cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
NILAI MORAL NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Meyin Mulyanti
SURYA BAHTERA Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.601 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye, (2) nilai moral novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye, dan (3) skenario pembelajaran novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye di kelas XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Artinya, penulis membahas dan mengkaji novel tidak menggunakan angka, tetapi menekankan pada deskripsi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye saling terjalin dan menyatu dengan nilai moral yang terdapat di dalamnya, (2) nilai moral novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye mencakup tiga aspek, yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan, (b) hubungan manusia dengan manusia termasuk dengan lingkungan alam, (c) hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan (3) skenario pembelajaran novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye menggunakan model pembelajaran Group Investigation yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pendahuluan terdiri dari: guru menyampaikan motivasi dan tujuan pembelajaran, kegiatan inti terdiri dari: guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok; setiap kelompok bebas memilih sub topik keseluruhan materi yang diajarkan; dilanjutkan berdiskusi dan mengerjakan tugas; setiap kelompok harus mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, dan kegiatan penutup diakhiri dengan guru menutup pertemuan.   Kata kunci: Unsur Intrinsik, Nilai Moral, Skenario Pembelajaran Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL AIR MATA NAYLA KARYA MUHAMAD ARDIANSHA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA KELAS XI Muchamad Yazman Ardiansyah
SURYA BAHTERA Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.115 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai instrinsik, aspek sosiologi dalam novel Air Mata Nayla karya Muhamad Ardiansha dan skenario pembelajarannya di SMA kelas XI. Sumber datanya adalah novel Air Mata Nayla karya Muhamad Ardiansha. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis model interaktif. Hasil penelitian ini meliputi: (1) Tema novel ini adalah seseorang yang mencari jati diri. Tokoh utama Hanif, tokoh tambahan Pak Aziz, Bu Maisa, Minan, Nayla, Sayla, Tomy, Mbak Nadia, Pak Rudi, dan Arie. Alur maju. Latar tempat yaitu Masjid Baitul Janah, SMA Negeri 2 Pontianak, Rumah Sakit, Pondok Pesanteren Darussalam, dan Rumah Pak Azizz,  latar waktu yaitu pagi, siang, dan malam, latar sosial dalam novel ini adalah kehidupan masyarakat nelayan. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu. Amanat yang disampaikan yaitu menolong orang yang kesusahan dan  sebagai orang yang taat dengan aturan-aturan agama yang dianut. (2) Aspek-aspek sosiologi digolongkan menjadi empat, yaitu (a) cinta kasih: (b) moral: (c) pendidikan; (d) kepercayaan; (d) perekonomian. (3) metode pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions). Langkah-langkah pembelajarannya adalah: (a) pesertak didik dikelompokan menjadi empat anggota tim yang heterogen; (b) setiap anggota tim menggunakan lembar  kerja akademik dan diskusi antarsesama anggota tim; (c) secara individual atau tim, setiap minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi; (d) setiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaan bahan ajar.   Kata kunci: aspek sosiologi, unsur intrinsik, novel air mata nayla
CITRA WANITA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Rohmat Sutomo
SURYA BAHTERA Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.568 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:(1) struktur novel tersebut terdiri dari abstrak, orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda yaitu : (a) abstrak dapat dilihat bahwa Tinah adalah gadis desa yang tidak lulus SD, kesehariannya membantu neneknya berjualan di pasar Batu, ia di kenal sebagai wanita yang baik dan tegas, Tinah seorang ibu yang tegar dan setia, (b) orientasi terdiri dari dua yaitu latar tempat dan latar waktu, latar tempat yaitu: pasar Batu, rumah, sekolah, pegadaian. latar waktu yaitu pagi, siang, dan malam, (c) komplikasi novel ibuk yakni munculnya konflik dan permasalahan keluarga, (d) resolusi novel ibuk yakni munculnya penyelesaian permaslahan dan konflik keluarga, (e) koda novel ibuk yakni sebuah nilai yang dapat diambil yaitu nilai hidup (2)citra wanita novel tersebut terdiri dari citra diri dan citra sosial yaitu: (a) citra diri dapat dilihat secara fisik. Secara fisik, tokoh  utama adalah seorang  gadis yang cantik dan lugu, (b) citra sosial tokoh utama  wanita dapat dilihat dari citra dalam keluarga dan masyarakat. Dalam keluarga, tokoh utama dicitrakan sebagai seorang ibu yang adil serta setia pada suaminya; dalam masyarakat tokoh utama dicitrakan sebagai gadis yang baik serta  santun ucapannya.Skenario pembelajaran novel Ibuk karya Iwan Setyawan di SMA dapat dilaksanakan secara optimal dengan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) tipe STAD (Student Team Achievement Division). Langkah-langkah pembelajaran sebelum kegiatan belajar menagajar dimulai seorang guru memimpin siswa untuk berdoa untuk memulai sebagai awal kegiatan belajar, setelah itu guru memberikan arahan dan gambaran mengenai materi yang akan disamapaikan pada siswa, setelah itu guru menugaskan siswa untuk membaca novel dan membentuk kelompok.   Kata kunci: struktur, citra wanita, novel Ibuk, skenario pembelajaran
NILAI RELIGIUS NOVEL HAJI BACKPACKER KARYA AGUK IRAWAN MN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Susi Yunita
SURYA BAHTERA Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.373 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Haji Backpacker karya Aguk Irawan Mn; (2) nilai religius novel Haji Backpacker karya Aguk Irawan Mn; dan (3) skenario pembelajaran novel Haji Backpacker karya Aguk Irawan Mn di kelas XI SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Haji Backpacker karya Aguk Irawan Mn terdiri atas tema, tokoh dan penokohan, latar, seting dan sudut pandang; (2) nilai religius novel Haji Backpacker karya aguk Irawan Mn terdiri atas hubungan manusia degan Allah yang terwujud dalam salat, puasa, haji, doa dan wudlu, hubungan manusia dengan sesama manusia yang terwujud dalam saling memaafkan, tolong-menolong dan silaturahmi, dan hubungan manusia dengan alam yang terwujud dalam mengagumi alam dan menjaga alam; (3) skenario pembelajaran nilai religius pada novel Haji Backpacker karya Aguk Irawan Mn menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok (Group Investigation). Langkah-langkah pembelajaran terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang meliputi mengidentifikasi topik, merencanakan tugas-tugas belajar, melaksanakan investigasi, menyiapkan laporan akhir, dan mempresentasikan laporan dan penutup. Kata Kunci: unsur intrinsik, nilai religius, skenario pembelajaran
ANALISIS NILAI SOSIOLOGI NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYA AHMAD FUADI DAN SKENARIO PEMBELAJARAN DI KELAS IX SMA Wisanti - -
SURYA BAHTERA Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.507 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi; (2) nilai sosiologi novel Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi; (3) Skenario Pembelajaran novel Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi di SMA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan: (1) unsur intrinsik  novel Rantau 1 Muara  karya Ahmad Fuadi  meliputi: (a) tema adalah perjuangan seorang laki-laki untuk mencapai sebuah cita-cita; (b) tokoh utama Alif Fikri, memiliki sifat pekerja keras, sabar, dan taat beribadah; (c) latar novel terdiri dari latar tempat (kantor derap, apartemen, dan Sungai Potomac Amerika Serikat), latar waktu (sore hari, malam hari), dan latar suasana adalah: senang, bingung, marah, dan menegangkan; (d) alur menggunakan alur maju karena peristiwanya terjadi secara berurutan; (e) sudut pandang: orang ketiga; (f) amanat: Agar pembaca selalu berjuang meraih cita-cita dengan cara bekerja keras,berusaha, dan berdoa. (2) Nilai sosiologi novel Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi mencakup empat aspek, yaitu: kekerabatan, Aspek sosial dalam novel Rantau 1 Muara mencakup empat aspek, yaitu: cinta kasih meliputi cinta kasih Alif kepada istrinya, aspek kekerabatan meliputi  kekerabatan Alif dengan Pasus Warta dan kekerabatan Alif dengan Mas Garuda , aspek ekonomi termasuk kelas bawah dan kelas Atas, Aspek  Moral Alif dengan Tuhan meliputi ketakwaan dan taat beribadah kepada Allah, nilai moral Alif dengan dirinya sendiri meliputi pekerja keras dan kesabaran, nilai Moral Alif dengan manusia lain meliputi penolong.  Skenario Pembelajaran novel Rantau 1 Muara karya  Ahmad Fuadi SMA dengan tahap awal, inti, dan akhir. Pada tahap awal, guru mengondisikan siswa agar siap menerima pelajaran.  Pada kegiatan inti, guru menerangkan materi unsur intrinsik dan aspek-aspek sosial. Kemudian guru menugaskan siswa untuk berdiskusi membahas unsur intrinsik dan aspek sosial setelah itu siswa menyampaikan hasil diskusinya, dan pada tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran serta menanamkan nilai sosiologi yang terkandung di dalam novel tersebut. Kata kunci : Kajian sosiologi sastra, Novel, Skenario Pembelajaran.  
NILAI-NILAI EQ(EMONATIONAL QUOTIENT) NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN BAHAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Wiwit Ramadani
SURYA BAHTERA Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.032 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) tokohutama; (2) nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) tokoh utama yang dapat dijadikan bahan pembelajaran di SMA. Objek penelitian ini adalah novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy. Fokus penelitian ini adalah pada nilai-nilai EQ (Emotional Quotient. Sumber data penelitian ini adalah berupa novel, buku sastra dan kutipan langsung. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data adalah teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) mencakup delapan aspek, yaitu: empati, mengendalikan amarah, kemandirian, disukai, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat. Nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) tersebut dikemas dalam cerita yang bernilai estetis dan tidak bersifat menggurui; (2) pembelajaran novel Bumi Cinta cocok untuk diajarkan di SMA.Model pembelajaran yang digunakan adalah model kooporatif Group Investigation. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, Tanya jawab, dan pemberian tugas. Bahan ajar yang digunakan adalah bahan materi yang relevan.   Kata kunci: nilaiEQ (Emotional Quotient), bahan pembelajaran
ANALISIS NILAI RELIGIUS TOKOH NOVEL AYAT SUCI YANG MENARI KARYA GARINA ADELIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Yuli Lestari
SURYA BAHTERA Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.886 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) unsur intrinsik novel Ayat Suci yang Menari Karya Garina Adelia, (2) nilai religius sastra novel Ayat Suci yang Menari Karya Garina Adelia yang meliputi aspek nilai pendidikan aqidah, akhlak, dan syariah novelAyat Suci yang Menari Karya Garina Adelia, (4) skenario pembelajaran novel Ayat Suci yang Menari Karya Garina Adelia di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian yang digunakan adalah novel Ayat Suci yang Menari Karya Garina Adelia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dan teknik catat. Motode analisis data adalah dengan menggunkan analisis isi. Hasil penelitian ini adalah (1) unsur intrinsik novel Ayat Suci yang Menari Karya Garina Adelia meliputi, tema : mualaf yang mempercayai adanya Tuhan. Alur : maju.Tokoh utama : Laura Mogens dan Neo Javed, tokoh tambahan : Ilse, Nikki koen, Nicholas, Christopher, Jai, Zeno, Nishi Takamura, Eda Akihiro, Fayza, Cairo Sulam, dan Ustad Shahzad. Latar tempat : Bandara, hotel, mushala, hutan, rumah makan, klinik, rumah, pertambangan. Latar waktu : pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, tahun, bulan, seminggu, hari, jam, menit, dan setik. Latar sosial : keyakinan terhadap kuyang (penghisap darah manusia). Latar suasana : hening, tegang, mencekam, berduka. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona ketiga. (2) nilai religius sastra novel Ayat Suci yang Menari Karya Garina Adelia ada tiga, yaitu (a) nilai pendidikan aqidah meliputi : iman kepada Allah, iman kepada kitab Allah,iman kepada rasul Allah, dan iman kepada takdir Allah; (b) nilai pendidikan akhlak meliputi : sabar, taubat, optimistis, bersyukur, menerima hidayah, berbakti kepada kedua orang tua, dan tolong menolong; (c) nilai pendidikan syariah meliputi : perintah mengerjakan salat, perintah menuntut ilmu, berzikir kepada Allah, dan berdoa kepada Allah. (3) skenario pembelajaran novel di SMA menggunakan metode Active Learning (belajar aktif) dengan langkah-langkah : peserta didik membentuk kelompok kecil 4-6, anggota tim menyesuaikan sub topik yang akan dibahas setiap kelompok diberi materi sub topik yang berbeda, dan membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli dibentuk dan diambil dari salah satu orang dari kelompok asal, dan tim ahli mendiskusikan sub topik yang telah dibagikan. Selanjutnya, setelah selesai sebagai tim ahli tiap anggota kelompok kembali asal berdiskusi dengan teman satu tim. Kata kunci: Religius Sastra, Ayat Suci Yang Menari, Skenario Pembelajaran
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL LAMPAU KARYA SANDI FIRLY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Anang Famuji
SURYA BAHTERA Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.822 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsur intrinsik novel Lampau karya Sandi Firly, (2) nilai pendidikan karakter novel Lampau karya Sandi Firly, dan (3) skenario pembelajaran novel Lampau di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter novel Lampau Karya Sandi Filry. Fokus penelitian ini adalah nilai pendi­dikan karakter dalam novel Lampau karya Sandi Firly, serta skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data berupa novel Lampau. Instrumenpenelitian ini adalah dengan kartu pencatat data. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan analisis isi (content analysis). Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Berda­sarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Lampau karya Sandi firly terdiri atas tema: kegigihan dan kesabaran seseorang dalam menjalani lika-liku kehidupannya yang penuh dengan ujian; tokoh utama: Sandayuhan; tokoh tambahan: Amang Dulalin, Uli Idang, Ariz, Tuma, Barli, Pak Salam, Ibu Retno, Ranti, Alia Maki; alur: alur maju; latar: latar waktu, tempat, dan suasana: dan sudut pandang: orang pertama “aku”;(2) nilaipendidikan karakter novel Lampau Karya Sandi firly mencakupSembilan nilai, yaitu: a) nilai religius; b) nilai kejujuran; c) nilai toleransi; d) gemar membaca; e) nilai kerja keras; f) nilai kreatif; g) nilai kepedulian; h) nilai tanggung jawab; i) nilai disiplin;(3) skenario pembe­lajaran novel Lampau Karya Sandi filrydalam pembelajaran sastra di kelas XI SMA menggu­na­kan metodePAIKEM dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran meliputi tahap awal, tahap inti, dan penutup.   Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel, skenario pembelajaran.
NILAI RELIGIUS NOVEL RAMBUT ANNISA KARYA ZAYNUR RIDWAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Eka Suwandi
SURYA BAHTERA Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.77 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Rambut Annisa karya Zaynur Ridwan, (2) nilai religius novel Rambut Annisa karya Zaynur Ridwan, dan (3) skenario pembelajaran novel Rambut Annisa karya Zaynur Ridwan di kelas XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Artinya, penulis membahas dan mengkaji novel tidak menggunakan angka, tetapi menekankan pada deskripsi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Rambut Annisa karya Zaynur Ridwan saling terjalin dan menyatu dengan nilai religius yang terdapat di dalamnya, (2) nilai religius novel Rambut Annisa karya Zaynur Ridwan mencakup tiga aspek, yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan, (b) hubungan manusia dengan manusia, (c) hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan (3) skenario pembelajaran novel Rambut Annisa karya Zaynur Ridwan menggunakan model pembelajaran group investigation. Dalam model pembelajaran group investigation langkah-langkahnya, antara lain: (a) membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari  siswa; (b) memberikan pertanyaan terbuka yang bersifat analitis; (c) mengajak setiap siswa untuk berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan kelompoknya secara bergiliran searah jarum jam dalam kurun waktu yang disepakati. Kata Kunci: unsur intrinsik, nilai religius, skenario pembelajaran
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL SELALU ADA KAPAL UNTUK PULANG KARYA RANDU ALAMSYAH DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA KELAS XI Fajar Aspuri Dwi Kartika Aji
SURYA BAHTERA Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.816 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Selalu Ada Kapal untuk Pulang karya Randu Alamsyah; (2) nilai moral yang terdapat pada novel Selalu Ada Kapal untuk Pulang karya Randu Alamsyah; dan (3) rencana pelaksanaan  pembelajaran novel Selalu Ada Kapal untuk Pulang karya Randu Alamsyah sebagai bahan pembelajaran di SMA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan: (1) unsur intrinsik  novel Selalu Ada Kapal untuk Pulang karya Randu Alamsyah meliputi: (a) tema adalah perjuangan menggapai cita-cita, (b) tokoh utamanya adalah Poy dan Apin, tokoh tambahannya adalah Pak Busran, Ranjiwa, Mud, Muhammad Yazuri Daeng Lala, Ustadz Syamsu, Sopyan, Ustadz Kisman, Tania; (c) latar novel terdiri dari latar tempat (lapangan, depan kantor DPRD Kota Gorontalo, masjid, warung, kapal, pesantren, dalam mobil), latar waktu (malam hari, pagi hari, siang hari, hari jumat), dan latar sosial adalah kebiasaan masyarakat Indonesia bagian timur yang berkutat dengan peternakan dan perkebunan; (d) alur:  alur maju; (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu. (2) Nilai moral dalam novel Selalu Ada Kapal untuk Pulang karya Randu Alamsyah  mencakup empat aspek, yaitu: hubungan manusia dengan Tuhan: salat, membaca Alquran, melantunkan kasidah, berdoa; manusia dengan diri sendiri: pantang menyerah, pendirian kuat, sungguh-sungguh, jujur; manusia dengan manusia: tolong-menolong, pengabdian, rela berkorban, persahabatan, peduli; manusia dengan alam sekitar: memuji keindahan alam. (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Selalu Ada Kapal untuk Pulang karya Randu Alamsyah menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Metode tersebut meliputi: menentukan masalah, mengembang­kan masalah, guru membentuk kelompok, siswa mendiskusikan masalah, melaporkan hasil diskusi, dan siswa mencatat hasil diskusi.   Kata kunci : Novel, Nilai Moral, Rencana pelaksanaan pembelajaran.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue