cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 919 Documents
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL SURAT DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN DI SMA Tri Wahyuningsih Umi Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan unsur intrinsik novel Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara (2) mendeskripsikan nilai religius novel Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara (3) mendeskripsikan nilai religius novel Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Surat Dahlan, yaitu (a) tema novel ini adalah perjuangan seorang laki-laki untuk meraih cita-cita; (b) watak tokoh yang dominan adalah baik dan bijaksana; (c) alur yang digunakan alur mundur; (d) latar terdiri dari tempat, waktu, dan sosial (e) sudut pandang digunakan adalah sudut pandang persona ketiga dengan menyebutkan “nama” dan persona pertama gaya “aku”, (2) nilai religius dalam novel Surat Dahlan ada tiga, yaitu nilai religius hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan manusia dan lingkungan alam, dan (3) keseuaian nilai religius novel Surat Dahlan sebagai bahan pembelajaran di SMA berdasarkan tinjauan dari aspek psikologi, bahasa, dan latar belakang budaya. Ketiga aspek tersebut mendukung novel Surat Dahlan disesuaikan sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA. Kata kunci: Nilai religius, novel, bahan pembelajaran sastra.
PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL TEMPAT PALING SUNYI KARYA ARAFAT NUR DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Werdi Widodo Bagiya Sukirno
SURYA BAHTERA Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Tempat Paling Sunyi karya Arafat Nur; (2) wujud pendidikan karakter novel Tempat Paling Sunyi karya Arafat Nur; dan (3) skenario pembelajaran pendidikan karakter novel Tempat Paling Sunyi karya Arafat Nur di SMA. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka.Analisis data dilakukan dengan teknik analisis. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa:(1) unsur intrinsik novel Tempat Paling Sunyi karya Arafat Nur meliputi: (a) tema: perjuangan mewujudkan cita-cita; (b) alur: maju; (c) tokoh dan penokohan terdiri dari: tokoh utama: Mustafa (polos, tekun, dan sabar) dan  tokoh tambahan: Salma (sayang, perhatian, dan ramah tamah), Akmal (kasih sayang dan perhatian), dan Aku (berani dan penasaran); (d) latar terdiri dari: latar waktu: malam hari, zaman peperangan, dan hari Senin, latar  tempat: di dalam kamar, di ruang tamu, perpustakaan di Jln. Samudra, dan pasar Cunda, dan latar suasana: hening, sepi, dan sedih; (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (f) majas: simile dan personifikasi; dan (g) amanat terdiri dari: eksplisit/langsung (bertanggung jawab, gigih, dan pantang menyerah) dan emplisit/tidak curigaan, pemarah, dan tidak percaya), Riana (ramah tamah dan berkemauan keras), Syarifah (susah percaya dan berprasangka buruk), Khadir (kasih sayang dan perhatian), Jamal (kasih langsung (percaya diri dan keyakinan kuat); (2) wujud pendidikan karakter novel Tempat Paling Sunyi karya Arafat Nur ada lima, yakni: (a) wujud pendidikan karakter hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: berdoa, taat beribadah, jujur, dan ikhlas; (b) wujud pendidikan karakter hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: bertanggung jawab, sabar, berpikir logis, kreatif, inovatif, mandiri, rasa ingin tahu, penasaran, cinta ilmu, pantang menyerah, gigih, rajin, terampil, berhati lembut, dan berani; (c) wujud pendidikan karakter hubungan manusia dengan keluarga meliputi: setia, kasih sayang, perhatian, dan ramah tamah; (d) wujud pendidikan karakter hubungan manusia dengan masyarakat dan bangsa meliputi: berjiwa nasionalis, rela berkorban, cinta damai, dan berkemauan keras; dan (e) wujud pendidikan karakter hubungan manusia dengan sesama, alam sekitar, dan lingkungan sosial adalah bekerja keras dan tekun; dan  (3) skenario pembelajaran pendidikan karakter novel Tempat Paling Sunyi karya Arafat Nur pada siswa SMA kelas XI semester 1, yakni dengan langkah-langkah pembelajaran meliputi: pendahuluan; inti (eksplorasi, elaborasi, serta konfirmasi), dan penutup.   Kata Kunci: Pendidikan karakter, Novel,  dan Skenario pembelajaran.
