cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY-INQUIRY SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PAGENTAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Nur khayati
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.162 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1  Pagentan tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode Discovery-Inquiry, 2) pengaruh metode Discovery-Inquiry terhadap pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1  Pagentan tahun pelajaran 2013/2014, dan 3) peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1  Pagentan tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode Discovery-Inquiry. Dalam pengumpulan data digunakan teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan menulis puisi, sedangkan teknik nontes yang berupa observasi, wawancara, dan kuesioner digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Dalam penyajian data digunakan teknik informal dan teknik formal. Minat dan sikap belajar siswa terhadap pembelajaran menulis puisi dengan metode Discovery-Inquiry menjadi lebih baik. Minat belajar siswa prasiklus sebesar 58,9% (baik), siklus I sebesar 73,52% (baik), dan siklus II sebesar 100% (baik sekali). Peningkatan kualitas hasil menulis puisi menggunakan metode Discovery-Inquiry dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata prasiklus adalah 52,61, Pada siklus I nilai rata-rata adalah 74,97 dan pada siklus II rata-rata siswa adalah 80,35.   Kata kunci: pembelajaran, keterampilan menulis puisi, Discovery-Inquiry
NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL GURU PARA PEMIMPI KARYA HADI SURYA DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DI SMA Wahyu Kartikasari
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.498 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan:(1) mendeskripsikan unsur intrinsik novel Guru Para PemimpikaryaHadi Surya, (2) mendeskripsikannilai-nilaipendidikan novel Guru Para PemimpikaryaHadii Suryadan (3) menjelasakanrencanapembelajarannilai-nilaipendidikan novel Guru Para Pemimpi karyaHadi Surya di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yanag digunakan adalah novel Guru Para Pemimpi karya Hadi Surya. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa catatan data. Tekhnik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan (1) unsur  intrinsik dalam novel Guru Para Pemimpi mencakup enam aspek, terdiri dari: (a) tema novel ini adalah pendidikan dan ekonomi, (b) tokoh utamanya adalah Hadi, tokoh tambahan adalah Fuad, Pak Haji, Pak Arif, Dr. Abdullah, Pak Kiai Bahrul, Joe, Kyai Mukhsin, Ibu Zaleha,dan Bu Retno, (c) alur  yang digunakan adalah alur  maju, (d) latar tempat pada  novel  ini yaitu: desa Ciseeng, dapur, masjid, base camp, villa, lapangan, serambi, kompleks perumahan, ruang kelas, sekolah cendekia. Latar waktu yang digambarkan yaitu  pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Latar sosial dalam novel ini adalah keadaan desa Ciseeng dan keadaan pendidikan bagi anak-anak desa Ciseeng, (e) sudut pandang yang digunakan adalah mengunakan orang pertama pelaku utama (aku), (f) amanat yang disampaikan yaitu keinginannya untuk mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak yang kurang mampu dengan usaha yang keras pastilah akan  membuahkan hasil, tanpa harus banyak mengumbar janji. (2) nilai-nilai pendidikan novel Guru Para Pemimpi mencakup empat aspek yaitu; (a) nilai pendidikan moral meliputi tekad kuat, pantang menyerah, kerja keras, jujur, kreatif, percaya diri (b) nilai pendidikan sosial meliputi tolong-menolong, kekeluargaan, setiakawan, kasih sayang, memberi semangat, dermawan dan musyawarah (c) nilai pendidikan agama meliputi beribadah, bersedekah, ikhlas, dan sabar, dan khitanan (d) nilai pendidikan budaya meliputi meminta berkat dan nasihat kepada sesepuh desa. (3) rencana pembelajaran novel Guru Para Pemimpi karya Hadi Surya di SMA dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. Langkah-langkah pembelajarannya: (a) guru melakukan konstruksi, (b) guru meelaksanakan inquiri (c) guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, (d) guru menerapkan metode pembelajaran seperti berkelompok, tanya jawab dan berdiskusi, (e) guru memberikan contoh pembelajaran dengan pemodelan (f) melakukan refleksi, (g) melakukan penilaian.   Kata kunci: unsur intrinsik, nilai-nilai pendidikan, novel Guru Para Pemimpi karya Hadi Surya
TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA NOVEL ELANG DAN BIDADARI KARYA PUPUT SEKAR DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMA Wahyu ningsih
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.389 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Elang dan Bidadari, (2) aspek sosiologi novel Elang dan Bidadari, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran di SMA. Dari hasil penelitian disimpulkan: (1) Unsur intrinsik novel Elang dan Bidadari mencakup enam aspek: (a) tema: percintaan; (b) tokoh utama: Jingga adalah gadis yang religius dan Young-Han: adalah pria yang ketus, tokoh tambahan: Pak Wiryawan ayah yang penyayang; Prof. Lee: tegas; Prasetyo : pandai; So-Eun: mudah terpengaruh; Jun-Su: ramah; Awan: penyayang; (c) alur: maju; (d) latar tempat: Seoul, Korea Selatan, Paris, dan Jakarta, latar waktu: pagi, siang, sore dan malam, latar sosial: gaya hidup masyarakat Korea yang bertolak belakang dengan masyarakat Indonesia; (e) sudut pandang: orang ketiga metode diaan; (f) amanat: sebagai sebagai manusia sudah seharusnya selalu berusaha dalam mewujudkan mimpi dan selalu menjunjung tinggi ajaran agama Islam. (2) Aspek-aspek sosiologi yang terdapat pada novel Elang dan Bidadari digolongkan menjadi lima, yaitu (a) aspek cinta; (b) aspek kepercayaan; (c) aspek kebudayaan; (d) aspek pendidikan; dan (e) aspek perekonomian. (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran di SMA dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan langkah-langkah pembelajarannya: (a) siswa dikelompokan ke dalam 4-6 kelompok; (b) guru memberikan materi yang berbeda; (c) siswa membentuk tim ahli untuk berdiskusi; (d) tim ahli kembali ke kelompok asal; (e) tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi; (f) guru memberi evaluasi.   Kata kunci: Unsur intrinsik, Aspek sosiologi, Novel Elang dan Bidadari
PERJUANGAN TOKOH UTAMA MEMPERTAHANKAN NILAI-NILAI AKIDAH NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN RELEVANSI PEMBELAJARANNYA DI SMA Dian Kirana Ningrum
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.82 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan: (1) penokohan tokoh utama dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy; (2) perjuangan tokoh utama mempertahankan nilai-nilai akidah dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy; (3) relevansi pembelajaran novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan teknik observasi. Instrumen penelitian adalah peneliti dan  kertas pencatat. Dalam analisis data digunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) penokohan tokoh utama, Muhammad Ayyas merupakan seorang santri salaf yang memiliki fisik gagah dan ganteng, berpendidikan, cerdas, santun, taat beribadah, baik hati, penyabar, setia, penuh cinta kasih, seorang yang memiliki keteguhan hati laksana nabi Yusuf, seorang yang kokoh pada prinsip yang dipegangnya, yaitu keyakinan pada akidahnya, dan menjunjung tinggi agamanya yaitu agama Islam, (2) perjuangan tokoh utama memperjuangkan nilai-nilai akidah dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy meliputi dua aspek yaitu, aspek rukun Iman dan rukun Islam. (a) Aspek rukun Iman meliputi: (i) keimanan kepada Allah; (ii) keimanan kepada Malaikat-Nya; (iii) keimanan  kepada kitab-Nya; (iv) keimanan kepada Rasul-Nya; (v) keimanan kepada hari akhir; (vi) keimanan kepada qadha dan qadar. (b) Aspek rukun Islam meliputi: syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Akan tetapi, dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy hanya terdapat tiga perkara dalam rukun Islam yaitu (i)syahadat, (ii)sholat, dan (iii) puasa. (3) Relevansi pembelajaran novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy di SMA dapat dilaksanakan seca-ra optimal dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan. Pendekatan yang digunakan  dalam proses pembelajaran adalah pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan, informasi/eksperimen, mengasosiasi/menalar, dan mengkomunikasikan). Dengan menggunakan pendekatan saintifik tersebut, siswa dapat lebih aktif dan kreatif. Strategi pembelajaran novel ini digunakan karena dapat meningkatkan keingintahuan peserta didik sehingga aktivitas, kreativitas peserta didik mengalami peningkatan terutama dalam mengapresiasikan sastra. Oleh karena itu, strategi ini relevan digunakan dalam pembelajaran di SMA.   Kata kunci: tokoh utama, nilai akidah, novel Bumi Cinta, pembelajaran
KAJIAN FEMINIS CITRA AQIDAH WANITA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL GADIS PENGHAFAL AYAT KARYA M. SHOIM HARIS DAN RELEVANSI PEMBELAJARANNYA DI SMA Fauzia Ika Rosiani
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.546 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) feminisme citra aqidah wanita tokoh utama dalam novel  Gadis Penghafal Ayat karya M. Shoim Haris, (2) relevansi pembelajaran novel Gadis Penghafal Ayat karya M. Shoim Haris Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) feminisme citra tokoh utama wanita novel tersebut terdiri dari citra diri dan citra sosial yaitu: (a) citra diri dapat dilihat secara fisik. Secara fisik yaitu seorang gadis yang cantik jelita dan mempunyai fisik yang sempurna, secara psikis dicitrakan sebagai seorang gadis yang pandai, cerdas, mempunyai daya intelektual tinggi, mempunyai jiwa kepemimpinan, kuat, tegar, berani mengambil resiko, mempunyai jiwa yang menenangkan hati orang lain, penyayang, baik hati, tepat janji, dan berusaha untuk memperjuangkan hak dan cita-citanya, (b) citra sosial tokoh utama wanita dapat dilihat dari citra dalam keluarga dan masyarakat. Dalam keluarga, dicitrakan sebagai anak Kyai yang sudah dewasa, harus segera dinikahkan serta harus mewarisi pesantren yang diasuh oleh orang tuanya; dalam masyarakat  dicitrakan sebagai gadis seorang Anak Kyai yang disegani dan dihormati dan gadis yang baik hati serta mempunyai nilai religius yang tinggi. Citra aqidah wanita meliputi: (a) citra aqidah dari aspek shalat yaitu seorang gadis yang tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu dan shalat sunnah, (b) citra aqidah dari aspek fadhilah Al-quran dicitrakan sebagai seorang gadis penghafal Al-quran yang selalu berusaha mengkhatamkan hafalannya dalam keadaan apa pun; (2) relevansi pembelajaran novel Gadis Penghafal Ayat karya M. Shoim Haris di SMA dapat dilaksanakan secara optimal dengan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) tipe STAD (Student Team Achievement Division). Strategi ini dianggap relevan karena siswa dapat belajar secara mandiri secara berkelompok. Siswa dapat menggali informasi dari anggota kelompok mereka dan guru sebagai fasilitator.   Kata kunci: feminisme, citra aqidah wanita, Novel Gadis Penghafal Ayat, pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI DENGAN METODE KUANTUM PADA SISWA KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH KUTOWINANGUN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Halimah Sa'diyah
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.61 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan: penerapan metode kuantum, pengaruh sikap dan minat siswa, serta peningkatan keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dengan metode kuantum pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Kutowinangun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas perencanaann, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi atau tes angket, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif, yaitu analisis proses dan analisis data produk. Teknik penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) penerapan metode kuantum dalam pembelajaran menulis cerpen menggunakan strategi tandur meliputi tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. (2) Penggunaan metode kuantum dapat meningkatkan minat dan sikap siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen  berdasarkan pengalaman pribadi, terlihat sikap siswa pada siklus I sebesar 18,75%, sedangkan minat siswa pada siklus I sebesar 34,31%. Peningkatan terjadi pada sikap siswa pada siklus II menjadi 65,62% dan minat siswa meningkat menjadi 87,50%.  (3) Hasil nilai rata-rata pada prasiklus 41,22 dan pada siklus I nilai meningkat menjadi 43,56, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,41.   Kata kunci: Menulis cerpen, metode kuantum
KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH LASI NOVEL BEKISAR MERAH KARYA AHMAD TOHARI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Inda yani
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.13 KB)

Abstract

Tujuan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsur intrinsik yang ada pada novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari; (2) wujud kajian psikologi sastra berdasarkan aspek kepribadian tokoh Lasi dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari ; (3) skenario pembelajaran aspek kepribadian di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berupa novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari. Fokus dalam penelitian ini berupa aspek psikologi tokoh utama Lasi dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari. Dalam pengumpulan data penelitian ini digunakan teknik catat dan teknik observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa penulis sendiri, yang dibantu dengan, buku-buku tentang teori psikologi sastra. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis data penulis menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur-unsur intrinsik yang ada dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari meliputi: (a) tema, (b) tokoh utama dan tokoh tambahan, (c) latar yang meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, (c) alur, (d) amanat; (2) struktur kepribadian tokoh utama Lasi dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari meliputi: (a) id, (b) ego, dan (c) superego; (3) novel Bekisar Merah dimungkinkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran di SMA. Oleh karena itu, skenario pembelajaran sastra dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari yaitu menggunakan skenario dengan langkah-langkah dalam pembelajaran sastra yang dimulai dengan guru: (a) mengkondisikan kelas dan menanyakan materi kepada siswa, (b) menyampaikan materi pokok pembelajaan, (c) memberikan tugas, (d) mengoreksi tugas, (e) mengevaluasi tugas dan jalannya proses pembelajaran, dan (f) memberikan tugas rumah. Kata Kunci: analisis psikologi, aspek kepribadian tokoh Lasi, novel Bekisar Merah, skenario pembelajaran di SMA.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH AL-IMAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Khamid -
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.577 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud kesantunan berbahasa guru saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia di kelas VIII MTs Al Iman Purworejo; (2) karakter siswa kelas VIII saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia di MTs Al Iman Purworejo; dan (3) relevansi kesantunan berbahasa saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia dengan pembentukan karakter siswa kelas VIII  MTs Al Iman Purworejo.Dalam pengumpulan data, penelitimenggunakan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Dalam analisis data,penelitimenggunakan teknik analisis deskriptif korelasi. Kadar hubungan dinyatakan dalam indeks koefisien korelasi. Indeks ini dihitung melalui korelasi product moment. Peneliti menyajikan hasil analisis dengan teknik penyajian verbal, yakni penyajian dengan kata-kata yang digunakan secara tegas menyatakan sesuatu yang dimaksud dalam konsep.Dari hasil analisis dapat disimpulkan: (1) wujud tuturan yang dipakai guru dalam KBM bahasa Indonesia dapat dikatakan cukup santun karena sudah memenuhi prinsip-prinsip kesantunan berbahasa. Tingkat kesantunan berbahasa guru menurut siswa, yang sangat santun ada 7 orang atau 9 %, yang santun 21 orang atau 27 %, yang cukup santun 33 orang atau 43 % dan yang kurang santun 16 orang atau 21 %; (2) karakter siswa kelas VIII MTs Al-Iman Purworejo termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara dan rata-rata nilai angket tentang karakter siswa yang menunjukkan nilai 66,18; dan (3) ada relevansi yang erat antara kesantunan berbahasa guru dengan karakter siswa kelas VIII  MTs Al Iman Purworejo tahun pelajaran 2014/2015.   Kata kunci: kesantunan berbahasa, relevansi, karakter siswa
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM NOVEL AMELIA KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Muhammad Khayatul Khikam
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.927 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik yang berupa tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan amanat pada novel Amelia karya Tere Liye, (2) nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye, dan (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai-nilai akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini novel Amelia karya Tere Liye. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi kepustakaan, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Amelia karya Tere Liye adalah sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah kehidupan Amelia sebagai anak bungsu yang suka menolong dan peduli pada orang lain,  berjuang keras mengubah tradisi bertani yang turun-temurun menjadi bertani yang lebih baik yang didasarkan ilmu pengetahuan, (b) tokoh utama: Amelia, sedangkan tokoh tambahan yang dominan:  Syahdan, Mamak, Paman Unus, Pak Bin dan Nek Kiba; tokoh protagonis: Amelia; tokoh antagonis: Bakwo Hasan; (c) alur: alur maju; (d) latar: ada yang dihadirkan secara utuh sehingga dapat menimbulkan imajinasi pembaca mengenai latar tersebut, tetapi ada pula yang hanya disebutkan nama tempatnya saja; (e) amanat dalam novel ini dikemas dalam cerita sehingga tidak bersifat menggurui pembaca; (2) nilai pendidikan akhlak meliputi (a) hubungan antara manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan lingkungan; (3) skenario pembelajaran menggunakan metode inkuiri, diskusi, dan penugasan. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Akhlak dan Skenario Pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGANALISIS CERITA PENDEK DENGAN METODE PENEMUAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMK WIDYA KUTOARJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Nala Putra Yudha
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.392 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran menganalisis cerpen dengan metode penemuan pada peserta didik kelas XI SMK Widya Kutoarjo; (2) motivasi peserta didik kelas XI SMK Widya Kutoarjo dalam pembelajaran menganalisis cerpen dengan metode penemuan; (3) peningkatan kemampuan menganalisis cerpen peserta didik kelas XI SMK Widya Kutoarjo setelah memperoleh pembelajaran dengan metode penemuan. Dari hasil penelitian ini, dapat penulis simpulkan: (1) proses pembelajaran analisis teks cerpen meliputi guru memberikan materi analisis teks cerpen dengan metode penemuan disertai contohnya, guru dan siswa melakukan Tanya jawab, guru memberikan tugas kepada siswa untuk menganalisis teks cerpen yang telah ditentukan, siswa menganalisis teks cerpen, siswa dituntun untuk menganalisis teks cerpen dengan memperhatikan struktur teks cerpen, kaidah kebahasaan cerpen, dan isi teks cerpen, siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya, dan guru mengevaluasi hasil yang ditulis oleh siswa; (2) perubahan perilaku siswa kearah positif dilihat dari hasil pengamatan pada aspek keaktifan siswa dalam menanggapi stimulus dari guru memperoleh hasil prasiklus 34,28%, siklus I menjadi 52.63%, dan siklus II menjadi 71.63%, aspek keaktifan siswa bertanya saat pembelajaran berlangsung, diperoleh hasil pada prasiklus 42.85%, siklus I menjadi 44.73%, dan siklus II menjadi 50%, dan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas juga mengalami peningkatan dari prasiklus yang mencapai 57.14% meningkat pada siklus I menjadi 71.05% dan pada siklus II menjadi 78.94%; (3) peningkatan kemampuan siswa tersebut dilihat dari hasil rata-rata siswa pada setiap tindakannya. Pada prasiklus mencapai nilai rata-rata 37.13 atau masih dalam kategori kurang. Rata-rata nilai pada siklus I sebesar 69,74 dan pada siklus II sebesar 75. Dengan demikian, terjadi peningkatan kemampuan siswa sebesar 32.61 atau 88.4% dari prasiklus kesiklus I, 37.87 atau 99.65% dari prasiklus ke siklus II, dan 5.26 atau 13.84% dari siklus I kesiklus II.  Peningkatan kemampuan itu terjadi secara signifikan.  Kata kunci: menganalisis cerpen, metode penemuan

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue