cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
DINAMIKA STRUKTUR TEGAKAN TINGGAL UMUR 2, 5, DAN 8 TAHUN SETELAH PENEBANGAN DI LONG BAGUN, KALIMANTAN TIMUR Farida Herry Susanty
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.4.399-407

Abstract

Beberapa aspek penting yang diperlukan dalam manajemen hutan alam produksi dalam mencapai kelestarian meliputi aspek produksi yang berkaitan dengan perencanaan  produksi, aspek ekologi yang berkaitan dengan pengaruh sistem penebangan yang diterapkan, dan aspek produktivitas (terutama dalam memperbaiki kualitas dan kuantitas tegakan setelah penebangan).Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi sebagai masukan bagi pengaturan hasil hutan alam produksi terutama untuk rotasi kedua.  Penelitian ini dilaksanakan pada satu konsesi Unit Manajemen Hutan di areal Long Bagun Kalimantan Timur, yang bertujuan untuk menyediakan data dan informasi tegakan tinggal pada hutan alam produksi setelah penebangan yang meliputi :struktur tegakan tinggal pada umur 2 tahun (Rencana Karya Tahunan/RKT 200 I), 5 tahun (RKT 1998/1999),  8 tahun (RKT 1995/1996) setelah penebangan, dan hutan primer sebagai kontrol.   H asil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertumbuhan dipengaruhi oleh sistem penebangan. Karakteristik tegakan(risalah tegakan, tapak, dan input silvikultur/ pemeliharaan) perlu  dipertimbangkan untuk membangun model-model  dinamika pertumbuhan pada hutan bekas tebangan.  Bentuk struktur tegakan tinggal hutan alam bekas tebangan berdasarkan nilai kerapatan  (jumlah batang per h<span style="mso-spacerun: 'yes'; font-family: 'Times New Roman'; color: #424242;
STATUS POPULASI DAN KONSERVASI SATWALIAR MAMALIA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, JAWA BARAT Hendra Gunawan; M. Bismark
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.2.117-128

Abstract

Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan salah satu kantong habitat hutan tropis yang tersisa di Jawa Barat.   Taman nasional ini memiliki tiga fungsi utama, yaitu mengkonservasi air, menyangga kehidupan masyarakat sekitar, dan melestarikan keanekaragaman hayati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi satwa mamalia (selain bangsa tikus dan kelelawar), sebaran populasi, dan habitatnya.  Pengamatan satwa dilakukan pada jalur-jalur transek dan posisi geografis ditentukan berdasarkan GPS.  Hasil penelitian ini menemukan 21 jenis mamalia (selain bangsa tikus dan bangsa kelelawar) masing-masing di blok Hutan Pesawahan dan  Linggarjati, empat  jenis  di  blok  Hutan  Telaga  Remis,  dan  enam jenis  di  blok  Hutan Cibeureum.   Indeks keanekaragaman jenis Shannon (H’) mamalia di blok Hutan Pesawahan adalah 2,56; Linggarjati 2,58; Cibeureum 0,35; dan Telaga Remis 1,31.  Indeks keseragaman (e) satwa mamalia di blok Pesawahan adalah 0,84; Linggarjati 0,85; Cibeureum 0,20; dan Telaga Remis 0,94.  Dari 21 jenis mamalia yang ditemukan, 19 jenis di antaranya sudah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.  Sebelas jenis mamalia termasuk dalam Appendix CITES dan delapan jenis termasuk dalam daftar Red Data Book IUCN.  Satwa mamalia tersebar secara vertikal mulai dari ketinggian 225 m dpl sampai lebih dari 1.000 m dpl.   Dari ketinggian 600 m dpl ke atas jumlah jenis yang dapat dijumpai semakin menurun disebabkan oleh menurunnya ketersediaan dan keanekaragaman jenis pakan. Sementara, sedikitnya jenis yang dijumpai di bawah ketinggian 300 m dpl, karena habitatnya berbatasan dengan lahan budidaya dan pemukiman. 
APLIKASI METODE PROSES IDRARKI ANALITIK DALAM PENENTUAN PRIORITAS JENIS POHON HUTAN RAKYAT Studi Kasus Di Kecamatan Pamarican Tuti Herawati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.1.93-103

Abstract

Penentuan jenis pohon merupakan salah  satu faktor penentu keberhasilan dalam pengelolaan  hutan rakyat. Da1am proses pengambilan keputusan untuk menentukanjenis pohon diperlukan pertimbangan yang rasional dan menyeluruh. Dengan demikian keputusan yang dihasilkan dapat memberikan j aminan keberhasilan  tumbuh, menguntungkan, dan sekaligus rnampu menampung kepentingan berbagai pihak. Metode  atau alat yang dapat digunakan untuk penentuan jenis  pohon dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan kriteria secara menyeluruh adalah PHA (Proses Hirarki Analitik). Dalam metode ini kriteria keputusan dipecahkan dalam  urutan hirarki,  penilaian  diberikan pada setiap kriteria,  serta menyatukan penilaian untuk menentukan pilihan yang memiliki prioritas tertinggi.  Kekuatan proses ini terletak pada rancangannya yang bersifat komprehensif,dengan mempergunakan logika,  pertimbangan berdasarkan intuisi, data kuantitatif, dan kualitatif Teknik ini telah diterapkan untuk mendapatkan urutan prioritas pilihanjenis  pohon hutan yang dikelola rakyat di Kecamatan Pamarican.  Hirarki yang disusun terdiri dari dua tingkat dengan sejumlah aspek dan kriteria.  Terdapat 4 aspek yang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuanjenis pohon, yaitu aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Prioritas jenis yang dihasilkan adalah sebagai berikut:  I) Swietenia macrophylla King dengan bobot prioritas 42,2 %; 2) Paraserianthesfalcataria (J) Nielsen (32,2 %); dan 3) Tectonagrandis Lf(25,6 %).
SELEKSI TIPE HABITAT ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii Lesson 1827) DI CAGAR ALAM SIPIROK, SUMATERA UTARA Wanda Kuswanda; Satyawan Pudyatmoko
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.1.085-098

Abstract

Kerusakan hutan diperkirakan menyebabkan orangutan memilih tipe-tipe habitat tertentu untuk memperta-hankan kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pemilihan tipe habitat oleh orangutan sumatera di Cagar Alam Sipirok, Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan dengan pembuatan plot contoh berbentuk bujur sangkar/square  ukuran 100 m x 100 m secara sistematik dengan jarak 200 meter pada line transect.  Plot untuk mengamati komponen biotik berukuran 20 m x 20 m secara sistematik dengan jarak 300 meter untuk unused plot dan secara search sampling untuk used plot. Analisis data menggunakan indeks kesamaan komunitas Sorensen, MANOVA, indeks seleksi Neu dan Chi-Square test. Seluruh kawasan Cagar Alam Sipirok merupakan habitat potensial untuk digunakan orangutan dengan proporsi luas setiap tipe habitat adalah hutan primer di atas 900-1200 m dpl sebesar 77,4%, hutan primer 600-900 m dpl (12,3%), hutan sekunder (6,1%) dan lahan kering semak belukar (4,3%). Terdapat perbedaan karakteristik vegetasi pada setiap tipe habitat. Pemilihan tipe habitat tertinggi oleh orangutan sebagai tipe habitat yang disukai adalah hutan primer ketinggian 600-900 m dpl dengan nilai rasio seleksi (wi) sebesar 2,210 dan indeks standar seleksi (Bi) sebesar 0,402 dan hutan sekunder (wi= 2,052; Bi= 0,373).  Orangutan di Cagar Alam Sipirok telah beradaptasi dengan area berhutan yang dekat dengan ladang masyarakat lokal.
PROFIL KERAGAMAN DAN KEBERADAAN SPESIES DARI SUKU DIPTEROCARPACEAE DI TAMAN NASIONAL MERU BETIRI, JEMBER Titi Kalima
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2008.5.2.175-191

Abstract

Penelitian dilakukan di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jember pada bulan Juni 2007. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data populasi, persebaran spesies Dipterocarpaceae dan perubahan keragaman struktur flora pohon yang terjadi di kawasan hutan Sumbergadung dan Lodadi, TNMB, Jember. Jalur berukuran panjang 300 m dan lebar 20 m dibuat pada tempat di mana ditemukan spesies Dipterocarpaceae, kemudian dibuat 15 plot contoh berukuran 20 m x 20 m untuk mendata semua spesies pohon yang berdiameter batang > 20 cm, tingkat tiang (10-19,9 cm), dan pancang (2-9,9 cm) pada plot berukuran 10 m x 10 m; dan semai (< 1,9 cm) pada plot berukuran 5 m x 5 m. Jumlah spesies dan individu, tinggi bebas cabang dan total, diameter batang dan tajuk dicatat. Hasil penelitian di dua lokasi ditemukan spesies Dipterocarpus hasseltii Blume. di Sumbergadung teridentifikasi 29 spesies tingkat pohon, 13 spesies tingkat tiang, 11 spesies tingkat pancang, dan delapan spesies tingkat semai. Sedangkan di Lodadi ditemukan 16 spesies tingkat pohon, 16 spesies tingkat tiang, sembilan spesies tingkat pancang, dan delapan spesies tingkat semai. Kedua profil keragaman spesies tersebut dianalisis pada plot berukuran 50 m x 20 m. Spesies- spesies yang  dominan  untuk tingkat  pohon  di  Sumbergadung adalah  Pterospermum javanicum Jungh. (INP=29,75%), tingkat tiang oleh Ficus septica Burm. (INP=53,52%), dan tingkat pancang oleh Cinnamomum porrectum (Roxb.) Kosterm.( INP  =56,15%). Sedangkan di  Lodadi untuk tingkat pohon didominasi oleh Tetrameles nudiflora R.Br. (INP=37,01%), tingkat tiang oleh Terminalia bellirica (Gaertn.) Roxb.( INP=40,11 %), tingkat pancang oleh Dipterocapus hasseltii Blume (INP=43,08%), dan tingkat semai,baik di Sumbergadung maupun di Lodadi didominasi oleh Calophyllum inophyllum L. Stratifikasi dari komunitas flora pohon di kedua lokasi tersebut terdiri atas tiga stratum. Strata paling tinggi di antara 35 sampai 40 m tingginya. Namun demikian ada spesies pohon dapat mencapai tinggi 44 m atau lebih dengan diameter batang antara 45 cm sampai 95 cm, seperti D. hasseltii Blume dan Ficus septica Burm.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI HUTAN BEKAS TEBANGAN DI RIMBO SEKAMPUNG, SUMATERA SELATAN Adi Kunarso; Fatahul Azwar
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2015.12.1.1-17

Abstract

Hutan Rimbo Sekampung (HRS) merupakan salah satu ekosistem hutan alam lahan kering yang tersisa di Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang struktur dan komposisi tumbuhan penyusun hutan bekas tebangan di HRS. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode jalur berpetak. Sebanyak 40 plot dibuat dalam empat jalur dengan panjang jalur 1.000 m dan jarak antar jalur 20 m. Di dalam jalur-jalur coba dibuat petak contoh berukuran 20 m x 20 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat pohon, 10 m x 10 m untuk tingkat tiang, 5 m x 5 m untuk pancang dan 2 m x 2 m untuk anakan pohon dan herba.  Total sebanyak  145  jenis tumbuhan (44  famili)  berhasil diidentifikasi.  Tumbuhan tingkat  pohon didominasi jenis gerunggang (Cratoxyolon arborescens Bl.) (INP=44,16%), tumbuhan tingkat tiang didominasi oleh jenis sungkai (Peronema canescens Jack.) (INP=52,32%) sedangkan tingkat pancang serta anakan pohon dan herba didominasi oleh jenis marak (Macaranga tanarus (L.) Muell.Arg.) (INP=41,03% dan INP=25,49%). Jenis-jenis yang dijumpai dan mempunyai potensi ekonomi cukup tinggi sebagai kayu pertukangan antara lain gerunggang (Cratoxyolon arborescens Bl.), sungkai (Peronema canescens Jack.), laban (Vitex pubescens Vahl.), medang kuning (Litsea firma Hook P.) dan bayur (Pterospermum javanicum Jungh.)
KARAKTERISTIK LAHAN KRITIS BEKAS LETUSAN GUNUNG BATUR DI KABUPATEN BANGLI, BALI Ryke Nandini; Budi Hadi Narendra
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.3.199-211

Abstract

 Lahan  bekas  letusan  Gunung  Batur  merupakan  salah  satu  bagian  yang  sangat  penting  dalam  upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Kabupaten Bangli, Propinsi Bali. Bekas letusan Gunung Batur meningggalkan karakteristik biofisik yang khas yang menyebabkan perlunya suatu kajian tentang karakteristik lahan bekas letusan Gunung Batur agar dapat disusun suatu strategi rehabilitasi hutan dan lahan. Karakteristik lahan yang dikaji antara lain meliputi iklim, fisiologi dan geologi, tanah, hidrologi, serta vegetasi dan penutupan lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tipe iklim di lokasi penelitian adalah E (agak kering) dengan curah hujan rata-rata tahunan 1750,9 mm. Secara fisiologis lokasi penelitian merupakan bentukan lahan asal vulkanik yang didominasi oleh medan lava dengan geologi tersusun atas batuan ignimbrit, basalt, breksi vulkanik dan andesit. Kesuburan tanah termasuk sangat rendah dan potensi hidrologi yang ada berupa mata air yang ada di sekitar danau Batur. Jenis vegetasi yang mendominasi adalah tusam (Pinus merkusii Jungh.& de Vriese) dan ampupu (Eucalyptus urophylla S.T.Blake).
PENYAKIT Acacia Mangium Wild DI KPH MAJALENGKA DAN KPH BANTEN Ari Wibowo; Illa Anggraeni
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.4.339-347

Abstract

Permasalahan yang timbul dengan penanaman hutan industri (HTI) secara monokultur dan dengan sekala luas adalah sangat rentan terhadap serangan hama penyakit. A cacia mangium Wild.adalah jenis yang banyak dikembangkan sebagai tanaman HTI,dan jenis ini telah diketahui diserang oleh berbagai jenis penyakit. Untuk mengetahui berbagai jenis penyakit yang menyerang tanaman Acacia mangium Wild. dilakukan penelitan di KPH Majalengka dan Banten. pengamatan di lapangan dengan membuat petak-petak pengamatan berukuran 20 x 20 meter persegi pada berbagai umur tanamanAcacia mangium Wild.dan menghitung potensi serangan serta intensitas serangan penyakit.Hasil penelitian ini menunjukkanbabwa tanaman Acacia mangium Wild.berumur 1-2 tahun di KPH Majalengka terserang penyakit bercak daun dengan intensitas ringan, sedangkan di KPH Banten,                                       tanamanAcacia mangiumWild. berumur 1-2 tabun terserang penyakit karat daun dan embun jelaga dengan intensitas ringan. Di kedua lokasi pada umumnya tanaman Acacia mangium Wild.   yang berumur lebihdari tiga tahun bebas dari penyakit, kecuali ditemukannya penyakit embun jelaga dengan intensitas ringan di KPH Banten.
PERTUMBUHAN ANAKAN MANGROVE PADA BERABAGAI KONDISI TAPAK BERPASIR PASCA TSUNAMI DI ACEH Chairil Anwar Siregar
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.2.169-181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang hubungan antara faktor fisiografi tanah dengan pertumbuhan anakan Rhizophora stylosa Griff yang ditanam di Desa Lamnga dan Baet, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).  Parameter pertumbuhan (persen tumbuh, pertambahan tinggi dan diameter) anakan diukur dari 28 plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m, yang tersebar pada tujuh blok penanaman yang berbeda.   Analisis tanah dari masing-masing petak pengamatan dilakukan untuk mengetahui tektstur tanah (kandungan pasir, liat, dan debu), kandungan karbon dan nitrogen serta ratio C/N, daya hantar listik (DHL), salinitas serta Kapasitas Tukar Kation (KTK).  Hasil analisis menunjukkan bahwa persen tumbuh rata-rata yang 63,50 % (45,50-89,50 %) secara nyata berbanding lurus dengan kandungan debu, liat, karbon, nitrogen, dan KTK serta berbanding terbalik dengan kandungan pasir. Pertambahan tinggi anakan yang nilai rata-rata 12,20 cm (10,25-13,55 cm) dan diameter batang dengan nilai rata-rata 2,08 cm (1,95-2,56 cm) tidak secara nyata dipengaruhi oleh faktor tempat tumbuh. Regresi Ganda yang digunakan untuk menetapkan persamaan persen tumbuh dan diameter anakan R. stylosa dengan unsur parameter tanah di Desa Lamnga dan Baet adalah persen tumbuh = 29,2 + 5,32 KTK + 0,46 liat dengan R2  = 0,86 dan diameter = 1,922 + 0,016 liat dengan R2 = 0,36.
KEANEKARAGAMAN JENIS FELIDAE MENGGUNAKAN CAMERA TRAP DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Rizki Amalia Adinda Putri
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2017.14.1.21-34

Abstract

ABSTRACTBukit Barisan Selatan National Park in collaboration with the Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) to conduct a routine monitoring on terrestrial vertebrate mammals such as Felidae by using camera traps located at Resort Pemerihan-Way Haru. The research purposes was to identify the characteristics of the habitat, analyze the diversity and relative abundance index of Felidae in Resort Pemerihan-Way Haru, Bukit Barisan Selatan National Park, Lampung. The research methodologies used in this study were literature review, analysis of the vegetation and capture-recapture using camera traps. The important value index of the dominant vegetation of the Felidae’s habitat is Etlingera sp (IVI = 22.47), for seedlling and sapling stage is Mallotus miquelianus (IVI = 15.03 and IVI = 17.51), for pole stage is Dillenia excelsa (IVI = 37.53) and tree stage is Dracontomelon dao (IVI = 14.89). Species successfully recorded in the camera traps is marbled cat (Pardofelis marmorata) (RAI = 0.14; n = 2) and leopard cat (Prionailurus bengalensis) (RAI = 0.14; n = 2).Key words: Camera trap, diversity of species, Felidae, habitat characteristic. ABSTRAKTaman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) melakukan pengamatan tahunan secara rutin mamalia terestrial seperti jenis Felidae menggunakan camera trap, yang berlokasi di Resort Pemerihan-Way Haru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik habitat, menganalisis keanekaragaman jenis dan kelimpahan relatif jenis Felidae di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Teknik pengambilan data dilakukan melalui analisis vegetasi dan metode tangkap – tangkap kembali menggunakan kamera jebak dengan jumlah hari aktif 1.411 hari dengan jumlah foto 42.334. Indeks nilai penting yang mendominasi habitat Felidae vegetasi pada tingkat tumbuhan bawah adalah Etlingera sp. (INP=11.23), tingkat semai dan pancang adalah Mallotus miquelianus (INP=15.03 dan INP=17.51), tingkat tiang Dillenia excelsa (INP=37.53) dan tingkat pohon Dracontomelon dao (INP=14.89). Jenis satwa Felidae yang berhasil terekam melalui camera trap adalah jenis Kucing Batu (Pardofelis marmorata) (IKR=0.14; n=2) dan Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis) (IKR=0.14; n=2).Kata kunci: Felidae, kamera jebak, karakteristik habitat, keanekaragaman jenis.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue