cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 919 Documents
IDENTIFIKASI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LAMPAU KARYA SANDI FIRLY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS VIII SMP Kurniawan Niam Sofi & Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.921 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) karakter tokoh utama dalam novel Lampau karya Sandi Firly; (2) nilai-nilai pendidikan novel Lampau; (3) penerapan pembelajaran novel  Lampau di Kelas VIII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Objek penelitian ini berupa tokoh utama “Sandayuhan” dalam novel Lampau karya Sandi Firly. Fokus penelitian berupa karakter tokoh utama “Sandayuhan”, nilai-nilai pendidikan dan pembelajarannya di kelas VIII SMP. Sumber data berupa kutipan-kutipan novel Lampau karya Sandi Firly. Instrumen penelitiannya berupa kertas pencatat data, kartu data, dan alat tulis lainya.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik sampling.Teknik analisis data dilakukan teknik analisis isi (content analisys). Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (1) identifikasi karakter tokoh utama dalam novel Lampau karya Sandi Firly, meliputi: (a) keyakinan dan perjuangan dalam menggapai mimpi menuntut ilmu dan, (b) sikap semangat serta pantang menyerah dalam meraih cita-cita; (2) nilai-nilai pendidikan dalam novel Lampau antara lain: (a) nilai pendidikan religious novel Lampau dapat dilihat ketika Sandayuhan beribadah, selalu berbuat baik, bersedekah, berdoa dan bersyukur kepada Tuhan , (b) nilai pendidikan moral novel Lampau dapat dilihat ketika Sandayuhan bersikap sabar, ramah, penuh keikhlasan, kasih sayang dan menjauhi  sifat sombong, (c) nilai pendidikan sosial novel Lampau dapat dilihat ketika Sandayuhan  membantu dan memberi dukungan kepada teman dan siapun (orang lain) yang ada disekitarnya, (d) nilai pendidikan budaya novel Lampau dapat dilihat budaya yang tercermin dari upacara adat yang dilakukan oleh suku Dayak Maratus dari budaya Kalimantan Selatan; (3) skenario pembelajaran novel Lampau di kelas VIII SMP berdasarkan pada Standar Kompetensi 13. memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan dan Kompetensi Dasar 13.1 megidentifikasi karakter tokoh novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan . Dalam pembelajaran novel Lampau karya Sandi Firly digunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode proyek. Langkah-langkah  pembelajaran yang digunakan ialah pelacakan pendahuluan, penentuan sikap praktis, introduksi, penyajian, dan tugas-tugas praktis. Kata kunci:  tokoh utama, nilai pendidikan, dan skenario pembelajaran di SMP
NILAI-NILAI MORAL DALAM NOVEL NAMAKU NAURA KARYA ALFINA DEWI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Restianti Widi Lestari & Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.254 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Namaku Naura, (2) nilai-nilai moral dalam novel Namaku Naura, dan (3) skenario pembelajarannya di SMA. Dari hasil penelitian disimpulkan: (1) Unsur intrinsik novel Namaku Naura mencakup enam aspek: (a) tema: kesabaran dan ketabahan; (b) tokoh utama: Naura Dewi, tokoh tambahan: Muhammad Fariza, Rahmat, Anisa, Bapak dan Ibu, Roby, Istri pertama Muhammad Fariza, Abah dan Umi, dan Doni; (c) alur: maju; (d) latar tempat: masjid, rumah dan pondok; latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam hari; latar sosial: bersosialisasi dengan masyarakat; (e) sudut pandang: orang pertama “aku”; (f) amanat: ketauhidan seseorang terhadap Allah Swt. (2) Nilai-nilai moral yang terdapat pada novel Namaku Naura, antara lain: (a) tokoh utama berhubungan dengan diri sendiri, antara lain: bertanggung jawab, sabar, dan bekerja keras; (b) tokoh utama yang berhubungan dengan orang lain: bersahabat dan ramah; (c) tokoh utama yang berhubungan dengan Tuhan-Nya: bersyukur dan religius. (3) Skenario pembelajaran novel Namaku Naura di SMA (a) guru memotivasi siswa tentang pentingnya materi yang akan dibahas; (b) guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator pencapaian yang harus dikuasai siswa setelah pembelajaran berakhir; (c) siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok diberi tugas untuk mencari unsur intrinsik dan nilai moral; (d) setelah siswa menyelesaikan tugasnya dalam diskusi kelompok, setiap kelompok wajib menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain wajib menyimak dan memberikan komentar; (e) siswa dan guru melakukan kegiatan tanya jawab yang berkaitan dengan kesulitan dan kendala saat mengkaji unsur intrinsik dan nilai moral tokoh utama dalam novel. Setelah diskusi selesai, guru memberikan tes individu kepada siswa. Kata kunci: Nilai Moral, Novel Namaku Naura, Skenario Pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN METODE PEMBELAJARAN PEER EDITING PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 1 WONOSOBO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Isrom Setiyadi Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.37 KB)

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasilpenelitianinidisimpulkan, (1) penerapan metode peer editing dalam menulis deskripsi, dilaksanakandengansiswa menulis tugas secara individual, siswa berpasangan dengan teman sebangku dan saling bertukar draft tugas untuk diedit oleh temannya. Editor memberi tanda evaluasi dan komentar secara langsung pada tugas tersebut dengan menukarkan peer review form. Siswa merevisi tugasnya dengan mengikutsertakan ulasan editor. (2)Berdasarkan hasil observasi, terlihat bahwa kesiapan siswa meningkat dari prasiklus (42,50%), siklus I (55,00%) menjadi (62,50%) pada siklus II. Respon siswa meningkat dari prasiklus (50,00%), siklus I (62,50%) menjadi (72,50%) pada siklus II. Sikap siswa meningkat dari prasiklus (57,50%), siklus I (67,50%) menjadi (87,50%) pada siklus II. Siswa aktif meningkat dari prasiklus (45,00%), siklus I (72,50%) menjadi (90,50%) pada siklus II. Keseriusan siswa meningkat dari prasiklus (45,00%), siklus I (87,50%) menjadi (92,00%) pada siklus II. Berdasarkan hasil lembar kuisioner, semua siswa menyatakan motivasi dan ketertarikannya  terhadap metode pembelajaran peer editing meningkat. (3)peningkatan keterampilan menulis deskripsi dapat diketahui dari hasil prasiklus, siklus I, dan siklus II. Nilai rata-rata kelas pada prasiklus sebesar 64,25%, pada siklus I meningkat menjadi 74,00%.  Pada siklus II, nilai rata-rata kelas meningkatsebesar 77,75% dan sudah mencapai KKM 75.   Kata Kunci: Keterampilan MenulisDeskripsi, MetodePeer Editing
PENERAPAN MEDIA PHOTO STORY DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 BULUSPESANTREN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Kuni Sholi'ah Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.412 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan media photo story untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Buluspesantren tahun pelajaran 2013/2014; (2) pengaruh media photo story terhadap minat siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Buluspesantren tahun pelajaran 2013/2014 dalam menulis naskah drama; (3) peningkatan keterampilan menulis naskah drama siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Buluspesantren tahun pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Buluspesantren. Fokus penelitian ini adalah minat sikap siswa dan peningkatan keterampilan menulis naskah drama dengan media photo story. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data non tes yang berupa hasil pengamatan, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil data tes yang berupa hasil menulis naskah drama siswa. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Hasil observasi prasiklus siswa yang berantusias dalam pembelajaran sebesar 53,3%, siklus I menjadi 62,2%, dan siklus II menjadi 89,7%, siswa yang mempunyai perhatian terhadap materi yang disampaikan, diperoleh hasil pada  prasiklus 61,5%, siklus I 76,9%, dan pada siklus II 94,9%, siswa yang berperan dalam kegiatan pembelajran, diperoleh hasil prasiklus 48,7%, siklus I mejadi 56,4%, dan siklus II 79,5%, dan siswa yang tertib dalam pembelajaran, diperoleh hasil prasiklus 56,4%, siklus I menjadi 66,7%, siklus II menjadi 79,5%; (3) peningkatan kemampuan siswa tersebut dilihat dari hasil rata-rata siswa pada prasiklus mencpai 59,4, pada siklus I nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 66,6, pada siklus II, nilai rata-rata yang dicapai sebesar 77,6. Berdasarkan hal tersebut, penulis menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis naskah drama menggunakan media photostory. Kata Kunci : Menulis Naskah Drama, Media Photo Story
ANALISIS PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA PADA NOVEL MUSYAHID CINTA KARYA AGUK IRAWAN MN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Novi Dwi Setianis & Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.178 KB)

Abstract

Astrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN; (2) aspek psikologi tokoh utama ditinjau dari (a) segi id, (b) segi ego, dan (c) segi superego); dan (3) skenario pembelajaran novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN. Dalam pengumpulan data digunakan teknik  catat dan teknik observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Selanjutnya, dalam penyajian analisis data digunakan metode informal. Dari penelitian ini disimpulkan (1) unsur  intrinsik novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN MN meliputi, tema: kisah cinta dan perjuangan dalam mendapatkan cinta antara tokoh Ridho dan Nisa. Tokoh utama: Ridho dan Nisa, tokoh pembantu: Irwan dan Nabila. Alur: campuran (gabungan antara regresif dan prodresif). Latar tempat: Kairo Mesir, Stasiun Ramsis, Stasiun dan Kota Luxor, Hotel Karnak, Kuil Karnak, Kuil Luxor, Kota Aswan, Lampung Tengah, Jalan Anwar Sadat, Rumah Sakit Rab’ah el-Adawiyah, dan sungai. Latar waktu: pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Sudut pandang pengarang: persona orang kedua; (2) psikologi tokoh utama ditinjau dari (a) segi id tokoh utama cukup kuat, dapat dilihat dari perilakunya yang selalu berjuang untuk mendapatkan cinta sejatinya, (b) segi ego tokoh utama tidak terkontrol dengan baik, karena “kegilaan”-nya itu, tokoh utama dikatakan sebagai majenun oleh orang-orang di sekitarnya, (c) tokoh utama memiliki kekuatan superego yang baik dan mencapai kesempurnaan superego dengan mempertahankan pendidikannya; (3) skenario pembelajaran novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN dengan model kontekstual. Tugas siswa menganalisis unsur-unsur ekstrinsik novel yang meliputi perwatakan tokoh berdasarkan teori Psikologi Sigmund Freud (id, ego, dan superego) dan menjawab pertanyaan guru tentang nilai psikologis yang terdapat dalam novel tersebut.   Kata kunci: Psikologi Tokoh, novel Musyahid Cinta, dan Skenario Pembelajaran.  
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE ROLE PLAYING KELAS XI IPA-1 SMA NEGERI 1 AYAH TAHUN AJARAN 2013/2014 Yanuar Rizka Wijayanto
SURYA BAHTERA Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.517 KB)

Abstract

ABSTRA: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan metode role playing dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan (2) penggunaan metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar kemampuan berbicara siswa kelas XII PA-1 SMA Negeri 1 Ayah tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dengan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Analisis data  yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Dalam pengumpulan data digunakan teknik tes dan nontes. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) metode role playing dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran kemampuan berbicara. Dengan hasil penilaian pada aspek perhatian prasiklus 35%, siklus I 50% dan siklus II 86%; aspek gairah prasiklus 27%, siklus I 68% dan siklus II 90%; aspek keaktifan prasiklus 35%, siklus I 45% dan siklus II 100%; aspek motivasi prasiklus 42%, siklus I 45% dan siklus II 90%. Unsur kebahasaan yaitu irama siklus I 40,90%; siklus II 95,45% naik 54,54%, volume siklus I 50% dan siklus II 90,90% naik 40,90%, mimik siklus I 45,45%, siklus II 86,36%, naik 40,91% dan kinesik siklus I 54,54% dan siklus II 81,81% naik 27,27%; (2) metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar kemampuan berbicara. Hasil nilai rata-rata prasiklus, siklus I dan siklus II meningkat. Nilai prasiklus 54,31 ketuntasan 4 siswa (18,8%), siklus I 67,72 ketuntasan 13 siswa (59%), nilai meningkat 13,41% ketuntasan 37 % dan siklus II 76,81 ketuntasan 22 siswa (100%), Peningkatan prasiklus ke siklus I rata-rata 13,4 ketuntasan 40,1% (9 siswa), siklus I ke siklus II meningkat 9,09 ketuntasan 40,1% (9 siswa).   Kata Kunci: Kemampuan berbicara, Metode Role Playing, Kelas XI SMA
ANALISIS NILAI RELIGIUS NOVEL KETIKA MAS GAGAH PERGI KARYA HELVY TIANA ROSA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Ahmad Jirjis
SURYA BAHTERA Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.231 KB)

Abstract

ABSTRAK: penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Ketika Mas Gagah Pergi; (2) nilai religius novel Ketika Mas Gagah Pergi; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Ketika Mas Gagah Pergi Karya Helvy Tiana Rosa di kelas XI SMA. Sumber data adalah novel Ketika Mas Gagah Pergi Karya Helvy Tiana Rosa. Objek penelitian adalah unsur intrinsik novel Ketika Mas Gagah Pergi. Fokus penelitian berupa nilai religius dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri. Uji validitas data menggunakan triangulasi teori. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa, yaitu (a) tema mayor berisi kesabaran dan tekad, sedangkan tema minor berisi kedamaian, dan peduli; (b) tokoh utama: Gita dan Mas Gagah. Tokoh tambahannya: Yudhistira, Mbak Nadia, Tika., Tri, Dan Tutut; (c) alur yang digunakan adalah alur maju; (d) latar tempat meliputi mobil, kamar, ruang tamu, kantin sekolah, kampus UI, rumah baca, rumah sakit. Latar waktu yaitu pagi, siang, sore, dan malam hari. Latar social: kehidupan anak-anak kolong jembatan, kehidupan seorang preman, kehidupan seorang pencopet, dan kehidupan warga korban kebakaran; (e) sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga serba tahu; (f) amanat: senantiasa salat tepat waktu dan salat bejamaah, perempuan hendaknya menutup aurat/berhijab, sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan, tolong-menolong, selalu bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan oleh Allah Swt; (2) nilai religius novel ini meliputi (a) nilai akidah berupa Iman kepada Allah, Iman kepada Rasul Allah, Iman kepada Kitab Allah, Iman kepada Takdir Allah; (b) nilai syariah berupa shalat, mengaji, berdoa, berzikir, menuntut ilmu, dan (c) nilai akhlak berupa tolong-menolong, menutup aurat, bersyukur, memberi nasihat dalam kebaikan, dan peduli terhadap sesama; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Langkah-langkah pembelajaran unsur intrinsik dan nilai religius kegiatan pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi), dan kegiatan penutup. Kata Kunci: unsur intrinsik, nilai religius, dan rencana pelaksanaan  pembelajaran
NILAI ESTETIKA DALAM NOVEL MAHAMIMPI ANAK NEGERI KARYA SUYATNA PAMUNGKAS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Badri Riyanti
SURYA BAHTERA Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.295 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Mahamimpi Anak Negeri (2) nilai estetika novel Mahamimpi Anak Negeri, dan (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai estetika novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian yang diteliti adalah unsur intrinsik dan nilai estetika. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Mahamimpi Anak Negeri, yaitu (a) tema terdiri dari tema mayor dan tema minor. Tema mayor: kesabaran dalam menerima segala macam cobaan hidup, sedangkan tema minor: cinta kasih, pendidikan, dan keimanan; (b) tokoh utama: Elang, Tegar, Darwin, Waris, dan Senja. Tokoh tambahan: Pak Sapon, Ibu Elang, Ayah Elang, Bu Supriatin, Pak Ahmad, Kardi, dan Warsih; (c) alur yang digunakan adalah alur maju, sedangkan unsur keindahan alur berupa tegangan, daya duga bayang, dan kejutan; (d) latar terbagi menjadi tiga, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar sosial; (e) majas: personifikasi, metafora, hiperbola, simile dan ironi; (f) amanat novel ini disampaikan secara eksplisit dan implisit. (2) nilai estetika novel ini meliputi (a) keindahan moral, (b) keindahan susila, (c) keindahan akal, dan (d) keindahan alami; (3) skenario pembelajaran sastra disesuaikan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Langkah-langkah pembelajaran unsur intrinsik dan nilai estetika yang digunakan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi), dan kegiatan penutup meliputi: merefleksi, yaitu guru menyuruh siswa untuk menyimpulkan hasil dari diskusi mengenai unsur intrinsik dan nilai estetika serta mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari.   Kata Kunci: Unsur Intrinsik, Nilai Estetika, dan Skenario Pembelajaran
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VII SMP PANGERAN DIPONEGORO KARANGGAYAM KEBUMEN TAHUN AJARAN 2015/2016 Endang Sariati
SURYA BAHTERA Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.29 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan pembelajaran menulis pantun dengan media audio visual pada siswa kelas VII SMP Pangeran Diponegoro Karanggayam tahun ajaran 2015/2016; (2) pengaruh penggunaan media audio visual terhadap sikap dan minat siswa dalam pembelajaran menulis pantun pada siswa kelas VII SMP Pangeran Diponegoro Karanggayam tahun ajaran 2015/2016; (3) peningkatan keterampilan menulis pantun setelah diadakan pembelajaran dengan media audio visual pada siswa kelas VII SMP Pangeran Diponegoro Karanggayam tahun ajaran 2015/2016. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Data dianalisis dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Penyajian data hasil penelitian menggunakan teknik informal. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran menulis pantun dengan media audio visual, yaitu (1) siswa menyaksikan lenong pantun yang telah disiapkan guru; (2)  siswa mengidentifikasi kata-kata yang ada dalam tayangan lenong pantun; (3) siswa memilih kata-kata yang baik untuk dijadikan teks pantun; (4) siswa dan penulis menentukan tema “persahabatan”; (5) siswa menulis pantun sesuai dengan tema. Pengaruh media audio visual terhadap sikap dan minat siswa dalam pembelajaran menulis pantun dapat dilihat dari hasil pengamatan. yaitu (1) kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran; (2) perhatian siswa terhadap pembelajaran; (3) respon siswa terhadap media; (4) sikap siswa saat pembelajaran; (5) keaktifan siswa saat pembelajaran. Peningkatan keterampilan menulis pantun dengan media audio visual terlihat dari meningkatnya jumlah nilai rata-rata kelas. Nilai rata-rata kelas pada prasiklus 58, 92 menjadi 71,96 pada siklus I dan meningkat menjadi 78,32 pada siklus II.   Kata Kunci: menulis pantun, media audio visual.  
NILAI RELIGIUS PADA NOVEL 3 WALI 1 BIDADARI KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Fuad Hasan
SURYA BAHTERA Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.027 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel 3 Wali 1 Bidadari; (2) nilai religius pada novel 3 Wali 1 Bidadari; (3) skenario pem­belajaran nilai religius novel 3 Wali 1 Bidadari pada siswa kelas XI SMA. Objek pe­nelitian ini adalah novel 3 Wali 1 Bidadari karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Fokus penelitian ini adalah nilai religius yang berwujud aqidah (keimanan), syariah (ibadah), akhlak (budi pekerti) dalam novel ini dan skenario pembelajarannya di SMA kelas XI. Instrumen yang digunakan adalah penulis sebagai instrumen serta meng­­gunakan buku teori sastra dan religi dan kartu pencatat. Teknik pengumpul­an data dilakukan dengan metode observasi. Teknik yang digunakan untuk meng­analisis data adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan untuk menyajikan data adalah teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel 3 Wali 1 Bidadari mencakup lima aspek: (a) tema: perjua­ng­an orang tua dalam mecarikan pendamping untuk putrinya; (b) tokoh utama: As­ma Putri Fadhilah, tokoh tambahan: Kiai Baedlowi, Nyai Syarifah, Afandi, Ghozali, Bilal, Arsyad, Yusrina, Abah Faqih; (c) alur: maju; (d) latar tempat: Masjid Kasepu­h­an, rumah Kiai Baedlowi, Desa Karangmangu, Benda Kerep, latar waktu: pagi, siang, sore, malam, latar sosial: profesi (Kiai, Pejabat, Santri), adat istiadat (mau­lud Nabi, selamatan), keyakinan (Islam); (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (2) nilai religius novel 3 Wali 1 Bidadari karya Taufiqurrahman Al-Azizy ada tiga, yaitu (a) nilai pendidikan aqidah (keimanan), (b) nilai pendidikan syariah (ibadah), (c) nilai pendidikan akhlak, (3) skenario pembelajaran novel 3 Wali 1 Bidadari karya Taufiqurrahman Al-Azizy di SMA kelas XI dilaksanakan dengan kom­petensi dasar 7.2 menganalisis unsur-unsur intrinsic dan ekstrinsik novel Indonesia menggunakan model kooperatif tipe group investigation, metode pem­belajaran yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanyajawab dan pembe­rian tugas. Evaluasi yang digunakan adalah secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata kunci: Nilai religius, novel 3 Wali 1 Bidadari, skenario pembelajaran

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue