cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2013): MARET" : 11 Documents clear
KEEFEKTIFAN INSEKTISIDA CAMPURAN EMAMEKTIN BENZOAT + BETA SIPERMETRIN TERHADAP HAMA ULAT API Setothosea asigna PADA TANAMAN KELAPA SAWIT Edy Syahputra
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.586 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1475

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kerja bersama dari bahan aktif insektisida emamektin benzoat dan beta sipermetrin di laboratorium, dan untuk mengevaluasi keefektifan dari insektisida campuran dalam mengendalikan populasi ulat api S. asigna di lapangan. Bioassay dilakukan dengan metode penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran insektisida antara bahan aktif emamektin benzoat dan beta sipermetrin memiliki aktivitas sinergistik terhadap larva S. asigna dengan indeks kombinasi insektisida 0,89%. Insektisida campuran pada kisaran konsentrasi 0,25 - 1,00 ml/l yang disemprotkan pada tanaman kelapa sawit secara efektif menekan populasi larva S. asigna di lapangan.Kata Kunci: Insektisida campuran, Kelapa sawit, Setothosea asigna.
TANGGAP PERTUMBUHAN AWAL JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP BOKHASI GULMA GLETANG (Tridax procumbens) YANG DIPERKAYA KAPUR PADA TANAH ULTISOL Edi Susilo
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.224 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1480

Abstract

Budidaya jarak pagar dengan memanfaatkan campuran tanah dan bahan organik dari alam untuk media tanam masih terbatas informasinya. Bahan organik yang murah dan melimpah serta bermanfaat bagi pertumbuhan jarak pagar sangat dibutuhkan. Potensi yang belum banyak digali adalah pemanfaatan gulma yang berada di lingkungan kita yang bisa dimanfaatkan sebagai bokhasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi bokhasi gletang (Tridax procumbens) dengan tanah ultisol Bengkulu yang terbaik dengan diperkaya kapur terhadap pertumbuhan awal jarak pagar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2012 di Kebun Percobaan Pematang Gubernur, Muara Bangkahulu, Bengkulu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun Faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah kombinasi bokhasi gletang dan tanah ultisol terdiri atas 3 taraf yaitu : T1 (bokhasi gletang dan tanah ultisol = 1 : 2), T2 (bokhasi gletang dan tanah ultisol = 1 : 3), dan T3 (bokhasi gletang dan tanah ultisol = 1 : 4). Faktor kedua adalah dosis kapur terdiri atas 3 taraf yaitu K1 (kapur 1,5 g/tanaman), K2 (kapur 3 g/tanaman) dan K3 (kapur 6 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 5 MST, kombinasi bokhasi gletang dan tanah ultisol dengan perbandingan 1 : 2 (T1) memberikan respon pertumbuhan terbaik pada parameter tinggi tanaman (26,83 cm), diameter batang (8,68 mm), jumlah daun (6,05 helai), kanopi (35,83 cm) dan bobot akar (0,64 g). Pengaruh kapur tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap semua parameter kecuali panjang akar terbaik dosis 3 g/tanaman (19,25 cm) maupun 6 g/tanaman (18,58 cm). Pengaruh interaksi berbeda nyata pada parameter panjang akar dan bobot akar. Panjang akar terpanjang dicapai interaksi antara perbandingan bokhasi gletang dan tanah 1 : 3 dengan kapur dosis 3 g/tanaman (23,75 cm) maupun perbandingan bokhasi gletang dan tanah ultisol 1 : 3 dengan kapur dosis 6 g/tanaman (22,50 cm). Bobot akar tertinggi dicapai interaksi perbandingan bokhasi gletang dan tanah ultisol 1 : 2 dengan kapur dosis 6 g/tanaman (0,69 g). Kata kunci : Jatropha curcas, gletang, ultisol, kapur
GROWTH AND PRODUCTION OF Piper sarmentosum Roxb. ex Hunter IN POT WITH DIFFERENT GROWING MEDIA Maya Melati; Melia Fetiandreny
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.032 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1476

Abstract

Piper sarmentosum (karuk) dimanfaatkan untuk masakan tradisional; namun tanaman ini juga berpotensi sebagai tanaman obat. Informasi tentang budidaya tanaman P. sarmentosum masih terbatas, oleh karena itu kajian ini diawali dengan pemilihan media tanam yang sesuai. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap satu faktor dengan perlakuan jenis media yaitu tanah saja, tanah+pasir (3:1, v/v), tanah+arang sekam (3:1, v.v), dan tanah+pupuk kandang sapi (3:1, v/v). Setiap perlakuan diulang 4 kali dan masing-masing terdiri atas 5 tanaman. Analisis data menggunakan sidik ragam. Bahan tanaman berupa stek plagiotrop dengan 3 buku dan polybag warna hitam sebagai wadah. Pupuk anorganik diberikan pada semua perlakuan dengan dosis setara pupuk majemuk N-P-K-Mg 12:12:17:2. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perbedaan media mempengaruhi hampir semua peubah yang diamati. Pemberian pupuk kandang sapi menghasilkan keragaan dan produksi tanaman terbaik (ditunjukkan dengan tajuk dan akar yang lebih lebat serta daun yang lebih hijau dibandingkan tanaman yang mendapat perlakukan lainnya). Meskipun tidak nyata, ada kecenderungan bahwa pertumbuhan tanaman karuk lebih baik pada media tanah saja dibandingkan pada media dengan penambahan pasir atau arang sekam.Kata kunci: pupuk kandang, pot, sayuran fungsional, piperaceae, arang sekam
RESPON TANAMAN KEDELAI TERHADAP PUPUK HAYATI MIKORIZA ARBUSKULA HASIL REKAYASA SPESIFIK GAMBUT Iwan Sasli
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.343 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1481

Abstract

The objectives of  this research were to study the  effectiveness of arbuscular mycorrhizal biofertilizer on growth and yield of soybean in peat soil. The  experiment was arranged in a Split-Plot Design  with factorial pattern, consisting of two factors and three replications. The first factor was Mycorrhizal consisted  of the levels: without mycorrhizae, mycorrhizal from biofertilizer, and indigenous mycorrhizal propagule from  pineapple’s rhizosphere were as main-plot.  Dosage of phospate fertilizer  were as sub-plot consisted of:  100, 75,  50, and 25 kg P2O5.ha-1.  The research showed that the mycorrhizal biofertilizer can improve plant growth and increase the some variables, such as plant heights, days to flowering, number of productive branches, dry wight of 100 seeds, number of pods of plant, and the percentage of plant to mycorrhizal dependency. It can be concluded that the arbuscular mycorrhizal specific of peat can be developed as a biologiocal fertilizer and cope with limited nutrient in peat soils and to improve the efficiency of phopate fertilizer.Keyword : fertilizzer, mycorrhyzal,  peat, soybean
ANALISIS MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN SEBELAS JENIS TANAMAN SALAK (Salacca zalacca (Gertner) Voss BANGKALAN Siti Fatimah
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.27 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan hubungan kekerabatan 11 kultivar salak yang dikembangkan petani di Desa Kramat, Kabupaten Bangkalan.  Sebelas jenis salak yang diamati adalah salak : (1) mangga, (2) aren, (3) nangka, (4) pandan, (5) pepaya, (6) penjalin, (7) kerbau, (8) apel, (9) manggis, (10) senase’, dan (11) air. Hasil pengamatan 37 karakter morfologi terdapat 12 karakter yang mempunyai persamaan penuh, 9 karakter mempunyai persamaan sebagian dan 16 karakter yang mempunyai perbedaan.Hubungan kekerabatan terjauh terdapat antara G2 dan G8 yaitu antara salak aren dan salak apel (nilai similaritas terendah,  sebesar 12,8%). Hubungan kekerabatan terdekat terdapat antara G1 dan G9 yaitu antara salak mangga dan salak manggis (nilai similaritas sebesar 87,3%).Analisis kelompok kultivar menunjukkan bahwa kultivar salak Bangkalan terbagi dalam dua kelompok utama yaitu kelompok A terdiri dari sepuluh kultivar yaitu G1, G9, G7, G10, G5, G6, G4, G11, G3 dan G8. Kelompok B hanya terdiri dari satu kultivar saja yaitu G2.  Kelompok A membentuk dua sub kelompok besar yaitu kelompok C yang terdiri delapan kultivar salak Bangkalan yaitu G1, G9, G7, G10, G5, G6, G4 dan G11, sedangkan kelompok D terdiri dari dua kultivar yaitu G3 dan G8.  Kelompok C membentuk dua sub kelompok yang lebih kecil lagi yaitu: (1) kelompok E terdiri dari dua kultivar yaitu G1 dan G9, (2) kelompok F terdiri dari enam kultivar yaitu G7, G10, G5, G6, G4 dan G11.Kata kunci : Karakter Morfologi, Kekerabatan, Salak Bangkalan
UPAYA PENGAKARAN Echinacea purpurea L DENGAN AUKSIN SECARA KULTUR JARINGAN Heru Sudrajat
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.172 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1477

Abstract

Recently, to meet the needs of botanicals medicinal plants the cultivation directed, require good quality and uniform seeds on form and time.    Tissue culture research to from root of Echinacea purpurea L by the provision of IBA and NAA will be conducted.This recearched aimed to develop an and cultivate qualified Echinacea purpurea L as the raw material for drug foemulation. Tissue culture techniques has  more advantage because it is not affected by the climate, relatively fast production, free contamination of microbial and do not require large tracts of land. The research was carried out considering the need to be developed and cultivated plant Echinacea purpurea L qualified as raw material for the drug tissue culture techniques has advantages because it is not affected by the climate with relatively fast production time, free of microbial contamination and do not require large tracts of land. Shoots multipication done on MS medium using growth regulators GA3with concentration of 3 mg / l. Research foor rof induction on Echinacea purpurea L shoot made by adding growth regulators of IBA and NAA with concentrations with 0, 2, 4 and 6 mg / l respectively. The 2 months incubation periods produced tehe best root induction on the additon of IBA 4 mg / l. It producted 16 roots with a length of 4 cm and relatively lagre in size.Keywords: Echinacea purpurea L., tissue culture, IBA, NAA, plant growth regulators
PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BUAH JARAK PAGAR HASIL PENYAMBUNGAN Lestari -
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.659 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1482

Abstract

Penelitian dilakukan di KP. Muktiharjo, Pati mulai bulan Januari 2010 hingga Desember 2010. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok  dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan.  Masing-masing  perlakuan terdiri dari 10 tanaman. Parameter pengamatan meliputi persentase jadi,  tinggi tanaman, lebar kanopi,  jumlah cabang, jumlah daun, jumlah tros, jumlah buah dan berat 100 biji. Hasil penelitian yang didapatkan  adalah persentase hidup,  jumlah cabang terbanyak dan berat 100 biji yang terbaik ada pada perlakuan kontrol/tanaman baru dengan biji yaitu IP3M dan sebaliknya yang terjelek adalah panjang entres IP3A dengan panjang entres 5 cm masing-masing 100%, 14.33 ,69.67 dan  78.67, 11.33, 69.00 Produksi buah dan berat biji per pohon terbanyak ada pada perlakuan  entres IP3M dengan panjang entres 15 cm  dan sebaliknya ada pada tanaman baru dari biji yaitu IP3M masing-masing 91,10 buah/pohon, 163,56 gram dan 20,70 buah/pohon, 42,20 gram.Kata kunci: panjang entres, jarak pagar, teknik penyambungan
APLIKASI KOMBINASI KOMPOS JERAMI, KOMPOS AZOLLA DAN PUPUK HAYATI UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH POPULASI BAKTERI PENAMBAT NITROGEN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI BERRBASIS IPAT-BO Ferina Rosiana; Tien Turmuktini; Yuyun Yuwariah; Mahfud Arifin; Tualar Simarmata
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.224 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1461

Abstract

Penelitian untuk mengetahui efek pemberian kombinasi kompos jerami dengan Azolla dan pupuk hayati majemuk terhadap peningkatan populasi bakteri penambat N dan produktivitas tanaman padi dengan teknologi IPAT-BO dilaksanakan dari bulan April hingga Juli 2012 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan ketinggian + 740 m dpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan dua belas perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari (A) tanpa kompos jerami, (B) kompos jerami 2,5 ton ha-1, (C) kompos jerami 5 ton ha-1, (D) kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (E) kompos jerami 2,5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (F) kompos jerami 5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (G) pupuk hayati 400 g ha-1, (H) kompos jerami 2,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (I) kompos jerami 5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (J) kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (K) kompos jerami 2,5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (L) kompos jerami 5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1.Aplikasi perlakuan kompos jerami, kompos Azolla dan pupuk hayati majemuk memberikan pengaruh terhadap populasi penambat N (Azotobacter sp. dan Azospirilium sp.) dan produktifitas tanaman padi. Aplikasi kompos jerami 2,5 ton ha-1 dengan pupuk hayati 400 g ha-1 memberikan hasil GKP yaitu 64,39 g tanaman-1 (6,13 ton ha-1). Kata kunci: IPAT-BO, kompos Azolla, kompos jerami, pupuk hayati.
RESPON DUA VARIETAS TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP MACAM NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK Catur Wasonowati; Sinar Suryawati; Ade Rahmawati
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.87 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1478

Abstract

Lettuce (Lactuca sativa L) is a common vegetables crops grown in the highland and lowlands.  A sample hydroponic lettuce cultivation provides an sources an alternative for farmers who have a narrow area, so that can server as an adequate source of income.  Providing nutrients to the two varienties of lettuce are expected to yield maximum production.  This tudy aims to determine the effect of nutrients on two varieties of lettuce plants.            The study was conducted in the greenhouse Agroekoteknologi Departement Faculty of Agriculture, University Trunojoyo Madurese from January to March 2011.  The method used was a factorial experiment based on Completely Randomized Design (CRD) with three replicates consisting of two treatment factors, the first factor are two different varieties of lecctuce and the second factor are two differwnt kinds of nutrients.            The results showed that the chief varieties of butter (V1) produces the number of leaves and dry biomass is higher than the varieties of cos (V2).  Nutrition in V1 generate the number of leaves, wet biomass, dry biomass, and root length was higher than without the provision of (N0). V1 responses to nutrient hidrogroup (N1) resulted in higher leaf number than nutrition greentonik (N2), but the provision of dry biomass yield N2 higher than N1. Nutrition on V2 generate the number of leaves, wet biomass and dry biomass was higher than N0. V2 response to the provision of N1 and N2 produce the number of leaves, wet biomass, dry biomass, and root length are not significantly different.Key word : lettuce, varieties, nutrition, simple hydroponics
TEKNIK PENGATURAN AIR PADA INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI-BERBASIS ORGANIK (IPAT-BO) UNTUK MENINGKATKAN POPULASI RHIZOBACTERIA, EFISIENSI PENGGUNAAN AIR, PERAKARAN TANAMAN, DAN HASIL TANAMAN PADI Hingdri -; Tien Turmuktini; Yuyun Yuwariah; Tati Nurmala; Tualar Simarmata
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.918 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1462

Abstract

Teknik pengaturan air pada budidaya tanaman padi melalui Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT-BO) perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui aktivitas rhizobacteria, tingkat efisiensi penggunaan air, perkaran tanaman, dan hasil tanaman pada berbagai teknik pengaturan air.Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari pada inceptisol pada skala pot plastik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 16 perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu terdiri dari kombinasi antara perlakuan air dan empat varietas. Perlakuan air: tinggi muka air + 5cm, 0 cm, – 5 cm dan  – 10 cm. Empat varietas: Ciherang, Sintanur, Inpari 13 dan Fatmawati..Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruhnyata terhadap populasi Rhizobacteria, perkembangan akar, dan hasil tanaman. Perlakuan tinggi muka air – 10 cm varietas Fatmawati memberikan hasil tertinggi pada volume akar 186,67 ml, populasi bakteri Azotobacter sp. (1,43 x 1010 CFU g-1), bakteri pelarut fosfat (6,07 x 108 CFU g-1), hasil tanaman tertinggi 95,9 g rumpun-1 setara dengan 9,14 ton ha-1 serta meningkatkan efisiensi penggunaan air 47,1 % dibandingkan dengan pengenangan 5 cm.Kata kunci:  Teknik pengaturan air, efisiensi penggunaan air, IPAT-BO, populasi rhizobakteria

Page 1 of 2 | Total Record : 11