NILAI ESTETIKA DALAM FILM TANAH SURGA KATANYA APRESIASI DEDDY MIZWAR DAN GATOT BRAJAMUSTI DALAM RANGKA PEMBELAJARAN APRESIASI DRAMA DI KELAS XI SMA Aurora Noviana Bagiya Fakhrudin
SURYA BAHTERA Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) nilai estetika; dan (3) rencana pembelajaran apresiasi drama di kelas XI SMA dengan materi nilai estetika dalam film Tanah Surga Katanya apresiasi Deddy Mizwar dan Gatot Brajamusti. Objekpenelitianiniadalah unsur intrinsik dan nilaiestetika.Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik (SBLC) dan dengan teknik catat. Instrumen penelitian, penulis selaku peneliti menggunakan alat bantu kartu data, buku-buku dan alat tulis. Analisis data dilakukandenganteknikanalisisisi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik film Tanah Surga Katanya meliputi: tema: sikap nasionalisme untuk tetap mencintai tanah air dan melindungi harkat dan martabat bangsa Indonesia; alur: alur maju; tokoh dan perwatakan, tokoh Kakek Hasyim (penyayang, tegas, dan memiliki jiwa nasionalisme); latar meliputi: latar tempat sebagai tempat terjadinya peristiwa seperti: di kamar, ruang kelas, dan tepi sungai, latar waktuberhubungandengankapanperistiwaituterjadi seperti: pagi, siang, sore, malam, dan tahun, dan latar sosial  mencerminkan status seorang tokoh seperti: pejuang, guru, dokter; dialog dalam film berjalan dengan lancar dengan bahasa yang pantas diucapkan di depan layar; acting yang menarik dalam film adalah acting Kakek Hasyim dan Salman sebagai tokoh utama karena mampu membawa cerita menuju tujuan cerita yang diciptakan oleh pengarang; amanat: sebagai warga negara Indonesia harus memiliki sikap nasionalisme dan rasa cinta kepada Indonesia; (2) nilaiestetika, keindahan moral: saling menyayangi, tolong menolong, dan peduli; keindahan susila: ramah, sopan, dan santu; keindahan akal: rasa keingintahuan, membuat keputusan, kecerdikan; dan keindahan alam: sungai, hutan, dan sumberdayaalam; nilai estetika juga digambarkan secara utuh menyajikan ide yang diceritakan dalam membungkus tema dan amanat, menceritakan keadaan, meng-gambarkan watak, dan menceritakan latar (3) rencana pembelajaran sastra disesuai-kan dengan (KTSP). Langkah-langkah pembelajaran unsur intrinsik dan nilai es-tetika meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi) dan kegiatan penutup. Kata Kunci: Nilai Estetika, Film, Pembelajaran Apresiasi Drama
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL MENGEJAR-NGEJAR MIMPI KARYA ASMA NADIA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMA Devi Rahmawati Kadaryati Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur novel Mengejar-ngejar Mimpi karya Asma Nadia; (2) nilai pendidikan karakter; dan (3) rencana pelaksanaa pembelajaran struktur novel  dan nilai pendidikan karakter dalam novel Mengejar-ngejar Mimpi karya Asma Nadia di Kelas XI SMA.Subjek penelitian:novel Mengejar-ngejar Mimpi karya Asma Nadia. Objek penelitian: sikap dan perilaku tokoh dalam novel Mengejar-ngejar Mimpi karya Asma Nadia. Fokus penelitian: nilai pendidikan karakter.  Sumber data: kutipan-kutipan dari novel Mengejar-ngejar Mimpi karya Asma Nadia.  Intumen penelitian:  buku pencatatan dan data yang lengkap dengan alat tulisnya. Teknik pengumpulan data:  teknik observasi dan teknik pustaka. Teknik analisis data: analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data: teknik penyajian informal. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa (a) tema: perjuangan tokoh Dedi Padiku dalam mengejar mimpi/cita-citanya. (b) tokoh utamanya: Dedi Padiku, sedangkan tokoh tambahannya: Iyen, Alun , Suwanda, Iwan, Iton, Ibu Yana, Drg Rafausy Baygas, Zara zettira, dan Gol A Gong. (c) alur: alur campuran, (d) latar dibagi menjadi 3 yaitu; latar tempat, latar waktu, dan latar situasi; (2) nilai pendidikan karakter dalam novel Mengejar-ngejar Mimpi karya Asma Nadia ada 10 yaitu religius, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, gemar membaca, dan tanggung jawab; (3) pembelajaran novel dengan materi nilai pendidikan karakter pada novel Mengejar-ngejar Mimpi karya Asma Nadia kelas XI SMA menggunakan model pembelajaran ContextualTeaching and Learning (CTL), sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran dan untuk mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar, serta indikator sebagaimana dijelaskan dalam kurikulum.   Kata kunci: Nilai pendidikan karakter novel,  rencana pelaksanaan pembelajaran.
