cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 329 Documents
PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PANGAN PADI DI KABUPATEN BANGKALAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Firman Farid Muhsoni; Eko Murniyanto
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.844 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1430

Abstract

Menekan laju alih fungsi lahan dan mewujudkan ketahanan pangan di suatu wilayah perlu segera dilakukan. UU No 41 Tahun 2009, PP No 1 Tahun 2011 dan 41/Permentan/OT.140/9/2009 mendesak dilakukan dengan mewujudkan lahan pertanian berkelanjutan. Tujuan penelitian ini memetakan kesesuaian lahan untuk tanaman pangan padi. Metode yang dipergunakan melalui pendekatan pemodelan Sistem Informasi Geografis.  Hasil yang telah didapatkan untuk penggunaan lahan untuk lahan produktif sawah mencapai 34.676,6 Ha (26,58%), Kondisi topografi sebagian besar datar  mencapai 90,3% dari wilayah Bangkalan, Jenis tanah dominan adalah jenis Mediteran Rodik mencapai 37%. Kesesuaian lahan untuk tanaman pangan padi lahan sangat sesuai mencapai  22.074 Ha (16,9%), lahan yang sesuai 16.352 Ha (12,5%), lahan kurang sesuai 30.085 Ha (23,1%) dan lahan tidak sesuai 61.952 (47,5%).Kata kunci: Pemetaan, kesesuaian lahan, SIG
Studi Jenis Media Pembibitan terhadap Pertumbuhan Bibit Mentimun (Cucumis sativus L.) Paramyta Nila Permanasari; Anas Dinurrohman Susila
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.54 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.4376

Abstract

Mentimun adalah salah satu keluarga Cucurbitaceae yang memiliki nilai ekonomi penting. Bibit berkualitas adalah bibit yang kuat, berdaun hijau, sehat dan memiliki perakaran yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi media yang tepat untuk pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Dramaga Bogor pada tahun 2013. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan dan tujuh perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah vermikompos, arang sekam, pupuk organik granul, vermikompos-arang sekam, vermikompos-pupuk organik granul,arang sekam-pupuk organik granul, vermikompos- arang sekam- pupuk organik granul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua karakter pengamatan (perkecambahan biji, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar, rasio tajuk akar) berbeda nyata. Bobot basah tajuk  tertinggi diperoleh dari vermikompos-arang sekam (25,16 g), diikuti oleh vermikompos (24,70 g), vermikompos – arang sekam- pupuk organik granul(16,60 g), arang sekam (12,28 g), arang sekam- butiran pupuk organik (7,47 g), vermikompos- pupuk organik granul (2,04 g) dan pupuk organik granul (0 g). Sedangkan bobot basah akar tertinggi diperoleh dari vermikompos-arang sekam-pupuk organik granul(2,72 g), diikuti oleh arang sekam-vermikompos (2,43 g), vermikompos (2,43 g), arang sekam (1,37 g), vermikompos-pupuk organik granul (1,07 g), arang sekam – pupuk organik granul (0,23 g), dan pupuk organik granul (0 g). Secara umum dapat dilihat bahwa media pembibitan mentimun akan memberikan pertumbuhan yang baik jika kita menggunakan vermikompos sebagai komponen utama atau campuran.
Evaluasi Karakter Agronomi Beberapa Genotipe Tetua dan Hibrid Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Berpolong Merah Ardian -; Genadi Aryawan; Y.C. Ginting
Agrovigor Vol 9, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.608 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i1.1520

Abstract

Tanaman kacang panjang merupakan salah satu tanaman kacang-kacangan yang memiliki potensi bagus untuk dikembangkan.  Saat ini telah dilakukan kegiatan pemuliaan terhadap kacang panjang, salah satunya pada kacang panjang berpolong merah.  Penelitian ini bertujuan untuk: (1)  Mengevaluasi kualitas hasil produksi beberapa genotipe kacang panjang hibrid dan tetuanya; (2) Mendapatkan tanaman hibrid yang lebih unggul dari tetuanya: (3) Mengestimasi keragaman kacang panjang hasil persilangan antara genotipe Pm x Lu, Lu x Pm, Pm x Cm, Cm x Pm, genotipe tetua Lu, Cm, dan Pm.  Penelitian dilakukan di Laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Lampung pada bulan Maret 2015 sampai dengan Juni 2015.  Bahan utama penelitian berupa 7 genotipe kacang panjang yang terdiri dari 3 tetua dan 4 hibrid.  Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan.  Untuk mengetahui perbedaan karakter agronomi dilakukan uji lanjut menggunakan uji Least Significant Increase pada taraf nyata 5%, kemudian untuk mengetahui keragamannya dilakukan dengan cara membandingkan ragam dengan standar deviasinya.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Genotipe  Lu x Pm merupakan genotipe yang mampu mewariskan sebagian sifat tetuanya, yaitu rasa manis dari tetua Lu serta karakter polong berwarna merah dari tetua Pm; (2) Genotipe Lu x Pm merupakan genotipe yang lebih baik dari tetuanya karena memiliki polong berwarna merah, memiliki kualitas rasa polong yang manis, dan panjang polong yang sesuai dengan selera konsumen; (3) Keragaman genotipe dan fenotipe pada populasi yang terdiri atas genotipe F1 Pm x Lu, Lu x Pm, Pm x Cm, Cm x Pm, genotipe tetua Lu, Cm, dan Pm memiliki nilai yang luas untuk sebagian besar karakter yang diamati kecuali jumlah cabang, °Brix, dan kerenyahan yang memiliki nilai keragaman sempit. Kata kunci: Karakter agronomi, Kacang panjang, Polong merah
Kadar Air Kapasitas Lapang dan Bobot Jenis Tanah yang Optimal untuk Pertumbuhan dan Produksi Umbi Uwi (Dioscorea alata L) Eko Sulistyono; Romadhona Abdillah
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.404 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2789

Abstract

Diversifikasi pangan merupakan salah satu jalan untuk mencapai ketahanan pangan nasional. Salah satu alternatif bahan pangan yang potensial untuk dikembangkan adalah uwi (Dioscorea alata). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kadar air kapasitas lapang dan bobot jenis optimum dari ruang tumbuh ubi Dioscorea alata. Penelitian disusun dalam Rancangan Kelompok  Lengkap Teracak dengan lima ulangan. Perlakuan daripenelitian ini adalah tanpa lubang tanam, dengan lubang tanam, penambahan sekam sebanyak 50% volume lubang tanam, penambahan sekam dan pupuk kandang sebanyak masing-masing 50 % dan 25 % lubang tanam, penambahan pupuk kandang sebanyak 25 % lubang tanam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan vegetatif tanaman kecuali tinggi tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap produksi umbi.  Untuk sifat fisik tanah, penambahan lubang tanam, sekam dan pupuk kandang menghasilkan kadar air kapasitas lapang tertinggi dan bobot jenis tanah terendah. Untuk fase pertumbuhan vegetatif, penanaman dalam lubang tanam dan penambahan sekam dan pupuk kandang memberikan jumlah daun dan jumlah cabang terbanyak.   Kadar air kapasitas lapang dan bobot jenis yang optimum dari ruang tumbuh umbi masing-masing adalah 39.68 % berat kering dan 0,69 g.cm-3. 
PENENTUAN TINGGI IRIGASI GENANGAN YANG TIDAK MENURUNKAN PRODUKSI PADI SAWAH Eko Sulistyono; Titi Hayati
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.309 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1483

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Jabong (Kabupaten Subang), dari bulan November 2012 sampai Februari 2013. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tinggi irigasi genangan yang tidak menurunkan produksi padi sawah. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan tiga ulangan. Perlakuannya adalah tinggi irigasi genangan, yaitu (a) penggenangan pada ketinggian air 0 cm; (b) penggenangan pada ketinggian air 2.5 cm di atas permukaan tanah; (c) penggenangan pada ketinggian air -2.5 cm atau 2.5 cm di bawah permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggenangan dengan ketinggian air  -2.5 cm tidak menurunkan tinggi tanaman, jumlah anakan, hasil gabah, maupun seluruh komponen hasil. Penggenangan air -2.5 cm atau 2.5 cm di bawah permukaan tanah dapat diterapkan dalam budi daya padi sawah.Kata kunci: irigasi genangan, padi sawah, produksi.
EVALUASI KETAHANAN BEBERAPA GENOTYPE TEMBAKAU TEMANGGUNG TERAHADAP HAMA KUTU DAUN Myzus Persicae Sulz. Andi Muhammad; Amir Supriyono
Agrovigor 2015: Vol 8, No 2 (2015) SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.709 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v0i0.983

Abstract

Ketahanan tanaman terhadap gangguan serangga dapat diukur dari pengaruhnya terhadap bagian tanaman, antara lain terhambatnya pertumbuhan, kerusakan bagian tanaman, penurunan atau kehilangan hasil. Evaluasi ketahanan beberapa genotype tembakau Temanggung terhadap hama kutu daun Myzus persicae Sulz. telah dilaksanakan secara semi lapang di KP. Karangploso, Balai Penelitian Tanaman Pemanis Dan Serat Malang, mulai bulan Mei sampai dengan Desember 2015, bertujuan menguji ketahanan beberapa genotype tembakau Temanggung terhadap hama kutu daun M. Persicae. Perlakuan terdiri atas 27 genotype yaitu:1) 0202/10/1/3/1, 2) 0202/10/1/3/2, 3) 0203/23/2/2/1, 4) 0206/32/1/3/1, 5) 0206/02/3/3/2, 6) 0202/10/1/2/3, 7) 0203/04/2/2/1, 8) 0206/33/2/1/3, 9) 0202/7/1/1/3, 10) 0203/11/2/1/2, 11) 0205/08/3/3/1, 12) 0203/04/2/3/1, 13) 0203/04//2/3/1, 14) 0202/07/1/2/3, 15) 0203/12/1/1/2, 16) 0206/10/3/1/2, 17) 0206/02/1/3/2, 18) 0202/15/1/3/3, 19) 0205/08/2/3/1, 20) 0205/08/2/3/1, 21) 0206/02/3/1/3, 22) 0202/10/2/3/1, 23) 0202/09/1/3/1, 24) 0206/09/2/1/2, 25) 0206/09/2/1/2, 26) 0203/23/1/3/2, dan 27) 0206/28/1/3/1, disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 genotype tembakau Temanggung yang diuji, 3 genotype cenderung tahan yaitu 0202/10/1/3/2, 0206/32/1/3/1, 0206/02/3/3/2 dengan persentase tingkat keparahan tanaman masing-masing 8,89%.Kata kunci: Tembakau (Nicotiana tabaccum L.), ketahanan dan kutu daun Myzus persicae Sulz
Uji Teknis dan Ekonomis Komponen Pengendalian Hama Penyakit Terpadu pada Usaha Tani Tomat Evy Latifah; Hanik Anggraeni Dewi; Putu Bagus Daroini; Abu Z. Zakariya; Arief L. Hakim; Joko Mariyono
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.298 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.3507

Abstract

Tomat merupakan komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya masih rendah. Salah satu penyebab adalah serangan hama dan penyakit. Paket pengendalian hama-penyakit terpadu (PHPT) dalam rangka meningkatkan produksi tomat perlu dikaji. Kajian ini dilaksanakan pada bulan November 2013 - Februari 2014 dengan dua paket pengendalian hama-penyakit terpadu yaitu paket pemanfaatan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR); paket pemanfaatan mikroorganisme lokal. Sebagai pembanding dipilih kebiasaan petani setempat. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman dan produksi tomat yang menggunakan PGPR paling tinggi. Tingkat serangan beberapa hama dan penyakit pada kedua PHPT relatif lebih rendah dari pada kebiasaan petani. Analisis usahatani juga menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh dengan PHPT lebih tinggi daripada keutungan dengan kebiasaan petani. 
PENGARUH 2,4 D DAN GLUKOSA PADA KALUS SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) Heru Sudrajad; Didik Suharto; Nur Rahmawati Wijaya
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.034 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2316

Abstract

Tanaman sarang semut (Myrmecodia pendans) berkhasiat sebagai obat kanker. Salah satu alternatif untuk mendapatkan bibit yang seragam dan waktu yang singkat dan mendapatkan metabolit sekunder adalah dengan teknik kultur jaringan Akan dilakukan penelitian upaya pembibitan tanaman sarang semut dengan pemberian 2,4 D dan glukosa melalui kultur jaringan. Penelitian dilakukan mengingat perlu dikembangkan dan dibudidayakan tanaman sarang semut sebagai bahan baku pembuatan obat. Teknik kultur jaringan memiliki kelebihan karena tidak dipengaruhi oleh iklim dengan waktu produksi relatif cepat. Penelitian dilakukan dilaboratorium kultur jaringan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu. Penelitian dilakukan dengan menambahkan zat pengatur tumbuh 2,4 D dan glukosa 2,4 D dengan konsentrasi 1, 2, 3 dan 4 ppm dan glukosa dengan konsentrasi masing-masing 15, 20, 25 dan 30 g/l. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pemberian  2,4 D 1 dan 2 ppm dengan glukosa 15 sampai 30 g/l diperoleh pertumbuhan kalus yang lebih baik. Perlakuan kombinasi 2,4 D 2 ppm dan glukosa 30 g/l memberikan hasil yang lebih baik terhadap pertumbuhan kalus yang lebih kompak dan berwarna hijauKata kunci: sarang semut, Myrmecodia pendans, kultur jaringan, 2,4 D, glukosa
TEKNIK PENGATURAN AIR PADA INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI-BERBASIS ORGANIK (IPAT-BO) UNTUK MENINGKATKAN POPULASI RHIZOBACTERIA, EFISIENSI PENGGUNAAN AIR, PERAKARAN TANAMAN, DAN HASIL TANAMAN PADI Hingdri -; Tien Turmuktini; Yuyun Yuwariah; Tati Nurmala; Tualar Simarmata
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.918 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1462

Abstract

Teknik pengaturan air pada budidaya tanaman padi melalui Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT-BO) perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui aktivitas rhizobacteria, tingkat efisiensi penggunaan air, perkaran tanaman, dan hasil tanaman pada berbagai teknik pengaturan air.Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari pada inceptisol pada skala pot plastik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 16 perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu terdiri dari kombinasi antara perlakuan air dan empat varietas. Perlakuan air: tinggi muka air + 5cm, 0 cm, – 5 cm dan  – 10 cm. Empat varietas: Ciherang, Sintanur, Inpari 13 dan Fatmawati..Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruhnyata terhadap populasi Rhizobacteria, perkembangan akar, dan hasil tanaman. Perlakuan tinggi muka air – 10 cm varietas Fatmawati memberikan hasil tertinggi pada volume akar 186,67 ml, populasi bakteri Azotobacter sp. (1,43 x 1010 CFU g-1), bakteri pelarut fosfat (6,07 x 108 CFU g-1), hasil tanaman tertinggi 95,9 g rumpun-1 setara dengan 9,14 ton ha-1 serta meningkatkan efisiensi penggunaan air 47,1 % dibandingkan dengan pengenangan 5 cm.Kata kunci:  Teknik pengaturan air, efisiensi penggunaan air, IPAT-BO, populasi rhizobakteria
Sinergisme Serbuk Daun Ageratum conyzoides, Rimpang Curcuma longa, dan Zingiber officinale terhadap Sitophilus oryzae L. Hendrival .; Mentari Setia Ningsih; Maryati .; Cut Nura'ala Putri; Nasrianti .
Agrovigor Vol 10, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i2.2966

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan salah satu hama utama pada biji-bijian di penyimpanan di seluruh dunia. Pengendalian dengan menggunakan insektisida sintetik dengan fumigasi secara terus-menerus dapat mengakibatkan resistensi S. oryzae.  Salah satu cara pengendalian yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan insektisida nabati.  Penelitian bertujuan untuk menentukan sinergisme serbuk daun A. conyzoides, serbuk rimpang C. longa, dan Z. officinale terhadap imago S. oryzae. Metode penelitian meliputi pengujian toksisitas tunggal dan campuran.  Aplikasi serbuk daun A. conyzoides, serbuk rimpang C. longa, dan Z. officinale secara terpisah maupun campuran efektif terhadap S. oryzae.  Aplikasi serbuk daun A. conyzoides secara tunggal memiliki nilai LC50 3.96 mg/g dan LC90 15.43 mg/g, serbuk rimpang Z. officinale memiliki nilai LC50 6.29 mg/g dan LC90 15.43 mg/g, dan serbuk rimpang C. longa memiliki nilai LC50 5.27 mg/g dan 31.49 mg/g.  Campuran serbuk daun A. conyzoides dengan serbuk rimpang Z. officinale memiliki nilai LC50 2.478 mg/g dan LC90 6.863 mg/g, sedangkan campuran dengan serbuk rimpang C. longa memiliki nilai LC50 2.757 mg/g dan 12.854 mg/g. Campuran serbuk daun A. conyzoides dengan serbuk rimpang C. longa dan Z. officinale lebih beracun daripada tunggalnya dan bersifat sinergis terhadap imago S. oryzae. Campuran serbuk daun A. conyzoides dengan serbuk rimpang Z. officinale lebih beracun dan bersinergis dibandingkan campurannya dengan serbuk rimpang C. longa.  Aplikasi serbuk daun A. conyzoides, serbuk rimpang C. longa dan Z. officinale secara tunggal dan campurannya dapat digunakan untuk mengendalikan hama S. oryzae pada gabah selama penyimpanan