cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
KERAGAMAN, KONSERVASI DAN AKLIMATISASI ARACEAE KALIMANTAN DI KEBUN RAYA “EKA KARYA” BALI Ni Putu Sri Asih; Dewi Lestari; Tri Warseno; Rajif Iryadi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2018.15.1.1-13

Abstract

ABSTRACTBorneo has a rich diversity, endemicity and abundance of plants, including the Aroids; but it is currently threatened by widespread forest degradation. Therefore, immediate ex-situ conservation efforts are needed. Eka Karya Bali Botanical Garden (EKBBG) is an ex-situ conservation institution that has been doing an ex-situ conservation of Aroids since 2007. This study aims to determine the diversity of Kalimantan Aroid’s species, the conservation process from the beginning of the collection up to date and the acclimatization of Borneo’s Aroids in EKBBG. The method used is documentation and observation of collections that are still alive and then analyzed descriptively and displayed in tables and diagrams. EKBBG has collected 21 (53.85%) genera and 136 (18.73%) species of Kalimantan’s Aroids. Among these, 6 (50%) genera and 27 (8.44%) species are endemic Borneo and the most numerous collections are Homalomene, Schismatoglottis and Scindapsus genus. Most of the collections come from North Borneo. The survival rate of Aroid from exploration up to now is 71.54% and 28.46% were deceased. Of the 71.54%, only 39.43% are collectible and 32.11% have seed status. In the acclimatization stage the highest survival rate is 100% (i.e. in plants, which was found at an altitude of 1200 - 1500 asl), then followed by 90.54% at an altitude of 900 - 1200 asl, while the smallest percentage is 47.06% at an altitude of 300 - 600 asl.Key words: Araceae, conservation, endemic, acclimatization, explorationABSTRAKBorneo memiliki keragaman, endemisitas dan kemelimpahan tumbuhan yang tinggi, termasuk suku Araceae, tetapi saat ini kondisinya terancam akibat kerusakan hutan di Borneo yang semakin meningkat. Oleh karena itu perlu segera dilakukan upaya konservasi secara ex-situ. Kebun Raya Eka Karya Bali (KREKB) merupakan lembaga konservasi ex-situ yang telah melakukan konservasi ex-situ suku Araceae sejak 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis Araceae Kalimantan, proses konservasi dari awal dikoleksi hingga saat ini dan aklimatisasi Araceae Kalimantan di KREKB. Metode yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi koleksi yang masih hidup dan kemudian dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram. KREKB telah mengkoleksi sebanyak 21 (53,85%) marga dan 136 (18,73%) jenis Araceae yang berasal dari Kalimantan. Diantaranya enam (50%) genus endemik dan 27 (8,44%) jenis endemik Borneo dan yang paling banyak jumlah koleksinya adalah genus Homalomena, Schismatoglottis dan Scindapsus. Sebagian besar koleksi berasal dari Kalimantan Utara. Hasil eksplorasi Araceae yang berhasil bertahan hidup hingga saat ini sebesar 71,54% dan yang mati 28,46%. Dari 71,54% hanya 39,43% yang berstatus koleksi dan 32,11% berstatus bibit. Pada tahap aklimatisasi, persentase hidup yang paling tinggi adalah 100%, yaitu pada tanaman yang ditemukan pada ketinggian 1.200-1.500 m dpl, kedua 90,54% pada ketinggian 900-1200 m dpl sedangkan persentase hidup paling kecil adalah 47,06% pada ketinggian 300-600 m dpl.Kata Kunci: Araceae, konservasi, endemik, aklimatisasi, eksplorasi
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KOMPONEN FITOKIMIA FRAKSI N-HEKSANA KULIT KAYU PULAI Alstonia scholaris R.Br SEBAGAI SUMBER HASIL HUTAN BUKAN KAYU ALTERNATIF zuraida Tarmuzi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2018.15.1.15-24

Abstract

ABSTRACTPulai (Alstonia scholaris R. Br) is one of Indonesia’s tropical forest tree species which one of its usefullnes is as medicine for various diseases because of its antioxidant activity. Limited studies are available on pulai bark in non-polar fraction. This study aimed to evaluate antioxidant activity and phytochemical compound of n-hexane fraction of pulai bark. N-hexane fractionation was done after pulai bark extracted by maceration method with 70% ethanol. Antioxidant analysis of n-hexane fraction was done using 1,1-Diphenyl-2-picryl hydrazil (DPPH) method in fifty inhibition concentration (IC50), while phytochemical compounds were tested by phytochemical test. The results showed that n-hexane fraction has 0.84% (w/w) yield with inhibition concentration (IC50) 65.28 μg/mL. Chemical compounds positively detected are flavonoids, saponins, alkaloids, steroids, and terpenoids. It was suggested that flavonoid, alkaloids, and steroids played important role as an antioxidant.Key words: antioxidant, Alstonia scholaris, phytochemical constituents ABSTRAKPulai (Alstonia scholaris R, Br) adalah salah satu tumbuhan hutan tropis indonesia yang berfungsi sebagai obat untuk bermacam penyakit, seperti antioksidan. Penelitian berkaitan dengan fraksinasi ekstrak kulit kayu pulai menggunakan pelarut non polar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi aktivitas antioksidan dan kandungan fitokimia kulit kayu pulai dari fraksi n-heksana. Fraksinasi n-heksana dilakukan setelah kulit kayu pulai diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%. Analisis antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode 1,1-Difenil-2-pikril hidrazil (DPPH), dan analisis kandungan fitokimia dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksana menghasilkan rendemen 0,84% (w/w), dengan aktivitas antioksidan (inhibition concentration, IC50) sebesar 65,28 μg/mL. Kandungan kelompok senyawa kimia yang terdeteksi positif adalah flavonoid, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Aktivitas antioksidan yang dihasilkan dari fraksi n-heksana kulit kayu pulai diduga berasal dari kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, dan steroid.Kata kunci: antioksidan, Alstonia scholaris, fitokimia
RESPONS BURUNG BAWAH TAJUK TERHADAP SISTEM PENGELOLAAN TPTI DAN TPTII/SILIN Adi Susilo; Indra A.S.L.P. Putri
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2018.15.2.91-109

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui respon burung bawah tajuk terhadap pengelolaan hutan produksi di PT Balikpapan Forest Industries (BFI). Pengamatan populasi burung dilakukan pada tiga blok hutan yakni blok hutan sistem TPTI (11 tahun), blok hutan sistem TPTII/SILIN (4 tahun) dan blok hutan sistem TPTII/SILIN (1 tahun). Sepuluh buah jala kabut masing-masing berukuran 10 m (panjang) x 4 m (tinggi) dipasang secara bersambungan pada setiap blok hutan. Jala kabut dibuka jam 06.00, ditutup 17.00 dan diperiksa setiap 15 menit sekali. Analisis data dilakukan menggunakan indeks keragaman jenis Shannon-Weinner, indeks dominansi Simpson, indeks kekayaan jenis Margalef dan indeks kesamaan komunitas. Selama penelitian, 164 ekor burung dari 35 jenis telah tertangkap. Nilai indeks kesamaan Sorenses di bawah 50% yang berarti bahwa komposisi jenis burung berbeda diantara skema manajemen. Namun demikian test Kruskal Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata di antara skema manajemen dalam hal jumlah individu, jumlah jenis dan jumlah familia. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi jenis burung berbeda tetapi tidak berbeda dalam kekayaan jenis.
POLA SEBARAN, KELIMPAHAN POPULASI DAN KARAKTERISTIK HABITAT JALAWURE (Tacca leontopetolides) DI KABUPATEN GARUT Aji Winara; Murniati - Murniati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2018.15.2.79-89

Abstract

Jalawure (Tacca leontopetaloides Kunz.) merupakan tumbuhan potensial yang umbinya digunakan sebagai sumber pangan alternatif di wilayah pantai. Masyarakat di Kabupaten Garut memanen umbi jalawure langsung dari alam, namun habitat alami jalawure banyak terganggu oleh perubahan penggunaan lahan, sehingga diperlukan upaya konservasi dan budidayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran, kelimpahan populasi dan karakteristik habitat jalawure di Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan pada tahun  2016 di Kecamatan Cikelet dan Pameungpeuk. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis vegetasi dan survey tempat tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan jalawure di Kabupaten Garut tersebar di beberapa pantai Garut Selatan hingga ketinggian 20 m dpl dengan pola sebaran mengelompok. Sebaran alami jalawure terbesar ditemukan di Pantai Sayang Heulang (29.000 individu/ha) dan Pantai Cigadog (12.500 individu/ha) yang mendominasi tumbuhan bawah dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 68,27-96,69 %. Jalawure tumbuh baik di bawah naungan Pandanus tectorius hingga tingkat naungan 80%, namun dapat pula tumbuh pada lahan terbuka. Jalawure tumbuh alami pada tanah dengan tekstur   pasir (91,33-97,98 %), pH tanah agak alkalis (7,73-8,02) dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) sangat rendah (0,81 me/100 g) hingga rendah (10,39 me/100 g).
KERAGAMAN DAN POTENSI PEMANFAATAN JENIS GULMA PADA AGROFORESTRI JATI (Tectona grandis L. f.) dan JALAWURE (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntz) Suhartono Suhartono; Aji Winara
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2018.15.2.65-77

Abstract

Percobaan budidaya jalawure (Tacca leontopetaloides) dengan sistem agroforestri di bawah tegakan jati (Tectona grandis) telah dilakukan dengan melibatkan petani di Desa Cijambe Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Adanya perlakuan silvikultur berupa pengolahan tanah, pemberian pupuk kandang dan pengaturan jarak tanam telah mendorong pertumbuhan gulma pada lahan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan jalawure. Penelitian yang dilaksanakan pada April 2017 ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan keragaman jenis gulma yang tumbuh di lahan agroforestri jati-jalawure serta potensi pemanfaatannya. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis vegetasi tumbuhan bawah metode kuadrat dengan petak ukur 1 x 1 m diulang tiga kali untuk setiap plot dan wawancara dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 26 jenis gulma dari 16 famili dengan jenis gulma yang paling mendominasi adalah Axonopus compressus dari famili Poaceae. Tingkat keragaman jenis gulma (H’) 1,03-1,64 tergolong sedang, tingkat kekayaan jenis gulma (R’) <3 kategori rendah dan tingkat kemerataan jenis gulma (E’) 0,43-0,64 termasuk kategori sedang. Indeks kesamaan jenis gulma pada petak agroforestri jati-jalawure lebih tinggi (IS 0,50-0,58) dari petak jati tanpa tanaman jalawure (IS 0,32-0,43). Sebanyak 19 jenis gulma dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak (10 jenis), sumber pangan (3 jenis) dan sumber obat-obatan tradisional (6 jenis).
PERAN TAMAN KEHATI MEKARSARI DALAM MENGANTISIPASI KENAIKAN SUHU PERMUKAAN DI KABUPATEN SUKABUMI Merisa Nur Azmi; Siti Badriyah Rushayati; Hendra Gunawan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2018.15.2.111-124

Abstract

Peningkatan tutupan lahan terbangun dan berkurangnya ruang terbuka hijau menjadi penyebab perubahan unsur-unsur iklim di suatu wilayah, salah satunya suhu permukaan. Teknologi penginderaan jauh dapat memberikan data spasial yang akurat dalam waktu yang relatif singkat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui peran Taman Kehati Mekarsari dalam mengantisipasi kenaikan suhu permukaan di Sukabumi, Jawa Barat berdasarkan kondisi tutupan lahan tahun 2000, 2003, dan 2017 di Taman Kehati dan enam desa sekitarnya. Citra Landsat 5 TM tahun 2000, Landsat 7 ETM tahun 2003, dan Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2017 digunakan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan, suhu permukaan, dan dihubungkan dengan kondisi kerapatan tajuk. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa tutupan lahan mengalami perubahan tiap tahun. Pada tahun 2017 Desa Caringin yang di dalamnya terdapat Taman Kehati Mekarsari memiliki tutupan lahan vegetasi pohon paling luas sebesar 151,86 ha dan berpengaruh dengan tingkat kerapatan vegetasi yang paling tinggi dibanding desa lain di sekitarnya. Kondisi luas tutupan lahan vegetasi pohon dan kerapatan vegetasi yang tinggi di Desa Caringin berhubungan dengan suhu permukaan di desa tersebut. Desa Caringin memiliki luas wilayah dengan suhu permukaan nyaman optimal pada kelas 22- < 24oC terbesar dibanding desa lainnya. Pengelolaan Taman Kehati Mekarsari selama kurun waktu 2000-2017 mampu memberikan pengaruh terhadap peningkatan tutupan lahan vegetasi, kerapatan vegetasi, dan kondisi suhu permukaan khususnya di Desa Caringin.
STUDI KELAYAKAN PENANGKARAN RUSA JAWA (Rusa timorensis de Blainville,1822) DI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN, LAMPUNG Saturnino Xavier; Sugeng P. Harianto; Bainah Sari Dewi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2018.15.2.125-135

Abstract

Rusa Jawa Rusatimorensis (de Blainville,1822)termasuk satwa yang dilindungi, kegiatan penangkaran bertujuan menjaga kelestarian jenis danpenangkaran dapatdikembangkan menjadi bisnis.Biaya investasi penangkaran rusa Tahura Wan Abdul Rachman Lampung tergolong tinggi makadilakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan teknis maupun finansial. Metode penelitian ialah sistem pangkas untuk analisis produktivitas pakan sertametode analisis kriteria investasi dengan pendekatan Net Present Value (NPV), Break Event Point (BEP), Benefit Cost Ratio (BCR) dan Payback Period (PP). Hasil analisis diketahui produktivitas pakan 135.302 kg/tahun, tingkat konsumsi 5,5 kg/ekor/hari. Analisis finansial dengansuku bunga 12% menunjukkan nilai BEP untuk volume rusa 817 ekor, BEP harga rusa Rp. 1.634.405.600, BEP volume karcis masuk 1.634.406lembar, BEP harga karcis Rp. 377.130, BEP volume jasa parkirmobil 2.724.009, BEP harga Rp. 3.570.130, BEP volume jasa parkir motor 4.086.014, BEP harga Rp. 1.912.928. Nilai NPV minus (3.987.612.310), nilai B/C R 0, PP 34 tahun.  Disimpulkan bahwa secara teknis usaha penangkaran rusa jawa layak namun secara ekonomi tidak layak Rusa Jawa Rusatimorensis (de Blainville,1822)termasuk satwa yang dilindungi, kegiatan penangkaran bertujuan menjaga kelestarian jenis danpenangkaran dapatdikembangkan menjadi bisnis.Biaya investasi penangkaran rusa Tahura Wan Abdul Rachman Lampung tergolong tinggi makadilakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan teknis maupun finansial. Metode penelitian ialah sistem pangkas untuk analisis produktivitas pakan sertametode analisis kriteria investasi dengan pendekatan Net Present Value (NPV), Break Event Point (BEP), Benefit Cost Ratio (BCR) dan Payback Period (PP). Hasil analisis diketahui produktivitas pakan 135.302 kg/tahun, tingkat konsumsi 5,5 kg/ekor/hari. Analisis finansial dengansuku bunga 12% menunjukkan nilai BEP untuk volume rusa 817 ekor, BEP harga rusa Rp. 1.634.405.600, BEP volume karcis masuk 1.634.406lembar, BEP harga karcis Rp. 377.130, BEP volume jasa parkirmobil 2.724.009, BEP harga Rp. 3.570.130, BEP volume jasa parkir motor 4.086.014, BEP harga Rp. 1.912.928. Nilai NPV minus (3.987.612.310), nilai B/C R 0, PP 34 tahun.  Disimpulkan bahwa secara teknis usaha penangkaran rusa jawa layak namun secara ekonomi tidak layak <w:LsdException Locked="false" Priority="68" Name="Med
KONSERVASI DANAU RANU PANE DAN RANU REGULO DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Reny Sawitri; Mariana Takandjandji
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.877 KB) | DOI: 10.20886/jphka.2019.16.1.35-50

Abstract

SariDanau di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah kaldera atau kawah  raksasa, tetapi intensifikasi pemanfaatan lahan di sekitar danau berupa pemukiman, lahan pertanian dan pariwisata alam berdampak terhadap  danau. Penelitian dilakukan di Danau Ranu Pane dan Ranu Regulo, kawasan TNBTS, Provinsi Jawa Timur, dengan tujuan untuk mengetahui perubahan ekosistem danau dan rekomendasi strategi konservasi. Metode penelitian dilakukan dengan menganalisis kualitas air (fisik, kimia dan mikrobiologi) dari Danau Ranu Pane dan Ranu Regulo. Hasil penelitian menemukan bahwa ekosistem Danau Ranu Pane telah tertutupi oleh tumbuhan air jenis ki ambang (Salvinia molesta Mitchell)sekitar 80% yang menyebabkan peningkatan kandungan Biology Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD), diikuti penurunan Dissolved Oxygen (DO) dan pH. Danau Ranu Regulo memiliki nilai kesuburan yang lebih tinggi (N/P=16,24) dibandingkan Ranu Pane. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar pihak pengelola kawasan melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko pencemaran melalui penyadaran masyarakat dan wisatawan.
ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN PEMANFAATAN FUNGI YANG BERASOSIASIDENGAN Tristaniopsis obovata Maman Turjaman; Sarah Asih Faulina; Aryanto Aryanto; Najmulah Najmulah; Ahmad Yani; Asep Hidayat
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.869 KB) | DOI: 10.20886/jphka.2019.16.1.73-90

Abstract

Sari Tristaniopsis obovata (pelawan) bersimbiosis dengan fungi ektomikoriza yang  menghasilkan tubuh buah fungi yang dapat dikonsumsi (edible mushroom) dan bunga pelawan sebagai sumber nektar untuk lebah hutan yang memproduksi madu pahit yang bernilai ekonomi tinggi. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah berkurangnya luasanhutan kerangas akibat konversi hutan sehingga luasan hutan pelawan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi potensi fungi yang berasosiasi dengan Tristaniopsis obovata dan uji pemanfaatan fungi yang berpotensi untuk memacu pertumbuhan bibit T. obovata. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan sumber benih/anakan alam, isolasi dan identifikasi molekuler ITS rDNA fungi yang berasosiasidengan T. obovata, perbanyakan anakan melalui stek pucuk, dan inokulasi fungi yang berpotensi memacu pertumbuhan bibit T. obovata. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan bahwa diperoleh 3 isolat yang berfungsi sebagai ektomikoriza, yaitu 4PK1 (Corticiaceae 1), 17BK2 (Corticiaceae 2), dan 24PK4 (Cortinarius sp.). Inokulasi fungi ektomikoriza memberikan pengaruh pada pertumbuhan tanaman dan kandungan nutrisi bibit anakan pelawan. Teknik stek pucuk dengan KOFFCO cukup efektif untuk memperbanyak bibit pelawan dengan tingkat keberhasilan sekitar 50%. Keberhasilan pada penelitian ini menjadi dasar IPTEK untuk melestarikan produktivitas ekosistem hutan kerangas.
KUALITAS PERAIRAN, KESUBURAN TANAH DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT DI HUTAN MANGROVE NUSA PENIDA, BALI N. M. Heriyanto; Sri Suharti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.974 KB) | DOI: 10.20886/jphka.2019.16.1.25-33

Abstract

SariMangrove mempunyai peranan penting diantaranya sebagai perangkap sedimen, penahan  ombak, pengikat karbon, penetrasi pencemaran, penahan intrusi air laut dan tempat berkembang biaknya berbagai biota air. Penelitian kualitas perairan, kesuburan tanah dan kandungan logam berat telah dilakukan pada bulan Agustus 2017 di Nusa Penida Bali.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang kualitas air, kesuburan tanah dan kandungan logam berat pada hutan mangrove. Metode yang digunakan adalah pengambilan contoh berupa air, tanah dan daun mangrove yang dipilih secara acakpada lokasi tersebut. Hasil analisis pada kualitas perairan terdiri dari tingkat kekeruhan 7.228,5 mg/l, kebutuhan oksigen biologi (BOD) 157,24 mg/l dan kebutuhan oksigen kimia (COD) 342,72 mg/l. Sementara itu nilai salinitas yaitu 39 permil, temperatur 28°C, pH air 7,5 dan oksigen terlarut (DO) 3,5 mg/l. Kandungan kimia yang ditemukan di perairan lokasi penelitian berupa kandungan nitrat 0,56 mg/l dan kandungan fosfat sebesar 0,209 mg/l yang termasuk kategori tinggi. Nilai lain yang dianalisis yaitu Kapasitas Tukar Kation (KTK) sebesae 6,60 me/100 gram, C/N rasio 23 dan pH tanah 7,9. Kandungan zat pencemar pada tanah di lokasi penelitian tidak ada yang melebihi ambang batas, demikian juga dengan unsur tersebut di daun mangrove.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue