cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
HUBUNGAN PEMASARAN (RELATIONSHIP MARKETING) AGRIBISNIS BERAS ORGANIK Silvana Maulidah; Djoko Koestiono; May Vindari
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.3080

Abstract

Agribisnis merupakan sebuah sistem yang mengaitkan proses usahatani dengan subsistem hulu dan hilir. Setiap elemen entitas sepanjang rantai dalam agribisnis mempunyai hubungan saling ketergantungan. Hubungan tersebut disebut hubungan pemasaran (relationship marketing), merupakan pendekatan dalam pemasaran yang didasarkan pada pengembangan hubungan jangka panjang dengan pemasok dan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pemasaran (relationship marketing) agribisnis beras organik dan tingkat keterikatannya. Kajian hubungan tersebut meliputi: costomer service, quality and marketing. Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, unit bisnis beras organik bekerjasama dengan petani padi organik sebagai pemasok dan distributor beras organik sebagai pelanggan. Hubungan kerjasama dievauasi melalui analisis tingkat relationship marketing yang ditinjau dari 4 dimensi (kepercayaan, komitmen, kepuasan, dan ketergantungan), serta tingkat keterikatan relationship marketing yang terjalin dengan rekan bisnisnya, dengan menggunakan metode scoring.  Hasil penelitian menunjukkan: bahwa tingkat relationship marketing antara unit bisnis beras organik dengan petani padi organik dan dengan pelanggan beras organik berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa antara unit bisnis beras organik, petani padi organik, dan pelanggan beras organik telah memiliki kepercayaan satu sama lain, memiliki komitmen untuk menjalin kerjasama jangka panjang, puas terhadap kinerja rekan bisnis, dan tergantung terhadap rekan bisnisnya. Tingkat keterikatan relationship marketing yang terjalin antara pelaku agribisnis beras organik adalah pada level koordinatif. Pada level ini hubungan yang terjalin antar pelaku agribisnis beras organik lebih dari sekedar kegiatan transaksional karena telah ada ikatan yang lebih erat.RELATIONSHIP MARKETING OF ORGANIC RICE AGRIBUSINESSABSTRACTAgribusiness is a farming system that associates on farming processes with the up stream and downstream subsystem.  Each element throughout the chain in agribusiness entities have a interdependence relationship. That  is called relationship marketing, a marketing approach that is based on developing long-term relationships with suppliers and customers. The purposes of this reseach are: . analyzing of organic rice agribusiness relationship marketing and the level of its attachment. Study of the relationship includes: costomer service, quality and marketing. In carrying out its business activities, the rice organic business unit is cooperating with organic rice farmers as suppliers and distributors of organic rice as customers. The relationship between rice organic business unit with the business partner is evaluated through the level of relationship marketing analysis in terms of 4 dimensions (trust, commitment, satisfaction, and dependency), and the level of attachment relationship marketing that exists with their business partner, that using scoring method .The results of analysis show that the level of relationship marketing between rice organic business unit with organic rice farmers and organic rice customers are on normal category. This show that between rice organic business unit, organic rice farmers, and organic rice customers have trust in each other, a commitment to establish long-term cooperation, satisfied with the performance of business partners, and dependent on its business partner . Level of relationship marketing attachment that exists between agribusiness organic rice is at the level of coordinatio . At this level the relationship between agribusiness, organic rice is more than just a transactional activity because there has been closer  relationship .
PERANAN HOME INDUSTRI EMPING MELINJO DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN Yusrianto Sholeh
Agriekonomika Vol 6, No 1: April 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i1.1905

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui pendapatan tenaga tenaga kerja Industri Emping Melinjo di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan, (2) Untuk mengetahui kontribusi pendapatan tenaga kerja terhadap pendapatan keluarga di sektor industri Emping Melinjo di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan (Dengan jumlah pendapatan terkecil yaitu 38 orang atau 44% yaitu Rp 750.000-Rp 1.100.000. Kemudian pada jumlah pendapatan terbesar yang diperoleh tenaga kerja ialah Rp.2.150.000-Rp.2.500.000 berjumlah 2 orang atau 2%. Sedangkan kontribusi terhadap pendapatan di sektor industri Emping Melinjo di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan bahwa kontribusi pendapatan keluarga terbesar/Tinggi  sebanyak 24 orang atau 28 %, kemudian  nilai yang terkecil/sangat rendah ialah 10 orang atau 11 %.HOME INDUSTRY MELINJO ROLE IN IMPROVING INCOME FAMILIES IN THE DISTRICT DISTRICT BURNEH BANGKALANABSTRACTThis study aims to determine the following matters: (1) to determine the earnings of industrialworkers in the district chips melinjo Burneh Bangkalan district. (2) to determine the contribution of labor income to the family income in theindustrial sectorin the sub chips melinjo Burneh Bangkalan district.the result showed that the income of families in the district (with the smallest amount of income that is 38 or 44% is Rp 750.000-Rp 1.100.000, then the largest amount of income earned is labor Rp.2.150.000-2.500.000 amounted to 2 or 2%.While the contribution to earning in the industrial sector in the sub chips melinjo Burneh Bangkalan district that contributes the largest family incomeas many as 24 people or 28%, then the smallest value is 10 or 11%
MODEL KERJASAMA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN (POKDAKAN) PADA PEMASARAN AGRIBISNIS IKAN GURAMI DI KABUPATEN BANYUMAS Yusuf Enril Fathurrohman
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1750

Abstract

Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Ulam Sari di Desa Kalikidang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas bertujuan untuk meningkatkan bargaining position bagi pembudidaya ikan gurami yang memiliki kekurangan modal khususnya pada bagian pemasaran. Pemasaran dilakukan secara kolektif dan lebih profesional untuk menghindari berbagai permasalahan.            Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola kerjasama antara POKDAKAN dengan pembudidaya ikan gurami dalam bidang pemasaran yang dijabarkan melalui analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui wawancara dengan pembudidaya gurami anggota POKDAKAN dan pengurus POKDAKAN.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui kerjasama antara POKDAKAN dan pembudidaya ikan diperoleh keuntungan 1) pembudidaya ikan gurami memperoleh ketersediaan faktor produksi seperti kolam, bibit, pakan dan SDM pengawasan; 2) POKDAKAN memperoleh ketersediaan ikan gurami konsumsi untuk dipasarkan dan keuntungan sebesar 15% dari hasil penjualan, 3) calon pembeli memperoleh barang (ikan gurami) dengan akses mudah (one spot service) dan memperoleh kualitas dan kuantitas yang diinginkan serta terjaganya kontinuitas pemasaran.Kata Kunci      : POKDAKAN, ikan gurami, pemasaran, kerjasama.
ANALISIS PENGEMBALIAN KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) PETANI PADI DI KABUPATEN KUDUS Widhi Netraning Pertiwi; Irham Irham; Masyhuri Masyhuri
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.3052

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui : (1) tingkat pengembalian KKP-E yang sudah dibayarkan oleh petani padi dan untuk mengetahui tingkat kelancaran serta kemampuan pengembalian KKP-E dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian KKP-E oleh petani padi di Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 31 responden petani padi yang mengambil KKP-E yang telah jatuh tempo pengembalian kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengembalian KKP-E di Kabupaten Kudus dikategorikan lancar dan tepat waktu dengan persentase tingkat tunggakan adalah sebesar 8%, Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembalian KKP-E padi di Kabupaten Kudus secara parsial signifikan berpengaruh adalah jumlah pinjaman, lama usahatani, luas lahan, serta umur. Sedangkan yang tidak signifikan berpengaruh adalah pendapatan usahatani, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan dummy wilayah. Secara simultan, faktor-faktor independen bersama-sama mempengaruhi jumlah pengembalian KKP-E padi (F sig α = 5%). Nilai adjusted R2 adalah 0.883 atau 88.30%.ANALYSIS OF REPAYMENT OF ‘FOOD AND ENERGY SECURITY’ CREDIT AMONG RICE FARMERS IN KUDUS REGENCYABSTRACTThe aims of this study are (1) to find out various uses of ‘Food and Energy Security’ Credit (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi—KKP-E) and its proportion used in rice farming among farmers in Kudus Regency, (2) to examine the repayment of KKP-E ever paid by the rice farmers as well as the smoothness and ability of repaying the credit and (3) to identify the factors affecting the repayment rate of KKP-E by rice farmers in Kudus Regency. This study to collect a sample of 31 respondents among rice farmers taking KKP-E with the expired credit repayment.. The results of the credit repayment rate in Kudus Regency was categorized as smooth and timely with a percentage of back payment was 8% and the factors affecting the success of credit repayment were the amount of credit, farming period, land size, and age, while the factors that did not affect it were farming income, education, number of family member, and dummy of regions. All the independent factors simultaneously affect the amount of KKP-E repayment for rice commodity was F α = 5%. The value of adjusted R2 was 0,.883 or 88,.30%.
PENGARUH ATRIBUT KEMASAN MAKANAN DAN KARAKTERISTIK KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN Tri Hanifawati; Any Suryantini; Jangkung Handoyo Mulyo
Agriekonomika Vol 6, No 1: April 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i1.1895

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh atribut kemasan makanan dan karakteristik konsumen terhadap persepsi, pencarian informasi, pemilihan alternatif, dan perilaku setelah pembelian. Pengambilan data menggunakan teknik convenience sampling kepada 400 responden dan wawancara kepada asosiasi ritel dan industri makanan. Analisis data dengan menggunakan Interpretasi Skor Interval dan Seemingly Unrelated Regression. Hasil menunjukkan bahwa atribut kualitas dan fitur kemasan berpengaruh lebih besar terhadap semua tahapan keputusan pembelian. Secara simultan karakteristik responden berpengaruh signifikan terhadap persepsi, pemilihan alternatif, dan perilaku setelah pembelian. Intensitas belanja berpengaruh signifikan terhadap persepsi dan perilaku setelah pembelian; sedangkan umur, jenis kelamin, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan alternatif dan perilaku setelah pembelian. Implikasinya, IKM makanan perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap atribut kemasan yang berpengaruh lebih besar.THE EFFECT OF FOOD PACKAGING AND CONSUMER CHARACTERISTICS ON PURCHASE BEHAVIORABSTRACTThis study aims to determine the effect of snack package attributes and consumer characteristics on the perception, information search, alternative selection, and after purchase behaviour. The survey wasdone by the convenience sampling technique to 400 respondents and interviewingretail and food industries association. Data analysiswas Interval Score interpretation and Seemingly Unrelated Regression. The results show that the quality attributes and package features have greater effect on all purchasing decision stages. The respondent characteristics, simultaneously, significantly affect the perception, information search, alternative selection, and after purchase behaviour. The shopping intensity significantly affect the perception and after purchase behaviour; while, age, gender, and income significantly affect the alternative selection and after purchase behaviour. The implication is that food SMEs are required to give greater attention to the attributes greater affected. 
USAHA AGRIBISNIS “KELOMPOK TANI KATATA”: SEBUAH MODEL USAHA KECIL AGRIBISNIS Gema Wibawa Mukti; Rani Andriani Budi Kusumo; Nursyamsiyah Nursyamsiyah
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1796

Abstract

Perkembangan pasar terstruktur sebagai alternatif pasar bagi petani hortikultura menimbulkan optimisme tinggi bagi para petani hortikultura untuk terus mengembangkan usahanya.. Tujuan Penelitian adalah mengetahui proses dan tahapan tahapan memulai wirausaha produk hortikultura dan bagaimana pengembangan usaha yang telah dilakukan, agar menjadi inspirasi bagi pelaku usaha hortikultura skala kecil lainnya. Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi kasus. Rancangan Analisis Data menggunakan model bisnis canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani Katata merintis jalan dengan memfokuskan diri memenuhi permintaan pasar modern dan ekspor. Dalam perjalanannya, Katata berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi dan Bank Indonesia, untuk mempermudah akses terhadap teknologi, informasi pasar dan aspek keuangan. Dengan kolaborasi tersebut, maka Katata dapat menjalankan bisnis dengan efektif, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar secara optimal dan mendapatkan profit dari aktivitas bisnisnya tersebut. Model bisnis yang diterapkan oleh kelompok tani Katata tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok – kelompok tani lainnya atau bahkan masyarakat yang ingin berbisnis di bidang pertanian.
FAKTOR PENENTU PRODUKSI SAYURAN DAERAH DATARAN TINGGI DI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Ana Arifatus Sa'diyah; Agnes Quartina Pudjiastuti
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.3082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani sayuran dataran tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sayuran dataran tinggi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan regresi linear berganda dengan model Cobb-Douglass. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) usahatani sayuran dataran tinggi menguntungkan dengan nilai R/C1, (2) bibit, luas lahan, pupuk buatan, pupuk kandang, tenaga kerja, dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produksi sayuran.DETERMINANTS OF UPLAND AREA VEGETABLE PRODUCTION  IN SUKAPURA, PROBOLINGGOABSTRACTThis study aims to analyze the income of upland vegetable farmers and the factors-factors that effect the production of high land vegetables. This research uses descriptive analysis method and multiple linear regression with Cobb-Douglass model. The result of the analysis showed that: (1) upland vegetable farming profitable with R/C1, (2) seeds, land area, artificial fertilizer, manure, labor, pesticide have significant effect on vegetable production.
PEMANFAATAN SOSIAL MEDIA DALAM PENYULUHAN PERTANIAN DAN PERIKANAN DI INDONESIA Kadhung Prayoga
Agriekonomika Vol 6, No 1: April 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i1.2680

Abstract

ABSTRAKPertukaran informasi menjadi masalah yang mendapat sorotan dalam kegiatan penyuluhan pertanian dan perikanan. Sulitnya petani mengakses informasi ini kemudian memunculkan solusi dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial. Sehingga, paper ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penyuluhan yang memanfaatkan media sosial ini lewat sebuah studi literature terhadap sumber data sekunder. Dari hasil analisis penggunaan facebook dirasa masih sangat kurang optimal karena tidak ada update informasi terkait kegiatan perikanan. Namun, Kementerian Pertanian justru sangat aktif dalam menggunakan facebook. Sedangkan untuk pemanfaatan twitter, keduanya sama-sama aktif untuk berinteraksi dengan masyarakat. Pemanfaatan video conference dinilai sangat baik untuk Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan, namun masih kurang dioptimalkan oleh Kementerian Pertanian. Secara rutin dua institusi ini memperbaharui informasi terkait kegiatan pertanian dan perikanan seperti: budi daya, teknologi, maupun pemasaran. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan yang memanfaatkan media sosial harus terus dioptimalkan karena jumlah penggunanya yang terus meningkat.UTILIZATION OF SOCIAL MEDIA IN AGRICULTURE AND FISHERIES EXTENSION ACTIVITY IN INDONESIAABSTRACTThe exchange of information becomes a problem that gets the spotlight in the agriculture and fisheries extension activities. The difficulty for farmers to access this information is then led to solutions that take advantage of information technology such as social media.Thus, this paper aims to determine how the implementation of social media outreach utilizing it through a literature study on secondary data sources. From the analysis of the use of facebook it is still a very sub-optimal because there is no update information related to fishing activities. However, the Ministry of Agriculture is very much active in using facebook. As for the use of twitter, both are equally active to interact with the community. Utilization video conference is considered very good for Extension and Community Empowerment Center of Marine and Fisheries but still less optimized by the Ministry of Agriculture. These two institutions regularly updated information related to agriculture and fisheries activities such as farming, technology, and marketing. Thus, it can be concluded that outreach activities that take advantage of social media should be optimized for the number of users continues to increase.
ANALISIS EKONOMI USAHA TERNAK SAPI POTONG BERBASIS AGROEKOSISTEM DI INDONESIA S. Rusdiana; Umi Adiati; Rijanto Hutasoit
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1794

Abstract

Konversi lahan untuk pengembangan usaha pertanian dapat menyediakan hijauan pakan ternak yang berkualitas baik. Pendapatan peternak dapat dipengaruhi oleh jumlah ternak yang dipelihara dan manajemen yang baik, artinya semakin banyak ternak yang dipelihara akan semakin besar keuntungan yang dipeloreh. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahi analisis ekonomi usaha sapi potong berbasis agroekosistem di Indonesia. Pengembangan usaha ternak sapi potong dapat dilakukan dengan cara penggemukan dan pembibitan. Potensi ketersediaan hijauan pakan ternak dari berbagai sumber dengan rataan produksi bahan kering sekitar 28.42 ton/ha/tahun, jumlah produksi bahan kering sekitar 58.048.233 ton. Potensi tersebut belum termasuk dari sumber hijauan ternak, dari lahan perkebunan, kehutanan dan lainnya. Ketersediaan hijauanpakan ternak merupakan salah satu faktor penentu untuk keberhasilan usaha sapi potong. Keuntungan bersih petani sapi potong skala 4-6 ekor/petani sekitar Rp.1.048.066/tahun/petani, nilai B/C ratio 0.17, keuntungan bersih petani sapi potong PO jantan skala 3 ekor/petani sebesar Rp.5.464.000/ tahun/petani nilai B/C ratio 1.3 , dan, keuntungan bersih petani sapi potong skala 7-10 ekor/petani sebesar Rp.3.705.159/tahun/petani, sapi potong secara sosial memiliki nilai ekonomi yang cukup baik bagi petani.
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR OTAK-OTAK BANDENG DI KABUPATEN GRESIK Nofiyati Nofiyati; Novi Diana Badrut Tamami
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.2856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik konsumen otak-otak bandeng di Gresik, (2) menganalisis atribut-atribut yang mempengaruhi pembelian otak-otak bandeng di Gresik. Penelitian ini dilaksanakan di Toko Muzanah dan Sari Kelapa. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen otak-otak bandeng berusia antara 25-35 tahun, rata-rata pendidikan terakhir sarjana dan bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji rata-rata lebih dari Rp. 2.500.000dan memiliki tanggungan keluarga antara 1-5 orang. Berdasarkan hasil analisis konjoin diketahui bahwa konsumen otak-otak bandeng lebih menyukai bahan kemasan kardus, desain kemasan bergambar bandeng, rasa pedas, harga Rp. 45.000 dan ukuran berat 400 gr.MARKETING STRATEGY OF OTAK-OTAK BANDENG IN GRESIKABSTRACTThe aims of this study are (1) to know the characteristics of the consumers who buy otak-otak bandeng in Gresik, (2) to analyze what kinds of attributes that become the consumers’ choice on otak-otak bandeng in Gresik. This study is conducted in Muzanah Store and Sari Kelapa. This study uses descriptive analysis and conjoint analysis. The results of this study show that the consumers who buy otak-otak bandeng are consumers in the age of 25-35 years old with college as their last education that work as private sector employees with salary Rp 2,500,000 and have a number of family members of 1-5 people. The results of conjoint analysis show that the consumers prefer cardboard packaging material, milkfish image packaging design, dominant blue color packaging, spicy flavor, price of Rp 45,000, and size of 400 gr.