cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
UBARAMPE SELAMATAN PERNIKAHAN DI KRATON SURAKARTA DALAM SERAT MUMULEN KARYA K.R.A SASTRA NEGARA Ika Damayanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.845 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan naskah Serat Mumulen; (2) mentransliterasikan diplomatis dan ortografis naskah Serat Mumulen; (3) mengetahui ubarampe sajen yang terdapat dalam naskah Serat Mumulen; dan (4) Mencari nilai religius dan nilai budaya yang terdapat dalam naskah Serat Mumulen. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, catat dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan melalui tiga ranah, yaitu tesis (teori), antitesis (data), dan sintesis (analisis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) deskripsi naskah Serat Mumulen menyajikan berbagai informasi mengenai keadaan fisik pada naskah yang menjadi subjek penelitian; (2) naskah kemudian ditransliterasikan ke dalam tulisan latin baik secara diplomatis maupun ortografis; (3) naskah Serat Mumulen karya K. R. A. Sastra Negara menceritakan tentang acara keraton yakni berbagai macam ubarampe sesaji yang digunakan untuk dipersembahkan kepada roh-roh leluhur kraton Surakarta khususnya untuk para Nabi pada masa Pakubuwana IX ketika dilakukannya upacara pernikahan. Secara garis besar ubarampe sesaji yang ada di kraton Surakarta memiliki falsafah: (a) sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Swt.; (b) sebagai permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan; dan (c) supaya manusia selalu menjaga kesehatan agar selalu sehat dan segar; (4) nilai religius meliputi: (a) mengirimkan doa kepada para Nabi; (b) memohonkan maaf dan perlindungan kepada-Nya; (c) bersyukur kepada Allah Swt.; sedangkan nilai budayanya adalah melestarikan budaya peninggalan nenek moyang yaitu memberikan ubarampe sesaji pada upacara selamatan pernikahan di Kraton Surakarta.   Kata Kunci: ubarampe, serat mumulen
BAHASA JAWA DI DESA KERTODESO KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN Paramita Dewi Anggraeni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.736 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) realisasi fonologis pada bahasa Jawa di Desa Kertodeso, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen; (2) bentuk leksikon pada bahasa Jawa di Desa Kertodeso, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Teknik analisis data menggunakan metode padan dan metode agih, sedangkan teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal dan formal. Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa: tedapat persamaan dan perbedaan antara bahasa Jawa di Desa Kertodeso dengan bahasa Jawa standar. Dari aspek fonologi terdapat sedikit perbedaan yaitu pada vokal /i/ dan /u/ banyak direalisasikan menjadi [I] dan [U]; fonem /i/ direalisasikan menjadi [I]; alis [alIs] fonem /u/ direalisasikan menjadi [U]; bathuk [baṭUk]. Dari aspek leksikon pada bahasa Jawa seperti kata: tigol [tigɔl] yang dalam bahasa Indonesia artinya jatuh, biasanya dalam bahasa Jawa standar disebut dengan tiba [tibɔ]; jekot [jəkot] yang dalam bahasa Indonesia artinya ambil, biasanya dalam bahasa Jawa standar disebut dengan jupuk [jupU?], gendok [gəndok] yang dalam bahasa Indonesia artinya sampai, biasanya dalam bahasa Jawa standar disebut dengan tekan [təkan].   Kata kunci: Fonologi, Leksikon
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SYAIR TEMBANG MACAPAT MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA N 1 MIRIT TAHUN AJARAN 2013/ 2014 Retno Werdiningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.619 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan media gambar dalam pembelajaran menulis syair tembang macapat pada siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Mirit tahun ajaran 2013/2014; (2) peningkatan hasil belajar keterampilan menulis syair tembang macapat dengan media gambar  pada siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Mirit tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Mirit yang berjumlah 26 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain menurut Suharsimi Arikunto. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan dalam siklus I dan II yaitu dengan menggunakan media gambar.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes dan nontes yang berupa lembar observasi dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan lembar penilaian berupa tes menulis syair tembang macapat dan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data pada pembelajaran menulis syair tembang macapat yaitu (1) langkah-langkah pembelajaran menulis syair tembang macapat terdiri dari tiga pertemuan yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan dalam siklus I menggunakan media gambar dengan tema “Pahlawan”. Pelaksanaan tindakan dalam siklus II menggunakan media gambar dengan tema “Pendidikan”;  (2) nilai keterampilan menulis syair tembang macapat mengalami peningkatan setiap siklusnya. Rata-rata nilai keterampilan menulis syair tembang macapat pada prasiklus sebesar 63,23, rata-rata siklus I sebesar 75,07, dan rata-rata siklus II sebesar 82,76. Peningkatan keterampilan menulis syair tembang macapat pada prasiklus ke siklus I adalah 11,84, siklus I ke siklus II adalah 7,69, prasiklus ke siklus II adalah 19,53.   Kata Kunci: menulis, tembang macapat, media gambar.
PENGARUH METODE KUANTUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR APRESIASI CERKAK “MBAH BAKRI” KARYA LASIH PADA SISWA KELAS IX SMP PGRI BUTUH KABUPATEN PURWOREJO TAHUN AJARAN 2013/2014 Ritah Kurniawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.733 KB)

Abstract

  Abstrak: Tujuan penelitian ini guna mengungkap: (1) mendeskripsikan penerapan metode kuantum dalam pembelajaran apresiasi cerkak “Mbah Bakri” karya Lasih pada siswa kelas IX SMP PGRI Butuh Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 dan ; (2) mendeskripsikan prestasi belajar apresiasi cerkak “Mbah bakri” karya Lasih siswa kelas IX SMP PGRI Butuh Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2013/ 2014 setelah memperoleh pembelajaran dengan metode kuantum dibanding dengan metode ceramah. Penelitian ini menggunakan acuan teori metode kuantum yang dikemukakan oleh De Porter (2010:5). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 pertemuan untuk tiap kelasnya. Kelas eksperimen diberi pembelajaran metode kuantum sedangkan kelas kontrol diberi pembelajaran metode ceramah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan non tes. Instrumen yang digunakan berupa soal tes pilihan ganda yang telah diuji validitas soal, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa (1) apresiasi cerkak “Mbah Bakri” karya Lasih siswa kelas IX SMP PGRI Butuh Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2013/ 2014 telah berhasil dilakukan dengan penerapan metode pembelajaran kuantum dengan menggunakan sistem tandur; (2) diperolehnya hasil analisis data penelitian, pengolahan dan pembahasan  hipotesis menggunakan uji-t pihak kanan diperoleh  tobservasi = 1,942347768 dan ttabel = 1,645 dengan syarat H1 dapat diterima  apabila tobservasi > ttabel. Dari perhitungan diperoleh tobservasi = 1,942347768 > ttabel = 1,645, diambil kesimpulan bahwa kemampuan mengapresiasi cerkak siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode pembelajaran kuantum lebih baik dari pada  siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode pembelajaran ceramah.   Kata kunci : cerkak, metode kuantum
ANALISIS MORFOFONEMIK CERITA BERSAMBUNG PEDHALANGAN ASWATAMA ANGLANDHAK DALAM MAJALAH DJAKA LODANG TAHUN 2012 KARYA MULYANTARA Ani Rahayu
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.295 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) proses morfofonemik yang terjadi akibat proses morfologis dalam cerita bersambung pedhalangan Aswatama Anglandhak karya Mulyantara; (2) fonem yang mengalami proses morfofonemik dalam cerita bersambung pedhalangan Aswatama Anglandhak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berupa cerita bersambung pedhalangan Aswatama Anglandhak karya Mulyantara sedangkan objek penelitian yang digunakan adalah bentuk kata yang mengalami proses morfofonemik. Instrumen yang utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung oleh buku acuan sebagai referensi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca markah dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif. Teknik penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) proses morfofonemik yang terjadi akibat proses morfologis antara lain dibagi menjadi tiga, yaitu penambahan fonem, perubahan fonem, dan penghilangan fonem; (2) fonem yang mengalami proses morfofonemik antara lain fonem /a/, /b/, /c/, /d/, /dh/, /e/, /g/, /j/, /k/, /l/, /o/, /p/, /r/, /s/, /t/, /u/ dan /w/.   Kata kunci: morfofonemik, cerita bersambung
ANALISIS PERWATAKAN TOKOH UTAMA NOVEL NI WUNGKUK KARYA ANY ASMARA Meiti Susanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.043 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur yang terdapat dalam novel Ni Wungkuk karya Any Asmara, (2) mendeskripsikan perwatakan tokoh utama dalam novel Ni Wungkuk karya Any Asmara dengan menggunakan teknik dramatik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Ni Wungkuk karya Any Asmara. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu kertas pencatat data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) tema novel Ni Wungkuk karya Any Asmara adalah ketegaran dan kesabaran seorang Ni Wungkuk. Tokoh utama yaitu Suwarni atau Ni Wungkuk dan tokoh tambahan adalah R. Bei Tedjomoyo, R. Ayu Tedjomoyo, Rahayu Prihatmi, Suwarti, R. Ajeng Titisariningsih, R. M Sutidjo, Lurah Sulardi, Si Mun, Mbok Soma, Pak Karja. Alur dalam novel ini menggunakan alur maju karena ceritanya urut dari tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks dan tahap penyelesaian. Latar meliputi latas waktu, latar tempat dan latar sosial. Sudut pandang atau pusat pengisahan novel Ni Wungkuk karya Any Asmara menggunakan sudut pandang orang ketiga (pengamat). Gaya bahasa dalam novel Ni Wungkuk karya Any Asmara menggunakan kiasan tak langsung yaitu simile dan kiasan langsung yang meliputi: metafora, antithesis, sarkasme, hiperbola, dan klimaks; (2) perwatakan tokoh utama dalam novel Ni Wungkuk karya Any Asmara digambarkan dengan teknik dramatik yang meliputi teknik cakapan, teknik tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik arus kesadaran, teknik reaksi tokoh, teknik reaksi tokoh lain, teknik pelukisan latar dan teknik pelukisan fisik.   Kata Kunci: perwatakan tokoh utama, novel Ni Wungkuk
KAJIAN STRUKTURAL DALAM SERAT PARARATON: KEN ANGROK Diana Prastika
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.611 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) naskah Serat Pararaton: Ken Angrok, (2) struktur naskah Serat Pararaton: Ken Angrok yang meliputi: tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Serat Pararaton: Ken Angrok, dengan data primernya yaitu isi dari Serat Pararaton: Ken Angrok koleksi perpustakaan Radya Pustaka, Surakarta dengan kode SMP-RP 15 dan data sekunder yang meliputi: (1) isi dari Serat Pararaton Ken Arok I, (2) isi dari Serat Pararaton Ken Arok II, dan (3) isi dari Serat Pararaton Ken Arok III. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, dan teknik catat. Instrumen pengumpulan data ialah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat-alat seperti nota pencatat data dan alat tulis. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh hasil penelitian bahwa naskah Serat Pararaton: Ken Angrok keadaannya masih baik, tulisannya masih dapat dibaca dan halamannnya masih lengkap. Naskah Serat Pararaton: Ken Angrok menceritakan tentang raja-raja di Singasari dan Majapahit. Naskah  Serat Pararaton: Ken Angrok bertemakan kepahlawanan dan beralur maju dengan tokoh utama Ken Angrok dan tokoh pendamping Ken Endok, Tunggul Ametung dan Ken Dedes. Latar tempat dalam Serat Pararaton: Ken Angrok meliputi: Karuman, Tumapel dan Majapahit. Latar waktu meliputi: pagi hari, sore hari, malam hari , hari dan tahun. Latar sosial meliputi status sosial, kepercayaan, kebiasaan dan perilaku yang dilakukan oleh para tokoh dalam naskah Serat Pararaton: Ken Angrok. Pengarang dalam menceritakan isi naskah Serat Pararaton: Ken Angrok menggunakan sudut pandang persona ketiga dan menggunakan majas simbolik yang termasuk majas perbandingan. Naskah Serat Pararaton: Ken Angrok mengisyaratkan pesan bahwa setiap kerja keras akan membuahkan hasil pada waktunya.   Kata kunci: Struktural Sastra , Serat Pararaton
SENI TRADISI UJUNGAN PADA MASYARAKAT DESA GUMELEM WETAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA Desy Dwijayanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.925 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pementasan kesenian tradisi Ujungan di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. 2) fungsi folklor kesenian tradisi Ujungan di Desa Gemelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. 3) cerita rakyat yang terdapat pada kesenian tradisi Ujungan di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Juru Kunci (Sesepuh), ketua paguyuban, pemain (Wlandang), ketua musik gamelan, tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Gumelem Wetan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil wawancara, catatan harian, rekaman/video dan foto-foto. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi nonpartisipan, wawancara terbuka, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini menggunakan human instrumen dan dibantu dengan alat bantu lainnya. Teknik keabsahan data ini menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data, peneliti menggunakan model etnografi. Hasil penelitian ini adalah 1) pementasan kesenian tradisi Ujungan di Desa Gumelem Wetan yang meliputi pra pementasan sampai dengan pasca pementasan, 2) fungsi folklor kesenian tradisi Ujungan di Desa Gumelem Wetan meliputi fungsi sosial, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi, fungsi tradisi, dan fungsi hiburan, 3) cerita rakyat yang terdapat pada kesenian tradisi Ujungan yaitu dua orang tokoh petani yang bernama Ki Nayabesari dan Ki Singakerti sedang memperebutkan air pada saat musim kemarau.   Kata kunci: Ujungan, Seni Tradisi
ANALISIS PENYIMPANGAN PRINSIP KERJASAMA DAN PRINSIP KESOPANAN DALAM ACARA DAGELAN CURANMOR DI YES RADIO CILACAP Eka Setyowati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.709 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penyimpangan prinsip kerja sama dalam acara dagelan curanmor di Yes radio Cilacap, (2) penyimpangan prinsip kesopanan dalam acara dagelan curanmor di Yes Radio Cilacap. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 10 cerita humor dalam acara dagelan curanmor di Yes Radio Cilacap. Objek penelitian ini adalah jenis penyimpangan prinsip kerja sama dan penyimpangan prinsip kesopanan dalam acara dagelan curanmor di Yes Radio Cilacap. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kartu pencatat data, alat perekam seperti telepon seluler, kertas dan pena. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik catat, dan teknik wawancara.Teknik analisis menggunakan teknik telaah pustaka, teknik analisis isi, dan teknik penyajian data menggunakan metode informal.  Berdasarkan hasil analisis deskriptif hasil dari penelitian yaitu: (1) terdapatnya bentuk pelanggaran prinsip kerja sama pada cerita kumpulan humor dalam acara dagelan curanmor di Yes Radio Cilacap sebanyak 40 bentuk tuturan; 12 maksim kuantitas, 15 maksim kualitas, 9 maksim relevansi dan 4 maksim pelaksanaan. (2) terdapatnya bentuk pelanggaran prinsip kesopanan pada cerita kumpulan humor dalam acara dagelan curanmor di Yes Radio Cilacap sebanyak 78 bentuk tuturan;  32 maksim kebijaksanaan,  9 maksim kemurahan, 24 maksim penerimaam, 6 maksim kerendahan hati, 5 maksim kecocokan dan 2 maksim kesimpatian.   Kata kunci: prinsip kerja sama, prinsip kesopanan, curanmor
CERITA RAKYAT GUNUNG SRANDIL DI DESA GLEMPANG PASIR KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP (TINJAUAN FOLKLOR) Dyah Susanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) bentuk Cerita Rakyat Gunung Srandil di Desa Glempang Pasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, (2) unsur mitos yang berkembang di Gunung Srandil di Glempang Pasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, (3) persepsi masyarakat Desa Glempang Pasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap tentang Cerita Rakyat Gunung Srandil, (4) fungsi folklor dalam Cerita Rakyat Gunung Srandil di Desa Glempang Pasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Tempat penelitian dilakukan di Desa Glempang Pasir kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, waktu penelitian mulai bulan September 2013 sampai Januari 2014. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif.Sumber data dalam penelitian ini berupa informasi dan dokumentasi yang diperoleh dari narasumber yang mengerti dan paham tentang Cerita Rakyat Gunung Srandil dan buku-buku, rekaman, foto-foto, data monografi, serta referensi yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi partisipan, yaitu ikut terlibat baik pasif maupun aktif.Instrumen dalam penelitian ini yaitu handphone untuk merekam wawancara dan kamera digital untuk mengambil gambar dan merekam.Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan budaya berupa etnografi yaitu penelitian untuk mendiskripsikan kebudayaan sebagaimana adanya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, di dalam Cerita Rakyat Gunung Srandil dimana peneliti memfokuskan pada (1) bentuk Cerita Rakyat Gunung Srandil merupakan cerita rakyat berbentuk mite dan legenda, dibuktikan adanya tempat yang berkaitan dengan adanya cerita tersebut, seperti keberadaan Gunung Srandil, tradisi budaya yang terkait dengan keberadaan Cerita Rakyat Gunung Srandil, (2) unsur mitos yang terkandung dalam Cerita Rakyat Gunung masih dipercaya oleh tokoh masyarakat sekitar maupun peziarah yang datang dari luar kota, (3) persepsi masyarakat Desa Glempang Pasir masih banyak yang mengakui keberadaan Cerita Rakyat Gunung Srandil dan petilasan yang ada, responden dari kelompok usia dan kelompok pendidikan, (4) fungsi folklor yang terkandung dalam Cerita Rakyat Gunung Srandil, yaitu fungsi kultural, fungsi sosial, fungsi religi dan fungsi keindahan.   Kata kunci: cerita rakyat, gunung srandil, folklor