cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Berhuruf Jawa Menggunakan Metode Talking Stick pada Siswa Kelas VIII B SMP Purnama Sumpiuh Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2015/2016 Iin Septi Anggraeni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.192 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis paragraf berhuruf Jawa menggunakan metode Talking Stick pada siswa kelas VIII B SMP Purnama Sumpiuh; (2) peningkatan keterampilan menulis paragraf berhuruf Jawa menggunakan metode Talking Stick pada siswa kelas VIII B SMP Purnama Sumpiuh. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Purnama Sumpiuh tahun ajaran 2015/ 2016 pada materi menulis paragraf berhuruf Jawa menggunakan metode Talking Stick. Penelitian Tindakan Kelas ini dalam tiga tahap yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pengumpulan data yaitu berupa teknik tes dan nontes berupa lembar observasi, lembar jurnal, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang masing-masing sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif. Langkah-langkah penelitian tindakan kelas yang dilakukan adalah perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan, pengamatan (Observing), refleksi (Reflecting). Hasil penelitian menggunakan metode Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan menulis paragraf sederhana berhuruf Jawa pada siswa kelas VIII B SMP Purnama Sumpiuh. Hasil nilai rata-rata semua aspek dalam menulis paragraf berhuruf Jawa pada prasiklus, aspek penggunaan aksara Jawa sebesar 2.25, aspek pasangan sebesar 1.93, aspek sandhangan sebesar 1.96, aspek tanda baca (pada) sebesar 2.82. Hasil rata-rata pada siklus I, aspek aksara Jawa sebesar3.50, pasangan 2.54, sandhangan sebesar 2.86, tanda baca (pada) sebesar 3.57. Rata-rata pada siklus II, aspek aksara Jawa sebesar 3.64, pasangan sebesar 3.11, sandhangan sebesar 3.50, tanda baca (pada) sebesar 3.61. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada prasiklus sebesar 56.03 dan pada siklus I sebesar 77.90 atau mengalami peningkatan sebesar 21.87%. Siklus II rata-rata siswa sebesar 86.61 atau mengalami peningkatan sebesar 8.71% dari siklus I.   Kata kunci: menulis, metode Talking Stick, Aksara Jawa  
Bentuk Perubahan Kesenian Tari Jathilan Desa Ketep Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Andi Kurniawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.184 KB)

Abstract

Abtrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) bentuk perubahan kesenian Jathilan antara tahun 1965 dan tahun 2015 di Desa Ketep Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang dan (2) persepsi masyarakat mengenai bentuk perubahan pada kesenian Jathilan Desa Ketep Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif, datanya dikumpulkan, dideskripsikan, dan kemudian dianalisis mengenai bentuk perubahan yang terjadi, kemudian persepsi masyarakat tentang bentuk perubahan kesenian Jathilan.Objek yang dikaji di dalam penelitian ini yaitu, bentuk perubahan pada kesenian Jathilan di Desa Ketep.Data yang diambil berupa data lisan didapatkan dari wawancara dengan narasumber.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi tak terstruktur, teknik wawancara, dokumentasi berwujud rekaman wawancara dengan narasumber.Sumber data merupakan data hasil wawancara dengan berbagai narasumber yang mengerti dan paham tentang kesenian Jathilan yang berada di Desa Ketep. Hasil dari penelitian ini adalah, (1) bentuk perubahan pada kesenian Jathilan meliputi perubahan segi fisik seperti kostum, properti, aksesoris, tata rias, dan prosesiserta perubahan segi moral seperti sesaji, tradisi, kepercayaan, (2) persepsi masyarakat Desa Ketep mengenai perubahan pada kesenian Jathilan yakni, sebagian masyarakat mendukung adanya perubahan, ada juga sebagian masyarakat yang mendukung perubahan hanya pada aspek tertentu, dan kurang setuju terjadinya perubahan karena aspek tertentu, serta ada juga yang kurang setuju terjadinya perubahan.   Kata kunci: Bentuk perubahan, Kesenian Jathilan
Analisis Diksi Dalam Geguritan Pada Majalah Djaka Lodang Edisi Januari-Mei Tahun 2014 Maryam Eriyanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.782 KB)

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan diksi dalam Geguritan pada majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei Tahun 2014, (2) mendeskripsikan makna yang terdapat dalam Geguritan pada majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan bidang kajian bahasa dan sastra. Subjek penelitiannya berupa geguritan dalam majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei tahun 2014 yang diterbitkan oleh PT DJAKA LODANG PRES Jogjakarta dengan jumlah 75 judul geguritan. Objek penelitian adalah diksi dan makna dalam geguritan pada majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei tahun 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik catat. Dalam penelitian ini, penulis dalam menganalisis data menggunakan metode content analysis yang mengkaji teks karya sastra (geguritan) secara menyeluruh. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya diksi berupa: 1) kata konotatif sebanyak 37 jenis data, 2) kata konkret sebanyak 21 jenis data, 3) kata serapan dari  bahasa  asing sebanyak 11 jenis data, 4) kata  sapaan  khas  dan  nama  diri sebanyak 45 jenis data, 5) kata  seru  khas Jawa sebanyak 18 jenis data, dan 6) kata dengan objek realitas alam sebanyak 39 jenis data sedangkan kata vulgar tidak terdapat. Selanjutnya, dalam pemaknaan secara hermeneutik meliputi berbagai macam bentuk makna yang tersirat, yaitu pemaknaan tentang percintaan atau kasmaran, pemaknaan tentang persahabatan, pemaknaan tentang suasana hati atau keadaan, pemaknaan tentang pendidikan, pemaknaan tentang pesan atau ajakan, pemaknaan tentang nasihat, pemaknaan tentang renungan, pemaknaan tentang harapan, pemaknaan tentang religius, pemaknaan tentang peristiwa alam, dan pemaknaan tentang tragedi.   Kata kunci: AnalisisDiksi, Geguritan Djaka Lodang
Nilai Budi Pekerti Dalam Cerbung Jaka Tingkir Karya Ambarwati, Majalah Djaka Lodang Edisi 17 Sampai 25 Tahun 2012 Wide Priyambono Giri
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.141 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1)struktur sastra cerbung Jaka Tingkir karya Ambarwati,(2)nilai budi pekerti dalam cerbung Jaka Tingkir karya Ambarwati. Jenis penelitian dalam penelitian ini dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah cerita bersambung Jaka Tingkir karya Ambarwati, obyeknya berupa nilai budi pekerti yang terkandung dalam Cerita bersambung Jaka Tingkir agar relevansinya dapat diterapkan dikehidupan sekarang. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, alat tulis dan buku- buku terkait yang relevan yang dapat menunjang sebagai buku acuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak catat. Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantis dan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau “content analysis”. Metode penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. artinya, penulis membahas dan mengkaji cerbung tidak menggunakan angka, tetapi menekankan pada diskripsi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik Cerbung Jaka Tingkir Karya Ambarwati terdiri daritema, alur, Latar (setting) , tokohdanpenokohan, sertaamanat. (2)nilai budi pekerti yang meliputi  (a) meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa dan selalu menaati ajaran agama-nya, (b) menaati ajaran agama, (c) memiliki dan mengembangkan sikap toleransi, (d) memiliki rasa menghargai diri sendiri,  (e) tumbuhnya disiplin diri, (f) mengembangkan etos kerja dan belajar, (g) memiliki rasa tanggung jawab, (h) memiliki rasa keterbukaan, (i)mampu mengendalikan diri, (j) mampu berfikir positif, (k) mengembangkan potensi diri, (l) menumbuhkan cinta dan kasih sayang , (m) memiliki kebersamaan dan gotong-royong, (n) memiliki rasa kesetiakawanan, (o) saling menghormati,  (p) memiliki tatakrama dan sopan santun, (q) memiliki rasa malu,  (r)  dan amanat yang berisi pesan-pesanharus selalu di jalan yang lurus, dan cara mengambil keputusan dengan menggunakan pikiran jernih.   Kata Kunci : nilai budi pekerti, struktural, cerita bersambung
Penguasaan Bahasa Jawa Ragam Krama ditinjau dari Status Sosial di Desa Banjarsari Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap Desi Tri Setyaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.644 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mendeskripsikan penguasaan bahasa Jawa ragam krama ditinjau dari status sosial di Desa Banjarsari Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap, (2) mendeskripsikan perbedaan penguasaan bahasa Jawa ragam krama ditinjau dari status sosial di Desa Banjarsari Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah masyarakat pada status sosial dengan pekerjaan PNS, Wiraswasta dan Petani di Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitian adalah penguasaan bahasa Jawa ragam krama ditinjau dari status sosial di Desa Banjarsari Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan alat rekam, daftar pertanyaan, dan lembar angket. Kemudian hasil data yang telah dianalisis disajikan secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguasaan bahasa Jawa ragam krama di Desa Banjarsari Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap pada status sosial dengan pekerjaan PNS dapat diprosentasekan bahwa dari keseluruhan PNS diketahui sebanyak 0% orang menguasai bahasa Jawa ragam krama alus, 70% orang menguasai bahasa Jawa ragam krama lugu dan 30% orang kurang optimal menguasai bahasa Jawa ragam krama, dan lebih dominan menguasai bahasa Jawa ragam ngoko dan ragam bahasa Indonesia. Status sosial dengan pekerjaan Wiraswasta sebanyak 0% orang menguasai bahasa Jawa ragam krama alus, 80% orang menguasai bahasa Jawa ragam krama lugu, dan 20% orang kurang optimal menguasai bahasa Jawa ragam krama, dan lebih dominan menguasai bahasa Jawa ragam ngoko. Dan status sosial dengan pekerjaan Petani diketahui bahwa 0% orang menguasai bahasa Jawa ragam krama alus, 50% menguasai bahasa Jawa ragam krama lugu dan 50% orang kurang optimal menguasai bahasa Jawa ragam krama, dan lebih dominan menguasai bahasa Jawa ragam ngoko. (2) Perbedaan penguasaan bahasa Jawa ragam krama pada status sosial dengan pekerjaan PNS diketahui paling baik dalam menguasai penggunaan bahasa Jawa ragam krama, Wiraswasta cukup baik dalam menguasai penggunaan bahasa Jawa ragam krama, dan Petani belum optimal dalam menguasai penggunaan bahasa Jawa ragam krama. Kata kunci: bahasa Jawa ragam krama, status sosial  
Mitos Cerita Makam Syech Anom Sidakarsa di Desa Grogol Beningsari Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen Etika Nurrohmah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.116 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian dalam skripsi ini, adalah (1) untuk mengetahui bentuk cerita makam Syech Anom Sidakarsa di masyarakat Grogol Beningsari, (2) untuk mengetahui unsur mitos di makam Syech Anom Sidakarsa yang masih di percaya oleh tokoh masyarakat sekitar maupun peziarah yang datang dari luar kota, (3) untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa di masyarakat Grogol Beningsari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Datanya dikumpulkan, dideskripsikan, lalu dianalisis bentuk, unsur, dan tanggapan masyarakat mengenai mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa di Desa Grogol Beningsari. Sumber data dan data yang dikaji dalam penelitian ini yaitu juru kunci, sesepuh desa, peziarah, dan masyarakat Desa Grogol Beningsari. Data yang di ambil  yaitu data lisan yang didapatkan dari hasil wawancara dengan narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi terus terang, wawancara semi struktur, dan dokumentasi berwujud rekaman wawancara dengan narasumber. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah informan yang mengetahui tentang mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini ada dua jenis, data primer yaitu wawancara dengan informan yang mengetahui mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa, data sekunder yaitu buku, rekaman, foto, dan data monografi desa. Hasil penelitian dapat disimpulkan, (1) bentuk cerita mengenai mitos makam Syech Anom Sidakarsa memiliki empat bentuk cerita yang tidak lengkap. Di sini peneliti membuat versi baru dari hasil gabungan versi yang sudah dijelaskan oleh informan,  (2) unsur mitos di makam Syech Anom Sidakarsa (a) mengandung kekuatan mistik yaitu peziarah yang berdoa di makam merasa khusyu’ dan yakin, (b) memberikan jaminan kehidupan manusia yaitu peziarah yang datang memiliki tujuan tersendiri antara lain: meminta rizqi, meminta keturunan, meminta jabatan dan sebagainya,  (3) tanggapan masyarakat terhadap mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa, terdapat perbedaan yang cukup jelas yaitu antara pola pikir kelompok usia dan kelompok pendidikan. Pola pikir kelompok pendidikan cenderung menggunakan logika sedangkan pola pikir kelompok usia dengan adanya bukti yang sudah terjadi dan dikabulkan.   Kata Kunci: mitos, makam Syech Anom Sidakarsa
Analisis Sosiologi dalam Novel Suminar Karya Tiwiek SA Sri Rahayu Septianayawanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.284 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel;dan (2) aspek sosiologi yang terdapat dalam novel Suminar karya Tiwiek SA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Suminar karya Tiwiek SA. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel Suminar karya Tiwiek SA. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Teknik keabsahan data menggunakan teknik perpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Suminar karya Tiwiek SA terdiri dari: (a) tema adalah percintaan, (b) dengan tokoh utama Suminar; tokoh tambahannya yaitu Indarto, Yu Parti, Mbok Kadinah, Pak Sudarman, Kadini, Siska, Teguh, Yu Munah, Parjan, Parno, Ki Anom Suroto. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju. (d) Latar yang terdapat dalam novel Suminar karya Tiwiek SA meliputi: latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu. (2) aspek sosiologi dalam novel Suminar karya Tiwiek SA meliputi aspek kekerabatan, aspek moral, aspek ekonomi, aspek cinta kasih, aspek agama dan aspek pendidikan.   Kata Kunci : sosiologi, novel Suminar  
Interferensi Bahasa Indonesia Bentuk Morfologi dan Sintaksis dalam Roman Berbahasa Jawa Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata Sri Setyo Utami
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.083 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk interferensi morfologi dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. (2) bentuk interferensi sintaksis dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yang berwujud tuturan langsung dari tokoh-tokoh yang terdapat dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Sumber data yang digunakan adalah roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Data penelitian yang tercakup dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengalami interferensi morfologis dan interferensi sintaksis dalam roman berbahasa Jawa Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Dalam menganalisis data menggunakan metode agih yang dijabarkan lagi dalam teknik ganti dan teknik lesap. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal yang menyajikan data berupa kata-kata bukan angka.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa bentuk morfologis sebanyak 46 kalimat yang terbagi dalam pola afiksasi sebanyak 38 kalimat yang berupa afiksasi –e, di-/-ake, di-,ber-, di-/-i, -ne, pe-/-an, me-, -an, ke-/-ane, ter, pola reduplikasi sebanyak 7 kalimat yang terdiri dari bolak-balik, kapan-kapan, rintangan-rintangan, diusir-usir, kadhang-kadhang, bisik-bisik, komentar-komentar dan pola kompositum sebanyak 2 kalimat yang berupa kompositum bahaya udhara dan kulit badane (2) interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa bentuk sintaksis sebanyak 8 kalimat yang terbagi dalam pola kata tugas 1 kalimat yaitu antara liya dan pola konstruksi frase 7 kalimat terdiri dari frase paling.   Kata kunci : interferensi, morfologi, sintaksis, roman Kadurakan Ing Kidul Dringu
Nilai Budi Pekerti dalam Cerita Bersambung Kembang Kertas Karya Ariesta Widya dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang Nur Laela
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.994 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Unsur Intrinsik yang terdapat dalam cerita bersambung; (2) Nilai budi pekerti yang terdapat dalam cerita bersambung;(3) Relevansi nilai budi pekerti dalam cerita bersambung dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya.Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak catat, dan teknik terjemahan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas atau kepercayaan (credibility). Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema dalam cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya adalah bermanfaat untuk orang lain. Tokoh utamanya adalah Muryat, dan tokoh tambahannya yaitu Ponidi, Subari, Pak Marto, Bu Marto, Simake, Bapak, Nuryati, Kanthi, Tarsih, Dhe Mulad, Mursid, Dhe Sarpin, dan Pak Kusuma.  Alur yang digunakan adalah alur sorot balik. Latar dibagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai budi pekerti yaitu: 1) Nilai Budi Pekerti terhadap Tuhan Yang Maha Esa meliputi ingat Kepada Tuhan, berdoa Kepada Tuhan, percaya Kepada Tuhan, dan bersyukur Kepada Tuhan. 2) Nilai Budi Pekerti terhadap sesama manusia meliputi a) terhadap diri sendiri: rendah hati, pandai, pekerja keras, ramah, sopan, baik hati, dan jujur, b) terhadap orang tua: perhatian, penuh kasih sayang, dan patuh, c) terhadap sesama: menghargai karya orang lain, dapat dipercaya, bijaksana, dan dermawan, d) terhadap yang lebih muda: suka menasihati dan menjadi teladan. 3) Nilai Budi Pekerti tehadap lingkungan: cinta lingkungan.(3) Relevansi nilai budi pekerti dalam cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya pada kehidupan sekarang.   Kata Kunci : Budi pekerti, relevansi, Kembang Kertas
Analisis Tindak Tutur Komisif Bahasa Jawa Dalam Roman III Cocak Nguntal Elo Karya Suparto Brata Tahun 2009 Dwi Septi Purwaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.109 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis tindak tutur komisif bahasa Jawa di dalam roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparto Brata tahun 2009; (2) fungsi tindak tutur komisif bahasa Jawa dalam roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparto Brata tahun 2009. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparto Brata  tahun 2009. Objek penelitian adalah pragmatik tindak tutur komisif. Sumber data yang digunakan yaitu deskripsi roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparto Brata tahun 2009. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan buku penunjang teori bahasa dan pragmatik. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Data dianalisis berdasarkan jenis tindak tutur komisif, data dirangkum, memilih hal-hal yang pokok, data yang tidak penting disisihkan, data dikumpulkan dari hasil analisis tindak tutur komisif. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil analisis Tindak Tutur Komisif dalam Roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparta Brata tahun 2009 yaitu jenis tindak tutur komisif dan fungsi tindak tutur komisif. Hasil analisis itu meliputi empat tindak tutur komisif meliputi ancaman, menyatakan kesanggupan/setuju, penolakan, dan menawarkan. Dari keempat jenis tindak tutur komisif yang terdapat dalam Roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparta Brata tahun 2009 masing-masing memiliki fungsi dari tindak tutur komisif yaitu menolak, setuju, menawarkan, mengancam yang masing-masing mempunyai tujuan untuk melakukan suatu tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalam Roman III Cocak Nguntal Elo tahun 2009.   Kata Kunci : tindak tutur komisif, fungsi, roman