cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
NILAI RELIGIUS PADA NOVEL DI PINTU LANGIT KU BERSUJUD KARYA WAHYU SUJANI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Asri Indah Lestari
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.664 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik yang terkandung dalam novel Di Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani, (2) nilai religius novel Di Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani, dan (3) skenario pembelajaran nilai religius dalam novel Di Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai religius novel Pintu Langit Ku Bersujud Karya Wahyu Sujani, dengan fokus penelitian nilai religius novel Pintu Langit Ku Bersujud yang meliputi hubungan manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam sekitar. Sumber data diperoleh dari novel Pintu Langit Ku Bersujud. Pengumpulan data disajikan dengan teknik observasi, teknik catat, serta teknik pustaka. Instrumen utama pengumpulan data, penulis sendiri sebagai peneliti denganalat bantu nota pencatat data, alattulis, danbuku yang berkaitan dengan penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Hasil analisis data dengan menggunakan teknik informal. Hasil analisis penelitian ini disimpulkan bahwa; (1) unsur intrinsik novelDi Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani meliputi (a) tema; (b) tokoh dan penokohan; (c) alur; (d) latar, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, dan (e) amanat; (2) nilai religius novel Di Pintu Langit Ku Bersujud meliputi hubungan manusia dengan Tuhannya, yaitu menjaga wudu, salat lima waktu, rendah hati, sabar, dan berbakti pada orang tua, hubungan manusia dengan manusia, yaitu mengucapkan salam, menjenguk orang sakit, dan menerima tamu, serta hubungan manusia dengan alam sekitar, yaitu pasir; dan (3) skenario pembelajaran novel Di Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani di kelas XI SMA yang disesuaikan dengan Kurikulum 2013, yaitu dengan langkah-langkah pembelajaran (a) pemanasan dan apersepsi, (b) eksplorasi, (c) konsolidasi pembelajaran, (d) pembentukan sikap, kompetensi, dan karakter, dan (e) penilaian formatif.   Kata kunci: nilai religius, novel Di Pintu Langit Ku Bersujud, skenario pembela­jaran
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL IBUK, KARYA IWAN SETYAWAN DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Bayu Duwi Mulyono
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.581 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) aspek-aspek sosial yang terdapat dalam novel Ibuk, karya Iwan Setyawan dan (2) rencana pelaksanaan pembel-ajaran sastra di SMA, khususnya aspek-aspek sosial yang terdapat dalam novel Ibuk, karya Iwan Setyawan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Objek penelitian ini adalah aspek-aspek sosial yang terdapat dalam novel Ibuk.Fokus penelitian berupa aspek kekerabatan, aspek ekonomi, aspek pendidikan, dan aspek cinta kasih di dalam novel Ibuk, pada siswa SMA.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi.Teknik yang digunakan untuk menganalisis data dalam novel Ibuk, adalah teknik analisis isi (Content Analysis).Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian in-formal.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) aspek-aspek sosial novel Ibuk, karya Iwan Setyawan meliputi; (a) aspek kekerabatan ditunjukkan dengan sikap Bapak dan Ibuk yang sangat erat hubungannya dengan anak-anaknya, (b) aspek ekonomi terlihat pada keluarga Ibuk yang menikah dengan Bapak yang sama-sama berasal dari golongan ekonomi bawah. Peralihan golongan ekonomi terlihat setelah Bayek bekerja di Amerika, Bayek mampu membantu keluarganya dari segi materi, (c) aspek pendidikan terlihat pada perjuangan Ibuk dan Bapak untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin.Ibuk dan Bapak tidak ingin nasib anak-anaknya seperti mereka berdua yang berpendidikan rendah.Usaha Ibuk dan Bapak membuahkan hasil yang memuaskan, Bayek dan saudara-saudaranya mampu melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi, dan (d) aspek cinta kasih terlihat pada cinta kasih dari orang tua terhadap anak-anaknya. Ibuk dan Bapak berjuang sekuat mungkin untuk membahagiakan dan mewujudkan impian anak-anaknya, dan (2) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Ibuk, dalam pembelajaran sastra di SMA, meliputi: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan media, nilai-nilai karkater bangsa dan penilaian.   Kata kunci : aspek sosial, novel Ibuk, rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS DEIKSIS NOVEL BILA CINTA MENCARI CAHAYA KARYA HARRI ASH SHIDDIQIE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Eka Astuti Wahyuningsih
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.403 KB)

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis pada novel Bila Cinta Karya Harri Ash Shiddiqie dan (2) mendeskripsikan skenario pembelelajaran deiksis yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran menulis narasi pada siswa kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Bentuk-bentuk deiksis yang digunakan dalam novel Bila Cinta Mencari karya Harri Ash Shiddiqie terdiri dari: (1) deiksis persona berupa kata saya, kami, mereka, ia, dia, dan -nya; (2) deiksis tempat berupa Cicamara, pabrik, kantor, masjid, rumah, dan kebun; (3) deiksis waktu berupa sepuluh tahun lalu, sebulan yang lalu, tahun depan, hari ini, dan pagi ini; (4) deiksis anafora berupa ini dan itu; dan (5) deiksis katafora berupa seperti, adalah, yaitu, meliputi, yakni ,dan terdiri atas. Pembelajaran deiksis yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran menulis narasi dilakukan dengan mengombinasikan tiga metode pembelajaran,  yaitu: metode ceramah, metode problem solving, dan penugasan. Kata Kunci: deiksis, novel bila cinta mencari cahaya, skenario pembelajaran
NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA. Gilang Ratnasari
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.614 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi, (2) mendeskripsikan unsur-unsur ekstrinsik novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi, (3) mendeskripsikan skenario pembelajaran novel Ranah 3 Warna. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik penyajian informal.  Hasil penelitian ini adalah : (1) mendeskripsikan unsur-unsur instrinsik meliputi (a) tema, dalam novel ini temanya adalah meraih cita-cita dengan segala keterbatasan, (b) tokoh, dibedakan menjadi 2 yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan, (c) alur, yang digunakan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi adalah alur maju (progresif), (d) latar, dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar sosial, (e) sudut pandang, yang digunakan adalah sudut pandang persona pertama; (2) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi meliputi (a) nilai pendidikan agama, (b) nilai pendidikan moral, (c) nilai pendidikan adat atau budaya, (d) nilai pendidikan sosial; (3) skenario pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sastra untuk siswa kelas XI SMA menggunakan  metode  pemberian tugas, adapun langkah-langkah pembelajarannya menggunakan tiga fase yang meliputi : (a) Fase pemberian tugas meliputi merumuskan masalah dengan jelas, mengemukakan tujuan pelaksanaan, menentukan jenis tugas (kelompok atau individu), (b) fase pelaksanaan tugas meliputi mengadakan bimbingan, memberikan motivasi, memberikan pelayanan kebutuhan, (c) fase pertanggung jawaban tugas meliputi pelaporan secara lisan atau tindakan, melaksanakan penilaian hasil pelaksanaan  tugas, melaksanakan penilaian proses dan hasil pelaksanaan, mendiskusikan kesulitan-kesulitan yang tidak dapat diselesaikan oleh siswa selama pelaksanaan tugas. Kata kunci: Nilai Pendidikan, Ranah 3 Warna, Skenario Pembelajaran.
NILAI KARAKTER KEPEMIMPINAN DALAM NOVEL PENAKLUK BADAIKARYA AGUK IRAWAN MN DAN RELEVANSI PEMBELAJARANNYA DI SMA Irma Hadzami Chusniati
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.295 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrisik karya sastra dalam novel Penakluk Badai, (2) nilai karakter kepemimpinan dalam novel dan (3) relevansi karakter kepemimpinan sebagai bahan pembelajaran di SMA.Sumber data penelitian ini adalah novel Penakluk Badai karya Aguk Irawan MN yang menggunakan teknik analisis kualitatif. Teknik kualitatif berupa kata-kata lisan maupun tulisan yang ada dalam novel tersebut.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dan analisisnya menggunakan metode analisis isi. Hasil analisis disajikan dengan teknik informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) novel Penakluk Badai memiliki unsur-unsur intrisik yang terdiri dari, tema, tokoh dan penokohan, alur, latar dan sudut pandang, (2) novel Penakluk Badai mengandung nilai-nilai karakter kepemimpinan yang ditunjukkan oleh tokoh utama dalam novel meliputi nilai-nilai religius, terbuka, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, peduli, tanggung jawabkarakter yang mendukung figur tokoh utama dalam novel dan (3) relevansi novel Penakluk Badai dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra  untuk kelas XI SMA. Kata kunci:Penakluk Badai, Nilai Karakter Kepemimpinan.
TRANSFORMASI CERPEN DI ATAS SAJADAH CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY MENJADI NASKAH DRAMA PANGGUNG DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI DRAMA DI KELAS X SMA Puji Watmi
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.207 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen Di Atas Sajadah Cinta, (2) menransformasikan cerpen Di Atas Sajadah Cinta menjadi naskah drama panggung, dan (3) mendeskripsikan pembelajaran apresiasi drama dengan materi menransformasi cerpen Di Atas Sajadah Cinta di kelas X SMA. Penulis memilih objek penelitian berupa naskah drama yang dibuat oleh peserta didik MA Negeri Purworejo kelas X dan narasi serta dialog dalam cerpen Di Atas Sajadah Cinta Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik pustaka dan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Sumber data diperoleh dari cerpen Di Atas Sajadah Cinta dan naskah drama peserta diidk kelas X MA Negeri Purworejo. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil analisis peneli-tian ini disimpulkan bahwa; (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen Di Atas Sajadah Cinta, yaitu (a) tema, (b) tokoh dan penokohan, (c) alur, (d) latar yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, serta (e) sudut pandang. (2) langkah-langkah mengubah cerpen Di Atas Sajadah Cinta menjadi naskah drama panggung, yaitu (a) menentukan tema cerpen, (b) merumuskan kalimat premis berdasarkan tema, (c) merumuskan kalimat premis menjadi kalimat plot sesuai dengan cerpen, (d) mengem-bangkan  kalimat  premis dan  kalimat  plot  menjadi sinopsis sesuai dengan cerpen (e) mengembangkan sinopsis menjadi treatment (f) mengembangkan bahan cerita menjadi naskah drama panggungutuh. (3) Pembelajaran apresiasi drama di kelas X MA Negeri Purworejo menggunakan bahan ajar transformasi cerpen Di Atas Sajadah Cinta diselenggarakan dengan langkah pembelajaran sebagai berikut. (a) menjelaskan persamaan dan perbedaan antara cerpen dengan drama panggung, (b) menjelaskan langkah-langkah mengubah cerpen menjadi naskah drama panggung, (c) evaluasi mengubah cerpen Di Atas Sajadah Cinta menjadi naskah drama panggung. Persentase nilai rerata tes mengubah cerpen Di Atas Sajadah Cinta peserta didik kelas X MA Negeri Purworejo sebesar 82,6%.   Kata kunci: unsur intrinsik, transformasi, naskah drama panggung
ANALISIS PERWATAKAN DALAM NOVEL RANAH TIGA WARNA KARYA AHMAD FUADI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA PADA SISWA KELAS XI SMA Edok Ariani Sadam
SURYA BAHTERA Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.476 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perwatakan dalam novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi, (2) nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi, dan (3) skenario pembelajaran perwatakan novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa isi suatu informasi yang tertulis atau dokumen, yakni berupa kutipan-kutipan yang diambil dari novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi. Pengumpulan data digunakan teknik observasi dan teknik studi pustaka. Observasi adalah pengamatan, kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek, teknik pustaka adalah menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data. Analisis data digunakan analisis isi, analisis isi adalah mengkaji isi teks dengan teliti. Penyajian hasil analisis digunakan metode informal, metode informal adalah perumusan dengan menggunakan kata-kata tanpa menggunakan tanda dan lambang.Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) perwatakan tokoh utama dalam novel Ranah Tiga Warna mempunyai sifat-sifat baik antara lain:  percaya diri, pantang menyerah, sabar, menyesal, bersyukur, religius, jujur, pemaaf, tanggung jawab, ikhlas, berfikir realistis dan kreatif, cerdas, tangguh, sederhana, rasa ingin tahu, peduli, santun, demokratis, dan nasionalis; (2) nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi antara lain pendidikan religius dan pendidikan moral; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi di SMA kelas XI. Kata kunci: Perwatakan tokoh utama, nilai-nilai pendidikan, Skenario Pembelajaran
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA N 1 KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Fatatun Hasanatun
SURYA BAHTERA Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.212 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangsambung kabupaten Kebumen tahun pembelajaran 2013/2014 sebelum mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan media gambar dan medeskripsikan peningkatan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangsambung kabupaten Kebumen tahun pembelajaran 2013/2014 setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan melalui teknik tes berupa soal menulis puisi dan teknik nontes berupa pengamatan, kuesioner, dan dokumentasi foto. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa media gambar mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam menanggapi stimulus dari guru, bertanya pada guru, dan mengerjakan tugas. Selain itu, media gambar juga mampu meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa secara signifikan. Hal itu dapat dilihat dari hasil persentase setiap aspek penilaian menulis puisi, yaitu: aspek kesesuaian isi dengan judul pada siklus I 51,08% dan pada siklus II 59,78%, aspek diksi pada siklus I 58,55% dan pada siklus II 67,82%, aspek rima pada siklus I 63,18% dan pada siklus II 72,75%, aspek pengimajinasian pada siklus I 57,39% dan pada siklus II 65,79%, aspek amanat pada siklus I 52,75% dan pada siklus II 57,39%, dan aspek keaslian 92,72% dan pada siklus II 95,86%.   Kata kunci: pembelajaran, keterampilan menulis puisi, media gambar
NILAI BUDAYA DALAM NOVEL SINDEN KARYA PURWADMADI ADMADIPURWA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Hendri Wiyono
SURYA BAHTERA Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.741 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik, nilai budaya, dan skenario pembelajaran novel dengan materi unsur intrinsik dan nilai budaya yang terdapat dalam novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa di kelas XI SMA. Dalam pengumpulan data digunakan metode  obsevasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Unsur intrinsik novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa meliputi: tema, alur, latar, tokoh, amanat; (2) nilai budaya dalam novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa, yaitu: hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: percaya kepada Tuhan; hubungan manusia dengan masyarakat meliputi: wibawa, gotong royong, musyawarah; hubungan manusia dengan manusia lain meliputi: ramah, simpati,  suka menolong, sopan, dan keakraban; hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi: pandai, suka belajar, tidak mudah putus asa, mandiri; (3) skenario pembelajaran novel Sinden di kelas XI SMA menggunakan metode kooperatif (cooperative learning).   Kata Kunci : unsur intrinsik, nilai budaya, skenario pembelajaran.
ANALISIS SEMIOTIK KUMPULAN CERITA PENDEK TANJUNG PEREMPUAN KARYA ABDUL KADIR IBRAHIM DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS IX SMP Heni Okti Nugrahaini
SURYA BAHTERA Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.966 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) semiotik yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek Tanjung Perempuan karya Abdul Kadir Ibrahim dan (2) skenario pembelajaran semiotik kumpulan cerita pendek Tanjung Perempuan karya Abdul Kadir Ibrahim di kelas IX SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) dengan analisis semiotik dapat diketahui bahwa kode hermeneutik pada cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Tanjung Perempuan karya Abdul Kadir Ibrahim secara umum adalah pertanyaan mengenai makna dari judul masing-masing cerpen; kode semik secara umum berupa ketidakberdayaan dalam melawan perubahan zaman dan kewajiban sebagai makhluk Allah; kode simbolik secara umum berupa lambang yang sering kita dengar; kode proaretik secara umum menunjukkan aksi atau gerak pasif statis; dan kode gnomik secara umum berupa kebiasaan ataupun adat istiadat masyarakat Indonesia dan (2) skenario pembelajaran dilakukan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan langkah-langkah guru menjelaskan tujuan pembelajaran, guru menyampaikan materi tentang semiotik serta unsur-unsur pembangun cerpen khususnya tema, latar, dan penokohan, guru membagi siswa dalam kelompok, siswa menganalisis dan berdiskusi mengenai tema, latar, dan penokohan yang terdapat pada cerpen dengan analisis semiotik, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok, siswa menanggapi dan menilai hasil presentasi kelompok lain, guru bersama siswa membuat kesimpulan dari pembelajaran tersebut, guru memberikan penilaian.   Kata kunci : Semiotik, Kumpulan cerita pendek Tanjung Perempuan karya Abdul Kadir Ibrahim, Skenario Pembelajaran

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue