Articles
194 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM GREEN AND CLEAN DI KELURAHAN TANAMODINDI KECAMATAN MANTIKULORE
Mappatoba, mustainah;
Kurnia, Intam;
Bachtiar, Mohammad Arief
Academica Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.247 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Implementasi kebijakan Green andClean di Kelurahan Tanamodindi. Informan penelitian sebanyak 7 orang Metode penelitianyang digunakan adalah Motode Kualitatif dengan menggunakan informan yang berjumlah 7orang melalui proses wawancara mandalam. Dasar penelitian yang digunakan adalah FieldResearching atau penelitian lapangan yang mencakup observasi, wawancara dandokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan program Greenand Clean di Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Mantikulore telah mengalami peningkatanyang signifiakan namun masih belum terimplementasi secara menyeluruh sehingga masih adabeberapa kawasan seperti RT/RW yang belum menerapkan pola kualitas lingkungan yanghijau dan bersih. Dari segi standar dan sasaran kebijakan, program Green and Clean telahdijalankan sesuai dengan standar dan sasaran kebijakan program yang ada, namun belumdilakukan secara maksimal dibeberapa kawasan seperti RT/RW yang belum menerapkan polakualitas lingkungan yang hijau dan bersih. Untuk sumber daya yang meliputi sarana danprasarana telah tercukupi namun untuk pengetahuan masyarakat mengenai pentingnyameningkatkan kualitas lingkungan baik dari segi penghijauan dan kebersihan masihmembutuhkan banyak peran berupa sosialisasi dari pemerintah setempat.Kata Kunci: Implementasi, Green and Clean, Kebijakan
ETOS KERJA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PEDESAAN
Laebo, Asruddin
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kualitas sumber daya manusia merupakan titik sentral motorpenggerak dan pengelola dari berbagai jenis sumber daya lainnyapada arena pembangunan masyarakat, seperti : sumber daya alam,budaya, lembaga/ pranata sosial. Sumber daya alam, budaya,lembaga /pranata sosial, tidak dapat mengganti posisi sumber dayamanusia untuk menjadi titik sentral dan sebagai pengelola bagi yanglainnya baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama. Sikapmanusia terhadap kerja nilai unggulannya, nilai andalannya terhadapkerja merupakan pedomannya dalam bekerja disebut etos kerja.Etos kerja bersumber pada asas etis, yaitu kebajikan-kebajikan moraldalam bekerja. Asas etis dapat dijabarkan dalam suatu kode etik daninilah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk etika kerja, etikaprofesi, atau etos kerja. Sebagai kearifan dalam sikap bekerja. Etoskerja menunjukkan ciri-ciri prilaku yang berkualitas tinggi padaseseorang yang mencerminkan keluhuran budi, keunggulan watak.Dengan berpedoman pada etos kerja seseorang melaksanakan kerjadengan baik.Kata Kunci : Etos Kerja, Masyarakat Pedesaan.
BUDAYA KERJA BIROKRASI PEMERINTAH DALAM PELAYANAN PUBLIK
Abdul Rivai, Abdul Rivai
Academica Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (75.507 KB)
Budaya kerja aparatur birokrasi (pegawai) sangat bermanfaat dalam mendukung aktifitasorganisasi pemerintahan terutama untuk membangun kembali citra positif aparatpemerintah yang sedang terpuruk. Kesan yang muncul terhadap birokrasi adalah hampirsetiap warga masyarakat yang datang berurusan ke kantor-kantor pemerintah adalahmereka bertemu dengan pegawai berseragam yang “kurang ramah, kurang informatif, dankurang profesionalâ€. Kesan lainnya adalah melihat seolah-olah birokrasi pemerintahadalah selalu membuat sesuatu pekerjaan yang sesungguhnya “sederhana menjadi rumitâ€.Oleh sebab itu diperlukan budaya kerja yang kuat sebagai salah satu unsur yang mampumembantu pegawai dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.Kata Kunci: Budaya Kerja, Birokrasi dan Pelayanan Publik
PENERAPAN KOMUNIKASI FATIK DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN PERTEMANAN PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2010 FISIP UNTAD
Kaddi, Sitti Murni
Academica Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (75.075 KB)
Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan komunikasi fatik dalam meningkatkan hubunganpertemana pada mahasiswa ilmu komunikasi angktan 2010 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Universitas Tadulako.Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan dasar pendekatan metode studi kasus.Informan dalam penelitian ini berjumlah enam (6) orang. Teknik sampling penelitian ini adalahpurposive sampling. Sebagai alat pengumpul data menggunakan observasi dan wawancaramendalam (depth interview) dengan pengolahan data menggunakan analisis data kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyampaikan penerapan komunikasi fatik, digunakantiga (3) fungsi komunikasi fatik yang sering terjadi pada, awal percakapan, akhir percakapan dansebagai pengisi ruang untuk menghindari kesunyian. Komunikasi fatik di awal percakapanmerupakan komunikasi atau kata-kata awal seperti hai, hallo dan lain sebagainya yang dapatmemberikan rasa nyaman terhadap penerima pesan (komunikan), dimana komunikasi yangdisampaikan dapat diterima dengan baik oleh komunikan sehingga komunikasi selanjutnya berjalandengan efektif.Kata Kunci: Komunikasi Fatik, Penerapan, Hubungan Pertemanan
PENERAPAN DINAMIKA KELOMPOK
Amir, Andi Mascunra
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.139 KB)
Dinamika kelompok merupakan cabang ilmu sosial yangmempelajari perilaku manusia dalam kelompok atau ilmu yangmempelajari tenaga-tenaga yang bekerja dalam kelompok, mencaripenyebabnya, dan apa akibatnya terhadap individu maupunkelompok. Sebelum perang dunia ke II para ahli masih memusatkanperhatiannya pada individu, seperti Kurt Lewin, sebagai pencetusgagasan dinamika kelompok berhasil menunjukkan bahwa tidak adamanusia yang dapat hidup sendiri. Berdasarkan hasil penemuantimbul suatu upaya bagaimana mendidik manusia untuk mencapaipertumbuhan kepribadian sendiri serta kelompok yangmemanfaatkan tenaga yang mempengaruhi tersebut.Kata Kunci : Dinamika Kelompok
FENOMENA ELECTOCRACY DALAM PILKADA LANGSUNG DI INDONESIA
Alamsyah, Muhammad Nur
Academica Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.692 KB)
Dimensi politis manusia adalah dimensi masyarakat sebagaikeseluruhan dengan ciri khasnya bahwa pendekatan itu terjadi dalamkerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat sebagaikeseluruhan. Pilkada langsung adalah sebuah ruang yangdiperuntukkan bagi perwujudan nilai tertinggi dari esensi politikmanusia dalam sebuah wilayah tertentu yaitu pemegang utama darilegakitas akan sebuah kedaulatan. Seyogyanya, serpihan harapanyang terdapat dalam nilai demokrasi yang tertuang dalam proses dancontent dari pilkada langsung mampu memberikan nilai kesepadananatas kedaulatan yang diamanahkan kepada penguasa.Keadaan tersebut tidak menjadi bumerang yang berbalikarah menjadi senjata yang memakan tuannya yang dalam kontekskajian ini dikenal dengan electocracy yaitu keadaan dimanapemerintahan dipilih secara demokratis namun pejabat yang terpilihtidak memeiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengelolaanmanajemen pemerintahan yang telah banyak dikenal secara luasdalam kajian masyarakat dunia ketiga masih sangat mempengaruhipola hidup masyarakat yang cendrung masinh sangat patron client.Kata Kunci: Electocracy, Demokrasi, Pilkada, Pemerintahan
PENTINGNYA MOTIVASI DAN MINAT TERHADAP MANAJEMEN KINERJA GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA KOTA PALU
Kasim, Muhammad
Academica Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.457 KB)
Motivasi merupakan sebuah unsur yang vital dalam sebuahorganisasi. Motivasi berbeda-beda antara satu individu denganindividu yang lainya, tergantung dari banyak faktor seperti ambisi,latar belakang pendidikan, tujuan yang hendak dicapai, danlingkungan sosial. Motivasi berasal dari keinginan yang keras dariseseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak peduli kesulitankesulitanapapun yang harus diatasi, melainkan lebih menumbuhkanpemikiran-pemikiran positif serta taat kepada jalannya kegiatan agartujuan organisasi dapat tercapai.Minat merupakan sebuah motivasi intrinsik sebagai kekuatanpembelajaran yang menjadi daya penggerak seseorang dalammelakukan aktivitas dengan penuh ketekunan dan cendrung menetap,dimana aktivitas tersebut merupakan proses pengalaman belajar yangdilakukan dengan penuh kesadaran dan mendatangkan perasaansenang, suka dan gembira.Manajemen kinerja adalah manajemen yang men ciptakanhubungan dan memastikan komunikasi yang efektif. Manajemenkinerja memfokuskan pada apa yang diperlukan olehorganisasi, mana jer, dan peker ja untuk berhasil.Manajemen kinerja adalah bagaimana kinerja dikelola untukmemperoleh sukses
MEDIASI DAN FASILITASI KONFLIK DALAM MEMBANGUN PERDAMAIAN
Safitri, Ritha
Academica Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.602 KB)
Walaupun telah banyak penelitian yang sangat baik tentangbagaimana menciptakan perdamaian dalam masyarakat yangterpecah belah atau yang telibat konflik, tetapi tetap dibutuhkanadanya saran saran praktis kepada para pembuat keputusanmengenai cara merancang dan memfungsikan katup-katupperdamaian demokrasi agar perdamaian tetap terjaga. Konflik adalahbagian yang wajar dari sebuah masyarakat yang sehat, tetapi yangmenjadi perhatian penting dalam tahun tahun terakhir ini adalahpada bagaimana mencegah konflik menjadi lebih besar danberdampak negative dan mencari cara cara damai dalampengelolaan konflik. Sebagian besar konflik tajam saat ini bukanlahperang antar negara yang saling bersaing seperti di masa lalu, tetapiterjadi dalam masyarakat di negara negara itu sendiri. Meskipunkonflik konflik itu tampak berbeda satu sama lain, pada dasarnyaada kesamaan isu kebutuhan yang tak terpenuhi, dan pentingnyamengakomodir kepentingan mayoritas dan minoritas.Kata Kunci : Mediasi, Fasilitasi dan Konflik
TERORISME SEBUAH ANATOMI KEKERASAN DENGAN EGO SUPERIOR SEKALIGUS KETAKUTAN
Surahman, Surahman
Academica Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (129.208 KB)
jika dialog mengalami dehumanisasi, kemungkinan akan terjadinya tindakan dan sikap anarkis semakn terbuka, dimana peluang gerakan teror (terorisme) terbuka lebar. gerakan teror memiliki peluang lahir dari kelompok manapun, baik dari kaum fundamental atau liberalis. Sehingga yang dibutuhkan adalah konstruksi peradaban yang berpihak pada ide universalisme dimana Athena dam Oikos,meminjam istilah aristoteles bukan dua ruang berbeda, tetapi ia menyatu dalam institusi yang saling mengisi sehingga Athena, bukan sekedar lembaga negara, ia lebih merujuk pada pemaknaan sebagai kelembagaan sosial yang melindungi hak-hak warga (oikos), Sehingga makna kekuasaan sebagaimana kata Weber sebagai “setiap peluang untuk memaksakan kehendak sendiri dalam sebuah hubungan sosial juga kalau kehendak itu ditentangâ€. Kita tolak sebab menyebabkan kita terjebak pada semangat otoritarian kekuasaan. Kita perlu membangun model integrasi yang memungkinkan orang berproses meruntuhkan ego kemanusiaannya, Integrasi yang dimaksud adalah : integrasi sosial dan integrasi sistem.Kata Kunci: Terorisme, Kekerasan dan Ego Superior
HUBUNGAN SOSIAL DALAM KESUKUBANGSAAN DI ROUTA
Marzuki, Muhammad
Academica Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.081 KB)
Dinamika sebagai sebuah kondisi perubahan yang terjadi didalam suatu masyarakat seperti pada pemahaman di atas, jugadialami oleh masyarakat yang tinggal di Kecamatan Routa padaumumnya. Secara historis menurut informasi diceritakan bahwamasyarakat yang tinggal di Routa (baca: wilayah kecamatan Routa)telah mengalami perubahan dari berbagai dimensi, seperti dimensisistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem sosial, dan budaya.Terjadinya perubahan yang terjadi pada masyarakat Routa tidakhanya disebabkan karena faktor internal dalam hal ini sumberdaya(resource) yang dimiliki, tetapi juga didukung oleh adanya faktoreksternal dalam hal ini terjadinya kontak-kontak budaya antara orangRouta dengan masyaraka di luar Routa. Sejauh mana kontak-kontakbudaya tersebut dalam memengaruhi terjadinya perubahan,perkembangan dalam masyarakat Routa menjadi fokus utama dalamkajian ini.Kata Kunci : Hubungan Sosial dan Kesukubangsaan