cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Academica
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14113341     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal ilmiah Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
TELAAH TENTANG KIBIJAKAN UJIAN NASIONAL DAN KINERJA SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Ali, Muhammad Nur
Academica Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.684 KB)

Abstract

Kinerja Sistem Pendidikan Nasional (SPN) dalam kurun waktusepuluh tahun terakhir menunjukkan kegagalan demi kegagalan. Data dariUnited Nations Development Programme (UNDP) yang memantau IndeksPembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI) sepertiyang terpublikasi secara luas bahwa posisi Indonesia diantara 174 negarapada tahun 1996 berada pada peringkat 102; tahun 1999 peringkat 105;dan tahun 2000 pada peringkat 109, kemudian tahun 2004 turun lagi keperingkat 111 dari 174 negara. Secara umum mutu proses belajarmengajaryang tergelar kurang menggembirakan oleh karena prosespendidikan telah terkebiri menjadi “perolehan informasi” dengan sistemtagihan berjangka pendek.Ketidakhirauan SPN terhadap praksis penerusan informasiberakibat lebih jauh lagi dan merosot menjadi konteks pemberitaan isi bukuteks (content transmission), lalu diperparah lagi dengan kebijakan evaluasiyang dikenal dengan istilah UN (Ujian Nasional). Secara kognitif modelevaluasi UN tersebut tidak dapat memfasilitasi perkembanganintelektualitas yang baik (authentic ability), karena tuntutannya bersifattebak-tebakan, sehingga pebelajar cenderung hanya mengerahkankemampuan artifisialnya, bukan kemampuan autentik. Bahkan lebih celakalagi jika untuk meraih prosentase kelulusan dibentuk “tim sukses” yangberoperasi secara ilegal.Kata Kunci: Kebijakan - Ujian Nasional – Pendidikan
DEGRADASI KULTURAL DALAM KEHIDIPAN REMAJA Resmiwaty, Resmiwaty
Academica Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.227 KB)

Abstract

Degradasi kultural dapat diartikan sebagai bentuk dari adanyapemerosotan nilai-nilai kultural pada suatu kelompok masyarakat.Degradasi kultural selanjutnya melahirkan kultur baru sepertikonsumerisme, nepotisme, sadistis, agresif, hipokrit, materialistis,individualistis, dan hedonistis. Kultur baru ini terwujud melalui perubahansikap dan perilaku. Gaya hidup yang mencintai materi, mengutamakankepentingan pribadi, dan timbulnya konfrontasi yang begitu mudah dikalangan remaja. Semuanya ini mereka konsumsi dari media yangmenyiarkan dan menayangkan hal-hal baru dari luar, yang dianggap lebihbergengsi dan mengikuti trend. Segala bentuk baru yang mereka adopsi initelah melahirkan degradasi kultural dalam kehidupan remaja.Kata kunci: Degradasi kultural, remaja.
PEMBERITAAN MEDIA TENTANG KEMATIAN, ANTARA VULGAR DAN PEMBENTUKAN KOMUNITAS VIRTUAL (Studi Antropologi Visual Atas Kasus Liputan 5 Media Terhadap Kematian Michael Jackson) Sari, Nanik Riandita; Hendra, Hendra
Academica Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.564 KB)

Abstract

Kematian adalah sebuah akhir dari siklus hidup manusia yang mesti dilalui, karena tak adasatupun manusia yang tidak akan melewatinya. Kematian, dengan begitu akan menjadi prosespenting bagi seseorang terutama bagi mereka yang menjadi tokoh publik ataupun pernahmenjadi orang yang terkenal terutama di zaman digital saat ini tak terkecuali kematianMichael Jackson. Kematian menjadi konsumsi berita terutama media elektronik. Tulisan inimengangkat tema tentang berita kematian, bagaiman peranan media mengupas tuntaskematian Michael Jackson dari beragam aspek sehingga kemudian terbentuk konsentrasi opinimassa. Bagaimanapun berita kematian kemudian menguntungkan semua pihak tanpaterkecuali, bagi yang mati adalah kenangan tentangnya, bagi media elektronik adalah beritasementara bagi yang menikmati berita adalah cara untuk mengenang yang mati baik dalambentuk mengkonsumsi segala bentuk kenangan berkenaan Michael Jackson maupun membaurdalam komunitas-komunitas fans Michael Jackson.Keyword: Berita, Media, Vulgar, komunitas Virtual.
TEKNOLOGI FOTOGRAFI : DIALEKTIS ANTARA SUBYEK DAN OBYEK Hendra, Hendra
Academica Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.06 KB)

Abstract

Perkembangan kelimuwan modern dengan prinsip bahwa buktitentang adanya diri kita tidaklah bisa disangkal lagi, tidak tergoyahkan.Kita bisa saja mengkritik atau menyangsikan pendirian yang semata-mataintrospektif, tetapi kita tidak perlu membungkamnya ataumencampakannya. Tanpa introspeksi, tanpa penyadaran-langsung atasperasaan, keharuan-keharuan, persepsi-persepsi, pikiran-pikiran, kitamalah tidak dapat menentukan lapangan psikologi. Intropeksi takkan penahmampu menyoroti seluruh sektor fenomena manusiawi. Bahkan andaikatakita berhasil mengumpulkan dan menyatukan seluruh data, kita barulahmemiliki gambaran fragmentaristis dan amat tidak lengkap-torso belakadarikodrat manusia. Aristoteles, seorang tokoh Filsafat mengungkapkanbahwa Semua orang secara kodrati ingin tahu. Petunjuknya adalahkegembiraan yang kita alami dalam penginderaan-penginderaan kitakarena terlepas dari kegunaannya, penginderaan-penginderaan itu kitasenangi demi dirinya sendiri, terlebih-lebih penglihatan. Tidak hanyamelihat-lihat sebelum berbuat sesuatu, bahkan bila kita hendak melakukanapa-apa pun kita senang melihat-lihat saja. Alasannya adalah bahwapenginderaan-penginderaan pada umumnya membuat kita tahu berbagaiperbedaan di antara benda-benda. (Cassirer, 1987 : 4)Kata Kunci : Teknologi Fotografi, Dialektis Subyek dan Obyek
RESENSI BUKU: FRANS HUSKEN (1998) MASYARAKAT DESA DALAM PERUBAHAN ZAMAN: Sejarah Difrensiasi Sosial di Jawa Mappatoba, Mustainah
Academica Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.367 KB)

Abstract

Masyarakat desa dalam Perubahan zaman yang ditulis oleh Farans Husken adalah sebuahkajian hasil penelitian antropologis yang memadukan dengan disiplin ilmu-ilmu social yanglainnya terutama sosiologi dan sejarah.Penulisan buku ini sebearnya baru dimulai pada tahun1974 dimana kali pertama Frans Husken mengunjungi Indonesia untuk persiapan penelitian.Namuyn secara intensip baru dilakukan dari tahun 1975 1978, dan berhasil dipertahankansebagai tesis Ph.D di Universitas Amsterdam pada tahun 19888. Salah satu hal yang menarikperhatian peneliti tidak hanya merekam berbagai perubahan yang terjadi di pedesaan Jawa,tetapi juga karena menempatkan penelitiannya dalam perspektif dan kurun waktu setengahabad (1830-1980).Key Word: Masyarakat Desa, Perubahan Farans Husken
IDEOLOGI MEDIA MASSA DAN PENGEMBANGAN CIVIL SOCIETY Mahpuddin, Mahpuddin
Academica Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.715 KB)

Abstract

Pemikiran global terhadap indeks pertumbuhan ekonomi makro telahmereduksi realitas ekonomi rakyat yang semakin terpuruk. Hargaminyak tanah dan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako)semakin tidak terjangkau oleh sebahagian masyarakat ekonomi kelasbawah. Pengangguran tampak menggejala dimana sementarapertumbuhan penduduk nyaris tidak terkendali. Dalam konteks ini,institusi media massa idealnya memihak kepada kepentingan publikdan tidak menjadi corong bagi manipulasi isu para pejabatpemerintah.Pada sisi lain media sering dituding sebagai pihak penyebar eskalasikonflik sosial. Beberapa tahun belakangan ini, merebaknya konfliksosial bernuansa SARA tidak bisa dilepaskan dari peran publikasiyang dilakukan oleh media massa. Misalnya konflik Ambon danPoso menjadi isu konflik pada level nasional yang melibatkan aktordan tokoh di Jakarta karena blow-up yang dilakukan oleh media.Realitas konflik bukan hanya terjadi di lapangan (realitas nyata)tetapi mengalami pembiasan di dunia maya. Apa yang didefinisikansebagai realitas sosial merupakan agregasi dari berbagai pertarunganwacana yang ditampilkan oleh media. Dalam konteks ini media tidaklagi dinilai sebagi sumber penyejuk dan wadah dialog atas berbagaidiskursus publik menuju konsesnsus bersama tetapi menjadi salahsatu faktor penting bagi keberlangsungan diferensiasi dan konfliksosial. Pertanyaan yang kemudian mengemuka, mengapa media tidakbisa bersifat netral dan obyektif ?Kata Kunci: Ideologi, Media Massa dan Civil Society
PERAN-PERAN PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT Indah, Indah
Academica Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.101 KB)

Abstract

Belum banyak masyarakat termasuk mahasiswa yang mengetahui peran-peranperempuan dalam masyarakat. Perempuan lebih terlihat pada fisiknya yang kemudianberpengaruh pada kedudukannya di tengah masyarakat, dari kedudukan tersebutterakumulasi pada status perempuan yang dalam budaya patriarki menempatkannyasebagai “makhluk manusia kedua”. Tulisan ini berusaha memberi konsep peran yanglebih variatif dari beberapa sumber, dan menghubungkannya dengan peran yangtelah perempuan lakukan dalam masyarakat.Kata kunci : Peran perempuan, masyarakat dan Jender
EKSISTENSI NILAI-NILAI FILOSOFI KEBANGSAAN DALAM KEPEMIMPINAN NASIONAL Alamsyah, Muhammad Nur
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.773 KB)

Abstract

Kepemimpinan nasional yang terbangun dalam cara pandang,strategi, pilihan kebijakan dan orientasi sebagai proses dalammencapau tujuan negara semestinya harus berorientasikan nilaipancasila didalamnya. Ini merupakan perwujudan dari esensinasionalisme yang menempatkan mekanisme kepemimpinannasional sebagai perwujudan dari proses kedaulatan yangterlegitimasi oleh rakyat.Keutuhan impelementasi nilai tersebut, harus terdapat pada seluruhkomponen kepemimpinan bangsa baik formal maupun informalsehingga mengukuhkan sinergitas proses kepemimpinan yang dapatmembawa suasana kedamaian yang menciptakan keamanan sehinggasetiap masyarakat dapat beraktifitas secara baik sehingga akanmampu mencapai tahapan kesejahteraan yang merupakan cita-citanasional indonesia. Kondisi yang diciptakan dari mekanismetersebutlah yang dapat mewujudkan kepemimpinan nasional yangkokoh yang dapat diterima oleh seluruh lapisan dan berbagaikomponen masyarakat yang ada.Kata kunci: Pancasila, Kepemimpinan, Nasional
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAILI DI SULAWESI TENGAH Saleh, Sukmawati
Academica Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.454 KB)

Abstract

Kearifan lokal merupakan warisan leluhur turun temurun mengandung nilai-nilai positif dannilai-nilai spritual untuk dijadikan pedoman dalam bersikap dan bertingkahlaku (pattern ofaction). masyarakat Kaili yang merupakan salah satu suku yang mendiami wilayah di SulawesiTengah juga memiliki seperangkat pengetahuan lokal yang merupakan pola dari budaya Kailiyang mereka wujudkan dalam kehidupan sehari-hari seperti padda pelestarian hutan,perairan danau Lindu, pantangan atau pemali dalam bertutur atau berucap, dan upacara adatlainnya. Keselarasan hidup yang terjabarkan dari kearifan lokal masyarakat Kaili apabiladijaga dan terus dipelihara keberlangsungannya maka akan senantiasa memberikankeseimbangan ikatan antara manusia dan alam. Demikian juga dengan tabu, pantangan ataupemali dan sanksi-sanksi terhadap berbagai pelanggaran dari kearifan lokal yang masihterjaga semuanya berorientasi kepada penjagaan kelestarian, keselarasan hubungan antaramanusia dan alam tempatnya bermukim.Kata Kunci: Kearifan Lokal, Masyarakat Kaili
EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF KONSEP ADMINISTRASI PUBLIK Mansyur, Sastrio
Academica Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.753 KB)

Abstract

Pelayanan mengandung makna sesuatu yang bersifat jasa terhadap orang yangmemerlukan pelayanan, baik yang diberikan oleh sesuatu lembaga, yayasan, maupun olehkelompok dan perorangan. Pada umumnya pengertian jasa akan selalu dikaitkan denganpelaayanan atau kepuasan masyarakat, hal ini disebabkan oleh karena adanya ketentuanmisalnya orang yang membutuhkan jasa untuk mempermudah dalam pelaksanaankegiatan. Dalam memahami pelayanan publik, birokrasi masih begitu ambigu, sehinggaperlu kejelasan pelayanan publik dalam persepektif administrasi publik agar mampumenyesuaikan kebutuhan masyarakat yang begitu kompleks yang bermuara kepadapenciptaan pelayanan yang efektif.Kata kunci: Pelayanan, efektivitas dan administrasi public