cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA WACANA BERHURUF JAWA DENGAN METODE STAD (STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS) SISWA KELAS X SMK PANCASILA 1 KUTOARJO TAHUN AJARAN 2013/2014 Bayu Sri Wahyuni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.701 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran membaca wacana berhuruf Jawa dengan metode STAD; (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca wacana berhuruf Jawa setelah mendapatkan pembelajaran membaca wacana berhuruf Jawa dengan metode STAD siswa kelas X TOKR D SMK Pancasila 1 Kutoarjo. Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri empat tahap yaitu: perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan releksi (reflecting). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TOKR D sejumlah 35 siswa, laki-laki 31 dan perempuan 4. Teknik pengumpulan data meliputi teknik tes yaitu membaca wacana berhuruf Jawa dan tes pilihan ganda, nontes meliputi observasi, angket, dan dokumentasi foto. Penelitian ini menggunakan validitas judgment experts. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dengan metode STAD mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca wacana berhuruf Jawa. Langkah-langkah pembelajaran membaca dengan metode STAD meliputi: prasiklus, yaitu post test awal dan angket untuk mengetahui kemampuan awal siswa; siklus I, berisi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi; siklus II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I. Dari hasil tes prasiklus terlihat rata-rata nilai kelas sebesar 56,36 meningkat menjadi 74,20 pada siklus I dengan peningkatan sebesar 17,84. Setelah dilakukan siklus II rata-rata nilai mencapai 80,39 dengan peningkatan sebesar 24,03 hasil prasiklus, dan sebesar 6,19 dari siklus I. Berdasarkan hasil nontes yang meliputi observasi, angket, dan dokumentasi foto pada siklus I dan II juga mengalami peningkatan perilaku belajar siswa kearah yang positif. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan metode STAD mampu meningkatkan keterampilan membaca wacana berhuruf Jawa siswa kelas X TOKR D SMK Pancasila 1 Kutoarjo.   Kata kunci: membaca, aksara Jawa, Student Teams-Achievement Divisions
KAJIAN FOLKLOR DALAM UPACARA NYADRAN DI PESAREAN SIMBAH LOWO IJO DI DESA SEMAGUNG KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO Ahmad Muhlasin
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.826 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) asal usul upacara nyadran, (2) rangkaian pelaksanaan upacara nyadran, (3) makna simbolik upacara nyadran, (4) fungsi folklor upacara nyadran, (5) Nilai-nilai pendidikan yang tersirat dalam upacara nyadran di Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Waktu penelitian dilakukan pada bulan April hingga September. Subjek penelitian ini adalah warga desa Semagung ataupun warga desa lain yang ikut dalam upacara nyadran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dibantu alat perekam, kamera, dan alat-alat tulis yang digunakan untuk mencatat hal-hal penting. Teknik analisis data yang digunakan berupa proses pengkajian hasil wawancara, pengamatan, dan dokumen yang telah terkumpul. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) asal usul upacara nyadran di Desa Semagung dahulunya adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt., dan penghormatan kepada Simbah Lowo Ijo, (2) Rangkaian pelaksanaan upacara nyadran di Desa Semagung meliputi: (a) sebelum dimulainya upacara nyadran membuat pintan dan uborampe terlebih dahulu, (b) inti prosesi upacara nyadran warga berkumpul di pesarean Simbah Lowo Ijo sebelum shalat Jum’at dan juru kunci memulai acara dengan prosesi atur panembah dan setelah shalat Jum’at diumumkan penyelenggara nyadran oleh Kepala Desa, (c) pembagian uborampe, dan (d) doa bersama sebagai akhir prosesi upacara nyadran. (3) Makna simbolik upacara nyadran yaitu ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt, (4) Fungsi folklor upacra nyadran meliputi: fungsi ritual, fungsi sosial, fungsi pranata sosial dan fungsi pelestarian tradisi.   Kata kunci: kajian folklor, nyadran, pesarean Simbah Lowo Ijo
KAJIAN FEMINISME DALAM NOVEL ASTIRIN MBALELA KARYA PENI Gigih Dessy Anggarani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.001 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan struktur pembangun berupa tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, (2) mendeskripsikan gambaran feminisme tokoh utama yang terdapat dalam novel Astirin Mbalela karya Peni. Teknik analisis data  digunakan teknik analisis isi, dan dalam penyajian hasil analisis peneliti menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel Astirin Mbalela karya Peni terdiri dari  (i) tema yang terkandung adalah kerja keras wanita dalam memperjuangkan hidup, (ii) tokoh utama dalam novel Astirin Mbalela adalah Astirin dan tokoh tambahan dalam novel Astirin Mbalela adalah Pakdhe Marbun, Budhe Tanik, Buamin, Samsihi, Yohan Nur, Sahudin, Hamdaru, Ibu Miraenani, Louis Duvelier, (iii) alur yang digunakan adalah alur maju, dan (iv) latar dalam novel Astirin Mbalela karya Peni terdapat tiga latar yaitu: latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, (2) feminisme dalam novel Astirin Mbalela karya Peni dari segi citra wanita dapat dilihat sebagai berikut: (i) aspek fisik, Astirin seorang gadis desa yang mempunyai fisik yang cantik, (ii) aspek psikis, Astirin adalah wanita yang mempunyai sifat berkemauan tinggi, keras kepala, mandiri, polos dan pantang menyerah, dan (iii) aspek sosial, Astirin tampil sebagai wanita yang membongkar tempat penyelundupan calon tenaga kerja ilegal di Hotel Madusari Surabaya dan kejahatan yang dilakukan Buamin di desa Ngunut.  Perjuangan wanita yaitu menceritakan perjuangan hidup tokoh utama, pada awalnya Astirin tertipu oleh Yohan Nur, kemudian Astirin menemukan cara untuk meloloskan diri dari penyelundupan calon tenaga kerja ilegal dan berjuang lagi untuk mencari kehidupan baru dengan bekerja di sebuah Bar & Restaurant. Kata Kunci: Feminisme, Novel Astirin Mbalela
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN PERSUASIF DENGAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VIISMP PGRI 1 KLIRONG TAHUN AJARAN 2012/2013 Eni Purwaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.333 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran keterampilan menulis karangan persuasif dengan media gambar siswa SMP PGRI 1 Klirong, (2) peningkatan prestasi siswa dalam keterampilan menulis karangan persuasif dengan media gambar siswa SMP PGRI 1 Klirong, (3) perubahan perilaku siswa terhadap penerapan metode pembelajaran dengan media gambar dalam pembelajaran keterampilan menulis karangan persuasif pada siswa kelas VII SMP PGRI 1 Klirong. Prosedur penelitian tindakan kelas berupa siklus-siklus kegiatan meliputi prosedur tindakan awal, siklus I, siklus II, dan setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observation) dan refleksi (reflection). Teknik penggumpulan data yang digunakan  peneliti yaitu teknik tes dan nontes. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, sedangkan nontes berupa lembar kuesioner, lembar observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Selanjutnya, dalam teknik penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil observasi dapat diketahui bahwa siswa yang menunjukkan perhatian dan antusias dalam mengikuti pembelajaran menulis pada prasiklus 20 siswa atau 47,62%, siklus I sebanyak 27 siswa atau 64,28%, dan pada siklus II sebanyak 33 siswa atau 78,57%. Siswa yang berani dalam bertanya tentang materi pembelajaran pada prasiklus 9 siswa atau 21,43%, siklus I sebanyak 18 siswa atau 42,85%, dan siklus II sebanyak 35 siswa atau 83,33%. Hasil tes kemampuan siswa menulis karangan persuasif dengan media gambar juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata dari tahap prasiklus mencapai rata-rata sebesar 65,62 dan rerata siklus I sebesar  72,07, dan rerata hasil siklus II mencapai 75,45. Jumlah siswa yang memenuhi KKM pada kemampuan awal 18 siswa dengan presentase  42,86%. dan siklus I ada 30 siswa  dengan presentase 71,43%. Pada siklus II  ada 34 siswa dengan presentase  80,95%.   Kata Kunci: Keterampilan Menulis, Media Gambar, Karangan Persuasif
BENTUK DAN FUNGSI TRADISI MERDI DESA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT PADA TAHUN 1985 DAN 2012 DI DESA KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN (KAJIAN PERUBAHAN BUDAYA) Suci Wulandari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.446 KB)

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) perubahan bentuk tradisi merdi desa pada tahun 1985 dan 2012 di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen; (2) makna simbolis sesaji dalam tradisi merdi desa di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen; (3) fungsi merdi desa terhadap kehidupan sosial masyarakat di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Desa Krangsambung, waktu penelitian dimulai dari bulan Desember 2012 sampai Maret 2014. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah informan yang dianggap menguasai tentang tradisi merdi desa, sedangkan data dalam penelitian ini adalah informasi dari hasil wawancara dengan informan tradisi merdi desa. Instrumen penelitian menggunakan handphone untuk merekam dan kamera untuk mengambil gambar serta merekam. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) Perubahan bentuk tradisi merdi desa yang terjadi pada tahun 1985 dan 2012 yaitu sudah adanya pembentukan sistem organisasi, adanya pelaksanaan tahlilan, dan kendhuri di perempatan desa dengan perwakilan beberapa orang saja. Perubahan penggunaan sesaji yaitu hanya menggunakan lima sesaji pokok dalam prosesi tradisi merdi desa. (2) Makna simbolis sesaji dalam tradisi merdi desa sebagai wujud rasa syukur terhadap Allah Swt. atas hasil bumi yang didapat dan menjaga agar tanaman pertanian terhindar dari hama, dan untuk mempererat persatuan warga desa Karangsamung. Sesaji yang digunakan meliputi: kepala, darah, dan kaki kambing kendhit yang dibungkus dengan kain kafan, degan ijo, pisang raja, pisang ambon, kembang telon, uncet, wedang kopi, wedang teh, wedang jembawuk, wedang putih yang diberi daun tawa, jajan pasar, kecambah, kangkung, daging ayam, tempe, rokok, minyak duyung, kemenyan, pocong padi, beras kuning, air leri, kemenyan, bahan kinang, dan daun-daunan. (3) fungsi tradisi merdi desa terhadap kehidupan sosial masyarakat masih sama dan tidak mengalami perubahan, yaitu sebagai wujud rasa syukur masyarakat Karangsambung terhadap Allah Swt. atas hasil bumi yang diperoleh dan sebagai sarana pemersatu antar warga masyarakat Karangsambung.       Kata Kunci: Bentuk, fungsi, merdi desa
BENTUK, MAKNA DAN FUNGSI MANTRA DI PADEPOKAN ROGO SUTRO DESA GONDANGWINANGUN KECAMATAN NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG Welly Setiawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.59 KB)

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) bagaimana bentuk mantra yang digunakan di dalam Padepokan Rogo Sutro. (2) apa makna mantra yang digunaka di dalam Padepokan Rogo Sutro. (3) fungsi mantra yang digunakan di dalam Padepokan Rogo Sutro. Setting penelitian berupa tempat dan waktu yang dilakukan di Desa Gondangwinangun Kecamatan Ngadirejo kabupaten Temanggung, waktu penelitian mulai bulan Maret sampai Agustus 2013. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa informasi dan dokumentasi yang diperoleh dari nara sumber yaitu murid Padepokan Rogo Sutro dan buku mantra serta foto-foto ritual mantra. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi, dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi partisipan yaitu ikut terlibat baik pasif maupun aktif. Instrumen dalam penelitian ini yaitu handphone untuk merekam wawancara dan kamer digital untuk mengambil gambar dan merekam. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan budaya berupa etnografi yaitu penelitian untuk mendiskripsikan kebudayaan sebagai mana adanya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, di dalam Padepokan Rogo Sutro terdapat mantra di mana peneliti memfokuskan pada (1) bentuk mantra secara teks dan perilaku spiritualnya di Padepokan Rogo Sutro, adapun yang dianalisis meliputi bentuk mantra secara teks yaitu bahasa apa yang digunakan, berapa baris syair mantra dan perilaku spiritual mantra yaitu yang berupa perilaku apa saja yang harus dilakukan saat membaca mantra. (2) makna mantra yang meliputi analisis 37 mantra, makna disini yaitu makna secara harfiah. (3) fungsi masing-masing mantra yang ada di dalam Padepokan Rogo Sutro, mantra sendiri memiliki fungsi sugesti, mitologi dan yang utama adalah fungsi magis mistis. Mantra mampu menambah ketidak percayaan diri seseorang. Fungsi mantra sangat luas tergantung jenis mantranya.   Kata kunci: Mantra, Padepokan Rogo Sutro.  
KAJIAN FONOLOGI BAHASA JAWA DI DESA PENIRON TALUNOMBO KECAMATAN SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO Yufita Irawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.457 KB)

Abstract

Abstrak : Kajian Fonologi Bahasa Jawa di Desa Peniron Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2013. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan variasi fonologi bahasa Jawa di desa Peniron Talunombo Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. (2) Mendeskripsikan perbedaan pelafalan bahasa Jawa di desa Peniron Talunombo Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. (3) Mendeskripsikan variasi bahasa yang menjadi keunikan tersendiri di desa Peniron Talunombo Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini mengambil lokasi di desa Peniron Talunombo Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data kebahasaan diperoleh dari informan yang merupakan penduduk asli desa Peniron Talunombo yang berupa tuturan bahasa Jawa (ngoko). Pengumpulan data dilakukan dengan metode pupuan lapangan. Instrumen yang digunakan adalah daftar pertanyaan untuk wawancara terstruktur, telepon seluler untuk merekam, data lisan dari berbagai informan, pena dan kertas untuk mencatat data yang diperoleh dari lapangan baik dalam wawancara maupun hasil penyadapan. Analisis data dilakukan dengan metode padan dan metode distrubusional. Dari hasil analisis serta pembahasan di dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan:  (1) Di desa Peniron Talunombo terdapat variasi bahasa, yaitu dalam menyebutkan suatu kata yang artinya sama akan tetapi dengan pelafalan yang setiap orang berbeda-beda, seperti dalam menyebutkan kata meja ‘meja’ dengan variasi pelafalan [meja], [mejә], [mejo], [mejↄ], dan [meje]. (2) Walaupun masyarakat Peniron Talunombo hidup dalam lingkungan yang sama, namun dalam menggunakan bahasa tidak semua sama, sebagai contoh untuk melafalkan fonem /a/ sebagian masyarakat ada yang merealisasikannya menjadi [a], [o], dan [ↄ]. Fonem /i/ direalisasikan menjadi [i] dan [I], fonem [u] direalisasikan menjadi [u] dan [U], fonem /e/ direalisasikan menjadi [e], dan [ɛ], sementara fonem /ә/ tetap direalisasikan menjadi [ә]. Untuk fonem /o/ direalisasikan menjadi [o] dan [ↄ]. (3) Adanya variasi bahasa Jawa yang menjadi keunikan tersendiri di desa Peniron Talunombo yang tentunya tidak ditemukan di desa lain, sebagai contoh kata gupruk [gupruk] ‘sibuk’, sinup [sinup] ‘angker’, lembon [lɛmbↄn]‘pemalas’, ondhel [onḍel] ‘gembel’, kucur [kUcUr] ‘penakut, jidhor [jiḍↄr] ‘biarin’, dan lain sebagainya. Kata Kunci: fonologi, desa Peniron
NILAI MORAL DALAM “SERAT PALAPURANING PANITRA NALIKA DHEREK PANGARSA TEDHAK MADURA” KARANGAN R.M.NG. PRAJAKINTAKA Ahmad Subkhan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan naskah Serat Palapuraning Panitra Nalika Dherek Pangarsa Tedhak Madura, (2) mentransliterasikan naskah Serat Palapuraning Panitra Nalika Dherek Pangarsa Tedhak Madura,(3) menerjemahkan naskah Serat Palapuraning Panitra Nalika Dherek Pangarsa Tedhak Madura, (4) mencari nilai moral dalam Serat Palapuraning Panitra Nalika Dherek Pangarsa Tedhak Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah naskah Serat Palapuraning Panitra Nalika Dherek Pangarsa Tedhak Madura yang disimpan di museum Radya Pustaka, Surakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara; 1)studi pustaka dengan teknik analisis baca dan catat, dan 2) pencatatan  sumber data. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, sedangkan hasil penyajian analisis data menggunakan teknik penyajian analisis informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa naskah Serat Palapuraning Panitra Nalika Dherek Pangarsa Tedhak Madura keadaannya masih relatif terawat, tulisannya jelas dan mudah dibaca. Pembahasan data mengenai nilai moral ada tiga jenis yaitu (1) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan. Dalam kategori ini terdapat satu nilai moral yaitu memanjatkan rasa syukur (2) nilai moral yang berhubungan antara manusia dengan sesama manusia, meliputi: kasih sayang, tanggung jawab, patuh, kewajiban, hormat, dan rasa terimakasih (3) nilai moral yang berhubungan antara manusia dengan diri sendiri meliputi: sedih, senang, rindu, pengendalian diri, yakin, heran, dan setia.   Kata kunci : kajian filologi, nilai moral
PERSEPSI MASYARAKAT DAN PERKEMBANGAN KESENIAN TRADISIONAL JARAN KEPANG MUDO LANGEN BUDOYO DI DESA KEDUNG PUCANG KECAMATAN BENER KABUPATEN PURWOREJO Yesi Setya Nurbaiti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.806 KB)

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan permasalahan 1) Persepsi masyarakat tentang kesenian tradisional jaran kepang Mudo Langen Budoyo di Desa Kedung Pucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, 2) Perkembangan kesenian tradisional dalam pertunjukan jaran kepang Mudo Langen Budoyo di Desa Kedung Pucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, 3) Fungsi kesenian tradisional jaran kepang Mudo Langen Budoyo di Desa Kedung Pucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian “Persepsi Masyarakat dan Perkembangan Kesenian Tradisional jaran kepang Mudo Langen Budoyo di Desa Kedung Pucang Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo” menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu masyarakat Desa Kedung Pucang, dan pengurus paguyuban jaran kepang Mudo Langen Budoyo. Objek penelitian yaitu persepsi masyarakat, perkembangan kesenian tradisional adalah jaran kepang Mudo Langen Budoyo dan fungsi adanya kesenian tradisional jaran kepang Mudo Langen Budoyo. Lokasi penelitian berada di Desa Kedung Pucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian bahwa: 1) Persepsi masyarakat tentang kesenian tradisional jaran kepang Mudo Langen Budoyo di Desa Kedung Pucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yaitu sebagian besar masyarakat merasa senang terhibur, dan mendukung dengan adanya kesenian tradisional jaran kepang karena merupakan hiburan masyarakat yang merakyat. 2) Perkembangan kesenian tradisional jaran kepang Mudo Langen Budoyo yaitu dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup baik, kesenian jaran kepang dalam wujud sekarang ini merupakan bentuk akhir dari suatu proses peremajaan kesenian jaran kepang sebelumnya. 3) Fungsi kesenian tradisional jaran kepang Mudo Langen Budoyo meliputi : a) sebagai  sarana hiburan, b) sebagai pelestarian tradisi, c) sebagai pelepasan dan penyaluran kejiwaan, dan d) sebagai seni pertunjukan. Kata kunci: Persepsi, jaran kepang
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA NONSASTRA BERBAHASA JAWA DENGAN METODE PQRST Sri Sukaesih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.526 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) penerapan metode PQRST dalam pembelajaran membaca pemahaman wacana nonsastra berbasa Jawa dan (2) peningkatan kemampuan membaca pemahaman wacana nonsastra berbahasa Jawa siswa kelas X Ak 1 SMK N 1 Karanganyar Kebumen tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan desain PTK. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Ak 1 SMK N 1 Karanganyar (38 orang) dan guru pembimbing. Objek penelitian ini adalah penerapan  metode PQRST dan peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) pe-nerapan metode PQRST melalui tahap: peninjauan bacaan, tanya, baca, membuat ringkasan, dan tes (2) kemampuan membaca pemahaman siswa mengalami pening-katan. Nilai rata-rata kelas pada prasiklus adalah 64,66 dan pada siklus I meningkat sebesar 10,34 menjadi 75. Pada siklus II, nilai rerata siswa meningkat sebesar 10,26 menjadi 85,26 (ketuntasan 89,47%).   Kata kunci: membaca pemahaman, wacana nonsastra berbahasa Jawa, metode PQRST