Articles
194 Documents
MEREDAM KONFLIK NELAYAN MELALUI DIVERSIFIKASI INDUSTRI RUMAH TANGGA NELAYA DI KOTA PAREPARE
B. Andriyani, Haslinda
Academica Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (75.756 KB)
Konflik sosial yang diiringi dengan kekerasan massal cenderung telah menjadi bagian darikehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Kekecewaan, keputusasaan, ketidakpuasanseringkali diselesaikan dengan aksi pembakaran, pengrusakan dan bahkan penganiayaanterhadap manusia.Pada sisi lain, fakta dalam proses pembangunan mengungkapkan bahwa kemampuanindustri kecil mempertahankan diri dalam badai krisis disebabkan fleksibilitasnya dalamproses produksi. Selain itu, industri kecil merupakan tumpuan akhir tenaga kerja yangtidak bisa memperoleh kesempatan masuk ke dalam sektor formal, baik di kota maupun didesa. Pada sisi lain, permasalahan klasik dan sampai saat ini belum ada solusi yang riildalam menuntaskannya oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah masalahkemiskinan.Kata Kunci: Pengembangan, Industri Rumah Tangga, Nelayan
PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA
Daswati, Daswati
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (57.035 KB)
Perlu disadari bahwa pegawai merupakan suatu potensi kesuksesanuntuk mengimbangi perubahan dan kemajuan dalam berbagai aspekyang mempengaruhi beban kerja pimpinan, dituntut tersedianyatenaga yang setiap saat memenuhi kebutuhan. Keseluruhan tugashanya akan bermanfaat dan berhasil baik, apabila diusahakan olehpribadi itu sendiri pengembangannya. Dengan adanyapengembangan diharapkan seseorang mempunyai kemampuan kerjayang serbaguna, berhasil guna dan dapat bekerja sesuai kebutuhanserta tuntutan organisasi dimana ia bekerja.Kemampuan untuk berkembang dan bertindak secara kreatif sertaberpikir untuk memecahkan masalah/mengambil keputusan,walaupun setiap pegawai berbeda tingkat kemampuannya. segalacara yang dimiliki oleh organisasi seperti peraturan, presedur,metode, struktur organisasinya hanya merupakan benda mati danhanya akan ada manfaatnya apabila di kelola oleh pikiran yangmemiliki pengetahuan luas dan keterampilan yang tinggi, dengandisertai disiplin dan dedikasi yang besar.Kata Kunci: Pengembangan Pegawai Dan Produktivitas Kerja
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM-MP) MANDIRI PEDESAAN DI DESA ANGALLE KECAMATAN MAPPEDECENG KABUPATEN LUWU UTARA
Nasrullah, Nasrullah
Academica Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (58.396 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Dasar penelitian yang digunakanadalah Field Research dengan tipe penelitian Deskriptif Kualitatif. Dalam penelitian iniyang menjadi indikator penelitian pelaksanaan Program Nasional PemberdayaanMasyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan dapat dilihat 1) Sejauh mana kepentingankelompok sasaran atau target grops termuat dalam isi kebijakan, 2)Jenis mamfaat yangditerima oleh target groups, 3)Sejauh mana perubahan yang di inginkan dari sebuahkebijakan, 4) Apakah letak sebuah program sudah tepat, 5) Apakah sebuah kebijakan telahmenyebutkan imeplementornya dengan rinci, dan 6) Apakah sebuah program di dukungoleh sumberdaya yang memadai. Penelitian bertujuan mengetahui mekanisme partsipasimasyarakat dalam perencanaan anggaran kabupaten Luwu Utara. Metode pengumpulandata yang digunakan adalah studi pustaka, dokumentasi, kuesioner dan wawancara.Temuan penelitian Kebijakan dari PNPM-MP dalam meningkatkan kesejatraanmasyarakat khususnya di Desa Mangalle sudah berjalan dengan baik terutama dalam segipemberdayaan masyarakatnya dan pemberdayaan ekonomi,Kata Kunci : Implementasi, PNPM, Pedesaan, Pemberdayaan
PERSPEKTIF ETNIK SITUASIONAL DALAM KOMUNIKASI POLITIK ANGGOTA DPRD PADA WILAYAH MULTI ETNIK
Marzuki, Muhammad
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (60.064 KB)
Sentimen etnik seringkali dinilai sebagai salah satu kekuatan sekaligusproblematika dalam arena demokrasi. Tak terkecuali pada kontestasi Pemiludan Pilkada di Indonesia. Etnisitas sebagai salah satu kategori dalamsosiologi politik berkembang seiring dengan perubahan pola politikidentitas. Dalam tatanan rezim politik yang bersifat tertutup, etnisitas secarasengaja dicoba untuk dieliminasi dari panggung arena politik. Kendatidemikian, etnisitas dalam kadar tertentu terus bermain dalam politikidentitas dalam panggung kekuasaan secara laten. Sementara itu, dalamtatanan rezim politik yang bersifat terbuka, etnisitas justru nampak terusmengalami penguatan, mendapatkan ruang ekspresi yang semakin luas.Bahkan etnisitas seringkali menjadi dasar legitimasi sejarah sosial politikstruktur politik pada level lokal atau daerah.Kata Kunci: Komunikasi Politik, Multi Etnik, Anggota Dewan.
CITIZEN JOURNALISM: A STUDY OF NEW FORM OF NEWS MEDIA REPORTING
Akifah, Andi
Academica Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.588 KB)
This paper explores the rise of participatory journalism as a newphase of media-based technology and its position in the journalismfield. As a new media form, citizen journalism appeared with a lot ofattraction supported by high technology that enables audiences to getfast information as well as flexibility in accessing it. It is examinedby comparing citizen journalists with professional journalists in theirway of gathering and reporting news. Apart from the benefits, thecitizen journalists particularly those who are considered as bloggersare sometimes challenged in providing accurate and objectiveinformation without being fully influenced by their thought. It isimportant to note that the collaboration between the citizen and theprofessional journalists is very essential to maintain the news qualitythey produce. Bloggers who work alone and provide information justbased on what they are thinking, without having any research, shouldbe considered as a separate term from other online reporters whowork based on journalism principles.Keywords: Citizen Journalism; Traditional media; News value;Internet; Technology.
INTERNET FILTERING: SOLUTION FOR COUNTERING NEGATIVE CONTENT ON THE INTERNET?
Akifah, Andi
Academica Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.096 KB)
Pesatnya perkembangan teknologi utamanya teknologi informasi telahmenempatkan internet sebagai salah satu teknologi vital yang dibutuhkandalam berbagai bidang aktivitas.Sebagai teknologi penyedia informasitercepat, Internet telah menjadi alternatif penting dalam hal aksesmengakses informasi. Namun demikian, bebasnya arus informasi viainternet menimbulkan berbagai dampak negatif utamanya penyebarankonten-konten berbahaya, seperti virus yang membahayakan sistemkomputerisasi pengguna, maupun akses terhadap gambar-gambarpornografi yang dapat merusak moral pengguna di bawah umur.Oleh karena itu, tergantung pada budaya dan kebijakan di beberapanegara, saat ini Internet Filtering atau penyaringan internet telah diterapkanuntuk melindungi pengguna internet terhadap konten-konten berbahayayang disajikan oleh internet. Namun di balik itu sistem penyaringaninternet bukan tanpa kendala, dalam beberapa kasus, sistem penyaringantersebut membatasi kebebasan pengguna dalam mengakses informasi yangmereka butuhkan. Untuk itu, diperlukan teknik penyaringan internet yangtepat sehingga tetap mampu memberikan kebebasan kepadapengguna sekaligus memungkinkan keluarga dan lembaga pendidikanuntuk melindungi anak-anak tanpa harus memblok akses penting yangdibutuhkan oleh masyarakat.Peran regulator dalam hal ini pemerintah bekerja sama dengan internetservice provider sangat penting dalam melindungi pengguna internet darikonten-konten berbahaya namun tetap melindungi hak pengguna dalammengakses informasi dengan pengaturan dan penyesuaian sistempenyaringan yang tepat bagi pengguna.
PENGARUH PERILAKU BIROKRASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA MASYARAKAT
Nurhamni, Nurhamni
Academica Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.05 KB)
Perilaku birokrasi, merupakan suatu kesepakatan antara kepentinganorganisasi, masyarakat dan moral individu secara jujur, objektif,selaras terpadu tanpa ada paksaan atas terwujudnya suatukesepakatan tersebut. Kepemimpinan birokrasi, merupakan suatukemampuan birokrat dalam menjalankan visi dan misi terutamasebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. PelayananMasyarakat, maksudnya suatu upaya yang dilakukan untukmemberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat yaitu sesuaiharapan pelayanan yang cepat, ramah, dan adil serta komunikatif.Kata Kunci: Birokrasi, Pelayanan pada Masyarakat.
ORGANISASI PEREMPUAN SEBAGAI MODAL SOSIAL (Studi Kasus Organisasi Nasyiatul Aisyiyah Di Sulawesi Tengah)
Ahdiah, Indah
Academica Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (81.579 KB)
Keberadaan organisasi-organisasi lebih dari hanya alat untukmenciptakan barang-barang dan menyelenggarakan jasa-jasa.Organisasi-organisasi menciptakan kerangka (setting), yaitu banyakdi antara kita yang melaksanakan proses kehidupan. Sehubungandengan itu dapat dikatakan bahwa organisasi-organisasimenimbulkan pengaruh besar atas perilaku kita. Keberadaanorganisasi Nasyiatul Aisyiyah yang sejak berdirinya ditujukan untukmenjadi gerakan putrid Islam yang melaksanakan dakwah amarnahi munkar, senantiasa memiliki keterikatan padapencerahan dan pemberdayaan perempuan menuju terwujudnyamasyarakat madani, adalah suatu fakta bahwa organisasi inimerupakan modal sosial bagi bangsa Indonesia.Kata kunci: Organisasi dan modal sosial
BERTAHAN HIDUP DI PENGUNGSIAN KAUM JANDA KORBAN KONFLIK POSO
Rismawati, Rismawati
Academica Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.429 KB)
Jaminan-jaminan sosial yang hadir membantu kaum janda korbankonflik Poso umumnya berasal dari pemerintah. Jaminan sosial yangselama ini diajarkan secara budaya di setiap suku bangsa tidak lagibekerja secara efektif karena hubungan sosial mereka terganggu.Kaum janda yang kembali dari tempat pengungsian dengan caranyasendiri membangun suatu strategi bertahan hidup di antaranya adalahmenjadi penjual pakan ternak babi.Sekuritas sosial lokal pada dasarnya masih ada di dalam benaksejumlah orang, bahkan masih dipraktekkan pasca konflik, tinggalmenunggu kondisi sosial menjadi lebih kondusif sekuritas sosial pundapat bergerak kembali sesuai dengan fungsinya.Kata Kunci: Konflik Poso dan Pengungsian
KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH SUATU TINJAUAN FILOSOFIS
Pasinringi, Andi
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.601 KB)
Proses pemantapan integrasi nasional pada prinsipnyamelibatkan dua problema pokok. Pertama, bagaimana membuatrakyat tunduk, taat dan patuh kepada tuntutan negara. Kedua,bagaimana meningkatkan konsensus normatif yang mengatur tingkahlaku politik masyarakat atau individu-individu yang ada didalamnya,Dilihat dari sudut ini, ada dua mainstream yang terbentuk didalam masyarakat bangsa Indonesia yakni, bahwa pemberiankebijakan otonomi kepada daerah-daerah. Perspektif pertamamelihat otonomi daerah sebagai suatu ancaman terhadap integrasinasional, sementara yang lain justru otonomi daerah adalah sebagaiperekat integrasi bangsa. Dari kedua perspektif tersebut, makapenulis mencoba melihat secara jernih problema otonomi daerahdari perspektif filosofis, sehingga dapat terungkap makna hakiki darikebijakan otonomi daerah tersebut sebagai suatu solusi untukmenghilangkan atau meminimalisir diskursus mengenai konsepotonomi daerah yang seakan-akan menjadi pokus perdebatan yangtak pernah berkesudahan antara pemerintah pusaat denganpemerintah daerah dalam konteks Negara kesatuan.Kata kunci: Otonomi daerah, ontologi, epistemologi dan aksiologi