cover
Contact Name
Suwarsito
Contact Email
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteks
ISSN : 08521468     EISSN : 26860546     DOI : https://doi.org/10.30595/sainteks
Sainteks adalah jurnal yang menyajikan artikel hasil pemikiran dan penelitian di bidang sains dan teknologi. Sainteks merupakan jurnal peer reviewed dan open access. Sainteks diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sainteks mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi di seluruh dunia untuk bertukar dan memajukan keilmuan di sains dan teknologi. Dokumen yang dikirim harus dalam format Ms. Word dan ditulis sesuai dengan panduan. Sainteks terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Maret dan Oktober. Namun mulai tahun 2019 Sainteks terbit di bulan April dan Oktober.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS" : 9 Documents clear
Hubungan Antara Multiparitas Terhadap Terjadinya Perdarahan Antepartum Di RSIA Aprillia Cilacap Setya Dian Kartika; Ageng Brahmadhi
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1492

Abstract

Perdarahan antepartum hingga saat ini masih memegang peranan penting sebagai penyebab utama kematian, sekalipun di negara maju. Menurut WHO, di perkirakan terdapat 4 juta kasusn perdarahan antepartum setiap tahunnya dan paling sedikit 128.000 wanita mengalami perdarahan sampai meninggal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan antara multiparitas terhadap terjadinya perdarahan antepartum di RSIA Aprillia Cilacap. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian crossectional. Penelitian ini dilakukan di RSIA Aprillia Cilacap pada bulan Januari 2016. Populasi penelitian adalah ibu bersalin di RSIA Aprillia Cilacap terhitung pada bulan Januari - Desember 2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian kali ini menggunakan sampel sebesar 90 pasien yang terdiri dari 45 primipara dan 45 multipara. Analisis data menggunakan Chi­Square dan Odds Ratio. Hasil penelitian dari 80 pasien yang diteliti berdasarkan analisa Chi­Square, Chi­Square hitung 4,455 > Chi­Square tabel 3,841 dan p­value 0,034 < α 0,05. jadi kesimpulannya adalah pada tingkat kepercayaan 95% dan α= 0,05 terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan antepartum dengan odds ratio 2,76 (p=0,035). Dari penelitian dapat disimpulkan multiparitas merupakan faktor risiko untuk kejadian perdarahan antepartum. Kata kunci : paritas, perdarahan antepartum
Pengaruh Antara Inkontinensia Urin Terhadap Tingkat Depresi Wanita Lanjut Usia Di Panti Wredha Catur Nugroho Kaliori Banyumas Dian Kurniasari; Retno Soesilowati
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1498

Abstract

Kejadian masalah pada lansia dari tahun ketahun semakin meningkat, hal ini dikarenakan proses menua yang dialami seseorang. Proses menua tersebut mempengaruhi beberapa faktor perubahan pada lansia salah satunya masalah fungsi berkemih seperti inkontinensia urin. Inkontinensia urin sebagai keluarnya urin yang dapat mengakibatkan masalah medis, psikososial, maupun higiene. Inkontinensia urin lebih sering dijumpai pada usia lanjut. Wanita dengan usia >50 tahun paling mungkin mengalami kelainan ini. Dampak sosial dari Inkontinensia urin meliputi hilangnya kepercayaan diri, menghindar dari pergaulan sosial dan depresi. Depresi merupakan masalah psikososial yang sering ditemukan pada wanita usia lanjut dengan Inkontinensia urin.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh inkontinensia urin terhadap tingkat depresi pada wanita usia lanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode non eksperimen dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, jumlah sampel sebanyak 73 lansia, instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri atas kuesioner diagnosa inkontinensia urin skala SSI (Sandvix Severity Index) untuk menilai tingkat inkontinensia urin, skala L-MMPI (Skala Lie Minnesota Multiphasik Personality) untuk menilai kejujuran dari jawaban yang diberikan oleh subjek penelitian dan terakhir adalah skala HRSD untuk menilai derajat depresi. Analisa bivariate menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh lansia yang mengalami inkontinensia urin tingkat ringan sebanyak 30 orang (41.1%), disusul tingkat sedang 26 orang (35.61%) dan terakhir tingkat berat 17 orang (23.29%). Dan diperoleh lansia yang yang tidak terjadi depresi sebanyak 18 responden (24,66%), depresi ringan sebanyak 21 responden (28,77%), depresi sedang sebesar 25 responden (34.25%), dan depresi berat sebanyak 9 responden (12,33%). Hasil uji bivariate membuktikan bahwa inkontinensia urin berpengaruh terhadap tingkat depresi pada wanita usia lanjut dengan nilai Z lebih besar dari Z0,975 (5,235 > 1,96). Dari hasil ini diketahui bahwa baik Inkontinensia urin maupun derajat depresi keduanya memiliki hubungan yang signifikan. Kata kunci : inkontinensia urin, depresi, usia lanjut
Perbandingan Antara Pemberian Ondansetron Dengan pemberian Metoklopramid Untuk Mengatasi Mual Dan Muntah Paska Laparatomi Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Yuhantoro Budi Handoyo Sakti; Hidayat Budi
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1493

Abstract

Pasien yang telah menjalani pembedahan beresiko untuk mengalami mual dan muntah paska bedah (PONV).Berbagai obat dengan mekanisme kerja berbeda, baik menggunakan agen tunggal atau kombinasi obat yang berbeda, telah digunakan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya PONV ini.Metoklopramid dan ondansetron adalah obat premedikasi anestesi yang dapat mengurangi mual muntah, sehingga penelitina ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara pemberian Ondansetron dengan pemberian metoklopramid untuk mengatasi mual dan muntah paska laparatomi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental kuasi dengan teknik acak buta ganda (double blind).Populasi penelitian adalah pasien operasi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.Data dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan uji chi square untuk mengetahui ada tidaknya perbandingan yang bermakna. Penelitian ini menggunakan 40 sampel yang terbagi menjadi dua kelompok, 20 orang mendapat metoklopramid 0,2 mg/kgBB dan 20 orang mendapat ondansetron 0,1mg/kgBB. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemberian metoklopamid dan ondansetron dalam mencegah mual muntah paska laparatomi. Kata kunci : metoklopramid – ondansetron –PONV
Kesesuaian Pemeriksaan Spirometri Dan Foto Thorax Posteroanterior Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis Berdasarkan Analisis kesepakatan Kappa Cohen Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Soegimin Adi Soewarno; Yunia Annisa
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1494

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit pada saluran pernapasan yang menyebabkan gangguan aliran udara di paru dan menyebabkan keadaan hipoksia pada jaringan tubuh.PPOK merupakan penyakit ketiga penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia serta menyebabkan kesakitan yang bersifat seumur hidup pada penderitanya.Penyakit ini merupakan penyakit paru kronik bersifat irreversibel atau reversibel parsial yang banyak diderita oleh masyarakat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 600 juta orang menderita PPOK di seluruh dunia. Dan ini diperkirakan akan terus meningkat. Di Indonesia, diperkirakan terdapat 4,8 juta (5,6%) penderita Prevalensi lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan dan meningkat dengan bertambahnya usia. PPOK lebih sering pada yang masih aktif merokok danbekas perokok dan meningkat dengan banyak jumlah rokok yang dikonsumsi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kesesuaian pemeriksaan spirometri dan foto thorax postero anterior pada pasien penyakit paru obstruksi kronis. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada bulan Januari–Februari 2015. Jenis penelitiannya bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 50 pasien dipilih dengan teknik fixed disease sampling. Instrumen penelitian berupa alat pemeriksaan spirometri dan foto thorax PA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan koefisien kesepakatan Kappa Cohen dan chi kuadrat melalui program SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan koefisien kesepakatan Kappa Cohen = 0.27 dan nilai p = 0.143. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat kesesuaian yang rendah antara pemeriksaan spirometri dan foto thorax PA pada penderita PPOK dan secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan.Pemeriksa disarankan untuk meningkatkan ketelitian intra pengamat dalam membaca foto thorax PA untuk mendapatkan sebuah diagnosis yang lebih akurat. Kata kunci: spirometri-foto thorax PA-PPOK
Analisis Kedisiplinan Belajar Mahasiswa Dan Kehadiran Mahasiswa Terhadap Nilai Mata Kuliah Menggunakan Teori Kuantifikasi Fuzzy Noor Adi Pamungkas; Hindayati Mustafidah
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1550

Abstract

Pada umumnya nilai mata kuliah berupa suatu angka yang menentukan keberhasilan seorang mahasiswa.Keberhasilan ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya kedisiplinan belajar mahasiswa dan tingkat kehadiran di perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan belajar dan tingkat kehadiran mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Purwokerto, menggunakan metode teori kuantifikasi fuzzy I untuk mengetahuinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari masing-masing indikator, yang diacu dari kedisiplinan belajar, kehadiran mahasiswa dan nilai mata kuliah. Dari 5 indikator yang paling berpengaruh adalah indikator 3 yaitu hubungan dan koordinasi antara mahasiswa dengan mahasiswa maupun dosen dengan nilai bobot kategori y = 3,8872µ(x) atau 0,3239x terhadap nilai mata kuliah yang artinya memberikan kontribusi besar terhadap nilai mata kuliah, dan merupakan indikator yang paling berpengaruh terhadap nilai dengan kehadiran lebih dari 9. Kata kunci: Fuzzy quantification theory, kualitatif, kedisiplinan belajar, kehadiran mahasiswa, nilai mata kuliah.
Hubungan Antara Pemberian Asi Ekslusif Dengan Keteraturan Siklus Menstruasi Bagi Ibu-Ibu Menyusui Di Puskesmas Purwokerto Barat Banyumas Dyah Retnani Basuki; Yenni Bahar
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1495

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI secara eksklusif pada bayi sejak lahir hingga bayi berumur enam bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun. Pemberian ASI eksklusif pada bayi, akan meningkatkan involusi rahim, sehingga mengurangi komplikasi masa nifas. Hal ini bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu pasca melahirkan. Pola pemberian ASI berhubungan erat dengan kembalinya kesuburan yang dapat diukur salah satunya dengan kembalinya menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan siklus menstruasi bagi ibu menyusui di Puskesmas Purwokerto Barat Banyumas. Metode dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Purwokerto Barat Banyumas pada tanggal 15 Februari – 15 Agustus 2016. Sampel dalam penelitian ini 72 responden yang terdiri dari 36 kelompok ibu memberikan ASI Ekslusif, dan 36 kelompok ibu non ASI Ekslusif. Hasil dalam penelitian ini bahwa dari 36 kelompok ibu yang memberikan ASI eksklusif 12 (33,33%) orang yang mengalami siklus menstruasi teratur dan 24 (66,67%), orang yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur . Pada kelompok ibu yang Non ASI Ekslusif dari 36 orang, 27 (75,00%) orang yang mengalami siklus menstruasi teratur dan 9 (25,00%) yang mengalami siklus mentruasi tidak teratur. Hasil perhitungan dengan metode Kai Kuadrat (X2) hitung = 8,187. Sedangkan X2 tabel (0,05 ; 1) = 4,851. Jadi X2 hitung lebih besar dari X2 tabel (0,05 ; 1) atau p kurang dari (0,05 ; 1). Dari hasil perhitungan tersebut juga didapatkan Od Ratio sebesar 8,476 dengan nilai probabilitas 0,008 kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif secara signifikan berhubungan dengan keteraturan siklus menstruasi pada ibu menyusui. Kata kunci: pemberian ASI ekslusif, siklus menstruasi, ibu menyusui
Model Pemberdayaan Keluarga Dengan Pendekatan Improvement Dan Berbasis Masalah Psikososial Anak Dari Keluarga Miskin Tri Naimah; Suwarti Suwarti
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1551

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) menguji efektifitas model pemberdayaan dengan pendekatan Improvement dan berbasis masalah psikososial anak, 2) Mengkaji faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan model pemberdayaan keluarga dengan pendekatan Improvement dan berbasis masalah psikososial anak, dan 3) menyusun buku panduan pelaksanaan model pemberdayaan dengan pendekatan Improvement dan berbasis masalah psikososial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan. Pada tahap kedua ini uji coba model untuk mengetahui efektivitas model dilakukan dengan menggunakan desain quasi eksperiment. Untuk mengkaji faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan model menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive di kampung Sri Rahayu Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi. Analisis data kuantitatif menggunakan t tes, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, sajian data dan verifikasi. Hasil penelitian yaitu : pertama, berdasarkan hasil ujicoba model menunjukkan rerata pre tes = 147,937 ; rerata post tes = 156,906 ; t = -2,759 ; df = 31 ; p = 0.010. Artinya, kemampuan parenting subjek bisa ditingkatkan melalui pelatihan parenting sehingga pemberdayaan keluarga miskin dapat dilakukan melalui model ini. Kedua, faktor pendukung pelaksanaan ujicoba model ini adalah : 1) Ketersediaan fasilitator dan co fasilitator yang kompeten, 2) Tingkat partisipasi peserta yang tinggi, 3) Beragamnya metode pelatihan yang diterapkan, dan 4) Proporsi materi yang bersifat praktis lebih banyak daripada yang bersifat teori. Adapun faktor penghambat pelaksanaan ujicoba model adalah : 1) Masih adanya pemahaman yang keliru tentang metode pengasuhan, antara lain yang berkaitan dengan metode penyelesaian masalah anak dan teknik menghukum, dan 2) Latar belakang pendidikan peserta yang rendah menyebabkan mereka sulit menerima materi yang bersifat konseptual. Kata Kunci : Pemberdayaan keluarga, pendekatan improvement, masalah psikososial
Pengaruh Obesitas Terhadap Osteoartritis Lutut Pada Lansia Di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap Mambodiyanto Mambodiyanto; Susiyadi Susiyadi
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1491

Abstract

Obesitas adalah keadaan dimana terdapat penimbunan kelebihan lemak ditubuh seseorang.Prevalensi obesitas pada lansia terus meningkat.Obesitasmempunyai dampak terhadap tumbuh kembang pada manusia, terutama aspekperkembangan psikososial dan berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit penyakitkomorbid seperti atherosklerosis, diabetes mellitus.Obesitas dan kegemukan adalah penyakit metabolic yangmengakibatkan penimbunan jaringan lemak berlebih dalam tubuh. Obesitas ditunjukkandengan indeks massa tubuh (IMT) yang berada di atas persentil ke-95 padagrafik tumbuh kembang tubuh manusia dengan jenis kelaminnya. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap.Sampel penelitian 90 sampel yang dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok dengan IMT kurang, IMT normal dan IMT berlebih.Penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara dan pengukuran IMT. Teknik sampel yang digunakan adalah random sampling dan dianalisis dengan menggunakan chi square dan odds ratio. Hasil penelitan menunjukkan bahwa hampir semua lansia dengan IMT berlebih (obesitas) menderita Osteoartritis lutut. Didapatkan X² hitung (9,62) lebih besar dari X² tabel (5,991) dengan taraf signifikansi α 0,05 dan derajat bebas (db) 2. Dan dari uji Odds ratio didapatkan hasil responden dengan IMT normal (OR = 1,5) memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk menderita osteoarthritis lutut dibandingkan dengan responden dengan IMT kurang. Dan responden dengan IMT lebih (OR = 4,9) memiliki risiko 4,9 kali lebih besar untuk menderita osteoartritis lutut dibandingkan responden dengan IMT normal. Berdasarkan perhitungan statistik, ternyata didapatkan pengaruh yang bermakna antara obesitas dengan osteoartritis lutut pada lansia di kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap Kata kunci :obesitas, osteoartritis lutut, lansia
Perbedaan Antara Kesembuhan Pasien TB Paru Dengan Pengawas Minum Obat (PMO) Dan Tanpa PMO Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Retno Soesilowati; Nurrizki Haitamy
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1497

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh masyarakat dunia. Badan Kesehatan Dunia telah menyatakan TB sebagai masalah kedaruratan global sejak tahun 1993 lalu. Keberhasilan pengobatan TB paru sangat ditentukan oleh adanya keteraturan minum obat anti tuberculosis. Hal ini dapat dicapai dengan adanya pengawas minum obat (PMO) yang memantau dan mengingatkan penderita TB paru untuk meminum obat secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kesembuhan pasien TB paru dengan PMO dan Tanpa PMO di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis analitik observational dengan metode cross sectional yang dilaksanakan di poliklinik Paru RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Februari – 5 Mei 2016. Sampel sebanyak 60 responden. Hasil penelitan didapatkan. nilai OR = 5.3; X2= 4.851 p = 0.038. Taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan =1. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat di simpulkan bahwa ada perbedaan kesembuhan pasien dengan pengawas minum obat (PMO) dan tanpa PMO. Kata kunci: perbedaan kesembuhan, pasien TB paru, pengawas minum obat (PMO)

Page 1 of 1 | Total Record : 9