cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
SINTESIS BIOPLASTIK DARI KITOSAN-PATI KULIT PISANG KEPOK DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF Agustin, Yuana Elly; Padmawijaya, Karsono Samuel
Jurnal Teknik Kimia Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v10i2.537

Abstract

Bioplastik adalah plastik biopolimer yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme sehingga dapat menjadi alternatif pengganti plastik komersial. Pengaruh komposisi pati kulit pisang Kepok dan kitosan terhadap sifat fisis bioplastik yang disintesis dipelajari melalui penelitian ini. Dalam penelitian ini juga didapatkan komposisi optimum pembuatan bioplastik berbahan kitosan dan pati kulit pisang Kepok dengan penambahan gliserol dan seng oksida (ZnO). Pada penelitian ini bioplastik disintesis dari kitosan sebagai backbone, filler pati pengoptimal sifat biodegradabilitas, gliserol sebagai plasticizer, serta ZnO sebagai penguat. Hasil bioplastik dikarakterisasi sifat mekanik (tensile strength dan elongation), swelling, WVTR, dan FTIR. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan komposisi optimum penyusun bioplastik, yaitu kitosan 4% - 30% pati – 5 ml gliserol – 5% ZnO dengan nilai tensile strength sebesar 0,6012 MPa, 0,1688% elongasi, nilai WVTR sebesar 81,5263 gram/m2.jam.Gugus fungsi utama dari bioplastik ditunjukkan melalui hasil analisa FTIR seperti -OH (3431 cm-1), C-H (2923 cm-1), -NH (1632 cm-1), dan Zn-O (585 cm-1).
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI PADA TANAMAN KEMANGI DENGAN PELARUT N-HEKSANA Daryono, Elvianto Dwi; Pursitta, Anggriarida Titta; Isnaini, Ahmad
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i1.720

Abstract

Kemangi merupakan salah satu tumbuhan penghasil minyak atsiri. Minyak atsirikemangi biasa diambil melalui batang dan daunnya. Minyak atsiri kemangi juga digunakandalam industri farmasi, makanan dan sebagai insektisida nabati. Metode pengambilanminyak atsiri kemangi dilakukan dengan metode ekstraksi dengan pelarut n-heksana.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen terbesar dari proses ekstraksi denganmemvariasikan waktu ekstraksi dan suhu. Bahan yang digunakan adalah daun kemangikering yang sudah dihaluskan sebanyak 300 gram dengan pelarut 600 ml. Variabel yangdigunakan adalah suhu ekstraksi (25, 35, 45, 55 0C) dan waktu ekstraksi (30, 60, 90, 120, 150menit) dengan pengadukan 300 rpm. Rendemen tertinggi adalah 1,3% dengan variable suhuekstraksi 55 0C dan waktu ekstraksi 150 menit. Sampel hasil penelitian dianalisamenggunakan GC-MS didapatkan kandungan sitral tertinggi 69,21% .
KINETIKA FERMENTASI VCO SECARA SINAMBUNG DALAM BIOREAKTOR TANGKI IDEAL Redjeki, Sri; Kurniati, Ely
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.711

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan kinetika reaksi pada proses fermentasi sinambung, pada pembuatan VCO. Fermentasi sinambung dijalankan dengan mengalirkan substrat dengan laju aliran tertentu dan pada saat yang sama produk hasil metabolisme dikeluarkan dengan laju alir yang sama. Penambahan medium baru dengan laju yang sesuai dapat menghasilkan keadaan tunak (steady state), pada keadaan tunak tersebut konsentrasi sel, laju pertumbuhan, konsentrasi produk tidak mengalami perubahan selama waktu fermentasi berlangsung. Penentuan parameter Yp/s, vp, km’ dapat ditentukan dari berbagai percobaan laju pengenceran. Hasil yang diperoleh adalah untuk nisbah (1:2): vp= 0,06 jam-1, km’ = 4,0451 g/l, dan Yp/s = 6 g asam laktat/g glukosa.
PEMANFAATAN KULIT KAPOK SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK PENYERAPAN LOGAM Cu DAN Cr PADA LIMBAH ELEKTROPLATING Laksono M, Fajar Budi
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i2.714

Abstract

Kulit buah kapok randu (Ceiba Pentandra) selama ini kurang begitu dikenal oleh sebagian masyarakat. Maka dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi, kulit buah kapok randu ini dapat dimanfaatkan dan dijadikan suatu barang yang berguna yaitu dapat dijadikan karbon aktif atau arang aktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas arang aktif dalam penyerapan logam-logam berat, khususnya Cu dan Cr dan juga untuk mengetahui kondisi penyerapan yang terbaik. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berat arang aktif 60 gram; 80 gram; 100 gram; 130 gram; 150 gram dan waktu pengadukan 20 menit; 30 menit; 40 menit; 50 menit; dan 60 menit. Prosedur yang digunakan pertama adalah kulit randu dikeringkan kemudian dikarbonasi sehingga kulit menjadi karbon aktif. Kemudian kulit tersebut dites dan diaplikasikan ke limbah electroplating untuk mengurangi konsentrasi limbah Cu dan Cr. Dari hasil yang dicoba diperoleh kondisi yang terbaik pada penyerapan untuk logam Tembaga (Cu) yaitu pada berat 100 gram dan menit ke 20 diperoleh hasil yang terbaik 58,83 mg/L, sedangkan untuk logam Crom (Cr), juga pada berat 100gram dan menit ke 20 diperoleh hasil yang terbaik 10,1 mg/L. Persen penyerapan yang terbaik untuk logam Cu didapatkan 96,30% dan untuk logam Cr 94,66%. Hasil analisa karbon aktif (C) adalah 33562,82 mg/L atau sekitar 3,36%.
PENGAMBILAN MINYAK KELAPA DENGAN METODE FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI ROTI Andaka, Ganjar; Arumsari, Sentani
Jurnal Teknik Kimia Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v10i2.540

Abstract

Minyak kelapa merupakan bagian yang berharga dari buah kelapa dan banyak digunakan sebagai bahan baku industri atau sebagai minyak goreng. Pengambilan minyak dari daging buah kelapa dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pengambilan minyak kelapa yang sedang berkembang saat ini ialah dengan metode fermentasi dengan menggunakan beberapa enzim atau mikroba, yang mana salah satu bahan yang dapat digunakan yaitu ragi roti. Penelitian ini bertujuan untuk mengambil minyak kelapa dari skim santan kelapa dengan metode fermentasi, dengan mempelajari pengaruh berat ragi dan waktu fermentasi terhadap jumlah minyak kelapa yang diperoleh (yang optimal) dengan cara fermentasi menggunakan ragi roti sebagai zat pemisahnya. Waktu fermentasi divariasi dari 6 sampai 30 jam, sedangkan berat ragi divariasi dari 0,5 sampai 2,5 gram dengan jumlah santan kelapa sebanyak 100 mL. Dari hasil percobaan yang dilakukan dengan berbagai variasi waktu fermentasi dan berat ragi diperoleh kondisi optimum yang dicapai yaitu waktu fermentasi selama 18  jam  dan berat ragi roti 2 gram dengan jumlah minyak yang terambil sebanyak 29,5 mL.
PEMBUATAN ETHANOL DARI JERAMI PADI DENGAN PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI Andayana, Yudhi
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i2.717

Abstract

Jerami Padi banyak mengandung Pati, Selulosa dan Glukosa yang cukup tinggi. Alkohol dapat dihasilkan dari tanaman yang banyak mengandung senyawa selulosa dengan menggunakan bantuan aktivitas mikroba salah satu jenis tanamannya adalah jerami padi Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan kadar ethanol yang terbaik pada jerami padi dengan menggunakan proses hidrolisis dan fermentasi. Kondisi yang ditetapkan larutan Hidrolisis sebanyak 2500 ml, pH hidrolisis 3, waktu hidrolisis 2 hari, dan pH fermentasi sebesar 4,5, sedangkan peubah yang dijalankan adalah waktu fermentasi (2,3,4,5,6,7 (hari)), berat jerami padi (40,50,60 (gram)), dan volume stater yang ditambahkan (8%, 10%, 12%, kali volume cairan fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik pada berat jerami 50 gram dengan volume stater yang ditambahkan sebanyak 12% volume cairan fermentasi yang difermentasi selama 7 hari yang menghasilkan kadar ethanol sebesar 12,89%. Jerami padi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif pembuatan bioethanol.
KINETIKA REAKSI PEMBENTUKAN KALIUM SULFAT DARI EKSTRAK ABU JERAMI PADI DENGAN ASAM SULFAT Ariestyowati, Pramitha
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i1.723

Abstract

Kalium sulfat merupakan salah satu senyawa kimia yang penting bagi perindustrian di Indonesia, umumnya untukindustri pupuk. Hal ini terbukti dengan tingginya kalium sulfat yang diimpor dari luar negeri untuk mencukupikekurangan kalium sulfat yang ada di Indonesia. Dengan keadaan seperti ini dicoba untuk mencari alternatif laindalam pembuatan kalium sulfat. Salah satu cara pembuatan dari kalium sulfat adalah dengan mereaksikan H2SO4dengan K2CO3 yang terdapat dalam ekstrak abu merang. Tujuan penelitian adalah, meneliti besarnya pengaruhvariabel suhu dan waktu. Variabel yang digunakan adalah waktu (15, 20, 25, 30 dan 35 menit) dan suhu (40, 50, 60, 70dan 80 °C). Dari hasil penelitian ini diperoleh reaksi pembentukan kalium sulfat dari kalium karbonat mengikuti ordesatu semu. Harga konstanta laju reaksi atau (k) yang diperoleh sebesar: k = -1,577 x 10-3 . e-126,173 / R / T
PENURUNAN KESADAHAN AIR SUMUR DISEKITAR LUMPUR LAPINDO DENGAN MENGGUNAKAN ZEOLIT Lestari, Diyah Ayu
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i2.715

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan proses pengadukan dan adsorbsi dari zeolit terhadap air sumur warga sekitar Lumpur Lapindo. Secara umum adsorbsi dapat diartikan sebagai peristiwa fisika pada permukaan suatu bahan yang tergantung dari afinitas antara adsorbent dan adsorbat. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menurunkan kadar Ca dan Mg yang terkandung dalam air sumur milik warga sekitar Lumpur Lapindo. Prosedur dari penelitian ini adalah Air sumur di cek terlebih dahulu kadar Ca dan Mg yang terkandung di dalamnya. Kemudian air sumur dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi zeolit. Lalu diaduk dengan magnetic stirrer dengan kecepatan dan waktu tertentu. Setelah itu disaring dengan menggunakan zeolit yang telah dibungkus dengan kain sebanyak dua kali penyaringan. Dan dianalisa kadar Ca dan Mg nya. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penurunan kadar Ca pada air sumur disekitar lumpur Lapindo kondisi terbaik pada waktu 150 detik dengan berat zeolit 125 gram. Sedangkan untuk Mg terjadi pada kondisi berat zeolit 75 gram dan waktu putaran 150 detik dengan Mg = 0,076 mg/L. Namun sesuai dengan standar SNI, untuk Ca dan Mg yang diperbolehkan dalam air adalah 0,2-4 mg/L. Kondisi terbaik jatuh pada berat zeolit 25 gram dengan waktu pengadukan 30 detik = 0,212 untuk Ca dan 0,231 untuk Mg.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK SISA PAKAI DENGAN VARIASI WAKTU REAKSI DAN UKURAN Ba(OH)2 SEBAGAI KATALIS Lisdayanti, Rahajeng; Putri, Chrysant Arasati; Setyawati, Harimbi
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.708

Abstract

Ketersediaan bahan bakar fosil yang makin menipis jumlahnya menjadi pemicu bagi para peneliti untuk mengeksploarasi bahan bakar alternative terbaru-kan. Biodisel merupakan salah satu bahan bakar aternatif yang banyak dikembangkan, mulai dari teknologi, proses maupun bahan bakunya. Bahan baku yang sering digunakan berasal dari sawit, kelapa, zaitun, kanola maupun alpokat yang jika digunakan terus menerus akan menimbulkan masalah baru dibidang pangan. Minyak sisa pakai yang masih mengandung asam lemak menjadi salah satu bahan yang potensial sebagai bahan baku biodisel. Penggunaan katalis heterogen (Ba(OH)2.8H2O)pada variasi ukuran (25 dan 60 mesh) dan waktu reaksi (80–120 menit) sangat mempengaruhi biodisel yang dihasilkan. Biodisel dengan karakteristik terbaik didapatkan pada waktu reaksi selama 100 menit dengan ukuran katalis 60 mesh. Yield metil ester yang dihasilkan sebesar 86,8%.
BIODIESEL DARI MINYAK BIJI PEPAYA DENGAN TRANSESTERIFIKASI INSITU Daryono, Elvianto Dwi
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.707

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses produksi biodiesel secara langsung dari biji pepaya melalui proses transesterifikasi in situ. Variabel berubah kondisi proses yang dipelajari adalah volume metanol (200, 300 dan 400 mL) dan waktu proses transesterifikasi in situ (30, 60, 90, 120 dan 150 menit) dengan variabel tetap berat dan kadar air bahan baku, katalis, kecepatan pengadukan, suhu, dan diamati pengaruhnya terhadap yield minyak terekstrak yang membentuk FAME. Volume metanol dan waktu reaksi berpengaruh nyata terhadap yield FAME. Yield tertinggi didapatkan pada volume metanol 400 mL dan waktu 120 menit (77,68%).

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024 Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 2 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 2, No 2 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA More Issue