cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Referensi dalam Wacana Jagading Lelembut pada Majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013 Nofi Sugiarti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.89 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis referensi dalam wacana Jagading Lelembut pada majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013 dan (2) wujud referensi dalam wacana Jagading Lelembut pada majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yakni kumpulan wacana dalam rubrik Jagading Lelembut pada majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013, sedangkan data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan atau kalimat-kalimat dalam wacana Jagading Lelembut yang mengandung unsur referensial, meliputi jenis dan wujud referensi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Sementara itu, instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen dibantu instrumen pembantu berupa nota pencatat data, buku-buku penunjang dan alat tulis. Keabsahan data penelitian ini diperoleh melalui pengecekan terhadap data hasil analisis dan ketekunan pengamatan, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis (analisis isi). Selanjutnya, teknik penyajian data dalam penelitian ini menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis referensi yang terdapat dalam wacana Jagading Lelembut pada majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013 meliputi jenis penanda referensial berdasarkan tempat acuannya yakni referensi endofora dan eksofora meliputi: (a) referensi anaforis dan (b) referesi kataforis. Berdasarkan satuan lingualnya meliputi : (a) referensi persona ( I, II, III) tunggal dan jamak, (b) referensi demonstratif tempat (dekat dengan penutur, agak jauh dengan penutur, jauh dengan penutur dan eskplisit), (c) referensi demostratif waktu (waktu lampau, sekarang, yang akan datang) dan (d) referensi komparatif. (2) Wujud penanda referensial yang terdapat dalam wacana Jagading Lelembut pada majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013 yakni referensi persona I meliputi aku, /-ku/, /dak-/, /tak-/, kula, /-e/, dhewekke, kula. Referensi persona II meliputi kowe, njenengan, sampeyan, /-mu/. Persona III meliputi, awake dhewe, sakloron. Referensi demonstratif tempat dekat dengan penutur meliputi iki, kene, mrene, mrenea. Demonstratif agak jauh dengan penutur meliputi kono, iku, kuwi. Demonstratif tempat jauh dengan penutur meliputi kana, kemudian demonstratif tempat eksplisit meliputi Seyegan, Yogya Sisih Lor, Kuburan Sanggautang, Girirejo, Panggang Wonosari Gunung Kidul, Pasar Cebongan, Gubug, Malang, Semarang, , Mesjid, Gerdhu, Polsek Karang Upas, Pacitan. Referensi komparatif meliputi kaya, kaya-kaya, sajak, sajakke, prasasat, kayadene, kosokbalen, kayata.   Kata kunci : Referensi, wacana Jagading Lelembut
Tradisi Menguras Sumur Di Pemandian Air Panas Krakal Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen Tri Raharjo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.095 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Prosesi upacara tradisi menguras sumur di Pemandian Air Panas Krakal Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen dan (2) Makna sesaji atau ubarampe yang digunakan dalam tradisi menguras sumur di Pemandian Air Panas Krakal Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, datanya dikumpulkan, dideskripsikan, dan dianalisis data kualitatif, prosesi dan makna simbolis yang terdapat dalam tradisi menguras sumur di Pemandian Air Panas Krakal. Objek penelitian ini yaitu sesepuh Pemandian Krakal, petugas Pemandian Krakal, masyarakat Pemandian Krakal. Data yang diambil berupa data hasil wawancara dengan narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Selanjutnya teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian prosesi pelaksanaan tradisi menguras sumur di Pemandian Air Panas Krakal Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, (1) Pra pelaksanaan, meliputi (a) Membersihkan area pelaksanaan, (b) Pembuatan sesaji (ubarampe), (c) Obong menyan, (2) Pelaksanaan tradisi menguras sumur, meliputi: Slametan,  menguras sumur, dan (3) Pasca pelaksanaan, yaitu orang yang menguras sumur membersihkan diri dan langsung pulang ke rumah masing-masing. Makna simbolik sesaji atau ubarampe pelaksanaan tradisi menguras sumur terdapat pada (a) nasi tumpeng, (b) ayam rebus, (c) jenang abang putih, (d) sekar setaman, (e) gedhang raja, (f) degan, (g) wedang kopi, wedang teh, wedang susu, wedang putih, (h) jajan pasar, (i) wajik, (j) kue cucur, (k) rokok, (l) godhong tawa, (m) beras, kaca, sisir, bedak dan telur kampung, (n) nasi golong, (o) minyak telon, (p) gemblong, (q) daun dadap.   Kata kunci : Tradisi, menguras sumur
Analisis Struktur Batin dan Ajaran Moral dalam Kumpulan Geguritan “Bojonegoro ing Gurit” Karangan Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro Faida Miftakhurohmah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.019 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur batin dalam Kumpulan Geguritan “Bojonegoro Ing Gurit” karangan Pamarsudi Satra Jawi Bojonegoro; (2) ajaran moral dalam Kumpulan Geguritan “Bojonegoro Ing Gurit” karangan Pamarsudi Satra Jawi Bojonegoro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur batin dalam Kumpulan Geguritan “Bojonegoro Ing Gurit” karangan Pamarsudi Satra Jawi Bojonegoro yaitu a) tema, meliputi: cinta, ketuhanan, kebenaran, keadilan, kesetiaan, kerinduan, kenangan, keindahan alam, kritik sosial, kemiskinan, kebosanan, nafsu, harapan, perpisahan, musibah, b) perasaan, meliputi: cinta, gembira, sedih, khusyuk, kagum, rindu, prihatin, benci, tenang, setia, semangat, pasrah, kecewa, bosan, penuh pengharapan, penasaran, cemas, ragu-ragu, bingung, marah, ikhlas, c) nada dan suasana, meliputi: nada lugas (menimbulkan suasana gembira, sedih, prihatin, benci, kagum, cemas, bingung, semangat, nada menasehati (menimbulkan suasana gembira, semangat, prihatin, tenang), nada religius menimbulkan suasana khusyuk, nada mengkritik menimbulkan suasana penuh pemberontakan, nada santai (menimbulkan suasana kagum, benci), d) amanat, meliputi: menanamkan rasa cinta, menanamkan sikap setia, menanamkan sikap peduli, tidak terlalu lama larut pada kesedihan, menghadirkan Tuhannya dalam kehidupan, melakukan kebenaran, menegakkan keadilan, tidak melakukan tindak kejahatan. Ajaran moral yang berhubungan antara manusia dengan Tuhan meliputi: beriman, beribadah, berdoa, pasrah. Ajaran moral yang berhubungan antara manusia dengan manusia lain meliputi: cinta, persahabatan, peduli, kedekatan dengan alam, kesetiaan. Ajaran moral yang berhubungan antara manusia dengan diri sendiri meliputi: bekerja, hati-hati, berkata jujur, mengendalikan hawa nafsu, waspada dengan minuman keras dan narkoba serta menyeimbangkan antara sekolah dan mengaji, ikhlas, tidak mengeluh, gembira. Kata Kunci: struktur batin, ajaran moral, geguritan
Analisis Tokoh dan Penokohan dalam Bandha Warisan Antologi Dongeng Jawa Kristiyanto Heru P
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.829 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui tokoh-tokoh dalam Bandha Warisan Antologi Dongeng Jawa; (2) mendeskripsikan penokohan dalam Bandha Warisan Antologi Dongeng Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah content analisis atau analisa isi. Sumber data penelitian ini adalah Bandha Warisan Antologi Dongeng Jawa. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan teknik catat. Hasil analisis membuktikan, 1) Tokoh terdiri dari: (a) Tokoh Njaga Banyune Sendhang: Mbah Singa, (b) Sing Gumunggung Yen Ngglundung Ora Ditulung: Plastik Kresek, (c) Putri Sewidak Loro: Sewidak Loro, (d) Harta Karun Pak Kidang: Talun, (e) Jalma Angkara Mati Murka: Sukra, (f) Jaka Kendhil: Jaka Kendhil, (g) Manuk Bango lan Kura: Bango, (h) Mula Bukane Kutha Tulungagung: Pak Suta, (i) Sedane Prabu Dewata Cengkar: Rara Wulan, (j) Bagor lan Goni: Udin, (k) Narima Ing Pandum: Cempe, (l) Kabecikan: Rangga, (m) Rukun Agawe Santosa: Kancil, (n) Jaran Kepang: Lalang, (o) Plintheng: Wanta, (p) Dumadune Sendhang Klangkapan: Tunggul Wana, (q) Kedhung Maya: Dewi Maya, (r) Bayi Aneh lan Rampog Sekti: Rara Anteng, (s) Dumadine Pusaka Kalamunyeng: Raden Sahid Abdul Rahman, (t) Jaka Bodho Rara Kembangsore: Jaka Bodho. 2) Penokohan terdiri dari: (a) Tokoh Mbah Singa: baik, perkasa,  cerdik, bijaksana, (b) Plastik Kresek: baik, pengertian, setia kawan, (c) Sewidak Loro: baik, sabar, (d) Talun: pemalas, (e) Sukra: baik, bijaksana, (f) Jaka Kendhil: cerdik, optimis, sabar, penyayang, (g) Bango: pintar, baik, (h) Pak Suta: penyayang, pekerja keras, (i) Rara Wulan: baik, sopan, (j) Udin: baik, pintar, berbakti, (k) Cempe: kurang bersyukur, keras kepala, (l) Rangga: baik hati, (m) Kancil: cerdik, pintar, (n) Lalang: santun, baik hati, (o) Wanta: keras kepala, jujur, (p) Tunggul Wana: bijaksana, (q) Dewi Maya: baik, penyayang, tak sabaran, (r) Rara Anteng: setia, cerdik, (s) Raden Sahid Abdul Rahman: berbakti, pintar, (t) Jaka Bodho: mudah tergoda, tak sabaran.   Kata Kunci : tokoh, penokohan, antologi dongeng  
Sejarah Perkembangan Makna dan Nilai Filosofis Batik Srikit Khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah Diah Ayu Purnamasari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.707 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) sejarah perkembangan batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, (2) makna simbolik yang terdapat dalam batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, dan (3) nilai filosofis yang terkandung dalam batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah, (1) sejarah perkembangan batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah sejalan dengan motif batik lain dari Kabupaten Kebumen dan sangat erat hubungannya dengan sejarah perjuangan di Kebumen dalam rangka mengusir penjajah Belanda (2) makna simbolik yang terdapat dalam batik srikit khas Kabupaten Kebumen yaitu makna simbolik rante mempunyai makna suatu ikatan yang tidak terputus, beras wutah mempunyai makna kemakmuran, gringsing mempunyai makna kesehatan, kembang cengkeh bermakna keharuman, kopi pecah sama seperti kembang cengkeh, lung pakis maknanya tumbuh dengan penuh kedinamisan, warna hijau artinya ke Tuhanan,warna biru artinya ketinggian, warna sogan melambangkan warna tanah, dan (3) nilai filosofis yang terkandung dalam batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah yaitu suatu keindahan yang mengikat, suatu persatuan dari perbedaan yang indah.   Kata kunci: batik, srikit  
Kajian Moral Cerita Wayang Bambang Kumalasekti Karya Ibnu Marwah dalam Majalah Jaya Baya Edisi Maret-Mei 2013 Eko Sulistiyanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.63 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan unsur intrinsik cerita wayang, (2) untuk mendeskripsikan moralitas tokoh baik dan buruk, dan (3) untuk mendeskripsikan relevansi nilai moral dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan cerita wayang Bambang Kumalasekti karya Ibnu Marwah dalam majalah Jaya Baya edisi Maret-Mei 2013, data penelitian berupa kutipan. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri, buku pencatat, bolpoint, serta buku yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan catat. Teknik analisis data menggunakan “content analysis”. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) unsur intrinsik: tema cerita adalah perebutan tahta kerajaan Ngastina. Tokoh utama adalah Bambang Kumalasekti, tokoh tambahannya: Prabu Suyudana, Patih Sangkuni, Begawan Drona, Prabu Salya, Gajah Antipura, Begawan Parasara, Prabu Rengganisura,Kyai Lurah Semar, Gareng, Petruk, Bagong, Prabu Tejalelana, Prabu Hangganasura, dan Kukila Antatwulan. Tokoh Protagonis: Bambang Kumalasekti, Kyai Lurah Semar, dan Prabu Salya. Tokoh Antagonis: Prabu Suyudana, Patih Sangkuni, dan Prabu Tejalelana. Latar tempat, waktu, dan situasi. Menggunakan plot campuran.  Sudut pandang orang ketiga “ia atau mereka”. (2) moralitas tokoh yaitu: (a) moral baik: bijaksana, suka bermusyawarah, suka memberi nasehat, membela kebenaran, berdoa dengan sungguh-sungguh, cinta keadilan, suka menolong, dan rasa belas kasih. (b) moral buruk: suka merebut hak orang lain, suka memfitnah, dan suka memaksa. (c) relevansi nilai moral pada kehidupan sekarang yaitu: sabar, sikap hormat pada orang tua, sikap cinta keadilan, nasehat orang tua kepada anaknya, nasehat abdi kepada rajanya, sikap bijaksana memutuskan masalah, sikap tolong menolong, rasa belas kasih, ingat kepada Tuhan, memiliki keyakinan dalam beragama.   Kata Kunci: nilai moral, cerita wayang, Bambang Kumalasekti
Nilai Budi Pekerti dalam Cerita Bersambung “Napak Tilas” pada Majalah Djaka Lodang Tahun 2014 Canadera De Tyas Sagita
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.641 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui unsur intrinsik dalam cerita bersambung Napak Tilas ;dan (2) mendeskripsikan nilai budi pekerti dalam cerita bersambung Napak Tilas pada Majalah Djaka Lodang Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita dalam majalah Djaka Lodang tahun 2014. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung Napak Tilas tahun 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik cerita bersambung Napak Tilas pada majalah Djaka Lodang tahun 2014 terdiri dari: (a) tema dalam cerita bersambung Napak Tilas adalah kisah cinta Widyaka, (b) dengan tokoh utama Widyaka, tokoh tambahannya yaitu Maryati, Nastiti, Bu Lurah, Pak Martoprawiran, Ibu Martoprawiran,  Stiyo Basuki, Nuryani, Mawarti, Purih Astuti dan Garjito. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju. (d) (d) latar terdiri dari tiga yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai budi pekerti yaitu: ingat kepada Tuhan, pemaaf, rendah hati, penyayang, menerima, setia, iklas, peduli, jujur.   Kata Kunci : budi pekerti, Napak Tilas
Citra Tokoh Utama Wanita dalam Trilogi Roman Kelangan Satang karya Suparto Brata Reny Dyah Utami
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.478 KB)

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) struktur pembangun dalam trilogi roman Kélangan Satang karya Suparto Brata, (2) citra tokoh utama wanita dalam trilogi roman Kélangan Satang karya Suparto Brata dan (3) perjuangan (sosial dan keluarga) tokoh utama wanita dalam trilogi roman Kelangan Satang karya Suparto Brata. Teori yang penulis pergunakan adalah teori struktural, teori feminisme dan gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu trilogi roman Kelangan Satang karya Suparto Brata yang terdiri dari Lara Lapane Kaum Republik, Kaduk Wani dan Ketanggor. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri yang dibantu nota pencatat dan buku-buku yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan kredibilitas data atau teknik peningkatan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa hasil analisis dan pembahasan data menunjukkan 1) struktur pembangun trilogi roman Kelangan Satang karya Suparto Brata terdiri dari (a) tema (b) tokoh dan penokohan (c) alur (d) latar (setting) (e) sudut pandang (f) gaya bahasa (g) amanat 2) Citra tokoh utama wanita (Elok) terdiri dari (a) citra fisik (b) citra psikis (c) citra perilaku (d) citra sosial dalam keluarga dan masyarakat (3) Perjuangan tokoh utama wanita (Elok) terdiri bidang sosial dan keluarga.   Kata Kunci: Tokoh Utama, Kelangan Satang
Analisis Nilai Moralitas dalam Cerita Bersambung ‘Ngoyak Lintang’ Karya Al Aris Purnomo Dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2013 Baeti Nur ‘Aini
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.29 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian Baeti Nur ‘Aini. “Nilai Moralitas dalam cerita bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo dalam Majalah Panjebar Semangat Edisi 27-49 Tahun 2013”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  (1) struktur pembangun meliputi tema, alur cerita, tokoh dan penokohan, dan latar dalam cerita bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo, (2) nilai-nilai moralitas yang terkandung dalam cerita bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa cerita bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo. Data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan yang mengandung moralitas dan struktur pembangun yang meliputi tema, alurcerita, tokoh dan penokohan, dan latar. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik catat, sedangkan instrumen penelitiannya peneliti sendiri, instrumen tambahan berupa nota pencatat, alat tulis, bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo dan buku-buku pengkajian sastra yang relevan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah validitas semantis dan uji kredibilitas atau kepercayaan terhadap hasil penelitian, dalam analisis data  digunakan teknik deskriptif, sedangkan dalam teknik penyajian data digunakan metode informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) struktur pembangun bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo meliputi: (a) tema: cinta bisa merubah segalanya menjadi indah dan menyenangkan; (b) tokohutama: Widyaningsih, tokoh tambahannya: Jaya Pribadi,Kartika Indri Pawestri, Westri Jayanti, Dwi Jaya Wibawa, Endang Sulis, Rukma Nurcahyanto; (c)  alur: plot lurus; (d) latar tempat: kantor Perusahaan Kartika Jaya Pribadi Grup, Warung gadho-gadho, di bawah pohon mangga, panti asuhan, pinggir jalan, depan Stadion Manahan, perempatan Fajar Indah, tugu Adipura, kos-kosan ‘Cantik Ayu’, dapur, Jalan Adi Sucipto, rumah, biara, Universitas Luhur Yogyakarta, Sala, Jakarta, Bandara.   Kata Kunci: nilai moralitas, cerbung ‘Ngoyak Lintang’
Upaya Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Unggah-Ungguh Bahasa Jawa Melalui Metode Pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) Pada Siswa Kelas XI di SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang As hudi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.6 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses pembelajaran dalam peningkatan kemampuan berbicara bahasa jawa pada siswa kelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang, (2) Metode bermain peran (Role Playing) dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang, (3) Prestasi belajar pembelajaran keterampilan berbicara dengan unggah-ungguh bahasa jawa melalui metode bermain (Role Playing) peran pada siswa kelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang.Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan; pelaksanaan ttindakan; pengamatan; dan refleksi. Objek penelitian ini adalah siswa kelasXI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik nontes. Teknik nontes terdiri dari angket dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan analisis data penelitian terlihat bahwa pembelajaran menggunakan metode bermain peran (Role Playing)dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam berbicara bahasa jawa Hasil pengamatan aktivitas siswa pada tahap prasilkus dan silkus Inilai rata- rata dari 54 menjadi 63,2 terjadi peningkatan sebesar 9,2, dan pada silkus II meningkat menjadi 78, dengan peningkatan pada silkus I ke silkus II sebesar 14,8. Sedangkan dari prasilkus ke silkus II terjadi meningkat sebesar 24 dari nilai rata-rata prasilkus sebesar 54 ke 78. Hasil belajar siswa pada prasilkus memiliki ketuntasan sebesar 53,4%, terjadi peningkata pada silkus I menjadi 86,7%. Sedangkan pada silkus II terjadi ketuntasan 100%. Dengan begitu antara prasilkus ke silkus I mengalami peningkatan sebasar 33,3%. Ketuntasan silkus I ke silkus II yaitu 13,3 %, hal ini menunjukkan bahwa metode bermain peran (Role Playing) dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran berbicara dengan unggah-ungguh Bahasa Jawakelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang.   Kata Kunci: Berbicara, Unggah-Ungguh Bahasa Jawa, Bermain Peran