cover
Contact Name
Jehan Ramdani Hariyati
Contact Email
jehanramdani@ub.ac.id
Phone
+6282333752235
Journal Mail Official
jitode@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT Haryono No. 169, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23553979     EISSN : 23381647     DOI : https://10.21776/ub.jitode
Journal of Indonesian Tourism and Studies is an interdisciplinary journal to assess the development of tourism. This journal also examines the phenomenon of unique interrelation about tourism activities, community development, and environmental sustainability, with the aim to find an alternative solution for sustainable tourism development. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies indexed by DOAJ, Google Scholar, Index Copernicus International, CABI Direct, and Indonesian Publication Index (Portal Garuda Indonesia). Focus and Scope 1. Competitiveness of destinations, products and Tourism bussiness 2. Diversification of tourim products 3. Incentive system of business and investment in tourism 4. Information, promotion and communication in tourism 5. Tourism supporting infrastructure 6. Security and convenience in tourism 7. Tourism policy 8. Unique tourism community life (living culture) 9. Local knowledge, traditions, and cultural diversity 10. Diversity and attractions in ecotourism 11. Diversity of natural attractions in ecotourism 12. Pluralistic diversity of ecotourism society 13. Diversity of ecotourism activities 14. Hospitality of the local resident 15. The quality of torism services 16. Quality of HR in tourism (Standard, accreditation and competence certification) 17. The market share of tourism and integrated marketing system 18. Package of tourism attraction 19. Development of tourism regions 20. Community based Eco-Toutirsm
Articles 456 Documents
Water Quality Evaluation of Post-Tin Mining Ponds Tourism in Bangka Island Using Diatom as Bioindicator Rosa Liliani; Catur Retnaningdyah; Endang Arisoesilaningsih
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2019.07.01.06

Abstract

Post tin mining pond in Bangka Island has been used as a tourism place, fishing, fish ponds, and agricultural areas that can reduce water. The purpose of this study is to evaluate quality of water post tin miningpond which is used as a tourist place based on physics, chemical and biotic indices of Diatoms as bioindicator. Sample water and Diatoms were take at 3post tin miningpond (Itam, Pedindang, and Jangkang 2) and natural swamp (Rawa) as reference site. Sampling each pond and swamp wasdone in three stations as replications and then be observed physics-chemical quality of water (pH, water temperature, turbidity, conductivity, COD, and phosphate) and also the Trophic Diatom Index (TDI) and Pollution Tolerant Value (% PTV) from Diatom as indicator of trophic status and organic pollution. The results of the study showed that all of the ponds and natural swamp had low pH range from 4.32-6.34. Turbidity of Itam and Pedindang higher (22-24 NTU) than Jangkang 2 and swamp (3.13-9.13 NTU). Jangkang 2 had the highest conductivity value (115.10 μS.cm-1) and swamp the lowest (10.64 μS.cm-1). The value of COD and total phosphate in all location still fullfilled government standard (COD < 20 mg.L-1 and total phosphate < 0.2 mg.L-1). Water quality in tin mining ponds lower than natural swamps based on Diatom as bioindicator. All of the ponds were categorized as moderately polluted based on Shannon Wiener Diversity index of Diatom (H=1.2-1.6), however swamp have lightly polluted (H=2.6). Trophic status of water in post tin mining pondsbased on Trophic Diatom Index (TDI) included in the eutrophic while in swamp categorized as mesoeutrophic. Based on percentage pollution tolerant value (%PTV), the water in Itam and Pedindang included in heavily organic pollution and water in Jangkang 2 and also swamp have moderately organic pollution. Keywords: Bangka,Diatom, post tin mining pond, tourism, water quality.
Tanggapan Wisatawan Terhadap Obyek Wisata Pantai Takisung di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Sidharta Adyatma
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.01.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tanggapan wisatawan domestik terhadap sarana, prasarana dan keadaan obyek wisata di Pantai Takisung di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang dipergunakan adalah wisatawan yang berkunjung selama 12 hari dengan 300 responden. Instrumen yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner dan wawancara, data sekunder yang didapat dari dokumen hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarana dan prasarana obyek wisata Pantai Takisung untuk alat transportasi umum perlu diadakan dan perlu penambahan fasilitas menara pandang untuk menikmati pemandangan alam Pantai Takisung. Diperlukan penyediaan beberapa sarana air mancur untuk membilas, penambahan jumlah dan jenis pertunjukan di panggung hiburan serta penambahan petugas kebersihan. Kata kunci: obyek wisata, Pantai Takisung, tanggapan wisatawan
Eksplorasi Beberapa Jalur Potensi Wisata Birdwatching di Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri Agung S. Kurnianto; Faldy Alifianto; Hamdani D. Prasetyo; Brian Rahardi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.01.03

Abstract

Indonesia adalah salah satu dari negara tropis dunia yang memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat tinggi. Salah satu kawasan yang memiliki biodiversitas tinggi dan dijadikan cagar alam adalah Meru Betiri. Kawasan ini tidak hanya terkenal dengan perlindungan terhadap Harimau Jawa, tetapi juga berbagai keindahan panorama alam dan lokasi hutan hujan tropis yang masih terlindung, salah satunya adalah wilayah Bandealit. Penelitian ini bertujuan menentukan jalur strategis yang dapat disarankan sebagai jalur birdwatching di Bandealit. Pengamatan dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 16-17 Nopember 2012. Pengamatan dilakukan dengan menjelajahi jalur-jalur yang dinilai berpotensi sebagai lokasi pengembangan birdwatching. Selain itu, juga dilakukan wawancara terhadap orang-orang kunci untuk mengetahui fluktuasi jumlah spesies di kawasan, konfirmasi jenis, serta mencari informasi terkait spesies yang belum dapat ditemukan. Kami telah menentukan tiga jalur yang berpotensi sebagai jalur birdwatching, yaitu Muara Timur (jalur 1), Savana (jalur 2), dan Lintasan Satwa (jalur 3). Jalur 1 tidak direkomendasikan karena kuantitas dan kualitas spesies yang ditemukan tidak terlalu baik. Jalur 2 dan jalur 3 direkomendasikan untuk pengembangan wisata birdwatching di Bandealit. Kata kunci: Bandealit, birdwatching, jalur birdwatching
Keanekaragaman Hayati Di Kawasan Pantai Kota Ambon Dan Konsekuensi Untuk Pengembangan Pariwisata Pesisir Daniel A. Sihasale
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.01.04

Abstract

Sebagai suatu daerah yang berada di wilayah Indonesia bagian timur, Pulau Ambon memiliki potensi alam yang banyak menawarkan keanekaragaman daya tarik wisata. Dengan kondisi biogeofisik, sosial budaya masyarakat dapat dijadikan sebagai potensi bagi pengembangan pariwisata. Sebagai ibukota propinsi, kota Ambon memiliki pantai dan kelautan dengan keanekaragaman hayati yang khas, sehingga mempunyai peluang untuk dapat dijadikan sebagai objek wisata bahari termasuk potensi wisata bawah laut, dengan hal tersebut maka propinsi Ambon dikenal dengan sebutan "The Spice Island Exotic Marine Paradise". Keberadaan akan potensi wilayah pesisir laut tersebut dewasa ini belum sepenuhnya dikelola dan di kembangkan dengan baik untuk pengembangan pariwisata, hal ini dikarenakan minimnya pemahaman akan bagaimana cara mengelola dan mengembangkan potensi keanekaragaman hayati tersebut dengan baik. Kata Kunci: Keanekaragaman hayati, Kota Ambon, potensi, pengembangan
Implementasi Kebijakan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal (Studi di Kabupaten Manggarai Barat) Maksimilianus M. Jupir
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.01.05

Abstract

Pergeseran episentrum kekuasaan pasca reformasi tahun 1998 dari sentralistik ke desentralisasi memberi harapan baru kepada setiap daerah untuk membangun daerah dengan segala potensi yang dimiliki. Desentralisasi memberi legitimasi kepada setiap daerah untuk memproduksi atau menghasilkan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, termasuk di bidang pariwisata. Sebagai subordinat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat juga memiliki legitimasi yang sama untuk membuat berbagai kebijakan termasuk di bidang pariwisata. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan dan membuat Kebijakan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal untuk mendukung pengembangan pariwisata. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggambarkan, menganalisis dan menginterpretasikan sisi-sisi implementasi seperti Partisipasi, Jejaring, Struktur Keorganisasian, aktor, finansial, fasilitas, kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik serta kepentingan stakeholder. Teori yang digunakan untuk melakukan kajian ini adalah teori implementasi kebijakan Edward III. Berdasarkan teori ini, kesuksesan implementasi Kebijakan ditentukan oleh empat faktor, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya pendukung implementasi belum dialokasikan dengan jelas, komunikasi dan koordinasi belum berjalan optimal, kondisi eksternal (sosial, ekonomi, dan politik) menghambat implementasi kebijakan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Manggarai Barat secara efektif dan optimal. Implikasinya adalah aktivitas pariwisata berbasis kearifan lokal belum berkontribusi secara optimal bagi pemerintah, swasta dan masyarakat dari sisi ekonomi. Kata Kunci: Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan Publik, Pariwisata, Kearifan Lokal
Etnobotani Pekarangan Rumah Inap (Homestay) di Desa Wisata Tambaksari, Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur Eka Oktavianti; Luchman Hakim
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.01.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman pekarangan rumah, menggali persepsi masyarakat dan wisatawan tentang tanaman pekarangan, mengetahui nilai kegunaan tanaman pekarangan homestay, serta mengetahui periodesitas masa panen dan berbunga tanaman di Desa Wisata Tambaksari. Metode yang dilakukan pada penelitian ini, meliputi survei tanaman pekarangan rumah, studi persepsi masyarakat dan wisatawan dengan membagi kuisoner pada 60 responden. Nilai kegunaan tanaman dianalisis menggunakan metode UVs, sedangkan nilai ketergantungan masyarakat terhadap suatu tanaman dianalisis dengan metode ICS, serta membuat tabel periodesitas masa panen dan berbunga tanaman pekarangan rumah. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 43 jenis tanaman di pekarangan rumah. Persepsi responden homestay lebih tinggi dibandingkan responden non-homestay terhadap desa wisata dan pekarangan rumah. Wisatawan memandang bahwa tanaman pekarangan rumah sangat penting untuk kegiatan ekowisata. Hasil analisis nilai UVs dari 43 tanaman diketahui bahwa Musa acuminata var Berlin, Musa (Kelompok AA) Sucrier, Musa (Kelompok AAA) Gros Michael, dan Musa acuminata var Hijau memiliki nilai UVs tertinggi dengan nilai sebesar 5. Sedangkan, analisis nilai ICS dari 43 jenis tanaman diketahui bahwa Cocos nucifera L. memiliki nilai ICS tertinggi dengan nilai sebesar 84. Analisis ICS dan UVs dapat digunakan untuk menggali persepsi tentang etnobotani pekarangan rumah dalam mempertahankan biodiversitas pekarangan rumah dan fungsi ekologis lingkungan. Tabel periodesitas masa panen dan masa berbunga dapat mempermudah wisatawan saat melakukan kegiatan ekowisata di Desa Wisata tambaksari. Kata Kunci: Desa wisata, ICS, pekarangan rumah, persepsi, UVs
Effectivity Of Agroedutourism To Strengthen Healthy Agro-Ecosystem Awareness Of Students In Some Elementary Schools In Malang Raya, East Java Hanin Niswatul Fauziah; Endang Arisoesilaningsih; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.01.01

Abstract

This research aimed to study the effectivity of agroedutourism to strengthen students' environmental awareness, especially concerning on importance of rice organic farming system. Eighty three students were invited joining the program. They were the 5th grade of three elementary schools (SDN Ketawanggede 2, SDI Surya Buana and SDN Sumberngepoh 02). It was provided three agroedutourism programs, i.e. two outdoors programs (Farmers' friends and enemies, Plants for biopesticide and natural attractant), as well as the indoor session called Healthy agroecosystem. Including the programs were joining ecoeco-games and tasting some food (steamed rice-bran brownies, organic red rice milk and zalacca fruits). Effectivity of the programs was evaluated using questionnaire. Data were analyzed by SPSS program using Wilcoxon test (α=0,05). Results showed overall that the agroedutourism increased significantly students cognitive, affective and even their appreciation to agricultural environment. Students of SDN Sumberngepoh 02 showed a highest agro-environmental awareness. While, the highest cognitive improvement was gained by students of SDI Surya Buana (76%), followed by SDN Ketawanggede 2 (62%) and SDN Sumberngepoh 02 (47%). The most interesting program was an outdoor namely Farmers' friends and enemies, while they preferred a steamed rice-bran brownies than the other one. They were exciting joining some eco-games especially predator and prey as well as guest animal name and its role. It seemed that the outdoor programs were more appreciated rather than the indoor one. Keywords: Agroedutourism, awareness, effectivity, healthy agro-ecosystem
Kajian Jenis - Jenis Burung Di Desa Ngadas Sebagai Dasar Perencanaan Jalur Pengamatan Burung (Birdwatching) Kristin Widyasari; Luchman Hakim; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.03.02

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis  serta sebaran spasial burung-burung yang ada di desa Ngadas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2010- Maret 2011 di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Pengamatan burung dilakukan dengan menjelajahi jalur pengamatan yang telah ditentukan sebelumnya. Daerah yang dijadikan lokasi pengamatan adalah hutan disekitar Desa Ngadas, wilayah lahan yang diolah serta daerah pemukiman. Data yang diambil dalam pengamatan burung tersebut meliputi data jenis burung, jenis vegetasi dimana burung dijumpai serta posisi koordinat dan lokasi perjumpaan dengan burung. Data mengenai jenis dan jumlah burung pada masing-masing karakter lahan ditabulasikan dengan menggunakan Microsoft Excel 2007, untuk selanjutnya dibuat diagram yang menunjukkan perbandingan antara jenis burung yang ditemukan pada masing-masing karakter lahan. Sementara untuk posisi koordinat burung tersebut dijumpai ditabulasikan dengan menggunakan Microsoft Access 2007, yang selanjutnya akan diolah dengan menggunakan software ArcGIS 9.3 untuk dibuat peta sebaran burung Desa Ngadas. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Desa Ngadas, diketahui bahwa setidaknya ada 13 famili dan 23 spesies burung yang ada di Desa Ngadas. Ketiga belas famili burung ini tersebar di seluruh wilayah desa Ngadas, namun jumlah famili paling banyak ditemukan di wilayah hutan sekunder, kemudian diikuti oleh wilayah ladang serta daerah pemukiman. Dengan melihat keragaman burung serta distribusinya di Desa Ngadas, perencanaan kegiatan Birdwatching memiliki potensi besar untuk dilaksanakan sebagai salah satu upaya konservasi dan pengenalan akan pentingnya melestarikan dan menjaga keberadaan burung. Kata kunci: Burung, birdwatching, desa Ngadas, sebaran
Pemetaan Sebaran Dan Karakter Populasi Tanaman Buah Di Sepanjang Koridor Jalur Wisatadesa Kemiren, Tamansuruh, Dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi Zakiyah Zakiyah; Serafinah Indriyani; Luchman Hakim
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.02.01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta persebaran tanaman buah, karakter populasi tanaman buah, serta persepsi masyarakat pemilik tanaman buah di sepanjang jalur wisata Desa Kemiren, Tamansuruh, dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang dilakukan meliputi survei pemetaan pertanian tanaman buah (mangga, rambutan, manggis, durian, jambu air dan jambu biji) dengan merekam titik koordinat dari GPS untuk setiap tanaman buah. Penentuan karakter populasi tanaman buah dilakukan dengan mengamati morfologi tanaman terkait vitalitas dan periodisitas. Persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara dan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan mengolah data koordinat dan data pengamatan karakter populasi tanaman buah ke dalam peta dasar melalui aplikasi GIS. Pemetaan persepsi masyarakat diperoleh dengan wawancara dan kuisioner yang dihitung dengan skala Likert kemudian dipetakan sebaran spasialnya dengan aplikasi GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran tanaman buah yang ada di pekarangan rumah banyak tersebar di sepanjang jalur desa wisata dengan perbandingan jumlah buah yang ditemukan di Desa Kemiren 76 pohon, Tamansuruh 53 pohon, dan Kampunganyar 40 pohon. Kondisi tanaman buah dalam keadaan tumbuh dengan baik, bertunas, berbunga dan berbuah, hal ini dikarenakan pada saat penelitian waktunya tanaman buah memasuki masa berbuah dan masa panen. Antusiasme masyarakat tinggi untuk menjadikan tanaman buah yang ada di sepanjang jalur desa wisata sebagai daya tarik wisatawan. Kata Kunci: jalur wisata, karakter populasi, pemetaan, persepsi, tanaman buah
Etnobotani Upacara Kasada Masyarakat Tengger, di Desa Ngadas, Kecamatan Malang, Poncokusumo, Kabupaten Malang Nindya Helvy Pramita; Serafinah Indriyani; Luchman Hakim
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.02.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat, mengetahui jenis-jenis tanaman yang digunakan untuk upacara Kasada serta mengetahui peran serta masyarakat Tengger di Desa Ngadas dalam mengkonservasi tanaman yang digunakan upacara Kasada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, observasi dan wawancara semi terstruktur dengan menggunakan 50 responden. Analisis penggunaan tumbuhan dengan menggunakan rumus indeks konsensus / fidelity level. Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi masyarakat sangat tinggi terhadap pelaksanaan upacara Kasada serta penyerahan hasil bumi. Tanaman yang digunakan untuk upacara Kasada meliputi 16 jenis tanaman. Nilai penggunaan tanaman tertinggi adalah edelweis (Anaphalis longifolia) 96%, padi (Oryza sativa) 94%, kentang (Solanum tuberosum) 90%, bawang prei (Allium fistulosum) 86%, putihan (Buddleja asiatica) 84%, kubis (Brassica oleraceae) 80%, antinganting (Fuchsia magellanica) 78%, pisang raja (Musa paradisiaca) 74%, telotok (Curculigo latifolia) 70%, kenikir/gumitir (Cosmos caudatus) 68%, pinang (Areca catechu) dan beringin (Ficus benjamina) 46%, danglu (Engelhardia spicata) 40%, janur daun kelapa (Cocos  nucifera) 30%, sirih (Piper betle) 28%, dan jagung (Zea mays) 24%. Upaya konservasi keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh masyarakat Tengger telah berkembang sejak lama, khususnya pada masyarakat yang memiliki pengetahuan lokal. Konservasi dilakukan dengan menanam flora tersebut di ladang, pekarangan dan jalan-jalan sekitar desa. Konsep pengelolaannya mengacu pada pemanfaatan berkelanjutan untuk memperoleh dinamika ekosistem yang selaras dan seimbang bagi kehidupan masyarakat Tengger. Kata kunci: Desa Ngadas, indek konsensus, konservasi, upacara Kasada