cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
NILAI PENDIDIKAN KARAKTERNOVEL BURLIANKARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBALAJARANNYA DI SMA Dwi Erfiana Kurniawati
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.427 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai pendidikan karakter,dan (3) skenario novel Burlian di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Burlian. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik, nilai pendidikan karakter, dan skenario pembelajaran novel Burliandi SMA. Penelitian ini difokuskan pada tema, fakta, dan sarana sastra serta sikap atau perilaku tokoh-tokoh yang mengandung nilai pendidikan karakter dan menemukan skenario pembelajaran novel Burlian di SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode baca dan catat dengan peneliti sendiri sebagai human instrumen yang dibantu kartu data. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis).Hasil penelitian ini adalah (1) unsur intrinsik novel Burlian terdiri dari tema, fakta, dan sarana sastra yang harmonis atau saling berkaitan sehingga membentuk totalitas cerita, (2) novel Burlian sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter, yakni nilai religius, gemar membaca, disiplin, cinta tanah air, peduli sosial, peduli lingkungan, tanggung jawab, serta jujur,dan (3) skenario pembelajaran novel Burlian di SMA dilakukan dengan tiga tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Pada tahap peren-canaan, guru membuat RPP, menyiapkan media audiovisual, dan instrumen pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, digunakan model Taba dengan langkah-langkah: (a) menghimpun masalah, (b) menyepakati masalah, (c) mengkategorikan masalah, (d) menemukan data umum dari masalah khusus, (e) menghimpun penunjang, dan (f) menyusun generalisasi. Pada tahap refleksi, guru menganalisis proses dan hasil belajar siswa dan menyusun perbaikan atau penyem-purnaan dalam pembelajaran selanjutnya. . Katakunci: nilai pendidikan karakter, novel Burlian, model pembelajaran Taba
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SURAT KECIL UNTUK TUHAN KARYA AGNES DAVONAR DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Feri Dwi Handayani
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.072 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar, (2) nilai pendidikan karakter novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar, (3) skenario pembelajaran nilai pendidikan karakter dalam novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter dalam novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan teknik catat. Data yang digunakan berupa kutipan langsung dan tidak langsung. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri sebagai peneliti, kartu pencatat data, dan alat tulisnya. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar mengandung (1) struktur karya sastra, yaitu: (a) tema, (b) tokoh dan penokohan, (c) alur, (d) latar, dan (e) sudut pandang. Unsur-unsur tersebut saling berhubungan dan bernilai estetik; (2) nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam novel tersebut, yaitu: (a) nilai pendidikan karakter novel Surat Kecil untuk Tuhan yang berhubungan  dengan Tuhan, (b) nilai pendidikan karakter novel Surat Kecil untuk Tuhan yang berhubungan dengan diri sendiri, (c) nilai pendidikan karakter novel Surat Kecil untuk Tuhan yang berhubungan dengan keluarga, (d) nilai pendidikan karakter novel Surat Kecil untuk Tuhan yang berhubungan dengan masyarakat, dan (e) nilai pendidikan karakter novel Surat Kecil untuk Tuhan yang berhubungan dengan alam sekitar; (3) skenario pembelajaran novel Surat Kecil untuk Tuhan di kelas XI SMA dilaksanakan dengan model kontekstual adalah sebagai berikut: (a) pendahuluan, (b) inti, dan (c) penutup. Kata Kunci: nilai pendidikan karakter, skenario pembelajaran
NILAI MORAL DALAM NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYA AHMAD FUADI DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS XI SMA Gilar Ika Kurniasari
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.105 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan unsur intrinsik novel Rantau 1 Muara (2) mendeskripsikan nilai moral dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi (3) mendeskripsikan relevansi nilai moral novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) tema novel ini adalah perjuangan untuk menggapai impian dan cita-cita.Tokoh utamanya adalah Alif Fikri dan tokoh tambahannya adalah Randai, Pasus, Dinara, dan Garuda. Latar dalam novel ini terdiri dari latar tempat di antaranya di Bandung, Washington DC, New York. Latar waktu yang digunakan adalah pagi hari, siang hari, dan malam hari yang merupakan rutinitas Alif sehari-hari. Latar sosial melukiskan pandangan hidup Alif tentang perjuangan dan pencarian tujuan hidup. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona pertama. Unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara tersebut saling berhubungan dan terpadu membangun sebuah cerita. Kepaduan antarberbagai unsur intrinsik ini menunjukkan bagaimana hubungan antarunsur yang terjalin sangat erat dan bernilai estetik, (2) nilai moral yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi.Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia. Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri. Nilai moral hubungan manusia dengan lingkungan alam. Nilai moral dalam novel Rantau 1 Muara disajikan melalui susunan cerita sehingga tidak bersifat menggurui dan bernilai estetik, (3) kesesuaian nilai moral novel Rantau 1 Muara sebagai bahan pembelajaran di kelas XI SMA terletak pada aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya. Ketiga aspek tersebut mendukung novel Rantau 1 Muara disesuaikan sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XI SMA. Kata Kunci : Unsur Intrinsik, Nilai Moral, dan Relevansinya Sebagai Bahan   Pembelajaran Sastra
NILAI EDUKATIF NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGINKARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Gita Ayu Andriana
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.649 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai edukatifdan (3) skenario pembelajaran novel Daun yang Jatuh tak pernah Membeci Angin(DYJTPMA) karya Tere Liye di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel DYJTPMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik,nilai edukatif, dan skenario pembelajaran novel tersebut di SMA. Penelitian ini difokuskan pada sikap atau perilaku tokoh-tokoh yang mengandung nilai edukatif dan skenario pembelajaran novel tersebut di SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode baca dan catat dan peneliti sebagai human instrumen yang dibantu kartu data. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi. Hasil penelitian ini adalah (1) unsur intrinsik novel DYJTPMAterdiri dari tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, dan sudut pandang yang saling berkaitan, (2) novel DYJTPMAsarat dengan nilai-nilai edukatif yang meliputi nilai religius, moral, sosial, dan budaya, dan (3) Skenario pembelajaran novel di SMA dilakukan dengan tiga tahap, yakni (a) ta-hap perencanaan (guru melakukan preliminary assessment atau pelacakan penda-huluan, menentukan practical decision atau sikap praktis, membuat RPP, menyusun instrumen penilaian, dan menyiapkan media serta sumber belajar), (b) tahap pelak-sanaan (digunakan model Moody dengan langkah-langkah: introduksi, penyajian, diskusi, dan pengukuhan), (c) tahap refleksi, yakni guru menganalisis dan merenungkan proses pelaksanaan pembelajaran, menganalisis hasil evaluasi belajar siswa, membuat soal remidi dan materi pengayaan jika diperlukan, dan menyusun rencana perbaikan atau penyempurnaan untuk pembelajaran mendatang.   Katakunci: unsur intrinsik, nilai edukatif, Daun yang Jatuh tak pernah Membenci Angin
NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM CERPEN JALAN LAIN KE ROMA KARYA IDRUS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Ika Yuliastuti
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.573 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus; (2) nilai pendidikan antikorupsi cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus; dan (3) skenario pembelajaran cerpen dengan materi unsur intrinsik dan nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat dalam cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus di kelas X SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Tekhik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus, meliputi tema, yaitu perjuangan Open untuk berterus terang dalam segala hal; tokoh dan penokohan, yaitu Open sebagai tokoh utama dan beberapa tokoh lainnya yang dapat mendukung cerita; alur yang meliputi lima tahapan, yaitu tahap penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan penyelesaian yang disajikan secara runtut; latar, yang meliputi latar tempat, waktu, dan sosial; sudut pandang yang digunakan pengarang adalah narrator observer; majas, yang meliputi perumpamaan, kiasan, penginsanan, alegori, alusi, elipsis, gradasi, oksimoron, dan hiperbola. Penggunaan majas tersebut efektif digunakan dalam cerpen karena dapat menyampaikan gagasan pengarang secara utuh tanpa menimbulkan salah tafsir oleh pembaca; dan amanat yang secara tersirat pengarang berpesan kepada pembaca agar menjunjung nilai kejujuran; (2) nilai pendidikan antikorupsi cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus, meliputi nilai kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja keras, kesederhanaan, dan keberanian; dan (3) skenario pembelajaran cerpen dengan materi unsur intrinsik dan nilai pendidikan antikorupsi dalam cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus di kelas X SMA, terdiri dari (a) menyampaikan materi tentang unsur intrinsik cerpen dan nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat dalam cerpen; (b) menugasi siswa untuk membaca cerpen; (c) menugasi siswa untuk membuat ringkasan isi cerita; (d) menugasi siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur intrinsik dan nilai-nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat pada cerpen; (e) menugasi siswa untuk mendiskusikan hasil analisis kepada teman kelompok; dan (f) memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaporkan hasil pekerjaan; serta (g) merefleksi kembali hasil pembelajaran dengan metode tanya jawab.   Kata kunci: unsur intrinsik, nilai pendidikan antikorupsi, skenario pembelajaran
PENGGUNAAN MEDIA LINGKUNGAN SEKITAR SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X SMK N I KEPIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Mahsun Mahsun
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.569 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) penerapan menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan media lingkungan sekitar sekolah, (2) perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi menggunakan media lingkungan sekitar sekolah, (3) peningkatan keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi menggunakan media lingkungan sekitar sekolah. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Dalam pengumpulan data penelitian dilakukan tes dan nontes. Dalam teknik analisis data, peneliti menggunakan metode kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode penyajian informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan media lingkungan sekitar sekolah dilaksanakan dengan tiga tahap yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi; (2) siswa mengalami perubahan perilaku positif terhadap proses pembelajaran menulis paragraf deskripsi menggunakan media lingkungan sekitar sekolah. Hal ini dilihat dari hasil nontes prasiklus, siklus I dan siklus II. Hasil observasi pada prasiklus siswa masih kurang dalam mengikuti pembelajaran. Pada siklus I dan pada siklus II sebagian besar siswa sudah mulai mengikuti dan menikmati pembelajaran yang diterapkan oleh penulis dengan baik; (3) hasil tes praktik menulis deskripsi siswa dari hasil tes kemampuan awal baru mencapai 69,6 dan rerata hasil tes siklus I adalah 75,91 atau terjadi peningkatan 6,31 angka. Nilai rerata hasil tes siklus II mencapai 80,17 atau terjadi peningkatan 4,26 angka. Rerata hasil tes kemampuan awal hingga siklus II meningkat 10,57 angka. Kata Kunci: menulis deskripsi, lingkungan sekitar sekolah
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA BAGAN DINDING (WALL CHART) DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI SISWA KELAS X SMA WIDYA KUTOARJO Siti Sarifah
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.179 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh media bagan dinding terhadap aktivitas belajar siswa dalam menulis karangan argumentasi, serta peningkatan kemampuan menulis karangan argumentasi setelah memperoleh pembelajaran dengan media bagan dinding. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, (1) aktivitas belajar siswa dalam menulis karangan argumentasi pada tahap prasiklus masih sangat rendah. Pada tahap siklus I, aktivitas belajar siswa meningkat. Pada tahap siklus II, aktivitas belajar siswa lebih meningkat dibandingkan dengan tahap-tahap sebelumnya; (2) Pada tahap prasiklus, proses pembelajaran belum menggunakan media bagan dinging, nilai total rata-rata kelas sebesar 55,79. Pada siklus I, mulai dilakukan pembelajaran dengan media bagan dinding, nilai total rata-rata kelas meningkat menjadi 67,11. Pada siklus II, nilai total rata-rata kelas kembali meningkat menjadi 75,00.   Kata kunci: keefektifan, media bagan dinding, kemampuan menulis argumentasi  
KAJIAN PSIKOLOGIS TENTANG PERJUANGAN DAN KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA PEREMPUAN NOVEL PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Wiwid Widiyanto
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.762 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perjuangan tokoh utama perempuan dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata; (2) wujud kepribadian to-koh utama perempuan dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata; dan (3) skenario pembelajaran novel Padang Bulan karya Andrea Hirata di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Padang Bulan karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Instru-men penelitian adalah alat catat, kartu data dan peneliti sendiri terlibat aktif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) perjuangan tokoh utama perempuan antara lain menjadi tulang punggung keluarga, mengorbankan sekolahnya untuk bekerja, pergi merantau ke kota, menjadi pendulang timah, mencukupi kebutu-han keluarga, melamar lowongan pekerjaan, pantang menyerah mencari pekerjaan, ingin mengikuti kursus bahasa Inggris, mewujudkan impiannya ikut kursus bahasa Ing-gris; (2) wujud kepribadian tokoh utama perempuan berupa dinamisme, personifikasi, dan sistem self; dan (3) pembelajaran sastra novel Padang Bulan di SMA berdasarkan kompetensi dasar 7.2: menganalisis unsur ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru memanfaatkan RPP sebagai bentuk pengorganisasian materi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, guru menggunakan metode pembelaja-ran serta mengelola pembelajaran melalui langkah-langkah pembelajaran sastra. Tahap evaluasi melalui penilaian terhadap kemampuan aspek kognitif, aspek psikomotorik, dan aspek afektif yang dikuasai oleh peserta didik. Kata Kunci: kajian psikologis, perjuangan, kepribadian, tokoh utama, skenario pembelajaran
ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH UTAMA NOVEL HUJAN DI BAWAH BANTAL KARYA E. L. HADIANSYAH DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Aji Budi Santoso
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.409 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) aspek psikologi tokoh Nava dalam novel Hujan di Bawah Bantal yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: id, ego, dan superego; (2) skenario pembelajaran novel Hujan di Bawah Bantal di SMA. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik observasi. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) aspek id pada tokoh Nava sejalan dengan prinsip-prinsip kenikmatan, yang bisa dipahami sebagai dorongan untuk selalu memenuhi kebutuhan dengan serta merta. Simpulan dari id dalam psikologi tokoh utama tersebut adalah aspek biologis kepribadian yang berhubungan dengan prinsip kesenangan atau pemuasan dalam bentuk dorongan seksual; aspek ego pada psikologi tokoh utama dalam novel Hujan di Bawah Bantal adalah aspek psikologis dari kepribadian yang muncul setelah adanya hubungan dengan dunia luar atau lingkungan. Tokoh utama mempunyai ego yang kuat dalam dirinya yang tumbuh karena pengaruh-pengaruh dari orang-orang di sekitarnya; aspek superego dari psikologi tokoh utama dalam novel Hujan di Bawah Bantal adalah sistem kepribadian yang ketiga dalam diri seseorang yang berisi kata hati. Kata hati ini berhubungan dengan lingkungan sosial dan mempunyai nilai-nilai moral sehingga meru-pakan kontrol atau sensor terhadap dorongan-dorongan yang datang dari id yang direalisasikan. Dapat dikatakan juga sebagai dasar hati nurani yang erat hubungannya dengan moral, (2) skenario pembelajaran novel Hujan di Bawah Bantal karya E. L. Hadiansyah di SMA dikemas dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan media, nilai-nilai karakter bangsa, dan penilaian. Novel Hujan di Bawah Bantal karya E. L. Hadiansyah relevan diajarkan di SMA sebagai bahan pembelajaran karena di dalam novel ini banyak terkandung perkembangan psikologi jiwa dari tokoh utamanya sehingga banyak amanat-amanat yang dapat diambil siswa sekaligus sebagai motivasi siswa untuk terus mempelajari sebuah karya sastra. Kata kunci: psikologi (id, ego, dan superego), novel Hujan di Bawah Bantal, skenario pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN ORANG LAIN DENGAN METODE KUANTUM PADA SISWA KELAS X.4 SMA NEGERI 1 BULUSPESANTREN TAHUN AJARAN 2013/2014 Angga Prasetyo Nugroho
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.49 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan metode kuantum pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren Tahun Ajaran 2013/2014, (2) perubahan sikap dan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman oran lain dengan metode kuantum pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren Tahun Ajaran 2013/2014, dan (3) peningkatan keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan metode kuantum pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren tahun Ajaran 2013/2014. Pengumpulan data dilakukan dengan teknk tes dan nontes. Dalam analisis data digunakan teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Dalam penyajian hasil analisis data, digunakan teknik informal. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) proses pembelajaran menulis cerpen terdiri dari tiga tahap yaitu prasiklus, siklus I dan siklus II. Pembelajaran pada tahap prasiklus, siklus I dan siklus II sama-sama melaksanakan empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, (2) sikap dan perilaku positif ditunjukkan pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren melalui keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan metode kuantum, (3) terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan metode kuantum pada siswa kelas X.4  SMA Negeri 1 Buluspesantren terlihat dari nilai rata-rata prasiklus, siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata pada prasiklus mencapai 56,1, kemudian dilakukan siklus I meningkat menjadi 71,8. Nilai rata-rata pada siklus II meningkat mencapai 82. Dengan demikian, penerapan metode kauantum dalam pembelajaran menulis cerpen dapat meningkatkan minat belajar dan prestasi siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren. Kata kunci: keterampilan menulis cerpen, pengalaman orang lain, metode kuantum.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue