cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BACAAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PQRST PADA SISWA SMP NEGERI 2 SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Nur Canggih Tri Wiguna; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.225 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan (1) proses pem-belajaran keterampilan membaca pemahaman teks narasi dengan metode PQRST; (2) perubahan perilaku siswa setelah mendapat pengajaran membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST; (3) peningkatan kemampuan membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik penyajian data yang digunakan, teknik penyajian hasil analisis data informal. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST meliputi guru memberikan materi mengenai pembelajaran membaca pemahaman, guru memberikan contoh teks bacaan narasi, siswa disuruh untuk membaca pemahaman teks narasi dengan menggunakan metode PQRST yang sudah diajarkan guru, guru mengevaluasi hasil yang ditulis oleh siswa; (2) perubahan perilaku siswa dapat dilihat dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Dari prasiklus keaktifan siswa dalam menanggapi stimulus dari guru diperoleh nilai sebesar 50% meningkat 16% menjadi 66,7% pada siklus I dan meningkat 23,3% menjadi 90% pada siklus II. Peningkatan keaktifan siswa bertanya pada guru dari tahap prasiklus diperoleh nilai rata-rata 16,7% meningkat 13,3% menjadi 30% pada siklus I dan meningkat 23,3% menjadi 40% pada siklus II. Peningkatan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas diperoleh nilai rata-rata 53,3%, meningkat pada siklus I menjadi 90%, dan pada siklus II menjadi 100%; (3) peningkatan keterampilan siswa dalam memahami teks bacaan narasi dengan metode PQRST dapat dilihat dari hasil tes siswa dari prasiklus hingga siklus II. Pada prasiklus diperoleh nilai rata-rata 56,6% meningkat 9,2% menjadi 65,8% pada siklus I dan meningkat 12,8% menjadi 77,9% pada siklus II.Kata kunci: kemampuan membaca pemahaman, teks narasi, metode PQRST.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY-INQUIRY SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PAGENTAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Nurhayati Nurhayati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.285 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pagentan tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode Discovery-Inquiry, 2) pengaruh metode Discovery-Inquiry terhadap pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pagentan tahun pelajaran 2013/2014, dan 3) peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pagentan tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode Discovery-Inquiry. Dalam pengumpulan data digunakan teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan menulis puisi, sedangkan teknik nontes yang berupa observasi, wawancara, dan kuesioner digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Dalam penyajian data digunakan teknik informal dan teknik formal. Minat dan sikap belajar siswa terhadap pembelajaran menulis puisi dengan metode Discovery-Inquiry menjadi lebih baik. Minat belajar siswa prasiklus sebesar 58,9% (baik), siklus I sebesar 73,52% (baik), dan siklus II sebesar 100% (baik sekali). Peningkatan kualitas hasil menulis puisi menggunakan metode Discovery-Inquiry dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata prasiklus adalah 52,61, Pada siklus I nilai rata-rata adalah 74,97 dan pada siklus II rata-rata siswa adalah 80,35.Kata kunci: pembelajaran, keterampilan menulis puisi, Discovery-Inquiry
PERJUANGAN TOKOH UTAMA MEMPERTAHANKAN NILAI-NILAI AKIDAH NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN RELEVANSI PEMBELAJARANNYA DI SMA Dian Kirana Ningrum; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.619 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penokohan tokoh utama dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy; (2) perjuangan tokoh utama mempertahankan nilai-nilai akidah dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy; (3) relevansi pembelajaran novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan teknik observasi. Instrumen penelitian adalah peneliti dan kertas pencatat. Dalam analisis data digunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) penokohan tokoh utama, Muhammad Ayyas merupakan seorang santri salaf yang memiliki fisik gagah dan ganteng, berpendidikan, cerdas, santun, taat beribadah, baik hati, penyabar, setia, penuh cinta kasih, seorang yang memiliki keteguhan hati laksana nabi Yusuf, seorang yang kokoh pada prinsip yang dipegangnya, yaitu keyakinan pada akidahnya, dan menjunjung tinggi agamanya yaitu agama Islam, (2) perjuangan tokoh utama memperjuangkan nilai-nilai akidah dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy meliputi dua aspek yaitu, aspek rukun Iman dan rukun Islam. (a) Aspek rukun Iman meliputi: (i) keimanan kepada Allah; (ii) keimanan kepada Malaikat-Nya; (iii) keimanan kepada kitab-Nya; (iv) keimanan kepada Rasul-Nya; (v) keimanan kepada hari akhir; (vi) keimanan kepada qadha dan qadar. (b) Aspek rukun Islam meliputi: syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Akan tetapi, dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy hanya terdapat tiga perkara dalam rukun Islam yaitu (i)syahadat, (ii)sholat, dan (iii) puasa. (3) Relevansi pembelajaran novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy di SMA dapat dilaksanakan seca-ra optimal dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan. Pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan, informasi/eksperimen, mengasosiasi/menalar, dan mengkomunikasikan). Dengan menggunakan pendekatan saintifik tersebut, siswa dapat lebih aktif dan kreatif. Strategi pembelajaran novel ini digunakan karena dapat meningkatkan keingintahuan peserta didik sehingga aktivitas, kreativitas peserta didik mengalami peningkatan terutama dalam mengapresiasikan sastra. Oleh karena itu, strategi ini relevan digunakan dalam pembelajaran di SMA.Kata kunci: tokoh utama, nilai akidah, novel Bumi Cinta, pembelajaran
KAJIAN FEMINIS CITRA AQIDAH WANITA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL GADIS PENGHAFAL AYAT KARYA M. SHOIM HARIS DAN RELEVANSI PEMBELAJARANNYA DI SMA Fauzia Ika Rosiani; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.078 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) feminisme citra aqidah wanita tokoh utama dalam novel Gadis Penghafal Ayat karya M. Shoim Haris, (2) relevansi pembelajaran novel Gadis Penghafal Ayat karya M. Shoim Haris Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) feminisme citra tokoh utama wanita novel tersebut terdiri dari citra diri dan citra sosial yaitu: (a) citra diri dapat dilihat secara fisik. Secara fisik yaitu seorang gadis yang cantik jelita dan mempunyai fisik yang sempurna, secara psikis dicitrakan sebagai seorang gadis yang pandai, cerdas, mempunyai daya intelektual tinggi, mempunyai jiwa kepemimpinan, kuat, tegar, berani mengambil resiko, mempunyai jiwa yang menenangkan hati orang lain, penyayang, baik hati, tepat janji, dan berusaha untuk memperjuangkan hak dan cita-citanya, (b) citra sosial tokoh utama wanita dapat dilihat dari citra dalam keluarga dan masyarakat. Dalam keluarga, dicitrakan sebagai anak Kyai yang sudah dewasa, harus segera dinikahkan serta harus mewarisi pesantren yang diasuh oleh orang tuanya; dalam masyarakat dicitrakan sebagai gadis seorang Anak Kyai yang disegani dan dihormati dan gadis yang baik hati serta mempunyai nilai religius yang tinggi. Citra aqidah wanita meliputi: (a) citra aqidah dari aspek shalat yaitu seorang gadis yang tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu dan shalat sunnah, (b) citra aqidah dari aspek fadhilah Al-quran dicitrakan sebagai seorang gadis penghafal Al-quran yang selalu berusaha mengkhatamkan hafalannya dalam keadaan apa pun; (2) relevansi pembelajaran novel Gadis Penghafal Ayat karya M. Shoim Haris di SMA dapat dilaksanakan secara optimal dengan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) tipe STAD (Student Team Achievement Division). Strategi ini dianggap relevan karena siswa dapat belajar secara mandiri secara berkelompok. Siswa dapat menggali informasi dari anggota kelompok mereka dan guru sebagai fasilitator.Kata kunci: feminisme, citra aqidah wanita, Novel Gadis Penghafal Ayat, pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI DENGAN METODE KUANTUM PADA SISWA KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH KUTOWINANGUN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Halimah Sa’diyah; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.212 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan: penerapan metode kuantum, pengaruh sikap dan minat siswa, serta peningkatan keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dengan metode kuantum pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Kutowinangun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas perencanaann, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi atau tes angket, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif, yaitu analisis proses dan analisis data produk. Teknik penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) penerapan metode kuantum dalam pembelajaran menulis cerpen menggunakan strategi tandur meliputi tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. (2) Penggunaan metode kuantum dapat meningkatkan minat dan sikap siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi, terlihat sikap siswa pada siklus I sebesar 18,75%, sedangkan minat siswa pada siklus I sebesar 34,31%. Peningkatan terjadi pada sikap siswa pada siklus II menjadi 65,62% dan minat siswa meningkat menjadi 87,50%. (3) Hasil nilai rata-rata pada prasiklus 41,22 dan pada siklus I nilai meningkat menjadi 43,56, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,41.Kata kunci: Menulis cerpen, metode kuantum
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH AL-IMAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Khamid Khamid; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.487 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud kesantunan berbahasa guru saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia di kelas VIII MTs Al Iman Purworejo; (2) karakter siswa kelas VIII saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia di MTs Al Iman Purworejo; dan (3) relevansi kesantunan berbahasa saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia dengan pembentukan karakter siswa kelas VIII MTs Al Iman Purworejo. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Dalam analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif korelasi. Kadar hubungan dinyatakan dalam indeks koefisien korelasi. Indeks ini dihitung melalui korelasi product moment. Peneliti menyajikan hasil analisis dengan teknik penyajian verbal, yakni penyajian dengan kata-kata yang digunakan secara tegas menyatakan sesuatu yang dimaksud dalam konsep. Dari hasil analisis dapat disimpulkan: (1) wujud tuturan yang dipakai guru dalam KBM bahasa Indonesia dapat dikatakan cukup santun karena sudah memenuhi prinsip-prinsip kesantunan berbahasa. Tingkat kesantunan berbahasa guru menurut siswa, yang sangat santun ada 7 orang atau 9 %, yang santun 21 orang atau 27 %, yang cukup santun 33 orang atau 43 % dan yang kurang santun 16 orang atau 21 %; (2) karakter siswa kelas VIII MTs Al-Iman Purworejo termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara dan rata-rata nilai angket tentang karakter siswa yang menunjukkan nilai 66,18; dan (3) ada relevansi yang erat antara kesantunan berbahasa guru dengan karakter siswa kelas VIII MTs Al Iman Purworejo tahun pelajaran 2014/2015.Kata kunci: kesantunan berbahasa, relevansi, karakter siswa
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM NOVEL AMELIA KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Muhammad Khayatul Khikam; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.393 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik yang berupa tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan amanat pada novel Amelia karya Tere Liye, (2) nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye, dan (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye di kelas XI SMA.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai-nilai akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini novel Amelia karya Tere Liye. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi kepustakaan, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal.Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Amelia karya Tere Liye adalah sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah kehidupan Amelia sebagai anak bungsu yang suka menolong dan peduli pada orang lain, berjuang keras mengubah tradisi bertani yang turun-temurun menjadi bertani yang lebih baik yang didasarkan ilmu pengetahuan, (b) tokoh utama: Amelia, sedangkan tokoh tambahan yang dominan: Syahdan, Mamak, Paman Unus, Pak Bin dan Nek Kiba; tokoh protagonis: Amelia; tokoh antagonis: Bakwo Hasan; (c) alur: alur maju; (d) latar: ada yang dihadirkan secara utuh sehingga dapat menimbulkan imajinasi pembaca mengenai latar tersebut, tetapi ada pula yang hanya disebutkan nama tempatnya saja; (e) amanat dalam novel ini dikemas dalam cerita sehingga tidak bersifat menggurui pembaca; (2) nilai pendidikan akhlak meliputi (a) hubungan antara manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan lingkungan; (3) skenario pembelajaran menggunakan metode inkuiri, diskusi, dan penugasan.Kata Kunci: Nilai Pendidikan Akhlak dan Skenario Pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGANALISIS CERITA PENDEK DENGAN METODE PENEMUAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMK WIDYA KUTOARJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Nala Putra Yudha; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.072 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran menganalisis cerpen dengan metode penemuan pada peserta didik kelas XI SMK Widya Kutoarjo; (2) motivasi peserta didik kelas XI SMK Widya Kutoarjo dalam pembelajaran menganalisis cerpen dengan metode penemuan; (3) peningkatan kemampuan menganalisis cerpen peserta didik kelas XI SMK Widya Kutoarjo setelah memperoleh pembelajaran dengan metode penemuan. Dari hasil penelitian ini, dapat penulis simpulkan: (1) proses pembelajaran analisis teks cerpen meliputi guru memberikan materi analisis teks cerpen dengan metode penemuan disertai contohnya, guru dan siswa melakukan Tanya jawab, guru memberikan tugas kepada siswa untuk menganalisis teks cerpen yang telah ditentukan, siswa menganalisis teks cerpen, siswa dituntun untuk menganalisis teks cerpen dengan memperhatikan struktur teks cerpen, kaidah kebahasaan cerpen, dan isi teks cerpen, siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya, dan guru mengevaluasi hasil yang ditulis oleh siswa; (2) perubahan perilaku siswa kearah positif dilihat dari hasil pengamatan pada aspek keaktifan siswa dalam menanggapi stimulus dari guru memperoleh hasil prasiklus 34,28%, siklus I menjadi 52.63%, dan siklus II menjadi 71.63%, aspek keaktifan siswa bertanya saat pembelajaran berlangsung, diperoleh hasil pada prasiklus 42.85%, siklus I menjadi 44.73%, dan siklus II menjadi 50%, dan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas juga mengalami peningkatan dari prasiklus yang mencapai 57.14% meningkat pada siklus I menjadi 71.05% dan pada siklus II menjadi 78.94%; (3) peningkatan kemampuan siswa tersebut dilihat dari hasil rata-rata siswa pada setiap tindakannya. Pada prasiklus mencapai nilai rata-rata 37.13 atau masih dalam kategori kurang. Rata-rata nilai pada siklus I sebesar 69,74 dan pada siklus II sebesar 75. Dengan demikian, terjadi peningkatan kemampuan siswa sebesar 32.61 atau 88.4% dari prasiklus kesiklus I, 37.87 atau 99.65% dari prasiklus ke siklus II, dan 5.26 atau 13.84% dari siklus I kesiklus II. Peningkatan kemampuan itu terjadi secara signifikan.Kata kunci: menganalisis cerpen, metode penemuan
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYA AHMAD FUADI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Rojab Mustova; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.57 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi, (2) nilai pendidikan karakter dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi, dan (3) skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi dan skenario pembelajarannya di Kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, teknik pustaka, dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri sebagai peneliti, kartu pencatat data, dan alat tulisnya. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil penelitian ini yaitu (1) unsur intrinsik novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi (a) tema: perjuangan keras Alif yang disertai dengan do’a dan keyakinan yang kuat untuk menggapai harapan yang sulit dan penuh dengan lika-liku, (b) tokoh utama: Alif Fikri. Tokoh tambahan: Dinara, Mas Garuda, Pasus, Randai, dan lainnya, penokohan ada yang dihadirkan secara utuh, tetapi ada juga yang dihadirkan hanya disebutkan namanya saja, (c) alur: alur maju, (d) latar: tempat, waktu, dan sosial, (e) amanat dalam novel dikemas dalam cerita sehingga tidak bersifat menggurui pembaca; (2) nilai pendidikan karakter dalam novel meliputi (a) nilai religi, (b) jujur, (c) disiplin, (d) kerja keras, (e) kreatif, (f) mandiri, (g) demokratis, (h) rasa ingin tahu, (i) semangat kebangsaan, (j) cinta tanah air, (k) menghargai prestasi, (l) bersahabat/ komunikatif, (m) cinta damai, (n) gemar membaca, (o) peduli lingkungan, (p) peduli sosial, dan (q) tanggung jawab; (3) skenario pembelajaran sebagai berikut, (a) guru mengulas materi terkait dengan unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter, (b) guru memberi tugas kepada siswa dengan membaca novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi, (c) guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok untuk menganalisis unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi, (d) guru memberi tugas kepada perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil analisisnya, (e) guru memberikan kesempatan kepada peserta didik lainnya untuk bertanya setelah kegiatan presentasi selesai, (f) guru mengomentari hasil presentasi yang telah dilakukan, (g) guru memberikan tugas kepada kelompok untuk memperbaiki pekerjaannya berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan bersama-sama untuk kemudian disimpulkan, dan (h) guru memberikan tugas yang berupa arahan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Nilai Pendidikan Karakter dan Skenario Pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI EKSPOSITORIS DENGAN METODE KUANTUM MELALUI MEDIA TEKS WAWANCARA PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 3 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Teguh Priyambodo; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.243 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) penerapan pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris dengan metode kuantum berdasarkan media teks wawancara pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014; (2) pengaruh pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris dengan metode kuantum berdasarkan media teks wawancara terhadap sikap dan minat siswa kelas XI SMK Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014; (3) peningkatan keterampilan menulis karangan narasi ekspositoris siswa kelas XI SMK Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 setelah memperoleh pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris dengan metode kuantum melalui media teks wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan nontes. Dalam Teknik analisis data, peneliti menggunakan teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Teknik penyajian data yang digunakan adalah analisis informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan : (1) penerapan pembelajaran pada tahap prasiklus menggunakan metode konvensional, sedangkan pada tahap siklus I dan Siklus II menerapan metode kuantum melalui media teks wawancara menggunakan teknik ‘tandur’ yaitu tumbuhkan, alami, namai, demontrasikan, ulangi, dan rayakan; (2) sikap dan minat siswa kelas XI SMK Negeri 3 Purworejo mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Aspek keantusiasan tahap prasiklus 29,03%, siklus I sebesar 54,83%, dan siklus II sebesar 83,87%, aspek perhatian tahap prasiklus 38,70%, siklus I sebesar 61,29%, dan siklus II sebesar 90,32%, aspek keseriusan siswa tahap prasiklus 45,16%, siklus I sebesar 67,74%, dan siklus II sebesar 90,32%, aspek keaktifan siswa tahap prasiklus 19,35%, siklus I sebesar 77,41%, dan siklus II sebesar 93,54%, aspek respon siswa prasiklus 9,67%, siklus I sebesar 54,83%, dan siklus II sebesar 87,09%; (3) nilai rata-rata tes menulis narasi ekspositoris melalui media teks wawancara prasiklus sebesar 68,77 dengan ketuntasan sebesar 16,12%. Pada siklus I, nilai rata-rata mencapai 79,90 dengan ketuntasan sebesar 100% agar memperoleh hasil yang lebih maksimal lagi maka dilanjutkan siklus II. Pada siklus II, nilai rata-rata tersebut mengalami peningkatan sebesar 5,04 dari siklus I, nilai rata-rata menjadi 83,93 dengan ketuntasan belajar 100%.Kata kunci : menulis narasi ekspositoris, media, metode kuantum

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue