cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Academica
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14113341     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal ilmiah Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
TEORI KONVERGENSI SIMBOLIK Suryadi, Israwati
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.441 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Symbolic Convergence Theory(CST) atau dalam bahasa Indonesia menjadi Teori Konvergensi Simbolik(TKS) yang diilhami dari riset Robert Bales mengenai komunikasi dalamkelompok-kelompok kecil. Kemudian gagasan tersebut oleh ErnestBormann direplikasi ke dalam tindakan retoris masyarakat dalam skala yanglebih luas dari sekedar proses komunikasi kelompok kecil. Konvergensi(convergence) sebagai suatu cara dimana dunia simbolik pribadi dari duaatau lebih individu saling bertemu, saling mendekati satu sama lain, ataukemudian saling berhimpitan (the way in which the private symbolic worldsof two or more people begin come together or overlap). Sedangkan istilahsimbolik itu sendiri terkait dengan kecenderungan manusia untukmemberikan penafsiran dan menanamkan makna kepada berbagai lambang,tanda, kejadian yang tengah dialami, atau bahkan tindakan yang dilakukanmanusia.Ernest Bormann mengoperasionalkan teorinya dengan istilahFantasy Theme Analysis (FTA), sebagaimkata kunci dalam teori ini. Dalam teori ini, sebuah fantasi tidak merujukpada cerita-cerita fiktif atau keinginan erotis. Fantasi adalah cerita ataulelucon yang mengandung atau mengungkapkan emosi. Fantasi meliputiperistiwa dari seorang anggota kelompok di masa lalu, atau peristiwa yangmungkin terjadi di masa depan. Fantasi tidak mencakup komunikasi yangberfokus pada apa yang terjadi di dalam kelompok.Adapun istilah-istilahkunci dalam ATF adalah : Fantasy Theme ( Tema Fantasi), Fantasy Chain(rantai fantasi), Fantasy Type (Tipe Fantasi) dan Rhetorical Visions (Visiretoris).Di samping keempat konsep kunci tersebut, Bormann jugamenjelaskan bahwa dalam setiap analisis fantasi, atau kajian visi retorisyang lebih luas lagi, selalu terdapat empat elemen pokok berikut ; (1)Tokoh-tokoh terlibat (dramatic personae atau character); (2) Alur cerita(plot line); (3) Latar (scene) dan (4) Agen penentu kebenaran cerita(sanctioning agents).Kata Kunci : Simbolik dan Konvergensi
Anthropology and egalitarianism : ethnographic encounters from Monticello to Guinea-Bissau Nasrum, Muhammad
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.916 KB)

Abstract

Salah satu antropolog yang paling berpengaruh dalam kurunwaktu terakhir, Clifford Geertz, mengatakan bahwa antropologi budayaadalah studi tentang orang yang tinggal di luar "tempat tinggal kita."Bagi Geertz, hal ini dimaksudkan karena antropolog mempelajari orangorangyang jauh dari dunia mereka sendiri yang mereka terima begitusaja, di mana antropologi telah memberikan sumbangsih pentingterhadap pemahaman kolektif kita mengenai kemanusiaan. Dalam erasebelumnya, era yang lebih polos, para antropolog telah menulis bukutentang " pikiran orang liar, "tentang" kehidupan seksual liar "atau"pemerintahan primitif "atau " agama primitif." Mereka menggunakanistilah-istilah - primitif atau liar - tidak dengan maksud merendahkan,tetapi untuk memberikan visi-visi alternatif tentang apa artinya menjadimanusia dalam masyarakat yang menganggap dirinya beradab. Orangorangberadab pada hari ini berharap bahwa mereka masih dekat denganalam, satu sama lain, dan kepada Tuhan. Tetapi orang-orang beradabjuga benci orang-orang liar - atau setidaknya memandang rendah atastakhayul mereka, kekumalan mereka, dan kekusutan mereka. Namun,dalam sudut pandang yang bertentangan, yang sesungguhnya liar adalahkita.
PERKEMBANGAN DIACRONIS ADMINISTRASI PUBLIK (Dari New Public Management ke Good Governance) Kurnia, Intam
Academica Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.044 KB)

Abstract

Perkembangan administrasi publik telah membawa implikasiterhadap penyelenggaraan peran administrasi publik khususnya terkaitdengan pendekatan yang di gunaan dalam pembuatan dan pelaksanaanstrategi, pengelolaan organisasi secara internal serta interaksi antarapublik dengan politisi, masyaraat dan aktor lainnya, dalam artiansejauhmana administrasi publik dapat menyesuaian diri denganperkembangan paradigma yang ada serta sejauhmana penyesuaian tersebutdilakukan dengan memperhatian konteks lokal dan permasalahan yang adadi negara tersebut. Administrasi publik tidak pernah dapat melepaskan diridari dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan-perkembanganlingkungan yang ada, khususnya yang diakibatkan oleh kemajuan teknologidan informasi. Administrasi publik dituntut untuk senantiasa menyesuaikandiri dengan paradigma yang dianutnya sehingga tetap berkesesuaian dansejalan dengan perubahan lingkungan yang ada di sekelilingnya dimanaadministrasi publik harus mampu mereformasi dirinya sehingga sejalandengan paradigma good governance yang manjadi tuntutan masyarakatbanyak.Kata Kunci : Perubahan, Governance dan Good Governance
KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN AKUNTABILITAS PENGGUNAAN ANGGARAN Sultan, Sultan
Academica Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.631 KB)

Abstract

Permasalahan mendasar dalam pelaksanaan otonomi di bidang keuangan daerahberdasarkan Undang-undang No.32 tahun 2004 Pasal 161 ayat 2 menyebabkan perubahandalam pengelolaan keuangan daerah. Perubahan ini menyangkut masalah budgeting reformatau reformasi anggaran, yaitu perubahan dari traditional budget yang didominasi daripenyusunan anggaran yang bersifat line item dan incrementalism, proses penyusunananggaran yang mendasarkan pada besarnya realisasi anggaran tahun sebelumnya, danbertentangan dengan kebutuhan riil serta kepentingan masyarakat. Kebijakan pengelolaankeuangan daerah berdasarkan tingkat komprehensif dan disiplin keuangan, fleksibilitas,kejujuran, transparansi dan akuntabilitas untuk pembuatan MC (monthly certificate), SPPLS(surat permintaan pembayaran langsung), SPP-GU (surat permintaan pembayaran belanjaoperasional), dan penerbitan SPMU (surat perintah membayar uang) sudah terlaksanadengan baik.Keyword: Kebijakan keuangan daerah adalah disiplin dan akuntabel
PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SURAT KABAR DI SULAWESI TENGAH (Studi Posisi dan Peran Perempuan dalam Media Cetak) Lampe, Ilyas
Academica Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.719 KB)

Abstract

359PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SURAT KABARDI SULAWESI TENGAH(Studi Posisi dan Peran Perempuan dalam Media Cetak)Oleh : Ilyas1ABSTRACTWomen’s presentation in mass media, especially in printed media,is always in a negative sense. They are living as a decoration and sexualobject. We can say that this is hapening due to the patriarchal culturewhich make people who work in a media is dominated by male and theprocess of media is also dominated by them.The main reason of this research is to answer the question, 1. Howmany women is involved in the process of printed media in CentralSulawesi 2. Can women who involved in printed media influence the policyof media related to gender issue 3. Into which many levels mass mediamanagement gives a tolerance to gender issue.The reslut of this study, which is using gender analysis, is takenfrom three biggest printed media in Sulawesi. It shows that the percentageof women journalist is only 15,27 %. Furthermore, we can see how weakwomen journalist is to influence the news management in these printedmedia due to the portion of the job which most of the women in a printedmedia is positioned in a light section, e.g. Entertainment, Technology andScience, Education and Culture. On top of that, the power of capitalismshapes printed media to have no sensitivity in gender issue. Themanagement gives more concern to gain the profit, or even if they doconcern, they only use gender issue as a tool to gain bigger profit.Keyword : Women Role, Printed Media Management
KAJIAN PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR DESA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH Ilyas, Ilyas
Academica Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.429 KB)

Abstract

Konflik antar desa di Kabupaten Sigi adalah sebuah fenomena konflik dengan nuansa yangunik, karena melibatkan masyarakat dari kelompok etnis dan agama yang sama, Kaili danIslam bahkan tidak jarang memiliki ikatan kekerabatan yang relatif dekat. Perbedaan yangmenonjol hanya wilayah administrasi dan batas wilayah suatu desa. Penelitian ini bertujuanuntuk menemukan akar konflik antar desa yang selama ini terjadi dan mengidentifikasikearifan lokal di Kabupaten Sigi yang dapat dijadikan sebagai media resolusi konflik sertaupaya membangun harmoni sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalahkualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa konflik antardesa kebanyakan dipicu oleh persoalan sepele yang bersifatpersonal lalu berubah menjadi lebih komunal dengan menonjolkan identitas pembedaberdasarkan batas wilayah sehingga berubah menjadi konflik antardesa. Model penyelesaiankonflik antardesa dan antar kampung yang telah dikembangkan adalah dengan menggunakanpendekatan adat, di mana proses kesepakatan damai diikuti dengan penetapan sanksi adatyang akan diterapkan kepada pihak-pihak yang melanggar kesepakatan.Keyword: Model, Resolusi Konflik, Konflik Antar Desa, Kearifan Lokal, Harmoni Sosial
167 KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN OTONOMI DAERAH DI INDONESIA Karrololo, Paulus
Academica Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.46 KB)

Abstract

Pekerja sosial dituntut keterampilan dalam mengenal sifat klien,situasi sekitar, komunikasi klien dengan masyarakat sekitar dantingkah laku kliennya. Disamping itu pekerja sosial harusmempunyai kemampuan yang tinggi dalam memahami interaksiantara klien dengan lingkungannya, lingkungan keluarga danlingkungan masyarakat secara timbal balik, ini merupakan pelayananlangsung dalam pekerjaan sosial.Proses perubahan/perbaikan suatu organisasi tentunya sesuai aturanseperti : perencanaan, konsultasi, pendidikan dan pengembanganorganisasi. Kegiatan seperti itu dianggap berhubungan erat denganpelayanan tidak langsung, hal tersebut ditinjau dari segi perananmembantu orang yang membutuhkan dimana secara tidak langsungdirasakan oleh klien melalui lembaga. Para pekerjan sosial sangatpenting memahami perubahan dan perkembangan perilaku individudan kelompok dalam proses interaksi sosial.Kata Kunci : Pelaksanaan, Otonomi Daerah.
ANALISIS KINERJA PUSTAKAWAN DALAM MELAYANI PENGGUNA JASA PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS TADULAKO Larabeng, Larabeng
Academica Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.025 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pustakawan (kualitas layanan) dalam melayanipengguna jasa perpustakaan pusat Universitas Tadulako dan mengetahui factor-faktor yangmenentukan kualitas layanan pustakawan Universitas Tadulako yang di ukur dari limavariable yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty. Data dikumpulkan dengan jalan Survey, Wawancara, Observasi, Dokumentasi, dan diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil nya menunjukkan bahwakualitas layanan pustakawan dalam melayani pelanggan secara keseluruhan belum optimaldengan nilai gap anatar harapan dan kinerja pelayanan pustakawan adalah -0,995, tingkatkepentingan atau harapan pelanggan lebih tinggi dari kinerja pustakawan dalam melayanipelanggan. Hal ini menunjukkan ketidak puasanpuasan pelanggan. Tingkat ketidak puasanpelanggan yang paling tinggi adalah pada variable Assurance dengan nilai final gap -0,231.Untuk itu, pihak manajemen perpustakaan perlu meningkatkan profesionalisme pustakawandan memperhatikan factor-faktor yang menentukan kualitas layanan.Kata Kunci: Jasa, Kinerja, Perpustakaan, Universitas TadulakoPENDAHULUAN
SOSIOLOGI PEDESAAN SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN Sulthan, Sulthan
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.73 KB)

Abstract

Sejarah perkembangan sosiologi sebagai ilmu yang mendiri dimulaidi Prancis, Eropa Barat, tapi kemudian berkembang pesat di BenuaAmerika. Di Indonesia sendiri sejarah perkembangan SosiologiPedesaan tidak terlepas dari sentuhan pemikiran kritis Prof.DR.Sajogyo. Beliau mulai memperkenalkan sosiologi (lebih tepatnyasosiologi pertanian) mulai paruh waktu 1957 mulai di UniversitasIndonesia kemudian berlanjut di IPB sampai sekrang. Mencermatiperkembangan sosiologi pedesaan di Indonesia memang mempunyaiciri khas tersendiri yang membedakannya dengan sosiologi pedesaandi benua Amerika. Salah satu yang menonjol bahwa sosiologipedesaan di benua Amerika berkembang pesat karena adanyakegelisahan dari para pendeta yang melihat kenyaan sosial.Sementara perkembangan sosiologi pedesaan di Indonesia hampirdipastikan karena usaha atau rintisan Prof.DR. Sajogyo denganbeberapa pakar dari luar melalui serangkaian kerjasama (penelitiandan praktek penyuluhan) pertanian di beberapa pulau di Indonesia.Kata Kunci : Sosiologi, Pedesaan dan Ilmu pengetahuan
PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMA NEGERI 1 PALU Haryanto, Rizal; Suarayasa, Ketut
Academica Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.45 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menilai bagaimana tingkat pengetahuan, sikap, dan aktivitas(perilaku) seks pranikah pada siswa SMA Negeri 1 Palu. Penelitian ini dilakukan pada tanggal21 Mei 2013 di SMA Negeri 1 Palu. Jenis Penelitian adalah bersifat deksriptif denganmenggunakan metode observasional. Sampel penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Palu yangduduk di kelas 1 dan 2 tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah responden sebanyak 119 orang.Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan analisis disajikan secara statistikdeskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden beradadalam kategori baik dengan persentase 63%, sedangkan sikap berada dalam kategori baikdengan persentase sebesar 93% dan aktivitas seks pranikah berada dalam kategori resikorendah dengan persentase 71,4 %. Dengan demikian Perilaku seksual pranikah pada SiswaSMA Negeri 1 berada dalam kategori yang baik.Kata Kunci : pengetahuan, sikap, seks pranikah, Remaja SMA