cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
PENGARUH INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JARAK PAGAR DI PESEMAIAN Irianto, Ragil S. B.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Jarak  pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman tahunan  penghasil biofuel dengan rendemen 40-60%, sehingga tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia dalam rangka menghadapi kelangkaan minyak akhir-akhir ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inokulasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) jenis Glomus sp1. dan Glomus sp2. pada pertumbuhan bibit jarak pagar umur tiga bulan di pesemaian. Penelitian ini didesain dengan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan yaitu kontrol, Glomus sp1. dan Glomus sp2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Glomus sp1. dan Glomus sp2. pada bibit jarak pagar dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi, diameter, dan berat kering bibit umur tiga bulan berturut-turut sebesar 19%, 27%; 31%, 18%; 153%, 173% dibandingkan dengan kontrol. Tingkat ketergantungan bibit jarak pagar terhadap Glomus sp1. dan Glomus sp2. antara 60% dan 63%. 
ANALISIS POLA PENGGUNAAN RUANG DAN WAKTU ORANGUTAN (Pongo pygmaeus pygmaeus Linneaus, 1760) DI HUTAN MENTOKO TAMAN NASIONAL KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Santosa, Yanto; Krisdijantoro, Agustinus; Thohari, Machmud; Aulia, Dede
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeningkatan kerusakan hutan menyebabkan semakin sempitnya habitat orangutan dan diantara upaya konservasi yang dapat dilakukan adalah pengelolaan habitat yang tersisa berdasarkan aspek ekologi orangutan dan kuantitatifnya. Penelitian ini dilakukan di Mentoko, Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur, meliputi penelitian perilaku orangutan dan analisis vegetasi habitat orangutan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan spasial dan pola penggunaan waktu serta ritme orangutan dalam habitat alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase aktivitas harian orangutan di Mentoko lebih banyak berada pada ketinggian 20-30 meter dari tanah dan rata-rata 44,4% dari seluruh kegiatan mereka dihabiskan untuk aktivitas makan, 39,2% untuk istirahat, 11% aktivitas bergerak, dan 5,4% untuk aktivitas lainnya. Pada kondisi yang ideal tanpa gangguan, penggunaan habitat terkait ketinggian orangutan dalam beraktivitas cenderung bervariasi dari posisi rendah sampai tinggi sesuai posisi sumber pakan. Sebaliknya apabila kondisi tidak aman maka akan beraktivitas pada tempat yang lebih tinggi.  Pilihan ketinggian posisi untuk membuat sarang, selama pengamatan ketinggian rata-rata dalam membuat sarang lebih dari 20 meter dimana sebenarnya pada kondisi tanpa pengamatan, orangutan seringkali membuat sarang pada ketinggian 8-10 meter dari permukaan tanah dalam penggunaan ruang, orangutan melakukan regenerasi antara 0,65-1,11 km adalah habitat yang terdiri dari 51 jenis pohon dengan indeks keanekaragaman jenis 3,75 yang terdiri atas 25 famili, 36 spesies pada tingkat pertumbuhan tiang dari 19 famili dan 39 spesies pada tingkat pertumbuhan anakan dari 22 famili.
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN MAHONI (Swietenia macrophylla King) PADA LAHAN ALANG-ALANG DI SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR Yassir, Ishak; Omon, R. Mulyana
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengaruh pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman mahoni (Swietenia macrophylla King) telah dilakukan di Kawasan Rehabilitasi Hutan Samboja Lestari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dosis pupuk organik optimal terhadap pertumbuhan mahoni pada lahan kritis yang ditumbuhi alang-alang. Empat dosis pupuk organik (1 kg, 2 kg, 3 kg, dan 4 kg) yang dicoba dalam percobaan ini. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak lengkap berblok yang diulang sebanyak lima kali. Setiap perlakuan ditanam sebanyak lima tanaman. Jumlah tanaman yang diamati sebanyak 125 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik tidak berbeda nyata terhadap persen  hidup  dan  pertumbuhan  tinggi.  Tetapi,  pemberian  dosis  lebih  dari  satu  kg  pupuk  organik menyebabkan banyak tanaman yang mati hingga sebesar 35 % dibandingkan dengan kontrol. Namun,  untuk pertumbuhan tinggi perlakuan dosis sebanyak dua kg telah memberikan pertumbuhan yang optimal.
PENGARUH UKURAN DIAMETER STEK BATANG Hopea odorata Roxb. DARI KEBUN PANGKAS TERHADAP KEMAMPUAN BERTUNAS, BERAKAR, DAN DAYA HIDUPNYA Hidayat, Asep; Hendalastuti R, Henti; Nurohman, Edi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang besarnya   pengaruh kelas diameter sumber bahan stek Hopea odorata Roxb. terhadap kemampuan membentuk tunas, berakar, dan daya hidup stek. Tanaman sumber bahan stek (ortet) dibagi berdasarkan kelas diameter dan masing-masing kelas diameter dianalisis untuk melihat kelas diameter ortet yang paling produktif menghasilkan stek berkualitas.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas diameter ortet berpengaruh sangat nyata terhadap pembentukan jumlah tunas, panjang tunas, dan bahan stek yang dihasilkan. Kemampuan bertunas tertinggi adalah bahan stek asal kelas diameter ortet IV (0,78-0,94 cm) dan V (0,95-1,11 cm) dengan nilai 63 % dan 60 %. Kemampuan berakar dan daya hidup bahan stek dari semua kelas diameter ortet di atas 90 %.
KESESUAIAN TEMPAT TUMBUH JENIS-JENIS POHON DI DAS PEMALI JRATUN, JAWA TENGAH Pratiwi, Pratiwi; S.D, I Wayan; Hartoyo, G.M. Eko; Nugroho, Yuli
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRehabilitasi hutan dan lahan mutlak diperlukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan. Sampai dengan saat ini keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan masih sangat rendah. Untuk meningkatkan keberhasilan rehabilitasi, diperlukan upaya yang seksama dalam pemilihan jenis pohon yang akan dikembangkan termasuk kesesuaian tempat tumbuhnya. Salah satu pendekatan untuk mengetahui  kesesuaian tempat tumbuh suatu jenis pohon  adalah dengan melakukan kajian mengenai jenis-jenis pohon potensial dan bernilai ekonomis di suatu tempat, yang ditunjang dengan data persebaran jenis pohon pada lahan yang sesuai dengan persyaratan tempat tumbuhnya. Jenis-jenis pohon yang bernilai ekonomis tersebut dituangkan dalam peta kesesuaian tempat tumbuh yang terdigitasi. Tujuan penelitian ini adalah menyediakan peta kesesuaian tempat tumbuh jenis-jenis pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali Jratun, Jawa Tengah. Peta kesesuaian tempat tumbuh jenis pohon    tersebut diperoleh dengan meng-overlay-kan semua informasi persyaratan tempat tumbuh jenis pohon yang bersangkutan, antara lain : peta tanah, peta topografi, dan peta iklim (curah hujan). Informasi ini diharapkan dapat dipakai sebagai landasan untuk menyusun kebijakan dan strategi  rehabilitasi DAS Pemali Jratun terutama di sub DAS yang sangat kritis. 
MODEL PENDUGA MASSA KARBON HUTAN RAWA GAMBUT MENGGUNAKAN CITRAALOS PALSAR Yuwono, Tomi; Jaya, I Nengah Surati; Elias, Elias
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan rawa gambut telah diakui sebagai ekosistem yang mampu menyimpan karbon hingga jumlah besar. Riset ini membahas pengembangan model estimasi massa karbon menggunakan data penginderaan jauh aktif. Tujuan penelitian ini adalah  mendapatkan informasi hasil untuk pengembangan  model estimasi volume massa karbon dengan menggunakan penginderaan jauh aktif, data ALOS PALSAR. Model dikembangkan atas dasar hubungan antara massa karbon rata-rata dan nilai backscatter ALOS PALSAR dari HH, HV dan band sintetik  HH/HV yang berasal dari berbagai ukuran pixel, yaitu : (a) 1 x 1 pixel, (b) 3 x 3 pixel dan (c) 5 x 5 pixel. Studi ini menemukan bahwa koefisien korelasi yang baik ditunjukkan antara nilai backscatter dan stok karbon. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa korelasi terbaik diberikan oleh HV, korelasi tersebut lebih   baik   daripada   korelasi   yang   diperoleh   dengan   menggunakan   HH   dan   HH/HV.   Studi   ini mengidentifikasi model terbaik, yaitu ŷ = -5,337HV2– 111,8HV – 480,1;  R²=0,86 dan 3 x 3 pixel
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI PERAIRAN MANGROVE DAN PERAIRAN TERBUKA DI KABUPATEN SINJAI, SULAWESI SELATAN Qiptiyah, Maryatul; Halidah, Halidah; Rakhman, M. Azis
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMangrove memainkan peranan penting, baik pada ekosistem perairan maupun darat. Salah satu peranan mangrove adalah sebagai penghasil nutrien dengan mekanisme dekomposisi guguran daun.   Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur komunitas plankton di perairan mangrove dan perairan terbuka (non mangrove).   Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel air pada ekosistem  mangrove  yang  dibandingkan dengan  perairan  terbuka  (non  mangrove).    Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 22 jenis plankton di perairan mangrove dan 12 jenis di perairan terbuka dengan kelimpahan 828-1.548 individu/liter pada perairan mangrove dan 882-972 pada perairan terbuka.   Indeks keanekaragaman plankton di perairan mangrove berkisar antara 2,402-2,633, sedangkan di perairan terbuka berkisar antara 1,527-1,839.   Indeks perataan pada ekosistem mangrove berkisar antara 0,831-0,859 dan perairan terbuka berkisar antara 0,713-0,798. Indeks dominansi plankton di perairan mangrove berkisar antara 0,102-0,134, sedangkan di perairan terbuka berkisar antara 0,243-0,288.
VALUASI EKONOMI TAMAN WISATA ALAM PUNTI KAYU PALEMBANG Premono, Bambang Tejo; Kunarso, Adi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) karakteristik pengunjung Taman Wisata Alam Punti Kayu; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kunjungan rekreasi; (3) persamaan permintaan manfaat rekreasi dari Taman Wisata Alam Punti Kayu; (4) valuasi ekonomi Taman Wisata Alam. Dari hasil penelitian diketahui, karakteristik pengunjung yang terdiri dari umur, jenis kelamin, penghasilan, jenis pekerjaan, biaya yang dikeluarkan selama kegiatan rekreasi, motivasi, dan jenis kendaraan yang digunakan sangat bervariasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis regresi berganda. Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan ke Taman WisataAlam Punti Kayu meliputi biaya perjalanan, jumlah penduduk per kecamatan, dan jumlah waktu kerja per hari. Model persamaan permintaan berdasarkan metode biaya perjalanan, yaitu Y = -4,018 + 0,0002428 X1 dengan r2  = 0,767; Y adalah permintaan rekreasi dan Xadalah biaya perjalanan. Valuasi ekonomi dari Taman Wisata Alam Punti Kayu diperoleh dari nilai rata-rata kesediaan berkorban, nilai yang dikorbankan, dan surplus konsumen per 1.000 penduduk yang masing-masing adalah  Rp 365.932,215; Rp 165.485,997, dan Rp 200.446,218
STRUKTUR DAN KOMPOSISI HUTAN PAMAH BEKAS TEBANGAN ILEGAL DI KELOMPOK HUTAN SEI LEPAN, SEI SERDANG, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER, SUMATERA UTARA Samsoedin, Ismayadi; Heriyanto, N.M.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur tegakan dan komposisi jenis pohon (diameter setinggi dada ≥ 10 cm), pancang, dan semai di hutan pamah terganggu di kelompok hutan Sei Lepan, Sei Serdang,Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. Sampling dilakukan pada petak pengamatan berukuran satu ha pada ketinggian 237,6 m dari permukaan laut. Berdasarkan hasil penelitian, tercatat 110 jenispohon berdiameter ≥ 10 cm dan berjumlah 687 pohon dengan luas bidang dasar 24,52 m/ha. Jenis tersebuttergolong dalam 34 suku, dimana suku yang mempunyai jenis terbanyak adalah Euphorbiaceae,Dipterocarpaceae, dan Myrtaceae. Jenis-jenis yang dominan berturut-turut adalah Macaranga hoseii King ex Hook.f., Shorea sp., dan Shorea multiflora (Burk) Symington. Kerapatan pancang dan semai sebesar 12.800 batang/ha dan 29.700 batang/ha. Potensi pohon berdiameter ≥ 10 cm di lokasi penelitian sebesar358,11 m³/ha. Jenis pohon yang mendominasi regenerasi lengkap (tingkat pohon, pancang dan semai),yaitu jenis Archidendron sp. dengan INP pada tingkat semai 37,27% dan pada tingkat pancang 35%), dan jenis Shorea sp. yang dominan pada tingkat pohon dengan INP 19,88%. Pohon tanpa regenerasi, baik di tingkat pancang maupun semai didominasi oleh jenis Shorea inappendiculata Burck. (INP 11,91%), Melicope glabra (Blume) T.G.Hortley. (INP 9,91%), dan jenis Durio excelsus Griff. (INP 9,48%). Pancangtanpa regenerasi di tingkat semai didominasi berturut-turut oleh Vatica sp. (INP 4,19%), Knema curtisii (King) Warb. (INP 3,56%), dan Heritiera sumatrana (INP 2,01%), sedangkan tingkat semai didominasi oleh Xanthophyllum sp. (INP 2,85%), Rinorea sp. (INP 2,10%), serta Horsfieldia sp. dan Dysoxylum sp.(INP masing-masing sebesar 1,76%) 
UJI TOKSISITAS DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK TUMBUHAN SUMBER PAKAN ORANGUTAN TERHADAP LARVA Atmoko, Tri; Ma’ruf, Amir
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Uji toksisitas dan skrining fitokimia ekstrak tumbuhan sumber pakan orangutan dilakukan terhadap jenis Dacryodes rugosa (Blume) H.J.Lam., Durio acutifolius (Mast.) Kosterm., Madhuca sericea H.J. Lam., Triomma malaccensis Hook. F., Sandoricum koetjape (Burm. f.) Merrill, dan Scaphium macropodum (Miquel) Beumee ex Heyne. Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).  Sampel daun tumbuhan sumber pakan orangutan yang diambil dari Hutan Lindung Gunung Beratus diekstraksi dengan methanol berulangkali. Sampel kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kasar. Masing-masing ekstrak diuji toksisitasnya terhadap larva Artemia salina L. Uji toksisitas dilakukan dengan konsentrasi 1.000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 62,5 ppm, 31,2 ppm, dan 15,6 ppm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak D. rugosa memiliki toksisitas tertinggi di antara ekstrak perlakuan. Nilai LC50  terkecil, yaitu 125,57 ppm, ditunjukkan oleh A. salina pada konsentrasi 1.000 ppm dengan tingkat kematian 87%.

Page 11 of 72 | Total Record : 716


Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue