cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
KAJIAN NILAI MORALITAS PADA CERITA BERSAMBUNG DEWI KUNTULWILANTEN DALAM MAJALAH DJAKA LODANG EDISI 30-41 TAHUN 2012/2013 Dani Intan Rianti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.595 KB)

Abstract

Abstrak: Kajian Nilai Moralitas Pada Cerita Bersambung“Dewi Kuntulwilanten” dalam Majalah Djaka Lodang Edisi 30-41 Tahun 2012/2013. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan struktur pembangun yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, dan latar yang terdapat dalam cerita bersambung Dewi Kuntulwilanten dalam Majalah Djaka Lodang Edisi 30-41 Tahun 2012/2013 dan, 2) mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita bersambung Dewi Kuntulwilanten dalam Majalah Djaka Lodang Edisi 30-41 Tahun 2012/2013. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat dan pustaka. Instrumen utama adalah peneliti serta instrumen penunjang lainnya bolpoin dan kartu data. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis. Selanjutnya teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) unsur instrinsik meliputi: tema cerbung Dewi Kuntulwilanten ialah Kurawa dan Pandawa yang mendapat wangsit dari dewa jika ingin memenangkan perang Bharatayuda harus mempersunting putri  Slagahima yang bernama Dewi Kuntulwilanten. Alur cerita bersambung Dewi Kuntulwilanten tersebut adalah alur maju yakni berawal dari para pihak Pandhawa dan Kurawa yang menerima wangsit dari dewa jika ingin memenangkan perang Bharatayuda harus memperistri Dewi Kuntulwilanten dan pada akhirnya Prabu Puntadewa dari pihak Pandhawa yang mempunyai kepribadian baik yang dipilih oleh Dewi Kuntulwilanten . Tokoh utama terdiri dari: Prabu Jumanten, Dewi Kuntulwilanten, Prabu Duryudana, dan Raden Arya Sena. Latar terdapat di kerajaan Astinapura, negara Sokalima, negara Giripanataran, dan negara Ngamarta. (2) nilai moralitas pada cerita bersambung Dewi Kuntulwilanten terdiri; a) hubungan manusia dengan diri sendiri; (b) hubungan manusia dengan manusia lain; c) hubungan manusia dengan Tuhan.   Kata Kunci: Nilai Moral, Cerbung Dewi Kuntulwilanten
FUNGSI TRADISI SRAKALAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT PADA TAHUN 1980 DAN TAHUN 2013 DI DESA PIYONO KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO (KAJIAN PERUBAHAN BUDAYA) Ratna Lestari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.572 KB)

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) Prosesi tradisi srakalan yang dilaksanakan di desa Piyono, (2) Makna simbolis ubarampe yang digunakan dalam tradisi srakalan di desa Piyono, dan (3) perubahan fungsi tradisi srakalan terhadap kehidupan social masyarakat pada tahun 1980 dan tahun 2013 di desa Piyono Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di desa Piyono, waktu penelitian dimulai dari bulan Maret 2013 sampai Maret 2014. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dengan wawancara semi terstruktur dan teknik catat terhadap para informan yang telah mengetahui tradisi srakalan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode pustaka, observasi, dan wawancara mendalam dengan narasumber yang aktif pelaksanaan tradisi srakalan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan handphone untuk merekam dan kamera untuk mengambil gambar serta merekam. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (a) Prosesi tradisi srakalan yaitu persiapan dan pelaksanaan tradisi srakalan, (b) ubarampe dan makna simbolis dalam tradisi srakalan:payung. Maknanya untuk pelindung, ketika bayi menjadi seorang pemimpin diharapkan bias mengayomi. Godhongtowo, maknanya untuk penyejuk. Beras kuning yang dicampur dengan uang receh, maknanya untuk kemakmuran dan saling menolong dengan harta yang dimiliki, jenang abang putih, melambangkan ayah dan ibu, sebagai anak harus patuh pada orang tua, bunga tujuh rupa, melambangkan dengan keanekaragaman dan kemajemukan masyarakat, manusia di tuntut untuk lebih sabar dalam berusaha dan beribadah kepada Allah Swt, dan(c) Perubahan fungsi tradisi srakalan pada tahun 1980 dan tahun 2013 secara umum membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat, yakni membantu dalam pembentukan karakter masyarakat yang berada di desa Piyono kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo, srakalan juga menunjukkan membawa fungsi perubahan pada tingkat kesadaran masyarakat untuk menjadi masyarakat yang lebih baik dalam beragama dan meciptakan kebaikan bagi diri sendiri dan juga masyarakat, yang salah satunya kebaikan tersebut diwujudkan dengan memanjatkan kalimat toyibah melalui budaya srakalan.   Kata Kunci: Prosesi srakalan, makna ubarampe, perubahan fungsi.  
ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL DALAM NOVEL KIRTI NJUNJUNG DRAJAT KARYA R. Tg. JASAWIDAGDA Anggit Hajar Maha Putra
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.704 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud penanda kohesi gramatikal antarkalimat yang terdapat dalam novel Kirti Njunjung Drajat Karya R. Tg. Jasawidagda; (2) wujud penanda kohesi leksikal antarkalimat yang terdapat dalam novel Kirti Njunjung Drajat Karya R. Tg. Jasawidagda. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel yang berjudul Kirti Njunjung Drajat Karya R. Tg. Jasawidagda, terdiri dari sebelas bab yang diterbitkan oleh KIBLAT (Anggota IKAPI), Bandung pada tahun 2012. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah buku-buku wacana dan nota pencatat data. Teknik pengumpulan data digunakan teknik simak, teknik pustaka dan teknik catat. Teknik analisis data digunakan teknik lesap, teknik ganti dan teknik BUL (bagi unsur langsung). Teknik penyajian analisis data menggunakan metode penyajian formal dan informal. Hasil penelitian ini yaitu: (1) wujud penanda kohesi aspek gramatikal meliputi: reference (pengacuan) yang didominasi pengacuan persona I tunggal bebas yaitu kula “saya, subtitution (penyulihan), ellipsis (pelesapan), dan conjungtion (perangkaian) yang terdiri dari konjungsi koordinatif lan ‘dan’, mbokmenawa ‘kalau’ dan konjungsi adversatif nanging ‘tetapi’; (2) wujud penanda kohesi aspek leksikal meliputi: sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), hiponimi, repetisi (pengulangan) yang ditemukan yaitu repetisi epizeukis, dan repetisi tautotes, kolokasi (sanding kata), dan ekuivalensi.   Kata kunci: kohesi gramatikal, leksikal dan novel
BENTUK DAN MAKNA VERBA DENOMINAL BAHASA JAWA DALAM SARIWARTA PADA PANJEBAR SEMANGAT EDISI TAHUN 2011 Dwi Cahyaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.926 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses perubahan bentuk verba denominal bahasa Jawa dalam Sariwarta pada Panjebar Semangat, (2) mendeskripsikan proses perubahan makna kata verba denominal bahasa Jawa dalam Sariwarta pada Panjebar Semangat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sumber data  penelitian ini adalah majalah Panjebar Semangat  tahun 2011 dalam rubik Sariwarta sebanyak 53 edisi. Penelitian difokuskan pada proses pembentukan kata dan perubahan makna kata.  Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan menggunakan metode agih. Hasil analisis diperoleh dengan teknik gabungan  yaitu teknik formal dan informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) perubahan bentuk kata verba denominal bahasa Jawa terdapat tiga perubahan,  yaitu:  (a) perubahan kata jadian yang diturunkan dari kata dasarnya yaitu dengan proses afiksasi atau imbuhan yang berupa prefiks, sufiks, infiks, konfiks dan afiks gabung. Misalnya kata nyapu ‘menyapu’ diturunkan dari kata sapu ‘sapu’. Proses morfologisnya sebagai berikut: nyapu (ny- + sapu). (b) perubahan bentuk kata ulang yang diturunkan dari bentuk dasarnya. Dalam penelitian ini ditemukan dwipurwa, misalnya agegaman ‘bersenjata’ yang diturunkan dari kata benda yaitu gaman ‘alat sejenis sabit’ . Ulang afiks, misalnya kata bal-balan ‘bermain bola’ yang diturukan dari kata benda bal ‘bola’. (c) perubahan kata majemuk yaitu pada kata mbuntut ula. (2) perubahan makna verba denominal bahasa Jawa, ditemukan 21 macam perubahan makna verba denominal pada Panjebar Semangat tahun 2011.   Kata kunci: Bentuk, Verba Denominal
MITOS PESAREAN MBAH DAMARWULAN DALAM TRADISI SELAMETAN SURAN DI DESA SUTOGATEN KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO Siti Nurfaridah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.94 KB)

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) proses tradisi selametan suran di Desa Sutogaten. (2) makna simbolis sesaji yang terkandung dalam ubarampe yang digunakan dalam tradisi selametan suran di Desa Sutogaten. (3) persepsi masyarakat terhadap eksistensi mitos Mbah Damarwulan dalam tradisi selametan suran di Desa Sutogaten. Setting penelitian berupa tempat dan waktu yang dilakukan di Desa Sutogaten Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, waktu penelitian mulai bulan September 2013 sampai Maret 2014. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa informasi dan dokumentasi yang diperoleh dari nara sumber yaitu perangkat desa, masyarakat Desa Sutogaten dan buku-buku yang berhubungan dengan mitos dan tradisi selametan suran. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi, dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi partisipan yaitu ikut terlibat baik pasif maupun aktif. Instrumen dalam penelitian ini yaitu handphone untuk merekam wawancara dan kamera digital untuk mengambil gambar dan merekam. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan budaya berupa etnografi yaitu penelitian untuk mendiskripsikan kebudayaan sebagai mana adanya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, di dalam tradisi selametan suran di mana peneliti memfokuskan pada (1) proses tradisi selametan suran di Desa Sutogaten, adapun yang dianalisis meliputi  proses tradisi selametan suran berlangsung yaitu dari tahap pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. (2) makna simbolis sesaji yang terkandung dalam ubarampe yang digunakan dalam tradisi selametan suran meliputi 9 sesaji macam yang memiliki makna secara harfiah. (3) persepsi masyarakat terhadap eksistensi Mitos Damarwulan dalam tradisi selametan suran, persepsi dari masyarakat Desa Sutogaten sendiri di pandang menjadi tiga yakni dari segi keagamaan, segi kebudayaan, dan segi kemasyarakatan.   Kata kunci: selametan, makna sesaji, persepsi, mitos
ANALISIS MORFOFONEMIK NOVEL KADURAKAN ING KIDUL DRINGU KARYA SUPARTO BRATA Desi Fatmawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.077 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses morfofonemik dalamnovel Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata, dan (2) bentuk morfofonemik dalamnovel Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata. Subjek penelitian ini adalah novel Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata yang diterbitkan oleh Narasi Yogyakarta cetakan pertama 2012, dengan tebal 192 halaman. Objek dalam penelitian ini adalah satuan gramatikal yang berupa kata yang mengalami proses morfofonemik meliputi perubahan fonem, penambahan fonem, dan penghilangan fonem. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik observasi.Instrumen penelitiannya berupa tabel yang berguna untuk mengelompokkan data.Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dan data disajikan dengan teknik informal.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa (1) proses morfofonemik dalam novel Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata dibagi menjadi tiga yaitu: perubahan fonem, penambahan fonem, dan penghilangan fonem; (2) bentuk morfofonemik dalam novel Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata dibagi menjadi tiga yaitu: perubahan fonem meliputi; (a) morfem {N-} bertemu dengan kata dasar bersuku kata satu, morfem tersebut berubah menjadi  {nge-}, (b) morfem {N-} bertemu dengan kata dasar yang dimulai dengan fonem /p, w, b, m/, morfem tersebutberubah menjadi{m-},(c) morfem {N-} bertemu dengan fonem /t, d, th, dh/, morfem tersebutberubah menjadi {n-}, (d) morfem {N-} bertemu dengan fonem /k, g, r, l, w/, morfem tersebutberubah menjadi {ng-},(e) morfem {N-} bertemu dengan fonem /s, c, j, ny/, morfem tersebut berubah menjadi {ny-}; penambahan fonem meliputi;(a) morfem {N-} bertemu dengan kata dasar yang diakhiri dengan vokal dan bertemu dengan akhiran {-ake}, dapat terjadi  penambahan fonem baru /k/,(b) morfem {dak-/tak-, kok-/tok-, di-, ka-} bertemu dengan  kata dasar yang diakhiri dengan vokal dan bertemu dengan akhiran {-ake}, dapat terjadi  penambahan fonem baru /k/, (c) morfem {N-} bertemu dengan kata dasar yang diakhiri dengan konsonan dapat terjadi  penambahan fonem baru /e/ yang berada di antara kedua morfem sebelumnya,(d) morfem {N-} bertemu dengan kata dasar yang di akhiri dengan konsonan dan bertemu dengan akhiran {-ake}, dapat terjadi  penambahan fonem baru /e/ yang berada di antara kedua morfem sebelumnya;penghilangan fonem meliputi; hilangnya fonem /a/.   Kata kunci: morfofonemik, novel
HUBUNGAN ANTARA UNGGAH-UNGGUH DENGAN KEMAMPUAN BERBAHASA JAWA KRAMA SISWA SMA WIDYA KUTOARJO KELAS XII TAHUN 2012-2013 Yunita Wulandari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.694 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara unggah-ungguh dengan kemampuan berbahasa jawa ragam krama siswa kelas XII SMA Widya Kutoarjo Tahun 2013-2014. Penelitian termasuk penelitian korelasional yaitu mencari hubungan antar variabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian random sampling. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII Widya Kutoarjo Tahun 2013-2014. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan jumlah responden 61 siswa. Variabel penelitian ini adalah unggah-ungguh dan kemampuan berbahasa jawa ragam krama. Instrumen yang digunakan adalah dengan angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasional. Hasil penelitian merupakan koefisien korelasi antar variabel. Hasil analisis data, hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara unggah-ungguh dengan kemampuan berbahasa jawa krama siswa Kelas XII SMA Widya Kutoarjo Tahun 2013-2014. Adanya hubungan tersebut ditunjukkan oleh harga koefisien korelasi sebesar rxy= 0,640. Keeratan hubungan kedua variabel terlihat dari koefisien determinan sebesar 0,00 Hal ini mengandung arti bahwa unggah-ungguh memberikan konstribusi sebesar 64,0 % kepada kemampuan berbahasa jawa krama siswa Kelas XII SMA Widya Kutoarjo Tahun 2013-2014.   Kata kunci : unggah-ungguh, kemampuan, korelasional
ANALISIS SEMIOTIK PADA ANTOLOGI GEGURITAN BENGKEL SASTRA JAWA 2003 “LAYANG SAKA GUNUNGKIDUL” Lastri ani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.066 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pembacaan heuristik dalam antologi geguritan bengkel sastra Jawa 2003 “layang saka Gunungkidul”; (2) mendeskripsikan pembacaan hermeneutik dalam antologi geguritan bengkel sastra Jawa 2003 “layang saka Gunungkidul”. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu antologi geguritan Bengkel Sastra Jawa 2003 “Layang saka Gunungkidul”. Objek dalam penelitian ini yaitu satuan bahasa gramatikal sajak-sajak geguritan dalam antologi geguritan Bengkel Sastra Jawa 2003 “Layang saka Gunungkidul”. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan metode analisis isi. Hasil analisisnya adalah pada antologi geguritan Bengkel Sastra Jawa 2003 “Layang saka Gunungkidul” terdapat beberapa penyimpangan frasa dan sintaksis yang sulit dibaca oleh pembaca, sehingga analisis pembacaan heuristik dianggap sangat membantu pembaca dalam memaknai geguritan yang terdapat di dalamnya. Konvensi ketaklangsungan ekspresi yang terdapat dalam antologi geguritan Bengkel Sastra Jawa 2003 “Layang saka Gunungkidul” lebih banyak disebabkan oleh penggunaan penggantian arti dan penggunaan bahasa kiasan. Keseluruhan makna yang terdapat dalam antologi geguritan Bengkel Sastra Jawa 2003 “Layang saka Gunungkidul” adalah tentang kritik, saran, dan nasihat yang ditujukan kepada manusia tentang bagaimana dalam menjalani kehidupan seperti halnya semangat mencari rezeki dan mencari ilmu.   Kata kunci: semiotik, geguritan
PRINSIP KESOPANAN DAN PRINSIP KERJASAMA PADA NOVEL SUMINAR KARYA TIWIEK SA Yuni Purwaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.684 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah prinsip kesopanan dan prinsip kerjasama yang terdapat pada novel Suminar karya Tiwiek SA.. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa percakapan yang dituturkan oleh para tokoh yang ada pada novel Suminar karya Tiwiek SA.  Instrumen yang digunakan yaitu Human instrument (peneliti sendiri) dengan menggunakan buku, kartu data dan media pendukung lainnya. Analisis data menggunakan analisis konten yang diuraikan secara pragmatik yang lebih menekankan pada tuturan yang mengandung prinsip kesopanan dan  prinsip kerjasama, hasil analisis berupa uraian kata-kata dalam bentuk tabel. Data disajikan dalam bentuk tabel sebanyak sepuluh tabel yang diambil dari pembahasan yang berupa uraian kata-kata. Data tersebut selanjutnya diterjemahkan dan dianalisis, sehingga diperoleh hasil yaitu; prinsip kesopanan terdapat maksim kebijaksanaan 14 indikator, maksim penghargaan/ penerimaan 6 indikator, maksim kemurahan hati / kedermawanan 8 indikator, maksim kerendahan hati / kesederhanaan 10 indikator, maksim kecocokan / permufakatan 7 indikator, dan maksim kesimpatian 6 indikator. Sedangkan prinsip kerjasama terdapat maksim kuantitas 14 indikator, maksim kualitas 12 indikator, maksim relevansi 7 indikator, dan maksim pelaksanaan 5 indikator.   Kata kunci : prinsip kesopanan, prinsip kerjasama, novel seminar  
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NOVEL JARING KALAMANGGA KARYA SUPARTO BRATA Riyana Widya Hapsari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.832 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi dan mendeskripsikan maksim-maksim dalam novel Jaring Kalamangga karya Suparto Brata. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa novel Jaring Kalamangga dan data berupa tindak tutur dan maksim-maksimnya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah alat bantu yang meliputi alat tulis dan kartu pencatat data. Tenik analisis data menggunakan metode identifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan 3 jenis tindak tutur dalam novel Jaring Kalamangga meliputi tindak tutur lokusi sebanyak 22 data tuturan, tindak tutur ilokusi sebanyak 12 data tuturan, tindak tutur perlokusi sebanyak 8 data tuturan. Prinsip kerjasama yang terdapat dalam percakapan dalam novel Jaring Kalamangga yaitu maksim kuantitas sebanyak 16 data tuturan, maksim kualitas sebanyak 5 data tuturan, maksim relevansi sebanyak 2 data tuturan, maksim pelaksanaan sebanyak 1 data tuturan. Prinsip sopan santun yang terdapat dalam percakapan novel Jaring Kalamangga yaitu maksim kebijaksanaan sebanyak 4 data tuturan, maksim penerimaan sebanyak 1 data tuturan, maksim kemurahan sebanyak 1 data tuturan , maksim kerendahan hati sebanyak 4 data tuturan, maksim kecocokan sebanyak 2 data tuturan, maksim kesimpatian sebanyak 1 data tuturan. Kata kunci: analisis tindak tutur