KESULITAN PENGUCAPAN KONSONAN DAN DIFTONG PADA SISWA KELAS V C1 SLB PUTRA MANUNGGAL GOMBONG TAHUN AJARAN 2015/2016 Nanik Widayati Umi Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) kesulitan yang dihadapi siswa dan solusi guru dalam proses belajar pengucapan konsonan dan diftong dalam Bahasa Indonesia; (2) faktor hambatan-hambatan yang dialami siswa dalam mengucapkan konsonan dan diftong dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah hasil observasi siswa kelas V C1 SLB Putra Manunggal Gombong. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan teknik (1) studi kepustakaan (2) metode observasi (3) metode wawancara (4) metode dokumentasi. Hasil analisis disimpulkan bahwa (1) Kesulitan yang dihadapi siswa dan solusi guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia pada pengucapan konsonan dan diftong adalah bahwa anak tunagrahita banyak mengalami gangguan bicara, terlambat dan terbatas dalam perkembangannya, serta mengalami kesulitan dalam memperhatikan situasi di lingkungan sehingga belum mempunyai keinginan untuk bergaul dalam percakapan dengan sesamanya. Solusi guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia pada pengucapan konsonan dan diftong adalah: (a) melatih anak dengan permainan bunyi misal anak diberi rebana, kaleng diisi batu kemudian dibunyikan. Anak dapat mengamati bahwa sumber bunyi terdapat dalam tangannya sendiri. (b) melatih anak berbicara di depan cermin dengan cara meniru ucapan yang diucapkan oleh guru. (2) Faktor-faktor yang menjadikan hambatan siswa untuk pengucapan konsonan dan diftong adalah anak tunagrahita banyak mengalami gangguan bicara karena lidah yang terlalu pendek, anak kurang mampu menganalisis bunyi yang didengar dan kurangnya koordinasi antara lidah dan bibir.   Kata Kunci: Kesulitan pengucapan konsonan dan diftong, Siswa kelas V SLB.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VIII B SLB BUDI ASIH GOMBONG, KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Peny Widiyarti Bagiya Sukirno
SURYA BAHTERA Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas VIII B SLB Budi Asih Gombong tahun pelajaran 2012/2013; (2) perubahan sikap dan tingkah laku (khususnya sikap dan minat) siswa Kelas VIII SLB Budi Asih Gombong; (3) peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas VIII SLB Budi Asih Gombong tahun pembelajaran 2012/2013 setelah dilakukan pembelajaran menggunakan media gambar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, diskusi, dokumentasi, dan tes. Data dianalisis dengan teknik kualitatif dan kuantitatif dan penyajian data digunakan teknik informal. Hasil dari penelitian ini adalah (1) penerapan pembelajaran menulis karangan deskripsi yang ditempuh dalam tiga tahapan yaitu prasiklus, siklus I dan siklus II. Setiap siklus ditempuh dalam empat tahap pokok yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi/ pengamatan, dan refleksi. Pada prasiklus siswa menulis karangan deskripsi tanpa menggunakan media gambar, pada siklus I siswa menulis karangan deskripsi menggunakan media gambar, akan tetapi belum ada kejelasan tentang gambar tersebut; pada siklus II siswa menulis karangan deskripsi menggunakan media gambar dengan kejelasan gambar lokasi; (2) pengaruh media gambar terhadap sikap dan minat siswa dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi dapat dilihat dari hasil pengamatan. Pada prasiklus hanya 1 siswa yang benar-benar memperhatikan penjelasan guru, pada siklus I sikap siswa meningkat menjadi baik, yaitu ada 3 siswa yang memperhatikan penjelasan guru, pada siklus II sikap siswa meningkat lagi menjadi semua siswa memperhatikan penjelasan guru; (3) peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi setelah dilakukan pembelajaran menggunakan media gambar terlihat dari meningkatnya nilai rata-rata kelas. Nilai rata-rata kelas pada prasiklus 50 menjadi 60 pada siklus I, dan meningkat menjadi 85,8 pada siklus II.   Kata Kunci: keterampilan menulis,  karangan deskripsi,  dan media gambar
ANALISIS PENGGUNAAN KONJUNGTOR PADA ARTIKEL MAJALAH TRUBUS EDISI NOVEMBER 2013 DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS DI KELAS XI SMA Budi Cahyono Bagiya Fakhrudin
SURYA BAHTERA Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan konjungtor pada artikel majalah Trubus edisi November 2013 dan (2) relevansi penggunaan konjungtor pada artikel majalah Trubus edisi November 2013 dengan pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks di kelas XI SMA. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa lima belas  artikel majalah Trubus edisi November 2013. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi. Dalam menganalisis data penelitian ini, digunakan teknik agih. Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan (1) penggunaan konjungtor koordinatif, korelatif, subordinatif, antarkalimat, dan antarparagraf sebagian besar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, dan (2) relevansi pembelajaran konjungtor dengan pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks sesuai dengan kompetensi dasar 4.2  Memproduksi teks eksplanasi kompleks, yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan karena dengan mempelajari penggunaan konjungtor dengan baik, peserta didik diharapkan dapat menulis teks eksplanasi kompleks dengan baik pula. Konjungtor yang banyak digunakan dalam teks eksplanasi kompleks adalah konjungtor subordinatif waktu, subordinatif sebab, subordinatif hasil, dan subordinatif tujuan.   Kata kunci: Konjungtor, Artikel, dan Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Kompleks  
ANALISIS PENGGUNAAN KONJUNGTOR PADA TAJUK RENCANA HARIAN SUARA MERDEKA BULAN SEPTEMBER 2015 DAN PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DI KELAS X SMA NEGERI 7 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kartikasari Fadillah Bagiya Fakhrudin
SURYA BAHTERA Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi (1) penggunaan konjungtor dalam tajuk rencana harian Suara Merdeka bulan September 2015, dan (2) pembelajaran penggunaan konjungtor dalam rangka pembelajaran menulis teks eksposisi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dua puluh lima tajuk rencana harian Suara Merdeka bulan September 2015. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi. Dalam menganalisis data penelitian ini, digunakan metode agih yang terdiri dari teknik ganti dan teknik lesap. Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan (1) pada tajuk rencana harian Suara Merdeka bulan September 2015 penggunaan konjungtor yang tepat mencapai 79% dan penggunaan konjungtor yang salah hanya mencapai 21%, dan (2) dalam pembelajaran penggunaan konjungtor dalam rangka pembelajaran menulis teks eksposisi, peserta didik mencapai nilai rerata 77,92; nilai tertinggi 88, dan nilai terendah 69. Hasil pembelajaran tersebut telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X semester I di SMA Negeri 7 Purworejo karena nilai rerata peserta didik lebih dari 76.   Kata kunci: Konjungtor, Tajuk Rencana, dan Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 37 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kinanthi Kusumaning Tyas Suryo Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) langkah-langkah keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan media gambar; (2) peningkatan keterampilan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP N 37 Purworejo tahun ajaran 2015/2016 dalam menulis teks berita dengan menggunakan media gambar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis teks berita dengan menggunakan media gambar yaitu: (a) memberikan materi tentang menulis berita; (b) siswa dan guru melakukan tanya jawab; (c) guru menampilkan media gambar yang akan dijadikan menulis teks berita; (d) siswa mengamati gambar yang disediakan untuk dijadikan berita; dan (e) perwakilan siswa maju mengapresiasikan hasil menulis teks berita; (2) peningkatan hasil tes kemampuan siswa juga meningkat, hal ini terlihat pada hasil tes siswa pada tahap prasiklus yang kurang dari KKM sebanyak 20 siswa atau sebesar 95,23% yang menandakan belum ada yang tuntas dengan rata-rata nilai 58,33, pada siklus I yang kurang dari KKM 13 siswa atau sebesar 61,90% dan yang lebih dari KKM sebanyak 8 anak atau sebesar 38,09% dengan rata-rata nilai 67,23, dan pada siklus II yang kurang dari KKM sebanyak 0 siswa atau sebesar 0% dan lebih dari KKM sebanyak 20 siswa atau sebesar 85,71% dengan rata-rata nilai 72,47.Dalam hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan hasil tes kemampuan siswa pada setiap siklusnya. Hal ini terlihat dari hasil observasi, pada tahap prasiklus siswa sebanyak 9 siswa atau sebesar 42,85%, siklus I sebanyak 17 siswa atau sebesar 80,95%, dan siklus II sebanyak 18 siswa atau sebanyak 85,71%.   Kata Kunci: keterampilan menulis, berita, media gambar
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA TOKOH UTAMA NOVEL KUBAH DI ATAS PASIR KARYA ZHAENAL FANANI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Riris Karisma Bagia Sukirno
SURYA BAHTERA Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel, (2) as­pek-aspek so­­siologi sastra tokoh utama novel Kubah di Atas Pasir Karya Zhaenal Fanani, (3) ren­cana pelaksanaan pembelajaran di kelas XII SMA. Sumber penelitian yaitu, novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani.objek penelitian ini yaitu, sosiologi novel. Fokus penelitian pada unsur intrinsik novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani dan aspek-aspek sosiologi sastra tokoh utama novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani.Dalam pengumpulan digunakan teknik pustaka.Teknik analisis data digunakan teknik ana­lisis isi. Dalam penyajian data digunakan  teknik informal. Instrumen pe­nelitian adalah peneliti dengan dibantu kartu pencatat data dan alat tulis.Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa (1) unsur intrinsik novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani: (a) tema: kegigihan seorang wanita dalam mengembangkan pendidikan, (b) alur: campuran, (c) tokoh dan penokohan dibagi atas tokoh utama, yaitu: Fatikha dan tokoh tambahan, antara lain: Mahali, Hiram (d) latar terdiri dari: tempat meliputi: Desa Ngurawan, Yayasan Yatim piatu Ar-Rahmah ; latar waktu antara lain: siang hari dan malam; latar suasana meliputi: kebahagiaan, kecemasan, (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (2) aspek-aspek sosiologi meliputi (a) aspek kekerabatan, hubungan baik Fatikha terjalin dengan Ngadrim, dan hubungan yang tidak baik timbul saat bersama Ngadirejo, (b) pen­didikan, formal dan non formal yang didapat oleh Fatikha yaitu, bangku sekolah dasar dan pondok pesantren, (c) kepercayaan, hubungan religius Fatikha kepada Allah Swt, (d) cinta kasih, sikap sayang Fatikha kepada Mahali, (e) moralitas, Fatikha yang menolak kedatangan Ngadrim, (f) perekonomian, Fatikha tergolong ekonomi menengah ke bawah; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan acuan kurikulum 2013, KD 3.1 berpasangan dengan 4.1 menginterpretasi makna teks novel baik melalui lisan maupun tulisan. Metode pembelajaran diskusi dengan model Think Pair Share (TPS) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu, (a) berpikir (thinking), (b) berpasangan (pairing), (c) berbagi (sharing).   Kata Kunci: sosiologi sastra, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue