cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 1,559 Documents
KAJIAN ASPEK DEMOGRAFI, SOSIAL, DAN EKONOMI PARTISIPASI TENAGA KERJA WANITA DI PABRIK KAYU LAPIS Setiasih Irawanti; Mieke Suharti; I M Sulastining
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3767.041 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1994.12.4.132-139

Abstract

Plywood industry (wood based industry) is a suitable accupation  field  for woman labor, where woman can participate in forestry development.                                                                The  aim  of  the  study  is  to  evaluate participation of  woman  labor  at plywood  industry  by  observing  their  activities from demographical, social and economical aspects.This  study  was  conducted  by  collecting  data from  plywood  companies, Provincial    Forestry  Office,  Statistics  Office,  and interviewing 10 percent of woman and man labors from plywood companies in East Kalimantan province.The results show that about 74 percent of production  labor is woman, and most of them work in all sections such as veneer matching and splicing, gluing, pressing,  and finishing. About 70 percent of woman labor is unmarried, average age is 24 years  with high school education, so they have adequate capacity to work.  About 60 percent comes from  out of East Kalimantan province. It shows that woman labor at plywood  industry has high motivation and mobility to  work.  Generally, they live in a rent house  with minimum condition for their welfare.  They usually do not have much time left to participate in social activities commonly organized in surrounding living area.Basic salary of woman labor working for normal shift is  Rp.  2,500 and for long shift is Rp. 3,300 per day.  It means higher than Minimum Regional Salary determined by  goverment office. Woman labor gross income working for normal shift is Rp.  135,000 per month in average  or more   than Minimum Physical Need of unmarried labor that is only Rp. 86.930,-. While the gross income for those working for  long shift is Rp.  242,500 per month or more than Minimum Physical Need  for one family consisting of a pair of parents having a child which is only Rp.200,685,-. In conclusion, woman labor  income can give a
PENGARUH JENIS KAYU DAN KOMPOSISI PEREKAT UREA FORMALDEHIDATERHADAP KETEGUHAN REKAT KAYU LAPIS BEBERAPA JENIS KAYU HUTAN TANAMAN INDUSTRI Suwandi Kliwon; M I lskandar; Paribroto Sutigno
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5347.86 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1988.5.4.226-232

Abstract

A glue shear test  was conducted   using plywood panel,  made  from  three  wood  species  namely pine  (Pinus merkusii Yung  et de  Vr.),  Eucalyptus alba and Eucalyptus deglupta from  West Java.  The bolts were rotary peeled  into  veneer of  1.5 mm  thick.The  veneer  sheets  were glue  with  urea formaldehyde   resin in combination with  meranti  and kapur  veneers.  Each plywood  sample  thus consisted  of three layer veneer and meranti  merah (red meranti)  and kapur (Dryobalanops  oramatica Gaert) as face and  back  veneers.The  bonding  strength  (glue shear strength)   of  each plywood  type  were then  tested according  to the Indonesian  and Japaneess  standard. The  result  indicates  that  there  were  significant differences between wood  species  and  variation  of extender   composition    according   to  the  Indonesian standard and  only  percentage   of  extenders  indicated significant difference   using Japaneess standard.  Percentage  10%  extender   was the  best bonding  strength  of plywood  comprising  with the  others.
(Kerancuan • dalam beberapa metode penetapan Nitrogen Bagian 1. Penetapan beberapa senyawa Nitrogen) R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11258.128 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1991.8.5.202-204

Abstract

Penetapan lhirteralnitrogen menurut metode MgO, Devarda,penetapan organik nitrogen menurut metode Kjeldahl dan penetapan  total  nitrogen menurut  metode  persulphat adakzh sangat umum  dan digunakan aecara  luaa di aeluruh dunia, karena sederhana dengan ketelitian yang memenuhi ryarat. Namun hasil pengamatan akhir-akhir ini menunjuk- kan  bahwa tidak   aemua jenis  organik nitrogen atau  mineral nitrogen dapat ditetapkan kadarnya aecara  teliti dengan menggunakan metode analisis te1'8ebut.Penelitlan..  ini bertujuan untuk  mengetahui ketelitian  penetapan kadar nitrogen dengan metode  te1'8ebutdi ataa untuk  11 jeniB aenyawa organik dan  mineral nitrogen. Hasil penelitian menur.;ukkan bahwa aenyawa azo •dan  benzo aangatrendah ketelitiannya bila ditetapkan dengan metode Kjeldahl dan ge1'Bulphat. Senyawa nitro dan nitroso ketelitian- nya rendah bila ditetapkan dengan metode. Kjeldahl, tetapi sedikit lebih tinggi bila ditetapkan dengan metode pe1'8ulphat.
PENGARUH KETEBALAN KAYU, KONSENTRASI LARUTAN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP HASIL PENGAWETAN KAYU Barly Barly; Neo Endra Lelana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.36 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.1.1-8

Abstract

Sifat keterawetan kayu dicirikan oleh jenis kayu, keadaan kayu, teknik dan bahan pengawet yang digunakan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan kayu, konsentrasi bahan pengawet dan lama perendaman terhadap hasil pengawetan kayu yang dicapai. Kayu kering, sengon (Paraseriantheus falcataria (L.) Nielsen) dan tusam (Pinusmerkusii Jungh. et de Vries) diawetkan menggunakan campuran boraks dan asam borat dengan proses rendaman dingin dan rendaman panas. Retensi dinyatakan dalam kg/m3 asam borat (BAE) dan penetrasi dalam persen luas bidang yang ditembus. Pada perendaman dingin, retensi tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan dengan lama perendaman 168 jam pada konsentrasi 10%, yaitu sebesar 32,58 kg/m3, sedangkan terendah ditunjukkan oleh perlakuan dengan lama perendaman 24 jam pada konsentrasi 5%, yaitu sebesar 8,17 kg/m3. Sementara itu pada perendaman panas, retensi tertinggi ditunjukkan oleh tebal kayu 15 mm dengan lama perendaman 7 jam, yaitu sebesar 11,54 kg/m3 dan terendah ditunjukkan oleh tebal kayu 45 mm dengan lama perendaman 1 jam, yaitu sebesar 3,44 kg/m3.
PERCOBAAN PENDAHULUAN MENGGERGAJI BATANG KELAPA Osly Rachman; S Karnasudirdja
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4538.967 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1984.1.2.1-5

Abstract

Fourteen   air  dry   logs  of   coconut   trunk   were  sawn  into   boards  and  squares of  varying  dimensions  following   a "sawing  around"   pattern   to  obtain   the  best  lumber  yield  from the hard outer portion of the trunk. A 43.16 percent yield was obtained.                                                                                                                                          The productivity  of  break down  saw based on  the optimum  feed  speed  of  8.67  meters  per  minute   was  0.0542 m3 per minute. Only saw blades hardened by stellite tipping are recommended for sawing coconut trunks. 
ANALISIS SOSIAL-EKONOMI ROTAN TANAMAN DIJAWA Setiasih Irawanti; Hariyatno Dwiprabowo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8306.713 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.9.388–403

Abstract

Sebagian besar atau sekitar 95% bahan baku rotan untuk keperluan industri barang jadi rotan di Jawa berasal dari hutan-hutan alam Luar Jawa. Sejak tahun 1983 Perum Perhutani telan mengadakan rotan tanaman pada areal hutan produksinya. Untuk meningkatkan manfaat hutan, penanaman rotan dapat memberikan suatu alternatif pemecahan.Studi ini dimaksudkan untuk memberikan hasil analisis sosial-ekonomi terhadap penanaman rotan untuk melihat manfaat ekonomisnya dengan data hasil survei lapangan dan data sekunder. Analisis dilakukan meliputi pendapatan pekerja pada berbagai kegiatan penanaman dan kontribusinya terhadap pendapatan total keluarga pekerja, biaya produksi rotan tanaman dan kriteria finansial rotan tanaman.Hasil studi menunjukkan bahwa pendapatan pekerja pada kegiatan perkecambahan adalah Rp Rp 65.000,- – Rp 285.000,- dalam satu bulan, namun kegiatan ini hanya berlangsung selama sebulan dalam satu tahun. Pendapatan ini memberikan kontribusi sebesar 6-26% terhadap pendapatan total keluarga pekerja. Pada kegiatan persemaian, pendapatan pekerja dapat mencapai Rp 65.000,- per bulan atau 56% dari pendapatan total keluarga dan kegiatan ini berlangsung sepanjang tahun. Dalam kegiatan penanaman, pendapatan pekerja rata-rata adalah Rp 81.000,- per bulan atau 17% dari pendapatan keluarga. Kegiatan berlangsung selama 3 bulan dalam setahun. Hasil analisis finansial terhadap tanaman pinus menunjukkan pendapatan bersih kepada perusahaan sebesar Rp 9.430.866,- per ha dengan daur 25 tahun dan tingkat lRR 15,05%. Jika dicampur dengan tanaman rotan maka pendapatan bersih mencapai .Rp 13.256.753,- dan lRR 16,36%.Hasil ini menunjukkan bahwa penanaman rotan dapat membawa manfaat sosial bagi masyarakat sekitar hutan dan pendapatan tambahan bagi perusahaan sehingga penanamannya perlu ditingkatkan untuk meningkatkan manfaat hutan
KEMUNGKINAN PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT KAYU Acacia mangium Willd UNTUK PEMURNIAN MINYAK KELAPA SAWIT Gustan Pari; Tjutju Nurhayati; Hartoyo Hartoyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5307.415 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2000.18.1.40-53

Abstract

Dalam tulisan ini akan dikemukakan hasil penelitian tentang pembuatan arang aktif dari kulit kayu Acacia mangium Willd. dengan cara aktivasi uap kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas arang aktif dari kulit kayu Acacia mangium dengan pemakaian bahan pengaktif NH4HCO3 dosis rendah untuk penjemihan minyak kelapa sawit.Sebelum dibuat arang aktif, terlebih dahulu bahan baku dibuat arang pada suhu 500ºC selama 5 jam di dalam retor, selanjutnya arang yang dihasilkan dibuat arang aktif yang dilakukan dalam retor yang terbuat dari baja tahan karat dengan alat pemanas listrik pada suhu 900ºC. Apabila telah mencapai suhu tersebut dilakukan proses aktivasi dengan mengalirkan uap larutan NH4HCO3 selama 60 menit pada taraf konsentrasi 0,0; 0,25; 0,50 dan 0, 75%. Arang aktif yang dihasilkan di uji cobakan untuk menjemihkan minyak kelapa sawit dengan dosis masing-masing 1,0; 2,0; 3,0 dan 4,0 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif kulit kayu Acacia mangium yang terbaik adalah arang aktif yang dibuat pada konsentrasi 0,25 % yang menghasilkan rendemen 29,34%, kadar air 14,49%, kadar abu 14,33%, kadar zat terbang 18,32%, kadar karbon 67,35%, daya serap terhadap benzena 23,37%, metilin biru 136,10 mg/g dan daya serap terhadap yodium sebesar 866,23%.Kualitas minyak goreng setelah dimurnikan dengan arang aktif yang dibuat pada konsentrasi NH4HCO3 0,25% menjadi lebih baik yang ditunjukkan dengan berkurangnya kandungan asam lemak bebas menjadi 0,12%, bilangan peroksida 0,47 mg/100g, bilangan iod 10,31 g/100g, kadar zat menguap 0,12% dan kadar kotoran 1,73%.
PEMANENAN BERWAWASAN LINGKUNGAN UNTUK MINIMASI KERUSAKAN HUTAN Sona Suhartana; Dulsalam Dulsalam
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8252.746 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2000.18.2.87-103

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan hasil penelitian tentang pemanenan berwawasan lingkungan dan pemanenan konvensional. Penelitian telah dilakukan di suatu perusahaan hutan di Kalimantan Barat pada tahun 1999. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemanenan berwawasan lingkungan terhadap terjadinya kerusakan tegakan tinggal. keterbukaan lahan, penurunan lapisan tanah atas, produktivitas traktor sarad dan biaya produksi penyaradan.Data yang dikumpulkan adalah: jumlah pohon ditebang, jumlah pohon berdiameter 20 cm ke atas, tiang yang rusak, lahan terbuka, penurunan lapisan tanah atas, produktivitas traktor sarad dan biaya produksi penyaradan. Data dianalisis dengan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan tiang dan pohon pada sistem pemanenan berwawasan lingkungan lebih rendah daripada tingkat kerusakan tiang dan pohon pada sistem konvensional. Lebih lanjut, penurunan lapisan tanah atas dan keterbukaan lahan pada sistem pemanenan berwawasan lingkungan lebih rendah daripada penurunan lapisan tanah konvensional. Berdasarkan pertimbangan lingkungan, disarankan agar sistem pemanenan berwawasan lingkungan diterapkan.
PELENGKUNGAN ROTAN DENGAN GELOMBANG MIKRO Krisdianto Krisdianto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8598.142 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.2.166-181

Abstract

Salah satu penyebab besarnya limbah dalam pelengkungan rotan adalah proses plastisasi  yang kurang tepat. Salah satu proses plastisasi bahan lignoselulosa yang akhir-akhir ini telah dikembangkan adalah pemanasan dengan cara radiasi menggunakan gelombang mikro (microwave). Teknologi ini relatif aman, bersih dan hemat energi. Tulisan ini mempelajari proses plastisasi dengan gelombang mikro pada 10 jenis  contoh rotan bebas cacat berdiameter 20 mm dan panjang  30 cm sebagai perlakuan dalam pelengkungan rotan.  Mesin gelombang  mikro yang digunakan dalam penelitian ini adalah microwave oven SHARP R-240F dengan kekuatan 800 W yang dirancang untuk memanaskan/menghangatkan masakan dengan volume bidang radiasi  23 liter. Hasil  penelitian menunjukkan pemanasan  dengan gelombang mikro dapat meningkatkan kemampuan  dan  mengurangi limbah pelengkungan rotan. Waktu pemanasan rotan dengan gelombang mikro sebaiknya kurang dari 2 menit, karena pemanasan selama 3 menit mengakibatkan beberapa contoh uji hangus dan terbakar. Waktu pemanasan berpengaruh nyata terhadap  kehilangan berat akibat banyaknya komponen dalam  batang rotan yang menguap. Waktu pemanasan tidak berpengaruh  nyata terhadap radius lengkung yang dicapai oleh potongan  rotan. Pemanasan dengan gelombang mikro untuk pelengkungan  rotan sangat potensial untuk dikembangkan.
ISOLASI DAN SIFAT LIGNIN DARI LARUTAN SISA PEMASAK PABRIK PULP (Isolation and properties of lignin from black liquor of pulp industry) Tjutju Nurhayati; Ridwan Ahmad Pasaribu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3547.205 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.3.110-116

Abstract

the study is aimed to find the isolation techniques and properties al lignin component of black Liquors from pulp industry.The samples were taken from Basuki Rahmat pulp industry, namely black liquor of sulfate pulping from evaporator (with pH 13. 52) and from digester (pH 10.58), and from Basuki Teguh, namely neutral sulfite semi chemical pulping (pH 6.85). The isolation was conducted by using two kinds of acid i.e. sulphuric acid 2 N and chloric 2 N each at pH 3. and pH 5.The result revealed that the yield and quality of lignin isolated at pH 2 was higher than other pH levels. At this pH level, the lignin produced from sulfate pulping black liquor of exporator was 21.04%, and from digester was 7.47 %, and of neutral sulfide semi chemical pulping was 0.57%. the lignin properties of each black liquor were as the following : pure lignin content was 70.41 %, 72. 55 % and 68. 29 % , respectively ; methoxyl content was 5. 62 %, 11.17 % and 8. 95 % respectively, and particle surface area was 33.87 m3/g, 29.81 m2/g and 28.03 m2/g, respectively,Different from other lignin properties, highest acidity and water absorption capacity of lignin was produced by one which was isolated by chloric acid at pH level 5. the water absorption capacity and lignin acidity of sulfate pulping black liquor of evaporator was 122.45% and pH 6; and of digester was 119. 17 % and pH 6.03; and of neutral sulfide semi chemical pulping was 116.60 % and pH 5.53.

Page 54 of 156 | Total Record : 1559


Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue