cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 329 Documents
MORFOLOGI DAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI AKSESI SELASIH (Ocimum basilicum L.) ASAL MADURA Diana Nurus Sholehah
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.186 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi, kadar dan komposisi minyak atsiri selasih asal Madura. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada ketinggian 5 m dpl. Penelitian dilakukan dengan mengamati 2 aksesi selasih asal Madura yaitu aksesi Madura 1 dan aksesi Madura 2 yang ditanam dalam polibag. Karakter yang diamati adalah morfologi batang, daun, bunga dan biji, produksi serta kandungan dan komposisi minyak atsiri selasih. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aksesi 1 dan aksesi 2 memiliki banyak persamaan karakter morfologi. Perbedaan karakter morfologi terdapat pada jumlah cabang, panjang dan jumlah kelompok bunga pada rangkaian bunga utama, berat basah dan berat 100 biji. Kandungan minyak atsiri kedua aksesi memiliki kesamaan yaitu mengandung eugenol sebagai senyawa utama diikuti oleh geraniol dan sineol.Kata kunci : selasih, minyak atsiri, Madura
RESPON TANAMAN KEDELAI SAYUR EDAMAME TERHADAP PERBEDAAN JENIS PUPUK DAN UKURAN JARAK TANAM Anisa Fajrin; Sinar Suryawati; Sucipto -
Agrovigor Vol 7, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.908 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i2.1448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kedelai sayur edamame terhadap jenis pupuk dan ukuran jarak tanam serta kombinasi keduanya. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2012–Maret 2013 pada awal musim hujan di Desa Daleman, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep dengan jenis tanah latosol. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai sayur edamame, pupuk kompos, pupuk petroganik, pupuk NPK phonska dan pestisida sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul, meteran, timbangan dan peralatan lain yang mendukung penelitian. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk : kompos 1 ton/ha (P1), petroganik 1 ton/ha (P2), NPK Ponska 0,25 ton/ha (P3) dan faktor kedua adalah jarak tanam 12 x 25 cm (J1), 12 x 35 cm (J2), 15 x 25 cm (J3), 15 x 35 cm (J4). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan pada taraf 1% jika ada pengaruh perlakuan. Kombinasi  perlakuan jenis pupuk dan jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Jenis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali bobot dan jumlah polong hampa. Pupuk NPK phonska memberikan nilai rata-rata parameter pengamatan tertinggi yang berbeda sangat nyata dibandingkan kompos dan petroganik. Ukuran jarak tanam tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan kecuali terhadap bobot polong per hektar.  Jarak tanam 12 x 25 cm2 menghasilkan bobot polong per hektar tertinggi yang berbeda sangat nyata dengan ukuran jarak tanam yang lain.Kata kunci: kedelai sayur edamame, jenis pupuk, jarak tanam.
Uji Daya Hasil Pendahuluan Kandidat Jagung Hibrida Madura Achmad Amzeri; Achmad Djunaedy; R. Achmad Sidqi Zaed Z.M.; Deny Ardianzah; Kaswan Badami
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.28 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.5080

Abstract

Uji daya hasil pendahuluan dilakukan untuk mengetahui potensi hasil calon varietas dibandingkan dengan varietas lainnya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakter tiga kandidat jagung hibrida Madura dibandingkan dengan 46 genotip lain yang diuji.  Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan Madura pada bulan Agustus sampai November 2017.  Bahan tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga kandidat jagung hibrida Madura (G1 (MDR-3), G2 (MDR-4), G3 (MDR-5) dan 46 genotip jagung (entri) sebagai pembanding.  Penelitan ini menggunakan Rancangan Latis Sederhana (7x7x2).  Data dianalisis dengan uji-F, apabila terdapat pengaruh yang nyata dalam perlakuan maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s  dengan taraf (α) 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa karakter tanaman dari 49 genotip yang diuji memiliki perbedaan yang nyata kecuali karakter bobot 100 biji.   Kandidat jagung hibrida Madura (G1, G2 dan G3) sangat sesuai dikembangkan di Madura karena mempunyai umur pendek (84 hari sampai 85 hari) dan produktivitas tinggi (6,7 ton per hektar sampai 8,2 ton per hektar).
Pengaruh Pemberian Silika dan Mangan terhadap Mutu Fisiologis Benih Padi (Oryza sativa L.) yang Dihasilkan - Agustiansyah
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.227 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan tanaman padi pada mutufisiologis benih terhadap pemberian Silika dan Mangan. Percobaan  ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian  Universitas Lampung dari bulan Juni 2013 sampai dengan September 2013. Percobaan  dilakukan  dalam  Rancangan  Acak Kelompok Teracak Sempurna diulang tiga kali.  Rancangan perlakukan disusun secara faktorial (5x2).   Faktor pertama adalah pemberian Silika (Si) yang terdiri dari 5  taraf konsentrasi, yaitu 0;5; 100;150; 200 ppm. Faktor kedua adalah pemberian Mangan (Mn) dengan konsentrasi 0 ppm (Mn0) dan 5 ppm (Mn1).  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan  bahwa  peningkatan konsentrasi Si sampai 200 ppm yang disertai dengan pemberian Mnsebesar 5 ppm mampu meningkatkan mutu fisiologis tanaman pada  variable daya berkecambah, keserempakan tumbuh, dan bobot kering kecambah normal. Kata kunci: benih, mangan, mutu,  padi, silika.
STUDI POTENSI PERTANIAN “KAKI“ LAWU SELATAN WILAYAH WONOGIRI Arief Budi Nugroho; Eko Murniyanto
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.533 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1431

Abstract

Agricultural potential have the highest contribution to Gross Domestic Product Wonogiri (BPS, 2011) because it is proper database agricultural potential is necessary for basic agricultural development planning in particular and the economy in general. In turn can be achieved high revenue. This study aims to provide information on the potential of agriculture in the "Kaki Lawu Selatan" South and provide recommendations on the development of agricultural. From this study the South Lawu Foot Zone can be divided into 4 (four) zones: the upper leg, foot zone central zone, lower leg and foot slope zone. Among these zones, based on the parent material foot zone less potential for commercial agriculture, based on the value of LQ, three priority commodities suspected potential for the avocado fruit, rambutan, breadfruit. Vegetables garlic, carrots and cabbage. Plantation commodities include coffee, cocoa and tobacco / patchouli. Food commodities include cassava, maize and peanuts.Kata kunci : Agricultural potential
EFEKTIFITAS FUNGSIDA BERBAHAN AKTIF PYRACLOSTROBIN 50 G/KG + METIRAM G/KG UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT EMBUN TEPUNG (Podosphaera leucotrica) PADA TANAMAN APEL Eli Korlina
Agrovigor Vol 9, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.917 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i1.1521

Abstract

Pengujian efektifitas fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg) untuk mengendalian  penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha) pada tanaman apel telah dilaksanakan di kebun apel milik petani Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang beriklim tinggi kering dengan ketinggian tempat ±  850 diatas permukaan laut (dpl), mulai bulan Pebruari sampai dengan April 2011, menggunakan kultivar apel  Manalagi yang telah berumur 8-10 tahun.  Perlakuan terdiri atas Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg dengan 4 (empat) tingkat konsentrasi yaitu 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 g/l air, dan kontrol (tanpa perlakuan), disusun dalam rancangan acak kelompok  (RAK) dan diulang 4 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg konsentrasi 0,5-2 g/l air telah efektif mengendalikan penyakit embun tepung P. leucotricha pada tanaman apel dengan penekanan  serangan sebesar 44,42-54,73%.  Rata-rata produksi buah apel berkisar antara 8,49 – 10,38 kg/pohon. Tanaman apel yang diaplikasi dengan fungisida tersebut tidak mengalami fitotoksisitas.Kata Kunci: Apel, penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha).
Identifikasi Keragaman Genetik Dengan Karakter Morfologi Artocarpus heterophyllus Lamk Nangka Kalimantan Barat, Indonesia Nugraha Banu Safitri; Wasian -; Tantri Palupi
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2828

Abstract

Nangka Artocarpus heterophyllus Lamk. Merupakan buah yang sudah lama dikenal namun belum banyak penelitian tentang nangka.  Kalimantan  Barat  merupakan  provinsi yang kaya plasma  nutfah baik  tanaman  hutan,  perkebunan dan tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  keragaman  genetik dengan karakter morfologi dan untuk mengetahui  nilai  similaritas jarak antar aksesi  keragaman nangka di Kalimantan Barat.  Metode yang digunakan  adalah metode observasi pengambilan sampel menggunakan  purposive sampling. Identifikasi morfologi menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif dengan passport data IPGRI diubah menjadi data numerik. Hasil identifikasi keragaman morfologi pada nangka diperoleh tiga kelompok besar dalam skala 20 analisis cluster menggunakan software SPSS versi 22. Hasil pengelompokan pertama Kubu Raya02 dan Pontianak01; kelompok kedua Sambas01,Singkawang02, Sambas02, Kubu Raya05, Kubu Raya01 dan Singkawang01; kelompok ketiga terdiri Pontianak02, Kuburaya04 dan  Kubu Raya03. Hasil analisis similaritas menunjukkan bahwa memiliki nilai koefisien similaritas tertinggi pasangan Kubu Raya02 dengan Kubu Raya02 dan nilai koefisien terendah pada pasangan Kubu Raya04 dengan Pontianak02. Dengan identifikasi kelompok dapat merancang dan merencanakan pemuliaan tanaman dengan metode persilangan konfensional maupun menggunakan rekayasa genetika. Pemetaan menggunakan analisis cluster memberikan peran penting untuk memperbaiki sifat-sifat tanaman yang dikehendaki.Kata kunci: Artocarpus heterophyllus. Lamk, Genetik, Identifikasi, Kalimantan Barat, Keragaman, Morfologi, Nangka, Pengelompokan.
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN FISIOLOGI UNTUK MENDAPATKAN MARKA MORFOLOGI DAN FISIOLOGI PADI SAWAH TAHAN KEKERINGAN (-30 kPa) DAN PRODUKTIVITAS TINGGI (> 8 t/ha) Eko Sulistyono; Suwarno -; Iskandar Lubis
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.302 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan galur-galur padi tahan kekeringan dan produktivitas 8 ton/ha,  mendapatkan titik kritis kelembaban tanah untuk seleksi padi tahan kekeringan  dan mendapatkan marka morfologi dan fisiologi  untuk padi tahan kekeringan.  Penelitian tahun pertama terdiri dari 2 percobaan yaitu percobaan pertama disusun dalam Rancangan Acak Kelompok terdiri dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi irigasi yaitu irigasi setiap 4, 8, 12 dan 16 hari sekali.  Faktor kedua adalah 5 galur padi sawah.  Percobaan kedua disusun dalam rancangan Petak Terpisah. Faktor pertama sebagai petak utama adalah cekaman kekeringan terdiri control (irigasi setiap 2 hari sampai tinggi genangan 2.5 cm) dan cekaman kekeringan (diirigasi jika potensial air tanah mencapai  antara - 30 kPa sampai – 35.9 kPa). Faktor kedua sebagai anak petak adalah 100 galur padi sawah yang akan diseleksi ketahanannya terhadap cekaman kekeringan. Penelitian tahun kedua sebagai petak utama adalah cekaman kekeringan terdiri kontrol (irigasi seperti biasanya petani lakukan) dan cekaman kekeringan ( diirigasi jika potensial air tanah mencapai – 30 kPa) sedangkan sebagai anak petak adalah 8 galur padi hasil selekdi tahun pertama dan 4 varietas pembanding. Hasil penelitian adalah  titik kritis potensial air tanah sebesar -35.9 kPa,  Galur yang toleran kekeringan dan produksi ≥ 8 ton/ha sebanyak 8 galur yaitu galur B12493C –MR-11-4-4, B11598C-TB-2-1-7-MR-4, TB155J-TB-MR-3, TB155J-TB-MR-3-2, B12476G-MR-20, B 12498C–MR-1-1-6, B12825E-TB-1-24, dan B11598C-TB-4-1-1.  Jumlah anakan dan kandungan prolin  merupakan marka morfologi dan fisiologi padi sawah tahan kekeringan. Galur toleran kekeringan dengan produktifitas 8 ton/ha pada kondisi lahan petani adalah   B11598C-TB-2-1-7-MR-4, TB155J-TB-MR-3, dan TB155J-TB-MR-3-2.Kata Kunci: padi sawah, tahan kekeringan, marka morfologi, marka fisiologi, prolin
Potensi Bakteri Agens Hayati untuk Menekan Infeksi Cucumber mosaic virus (CMV) pada Melon (Cucumis melo L.) Giyanto Giyanto; Iis Purnamawati; Tri Asmira Damayanti
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5834

Abstract

Cucumber mosaic virus (CMV) merupakan patogen penting pada Cucurbitaceae, diantaranya melon. Pengelolaan virus di lapangan cukup sulit dilakukan. Salah satu upaya untuk menekan infeksi virus yaitu melalui penyehatan tanaman menggunakan bakteri agens hayati. Penelitian ini bertujuan menguji potensi isolat bakteri Bacillus cereus (BC), Chromobacterium haemolyticum (CH), Ralstonia pickettii (RP), dan Pseudomonas flourescens (PF) dalam menekan infeksi CMV pada tanaman melon. Pengujian pengaruh bakteri terhadap performa kecambah dilakukan melalui perlakuan perendaman benih dalam suspense bakteri di laboratorium.  Efikasi bakteri dalam menekan infeksi CMV dilakukan dengan cara perendaman benih dan penyemprotan tanaman dengan suspense bakteri dalam percobaan di rumah kaca. Pengamatan dilakukan terhadap peubah penyakit dan agronomi, dan aktivitas enzim peroksidase. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan bakteri BC menunjukkan performa kecambah terbaik di antara perlakuan bakteri lainnya. Perlakuan bakteri tidak berpengaruh terhadap masa inkubasi dan insidensi penyakit, namun secara nyata menurunkan keparahan penyakit dan akumulasi virus dibandingkan kontrol. Aktivitas enzim peroksidase lebih tinggi setelah perlakuan bakteri dan inokulasi CMV dibandingkan perlakuan sebelum inokulasi. Bakteri RP merupakan bakteri terbaik dalam menekan infeksi CMV melalui aktivitas antivirus dan induksi ketahanan dengan peningkatan aktivitas peroksidase.
UJI KEKERABATAN ANTARA SALAK JANTAN DAN SALAK BETINA (Salaccazalacca(Gertner) Voss) BANGKALAN Siti Fatimah; Sinar Suryawati
Agrovigor 2015: Vol 8, No 2 (2015) SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.492 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v0i0.984

Abstract

Salah satu penyebab penurunan produktifitas tanaman Salak di Kabupaten Bangkalan diduga karena terjadinya penurunan sifat akibat dari perkawinan (persilangan) antara tanaman yang mempunyai hubungan kekerabatan dekat. Kondisi ini merupakan permasalahan yang serius untuk segera ditangani, karena jika hal tersebut dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan menurunnya sifat tanaman bahkan dapat menyebabkan hilangnya variasi atau jenis salak yang ada.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara salak jantan dengan salak betina yang ada di Kabupaten Bangkalan. Informasi ini sangat penting dilakukan agar persilangan antara salak jantan dan salak betina yang berkerabat dekat dapat dihindarkan. Penelitian data morfologi salak jantan dilakukan dengan cara survey di sentra budidaya salak di Kecamatan Kramat Kabupaten Bangkalan sedangkan data morfologi salak betina diambil dari data penelitian Fatimah dkk (2011).Hasil menunjukkan bahwa di Bangkalan ditemukan ada dua jenis salak jantan yang memiliki perbedaan berdasarkan warna bunganya, yaitu salak jantan berbunga merah dan berbunga kuning. Selain warna bunga, data morfologi lain yang menonjol perbedaannya antara 2 jenis salak jantan tersebut adalah kedudukan duri dan jumlah duri pada pelepah. Pada salak jantan berbunga kuning mempunyai kedudukan duri berjajar dengan jumlah duri berkisar antara 300-500 sedangkan salak berbunga merah kedudukan duri pada pelepahnya berkelompok dengan jumlah duri lebih dari 600.Hasil analisa kluster antara 2 jenis salak jantan dan 11 jenis salak betina menunjukkan bahwa salak jantan mempunyai kesamaan sifat morfologi paling tinggi dengan salak betina kultivar salak air (G11) dan mempunyai kesamaan paling rendah dengan salak aren (G2).Kata kunci :salak jantan, salak betina, hubungan kekerabatan