cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN PABRIK KARET PTPN VII PADANG PELAWI BENGKULU Deny Kurnia Sisti; Joni Murti Mulyo Aji; Evita Soliha Hani
Agriekonomika Vol 7, No 1: April 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i1.3828

Abstract

Karet adalah komoditas perkebunan strategis yang memiliki peranan ekonomi yang signifikan bagi petani dan bagi Negara sebagai penyumbang devisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kelayakan finansial dan teknis usaha karet; (2) sensitivitas terhadap penurunan harga output, penurunan produksi dan kenaikan harga input; (3) strategi pengembangan. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara dan pengumpulan data produksi tahun 2015. PTPN VII Unit Padang Pelawi Bengkulu merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan onfarm hingga offarm karet. Produk yang dihasilkan adalah SIR 20. Hasil penelitian menggunakan analisis Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit and Cost Ratio (B/C Ratio) dan Payback Period (PP) dengan tingkat bunga sebesar 6,75% menunjukkan bahwa perusahaan secara finansial layak. Analisis sensitivitas untuk menguji tingkat sensitivitas proyek terhadap penurunan produksi sebesar 5%, penurunan harga output sebesar 5% dan kenaikan harga input sebesar 6% menunjukkan perusahaan tidak sensitif dan strategi pengembangan PTPN VII Unit Padang Pelawi Bengkulu adalah memaksimalkan sumber daya alam dan tenaga kerja. Kelayakan usaha karet PTPN VII Unit Padang Pelawi Bengkulu layak untuk dilanjutkan.
Persepsi Petani Cabai Besar dan Pengelola Koperasi Terhadap Kemitraan Agribisnis Hadi Hidayatul Falah; Sudarko Sudarko; Sri Subekti
Agriekonomika Vol 7, No 1: April 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i1.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: alasan petani cabai menjalin kemitraan dengan koperasi, persepsi petani cabai dan pengelola koperasi terhadap kemitraan agribisnis. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method yaitu di Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan metode snowball sampling. Pengumpulan data dengan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan metode analisis model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan petani cabai menjalin kemitraan adalah adanya kepastian pasar, ingin mendapat ketenangan hati, adanya bimbingan teknis, menumbuhkan kekeluargaan, adanya bantuan modal, memiliki kedekatan dengan koperasi dan adanya keinginan untuk menaikan kapasitas diri. Persepsi petani cabai terhadap kemitraan beranggapan sudah berjalan baik. Semua norma, baik itu tertulis atau tidak tertulis, di jalankan dan diterima  sebaik mungkin. Persepsi pengelola Koperasi terhadap kemitraan beranggapan sudah berjalan baik. Tidak ada permasalahan secara teknis yang sangat berarti, namun permasalahan yang paling berpengaruh adalah permasalahan SDM.
Lebak Swamp Typology and Rice Production Potency in Jakabaring South Sumatra Elisa Wildayana; M. Edi Armanto
Agriekonomika Vol 7, No 1: April 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i1.2513

Abstract

The research aimed to compare lebak swamp typology and rice production potency before and after landfills in Jakabaring South Sumatra.  This study is a qualitative and quantitative research assisted with interpretation of Landsat images in 1987 and 2015. The research method was survey method in the fields and respondents were taken by randomly purposive sampling and by using open questionnaire. The research resulted that lebak swamp in Jakabaring can be divided into six typologies, namely lebak lebung, deep lebak, middle lebak, levee lebak, shallow lebak and dry land. After landfills, dry land covers an area of 1,964 ha (72.73%), while the lebak swamp was decreased by approximately 736 ha (27.27%). Before landfills, soil orders were found based on its dominance, namely Histosols, Entisols, Inceptisols and Gelisols. After landfills, composition of soil order is dominated by Entisol, Inceptisol, Gelisols and Histosols. Before landfills rice yields were produced about 3,240 tons of milled dry rice (MDR)/year, and potency rice production is now only about 506.25 tons of MDR/year.
Keberadaan TV TANI Sebagai Revitalisasi Media Baru Penyuluhan Pertanian di Indonesia Kadhung Prayoga; Pungky Syah Banar; Dimas Setyo Prayoga
Agriekonomika Vol 7, No 1: April 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i1.3509

Abstract

Asimetris informasi yang dialami petani di Indonesia salah satunya terjadi karena media penyuluhan seperti televisi dan radio yang kurang memberikan informasi secara signifikan dan berimbang. Kemudian muncullah TV TANI yang diharapkan mampu menjawab permasalahan tersebut, namun apakah kemudian TV TANI sebagai media baru penyuluhan mampu menyediakan beragam informasi bagi petani. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan lewat metode studi pustaka. Dari pembahasan diketahui bahwa TV TANI menjadi media baru bagi kegiatan penyuluhan di Indonesia karena sudah berbasis internet yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Namun, Kementerian Pertanian tidak jelas dalam menentukan sasaran dan tidak memperhatikan kondisi sosial budaya petani. Meski begitu, TV TANI hadir dengan kemasan berbeda dan lebih baik jika dibandingkan konsep siaran pertanian yang sudah pernah ada. Dalam pengembangan materi acara, Kementerian Pertanian harusnya bekerja sama dengan berbagai pihak yang terkait dengan pembangunan perdesaan dan melibatkan masyarakat pedesaan dalam penyusunannya.
Peran Kompetensi Penyuluh Pertanian pada Keterampilan Petani Bawang Merah Mohamad Ikbal Bahua
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4489

Abstract

Penyuluh pertanian dalam upaya mengubah perilaku petani bawang merah menjadi petani yang berkualitas perlu mempunyai kompetensi teknis budidaya tanaman maupun kompetensi manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penyuluh pertanian, menganalisis faktor-faktor kompetensi penyuluh pertanian yang berhubungan dengan keterampilan petani bawang merah, dan menganalisis kekuatan hubungan kompetensi penyuluh pertanian dengan keterampilan petani bawang merah. Metode penelitian ini adalah ex post facto. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo. Data penelitian di analisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyuluh pertanian di Kabupaten Gorontalo tersebar pada sejumlah karakteristik individu, yaitu: umur penyuluh, masa kerja, jumlah petani binaan, tingkat pendidikan, dan pelatihan yang pernah diikuti penyuluh. Kompetensi penyuluh memiliki keeratan hubungan dengan keterampilan petani bawang merah melalui dimensi kompetensi kepribadian, kompetensi andragogik, kompetensi profesionalisme, dan kompetensi sosial.
Peran Konsep Contract Farming Agro Jamur Pabuwaran Terhadap Pengembangan Agribisnis Jamur Tiram di Kabupaten Banyumas Yusuf Enril Fathurrohman; Rahmi Hayati Putri
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.3462

Abstract

Sistem Contract Farming yang dijalankan Agro Jamur Pabuwaran bersama petani mitra/plasma fokus pada produksi dan pemasaran. Konsep tersebut bertujuan agar petani jamur dapat mengembangkan usahanya tanpa khawatir akan kelangkaan pasar serta ketidakpastian harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan peran Contract Farming yang dijalankan Agro Jamur Pabuwaran. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Terdapat dua jenis sampel yaitu Agro Jamur Pabuwaran selaku petani inti dan petani jamur mitra selaku petani plasma yang berada di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Contract Farming yang digunakan Agro Jamur Pabuwaran merupakan pola kemitraan semi intiplasma dengan kerjasama produksi dan pemasaran serta memiliki manfaat sosial dan ekonomi yang berdampak pada kedua belah pihak.
Kelayakan dan Nilai Tukar Petani Padi Organik di Kabupaten Sleman Pinjung Nawang Sari; Yahya Shafiyuddin Hilmi; Windy Septita Hariswanti
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.3928

Abstract

Padi dihadapkan pada isu global seperti penggunaan bahan sintetis dalam proses usaha tani yang dapat mengurangi kualitas lingkungan maupun produknya. Sebaliknya, beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan bahan alami yang hemat biaya dapat meningkatkan pendapatan petani maupun menjaga kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan pendapatan usaha tani, mengetahui kelayakan usaha tani, mengetahui nilai tukar petani serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usaha tani padi organik di Kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan terhadap 30 sampel rumah tangga tani padi organik dengan metode proportional random sampling. Analisis kelayakan usaha tani didapat melalui analisis R/C ratio, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi organik didapat melalui metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani padi organik di Kabupaten Sleman layak untuk dikembangkan. Luas lahan dan pendidikan kepala keluarga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi organik.
Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Broiler di Kabupaten Malang Nanang Febrianto; J.A. Putritamara; B. Hartono
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4451

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang dengantujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatandan kelayakan usaha peternakan broiler. Metode yang digunakan adalah metodesurvey. Pengambilan sampel secara purposive random sampling terhadap 69 peternak berdasarkan jumlah kepemilikan ternak. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan penyebaran kuisioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan analisis biaya dan R/C ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya tetap sebesar Rp. 3.167.031, biaya variabel sebesar Rp. 161.697.460, penerimaan total sebesar Rp. 183.335.616, keuntungan sebesar Rp. 18.471.124. Usaha peternakan broiler di Kecamatan Bululawang layak untuk dikembangkan, dengan nilai analisa R/C ratio yaitu sebesar 1 (rata-rata 1,11).
Pengaruh Peran Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Terhadap Penyusunan Program Penyuluhan Peternakan di Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung Andi Warnaen; Bambang Riyanto
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.3544

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji Peran BP3K dan BPP terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur Tahun 2016. Jumlah populasi adalah 317 orang, Jumlah sampel 90 orang dengan cara menentukan jumlah sampel yaitu menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik propotional random sampling. Variabel penelitian ini yaitu Variabel independent adalah peran BP3K dan BPP. Variabel dependent adalah penyusunan Program Penyuluhan Peternakan. Metode pengumpulan data adalah Wawancara menggunakan kuesioner dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Regresi Linier berganda. Hasil penelitian menunjukan Pengaruh BP3K dan BPP secara bersama-sama mempengaruhi dalam penyusunan program penyuluhan peternakan sebesar 57,5%. peran BP3K yang secara langsung terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan adalah sebesar 18 %. Sedangkan pengaruh peran  BPP yang secara langsung terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan sebesar 64,7 %.
Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak Aries Maesya; Supardi Rusdiana
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4459

Abstract

Pengembangan usaha ternak kambing dipedesaan cukup tinggi, dilihat dari agroekosistem di Indonesia cukup baik. Secara sosial ekonomi kepemilikan ternak kambing dapat memberikan arti tersendiri bagi peternak. Tujuan tulisan adalah untuk mengetahui prospek pengembangan usaha ternak kambing dan memacu peningkatan ekonomi peternak. Fokus bahasan ini menjadi bagian terpeting yang perlu ditangani dalam menjawab, juga sebagai dasar pengembangan ternak kambing selanjutya. Pendekatan dapat dilakukan melalui usaha ternak kambing pada tingkat peternak, industri maupun tingkat wilayah. Kedepan pengembangan usaha ternak kambing lokal Indonesia dapat dilakukan melalui dengan budidaya, perbanyakan bibit betina, jantan produktif dan pembesaran pejantan secara nasional. Selain untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak, juga dapat meningkatkanpopulasi ternak kambing. Secara tidak langusng kebutuhan konsumen akan daging, pasar domestik maupun pasar ekspor dapat terpenuhi. Peningkatan skala usaha ternak kambing bukan lagi sebagai usaha sampingan, namun diharapkan sebagai usaha pokok. Jenis-jenis kambing yang ada di wilyah Indonesia perlu dilestarikan dan diushakan. Prospek kedepan sektor peternakan memiliki peran yang sangat strategis, dalam upaya untuk kecukupan pangan, menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan peternak.