cover
Contact Name
Nova Triani
Contact Email
novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6281615451424
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 131 Documents
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Ifan Fadlillah; Ida Retno Moeljani; Hadi Suhardjono
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 2 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, bawang merah menjadi salah satu komoditas bernilai tinggi dan banyak petani di Indonesia yang mengusahakannya. Giberelin sebagai hormon tumbuh pada tanaman yang berpengaruh terhadap sifat genetik, seperti dapat mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan tunas, pemanjangan batang, pertumbuhan daun, dan merangsang pembungaan. Paclobutrazol merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman, namun memperbanyak hasil fotosintesis dalam tanaman dan mampu menstimulasi induksi pembungaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh dan lama perendaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pengembangan Benih Padi dan Palawija, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah ZPT yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu GA3 konsentrasi 40 ppm dan Paclobutrazol konsentrasi 200 ppm. Faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu lama perendaman 15 menit, 30 menit dan 45 menit. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan perendaman ZPT GA3 memberikan pengaruh sangat nyata terhadap umur bunga pertama, sedangkan ZPT Paclobutrazol berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah umbel per rumpun. Perlakuan lama perendamantidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Tidak terdapat interaksi antara ZPT dan lama perendaman terhadap semua parameter pengamatan.
PENGARUH BAHAN TANAM DAN PEMBERIAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN TANAMAN HORTENSIA (Hydrangea macrophylla) Dwinesa Aprinda Nawahepta; Nora Augustien Kusumaningrum; Sutini Sutini
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 2 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemangkasan dengan meninggalkan 1-2 ruas dan penambahan ZPT paclobutrazol pada tanaman hortensia mampu menghasilkan bunga yang banyak atau lebih cepat dari sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kombinasi antara jumlah ruas bahan tanam dan konsentrasi paclobutrazol terhadap hasil pembungaan tanaman hortensia. Penelitian dilaksanakan di Taman Bunga Coban Talun, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai September 2020. Penelitian ini merupakan percobaan factorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL), faktor pertama bahan tanam (1 pasang daun, 2 pasang daun) faktor kedua konsentrasi paclobutrazol (konsentrasi 0 ppm, 100 ppm, 200ppm, 300 ppm, 400ppm) dan 3 kali ulangan. Hasil terbaikdihasilkan pada perlakuanbahantanam 1 pasangdaun + konsentrasi paclobutrazol 0 ppm (B1P0) terhadap tinggi tanaman; perlakuan bahan tanam 2 pasang daun + konsentrasi paclobutrazol 200 ppm (B2P2) terhadap jumlah daun; perlakuan 2 pasang daun + konsentrasi paclobutrazol 400 ppm (B2P4) terhadap waktu bunga terbentuk.
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ATONIK PADA DUA VARIETAS TANAMAN JAHE (Zingiber officinale) PADA PERTUMBUHAN FASE VEGETATIF Ardito Risano; Sutini Sutini; Didik Utomo Pribadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu komoditas tanaman yang termasuk dalam suku Zingiberaceae yang dikenal dengan ginger. Tanaman jahe merupakan rempah yang paling populer dan dimanfaatkan bangsa Eropa pada jaman dahulu. Selain sebagai tanaman herbal, tanaman jahe menyimpan zat antioksidan yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia. Pada tahun 2016, produksi tanaman jahe cenderung mengalami penurunan sedangkan permintaan terus meningkat. Oleh karena itu, perkembangbiakan tanaman jahe dapat dilakukan dengan menggunakan zat pengatur tumbuh auksin yang dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang optimal terhadap pertumbuhan tanaman jahe pada fase vegetatif. Penelitian dilakukan pada bulan februari hingga bulan April di Lahan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan percobaan yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor I Konsentrasi ZPT Atonik sebesar 0 ml/l (kontrol), Konsentrasi ZPT Atonik sebesar 2 ml/l, Konsentrasi ZPT Atonik sebesar 4 ml/l, Konsentrasi ZPT Atonik sebesar 6 ml/l, Konsentrasi ZPT Atonik sebesar 8 ml/l, dan Konsentrasi ZPT Atonik sebesar 10 ml/l. Faktor II Varietas Jahe Emprit, dan Varietas Jahe Merah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dosis konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Atonik terhadap berat kering pada fase vegetatif memiliki nilai BNT 5% sejumlah 7,95. Hal ini disebabkan karena pemberian auksin yang tepat dapat meningkatkan penyerapan unsur hara melalui akar. Pada hasil penelitian juga didapatkan perbedaan yang nyata pada perbedaan varietas tanaman jahe yang berbeda nyata terhadap panjang akar dengan nilai BNT 5% sejumlah 12,46. Hal ini disebabkan karena hormon tersebut dapat memacu serta memacu uatu aktivitas biokimia. Pada diameter batang memiliki perbedaan yang nyata pada perbedaan varietas tanaman jahe yang berbeda nyata dengan nilai BNT 5% sejumlah 0,36. Hal ini disebabkan karena bahan yang digunakan untuk menyuplai pembentukan rimpang tersedia dalam jumlah banyak, maka rimpang yang terbentuk lebih besar dan memengaruhi diameter rimpang.
PENAMPILAN SIFAT KUANTITATIF GALUR MUTAN (M1) JAGUNG UNGU (Zea mays L.) AKIBAT IRADIASI SINAR GAMMA 60Co PADA DOSIS 100 Gy Muhammad Faishal Octadianto; Makhziah Makhziah; Djarwatiningsih P. Soedjarwo
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung memiliki rasa lezat dan banyak dibutuhkan masyarakat. Jagung ungu merupakan pangan fungsional yang memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Produksi jagung ungu masih tergolong rendah. Upaya pengembangan jagung ungu diperlukan untuk peningkatan ketersediaan benih bermutu, salah satunya dengan induksi mutasi iradiasi sinar gamma 60Co. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari iradiasi sinar gamma 60Co terhadap penampilan karakter mutan (M1) tanaman jagung ungu pada dosis 100 Gy. Penelitian dilakukan bulan Oktober 2021-Januari 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode rancangan acak kelompok satu faktor dengan penanaman empat tanaman tiap satuan petak dan empat ulangan. Faktor penelitian meliputi galur mutan (M1) jagung ungu varietas Black aztec dosis 100 Gy radiasi sinar gamma 60Co. Penelitian ini menggunakan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil analisis data menunjukkan terdapat pengaruh galur mutan (M1) jagung ungu terhadap keragaman karakter kuantitatif tinggi tanaman, jumlah daun di atas tongkol, indeks anakan, rebah batang, umur keluar bunga jantan, umur keluar bunga betina, tinggi kedudukan tongkol dan bobot 1000 butir.
POTENSI PENGEMBANGAN PERKEBUNAN MANGGA BERBASIS ORGANIK DI DESA ORO-ORO OMBOKULON SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Fadila Suryandika; Maroeto Maroeto; Iis Purnamawati; Wiwin Windriyanti; Penta Suryaminarsih; Pangesti Nugrahani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan perkebunan mangga berbasis organik di Desa Oro-Oro Ombokulon Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual mangga. Pengembangan perkebunan mangga organik sejalan dengan upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) menganalisis faktor internal dan eksternal pengembangan kebun mangga berbasis organik 2) menyusun alternatif strategi pengembangan kebun mangga organik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil identifikasi faktor internal dan eksternal diperoleh beberapa faktor utama seperti: ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk dan pestisida organik, kemauan dan keterampilan petani, keunikan varietas mangga, penurunan produktivitas pada masa transisi, produk organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi, pupuk dan pestisida organik sebagai produk sampingan, dan ancaman munculnya pesaing. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh kombinasi strategi SO, WO, ST, dan WT yang dapat digunakan untuk pengembangan perkebunan mangga berbasis organik. Beberapa strategi tersebut antara lain pengembangan produk pupuk dan pestisida organik berbasis bahan baku lokal, pengembangan agrowisata mangga organik, pengembangan keterampilan dan penguatan kelembagaan, pengembangan budidaya komoditas musiman yang dapat berdampingan dengan tanaman mangga, promosi dengan menonjolkan keunikan produk, mengajukan paten/hak kekayaan intelektual/lisensi organik atas produk, serta menjalin kerjasama dengan mitra.
KARAKTER FISIK DAN KIMIA DIGESTAT TIGA JENIS KOTORAN TERNAK PADA KONDISI ANAEROB Saefur Rohman; Arga Dwi Indrawan
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kotoran ternak selaku produk samping budidaya peternakan mempunyai dampak negatif bagi lingkungan berupa bau, cemaran lingkungan, dan sumber penyakit. Biokonversi secara anaerob dapat mengonversi limbah kotoran ternak menghasilkan digestat akhir berbentuk slurry yang kaya kandungan hara sebagai pupuk organik. Sejauh ini, studi tentang dinamika sifat fisik dan kimia digestat dari berbagai jenis kotoran ternak masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tiga jenis kotoran ternak (kambing, ayam, dan sapi) terhadap sifat fisik dan kimia digestat. Percobaan dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) sederhana dengan perlakuan tiga jenis kotoran dengan tiga kali ulangan. Digestat dibuat dengan bahan kotoran ternak, urin sapi, aktivator EM4, dan daun lamtoro yang diinkubasikan secara anaerob selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi aroma, warna, kekentalan, buih, pH, dan suhu yang diamati 2 hari sekali hingga 14 hari setelah inkubasi (HSI). Hasil menunjukkan bahwa digestat kambing dan sapi memiliki kesamaan pola dinamika sifat fisik dan kimia. Karakter aroma, warna, kekentalan, dan buih digestat sapi dan kambing cenderung tidak berubah selama masa inkubasi dibandingkan digestat ayam. pH ketiga digestat memiliki kecenderungan untuk turun di awal inkubasi dan naik di pertengahan hingga akhir inkubasi mendekati pH 7,0. Kenaikan suhu digestat ayam lebih tinggi mencapai 40 oC sementara kenaikan suhu digestat kambing dan sapi lebih rendah. Secara keseluruan, digestat kambing dan sapi cenderung lebih sulit didegradasi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk terdekomposisi sempurna dibandingkan digestat ayam yang diduga dikarenakan perbedaan karakter kotoran yang dipengaruhi komposisi pakan, mikroba usus, dan struktur pencerbaan ternak tersebut.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BAWANG MERAH DAN AIR KELAPA PADA TAHAP MULTIPLIKASI PLANLET KENTANG (Solanum tuberosum [L.] cv. Granola) MENGGUNAKAN MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG (MS) Rr Khoirunnisa Asyahidah; Pangesti Nugrahani; Makhziah Makhziah
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produktivias tanaman kentang dapat dilakukan dengan penyediaan bibit unggul yang bersertifikat seperti menggunakan metode perbanyakan secara kultur jaringan. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis Pengaruh Kombinasi Ekstrak Bawang Merah Dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan In-Vitro Planlet Kentang (Solanum Tuberosum [L.] cv. Granola) Pada Media Murashige Dan Skoog (MS). Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial Penelitian menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu pemberian ekstrak bawang merah menggunakan 4 taraf B0(kontrol), B1(20 g L-1), B2(30 g L-1), B3(40 G L-1) dan air kelapa menggunakan 4 taraf K0(kontrol), K1(50 ml L-1), K2(75 ml L-1) dan K3(100 ml L-1). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi dengan kombinasi terbaik 20 g ekstrak bawang merah dan 50 ml air kelapa memberi pengaruh nyata pada perameter pertumbuhan panjang planlet dengan planlet kentang secara in vitro.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus oncophillus Prain.) DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG Rudini Berbudi; Siswanto Siswanto; Wanti Mindari
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porang merupakan tanaman yang potensial untuk dikembangkan sebagai komoditi ekspor sebagai bahan makanan maupun bahan industri. Umbi porang mempunyai potensi yang sangat besar dalam bidang produksi, namun hal ini belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesesuaian lahan di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang untuk pengembangan tanaman porang. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilaksanakan dengan teknik pengambilan dan analisa sampel tanah terpilih. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan overlay atau tumpang tindih peta penggunaan lahan, geologi, topografi, dan kelerengan di Kecamatan Wonosalam. Hasil Overlay diperoleh 11 SPL (Satuan Peta Lahan) yang memenuhi karakteristik tiap peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di wilayah penelitian memiliki kemiringan bervariatif paling rendah 11,3% dan paling tinggi 35%. Tekstur tanah di dominasi oleh tekstur halus dengan nilai tertinggi 62,13% liat pada LD3. Nilai pH masam (4,71 – 5,56). C-organik bervariasi sebesar 0,17 – 3,63%. Nilai KTK di wilayah penelitian yakni 17,99-33,15 Cmol/kg (+). LD1, LD3, KB1, KB2, KB3, KB4, HT1 mempunyai kelas lahan cukup sesuai untuk pengembangan tanaman porang dengan faktor pembatas curah hujan dan kemiringan lereng (S2 wa, e). LD2 mempunyai kelas lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas curah hujan (S2 wa). HT2, HT3, HT4 tidak sesuai untuk pengembangan tanaman porang dengan faktor pembatas kemiringan lereng (S3 e). Faktor pembatas didominasi oleh Curah Hujan dan kemiringan lereng pada setiap SPL.
KOMPOSISI VEGETASI DI RUANG TERBUKA HIJAU DATARAN RENDAH, SURABAYA TIMUR Puji Lestari Tarigan; Felicitas Deru Dewanti
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman jenis tumbuhan dapat ditemukan pada kondisi lahan yang berbeda. Di Ruang Terbuka Hijau terdapat berbagai jenis tanaman yang tumbuh bebas. Kualitas ruang terbuka sangat berkaitan dengan vegetasi yang tumbuh di ruang tersebut, yang menyangkut jenis, bentuk, lokasi tanam, jumlah dan kondisinya. Struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan dipengaruhi oleh interaksi komponen ekosistem lainnya sehingga vegetasi yang tumbuh secara alami merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor lingkungan. Vegetasi dataran rendah sangat bervariasi. Untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi pada Ruang Terbuka Hijau di dataran rendah dapat menggunakan analisis vegetasi. Analisis vegetasi merupakan suatu cara untuk mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi pada sekelompok tumbuhan. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian yaitu, meteran, tali rapia, cangkul kecil, alat tulis dan kamera. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuadrat. Metode kuadrat merupakan cara yang mudah dan cepat untuk mengetahui komposisi, dominansi, dan menaksir komposisi vegetasi. Ukuran kuadrat yang digunakan yaitu, 1x1 m. Pengamatan dilakukan sebanyak 8 ulangan. Penentuan analisis dilakukan dengan melempar kuadrat ke areal secara acak. Parameter pengamatan terdiri dari; Kerapatan (K), Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi (F), Frekuensi Relatif (FR) dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Cyperus rotundus memiliki nilai K=60, KR=29,8%, FM=37,5%, FR=11,1%, dan INP=40,9%. Tumbuhan ini mendominasi Ruang Terbuka Hijau pada dataran rendah, Surabaya Timur. Karena tumbuhan tersebut memiliki daya adaptasi yang besar dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Keberadannya mendukung fungsi ekologis Ruang Terbuka Hijau.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK 16:16:16 dan Konsentrasi Pupuk Plant Catalyst terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Rahmawati, Fidi; Soedjarwo, Djarwatiningsih Pongki; Pribadi, Didik Utomo
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 12 No. 2: Juli 2024
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v12i2.144

Abstract

Tomat merupakan tanaman sayuran buah yang memiliki prospek yang baik dalam pengembangan agribisnis karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk NPK 16:16:16 dan konsentrasi pupuk Plant Catalyst serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di lahan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya yang terletak di Kota Surabaya, Jawa Timur pada bulan April 2023-Agustus 2023. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu dosis pupuk NPK dan konsentrasi pupuk Plant Catalyst masing-masing terdiri atas 4 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi nyata perlakuan kombinasi dosis pupuk NPK dengan konsentrasi pupuk Plant Catalyst terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga per tanaman, fruit set, jumlah buah per tandan, bobot buah per buah, bobot buah tiap periode panen, bobot buah total per tanaman, dan diameter buah. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan dosis pupuk NPK 30 g/tanaman dan konsentrasi 2 g/l Plant catalyst.

Page 10 of 14 | Total Record : 131