cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Peningkatan Keterampilan Menulis Kalimat Berhuruf Jawa dengan Media Gambar Melalui Metode Kuantum pada Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah Kedungbateng Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2014/2015 Ida Nuraeni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.462 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Penerapan langkah-langkah belajar menulis kalimat berhuruf Jawa dengan metode kuantum, (2) Penggunaan media gambar dengan metode kuantum, (3) Peningkatan motivasi belajar menulis kalimat berhuruf Jawa dengan metode Kuantum. Jenis penelitian: deskriptif kualitatif. Sumber data: siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kedungbanteng. Data: hasil belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kedungbanteng. Teknik pengumpulan data: tes melalui prasiklus, siklus I, dan siklus II. Instrumen penelitian: lembar observasi dan soal tes. Hasil penelitian ini meliputi: (1) Penerapan langkah-lagkah belajar menulis kalimat berhuruf Jawa ditempuh melalui 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus ditempuh langkah Tandur, yaitu: (a) Tumbuhkan, guru mengenalkan dan menjelaskan cara menulis kalimat berhurufJawa, (b) Alami, siswa mempelajari contoh kalimat berhuruf Jawa, sandhangan, pasangan, dan pratandha, (c) Namai, siswa mendiskusikan kalimat berhuruf Jawa yang telah ditugaskan oleh guru, (d) Demonstrasi, guru meminta siswa menjelaskan hasil diskusi di depan kelas, (e) Ulangi, siswa diminta untuk memperbaiki tulisan siswa yang sudah dikoreksi oleh guru, (f) Rayakan, guru menilai hasil karya siswa dan memberikan penghargaan, pujian, dan tepuk tangan kepada siswa yang mampu menulis kalimat berhuruf Jawa dengan benar. (2) Penggunaan media gambar dengan metode kuantum pada pembelajaran menulis kalimat berhuruf Jawa dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dilihat dari prasiklus siswa yang tuntas 8 siswa dari 20 siswa, siklus 1 siswa yang tuntas 13 siswa dan siklus 2 yang tuntas 17 siswa. (3) Peningkatan motivasi belajar menulis kalimat berhuruf Jawa dengan metode Kuantum dilakukan melalui prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada siklus 1 siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 9 siswa dari 20 siswa Pada siklus 2 siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 18 siswa. Fakta inilah yang menunjukkan bahwa dengan media gambar melalui metode kuantum dapat meningkatkan keterampilan menulis kalimat berhuruf Jawa pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kedungbanteng tahun pelajaran 2014/2015.   Kata kunci: metode kuantum, keterampilan menulis kalimat berhuruf Jawa  
Kesalahan Menulis Karangan Pengalaman Pribadi Berbahasa Jawa Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Purworejo Febry Puspita Sari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.402 KB)

Abstract

Abstrak: Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kesalahan fonologi, dan (2) kesalahan morfologi dalam karangan berbahasa Jawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Purworejo tahun pelajaran 2014/ 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa karangan berbahasa Jawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Purworejo tahun pelajaran 2014/ 2015. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah penulis sendiri sebagai instrumen utama dibantu catatan berupa lembar karangan siswa dan kartu pencatat data. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal dan formal. Berdasarkan hasil peneitian disimpulkan bahwa (1) kesalahan fonologi yang meliputi penulisan vokal bahasa Jawa sebanyak 104 kesalahan, kesalahan penulisan konsonan sebanyak 15 kesalahan, kesalahan penggunaan huruf kapital sebanyak 18 kesalahan, kesalahan penggunaan tanda baca sebanyak 9 kesalahan. (2) kemudian kesalahan morfologi yang meliputi pengimbuhan di awal (prefiks) sebanyak 4 kesalahan, pengimbuhan di tengah 0 kesalahan, pengimbuhan di akhir (sufiks) sebanyak 3 kesalahan dan penggulangan atau rangkep sebanyak 1 kesalahan. Kesalahan terbanyak yaitu terdapat pada kesalahan penulisan vokal bahasa Jawa dan paling sedikit mengalami kesalahan yaitu kesalahan pengulangan atau rangkep. Banyaknya kesalahan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: (1) siswa tidak teliti dalam menuliskan karangannya, (2) banyak siswa yang belum memahami EYD Bahasa Jawa secara menyeluruh, (3) presepsi bahwa setiap kata yang dituliskan sesuai dengan apa yang diucapkan, (4) pengaruh dialek setempat, dan (5) pengaruh kebiasaan mengetik sms.   Kata kunci: kesalahan, menulis, karangan, berbahasa Jawa
Etika dan Estetika Lakon Basukarna Sanggit Ki Purbo Asmoro Ihsan Mahmud
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.274 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai etika dan unsur estetika dalam cerita wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data berupa rekaman wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro, dan datanya berupa kutipan-kutipan mengenai nilai etika dan unsur estetika yang terdapat dalam cerita wayang Basukarna. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik simak, dan teknik catat. Untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis konten, kemudian data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian berupa kutipan-kutipan nilai etika dan unsur estetika yang terdapat dalam cerita wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro, yaitu etika keselarasan sosial yang meliputi prisnsip hormat berjumlah 7 indikator, dan prinsip kerukunan berjumlah 4 indikator, sedangkan etika kebijaksanaan meliputi sikap tanggung jawab berjumlah 4 indikator, rela berkorban 3 indikator, bijaksana 2 indikator, sikap tegas, ngayomi, patuh masing-masing 1 indikator, dan pantang menyerah berjumlah 2 indikator. Dalam cerita wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro juga terdapat unsur-unsur estetika bahasa Jawa yaitu basa rinengga berjumlah 16 indikator, purwakanthi berjumlah 37 indikator, tembung garba berjumlah 6 indikator, tembung plutan berjumlah 14 indikator, tembung saroja berjumlah 16 indikator, dasanama berjumlah 41 indikator, pepindhan berjumlah 9 indikator, candra berjumlah 4 indikator, tembung kosok balen berjumlah 12 indikator, paribasan berjumlah 5 indikator, bebasan dan saloka masing-masing 2 indikator.   Kata kunci : Etika, estetika, wayang Basukarna
Kajian Moralitas Pada Cerkak Dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juni – Desember Tahun 2014 Reni Susanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.761 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai-nilai moralitas yang terkandung pada cerkakdalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014, (2) relevansi nilai-nilai moralitas pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014 dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan langsung pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri serta dilengkapi dengan kartu data. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis isi (conten analysis). Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan nilai-nilai moralitas yang terkandung pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014 adalah (1) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan terdapat 5 indikator, (2) nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial terdapat 9 indikator, (3) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri 15 indikator. Relevansi nilai moralitas pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014 masih relevan dengan kehidupan sekarang ini. Kata kunci : Kajian moralitas, relevansi, cerkak
Peningkatan Keterampilan Membaca Wacana Berbahasa Jawa Melalui Metode CIRC pada Kelas VIII MTs Walisongo Sidowangi Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang Tahun Pembelajaran 2015/2016 Della Oktaviana Pratiwi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.917 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (2) peningkatan keterampilan membaca dengan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition pada Kelas VIII 2 MTs Walisongo Sidowangi Kecamatan Kajoran. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MTs Walisongo Sidowangi Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang pada Agustus 2015. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII 2 yang berjumlah 25 siswa. objek penelitian adalah keterampilan membaca wacana berbahasa Jawa dengan metode CIRC. Penelitian ini terdiri dari tiga kali kegiatan yaitu kegiatan prasiklus, siklus I dan siklus II. Setiap siklus mengacu pada prosedur penelitian yaitu rencana, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa dengan menggunakan CIRC mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca wacana berbahasa Jawa. Penerapan pembelajaran membaca dengan metode CIRC meliputi; (1) prasiklus, yaitu hasil membaca wacana berbahasa jawa siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa. (2) siklus I, berisi perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.(3) siklus II, merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I. Langkah-langkah pembelajaran model CIRC yaitu; (1) membentuk kelompok yang anggotanya 4-5 orang; (2) guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran; (3) siswa bekerja saling membacakan dan menemukan ide pokok serta memberi tanggapan terhadap wacana/kliping; (4) mempresentasikan/membacakan hasil kelompok; (5) guru membuat kesimpulan bersama; (6) penutup, hasil tes pada prasiklus dengan peningkatan keterampilan membaca wacana berbahasa Jawa dari tahap prasiklus dengan nilai rata-rata 63,24 dengan aspek pemahaman isi wacana memperoleh rata-rata 10,0, rata-rata ketepatan bahasa 13,56, rata-rata ketepatan penyimpulan 13,40, kelogisan 12,96, dan alasan 63,24. Siklus I dengan nilai  rata-rata 78,32 dengan aspek pemahaman isi wacana memperoleh rata-rata 15,80, ketepatan bahasa 16,40, ketepatan penyimpulan 15,40, kelogisan 15,20, dan alasan 15,52. Siklus II dengan rata-rata 87,00 dengan aspek pemahaman isi wacana memperoleh rata-rata 18,40, ketepatan bahasa 17,00, ketepatan penyimpulan 17,20, kelogisan 17,40, dan alasan 17,00.   Kata Kunci :membaca,wacana berbahasa Jawa metode CIRC
Perwatakan Tokoh Utama Dalam Novel Kirti Njunjung Drajat Karya R. Tg. Jasawidagda (Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra) Agus Purwadi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.595 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  (1) perwatakan tokoh Darba dalam novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda ditinjau dari teori psikologi Sigmund Freud, (2) konflik psikis yang dialami tokoh Darba dalam novel Kirti Njunjung Drajat ditinjau dari teori psikologi Sigmund Freud. Penelitianini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, instrumen tambahan berupa Card Quantion (Kartu Kutipan), dan buku-buku pengkajian sastra yang relevan. Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan validitas semantis, reliabilitas intrarater, dan reliabilitas interrater. Teknik analisis data pada penelitianini menggunakan teknik deskriptif. Teknik penyajian data pada penelitianini menggunakan metode informal.Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud perwatakan tokoh utama: (a) lebih didominasi watak bimbang yang dipengaruhi oleh sistem kepribadian id, (b) sistem id Darba selalu memberi dorongan supaya keinginannya tercapai, (c) sistem ego Darba berperan sebagai pengendali dan menahan dorongan sistem id dari keinginan yang ingin dicapainya, (d) sistem superego Darba bertugas merintangi dorongan-dorongan sistem id, karena perwujudannya yang tidak sesuai dengan moral; (2) konflik psikis tokoh utama: (a) cemas dan pertentangan batin sering dialami oleh sistem kepribadian ego Darba, (b) dorongan sistem id Darba mendorong ego memperlihatkan konflik psikis yang ditunjukkan oleh Darba melalui perwatakannya, (c) sistem superego Darba mengevaluasi dorongan-dorongan id Darba dari keinginannya supaya tetap mempertimbangkan kualitas etika dan moral. Dalam penelitian ini ditemukan keterkaitan antara perwatakan dengan konflik psikis atau batin yang dialami Darba.   Kata Kunci: psikologi sastra, novel Kirti Njunjung Drajat
Tradisi Pindah Rumah di Desa Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo (Kajian Folklor) Dwi Cahya Ratnaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.732 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan prosesi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, (2) Mendriskripsikan makna simbolis yang digunakan dalam tradisi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah sesepuh desa dan warga desa Sucen Jurutengah. Objek penelitian adalah tradisi Pindah Rumah di desa Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Lokasi penelitian berada di Desa Sucen Jurutengah  Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik catatan lapangan, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif berpola etnografi. Hasil penelitan dapat disimpulkan yaitu (1) Prosesi tradisi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo antara lain, tahap pra pelaksanakan meliputi : Syarat-syarat untuk pindah rumah atau boyongan antara lain: (a) Menentukan hari yang baik, (b) Persiapan sesaji yang akan digunakan ketika pindah rumah, (c) Persiapan barang-barang yang akan dibawa ketika pindah rumah. Tahap pelaksanaan yaitu, tradisi pindah rumah antara lain: (a) Sudah punya rumah baru yang akan ditempati, (b)  ziarah ke makam leluhur atau simbah yang sudah meninggal, (c) Setelah ziarah pada malamnya di lakukan kendhuren dilanjutkan potong tumpeng dan makan tumpeng bersama. (2) umbarampe yang mempunyai makna sebagai berikut: (a) nasi tumpeng dan lauk pauk, (b) nasi golong, (c) ingkung ayam, (d) jajan pasar, (e) rujak dhegan, (f) gedhang raja, (g) jenang abang, (h) jenang putih, (i) godhong dadap srep (daun dadap srep), (j) kembang telon,  (k) sekar setaman, (l) wedang kopi dan wedang teh, (m) kinang, (n) kendhi, (o) genuk, (p) tikar mendhong, (q) beras kapurata (beras kuning), (r) Telur ayam kampung, (s) Sapu regel, (t) rokok, (u) daun pandan.   Kata kunci : tradisi pindah rumah, boyongan
Analisis Onomatope Dalam Roman Dhahuru Ing Loji Kepencil Karya Suparto Brata Ervina Novitasari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.052 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis onomatope yang terdapat dalam roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata, (2) mendeskripsikan fungsi onomatope yang terdapat dalam roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata. Penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata. Data yang ada dalam penelitian ini berupa satuan gramatikal yang berwujud kata atau kalimat yang mengandung onomatope pada roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik pustaka, teknik observasi, dan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis data content analysis. Dalam penyajian data menggunakan teknik formal dan informal. Hasil penelitian pemerolehan data dan pembahasan yang mengkaji tentang onomatope yaitu (1) dalam roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata terdapat tiga jenis onomatope yang digunakan dalam roman tersebut. Jenis-jenis onomatope yang terdapat dalam roman ialah a) tiruan bunyi manusia, b) tiruan bunyi alam, dan c) tiruan bunyi benda. Jumlah jenis onomatope yang paling banyak dalam roman ialah tiruan bunyi manusia sebanyak 38 data, tiruan bunyi alam sebanyak 8 data, dan tiruan bunyi benda sebanyak 37 data. Dari semua jenis onomatope ini, memiliki bentuk frasa, yaitu frasa yang terbentuk dari kata pating dengan kata-kata yang lain sehingga bernilai onomatope,misalnya pating  dlajik, pating jlerit, dan sebagainya. (2) fungsi onomatope yang terdapat dalam roman, terbagi menjadi tiga fungsi, yaitu sebagai berikut. (a) fungsi emotif, (b) fungsi konatif, (c) fungsi eksplorasi.   Kata kunci : onomatope, Dhahuru Ing Loji Kepencil
Tindak Tutur Direktif dalam Novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo Restu Alma Arif
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.594 KB)

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo (2) fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku dan media lain yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan ketekunan pengamatan. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel  Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo yaitu jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif. Hasil analisis itu meliputi 11 tindak tutur direktif di antaranya tindak tutur direktif memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, menagih, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, memberikan aba-aba, dan menantang. Dari 11 jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo, masing-masing memiliki fungsi dari tindak tutur direktif memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, menagih, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, memberikan, aba-aba, dan menantang yang masing-masing mempunyai tujuan untuk melakukan suatu tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalamnya, pada waktu itu kehidupan di desa Gegerbuta masyrakat hanya mengandalkan lahan dan ternak ikan tetapi tidak mampu meningkatkan kehidupan desanya dan saat itulah Kaji Iwak sebagai orang perantauan yang hidup di desa Gegerbuta ingin meningkatkan kehidupan swasembada masyarkatnya.   Kata kunci: tindak tutur direktif, Novel Geger Wong Ndekep Macan
Kajian Stilistika Pada Novel Peti Wasijat Karya R.Tg.Jasawidagda Misbahul Munir
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.25 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) Mendiskripsikan gaya bahasa dalam novel Peti Wasijat Karya R. Tg. Jasawidagda. (2) Mendiskripsikan wujud pencitraan dalam novel Peti Wasijat Karya R. Tg. Jasawidagda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Peti Wasijat R.TG. Jsawidagda yang dibagi menjadi 19 bab dan 155 halaman. Data penelitian yang peneliti gunakan adalah kajian stilistika yang mencakup gaya bahasa dan wujud pencitraan dalam novel PetiWasijat R.TG. Jsawidagda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument utama. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas atau kepercayaan. Teknik analisis data yang digunakan teknik content analysis (analisisisi). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian hasil Kajian Stilistika Novel Peti Wasijat KaryaR. Tg. Jasawidagda dalam Novel Peti Wasijat Karya R. Tg. Jasawidagda ditemukan stilistika dalam hal gaya bahasa yaitu persamaan (simele) ada 4, metafora ada 8, metonomia ada 7, hiperbola ada 8, sarkasme ada 1, aliterasi ada 4, dan eufimisme ada 4. Ditemukan juga stilistika dalam hal pencitraan yang meliputi citraan penglihatan ada 14, citraan pendengaran ada 7, citraan gerak ada 10, citraan rabaan ada 1, dan citraan penciuman ada 1.   Kata kunci : Stilistika, Novel Peti Wasijat