cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2: Agustus (2020)" : 11 Documents clear
DETEKSI SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL) MENGGUNAKAN SATELIT Try Al Tanto
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.7257

Abstract

ABSTRACTSea surface temperature (SST) can be measured by instrument on the ship or buoys on same spots, however, it can’t give information on a wide area or on a global scale. Therefore, we needs remote sensing system which it can be used for SST measurement. This system be able to estimate SST on an larger region and within a short time. The aims of the study were to explain and understand the SST estimation using remote sensing system using literature studies. There are several remote sensing satellite system that can be used to estimate SST such as MODIS, NOAA AVHRR, and TRMM (Microwave). SST average in Indonesian water based on NOAA AVHRR estimation was 26-31oC (1993-2003) with 90% accuracy. Highest SST range in July 2015 was 29.1-29.8oC (MODIS estimation) with corelation coefisien values was 0.72 dan RMSE 0.74oC. On west Indonesian water (north Papua), SST estimation was in the range of 29.10-29.36°C (Aqua MODIS) and 28.88-29.19°C (Terra MODIS) with RMSE values of 0.2461°C (Aqua) and 0.4854°C (Terra). SST estimation on this water using NOAA AVHRR (2010-2012) was about 29.11-29.65oC with RMSE 0.2228°C. The accuracy of microwave sensor estimated SST was about 0.5oC within a free cloud case. SST range (TRMM/Microwave, 2008) in Indonesian water was about 21-31ºC. Using NLSST formula, SST estimation produced the highest accuracy with coefficient determination of 0.95 and RMSE 0.24 K. There were different estimated values from using same remote sensing satellite that’s. Generally, SST estimated highest acurracy by NOAA AVHHR that has lowest error, but can be effected by clouds. Different with Microwave sensor (TRMM) that free clouds coverage but has middle acuration for SST estimation.Keywords: Sea Surface Termperature, NOAA-AVHRR, MODIS, TRMM/Microwave SensorABSTRAKPada mulanya, pengukuran suhu permukaan laut (SPL) dilakukan menggunakan alat langsung di kapal ataupun pelampung (buoy) pada titik tertentu, namun tidak dapat memberikan informasi luas dan skala global. Diperlukan sistem penginderaan jauh untuk pengukuran SPL secara spasial dan temporal, sistem tersebut mampu menganalisis area dalam skala luas, sulit ditempuh, dan dalam waktu singkat. Tujuan kajian adalah melakukan pendeteksian SPL dengan sistem penginderaan jauh, melalui ulasan kajian yang sudah dilakukan oleh berbagai ilmuan. Beberapa satelit penginderaan jauh yang dapat melakukan pendeteksian SPL yaitu satelit MODIS, NOAA dan TRMM (Microwave). Rata-rata SPL di perairan Indonesia adalah 26-31oC (estimasi NOAA, 1993 – 2003), akurasi 90 % dan selisih SPL pengukuran lapang dan estimasi sebesar 0.2oC. Kondisi SPL di Indonesia cukup tinggi terjadi pada bulan Juli 2015 dengan kisaran 29.1-29.8oC (estimasi MODIS), nilai koefisien korelasi r=0.72 dan RMSE 0.74oC. Pada perairan timur Indonesia (utara Papua), hasil SPL estimasi MODIS (Aqua) adalah sebesar 29.10-29.36°C, MODIS (Terra) sebesar 28.88-29.19°C. Nilai RMSE yang diperoleh dari interpretasi citra MODIS yaitu 0.2461oC (Aqua) dan 0.4854oC (Terra). Pada perairan tersebut, nilai SPL rata-rata sebesar 29.11-29.65oC (estimasi NOAA, tahun 2010-2012) dengan bias sebesar -0.43 dan rata-rata RMSE 0.2228oC. Akurasi sensor microwave dalam estimasi SPL mencapai 0.5°C, bebas dari pengaruh tutupan awan. Sebaran SPL (TRMM/Microwave tahun 2008) pada perairan Indonesia sebesar 21-31ºC. Menggunakan formula/algoritma NLSST, estimasi SST menghasilkan akurasi lebih baik dengan nilai koefisien korelasi 0.95 dan RMSE 0.24 K. Terdapat perbedaan nilai estimasi dari penggunaan beberapa citra satelit yang digunakan tersebut. Secara umum, nilai SPL lebih baik terdapat pada pengukuran satelit NOAA-AVHRR dengan bias dan RMSE yang cukup rendah, namun beresiko karena terpengaruh oleh tutupan awan. Untuk penggunaan sensor Microwave (TRMM) memiliki akurasi sedikit lebih tinggi namun tidak terpengaruh dari tutupan awan tersebut. Kata kunci: Suhu Permukaan Laut, SPL, NOAA-AVHRR, MODIS, TRMM/Sensor Microwave
IDENTIFIKASI IKAN SARDIN KOMERSIAL (Dussumieria elopsoides) YANG DIDARATKAN DI PASAR MUARA ANGKE, JAKARTA MENGGUNAKAN PENGAMATAN MORFOLOGI, MORFOMETRIK DAN DNA BARCODING Zakiyah Rahim; Hawis Madduppa
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.6397

Abstract

ABSTRACTSardines are an important commodity in import activities. Excessive imports and lack of catch data are feared to reduce fish stocks. To complete the fish catch data required knowledge of body type and size. This study aims to identify and confirm commercial sardines species landed at Muara Angke Market, Jakarta using morphological, morphometric, and DNA barcoding methods targeting the Mitochondrial Cytochrome c oxidase-I (COI) gene. The results of morphological and morphometric analysis showed that the samples are the genus Dussumieria originating from the Dussumieriidae family, the Order Clupeidae, having silver-colored body characteristics with reflections resembling rainbows, slender bodies and rounded stomachs with a maximum length of up to 14.4 cm, then less abdominal fins advance from the midsection. Based on the relationship of body weight length, this fish is negative allometric. Molecular DNA barcoding analysis using COI, obtained by type of Dussumieria elopsoides fish with local name of rainbow sardines, similarity level with Query Cover percentage was 94% and Per percentage. Ident of 91.64%. DNA barcoding analysis has corroborated morphological and morphometric observations by obtaining fish samples identified as Dussumieria elopsoides.Keywords: Morphology, Morphometrics, DNA Barcoding, Dussumiera elopsoides.ABSTRAKIkan sardin merupakan komoditas penting dalam kegiatan impor. Impor berlebih serta kurangnya data penangkapan dikhawatirkan dapat menurunkan stok ikan. Untuk melengkapi data tangkapan ikan diperlukan pengetahuan mengenai jenis dan ukuran tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memastikan jenis ikan sardin komersial yang didaratkan di Pasar Muara Angke, Jakarta dengan menggunakan studi morfologi, morfometrik, dan metode DNA barcoding dengan target gen Mitokondrial Cytochrome c oxidase-I (COI). Hasil analisa morfologi dan morfometrik menunjukkan bahwa sampel merupakan genus Dussumieria berasal dari famili Dussumieriidae, Ordo Clupeidae, memiliki karakteristik tubuh yang berwarna silver dengan pantulan menyerupai pelangi, tubuh ramping dan perut membulat dengan panjang maksimal dapat mencapai 14,4 cm, kemudian sirip bagian perut kurang maju dari bagian tengah tubuhnya. Berdasarkan hubungan panjang berat badan, ikan ini bersifat alometrik negatif. Analisis DNA barcoding secara molekuler menggunakan COI, didapatkan ikan berjenis Dussumieria elopsoides dengan nama lokal ikan sardin pelangi, tingkat kemiripan dengan presentase Query Cover sebesar 94% dan presentase Per. Ident sebesar 91,64%. Analisis DNA Barcoding telah menguatkan pengamatan morfologi dan morfometrik dengan didapatkan sampel ikan yang teridentifikasi berjenis Dussumieria elopsoides.Kata Kunci: Morfologi, Morfometrik, DNA Barcoding, Dussumiera elopsoides.
DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI TELUK JAKARTA BAGIAN TIMUR TAHUN 2003-2018 Zainul Hidayah; Alif Apriyanti
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.7980

Abstract

ABSTRACTJakarta Bay is one of the coastal areas with dynamic changes in its coastal environment. This is caused by the location of the bay which is the estuary of several large rivers that flow from the West Java region. One of the dynamics parameters of the coastal environment that can be observed temporarily is the change in the shoreline. The study aimed to analyze the changes in the shoreline caused by abrasion and sedimentation in the eastern part of Jakarta Bay. Multitemporal satellite images (2003, 2010, and 2018) were downloaded from the Google Earth application. On-screen digitation was applied to extract coastline features. Coastlines from different years were then overlayed to measure the magnitude of the changes using ArcGIS 10.3 software. The results of the overlay process showed that during the last 15 years, abrasion has taken place covering 37,6 Ha and sedimentation covering 90,7 Ha. The rapid development of coastal areas in the Jakarta Bay also resulted in reclamation land covering an area of 100,2 Ha.Keywords : abrasion, sedimentation, coastal environment dynamic, digitation, satellite imagesABSTRAKTeluk Jakarta merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki dinamika perubahan lingkungan pantai yang dinamis. Hal ini diakibatkan oleh lokasi teluk ini yang merupakan muara dari beberapa sungai besar yang mengalir dari wilayah Jawa Barat. Dinamika lingkungan pantai yang dapat diamati secara temporal salah satunya adalah perubahan garis pantai. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa perubahan garis pantai yang diakibatkan oleh abrasi dan sedimentasi di Teluk Jakarta bagian timur. Metode yang digunakan pada penelitian adalah dengan mengamati perubahan garis pantai menggunakan citra satelit yang disediakan oleh aplikasi Google Earth. Untuk pengamatan tersebut, digitasi citra satelit dari tahun 2003, 2010 dan 2018 dilakukan untuk menghasilkan fitur garis pantai. Selanjutnya, garis-garis pantai tersebut di-overlay untuk mengetahui besar perubahannya menggunakan software ArcGIS 10.3. Hasil proses overlay menunjukkan bahwa selama periode 15 tahun telah terjadi abrasi seluas 37,6 Ha dan sedimentasi seluas 90,7 Ha. Pesatnya pembangunan wilayah pesisir di Teluk Jakarta juga menghasilkan lahan reklamasi seluas 100,2 Ha. Kata Kunci : abrasi, sedimentasi, dinamika lingkungan pantai, digitasi, citra satelit
MORFOMETRIK DAN GENETIKA PADA IKAN Pterocaesio chrysozona DI PASAR IKAN MODERN MUARA BARU, DKI JAKARTA Mohd Adip Setiawan; Hawis Maduppa
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.6435

Abstract

ABSTRACTCoral fish is one of the biota that live in coral reef ecosystems and its life is very dependent on thecondition of coral reefs. Pterocaesio chrysozona is a species of reef fish from the family Caesionidae that live in groups around coral reefs between 0-25 meters deep. Morphogenetic, morphological and DNA barcoding based measurements have advantages in identifying species that have been proven successful in identifying reef fish species. Morphometric and morphological analysis results showed that the overall specimens identified were Pterocasio chrysozona fish. It is directly proportional to the DNA Barcoding analysis which is read at the level of Pterocasio chrysozona fish species with a percentage of 93% Query Cover and Per. Ident 96.54%.Keywords: Reef fish, Pterocaesio chrysozona, morphometrics, morphology, DNA barcoding.ABSTRAKIkan karang adalah salah satu biota yang hidup pada ekosistem terumbu karang dan hidupnya sangat bergantung pada kondisi terumbu karang. Pterocaesio chrysozona merupakan spesies ikan karang dari Famili Caesionidae yang hidup bergerombol di sekitar terumbu karang kedalaman antara 0-25 meter. Pengukuran yang berbasis morfogenetik, morfologi dan DNA Barcoding memiliki kelebihan dalam melakukan identifikasi spesies yang terbukti berhasil dalam melakukan identifikasi spesies ikan karang. Hasil analisis morfometrik dan morfologi menunjukkan secara keseluruhan spesimen yang teridentifikasi adalah ikan Pterocasio chrysozona. Berbanding lurus dengan analisis DNA Barcoding yang terbaca pada tingkat spesies ikan Pterocasio chrysozona dengan persentase Query Cover 93% dan Per. Ident 96,54%.Kata kunci : ikan karang, Pterocaesio chrysozona , morfometrik, morfologi, DNA barcoding
ANALISIS BAKTERI PEREDUKSI KONSENTRASI LOGAM TIMBAL Pb(CH3COO)2 MENGGUNAKAN GEN 16S Rrna Yudi Nurul Ihsan; Kalysta Fellatami; Rega Permana; Yeni Mulyani; Tri Dewi K Pribadi
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.7285

Abstract

ABSTRACTThis study aims to obtain the type and capabilities of bacteria in the reduction of the concentration of lead metal Pb(CH3COO)2 from sediments of the Karangsong Coast, Indramayu. Methods used namely exploratory methods and the resulting data is analyzed in the descriptive. In molecular identification methods using 16S rRNA Gene which is a universal primer for bacterium. Bacterial sequences obtained from GenBank data analyzed by NCBI sites.The results of this research show that eleven isolates of bacteria that the pore water of sediment derived from the highest reduction of lead metal Pb(CH3COO)2 concentration of 1.5 mgL-1 be 0.364 mgL-1 with a value of efficiency reached 75.7%. Four isolates bacterial with the highest density values were identical to the Albirhodobacter marinus strain N9 (ACC. No. NR 126203.1) with identity value 98% and kinship value 100%, Pseudoalteromonas tetraodonis strain NBRC 103034 (ACC. No. NR 114187.1) with identity value 81% and kinship value 84%, Pseudoalteromonas lipolytica strains LMEB 39 (ACC. No. NR 116629.1) with identity value 98% and kinship value 96%. Pseudoalteromonas lipolytica strains LMEB 39 (ACC. No. NR 116629.1) with identity value 93% and kinship value 93%. Keywords: Bacteria, Bioremediation, 16S rRNA gene, Lead Metal ABSTRAKRiset ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan kemampuan bakteri dalam mereduksi konsentrasi logam timbal Pb(CH3COO)2 dari sedimen Pantai Karangsong, Indramayu. Metode yang digunakan yaitu metode eksploratif dan data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif.  Metode identifikasi secara molekular menggunakan Gen 16S rRNA yang merupakan primer universal untuk bakteri. Sekuens bakteri yang didapatkan dianalisis dengan data GenBank dari situs NCBI. Hasil riset ini menunjukkan bahwa sebelas isolat bakteri yang berasal dari air pori sedimen paling tinggi mereduksi logam timbal Pb(CH3COO)2 dari konsentrasi 1,5 mgL-1 menjadi 0,364 mgL-1 dengan nilai efisiensi mencapai 75,7%. Empat isolat bakteri dengan nilai kepadatan tertinggi identik dengan Albirhodobacter marinus strain N9 (Acc. No. NR 126203.1) dengan nilai identity 98% dan nilai kekerabatan 100%, Pseudoalteromonas tetraodonis strain NBRC 103034 (Acc. No. NR 114187.1) dengan nilai identitiy 81% dan nilai kekerabatan 84%, Pseudoalteromonas lipolytica strain LMEB 39 (Acc. No. NR 116629.1) dengan nilai identity 98% dan nilai kekerabatan 96%. Pseudoalteromonas lipolytica strain LMEB 39 (Acc. No. NR 116629.1) dengan nilai identity 93% dan nilai kekerabatan 87%. Kata Kunci: Bakteri, Bioremediasi, Gen 16S rRNA, Logam Timbal 
DESAIN DAN MANUFAKTUR MINI CIRCULATING WATER CHANNEL TANK UNTUK PENGUJIAN PROTOTYPE KAPAL GUNA MENGETAHUI KARAKTERISTIK HIDRODINAMIKA LAMBUNG KAPAL DAN PERILAKU GERAKAN KAPAL Yeddid Yonatan Eka Darma; Galang Sandy Prayogo; Anggra Fiveriati
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.6243

Abstract

ABSTRACTAs a coastal area, Banyuwangi has a variety of marine potential that can be harness, both in terms of tourism and in terms of fishing. This certainly must be equipped with ships that the design are in accordance with the conditions of the Banyuwangi sea, and the special purpose of the ship. So it is become necessary to test hydrodynamic characteristic of the ship hull. Hydrodynamics testing is one of the engineering subject in the field of naval architecture technology. This field, studies the behavior of the object motion or ships hull that are in the water. The existence and movement of objects in water create a boundary layer where if the boundary layer is wider the consequence is resistance will increase, so that the ship's fuel consumption also increases. The hydrodynamic analysis in this study is based on the observation method of water flow generated by the ship's prototype, and the ship's maneuver conditions. For this reason, in this research, an experimental test equipment for fast boat (tourism) and fishing boat needs to be designed. The equipment is a Mini Circulating Water Channel Tank, this experimental device can help the design stages of fast boats and fishing boats before fabrication, so it is able to minimize design failure. Mini Circulating Water Channel Tank is designed with a length of about 3 meters and a height of 2 meters with a maximum flow speed of 4 m / s and in the upper position will be given a special suspension clamp to provide a feasible simulation of ships sailing on the high seas, so as to provide data accurate regarding the condition of the hull and the behavior of the ship's movements.Keywords: Mini Circulating Water Channel Tank, Hydrostatic Test. ABSTRAK Sebagai daerah pesisir, Banyuwangi memiliki berbagai macam potensi laut yang bisa dimanfaatkan, baik itu dari segi pariwisata maupun dari segi penangkapan ikan. Hal ini tentu harus di lengkapi dengan kapal-kapal dengan desain yang sesuai dengan kondisi laut Banyuwangi dan tujuan khusus kapal tersebut. Sehingga diperlukannya pengujian hidrodinamis terhadap lambung kapal. Hidrodinamika atau pengujian hidrodinamis merupakan ilmu keteknikan di bidang teknologi perkapalan. Bidang ilmu ini mempelajari perilaku gerakan benda atau kapal yang berada di air. Keberadaan dan pergerakan benda di air menimbulkan apa yang disebut lapisan batas atau boundary layer dimana jika boundary layer semakin lebar maka konsekuensinya adalah besarnya hambatan tenaga penggerak sehingga konsumsi bahan bakar kapal meningkat. Analisa hidrodinamika pada penelitian ini didasarkan pada metode observasi aliran air yang di hasilkan oleh prototype kapal, dan kondisi manuver kapal. Untuk itu dalam penelitian ini, perlu dirancang sebuah peralatan eksperimen pengujian untuk kapal cepat (pariwisata) dan kapal nelayan. Peralatan tersebut adalah Mini Circulating Water Channel Tank, piranti percobaan ini dapat membantu tahap desain kapal cepat dan kapal nelayan sebelum fabrikasi, sehingga dapat meminimalkan kegagalan desain yang disebabkan oleh cacat pada lambung kapal. Mini Circulating Water Channel Tank dirancang dengan ukuran panjang sekitar 3 meter dan tinggi 2 meter dengan kecepatan aliran maksimal 4 m/s dan di posisi atas akan di berikan penjepit bersuspensi khusus untuk memberikan simulasi layak nya kapal berlayar di lautan lepas, sehingga mampu memberikan data yang akurat mengenai kondisi lambung kapal dan perilaku gerakan kapal. Kata Kunci: Mini Circulating Water Channel Tank, Uji Hidrodinamika Kapal.
KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb PADA AIR LAUT, SEDIMEN DAN DAGING KERANG LORJUK (Solen sp.) DI PANTAI MADURA Ninis Trisyani
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.8270

Abstract

ABSTRACTThe accumulation of the heavy metal lead (Pb) into the shells can be through the food network or contact with the environment. This study aims to determine the content of heavy metal Pb in water, sediment and Bamboo Scallops meat (Solen sp.). This research was conducted in March - May 2019 on the beaches of Kwanyar Bangkalan and Talang Siring Pamekasan, Madura. The content of heavy metal Pb in water, sediment and Bamboo Scallops (Solen sp.) Samples was analyzed using the Atomic Absorption Spectro-photometer (AAS) method. In the aquatic environment, water quality measurements are carried out including salinity, temperature, pH and current. The results showed that the concentration of heavy metal Pb in the water at Kwanyar Beach was not measured, and at Talang Siring Beach was 0.13 ml / l in March, 0.10 mg / l in April and not measured in May. The Pb content in sediment at Kwanyar Beach in March was 51.04 mg / kg, April 6.11 mg / kg and 9.78 mg / kg in May, and at Talang Siring Beach in March was 72.05 mg / kg, April 3.73 mg / kg and May 2.50 mg / kg. Pb content in Bamboo Scallops meat was not measured at both beaches during the observation. The results showed that the heavy metal Pb in Bamboo Scallops meat was still below the quality standard and safe for consumption.Key words: Heavy metal Pb, Lorjuk, Solen sp. Madura BeachABSTRAKAkumulasi logam berat Timbal (Pb) ke dalam tubuh kerang dapat melalui jaringan makanan atau kontak dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada air, sedimen dan daging  kerang bambu (Solen sp.).   Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2019 di pantai Kwanyar Bangkalan dan Talang Siring Pamekasan, Madura.   Kandungan logam berat Pb pada sampel air, sedimen dan kerang bambu (Solen sp.) dianalisis dengan menggunakan metode Atomic Absorption Spectro-photometer (AAS).  Pada lingkungan perairan dilakukan pengukuran kualitas air meliputi salinitas, suhu, pH dan arus.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Pb pada air di Pantai Kwanyar tidak terukur, dan di Pantai Talang Siring sebesar 0,13 ml/l pada bulan Maret, 0,10 mg/l pada bulan April dan tidak terukur pada bulan Mei.  Kadar  Pb pada sedimen di Pantai Kwanyar  bulan Maret sebesar 51,04 mg/kg, April 6,11 mg/kg dan Mei 9,78 mg/kg, dan di Pantai Talang Siring  pada bulan Maret sebesar 72,05 mg/kg, April  3,73 mg/kg dan Mei 2,50 mg/kg.  Kadar Pb di daging kerang bambu tidak terukur di kedua pantai selama pengamatan.  Hasil penelitian menunjukkan logam berat Pb pada daging kerang bambu masih dibawah batas baku mutu dan aman dikonsumsi.Kata kunci: Logam berat Pb, Lorjuk, Solen sp. Pantai Madura
ANALISIS KONDISI KESEHATAN TERUMBU KARANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CPCE (CORAL POINT COUNT WITH EXCEL EXTENSIONS) DI TAMAN NASIONAL KOMODO, NUSA TENGGARA TIMUR Cut Fitri Malinda; Oktiyas Muzaky Luthfi; Tri Aryono Hadi
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.6464

Abstract

ABSTRACTCoral reef is one of the coastal ecosystems that has an important role as a place to look for food, shelter, and breeding grounds for other biotas. Besides, the ecological aspects of coral reefs as a coastal protectors from waves and abrasion. CPCe (Coral Points Count with Excel extension) is used to observe or monitoring reefs ecpsystems. The photo that will be taken using the Underwater Photo Transect (UPT) method from 9 observation stations in Komodo’s Waters will be used as this research database. The photos consists of 50 photos for each station. Photos were taken, assuming can represent the Komodo Waters. Each photo processed in the CPCe, using 30 random points. The results showed the highest hard coral percentage cover at station 2 is 58.36%, while the lowest hard coral percentage cover at station 7 is 5.07%. Hard coral cover in Komodo waters has a percentage of 23.62% categorized in the damaged state.Keywords: coral reef; CPCe, Komodo IslandABSTRAKTerumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peranan penting sebagai tempat mencari makan, tempat tinggal, dan tempat berkembang biak biota lain. Selain itu, aspek ekologis terumbu karang yaitu sebagai pelindung pantai dari terpaan gelombang dan abrasi. CPCe (Coral Point Count with Excel extensions) digunakan untuk mengamati atau memantau terumbu karang. Data yang digunakan adalah hasil foto yang diambil menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) dari 9 stasiun pengamatan di Perairan Komodo. Foto tersebut terdiri dari 50 foto untuk setiap stasiunnya. Foto yang diambil dengan asumsi dapat mewakili stasiun yang digunakan.  Setiap foto yang diolah dalam CPCe digunakan 30 titik acak. Hasil penelitian menunjukkan  tutupan karang keras tertinggi terdapat di stasiun 2 sebesar 58,36%, sedangkan tutupan karang keras terendah pada stasiun 7 dengan nilai sebesar 5,07%. Tutupan karang keras di Perairan Komodo memiliki persentase sebesar  23,62% yang termasuk dalam kategori rusak.Kata kunci: terumbu karang, CPCe, Perairan Komodo
PERBANDINGAN STRUKTUR DAN KOMPOSISI MAKROALGA DI PANTAI DRINI DAN PANTAI KRAKAL Lukman Aziz; Abdul Razaq Chasani
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.6263

Abstract

ABSTRACTDrini and Krakal Beach are two beaches in the Gunungkidul area which are crowded with visitors. The high human activity, directly and indirectly will affect marine organisms in the region, one of them is macroalgae. The purpose of this study is to find out information on diversity and distribution patterns of macroalgae in the Drini and Krakal Coast waters. Data was collected on 15 -17 September 2019. The method used in sampling is the quadratic transect method using a 1x1 m grid plot. At each location 25 plots were taken and then the data were analyzed in the form of important value index, diversity index, similarity index, dominance index and distribution patterns. Morphological description was also carried out for the characterization and manufacture of herbarium for sample identification. For identification, the method used was to compare samples with photographs, sketches, herbarium and descriptions from identification books. Macroalgae found in both locations consisted of 29 species, 23 genera, 21 families, 14 orders and 3 classes. The highest diversity is found in Rhodophyta phyla with 17 species and phylum with the lowest diversity is Heterokontophyta with four species. Drini Beach has a diversity index value and a higher similarity index compared to Krakal Beach. While the dominance index is higher in Krakal Beach. The species with the highest importance index in both locations is Ulva lactuca. On Drini Beach there are 14 species with random distribution patterns and 7 species with cluster distribution patterns while on Krakal Beach there are 16 species with random distribution patterns and 3 species with clumped distribution patterns.Keywords: Distribution Pattern, Diversity, Gunungkidul, Marine MacroalgaABSTRAKPantai Drini dan Krakal merupakan dua pantai diwilayah Gunungkidul yang ramai pengunjung. Tingginya aktifitas manusia, secara langsung manupun tidak langsung akan mempengaruhi organisme laut yang ada di wilayah tersebut, salah satunya makroalga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi keanekaragaman dan pola distribusi makroalga yang berada di wilayah perairan pantai Drini dan Pantai Krakal. Pengambilan data dilakukan pada 15-17 September 2019. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu metode transek kuadrat dengan menggunakan grid plot 1x1 m. Pada setiap lokasi diambil 25 plot kemudian dianalisis datanya berupa indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, indeks kesamaan, indeks dominansi dan pola distribusi. Selain itu juga dilakukan deskripsi morfologi untuk karakterisasi dan pembuatan herbarium untuk identifikasi sampel.Untuk identifikasi, metode yang digunakan adalah dengan membandingkan sampel dengan foto, sketsa, herbarium dan deskripsi dari buku identifikasi. Makroalga yang ditemukan di kedua lokasi terdiri dari 29 spesies, 23 genus, 21 famili, 14 ordo serta 3 kelas. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada filum Rhodophyta dengan 17 spesies dan filum dengan keanekaragaman terendah yaitu Heterokontophyta dengan empat spesies. Pantai Drini memiliki nilai indeks keanekaragaman dan indeks kesamaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pantai Krakal. Sedangkan indeks dominansi terhitung lebih tinggi di Pantai Krakal. Spesies dengan indeks nilai penting tertinggi di kedua lokasi yaitu Ulva lactuca. Di Pantai Drini terdapat 14 spesies dengan pola distribusi acak dan 7 spesies dengan pola distribusi mengelompok sedangkan di Pantai Krakal terdapat 16 spesies dengan pola distribusi acak dan 3 spesies dengan pola distribusi mengelompok.Kata kunci: Pola Distribusi, Keanekaragaman, Gunungkidul, Makroalga laut
PERTUMBUHAN YUWANA ABALON (Haliotis squamata) YANG DIBERI PAKAN Ulva sp. DENGAN PENGKAYAAN UREA Iin Farliani; Nanda Diniarti; Alis Mukhlis
Jurnal Kelautan Vol 13, No 2: Agustus (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i2.6493

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of different concentrations of urea as a source of nitrogen in Ulva sp. on absolute growth and daily specific growth rate of abalone juvenile (Haliotis squamata) as two main parameters in the experiment. Ulva sp. is one of the feed choices given when abalone enters the juvenile phase. This research was conducted on July 22-September 16 2019 at the Aquaculture Fisheries Center, Sekotong, West Lombok. The method used in this study is an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications namely A (control), B (20 ppm), C (40 ppm), D (60 ppm). Results of analysis of variance (ANOVA) at 5% significance level showed (F hit F tab 5%), which means the difference in the concentration of urea in Ulva sp. provide a real influence on the growth of absolute body weight and the specific growth rate of daily body weight abalone juvenile.Keywords: Ulva sp., Haliotis squamata, growth, nitrogen.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan konsentrasi urea yang berbeda sebagai sumber nitrogen pada Ulva sp.  terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik harian yuwana abalon (Haliotis squamata) sebagai dua parameter utama dalam percobaan. Ulva sp. merupakan salah satu pilihan pakan yang diberikan saat abalon memasuki fase yuwana. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Juli-16 September 2019 bertempat di Balai Perikanan Budidaya Laut, Sekotong, Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A (kontrol), B (20 ppm), C (40 ppm), D (60 ppm). Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% menunjukkan (F hit F tab 5%) yang artinya perbedaan kandungan konsentrasi urea pada Ulva sp. memberikan pengaruh nyata bagi pertumbuhan mutlak bobot tubuh dan laju pertumbuhan spesifik harian bobot tubuh yuwana abalon.Kata Kunci: Ulva sp., Haliotis squamata, pertumbuhan, nitrogen.

Page 1 of 2 | Total Record : 11