cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 1,559 Documents
PENGARUH JUMLAH TENAGA PENDORONG TERHADAP KECEPATAN LORI PADA PENGANGKUTAN KAYU Apul Sianturi; Dulsalam Dulsalam
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.977 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1985.2.1.13-14

Abstract

This  investigation  was carried out  in the: Padangan Forest  District,  Perum Perhutani   Unit II, East Java, employing crews of  various sizes, i.e., 4, 5 and 6 men to push the loaded  lorries.Lorry  speed  is influenced   by several factor, e.g.,  slope, crew size, team-work among  crew members. The influence  of crew size  on  lorry speed  turned  out  to  be insignificant. The average  speed of lorries  are 3.3 km/hour, 4.7 km/hour,  and 4.3 km/hour with standard error of 0.7 km/hour, 0,8 km/hour and  0,9 km/hour  for  4, 5 and  6 man, crew, respectively.
POTENSI HUTAN SAGU RAKYAT DI SERAM BARAT, PROPINSI MALUKU Boen M Pumama; Subandi At; Hendro Prahasto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11428.697 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1984.1.3.9-14

Abstract

 Sago, one of  some carbohydrate sources  which  has a great potential as food  stock,  grows  naturally  and distribute through out  Indonesian  archipelago,  Maluku is one  of  several  areas having  sago forest.The study  on sago forest  at West Seram in 1979,  showed that the number of  mature  trees per hectare  was 17 trees, consisted  of  several sago species  namely  tuni,  molat and makanaru.  The sago production per  tree was 419.9  kg of  wet sago or 292,5 kg  of dried  sago. 
PRODUKSI ARANG DAN DESTlLAT KAYU MANGlUM DAN TUSAM DARI TUNGKU KUBAH Tjutju Nurhayati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8294.254 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2000.18.3.137-151

Abstract

Kayu tusam (Pinus merkusii) dan mangium (Acacia mangium) digunakan sebagai bahan baku pada peuelitian produksi arang dan destilat yang dilakukan pada tungku kubah kapasitas 1,3 m3 yang dilengkapi dengan 2 unit pendingin. Parameter penelitian meliputi proses dan produk karbonisasi, kualitas arang dan destilat serta ulasan aspek ekonomi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa :Proses pembakaran kayu tusam dan mangium menjadi arang masing-masing dilakukan selama 60,5 jam dan 58 jam, pendingin uap/gas mulai pada suhu 110ºC diperlukan waktu selama 45,5 jam dan 51,5 jam dan proses pendinginan tungku dilakukan selama 5 hari dan 4 hari. Laju pembakaran kayu tusam dan mangium menjadi arang masing-masing yaitu 7,370 kg kayu/jam dan 7,607 kg kayu/jam. Laju sirkulasi air 2,5 liter/menit dengan jumlah energi listrik yang diperlukan rata-rata sebanyak 20,6 kWH atau 3, 747 liter destilat per kWH.Teknik produksi arang dan destilat dari kayu tusam dan mangium menunjukkan hasil relatif sama yaitu rendemen tusam dan mangium masing-masing 25,63% dan 24,20%, destilat 32,64% dan 31,94%, efisiensi konversi kayu menjadi arang 36,04% dan 36,41%. Laju produksi orang 1,055 kg/jam dan 1,002 kg/jam, laju produksi destilat 1,592 kg/jam dan 1,466 kg/jam, produktivitas destilat 3,32 ml/kg/jam dan 3,57 ml/kg/jam dan konsumsi kayu untuk produksi 1 ton arang masing-masing tusam dan mangium adalah 13,292 m3/ton dan 15,884 m3/ton (4317 kg/ton dan 4298 kg/ton dari kayu berat kering).Proses karbonisasi mangium pada tungku kubah yang dilengkapi alat pendingin uap gas untuk memproduksi destilat tidak mempengaruhi sifat arang yang dihasilkan.Destilat tusam dan mangium yang diproduksi dari cara tungku memberikan sifat keasaman dan berat jenis yang sama, tetapi kadar asam total, kadar alkohol dan phenol lebih tinggi dari destilat yang diproduksi dari destilasi kering.Destilat tusam produk dari tungku menunjukkan kadar asam total, kadar alkohol dan phenol lebih tinggi dari destilat mangium. Dibandingkan dengan pestisida antrakol, destilat tusam mengandung kadar fenol lebih tinggi, tetapi fenol murninya lebih rendah, kadar alkohol dan asam total serta berat [enis lebih tinggi tetapi sifat keasamannya destilat tusam lebih rendah.Kadar metanol dan fenol yang dianalisis secara chromatografi menunjukkan bahwa destilat tusam lebih tinggi kandungannya yaitu masing-masing 4,80% dan 11,30%.Biaya produksi arang dan destilat yang meliputi pengadaan kayu dan operasional adalah Rp. 85.000,- dengan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan arang dan destilat sebesar Rp. 9.450,-.
MINIMASI KETERBUKAAN LAHAN MELALUI PENYARADAN YANG DIRENCANAKAN: KASUS DI DUA PERUSAHAAN HUTAN DI KALIMANTAN TIMUR Sona Suhartana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6296.422 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.10.444-453

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan hasil penelitian tentang keterbukaan lahan akibat kegiatan penyaradan yang direncanakan. Penyaradan kayu dengan traktor betapapun hati-hatinya dilakukan, akan tetap menimbulkan kerusakan berupa keterbukaan lahan. Dengan penyaradan yang direncanakan   diharapkan dapat meminimalkan kerusakan tersebut. Penelitian telah dilakukan di dua perusahaan  hutan di Kalimantan Timur pada tahun 1996. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penyaradan yang direncanakan terhadap terjadinya keterbukaan lahan dengan sasaran untuk meminimalkan terjadinya jalan sarad tidak produktif. Data yang dikumpulkan adalah: jumlah pohon  ditebang/disarad, jumlah pohon berdiameter 20 cm dan ke atas, kemiringan lapangan dan luas lahan terbuka. Analisis data menggunakan uji-t dan analisis regresi berganda.Penelitian menghasilkan hal-hal sebagai  berikut :Rata-rata jalan sarad tidak produktif yang disebabkan oleh penyaradan yang direncanakan adalah 4,4% dari jumlah jalan sarad produkiif dan 9,9% untuk konvensional. Terjadi penurunan  jalan  sarad  tidak produktif  sebesar  5,6% (sangt berbeda nyata pada taraf 99%).Rata-rata keterbukaan lahan yang disebabkan oleh penyaradan yang direncanakan adalah 11,2% dan untuk konvensional sebesar 15,2%. Terjadi penurunan keterbukaan lahan sebesar 4,0%  (berbeda nyata pada taraf 95%).Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya keterbukaan lahan dan jalan sarad tidak produktif secara positif adalah jumlan pohon ditebang/disarad dan kerapatan tegakan serta factor yang  berpengaruh negative adalah kemiringan lapangan untuk penyaradan yang direncanakan   sedangkan terhadap keterbukaan lahan pada penyaradan konvensional kemiringan lapangan berpengarun positif (sangat berbeda nyata pada taraf 99%). Penyaradan yang direncanakan  dapat meminimalkan terjadinya keterbukaan lahan berupa jalan sarad tidak produktif.
PENGARUH PENGERJAAN AKHIR TERHADAP STABILITAS DIMENSI KAYU Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1981.419 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1994.12.2.77-83

Abstract

This study was designed to determine the ability of six commercial exterior finishes (2 clear coats and 4 opaque coats) in protecting wood from dimensional changes. Two wood species, jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) and mangium (Acacia mangium Willd.) were used in this study. Samples were seasoned to air-dry condition (moisture content of 15-17%) and then divided into groups on the basis of treatments and grain orientation (radial and tangential). Application of each exterior finish was undertaken according to procedures suggested by the finish manufacturer. The effectiveness of treatments to dimensionally stabilize wood was determined by measurements of wood swelling within 72-hours immersion and calculation of anti-swelling efficiency (ASE). Results of observations made to this stage showed that the effect of finishing on wood dimensional stability varied according to wood species, grain orientation and type offinish coat. Finishing had a greater dimensional stabilizing effect on jabon than mangium. Reduction of swelling due to finishing was greater in tangential compared to radial boards. The use of clear coats significantly gave less protection on wood stability than that of opaque coats. Anti-swelling efficiency of all treatments markedly decreased with increasing period of immersion.
PRODUKTIVITAS DAN BIAYA ANGKUTAN TRUK DI TIGA KPH PERUMPERHUTANI, JAWA TENGAH Dulsalam Apul Sianturi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4052.778 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1988.5.2.37-41

Abstract

 An  investigation  on  truck   hauling of  logs  has been carried out  at three Perhutani  Forest  Districts in Central Java, in 1980, 1981 and 1982. The investigation comes to the following  conclusions: Annual   working  days  for gasoline trucks  range from  689 to l,676   hours with  an average  of 1,240 hours, and that for diesel trucks from  671 to 811 hours with an average of  790 hours.Effective  hauling output of gasoline iruchs in ton-km/year  ranges from 9,833 to 65,482  with an average of 33,000, and that  for  diesel  trucks  from  6,683 to  108,948 with  an average of  33,650.Hauling cost by  gasoline  truck in Rp per ton-km for  the years  1980, 1981, 1982  increases from year  to year,  namely Rp  95, Rp  128 and Rp  169, and that by diesel truck  Rp 78, Rp  80 and Rp 83, consecutively.                                          Hauling cost  by gasoline  truck  is higher than  that  by diesel truck.The highest component cost of hauling logging by gasoline truck  is fuel, i.e. 43 percent, and that at diesel  truck, spare parts, i.e. 62 percent
BEBERAPA SIFAT FISIS DAN KIMIA EKSTRAK TANIN Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7459.036 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1990.6.8.482 - 492

Abstract

The  result  of  study on  some  physical and  chemical  properties of  tannin  ex tractiues prepared by  using  extraction method   is presented in  this  report. Treatment  conditions for  tannin  extractive   were  respectively   fineness  of  40 and  60 mesh,  extraction  temperature   were: 60°C,  80°C,  100°C  ahd raw material species  for this experiment  were Pinus merkusii, Rhizopora apiculata  and Acacia  decurrens.The result  shows that the yield of  tannin  extroctives ranges from 0,52­22,75%,  tannin  content: 2,99­70,76%, moisture content: 0,0022­25,58%, solubility in cold water:   0,096­3,50%  and  tannin  content  of  residure  ranges from 0,19­3,75%.
EKOEFISIENSI DAN FAKTOR PENDUKUNG DALAM IMPLEMENTASINYA PADA PROSES PRODUKSI INDUSTRI KAYU LAPIS DI KALIMANTAN SELATAN Darni Subari; Udiansyah Udiansyah; Bagyo Yanuwiyadi; Budi Setiawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3881.312 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2012.30.3.171-182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan faktor-faktor pendukung, sepertipersepsi masyarakat sekitar industri dan analisis keuangan. Penelitian ini dilakukan dalam 3 (tiga)industri kayu lapis diKalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kayu lapis secaraumum telah menerapkan ekoefisiensi pada proses produksi, kualitas rata-rata cukup tinggi pada 3,82.Pelaksanaan ekoefisiensi juga didorong oleh undang-undang dan peraturan (lingkungan, sumber dayaair, energi dan prosedur operasioanal standar kerja) yang harus dipatuhi dan mengikat untukmelaksanakan. Masyarakat sekitar industri kayu lapis memberikan dukungan positif bagi industri kayulapis menyediakan kesempatan kerja dan meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat di sekitarkawasan industri. Analisis finansial menunjukkan bahwa industri kayu lapis dalam produksi ramahlingkungan masih memberikan manfaat bagi rata-rata biaya manfaat rasio 1,48.
PEMANFAATAN EKSTRAK KAYU MERBAU UNTUK PEREKAT PRODUK LAMINASI BAMBU Adi Santoso; Ignasia Maria Sulastiningsih; Gustan Pari; Jasni Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.219 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2016.34.2.89-100

Abstract

The report describes the use of adhesive made from merbau wood extract (Intsia Spp.) which is allowed to copolymerize with resorcinol, formaldehyde under alkaline conditions, and tapioca as an extender. The adhesive was used to manufacture three-ply composite board consisting of a back and core layers made from sengon (Falcataria mollucana),  and jabon (Anthocephalus chinensis), while the face layer was made either one of  three bamboo  species, namely, andong (Gigantochloa pseudoarundinacea), mayan (Gigantochloa robusta Kurz.), and bitung (Dendrocalamus asper Schult. F.). Result shows that physical-mechanical properties of  the composite board with using adhesive by formula (% of weight ratio) Merbau extract : Resorcinol 50% : Formaldehyde 37% : Extender = 100 : 10 : 10 : 5) were similar with to those of products made of  synthetic phenolic adhesive and classified as an exterior quality type with E0 or F**** types of low formaldehyde emission.
PRODUKTIVITAS DAN BIAYA PENYARADAN KAYU DENGAN TRAKTOR PERTANIAN YANG DILENGKAPI ALAT BANTU Sukadaryati Sukadaryati; Dulsalam Dulsalam; Djaban Tinambunan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9023.807 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2005.23.4.283-279

Abstract

Penelitian produktivitas dan biaya penyaradan kayu dengan traktor pertanian yang dilengkapi alat bantu dilakukan di hutan tanaman kayu mangium di KPH Bogor. Tujuannya adalah untuk mendapatkan inforrmasi teknis finansial tentang penyaradan kayu dengan traktor pertanian yang dilengkapi alat bantu. Data panjang dan diameter kayu yang disarad, waktu kerja dan biaya penyaradan dikumpulkan.Hasil penelitian penyaradan menggunakan traktor pertanian yang dilengkapi alat bantu sederhana mampu menyarad 3 batang/rit atau 2,075 m3.hm/jam. Traktor pertanian yang dilengkapi alat bantu winch menghasilkan produktivitas penyaradan yang lebih baik, yaitu sebesar 2,328 m3.hm/jam. Biaya penyaradan dengan traktor pertanian yang dilengkapi alat bantu sederhana sedikit lebih rendah dibanding biaya penyaradan dengan traktor pertanian yang dilengkapi alat bantu winch. Disarankan bahwa alat bantu taktor pertanian perlu disempurnakan. Di samping itu penyaradan pada areal dimana penyaradan secara manual tidak mungkin dapat dilakukan, traktor pertanian yang dilengkapi alat bantu dapat dijadikan salah satu alternatif.

Page 56 of 156 | Total Record : 1559


Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue