cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
MUQTASID
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
Peran Lembaga Keuangan Syariah dalam Pemberdayaan UMKM di Indonesia Muheramtohadi, Singgih
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 1 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v8i1.65-77

Abstract

Syariah Financial Institution means that the financial institution is run based on the Islamic teaching that refers to Qur’an and the Sunnah. Practically, it beganin early history of Islam, then was developed into Syariah Financial Institution. So, the purpose of Syariah Financial Institution is not merely for profit orientation. Further, it should be in accordance with Islamic value and the human philanthropy. Most of Syariah Financial Institution’s financing is for business sector and its ability to reach the micro business, that can’t be done by commercial banks. The financing for small business is funded by Islamic institutions due to Grameen Bank effect. Previously, Grameen Bank was built in mid-decade of 1970. The Financing of Syariah Financial Institution, in any sort, including cooperative union or BMT (Baitul Maal wa Tamwil), increased over time in both Institution Revenue and the Financing Rate. According to Financial Service Authority, most of financing of Syariah Banking is for the Micro, Small, Medium Enterprises that is very important for the nation economy, because it is engaged in the real sector of economy. And the other characters of the Micro, Small, medium enterprises in Indonesia are holding the honesty ethics and resistante to the crisis. They are the strengths of UMKM which must be considered to make the decision by the government or the Financial Institutions.Lembaga Keuangan Syariah (LKS) berarti badan yang bergerak di bidang keuangan yang dilandaskan pada ajaran Islam yang bersumber pada al Qur’an dan As Sunnah. Praktek ini sudah terdapat pada sejarah awal Islam, dan asas moralitas Islam dikembangkan dalam bentuk LKS. Sehingga, tujuan dari LKS tidak semata Profit Oriented, melainkan terdapat unsur-unsur keislaman dan kemanusiaan di dalamnya. Lembaga Keuangan syariah sebagian besar pembiayaannya diperuntukkan kepada sektor usaha, dan punya kemampuan untuk menjangkau usaha mikro, Sesuatu yang jarang dilakukan oleh pihak perbankan konvensional. Pembiayaan kepada UMKM ini tidak lepas juga dari pengaruh Grameen Bank sebelumnya, yang telah berdiri sejak medio 1970-an. Pembiayaan Lembaga Keuangan Syarah, baik dalam wujud Bank, Koperasi Simpan Pinjam maupun BMT mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Baik itu dari segi omzet LKS maupun tingkat pembiayaan nya. Berdasarkan data dari Jasa Otoritas Keuangan sebagian besar dari pembiayaan tersebut disalurkan kepada UMKM. Pembiayaan UMKM sangat penting dalam perekonomian nasional, karena bergerak di sektor riil. Karakteristik UMKM adalah sebagai usaha menengah ke bawah, pada umumnya dikelola dengan etika kejujuran masih dipegang kuat, serta relatif lebih kuat ketika dihadapkan pada krisis. Inilah yang jadi potensi UMKM yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan publik, baik itu oleh Pemerintah maupun Lembaga Keuangan (perbankan). 
Analisis Pemahaman, Produk, dan Tingkat Religiusitas terhadap Keputusan Mahasiswa IAIN Menjadi Nasabah Bank Syariah Cabang Salatiga Bawono, Anton; Oktaviani, Milatunnikmah Finisia Rahajeng
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 7, No 1 (2016): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v7i1.29-53

Abstract

The purpose of this research is to analyze the understanding, product, andlevel of religiosity towards students’ decision of being costumer of Islamicbank. This is a quantitative research. The object of this research is studentsof State Institute for Islamic Studies of Salatiga. The writer took 100 studentsas sample of this research. The method used to collect the data is questionnaire. The data is analyzed using test of reliability, validity, statistic and classical assumption. The research findings showed that the product of sharia bank has significant and positive influence. It occurred because the product offered by sharia bank is innovative. The variable of understanding about sharia bank and level of religiosity towards students’ decision of being costume of sharia bank has positive influence but insignificant.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pemahaman, produk, dan tingkatreligiusitas terhadap putusan mahasiswa menjadi nasabah bank syariah.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Objek penelitian yang digunakanadalah mahasiswa IAIN Salatiga dengan jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa. Sedangkan untuk tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner, studi pustaka. Data diolah menggunakanuji reliabilitas, validitas, statistik dan asumsi klasik Dari hasil pengolahandata tersebut menunjukan bahwa yang berpengaruh positif dan signifikan hanya variabel produk saja, karena produk-produk yang ditawarkan bank syariah sangat inovatif sehingga membuat mahasiswa tertarik untuk membuka rekening pada BSM cab. Salatiga. Sedangkan variabel pemahaman bank syariah dan tingkat religiusitas mahasiswa berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan mahasiswa IAIN Salatiga menjadi nasabah pada BSM cab. Salatiga.
Kedudukan Usūl Fiqh dalam Pengembangan Metodologi Ekonomi Islam Faozan, Akhmad
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 1 (2010): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v1i1.1-18

Abstract

Usūl fiqh as a methodology of islamic law is rooted from al-Qur’an and Sunnah. But text of al-Qur’an and Sunnah is a little bit give speaking of methodology, even only give an indication from which syariah law can be deducted in order to order islamic teaching in the sphere of economic problem, such methodology need to elaborated. But al-Qur’an, Sunnah and Ijtihad, remained to priority guidence in the development of islamic economic methodologies. Even, maxims of usūl fiqh such as qiyās, istihsān and maslahah when did so fourth can be used to develop the methodology of islamic economic. Keywords: Usūl fiqh, Development, Methodology of Islamic Economic.
The Efficiency of Zakat Management Organizations in Indonesia: Data Envelopment Analysis Approach Hayati, Safaah Restuning; Putri, Syah Amelia Manggala
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 2 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v10i2.95-106

Abstract

AbstractEfficiency can be defined as the ratio between output and input. A company is said to be efficient if it can produce greater output when compared to other companies that use the same amount of input. Or produce the same amount of output, but the number of inputs used is less compared to other company inputs. This study aims to analyze the efficiency of Zakat Management Organizations (ZMO) in Indonesia and to find sources of inefficiency of Zakat Management Organizations (ZMO). The method used is Data Envelopment Analysis (DEA) using software called Banxia Frontier Analyst (BFA). The analysis concluded that based on CRS assumptions, there were 7 DMUs that had achieved efficiency with a score of 100%. The seven DMUs are BAZNAS 2018, PKPU 2015, PKPU 2016, Rumah Zakat 2016, Rumah Zakat 2017, Rumah Zakat 2018 and Yatim Mandiri 2016. Meanwhile, with the assumption of VRS, there are 9 efficient DMUs namely BAZNAS 2015, BAZNAS 2018, PKPU 2015, PKPU 2015 2016, Rumah Zakat 2015, Rumah Zakat 2016, Rumah Zakat 2017, Rumah Zakat 2018, and Yatim Mandiri 2016. Sources of inefficiency in the Organization of Zakat Management (ZMO) are inputs or costs, including personnel costs, socialization costs, and other operational costs. This has implications for the organization's ability to optimally combine existing resources to achieve maximum output.  Abstrak Efisiensi dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara output dan input. Suatu Perusahaan dikatakan efisien jika dapat menghasilkan output yang lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang menggunakan jumlah input yang sama. Atau menghasilkan jumlah output yang sama, tetapi jumlah input yang digunakan lebih sedikit dibandingkan dengan input perusahaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di Indonesia dan untuk menemukan sumber inefisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) dengan memakai sofware bernama Banxia Frontier Analyst (BFA). Hasil analisis menyimpulkan bahwa berdasarkan asumsi CRS, terdapat 7 DMU yang sudah mencapai efisiensi dengan skor 100%. Ketujuh DMU tersebut adalah BAZNAS 2018, PKPU 2015, PKPU 2016, Rumah Zakat 2016, Rumah Zakat 2017, Rumah Zakat 2018 dan Yatim Mandiri 2016. Sedangkan dengan asumsi VRS, terdapat 9 DMU yang efisien yaitu BAZNAS 2015, BAZNAS 2018, PKPU 2015, PKPU 2016, Rumah Zakat 2015, Rumah Zakat 2016, Rumah Zakat 2017, Rumah Zakat 2018, dan Yatim Mandiri 2016. Sumber penyebab inefisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) adalah input atau biaya-biaya, meliputi biaya personalia, biaya sosialisasi, dan biaya operasional lainnya. Hal ini berimplikasi pada kemampuan organisasi dalam mengkombinasikan sumber daya yang ada secara optimal untuk mencapai output secara maksimal.
Tafsir Problematik tentang Riba dalam Produk Perbankan Syariah Mochlasin, Mochlasin
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2010): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v1i2.365-382

Abstract

Kesalahan besar kegiatan ekonomi saat ini menurut sebagian ekonom,adalah menjadikan uang sebagai komoditas. Pemahaman demikian menyebabkan keberadaan uang saat ini lebih banyak diperdagangkan daripada digunakan sebagai alat tukar dalam perdagangan. Lembaga perbankan konvensional juga menjadikan uang sebagai komoditas dalam proses pemberian kredit. Instrumen yang digunakan adalah bunga (interest). Aktivitas ekonomi yang memakai instrumen bunga telah menjadi lahan spekulasi empuk bagi banyak orang di muka bumi ini. Kesalahan konsepstual itu berakibat fatal terhadap krisis hebat dalam perekonomian sepanjang sejarah, khususnya sejak awal abad 20 sampai sekarang
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Periklanan terhadap Keputusan Nasabah dalam Menabung pada Bank Syariah (Studi Kasus pada BTN Syariah Surakarta) Haris, Helmi; T, Nur Said Irham
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 3, No 1 (2012): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v3i1.1-24

Abstract

This research aims to analyze the influence of service quality and advertisingpartially and simultaneously against the costumer decisions in saving money at Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Surakarta. The population in this research are the total number of clients who save in Bank Tabungan Negara (BTN) Sharia Surakarta and using the Accidental Sampling as the method in sampling (numbers of sample are 98 respondent). The analysis tool that used in this research is “multiple linear regression”, which previously tested the validity and realibility as well as the classic assumption test. Based on the partial testing, both of service quality and advertising have significant influence positively with the level of á = 5% (0,05). The simultaneous test showed that the influence of service quality and advertising is significant with calculate F value 29.629 and the value of F table is 3.09
Mitigasi Resiko Akad Pembiayaan Mudharabah pada Perbankan Syariah Rahayu, Eka Jati
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 1 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v4i1.55-73

Abstract

Islamic banking began to develop in 1970 with a contract mudharabah (profitand loss sharing) as a trademark. Mudharabah contract believed to be able topush productivity rill sector and provide a solution to the global economic crisisdue to eliminating elements of interest. But the more sharia banking practiceapplying transaction-based contract (Murabahah) in various transactions. This is largely grounded in sharia banking risks incurred when applying mudharabah contract. Although many of the risk to be obtained, but it does not meanmudharabah contract can not be developed. Islamic banking can do a good riskmitigation mudharabah contract back up properly applied. The result foundis risk mudharabah contract, namely: First, agency problems. Second, theproblems of security. Third, investors and the role’s management. Fourth, timediversification effect on equities. Fifth, asset management. Islamic banking canapply risk mitigation, namely: First, the setting of the availability of surety andfix assets as collateral. Second, insist on maximal ratio of operational costs tooperating income. Third, the principle of Profit and Loss on contract shariangcapital participation and sharing in contract assembly reveue funds.
Analisis Tingkat Kesehatan KSPS BMT Rama Tahun 2010 Berdasarkan Metode CAMEL (Capital, Assets, Management, Efficiency, Liquidity) Saiban, Zulfa
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 2, No 2 (2011): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v2i2.305-324

Abstract

Health financial institution is institution that can keep their credibility in society perspective, government, and also their costumer. Health financial institution mean that those was hold operational and management based on regulation/law and manage profesional. Health level appraisal of institution is appraisal on institution/cooperation ability to holding operational activities based on regulation. Health level appraisal can used as a measurement for management to appraise their operational activities. Further more, health level appraisal can used to evaluate management and to determinite the direction of developing institution. Externally, health level appraisal can affect to loyality of the customer to their cooperation. Ordinary, health level appraisal do to financial institioun such as bank/BPR which based on the CAMEL, this analysys include capital, asset, management, efficiency, and likuidity. Especially to non-bank financial institution like cooperation add two component : growth and cooperation identity.
Kepercayaan Masyarakat Menabung pada Bank Umum Syariah Wijayani, Dianing Ratna
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 1 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v8i1.1-12

Abstract

The main basis of banking activity is trust, in both the collection of funds and distribution of funds. People will save their money in the bank if it is based on trust. In this function, it will be built trust by both the depositors and the bank staff, and this trust will continue to debtors. This trust is important to establish because in these circumstances all parties want to get benefits from some aspects. In other words, the higher the public trust, the higher the third party funds which will get in the bank. The purpose of this research is to analyze the influence of Sharia Supervisory Board, profitability, and cost of promotions toward public trust in Islamic Banks. The populations of this study are all commercial Syaria banks in period of 2011-2013, with a purposive sampling technique and obtained sample of 11 banks. The type of data used in this research is secondary data, similar documentation of the financial statements of Islamic banks in 2011-2013. Results of analysis using multiple regression are: The sharia supervisory board has influence toward public trust in saving money in Islamic banks, this indicates that the sharia supervisory board will presume that the professionalism and intensity of supervision of Islamic banks are higher, so the trust level of saving money in Islamic banks are higher, Profitability has no effect on public trust in saving money in Islamic banks, and they do not pay much attention to profit, this indicates that people who save money in Islamic banks pay more attention to the security of the liberation from the shackles of usury. Promotion cost has effect on public trust in Islamic banks, this indicates that people who save money in Islamic banks pay less attention to profits and is considered usury by Muslims, so bank benefits are not paid much attention to profits, and they pay more attention to the security in order to prevent usuryDasar utama kegiatan perbankan adalah kepercayaan (trust), baik dalampenghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut. Dengan kata lain, semakin tinggi kepercayaan masyarakat maka semakin tinggi pula dana pihak ketiga (DPK) yang akan masuk pada bank tersebut.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh Dewan Pengawas Syariah (DPS), profitabilitas dan biaya promosi terhadap kepercayaan masyarakat menabung di Bank Umum Syariah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank umum Syariah periode 2011-2013, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 11 bank. Jenis data yang dipergunakan adalah data sekunder, serupa dokumentasi laporan keuangan bank syariah tahun 2011-2013. Hasil analisis dengan menggunakan regresi berganda adalah: Dewan pengawas syariah berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat menabung di bank syariah, hal ini mengindikasikan bahwa adanya dewan pengawas syariah akan memberikan asumsi profesionalisme dan intensitas pengawasan bank syariah semakin tinggi, sehingga tingkat kepercayaan menabung di bank syariah tersebut semakin tinggi. Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat menabung di bank syariah tidak terlalu memperhatikan laba, hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat yang menabung di bank syariah lebih memperhatikan keamanan dari sisi terbebasnya dari jeratan ribawi. Biaya promosi berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat menabung di bank syariah, hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat yang menabung di bank syariah kurang memperhatikan laba dan dianggap riba oleh umat islam, sehingga keuntungan bank tidak terlalu memperhatikan laba, mereka lebih memperhatikan keamanan dari sisi terbebasnya jeratan ribawi 
Model Pengembangan Industri Halal Food di Indonesia Waharini, Faqiatul Mariya; Purwantini, Anissa Hakim
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v9i1.1-13

Abstract

AbstractThe development of the halal industry will become more competitive with the involvement of the financial industry and sharia banking sectors. This study aims to explore the role of sharia banking in the development of halal food industry in Indonesia. The research method used is descriptive qualitative method with literature review. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the role of sharia banking is not only limited to shariah-based financing which is riba (interest), maysir (uncertainty), and gharar (gambling), but also at all stages of production process (halal value chain management). Sharia banks play important role that can use to develop and improve the halal food industry. First on the halal control stage, the second on the logistics process and the last stage of halal verification.AbstrakPengembangan industri halal akan menjadi lebih kompetitif dengan keterlibatan dari sektor industri keuangan dan perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perbankan syariah dalam pengembangan industri makanan halal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan telaah literatur. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa peran perbankan syariah tidak hanya terbatas pada pembiayaan berbasis syariah yang bebas riba (bunga), maysir (ketidakpastian), dan gharar (perjudian). Akan tetapi juga pada seluruh tahapan proses produksi (halal value chain management). Peran penting yang dapat dilakukan perbankan syariah guna mengembangkan dan meningkatkan industri makanan halal, diantaranya dalam tiga proses halal integrity. Pertama pada tahap pengendalian halal, kedua pada proses logistik dan terkahir tahap halal verification.

Page 9 of 17 | Total Record : 169


Filter by Year

2010 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2021): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2020): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 1 (2020): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 2 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 1 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 2 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 2 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 1 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 7, No 2 (2016): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 7, No 1 (2016): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 6, No 2 (2015): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 6, No 1 (2015): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 5, No 1 (2014): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 2 (2013): Muqtasid Vol 4, No 2 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 1 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 3, No 2 (2012): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 3, No 1 (2012): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 2, No 2 (2011): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 2, No 1 (2011): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2010): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 1 (2010): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 1 (2010) More Issue