in this study is correlational research. Data collection techniques through questionnaire techniques (questionnaires) and documentation.The results showed that (1) the implementation of HOTS learning in PPKn subjects at SMAN 1 Soppeng, namely the average score of HOTS (High Order Thinking Skill) learning application was 54.18%. is in the pretty good category. (2) the critical thinking ability of students in PPKn subjects at SMAN 1 Soppeng obtained an average score of 58.56% in the sufficient category (3) the relationship between HOTS (High Order Thinking Skill) learning and students' critical thinking ability in PPKn subjects at SMAN 1 Soppeng has a very strong relationship between High Order Thinking Skill with the ability to think critically of students where the form of the relationship is positive.Keywords: High Order Thinking Skill ̧ Critical ThinkingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan pembelajaran High Order Thinking Skill pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng (2) kemampuan berpikir kritis peserta didik pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng (3) Hubungan High Order Thinking Skill (HOTS) dengan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data melalui teknik kuesioner (angket) dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerpan pembelajaran HOTS pada mata pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng yakni perolehan rata-rata skor penerapan pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill) sebesar 54,18%. berada pada kategori cukup baik. (2) kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng memperoleh rata-rata skor sebesar 58,56% berada pada kategori cukup (3) hubungan pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill) dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng memiliki derajat hubungan yaitu korelasi sangat kuat dimana pada variabel High Order Thinking Skill nilai interval 0,86% sedangkan pada variabel kemampuan berpikir kritis peserta didik nilai interval 0,86% dan bentuk hubungannya ialah positif.Kata Kunci: High Order Thinking Skill, Berpikir Kritis
PELAKSANAAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENGAWASAN PEMBANGUNAN DI DESA ENREKENG KECAMATAN GANRA KABUPATEN SOPPENG Rifdan Rifdan; Mustaring Mustaring; Megawati Masali
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 2 (Juli 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to (1) identify and obtain data regarding the implementation of the functions of the Village Consultative Council in Development Supervision in Enrekeng Village, Ganra District, Soppeng Regency. (2) knowing and obtaining data regarding the inhibiting factors for the implementation of the functions of the Village Consultative Council in the supervision of Development in Enrekeng Village, Ganra District, Soppeng Regency. To achieve this goal, the researcher used a qualitative approach using a phenomenological research type. And to achieve the research objectives, researchers also used data collection techniques in the form of observation, documentation and interviews, using research instruments in the form of observation guidelines, interview guidelines, and documentation forms or form sheets. Using triangulation and member checks as procedures to check the validity of the data. Using data collection, data reduction, data modeling and drawing conclusions as data analysis techniques.            The results of this study indicate that (1) there are 3 (three) implementation of the functions of the village consultative body, namely 1) discussing and agreeing on the draft village regulations with the village head, in the implementation of the first function this is done well as evidenced by the presence of every deliberation held and attended by the head village, village government, BPD and the community. 2) Accommodating and channeling the aspirations of the village community is carried out but not optimally, in carrying out this function the BPD is by conveying aspirations to the BPD and conveying aspirations through village meetings. 3) Supervising the performance of the village head, the implementation of this function is carried out by the BPD by supervising activity plans and supervising the implementation of activities, namely the village head providing an accountability report to the BPD and also evaluating the village head by the BPD (2) factors that impede the implementation of the function The Village Consultative Body includes the lack of facilities and infrastructure for the BPD secretariat, incompetent human resources, and insufficient funding.Keywords: Implementation, Supervision, Village Development Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan memperoleh data mengenai pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam Pengawasan Pembangunan di Desa Enrekeng, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. (2) mengetahui dan memperoleh data mengenai faktor-faktor penghambat pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam pengawasan Pembangunan di Desa Enrekeng, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualtitatif dengan menggunakan jenis penelitian fenomenologi. Dan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut pula peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara, dengan menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, dan borang dokumentasi atau lembar isian. Menggunakan triangulasi dan member check sebagai prosedur pengecekan keabsahan data. Menggunakan pengumpulan data, reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan fungsi badan permusyawaratan desa ada 3 (tiga)  yakni 1) membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, dalam pelaksanaan fungsi yang pertama ini dilakukan dengan baik terbukti adanya setiap musyawarah yang dilakukan dan dihadiri oleh kepala desa, pemerintah desa, BPD serta masyarakat. 2) Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dilakukan namun belum maksimal, dalam pelaksanaan fungsi ini BPD dengan cara penyampaian aspirasi kepada BPD dan penyampaian aspirasi melalui musyawarah desa. 3) Melakukan pengawasan kinerja kepala desa, pelaksanaan fungsi ini dilakukan oleh BPD dengan cara pengawasan rencana kegiatan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan yakni kepala desa memberikan laporan pertanggungjawaban kepada BPD dan dilakukan juga evaluasi oleh BPD kepada kepala desa (2) faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa antara lain faktor sarana dan prasarana sekretariat BPD yang belum ada, sumber daya manusia yang kurang kompeten, dan faktor dana yang belum mencukupi.Kata Kunci : Pelaksanaan, Pengawasan, Pembangunan Desa
IMPLEMENTASI NILAI KEBANGSAAN KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 9 MAKASSAR Manan Sailan; Andi Kasmawati; Nur Sakinah I.Rahman
Jurnal Tomalebbi Volume 11, Nomor 1 (Maret 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the implementation of the national values of the merdeka curriculum in the subject of Pancasila education at SMP Negeri 9 Makassar. (2) the role of national values in the independent curriculum in Civics subjects can realize the profile of Pancasila students at SMP Negeri 9 Makassar. This research was conducted at SMP Negeri 9 Makassar. The research method used is a type of qualitative research used primary and secondary data sources. The results of this study concluded 2 things, namely, (1) The implementation of the national values of the merdeka curriculum in the subject of Pancasila education at SMP Negeri 9 Makassar was realized according to what was expected. (2) The profile of Pancasila students as the main goal of implementing the national values of the merdeka curriculum in the subject of Pancasila education at SMP Negeri 9 Makassar, is sufficient to say that it has been implemented well. Keywords: National Values, Independent Curriculum, Pancasila Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) implementasi nilai kebangsaan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 9 Makassar. (2) peran nilai kebangsaan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila di SMP Negeri 9 Makassar. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan 2 hal yaitu, (1) Implementasi nilai kebangsaan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 9 Makassar terealisasi sesuai dengan apa yang diharapkan. (2) Profil pelajar Pancasila sebagai tujuan utama pengimplementasian nilai kebangsaan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 9 Makassar, cukup untuk dapat dikatakan terlaksana dengan baik. Kata Kunci: Nilai Kebangsaan, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Pancasila
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SISWA DI SMP NEGERI 1 SINJAI Andi Kasmawati; Andi Aco Agus; Nurul Izzah Bahri
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 4 (Desember 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This research ains to find out : (1) planning implementation and evaluation in implementing the project to form a pancasila student profile for student at SMP Negeri 1 Sinjai, (2) inhibiting factors in implementing the project to form a pancasila student profile for student at SMP Negeri 1 Sinjai. The type of research used in this research is descriptive research with a qualitative. Data collection techniques include observation, interviewsan documentation using research intruments in the forms of interview guides, recording equipment and documentation. Triangulation and member checking are used as procedures to check the validity of the data, as well as using data reduction, data presentation, and drawing conclusions as data analysis techniques. The research results show that (1) (a) planning the project to strengthen the profile of pancasila student at SMP Negeri 1 Sinjai goes through several tages, namely designing time allocation and dimensions forming a facilitator team, determining a theme, (b) implementation of the project to strengthen the profile of pancasila students at SMP Negeri 1 Sinjai is carried out in four ways, namely orientation, contextualizaton, action, reflection and follow-up, (c) evaluation of the project to strengthen the profile of pancasila students at SMP Negeri 1 Sinjai, namely evaluating the process during project implementation, (2) The inhibiting factor in implementing the project to strengthen the profile of pancasila student at SMP Negeri 1 Sinjai is the lack of teacher understanding regarding the project to strengthen the profile of pancasila students, the different characteristics of students.Keywords : Project, Pancasila student profileAbstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila pada siswa di SMP Negeri 1 Sinjai. (2) faktor penghambat dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila pada siswa di SMP Negeri 1 Sinjai. Adapun jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrument penelitian berupa pedoman wawancara, alat rekam dan dokumentasi. Adapun triagulasi dan member check digunakan sebagai prosedur pengecekan keabsahan data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1), (a) perencanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai melalui beberapa tahapan yaitu merancang alokasi waktu dan dimensi, membentuk tim fasilitator, menentukan tema, (b) pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai dilakukan dengan empat alur yaitu orientasi, kontekstualisasi, aksi, refleksi dan tindak lanjut (c) evaluasi projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai yaitu mengevaluasi proses selama pelaksanaan projek. (2) faktor penghambat dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai yaitu kurangnya pemahaman guru terkait projek penguatan profil pelajar pancasila, karakteristik siswa yang berbeda-beda.Kata kunci : Projek, Profil Pelajar Pancasila