cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL AIR MATA SURGA KARYA E. ROKAJAT ASURA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMA KELAS XI Ulfalilah .
SURYA BAHTERA Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.951 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan unsur intrinsik novel Air Mata Surga karya E. Rokajat Asura, (2) mendeskripsikan nilai pendidikan dalam novel Air Mata Surga karya E. Rokajat Asura, (3) mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran sastra di SMA kelas XI. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan dalam novel Air Mata Surga. Fokus penelitian ini adalah nilai agama, nilai moral, dan nilai sosial. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Instrumen penelitian adalah penulis sendiri sebagai peneliti, kartu pencatat data, dan alat tulis.Analisis data menggunakan metode analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) tema novel Air Mata Surga karya E. Rokajat Asura adalah kisah tentang Baraah, gadis kecil yatim piatu yang berjuang melawan kanker. Tokoh utamanya Baraah dan tokoh tambahannya: Walamaha, Sameh shawky Hasanain, Dinia, Bibi, dll. Alurnya adalah alur maju. Latar tempatnya Distrik Sayyedah Zainab, Makkah, Apartemen, Madrasah Ibtidaiyah, dan Rumah Sakit. Latar waktunya adalah pagi, siang, sore,  dan malam hari. Latar sosialnya adalah keadaan tempat tinggal, pendidikan, dan lingkungan. Amanat, amanat yang terkandung dalam novel Air Mata Surga diantarannya tabah dan sabar dalam menghadapi segala cobaan hidup, selalu bersyukur, dan saling membantu. (2) Nilai pendidikan novel Air Mata Surga meliputi nilai pendidikan agama, moral, dan sosial. (3) rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas XI SMA khususnnya pada kelas XI semester II berdasarkan pada Standar Kompetensi 7. memahami hikayat novel indonesia/novel terjemahan dan Kompetensi Dasar 7.2 menganalisis unsur intrinsik novel dengan menggunakan metode pembelajaran Kuantum langkah TANDUR pembelajaranya: (a) tumbuhkan (b) alami (c) namai (d) demonstrasi (e) ulangi (f) rayakan.   Kata Kunci: nilai pendidikan, novel Air Mata Surga, rencana pelaksanaan pembelajaran
NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL KHIDIR KARYA WIWID PRASETYO DAN RECANA PEMBELAJARANNYA DI SMA Ummi Azizah Sukirno Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.562 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novel Khidir meliputi; tema, tokoh, alur, latar dan sudut pandang, mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan novel Khidir meliputi; nilai pendidikan sosial, budaya, moral dan religius, dan mendeskripsikan rencana pembelajaran novel Khidir di SMA. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan lima model Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif pada novel Khidir karya Wiwid Prasetyo. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri, kertas pencatat data dan alat tulis. Dari analisis unsur intrinsik, nilai-nilai pendidikan dan rencana pembelajaran di SMA diperoleh nilai-nilai pendidikan meliputi pendidikan sosial, budaya, moral dan religius. Pendidikan sosial meliputi tolong menolong dan peduli. Pendidikan budaya meliputi melestarikan budaya dalam beribadah dan melestarikan budaya kliwonan. Pendidikan moral meliputi tekat kuat, pantang menyerah, sungguh-sungguh, pemarah dan pemberani. Pendidikan religius meliputi beribadah, bersyukur, berdoa dan sabar. Novel Khidir dapat diterapkan dalam rencana pembelajaran di SMA karena dalam novel tersebut banyak nilai-nilai yang perlu dipelajari dalam membentuk rasa percaya diri dan menghargai sahabat, orang lain, dan sesama umat manusia yang hidup di lingkungannya masing-masing. Kata kunci:Nilai Pendidikan Novel dan Rencana Pembelajarannya
IDENTIFIKASI TOKOH UTAMA DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL JOKOWI SI TUKANG KAYU KARYA GATOTKOCO SUROSO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Yudi Setiawan
SURYA BAHTERA Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.85 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) perwatakan tokoh utama dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu; (2) nilai pendidikan novel Jokowi Si Tukang Kayu; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Jokowi Si Tukang Kayu di SMA; Metode yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: subjek penelitian novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso; objek penelitian berupa tokoh utama, nilai-nilai pendidikan pada novel Jokowi Si Tukang Kayu, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA; fokus penelitian berupa perwatakan tokoh utama (dimensi fisiologis, dimensi psikologis, dan dimensi sosiologis), nilai pendidikan (nilai pendidikan agama, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan budaya), dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA; teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka; teknik analisis data dilakukan teknik analisis isi (content analisys); teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Dari pembahasan data, penulis memperoleh simpulan (1) identifikasi perwatakan tokoh utama dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso, antara lain: (a) dimensi fisiologis, meliputi: badan kurus, tubuh kuat, laki-laki, dan rambut panjang; (b) dimensi psikologis, meliputi: beriman, keberanian, mandiri, optimis, pandai, pekerja keras, percaya diri, mempunyai prinsip, realistis, rela berkorban, tegar, dan usil; (c) dimensi sosiologis, meliputi: masyarakat kelas bawah, mahasiswa, beragama Islam, orang Jawa, dan menyukai musik rock; (2) nilai-nilai pendidikan dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu antara lain: (a) nilai pendidikan agama, meliputi: berdoa, beribadah, bersyukur, ikhlas, sabar, dan tawakal; (b) nilai pendidikan moral, meliputi: disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, pantang menyerah, percaya diri, rajin belajar, sungguh-sungguh, tanggung jawab, dan tekad kuat; (c) nilai pendidikan sosial, meliputi: berbakti kepada orang tua, kasih sayang, memberi motivasi, dan persahabatan; (d) nilai pendidikan budaya, meliputi: melestarikan tembang Jawa, dan menggunakan bahasa daerah; (3) Novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran di SMA. Dalam pembelajaran novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso digunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab. Kata kunci: tokoh utama, nilai-nilai pendidikan, pembelajaranya di SMA
ANALISIS NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SIHRAZY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Achmad Sutejo
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.582 KB)

Abstract

Penelitian ini ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik, (2) nilai religius, dan (3) skenario pembelajaran novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Sihrazy di SMA. Dari penelitian ini disimpulkan: (1) unsur intrinsik novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Sihrazy meliputi: tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat. (2) Nilai religius dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Sihrazy meliputi: nilai pendidikan akidah, syariah dan akhlak. (3) Skenario Pembelajaran novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Sihrazy di SMA dengan menggunakan model pembelajaran active learning (belajar aktif). Langkah-langkah pembelajaran: peserta didik dikelompokan menjadi empat anggota tim disesuaikan subtopik yang dibahas, setiap kelompok diberi materi subtopik yang berbeda, membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli terbentuk diambil dari salah satu orang dari kelompok asal, tim ahli mendiskusikan subtopik yang telah dibagikan, setelah selesai, tim ahli tiap anggota kelompok kembali ke kelompok asal dan berdiskusi dengan teman satu tim asal.   Kata kunci: unsur intrinsik, nilai religius dalam novel Bumi Cinta dan skenario pembelajarannya di SMA.
ANALISIS NILAI MORAL PADA NOVEL ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH KARYA WIWID PRASETYO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Ahmad Zuhri
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.984 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur instrinsik (tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, dan sudut pandang) novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo, (2) nilai moral novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo, dan (3)  rencana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik dan nilai moral novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik informal. Objek penelitiannya adalah unsur intrinsik, nilai-nilai moral, dan rencana pelaksanaan pembelajaran novel Orang Miskin Dilarang Sekolah di SMA. Penelitian ini difokuskan pada nilai moral dalam novel  Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo yang meliputi: (1) hubungan manusia dengan Tuhan, (2) hubungan manusia dengan manusia, (3) hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan (4) hubungan manusia dengan alam sekitar. Selain itu, fokus penelitian ini adalah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran novel tersebut dengan metode Kuantum di SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo yang diterbitkan oleh Diva Press tahun 2009.  Data dikumpulkan menggunakan metode observasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan hasilnya dipaparkan menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) nsur intrinsik novel OMDS: (a) tema mayor novel ini perjuangan orang miskin untuk memperoleh pendidikan; (b) tokoh dan penokohan di antaranya adalah Faisal (bijaksana, pemberani dan peduli), Pambudi (berjiwa kepemimpinan), Pepeng (tekun dan bekerja keras), dan lainnya; (c) latar novel terdiri dari latar tempat (di Semarang, yang meliputi: SD Kartini, Gedong Sapi, dll.), latar waktu (era reformasi tahun 1988), dan latar sosial yang menunjukkan adat istiadat, kepercayaan, bahasa, kebiasaan, dan pandangan hidup masyarakat Jawa; (d) alur (alur maju); (e) sudut pandang (campuran antara teknik orang pertama dan teknik orang ketiga mahatahu). (2) Nilai moral dalam novel OMDS di antaranya adalah (a) religius, (b) jujur, (c) toleransi, (d) disiplin, (e) kerja keras, (f) kreatif, (g) mandiri, (h) demokratis, (i) rasa ingin tahu, (j) semangat kebangsaan, (k) cinta tanah air, (l) menghargai prestasi, (m) bersahabat/komunikatif, (n) cinta damai, (o) gemar membaca, (p) peduli lingkungan, (q) peduli sosial, dan (r) tanggung jawab. (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran novel OMDS di kelas XII SMA, diajarkan dengan langkah-langkah metode kuantum meliputi enam langkah yaitu tahap pertama, “tumbuhkan”, berisi motivasi dan apersepsi. Tahap selanjutnya, “alami”, berisi pemberian contoh nyata. Tahap “namai” berisi kegiatan memberi istilah atau menandai suatu ciri-ciri tertentu yang khusus dan penting. Tahap “demonstrasikan” berisi kegiatan berkarya. Tahap “ulangi” berisi kegiatan mengulangi kembali materi yang telah dipelajari. Tahap terakhir, yakni “rayakan”, berisi penghargaan dan pujian terhadap pencapaian siswa.   Kata kunci: nilai moral, novel Orang Miskin Dilarang Sekolah, metode kuantum
PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DALAM KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2014 TART DI BULAN HUJAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS VII SMP Eliza Ratna Asih Wulandari
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.788 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan konjungsi koordinatif dalam kumpulan cerpen Kompas 2014 Tart di Bulan Hujan; (2) skenario pembelajaran konjungsi dalam kumpulan cerpen Kompas 2014 Tart di Bulan Hujan di kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) terdapat penggunaan bentuk-bentuk konjungsi koordinatif, yaitu konjungsi dan dan serta penanda hubungan penjumlahan/ penggabungan, konjungsi atau penanda hubungan pemilihan, konjungsi tetapi, melainkan, sedangkan, dan padahal penanda hubungan pertentangan/perlawanan. Namun, hanya konjungsi melainkan yang tidak ditemukan. Dari data yang ditemukan 153 konjungsi koordinatif pada kumpulan cerpen Kompas 2014 Tart di Bulan Hujan, sebanyak 120 (78%) termasuk penggunaan yang tepat dan 33 (28%) termasuk penggunaan yang salah karena tidak tepat penempatannya; (2) Skenario pembelajaran penggunaan konjungsi koordinatif kumpulan cerpen Kompas 2014 Tart di Bulan Hujan yang diintegrasikan dengan KD menemukan struktur teks cerpen dan konjungsi koordinatif pada siswa kelas VII SMP dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) tipe STAD. Adapun skenario tersebut adalah guru menjelaskan tujuan pembelajaran, guru menyampaikan materi tentang konjungsi koordinatif serta struktur teks cerpen, siswa berkelompok, menganalisis dan berdiskusi, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok, siswa menanggapi dan menilai hasil presentasi, guru dan siswa membuat kesimpulan, guru memberikan penilaian. Kata kunci: Konjungsi Koordinatif, cerpen Kompas 2014, skenario pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN DENAH DENGAN METODE FIELD TRIP PADA SISWA KELAS VIII C MTs MA’ARIF 1 GARUNG, WONOSOBO TAHUN AJARAN 2014/2015 Evi Azzafira Honesty
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.113 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) penerapan pembelajaran mendeskripsikan denah pada siswa kelas VIII C MTs Ma’arif Garung, Wonosobo tahun ajaran 2014/ 2015 dengan metode field trip, (2) pengaruh penggunaan metode field trip terhadap sikap dan minat siswa kelas VIII C MTs Ma’arif Garung, Wonosobo tahun ajaran 2014/ 2015 dalam pembelajaran mendeskripsikan denah, (3) peningkatan kemampuan mendeskripsikan denah pada siswa kelas VIII C MTs Ma’arif  Garung, Wonosobo tahun ajaran 2014/2015 setelah diadakan pembelajaran dengan metode field trip. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik analisis data yang digunakan, teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik penyajian data yang digunakan, teknik penyajian hasil analisis data informal.Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) penerapan pembelajaran mendeskripsikan denah dengan metode field trip dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu siklus I dan siklus II. Pada siklus 1, peneliti mengajak siswa untuk melakukan kegiatan karya wisata dengan mengunjungi wilayah sekitar alun-alun Wonosobo.Pada siklus II, peneliti membagi siswa menjadi beberapa kelompok dalam pelaksanan pembelajaran mendeskripsikan denah dengan  metodefield trip; (2) metode field trip mempengaruhi sikap dan minat siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penilaian diperoleh kesiapan dalam mengikuti pembelajaran, respon siswa pada saat apersepsi, keseriusan mengamati objek yang akan dideskripsikan pada saat field trip, siswa menunjukkan sikap yang baik, tidak membuat gaduh dan tidak mengganggu teman, dan siswa mengerjakan tugas mendeskripsikan denah dengan serius dan tekun; (3) peningkatan kemampuan mendeskripsikan denah dengan metode field trip dapat dilihat dari hasil tes siswa dari prasiklus hingga siklus II. Pada praskilus diperoleh nilai rata-rata sebesar 53 meningkat menjadi 69,6 pada siklus I dan meningkat menjadi 81,3  pada siklus II.   Kata Kunci: keterampilan mendeskripsikan denah, metode field trip.
KAJIAN SEMIOTIK KUMPULAN CERPEN PILIHAN KOMPAS 2012 LAKI-LAKI PEMANGGUL GONI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS VII SMP Fatma Hidayati
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.323 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) pembacaan heuristik dan hermeneutik, (2) matriks, model, dan varian, (3) rencana pelaksanaan pem-belajaran memahami dan menangkap makna teks cerpen dengan bahan ajar cer-pen dari kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2012 Laki-laki Pemanggul Goni di ke-las VII SMP. Hasil penelitian ini adalah 1) berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik dapat disimpulkan bahwa terdapat makna semiotik yang menonjol tentang tradisi, kepercayaan, atau mitos yang berlaku di masyarakat Indonesia yang mengarah ke penyekutuan Tuhan atau tidak mengesakan Tuhan; 2) a) ma-triks-nya adalah pengingkaran kesalahan, pembuktian kebenaran mitos, penolak-an dimadu, kekhawatiran terhadap majikan; b) model-nya adalah pelimpahan ke-salahan ke tokoh lain, pohon hayat, perias pengantin, ketidakpatuhan; c) varian-nya adalah perasaan bersalah, sugesti pohon kehidupan, keunikan hidup Bu Geni, menukar kurma; 3) rencana pelaksanaan pembelajaran pemaknaan cerpen Indonesia pada peserta didik kelas VII SMP semester 1 dengan kurikulum 2013 dirancang menggunakan bahan ajar cerpen dari Kumpulan Cerpen Pilihan Kom-pas 2012 Laki-laki Pemanggul Goni, model pembelajaran saintifik/ilmiah, dan model pembelajaran CTL. Model pembelajaran saintifik/ilmiah dilaksanakan de-ngan beberapa langkah, antara lain kegiatan pendahuluan, inti (mengamati, ber-tanya, mengeksplorasikan, mengasosiasikan, mengomunikasikan), dan penutup. Model pembelajaran CTL dilaksanakan dengan beberapa langkah, antara lain ke-giatan pendahuluan (konstruktivisme), inti (menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan), dan penutup (refleksi, penilaian sebenarnya).   Kata kunci: Semiotik, Cerpen Kompas 2012, RPP
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN WORD FLOW PADA SISWA KELAS XI SMK MA’ARIF 9 KEBUMEN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Muslimah Kurniawati
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.464 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan teknik pembelajaran Word Flow dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis narasi pada siswa kelas XI SMK Ma’arif 9 Kebumen tahun pembelajaran 2013/2014; (2) pengaruh teknik pembelajaran Word Flow terhadap aktivitas belajar siswa kelas XI SMK Ma’arif 9 Kebumen tahun pembelajaran 2013/2014 dalam menulis narasi; (3) peningkatan kemampuan menulis narasi siswa kelas XI SMK Ma’arif 9 Kebumen tahun pembelajaran 2013/2014 setelah memperoleh pembelajaran dengan menggunakan teknik Word Flow. Dalam pengumpulan data digunakan teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan menulis narasi, sedangkan teknik nontes yang berupa observasi, wawancara, dan kuesioner digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Dalam penyajian data digunakan teknik informal dan teknik formal. Minat dan sikap belajar siswa terhadap pembelajaran menulis narasi dengan teknik pembelajaran Word Flow menjadi lebih baik. Minat belajar siswa prasiklus sebesar 6,25% (kurang), siklus I sebesar 53,12% (baik), dan siklus II sebesar 71,87% (baik sekali). Peningkatan kualitas hasil menulis paragraf narasi dengan teknik Word Flow dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata prasiklus adalah 68. Pada siklus I nilai rata-rata siswa 73,1, dan pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 78,5. Kata kunci : Menulis Narasi, Teknik Word Flow, Pembelajaran SMK
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BACAAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PQRST PADA SISWA SMP NEGERI 2 SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Nur Canggih Tri Wiguna
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.594 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan (1) proses pem-belajaran keterampilan membaca pemahaman teks narasi dengan metode PQRST; (2) perubahan perilaku siswa setelah mendapat pengajaran membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST; (3) peningkatan kemampuan membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik penyajian data yang digunakan, teknik penyajian hasil analisis data informal. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST meliputi guru memberikan materi mengenai pembelajaran membaca pemahaman, guru memberikan contoh teks bacaan narasi, siswa disuruh untuk membaca pemahaman teks narasi dengan menggunakan metode PQRST yang sudah diajarkan guru, guru mengevaluasi hasil yang ditulis oleh siswa; (2) perubahan perilaku siswa dapat dilihat dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Dari prasiklus keaktifan siswa dalam menanggapi stimulus dari guru diperoleh nilai sebesar 50% meningkat 16% menjadi 66,7% pada siklus I dan meningkat 23,3% menjadi 90% pada siklus II. Peningkatan keaktifan siswa bertanya pada guru dari tahap prasiklus diperoleh nilai rata-rata 16,7% meningkat 13,3% menjadi 30% pada siklus I  dan meningkat 23,3% menjadi 40% pada siklus II. Peningkatan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas diperoleh nilai rata-rata 53,3%, meningkat pada siklus I menjadi 90%, dan pada siklus II menjadi 100%; (3) peningkatan  keterampilan siswa dalam memahami teks bacaan narasi dengan metode  PQRST dapat dilihat dari hasil tes siswa dari prasiklus hingga siklus II. Pada prasiklus diperoleh nilai rata-rata 56,6% meningkat 9,2% menjadi 65,8% pada siklus I dan meningkat 12,8% menjadi 77,9% pada siklus II.     Kata kunci: kemampuan membaca pemahaman, teks narasi, metode PQRST.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue